Articles
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS RICH TASK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP
Hunen Arasyid;
Rita Novita;
Fitriati
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (273.5 KB)
|
DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.284
One of the disadvantages of students in learning mathematics is the lack of applied is Student Worksheet (LKS) in the learning process, so that the capability of connection and reflective thinking mathematically students is low especially in the materials the stats. This research aims to know the capacity of the connection and the mathematical thinking of students through the development of Rich Tasks Based on LKS material Statistics at Junior High School 8 Country of Banda Aceh. The approach used in this study is R & D in development is LKS by the type of research experiments. The population of the research was the whole grade VII Junior High School 8 Banda Aceh at 2016/2017 school year totalling 137 students. The sample is being Class VII-1 with a total of 20 people. Data collection is done with the initial tests (pre test) and tests of late (post test), the data is processed by using a t-Test. The results showed the ability of connection and reflective thinking mathematically students experiencing penigkatan after using the LKS Based Rich Task. Increased ability of connection and reflective thinking can be seen from the average value of the students at the time of pretest and postest. As for the average value of pre test connection capabilities of matemastis students is 54.5 and the average rating is 67.1 test post. While the average value of pre test of reflective thinking ability is 48.1 and the average value of the post test of reflective thinking ability is 60.8. This means that the ability of connection and reflective thinking math students increase after the implementation of LKS based rich task. Abstrak Salah satu kelemahan siswa dalam belajar matematika ialah kurangnya diterapkan LKS dalam proses pembelajaran, sehingga kemampuan koneksi dan berpikir reflektif matematis siswa rendah terutama pada materi statistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan koneksi dan berpikir matematis siswa melalui pengembangan LKS Berbasis Rich Tasks pada materi Statistik di SMP Negeri 8 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah R & D dalam pengembangan LKS dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 8 Banda Aceh pada tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 137 siswa. Yang menjadi sampel adalah kelas VII-1 dengan jumlah 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan tes awal (pre test) dan tes akhir (post test), data tersebut diolah dengan menggunakan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan koneksi dan berpikir reflektif matematis siswa mengalami penigkatan setelah menggunakan LKS Berbasis Rich Task. Peningkatan kemampuan koneksi dan berpikir reflektif dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa pada saat pretest dan postest. Adapun nilai rata-rata pre test kemampuan koneksi matemastis siswa adalah 54,5 dan nilai rata-rata post test adalah 67,1. Sedangkan nilai rata-rata pre test tentang kemampuan berpikir reflektif adalah 48,1 dan nilai rata-rata post test tentang kemampuan berpikir reflektif adalah 60,8. Artinya kemampuan koneksi dan berpikir reflektif matematika siswa meningkat setelah penerapan LKS berbasis rich task. Kata kunci: Pengembangan Rich Tasks,Kemampuan Koneksi dan Berpikir Reflektif Matematis
MENUMBUHKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL BELAJAR PBL BERBASIS RICH TASK MATEMATIKA
Fitriati Fitriati;
Marlaini Marlaini
Jurnal Numeracy Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (520.768 KB)
|
DOI: 10.46244/numeracy.v7i1.996
Problem solving skills are essential skill for students to live in a challenging world. Teachers are required to carry out the mathematics instruction that could train these skills. One of the learning models that can be used is problem based learning (PBL) with rich mathematical tasks. Therefore, the purpose of this study is to apply the PBL-based Rich Tasks model to develop students' problem solving skills. This study used one-shot case study experimental design involving 21 grade 9 students from one of the junior high schools in Banda Aceh. The results showed that PBL with Rich Mathematical Tasks was able to develop students' problem solving skills with an average achievement before treatment (pre-test) equal to 2.92 which then improve after treatments given with the score equal to 70.82. In addition, the score of each of the end lesson tests also risen with 62.14 for PB1 and 67.75 for PB2. This improvement was gained because the PBL with rich tasks approach has the potentials to facilitate student learning mathematics. Teachers are advised to use the PBL with rich tasks approach continuously in the daily mathematics instruction, so that students’ problem solving skills can be improved in the future. Abstrak Keterampilan pemecahan masalah merupakan skil penting yang harus dimiliki peserta didik agar dapat hidup bertahan dalam dunia yang penuh dengan tantangan. Untuk itu guru dituntut agar mampu melaksanakan proses pembelajaran matematika yang dapat melatih keterampilan tersebut. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model belajar PBL berbasis Rich Tasks Matematika. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan model PBL berbasis Rich Tasks untuk menumbuhkembangkan keterampilan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen one-shot case study yang melibatkan 21 siswa kelas IX dari salah satu sekolah menengah pertama di Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL berbasis Rich Tasks mampu mengembangkan keterampilan pemecahan masalah siswa, dengan rata-rata nilai tes awal sebesar 2.92 yang meningkat pada tes akhir dengan nilai rata-rata sebesar 70.82. Begitu juga dengan nilai tes matematika di akhir setiap pertemuan terus meningkat yaitu 62,14 (P1) dan 67.75 (PB2). Hal ini disebabkan karena model PBL berbasis rich tasks sangat potensial dalam memfasilitasi siswa belajar. Guru disarankan untuk terus dapat menggunakan rich tasks secara kontinue dalam proses pembelajaran matematika sehari-hari, sehingga keterampilan pemecahan masalah siswa dapat ditingkatkan dimasa yang akan datang. Kata Kunci: Rich Tasks, PBL, Keterampilan Pemecahan Masalah, Pembelajaran Matematika
STORING THE INFORMATION INTO LONG TERM MEMORY AND ITS IMPACTS ON LEARNING MATHEMATICS
Fitriati
Jurnal Visipena Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.282 KB)
|
DOI: 10.46244/visipena.v4i1.109
Memory obviously plays an important role in knowledge retention. In particular, when learning mathematics students claim that much of what is taught in classrooms is soon forgotten and learning mathematics is difficult or not interesting. Neuroscience, through its study on long term memory, has tried to identify why these phenomena occur. Then some possible solutions are suggested. Understanding the processes of memory storage including acquisition, consolidation, recoding, storing and retrieval helps teachers to efficiently plan for effective learning activities. Therefore, this paper outlines the potential implication of long term memory to mathematics learning as well as suggests some learning strategies that might solve students‟ and teachers‟ problem in learning mathematics.
STUDENT QUESTIONNAIRE OF PISA 2006 AND RASCH ANALYSIS
Fitriati
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (690.037 KB)
|
DOI: 10.46244/visipena.v4i2.162
PISA is one of the biggest international student assessments. The results of this study are frequently used to inform policy directions and to provide feedback to learning and teaching. However, due to country socioeconomic, cultural and language differences among the countries, the test instruments may not be funtioning in the same way in all culture. Those differences may cause non-equivalence of tests or or tests may not be fair among different cultures, which then challenges assumptions made about measurement equivalence. This study aims to examine the equivalence of motivation and self concept items on student questionnaires of PISA 2006 study whether fit Indonesia context or not. The study employed two analisis of Rasch model to seek the equivalence of the tests. The results revealed that there is no significant DIF on motivation scale. One important finding of DIF analysis using Indonesia data was that two items of self-concept scale have been shown favoring males. The study also found that all items on motivation and self concept scale fit the data set and are not dependent on upon the sample of Indonesian students. The test is fair among different groups and contexts. This study suggests that more scales analysis is required as it will provide more comprehensive findings about the equivalence of this survey test.
ASSESSING STUDENTS’ LEARNING IN PROJECT-BASED LEARNING APPROACH
Fitriati
Jurnal Visipena Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (391.169 KB)
|
DOI: 10.46244/visipena.v7i1.292
Students’ passive learning has motivated educators constantly to seek innovative ways to encourage students and improve their learning outcomes. Project-Based Learning (PBL) may be a particularly productive method for transforming practice in ways that support students learning. However, the implementation of PBL is challenging because it requires substantial change to teaching and assessment. The purpose of this paper is to explore new assessment methods that are needed in assessing students’ performance in PBL and how teachers can employ these methods in their practices. The insights provided by Project-Based Learning approach are essential for promoting effective teaching and learning. PBL provides students with an opportunity to engage in the learning process by working collaboratively to solve real-world problem. Moreover, PBL offers the potential to help students become reflective and flexible thinkers who can use knowledge to take an action. This paper emphasizes that the formative approach should be integrated throughout the assessment process, but it should be balanced with observation and tests or tasks in order to provide comprehensive information about student progress and outcomes. Sustained project-based learning is not a simple task for teachers, therefore, teachers need to be involved in professional development programs to get more understanding about what and how assessment might be realized in the project-based approach.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GUI MATLAB TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATERI TRIGONOMETRI
