p-Index From 2021 - 2026
5.996
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SOROT: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Berkala Ilmiah Pertanian Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Jurnal Penelitian Tanaman Industri Cannarium (Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian) Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Madura AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Jurnal Kreativitas PKM JURNAL PANGAN Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Budimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Penelitian Tanaman Industri (Littri) Jurnal Abadimas Gorontalo Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Jurnal Ilmiah Agribios Benchmark Jurnal Ilmiah SOSIO AGRIBIS Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Jurnal Ilmu Manajemen Mulawarman (JIMM) Jurnal Visi Manajemen (JVM) Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara Jurnal Abdimas Terapan JAMAS: Jurnal Abdi Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Journal Of Agribusiness, Social and Economic Kubis Manfaat: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Innotech DIGIMAS: Jurnal Transformasi Digital Masyarakat KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Literasi Digital Melalui Digital Library Dan Pojok Literasi Meidiana Purnamasari; Supriono, Agus; Suwali, Suwali; Evita Soliha Hani; Joni Murti Mulyo Aji; Djoko Soejono
Jurnal Transformasi Digital Masyarakat (DIGIMAS) Vol. 1 No. 3 (2025): DIGIMAS: Transformasi Digital Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/digimas.v1i3.6378

Abstract

Perkembangan teknologi informasi pada era Revolusi Industri 4.0 yang berlanjut menuju Society 5.0 membawa implikasi signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Transformasi digital menuntut tenaga pengajar maupun siswa untuk memiliki kemampuan literasi digital yang memadai agar mampu beradaptasi dengan perubahan pola pembelajaran. Namun, keterbatasan akses sarana pembelajaran dan kesenjangan literasi digital masih menjadi hambatan dalam menciptakan proses belajar yang optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dan siswa melalui inovasi literasi berbasis teknologi dalam bentuk Digital Library dan Pojok Literasi, sekaligus memperkenalkan pemanfaatan media pembelajaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru dan siswa mampu mengoperasikan Digital Library dan media pembelajaran digital secara efektif sehingga mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, penguasaan teknologi, serta penguatan kompetensi literasi digital yang relevan dengan kebutuhan pendidikan di era Society 5.0.
Kelayakan Finansial Proyek Investasi Pengebunan Jeruk Keprok Batu 55 Secara Monokultur di Wilayah Kabupaten Banyuwangi Supriono, Agus; Atrianto, Jovi Lutvi; Faidah, Ainun; Kuntadi, Ebban Bagus; Hasanah, Julita
KUBIS Vol 5 No 02 (2025): November
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v5i02.4851

Abstract

The demand for imported tangerines, especially Mandarin tangerines, has continued to increase domestically over the years. However, there is also a local variety of tangerine whose appearance, flavor, and aroma are relatively similar to those of the Mandarin tangerine, and it is said to have great potential to become a strong competitor in the domestic market — the Batu 55 tangerine. The ideal environmental conditions for cultivating Batu 55 tangerines are in highland areas with altitudes ranging from 700 to 1,200 meters above sea level. Nevertheless, due to its promising market prospects, several farmers in lowland areas (below 700 meters above sea level), such as in Sembulung Village – Cluring District – Banyuwangi Regency – East Java Province, have begun to show interest in cultivating it as a monoculture crop. Since the cultivation is being developed in lowland areas, it is important to question its financial feasibility. Research results show that: (a) a monoculture Batu 55 tangerine plantation investment project per hectare in Banyuwangi Regency, with a planting distance of 5 x 5 meters, using seedlings propagated vegetatively (cuttings), an estimated economic lifespan of 16 years, base year set in 2011, and a discount rate/discount factor (df) of 9% per year, is considered financially feasible; (b) if there is a decrease in production quantity and average selling price by up to 30%, the investment project becomes financially infeasible; and (c) if operational variable costs increase by up to 30%, the investment project remains financially feasible.. Keywords: Banyuwangi, Batu 55, Feasible, Financial, Monoculture, Orange, Tangerines
Global Tobacco Tapestry: Unraveling the Interdependencies and Drivers of Unmanufactured Tobacco Imports Kusmiati, Ati; Rahman, Rena Yunita; Yanuarti, Rizky; Agustina, Titin; Kuntadi, Ebban Bagus; Supriono, Agus; Salsabila, Shafira
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 9, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v9i3.26243

