Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : FORTE JOURNAL

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) PADA SEDIAAN SERUM WAJAH Nilsya Febrika Zebua; Riska Julia Safriana; Siti Aisyah; Afni Saufa Yarda; Sulika Hati; Khoiriyah Khairul; Fekbri Yanti
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.500

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) banyak digunakan oleh masyarakat sebagai tanaman obat, selain itu daun salam juga mengandung vitamin A, vitamin E yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penggunaan ekstrak etanol daun salam secara langsung pada kulit dinilai kurang efektif sehingga perlu diformulasikan dalam sediaan serum tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui mutu fisik, stabilitas, dan nilai SPF dari sediaan serum tabir surya ekstrak daun salam. Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol daun salam dengan variasi konsentrasi 5%, 7,5%, 10%, blanko dan blanko SPF. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan serum adalah metode DPPH, dengan mengetahui nilai IC50. Penetapan nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Evaluasi mutu fisik sediaan serum meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, pengukuran pH sediaan, stabilitas sediaan, uji viskositas, uji iritasi dan uji kesukaan. Hasil mutu fisik sediaan serum ekstrak daun salam mempunyai rentang pH 5,72-6,31 pada awal sediaan, dan pH setelah pengujian stabilitas (Cycling test) 5,68-6,26. Hasil viskositas sediaan memiliki rentang 1230-1720 mPa.s. Nilai IC50 ekstrak (38,34), F0 blanko (820,04 µg/mL), F1 5% (74,46 µg/mL), F2 7,5% (64,85 µg/mL), dan F3 10% (45,91 µg/mL). Nilai SPF F0 blanko (1,33), F1 (31,16), F2 (22,19), F3 (6,9), F4 blanko SPF (24,2). Ekstrak etanol dari daun salam  diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF yang sangat besar yang diformulasikan menjadi sediaan serum wajah serta tidak mengiritasi kulit.
STUDI KOPIGMENTASI CAMPURAN EKSTRAK BIJI KESUMBA KELING (Bixa orellana L.) DENGAN EKSTRAK ANGKAK MERAH Said Haikal Alfajar; Salman Salman; Nilsya Febrika Zebua; Nurmala Sari
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.509

Abstract

Pemakaian pewarna pada produk bertujuan untuk memperbaiki warna dan menarik minat konsumen. Penggunaan pewarna alami memiliki kelemahan antara lain warna tidak stabil dibandingkan dengan pewarna sintetis. Namun dibalik  keunggulan zat warna sintetis menyimpan dampak berbahaya bagi kesehatan manusia seperti pencetus kanker. Karena dampak yang berbahaya bagi kesehatan, masyarakat lebih memilih pewarna alami dibandingkan pewarna sintetis. Salah satu pewarna alami yang baik bagi kesehatan manusia adalah biji kesumba keling dan angkak merah yang mengandung zat warna alami yaitu karotenoid dan antosianin. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis zat warna  yang stabil dari campuran biji kesumba keling dengan angkak merah dengan metode kopigmentasi.  Dalam penelitian ini dilakukan proses maserasi untuk mendapatkan ekstrak dari biji kesumba keling dan angkak merah dengan perbandingan 1:10 (b/v). Lalu dicampurkan ekstrak kental dari biji kesumba keling dan angkak merah dengan perbandingan 1:0, 1:1, 1:2 dan 2:1 untuk dilakukan uji stabilitas terhadap pH, paparan sinar matahari, oksidator, penyimpanan, paparan sinar lampu dan suhu lalu diukur absorbansi dengan spektrofotometer visibel. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen yang didapat dari maserasi biji kesumba keling dan angkak merah sebesar 8,65% dan 11,19%. Uji kestabilan 2:1 memiliki rata-rata kenaikan dan penurunan absorbansi sebesar 33,73%, 30,61% dan 15,06% pada uji pH, paparan sinar matahari dan paparan sinar lampu. Dari uji stabilitas didapatkan bahwa perbandingan 1:2 memiliki rata-rata kenaikan maupun penurunan absorbansi sebesar 2,24% dan 19,28% pada uji oksidator dan uji suhu. Dari uji stabilitas didapatkan bahwa perbandingan 1:1 memiliki rata-rata kenaikan maupun penurunan absorbansi sebesar 12,93% pada uji penyimpanan. Perbandingan 2:1 memiliki kestabilan yang paling baik dibandingkan dengan perbandingan yang lain.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) PADA SEDIAAN SERUM WAJAH Nilsya Febrika Zebua; Riska Julia Safriana; Siti Aisyah; Afni Saufa Yarda; Sulika Hati; Khoiriyah Khairul; Fekbri Yanti
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.500