Mik Salmina;
fitriati;
wisnarti
Jurnal Dimensi Matematika Vol 4 No 02 (2021): JURNAL DIMENSI MATEMATIKA
Publisher : Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33059/jdm.v4i02.4584
Rendahnya hasil belajar mahasiswa dipengaruhi oleh banyak faktor yang berkaitan dengan proses pembelajaran di Perguruan Tinggi, salah satunya metode pengajaran yang kurang menarik. Secara teori, sampai saat ini pendekatan atau metode pembelajaran matematika di Indonesia masih menggunakan pendekatan atau metode tradisional yang menekankan pada latihan mengerjakan soal. Berdasarkan situasi diatas, maka perlu dicari suatu alternatif pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan hasil dan minat belajar mahasiswa pada pokok bahasan trigonometri. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar dan membangun minat belajar mahasiswa yaitu melalui media pembelajaran berbasis GUI MATLAB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap minat dan hasil belajar matematika mahasiswa program studi Pendidikan matematika pada pokok bahasan trigonometri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis penelitian eksperimen yaitu one group pretest-postest dengan jumlah sampel terdiri dari 20 mahasiwa program studi Pendidikan Matematika. Instrumen pengumpulan data terdiri dari perangkat pembelajaran, tes tertulis dan angket minat belajar mahasiswa. Adapun teknik pengumpulan data terdiri dari pretest, angket dan postest. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis uji nomalitas dan analisis uji hipotesis t. Hasil uji hipotesis t diperoleh t hitung ≥ t tabel yaitu 8,16> 1,729 untuk angket minat dan 11,35> 1,729 untuk hasil belajar, sehingga diperoleh hasil penelitian ini bahwa media pembelajaran berbasis GUI MATLAB berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa program studi pendidikan matematika pada pokok bahasan trigonometri. Rekomendasi hasi dari penelitian ini bahwa dosen disarankan agar menggunakan media pembelajaran berbasis Gui Matlab terhadap mata kuliah yang lain, sehingga dapat berpengaruh terhadap minat dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah yang lain.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN RICH TASK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR MATEMATIKA UNTUK GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Zainal Abidin Suarja;
Fitriati Fitriati;
Rita Novita
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2017): MAJU : Jurnal IlmiahPendidika Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak: Penelitian ini mengangkat masalah (1) Bagaimana mendesain perangkat pembelajaran rich task matematika (RPP dan lembar kerja siswa) untuk meningkatkan kemampuan koneksi dan berfikir refleksi matematis siswa sekolah menengah pertama? (2) Bagaimana peningkatan kemampuan koneksi dan berfikir reflektif matematis siswa setelah penggunaan rich tasks yang dikembangkan? (3) Bagaimana mengembangkan web pembelajaran rich task matematika yang dapat digunakan guru sebagai sumber belajar matematika?. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif, meningkatkan kemampuan guru matematika dalam mengajar. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa RPP, Lembar Aktivitas Siswa, dan media pembelajaran untuk mendukung proses belajar mengajar serta web pembelajaran matematika. Pengembangan perangkat pembelajaran tersebut mengikuti prosedur pengembangan produk dari Borg and Gall yang meliputi sepuluh langkah pengembangan sebagai berikut: (1) penelitian dan pengumpulan data; yang termasuk didalamnya analisis kebutuhan, urgensi bagi pendidikan, studi literature, dan riset skala kecil; (2) Merencanakan penelitian; (3) pengembangan desain atau draft; (4) ujicoba lapangan awal; (5) revisi produk utama; (6) ujicoba lapangan utama; (7) penyempurnaan produk operasional; (8) ujicoba lapangan operasional; (9) penyempurnaan produk akhir; dan (10) deseminasi dan implementasi. Hasil sementara penelitian menunjukkan bahwa guru-guru SMP di Kota Banda Aceh sudah berusaha untuk menggunakan metode yang yang sesuai dalam pembelajaran matematika salah satunya adalah dengan mengajar menggunakan pendekatan pemecahan masalah dan investigasi, dan menghindari mengajarkan matematika dengan menggunakan metode. Sumber belajar pada umumnya menggunakan buku cetak dan LKS. Akan tetapi jika ditinjau dari isi buku dan LKS tersebut isinya belum sepenuhnya memuat masalah-masalah non rutin yang menuntut kemampuan koneksi dan berfikir reflektif. Diperlukan pengembangan perangkat pembelajaran yang berbasis rich task untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan matematika, sikap, representasi, pemecahan masalah, koneksi matematika dan berfikir reflektif Kata-kata kunci:Rich Task, Koneksi Matematika, Berfikir Reflektif
PENERAPAN TEORI VAN HIELE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PADA MATERI BANGUN RUANG LIMAS