Abstract

Indonesia holds significant potential in both domestic and international tobacco markets, ranking as the world's fourth-largest producer after China, India, and Brazil. However, unmanufactured tobacco (HS 2401) exports lag imports, potentially impacting the economy negatively. This study analyzes the dependency, openness, and characteristics of Indonesia's tobacco imports over a 10-year period (2014-2023), alongside the factors influencing import volumes from 1992 to 2022. Secondary data was sourced from the Central Statistics Agency (BPS), UN Comtrade, FAO, and the Ministry of Agriculture. Analytical methods included the Import Dependency Ratio (IDR), Self-Sufficiency Ratio (SSR), Trade Specialization Index (TSI), Import Openness Degree (IOD), Geographic Concentration Degree (GCD), and multiple linear regression. The results reveal an average IDR of 26.96% and an SSR of 73.04%, indicating that 26.96% of tobacco demand is met through imports, while 73.04% is fulfilled domestically. The average TSI value of -0.55 signifies Indonesia as a net importer. The average import openness (IOD) was 0.06% of GDP during 2014-2023. International tobacco prices and domestic demand significantly influenced import volumes, whereas domestic production and prices showed no significant impact. The Indonesian cigarette industry exhibits high import dependence due to domestic production not yet meeting required quantity and quality standards. Recommendations include enhancing tobacco quantity and quality through Good Agricultural Practices (GAP) implementation, providing comprehensive support for developing industry-aligned tobacco, and ratifying the Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) to reduce tobacco consumption and imports. 
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL MASYARAKAT PATRANG MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI HOAX BUSTER TOOLS Langit, Ramadhani Annisa Sekar; Supriono, Agus; Hasanah, Julita; Faidah, Ainun; Suciati, Luh Putu; Kusmiati, Ati; Agustina, Titin
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2025
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v8i2.1507

Abstract

Perkembangan teknologi digital memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi, namun juga meningkatkan risiko penyebaran hoax yang sulit dibedakan dari fakta. Kondisi ini menimbulkan disinformasi dan misinformasi yang berdampak negatif pada kehidupan sosial dan kesehatan. Untuk mengatasi hal tersebut, dilaksanakan program pengabdian di RW 18 Desa Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember melalui pemanfaatan aplikasi hoax Buster Tools (HBT). Kegiatan berlangsung empat minggu meliputi pemaparan materi tentang bahaya hoax, pelatihan penggunaan aplikasi, pendampingan pemanfaatan fitur, serta monitoring dan evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat dalam mengenali hoax, terutama di media sosial WhatsApp. Masyarakat mampu mengoperasikan fitur utama HBT, seperti Anti hoax Search Engine, Check Foto, Cek Video, dan Lapor hoax. Dampaknya terlihat dari meningkatnya kesadaran memvalidasi informasi, berkurangnya hoax di grup WhatsApp, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Program ini membuktikan bahwa literasi digital berbasis aplikasi efektif untuk mencegah penyebaran hoax di tingkat lokal.
PENGARUH DIGITALISASI TERHADAP KETAHANAN PANGAN: ANALISIS REGRESI SPASIAL DI PROVINSI JAWA TIMUR Hasanah, Julita; Rahmatin, Miskah Aini; Syah, Mohammad Firman; Handayani, Rizky Noer; Supriono, Agus
Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jiia.v13i4.11440

