Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan Keadilan Restoratif Dalam Penyelesaian Perkara Kecelakaan Lalulintas Yang Mengakibatkan Korban Luka Berat Simarmata, Eben; Fitriati
Ekasakti Legal Science Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Program Magister Ilmu Hukum Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60034/d6ey6c08

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian hukum dengan spesifikasi yang bersifat deskriptif analitis. Pendekatan keadilan restoratif oleh Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Solok dalam penyelesaian perkara kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan korban luka berat dilakukan dengan menyeleksi kasus-kasus kecelakaan lalu lintas yang tidak mengandung unsur kesengajaan, tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, dan terdapat kesediaan dari keluarga korban untuk berdamai dengan pelaku setelah dilakukan mediasi. Pendekatan dilakukan dengan manifestasi dari nilai-nilai lokal masyarakat Minangkabau yang mengedepankan musyawarah, mufakat, dan perdamaian dalam menyelesaikan konflik. Polres Solok memanfaatkan prinsip ini dalam membangun forum musyawarah yang tidak hanya mengedepankan penyelesaian hukum, tetapi juga mengembalikan harmoni sosial yang rusak akibat kecelakaan. Hambatan Yang Ditemui Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Solok Dalam Pendekatan Keadilan restoratif Guna Penyelesaian perkara Kecelakaan Lalulintas Yang Mengakibatkan Korban Luka berat adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai konsep keadilan restoratif. belum semua penyidik memiliki pemahaman yang utuh tentang teknis pelaksanaan RJ dalam konteks hukum lalu lintas. Penyidik justru memilih jalur formal demi menghindari risiko penilaian negatif dari atasan atau masyarakat yang mungkin menilai proses damai sebagai bentuk kelalaian penegakan hukum. keterbatasan dalam hal dukungan administratif dan logistik. Proses mediasi membutuhkan tempat yang netral, waktu yang cukup, dan pendampingan dari berbagai unsur masyarakat.
The Role of Palanta Baselo Nagari Sungai Duo in Resolving Criminal Acts Through Restorative Justice in Multi-Ethnic Communities Fitriati; Iyah Faniyah; Nurhadiansyah
Pandecta Research Law Journal Vol. 20 No. 2 (2025): December, 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v20i2.20143

Abstract

Legal issues in a multiethnic society lie in the implementation of Article 2 of the Regulation of the Chief of Police Number 8 of 2021 concerning Handling of Criminal Acts Based on Restorative Justice. One form of restorative justice is Palanta Baselo Nagari Sungai Duo which is used to resolve criminal cases in a multiethnic society in the jurisdiction of the Sitiung Police, Dharmasraya Police. This study aims to analyze the challenges faced by Palanta Baselo in handling criminal cases based on restorative justice. This research is empirical legal research with analytical descriptive specifications. The findings of the study conclude that the resolution of criminal cases through Palanta Baselo Nagari Sungai Duo in a multiethnic society in the jurisdiction of the Sitiung Police, Dharmasraya Police has been implemented. However, in practice, there is still a lack of facilities and infrastructure to support mediation. In addition, traditional figures who act as mediators also lack the skills to reconcile the disputing parties. Although the penghulu (traditional figure) is a respected and revered figure, they have not been equipped with the knowledge and skills to carry out mediation efforts effectively.
Sinergitas Antara Pemerintah Kota Padang Dengan Kepolisian Resor Kota Padang Dalam Penanggulangan Tawuran Putra, Dedy Adriansyah; Fitriati; Patmawanti, B
UNES Journal of Swara Justisia Vol 9 No 4 (2026): Unes Journal of Swara Justisia (Januari 2026)
Publisher : Program Magister Ilmu Hukum Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/28m08j30