Fitriati Fitriati;
Lisa Sopiana
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2015): MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Teori Van Hiele merupakan teori belajar yang menitikberatkan pada proses berfikir siswa yang cocok digunakan untuk pemebelajaran geometri dimana Tahap berpikir Van Hiele adalah kecepatan untuk berpindah dari satu tahap ke tahap berikutnya yaitu dari level 0 sampai level 4. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam pembelajaran matematika melalui metode Van Hiele di kelas VIII-2 SMP Negeri 16 Banda Aceh, dimana materi yang dibahas dalam penelitian ini adalah bangun ruang limas. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 16 Banda Aceh yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yaitu siklus pertama terdiri atas 2 kali pertemuan dan siklus kedua 1 kali pertemuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi pelaksanaan pembelajaran dengan metode Van Hiele, tes disetiap siklus untuk mengukur kemampuan berpikir matematika, observasi kemapuan mengajar guru, observasi aktivitas siswa terhadap pembelajaran matematika dengan metode Van Hiele dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 16 Banda Aceh meningkat dari level 0 dan 1 naik ke level 2 dan 3. Sedangkan persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal naik dari 53,12% pada siklus I naik menjadi 93,75% pada siklus II. Sedangkan untuk kegiatan siswa pada kegiatan 5 (bertanya atau menyampaikan pendapat atau ide kepada teman atau guru) yaitu 12,50%. Pada kegiatan 6 (menarik kesimpulan dari penjelasan guru atau teman) yaitu 9,37% dan dalam kegiatan 7(perilaku yang tidak relevan dengan KBM) yaitu 1,04%. Sedangkan dalam kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran untuk menigkatkan kemampuan berpikir siswa sudah sesuai hal ini dibuktikan dimana pada kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup, kemampuan mengelola waktu, dan suasana kelas termasuk kedalam kategori sangat baik.
Literasi Produksi Berbasis Iklan Sebagai Solusi Promosi Mie di Kota Banda Aceh
Rahmattullah;
Fitriati;
Teuku Mahmud;
Lydia Feradilla
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1: Juni (2021)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (764.187 KB)
Kota Banda Aceh bisa dikatakan sebagai kampoeng mie basah. Julukan ini tepat karena hampir di setiap sudut desa terdapat pabrik mie basah. Ada lima pabrik mi basah milik pribumi. Masalah yang dialami oleh produsen mie basah hingga saat ini adalah masalah divisi pemasaran. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena mie basah hanya bertahan tiga hari. Mitra I Mie NAD dan Mitra II Mie CUT NAN adalah dua pabrik pengolahan mie yang terletak di Desa Penayong, Kota Banda Aceh. Pabrik mie ini merupakan pionir dalam pengolahan mie yang menjual mie kuning dan mie putih. Tidak ada media promosi yang dilakukan Mitra I Mie NAD dan Mitra II Mie CUT NAN melalui YouTube, bisa dikatakan hanya door to door. Masih menggunakan sistem tradisional, tidak menggunakan media sosial. Untuk meningkatkan jangkauan pemasarannya, video iklan baru ini akan lebih dikonsep dengan menonjolkan kelebihan masing-masing pabrik mie, terutama dari sisi produksi hingga testimoni pelanggan yang telah membeli mie dari kedua pabrik tersebut. Metode pelaksanaan program ini meliputi: pelatihan dan pendampingan dengan kegiatan antara lain: (i) penataan ruangan untuk pengambilan video, (ii) perekaman video proses pembuatan mie basah hingga testimoni terakhir kepuasan pelanggan. (iii) pengeditan video menggunakan aplikasi perangkat lunak.
Differential Item Functioning: Item Level Analysis of TIMSS Mathematics Test Items Using Australian and Indonesian Database
Fitriati, Fitriati
Makara Human Behavior Studies in Asia Vol. 18, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) aims to provide a broad perspective for evaluating and improving education. This assessment also ranks the participant countries based on their performance and makes inferences about factors affecting achievement and learning. However, the study may not function as it was expected because of differences in curricular, cultural, or language settings among countries. Consequently, this challenges assumptions about measurement equivalency. The present study aims to assess the equivalency of mathematics items on the TIMSS (2007) study across Australian and Indonesia. Students’ responses were subjected to Rasch analysis to determine DIF items. The results revealed that many items of mathematics tests are problematic because they showed significant bias. The study also found that Australian students performed better and found mathematics items on the test easier than their Indonesian counterparts did. Several factors such as curricular differences, methods used to solve mathematics problems, availability of textbooks and teachers’ quality might explain the existence of DIF between the countries. These findings indicate that serious limitations of using TIMSS results in comparing the performance of students across countries. Thus, further empirical evidence is needed before TIMSS 2007 results can be meaningfully used in research.