Abstract

The era of globalization and digitalization has brought significant disruption to global food systems, including in Indonesia. Multidimensional challenges such as climate change, environmental degradation, and global food price volatility have increased the urgency of designing adaptive, and region-based food security strategies. This study aims to analysed the key determining factors of food security from the perspectives of digital technology and the green economic principles across 36 regencies and cities in East Java Province. Spatial regression analysis was employed to examine the impact of selected variables and capture spatial interdependence among regions. The results reveal that the Indonesia Digital Society Index, particularly the pillars of infrastructure (β = 0.3355) and ecosystem (β = 0.0015), has a positive and significant impact on improving the Food Security Index. Conversely, the digital job pillar shows a negative association (β = -0.4927), suggesting that the rise of digital employment may not align with local food security efforts. Additionally, premium and medium rice prices positively influence food security, while local soybean prices have a negative effect. The spatial lag coefficient (ρ = 0.6361) confirms that the existence of positive spatial autocorrelation, indicating that neighbouring regions tend to influence each other's food security dynamics. These findings emphasize the need for regional food security strategies that integrate digital transformation with green economic principles. Policy implications include strengthening digital infrastructure, fostering interregional collaboration, ensuring equitable digital access, and promoting environmentally sustainable agriculture—aligning with Indonesia’s long-term vision for a resilient, inclusive, and adaptive food system.   Key words:   digital transformation; food security; green economy; spatial analysis
Kelayakan Finansial Proyek Investasi Pengebunan Jambu Biji Kristal Secara Monokultur di Wilayah Kabupaten Banyuwangi Agus Supriono; Rining Kasih Widyastuti; Cindera Rosa Damascena; Rena Yunita Rahman; Ratih Apri Utami; Rachmad Udhi Prabowo
Jurnal Visi Manajemen Vol. 12 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Visi Manajemen
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/jvm.v12i1.929

Abstract

Crystal guava has a promising market potential due to its relatively high demand, especially in various supermarkets—both in small towns and major cities across Indonesia—and its selling price is relatively stable. Crystal guava has several advantages compared to other guava varieties, including a fresher and sweeter taste, a crunchy texture, thick flesh, and being almost seedless. It is relatively easy to cultivate, has a high harvesting frequency, and tends to bear fruit throughout the year regardless of the season. Therefore, farmers in Karanggondo Village, Tegalsari District, Banyuwangi Regency, have begun cultivating it as a monoculture crop since 2012. Considering this situation, it is deemed interesting to conduct research on the financial feasibility of a Crystal guava plantation investment project under a monoculture system per hectare in Banyuwangi Regency. The research results show that the investment project is financially “feasible.” However, if production volume and product price decrease by up to 48.96%, and variable operating costs increase by up to 79.02%, while other factors remain constant, the Crystal guava monoculture plantation investment project per hectare in Banyuwangi Regency becomes financially “unfeasible.” Among these factors, the decline in production volume and selling price are found to be relatively “more sensitive” in influencing the project’s financial feasibility.
Pemanfaatan Digital Marketing dalam Upaya Meningkatkan Pemasaran Produk Makanan dan Brand Awareness Agus Supriono; Mutiara Balquis Pamuji; Evita Soleha Hani; Yuli Hariyati; Titin Agustina
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v4i2.3628

Abstract

The Covid19 pandemic has had a major impact on weakening Indonesia's economic sectors, including Small, Micro and Medium Enterprises (MSMEs). The MSME sector is one of the sectors that makes a big contribution to the national economy, so it needs to rise during the current Covid19 pandemic. Such as the problems experienced by food businesses in Kraton Village - Jember regarding the decline in turnover caused by the Covid19 pandemic. The decline in sales results was not only caused by the COVID-19 pandemic but also a lack of product marketing such as not utilizing online marketing via social media. Insufficient understanding of how to market products online is also one of the reasons for the decline in product sales during this pandemic. Seeing situations like this, it is necessary to carry out activities aimed at educating on the use of social media and optimizing business during this pandemic.
KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK INVESTASI PENGEBUNAN JERUK KEPROK TEJAKULA DI WILAYAH KABUPATEN BANYUWANGI: Financial Feasibility of The Tejakula Tangerine Plantation Investment Project in Banyuwangi Regency Supriono, Agus; Faisal, Ahmad; Hidayati, Dwi Ratna; Ibanah, Indah; Magfiroh, Illia Seldon; Maharani, Ariq Dewi
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25220254960