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) banyak digunakan oleh masyarakat sebagai tanaman obat, selain itu daun salam juga mengandung vitamin A, vitamin E yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penggunaan ekstrak etanol daun salam secara langsung pada kulit dinilai kurang efektif sehingga perlu diformulasikan dalam sediaan serum tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui mutu fisik, stabilitas, dan nilai SPF dari sediaan serum tabir surya ekstrak daun salam. Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol daun salam dengan variasi konsentrasi 5%, 7,5%, 10%, blanko dan blanko SPF. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan serum adalah metode DPPH, dengan mengetahui nilai IC50. Penetapan nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Evaluasi mutu fisik sediaan serum meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, pengukuran pH sediaan, stabilitas sediaan, uji viskositas, uji iritasi dan uji kesukaan. Hasil mutu fisik sediaan serum ekstrak daun salam mempunyai rentang pH 5,72-6,31 pada awal sediaan, dan pH setelah pengujian stabilitas (Cycling test) 5,68-6,26. Hasil viskositas sediaan memiliki rentang 1230-1720 mPa.s. Nilai IC50 ekstrak (38,34), F0 blanko (820,04 µg/mL), F1 5% (74,46 µg/mL), F2 7,5% (64,85 µg/mL), dan F3 10% (45,91 µg/mL). Nilai SPF F0 blanko (1,33), F1 (31,16), F2 (22,19), F3 (6,9), F4 blanko SPF (24,2). Ekstrak etanol dari daun salam  diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF yang sangat besar yang diformulasikan menjadi sediaan serum wajah serta tidak mengiritasi kulit.
STUDI KOPIGMENTASI CAMPURAN EKSTRAK BIJI KESUMBA KELING (Bixa orellana L.) DENGAN EKSTRAK ANGKAK MERAH Said Haikal Alfajar; Salman Salman; Nilsya Febrika Zebua; Nurmala Sari
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.509