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian hukum dengan spesifikasi yang bersifat deskriptif analitis. Sinergitas antara pemerintah Kota Padang Dengan Kepolisian Resor Kota Padang dalam upaya penanggulangan tawuran adalah dalam bentuk pelaksanaan program bersama yakni program Polisi Masuk Sekolah, kepolisian juga bekerja sama dengan pihak sekolah dalam melakukan pendataan terhadap siswa yang pernah terlibat tawuran, lalu dilakukan pendekatan secara lebih intensif melalui konseling dan bimbingan khusus. Pembentukan Satgas Anti Tawuran yang terdiri dari berbagai elemen, termasuk aparat kepolisian, Satpol PP, guru, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari organisasi kepemudaan. Bertugas untuk melakukan pemantauan di lingkungan sekolah dan tempat-tempat umum yang berpotensi menjadi lokasi tawuran, serta berperan sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik antar kelompok remaja sebelum berkembang menjadi aksi kekerasan. Pemerintah Kota Padang memiliki beberapa kebijakan untuk mengatasi tawuran, termasuk pembentukan satuan khusus "Dubalang Kota". Selain itu, Pemkot Padang juga melakukan patroli rutin, kerjasama dengan Kepolisian, dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama pelajar, mengenai bahaya tawuran dan balap liar. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah meluncurkan Program Unggulan (Progul) Padang Siaga Pengamanan Kota (Sigap) dengan membentuk pasukan khusus Dubalang Kota. Kendala pada sinergitas antara Pemerintah Kota Padang dengan Kepolisian Resor Kota Padang dalam upaya penanggulangan tawuran diantaranya secara internal kurangnya koordinasi yang optimal dalam penerapan kebijakan pencegahan tawuran. Meskipun terdapat berbagai program yang telah dirancang untuk menekan angka tawuran, sering kali implementasi di lapangan tidak berjalan secara efektif akibat perbedaan pendekatan dan prioritas antar instansi. Kurangnya anggaran bagi pemerintah daerah dan keterbatasan personal, Keterbatasan pelaksanaan sanksi dan rehabilitasi. Secara eksternal Kurangnya partisipasi masyarakat. Tantangan dalam menindak provokasi dan ajakan tawuran yang berkembang di media sosial.
A Comfortable Learning Climate as an Effort to Improve instruction quality and students’ Learning Outcomes: Case Study in Elementary School Banda Aceh Susianti, Susianti; Rahmattullah, Rahmattullah; Fitriati, Fitriati; Sari, Siti Mayang
Journal of Education on Social Science (JESS) Vol 10 No 1 (2026): Public Service and Governance
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jess.v10i1.639

Abstract

A comfortable learning climate plays a crucial role in improving the quality of instruction and students’ learning outcomes in elementary schools. This study aims to analyze how a supportive, safe, and engaging learning environment contributes to instructional quality and enhances students’ academic achievement. Employing a qualitative case study approach, the research was conducted at an elementary school in Banda Aceh. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews with teachers and school principals, and analysis of instructional documents. The findings indicate that a comfortable learning climate characterized by positive teacher–student interactions, inclusive classroom management, adequate learning facilities, and emotional support significantly improves teachers’ instructional practices and students’ learning motivation. Furthermore, students demonstrated higher participation, better understanding of learning materials, and improved learning outcomes. The study concludes that creating a comfortable learning climate is a strategic effort to enhance instructional quality and optimize students’ learning outcomes in elementary education. These findings provide practical implications for teachers and school leaders in designing learning environments that support effective and meaningful learning.
Uncovering learning poverty in mathematics classrooms: Linking learning gaps, instructional practices, and teacher professional learning through SUPER-LS program and slow pedagogy Fitriati, Fitriati; Novita, Rita; Hidayat, Arif; Khairunnisak, Cut
Journal on Mathematics Education Vol. 17 No. 1 (2026): Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.v17i1.pp115-134