Abstract

Sejak mulai tahun 2014, sejumlah petani jeruk Siam di Desa Temurejo yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi mulai mengganti tanaman jeruk Siamnya ke jeruk keprok Tejakula. Peralihan jenis komoditas ini mendukung kebijakan Direktoral Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Akan tetapi, perkembangan pertumbuhan dan produksi tanaman jeruk keprok Tejakula yang diusahakan secara monokultur tersebut kurang maksimal dibandingkan dengan perkembangan pertumbuhan dan produksi jeruk keprok Tejakula di wilayah Provinsi Bali, yang merupakan daerah asal plasma nutfah jeruk keprok Tejakula ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur di wilayah Kabupaten Banyuwangi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha teridentifikasi layak. Selanjutnya, apabila terjadi penurunan jumlah produksi dan harga hingga 5%, serta kenaikan biaya operasional variabel hingga 5% (dimana faktor lainnya dianggap konstan), secara finansial proyek investasi juga masih teridentifikasi layak. Faktor penurunan jumlah produksi dan harga produksi, relatif lebih sensitif dalam memberikan respon (pengaruh) terhadap kondisi kelayakan finansialnya. Kata kunci: Jeruk Keprok Tejakula, Kelayakan Finansial, Monokultur, Investasi. Since 2014, Siam tangerine farmers in Temurejo Village, located in Banyuwangi Regency, have begun transitioning from Siam tangerine cultivation to Tejakula tangerine. This commodity shift aligns with agricultural policy set by the Directorate General of Horticulture, Ministry of Agriculture. However, the growth and yield performance of Tejakula tangerine cultivated in monoculture systems in Banyuwangi has been suboptimal compared to its development in Bali Province—the origin of the Tejakula tangerine germplasm. This study aims to assess the financial feasibility of a monoculture Tejakula tangerine plantation investment project in Banyuwangi Regency. The findings indicate that, financially, the investment is viable on a per-hectare basis. Furthermore, even under a scenario of a 5% decline in both yield and market price, coupled with a 5% increase in variable operational costs (assuming other factors remain constant), the project remains financially feasible. Among these variables, reductions in yield and price are relatively more sensitive in influencing the project's financial viability. Keywords: Tejakula Tangerine, Financial Feasibility, Monoculture, Investment.
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau Supriono, Agus; Mukhlis, Suhardi; Budiman, Shahril
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 4 No. 1 (2019): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v4i1.743

