Claim Missing Document
Check
Articles

Digital Branding Pencak Silat Melalui Media Sosial di Era Modern Ayu Oktavia; Fitriati; Novia Rozalini
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8847

Abstract

Kuatnya arus globalisasi dan masuknya budaya populer melalui platform digital yang membuat generasi muda cenderung lebih tertarik pada budaya modern dibandingkan budaya lokal seperti pencak silat. Penelitian ini dilakukan karena adanya kebutuhan mendesak untuk merumuskan strategi digital yang efektif guna mempertahankan, memperkenalkan, sekaligus membangun citra positif pencak silat sebagai warisan budaya bangsa di era informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran media sosial dalam meningkatkan branding pencak silat di tingkat nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Metode ini dipilih untuk mengeksplorasi dan memahami fenomena secara mendalam dan holistik berdasarkan apa yang dialami subjek penelitian dalam konteks kehidupan nyata. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari satu atlet nasional, satu pelatih nasional, dan satu pengelola akun media sosial, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (23 butir pertanyaan), observasi akun media sosial, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook berperan sangat penting dalam meningkatkan branding melalui penyebaran informasi yang cepat, luas, dan interaktif. Media sosial terbukti efektif sebagai sarana promosi, edukasi, dan pelestarian budaya yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat serta memperkuat identitas pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. Disarankan untuk penelitian lanjutan untuk menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) atau kuantitatif dengan jumlah responden yang lebih besar dan melibatkan berbagai daerah di Indonesia untuk mengkaji efektivitas spesifik tiap platform secara lebih mendalam.
Co-Authors A. Kana, Philips A. Khana, Philips AA Sudharmawan, AA Abdul Gani Ahmad Nasriadi Alexander Sebayang Amran, Ridho Oktoviama Anis, Mursal Anshori, Saifuddin Arif Hidayat Arif Rahman Hakim Aromal, Febby Ayu Oktavia Bakir, Herman Binti Asrah Bisma Putra Pratama Budi Rahmat Cut Khairunnisak Dedi, Amri Deumi Edema Dodi, Hendri Edisman Efrata Tarigan Erianto Erianto Farhat, Yasir Fathurrahman Ferdi Ferdi, Ferdi Fida Hanum Gani, Zainul Gianto, Zuyu Gunawan Wibisono Gunawan, Mohamat H Iksan, Zanaton Hendriko, Jukfa Hunen Arasyid Idhamkamil Intan Kemala Sari Ira Herawati Iskandar Iskandar Ismansyah Ismawati Ismawati Iyah Faniyah, Iyah Jazuli Joni Indra Khairi, Ulfah Ummul Khasril Kurniawan, Hanif Lesmono, Joko Hendro Lisa Sopiana Liwat Tarigan Lubis, Mansur Lydia Feradilla Marlaini Marlaini Marsahari, Antos Lucky Mas'odah, Siti Mik Salmina Muh. Fajaruddin Atsnan, Muh. Fajaruddin Muhammad Ariyon Muthi, Fakhri Nafisah Nurulrahmatiah Nevada, Irwan Noffezar, Noffezar Novia Rozalini Noviardi, Jeki Nurhadiansyah Nurlaila Nurlaila Nursin, Hendri Nurul Fajri Padilah, Haris Patmawanti, B Perdana, Edo Philips A Kana Philips A. Kana Putra Feli, Aidil Putra, Dedy Adriansyah Rahmah Johar Rahmat Fitra Rahmattullah, Rahmattullah Rahmi Rahmi Rahmita Yuliana Gazali, Rahmita Yuliana Ramazana, Ramazana Regina Rahmi Reinita Reinita Rita Novita Rosli, Roslinda Satria Prayudi Simarmata, Eben Siska Yulianti Maulia Siti Fachraini, Siti Suwaril, Azhamu Syarief Fajaruddin Tamsir Ully Muzakir Utami, Rahmides Wandira, Khintani Zikirillah Widia, Linda Winaldo, Winaldo Wiraharma, Junaedhi wisnarti Yuspar Zainal Abidin Suarja Zulkifli Zulkifli