Abstract

Mathematics learning poverty remains a pressing challenge in Indonesia, where a substantial proportion of students fail to attain curriculum-level conceptual understanding. Although national and international large-scale assessments have documented the scope of this problem, comparatively little research has examined how mathematics learning poverty manifests at the classroom level in terms of students’ conceptual thinking, instructional practices, and teachers’ professional learning needs. Addressing this gap, the present study conducts a classroom-based needs analysis to investigate mathematics learning poverty and to explore how a school–university partnership mediated through lesson study (SUPER-LS), informed by principles of slow pedagogy, may offer a context-sensitive response. A convergent mixed-methods design was employed. Quantitative data were collected through diagnostic assessments administered to 336 Grade 8 students, while qualitative data were obtained from structured observations of 12 mathematics lessons and semi-structured interviews with six mathematics teachers. Quantitative results indicate substantial conceptual deficits (M = 32.57 out of 100, SD = 17.45), particularly in fractions and algebraic expressions. Analysis of student responses reveals systematic misconceptions and fragile conceptual understanding rather than random error. Classroom observations further show predominantly teacher-centered and fast-paced instructional practices, with limited opportunities for student questioning, reasoning, and reflective engagement. Teacher interviews highlight a strong commitment to improving student understanding, alongside constraints related to instructional time, workload, and examination pressures. Taken together, these findings demonstrate that mathematics learning poverty emerges from the interaction of student-level misconceptions, instructional practices, and structural conditions. The study provides an empirical foundation for designing diagnostic-informed professional learning. Within this context, SUPER-LS and slow pedagogy function as context-responsive frameworks to support deeper mathematical learning, collaborative teacher inquiry, and more reflective instructional practices aimed at mitigating mathematics learning poverty.
Co-Authors A. Kana, Philips A. Khana, Philips AA Sudharmawan, AA Abdul Gani Ahmad Nasriadi Alexander Sebayang Amran, Ridho Oktoviama Anis, Mursal Anshori, Saifuddin Arif Hidayat Arif Rahman Hakim Aromal, Febby Asnawilis Bakir, Herman Binti Amirullah, Aini Haziah Binti Asrah Bisma Putra Pratama Budi Rahmat Cut Khairunnisak Dedi, Amri Deumi Edema Dodi, Hendri Edisman Efrata Tarigan Erianto Erianto Ferdi Ferdi, Ferdi Fida Hanum Finicho Yulandra Gani, Zainul Gianto, Zuyu Gunawan Wibisono Gunawan, Mohamat H Iksan, Zanaton Hendriko, Jukfa Hunen Arasyid Idhamkamil Intan Kemala Sari Ira Herawati Iskandar Iskandar Ismansyah Ismawati Ismawati Iyah Faniyah, Iyah Januardi Jazuli Jefri Gusnedi Joni Indra Khasril Kurniawan, Hanif Lesmono, Joko Hendro Lisa Sopiana Liwat Tarigan Lubis, Mansur Lydia Feradilla Marlaini Marlaini Marsahari, Antos Lucky Mendrofa, Bezaliel Mik Salmina Muh. Fajaruddin Atsnan, Muh. Fajaruddin Muhammad Ariyon Muthi, Fakhri Nafisah Nurulrahmatiah Nevada, Irwan Noffezar, Noffezar Noviardi, Jeki Nurhadiansyah Nurlaila Nurlaila Nursin, Hendri Nurul Fajri Padilah, Haris Patmawanti, B Perdana, Edo Philips A Kana Philips A. Kana Putra Feli, Aidil Putra, Dedy Adriansyah Rahmah Johar Rahmat Fitra Rahmattullah, Rahmattullah Rahmi Rahmi Rahmita Yuliana Gazali, Rahmita Yuliana Ramazana, Ramazana Regina Rahmi Reinita Reinita Rita Novita Rosli, Roslinda Satria Prayudi Silvia Millenia Afrila Simarmata, Eben Simbolon, Marlonsius Siska Yulianti Maulia Siti Fachraini, Siti Siti Mayang Sari Supriadi Susianti, Susianti Suwaril, Azhamu Syarief Fajaruddin Tamsir Ully Muzakir Utami, Rahmides Wandira, Khintani Zikirillah Widia, Linda Winaldo, Winaldo Wiraharma, Junaedhi wisnarti Yonny Arita Taher Yuspar Zainal Abidin Suarja Zulkifli Zulkifli