Abstract

Dalam rangka menuju good governance reformasi birokrasi dengan menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas merupakan salah satu syarat dan upaya dalam penguatan penyelenggaraan pemerintahan. Dalam melaksanakan Amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Sistem Pengendalian Intern Pemerintah hadir untuk dapat menghindari terjadinya penyimpangan, ketidakpatuhan, dan penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan keuangan negara. Dengan menerapkan lima unsur SPIP yaitu lingkungan pengendalian, Penilaian Resiko, Kegiatan Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, serta Pemantauan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sistem pengendalian intern pemerintah di Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau dan untuk mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi dalam penerapan lima (5) unsur sistem pengendalian intern pemerintah di Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau  yang dimaksud. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan sempel dengan menggunakan purposive sampling, dengan mengambil sampel sebanyak 7 orang dari pimpinan dan pegawai di inspektorat Provinsi Kepulauan Riau. Dari hasil analisis bahwa dalam sistem pengendalian intern pemerintah di Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau menggunakan unsur lingkungan pengendalian, dengan penegakan nilai etika dan intergritas dalam organisasi yang dicontohkan dengan keteladanan sikap dan prilaku pimpinan, dan komitmen pimpinan terhadap kompetensi pegawai, dari penilaian resiko, di lihat dari penentuan titik kritis suatu kegiatan yang dapat menimbulkan resiko terhambatnya pencapaian target kegiatan, mengidentifikasi resiko yang mungkin terjadi yang dapat menimbulkan dampak negatif dengan tingkat resiko tinggi, sedang dan rendah, dan juga mengidentifikasi potensi kendala yang akan dihadapi dari resiko. Kegiatan pengendalian dilihat dari membuat laporan trasnsaksi keuangan, setiap kegitan dan mencatat dan mendokumentasikan dengan lengkap dan akurat atas seluruh aset yang ada di inspektorat, informasi dan komunikasi dilihat dari segi keterbukaan informasi anggaran, komunikasi seluruh pegawai dalam memberikan saran perbaikan, jika terjadi kesalahan penyusunan target dab transaksi keuangan suatu kegiatan, dan dilihat dari pemantauan pengendalian dengan segi membandingkan dokumen RTP dengan anggaran yang tersedia, memantau belanja dan data aset kegiatan sesuai dengan standart satuan harga, melakukan rekonsiliasi aset setiap bidang kegiatan dan elauasi laporan RTP setiap kegiatan bidang.
Co-Authors A. Syaffari Kosasih Abdullah Muhlis Achmad Ilham Tohari Adi, Ad Hariyanto Agustina, Titin Ahmad Faisal Ahmad Zainuddin Alfian Pradiknatama Amaliya, Arina Amam Amam, Amam Andika, Fajar Anik Suwandari Ariq Dewi Maharani Aryo Fajar Sunartomo Asyrofi Asyrofi Ati Kusmiati Atrianto, Jovi Lutvi Auliyana, Sania Azilla, Erina Nur Bagus Kuntadi, Ebban Binta Islami Amnimarlianda Cahyoadi Bowo Cindera Rosa Damascena Damascena, Cindera Rosa Despita Maharani, Mutiara Ria Devara Efendy, Tafvian Devyana Dwi Ratnasari Dimas Bastara Zahrosa Djoko Soejono Dora Eka Mawangi Dwi Ratna Hidayati Ebban Bagus Kuntadi Edwin Tri Maulana Elma Oktavian Evita Soleha Hani Evita Soleha Hani Evita Soliha Hani Faidah, Ainun Faisyatul Hilmiyah farionita, inge mayusi Fauziyah, Diana Handayani, Rizky Noer Hani, Evita Soleha Hapsari, Triana Dewi Hasanah, Julita herwanto Himawan, Fadhli Nur I Gusti Bagus Wiksuana I Ketut Suada Ibana, Indah Ibanah, Indah Imam Syafi'i Indah Ibanah Indah Ibanah Intan Kartika Setyawati Joni Murti Mulyo Aji Julian Adam Ridjal Kacung Hariyono Khasan, Ahmad Fatikhul Khoirussoifan, M. Riky Langit, Ramadhani Annisa Sekar Luh Putu Suciati Magfiroh, Illia Seldon Maharani, Ariq Dewi Maulana, Edwin Tri Meidiana Purnamasari Meidiana Purnamasari Moh. Aji Prasetyo Mohammad Rondhi Mohammad Rondhi Muhammad Thufeil Ahsani Taqwim Mukhlis, Suhardi Mustapit Mustapit Muta ‘Awifa Mutiara Balquis Pamuji Mutiara Balquis Pamuji Nafilah, Kamilah Abidatun Nindia Megareta Noerkumala Nisyak, Umi Khoirun Nugraha, Enrico Aditya Nur Halimah Pantarei, Nur Muhammad Tirto Pradiptya Ayu Harsita Putri Fitria Soleha Putri, Maharani Karunia Rachmad Udhi Prabowo Rachmat Udhi Prabowo Rahmatin, Miskah Aini Ramadaniyah, Irma Wahyu Ratih Apri Utami Ratnasari, Devyana Dwi Rena Yunita Rahman Rena Yunita Rahman, Rena Yunita Rining Kasih Widyastuti Riza Oktafiyani Rizky Yanuarti Rizqiyatul Halaliah Rofiu Sisil Annisa Rokhani Rokhani Rokhani, Rokhani Rosyadi, Mohammad Ghufron Rudi Hartadi Rudi Wibowo Rudi Wibowo Safari Kosasih Salsabila, Shafira Shahril Budiman Siti Qomariyah Soetriono Soetriono Soliha Hani, Evita Sri Wahyuni Sugeng Raharto Sunardi Sunardi sunardi sunardi Susanto, Angga Dedi Suwali Syah, Mohammad Firman Syaiful Anwar, Agus Setiadi, Suwali, Syamsul Arifin Tiffany Rahma Abdillah Titin Agustina Tri Haryadi, Nanang Tuti Herawati Wulandari, Lilik Dwi Yanuarti, Rizky Yanuarti, Rizky Yoga Yuniadi Yuli Hariyati Yuli Hariyati Yuli Haryati ZA, Saida Zainurossalamia Zahrosa, Dimas Bastara Ziana Alviani