Abstract

Pemakaian pewarna pada produk bertujuan untuk memperbaiki warna dan menarik minat konsumen. Penggunaan pewarna alami memiliki kelemahan antara lain warna tidak stabil dibandingkan dengan pewarna sintetis. Namun dibalik  keunggulan zat warna sintetis menyimpan dampak berbahaya bagi kesehatan manusia seperti pencetus kanker. Karena dampak yang berbahaya bagi kesehatan, masyarakat lebih memilih pewarna alami dibandingkan pewarna sintetis. Salah satu pewarna alami yang baik bagi kesehatan manusia adalah biji kesumba keling dan angkak merah yang mengandung zat warna alami yaitu karotenoid dan antosianin. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis zat warna  yang stabil dari campuran biji kesumba keling dengan angkak merah dengan metode kopigmentasi.  Dalam penelitian ini dilakukan proses maserasi untuk mendapatkan ekstrak dari biji kesumba keling dan angkak merah dengan perbandingan 1:10 (b/v). Lalu dicampurkan ekstrak kental dari biji kesumba keling dan angkak merah dengan perbandingan 1:0, 1:1, 1:2 dan 2:1 untuk dilakukan uji stabilitas terhadap pH, paparan sinar matahari, oksidator, penyimpanan, paparan sinar lampu dan suhu lalu diukur absorbansi dengan spektrofotometer visibel. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen yang didapat dari maserasi biji kesumba keling dan angkak merah sebesar 8,65% dan 11,19%. Uji kestabilan 2:1 memiliki rata-rata kenaikan dan penurunan absorbansi sebesar 33,73%, 30,61% dan 15,06% pada uji pH, paparan sinar matahari dan paparan sinar lampu. Dari uji stabilitas didapatkan bahwa perbandingan 1:2 memiliki rata-rata kenaikan maupun penurunan absorbansi sebesar 2,24% dan 19,28% pada uji oksidator dan uji suhu. Dari uji stabilitas didapatkan bahwa perbandingan 1:1 memiliki rata-rata kenaikan maupun penurunan absorbansi sebesar 12,93% pada uji penyimpanan. Perbandingan 2:1 memiliki kestabilan yang paling baik dibandingkan dengan perbandingan yang lain.
Co-Authors Abdi Wira Septama Afni Saufa Yarda Alizha Aisyah Anggraeini, Dea Anggraini, Dea Anna Juniar Ari Usman Ari Usman, Ari Asih, Fivi Nur Aulia Milda Ayu Lestari, Eka BAKRI, TEDY KURNIAWAN CHRISTICA ILSANNA SURBAKTI Dacci, Kanne Dachi, Kanne dafitri salsabila Dahra, Aminatun Dea Anggraini Dessy Natalia Siahaan Desy Natalia Siahaan Desyandri Desyandri Dewi Hariman, Annisa Effendy De Lux Putra, Effendy De Lux Elviana Elviana, Elviana Ernawaty Ginting Ernawaty Ginting Eva Sartika Dasopang Faisal Yusuf Fanny Rizki Sembiring Febrianti, Yessi Fekbri Yanti Fujiko, Muflihah Hafizurrahman Hafizurrahman Hasri, Najwa Miladi Hidayat, Supran Ika Julianti Tambunan Ika Julianti Tambunan Ira Nofriani JIHAN SAFIRA Julianti, Ika Kanne Dachi Khalisa Khalisa Khoiriyah Khairul Linda Margata Lubis, Salmah Handayani Masrina Prihatini Meutia Indriana Mey Linda Hasibuan Mierza, Vriezka Muflihah Fujiko Muflihah Fujiko Muflihah Fujiko Muflihah Fujiko Muharni Saputri Nadia, Syarifah Nerdy, Nerdy Nia Zulkarnain Ningrum, Siti Rahmi Novriansyah, Reza Nurmala Sari Nurmala Sari Nurul Amalia Nurul Anggraini Nurul karima NURUL KARIMAH Nurul Karimah Panjaitan, M Ridho Pangestu Pasaribu, Indah Peri Aisyah Zubaidi Prasetyo, Bayu Eko Pravil Mistryanto Tambunan Puji Lestari Putri Addina Putri, Ghera Fakhira Qalbiah Nurmilad B Rahma Yulia Rahma Yulia Rahma Yulia Rahmi Ningrum, Siti Razali, Mariany Rina Ridara Riska Julia Safriana Risma Yeni Rosniwaty Br. Bangun Said Haikal Alfajar salmah handayani Lubis Salman Salman Saputri, Muharni Saputri, Muharni Shadiq Suwailim Shelva Filiana Sari Shofian Syarifuddin Siahaan, Ririyen Dessy N Siti Aisyah Siti Arum Widiyanti Siti Arum Widiyanti siti muliani julianty Siti Rahmi Ningrum Siti Raudah Siti Salmiyah Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sulika Hati Sumardi Sumardi . Sumardi Sumardi Supomo Supran Hidayat Supran Hidayat Supran Hidayat Supran Hidayat Suprianto Suprianto Suryaningsih, Evi Syafitri, Yuni Syarifah Nadia Syarifah Nadia syarifah nadia maulina Tandra Alexandro Tari Putri Utami Rizki Tari Putri Utami Rizki Tedy Kurniawan Bakri Tedy Kurniawan Bakri Ulpah, Ulpah Virda Widya Pratiwi Vivi Sofia Vonna Aulianshah Vriezka Mierza Yangie Dwi Marga Pinanga Yanti , Fekbri Yessi Febriani Yuliasmi, Sri Zebua, Nilsya Febrika Zebua