Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Tingkat Persepsi Tenaga Kesehatan terhadap Implementasi  IPC pada Layanan ANC di Puskesmas Air Tawar dan Lapai Dwita , Beauty Deannisa Yondra; Isrona, Laila; Yusrawati; Syah, Nur Afrainin; Alioes, Yustini
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.915

Abstract

Pendahuluan: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia hingga kini masih cukup tinggi dan belum mencapai target global maupun nasional. Strategi utama untuk menurunkan AKI adalah Antenatal Care (ANC). Perlu adanya kolaborasi antar tenaga kesehatan yang terlibat pada layanan ANC untuk meningkatkan pelayanan kepada ibu hamil. Objektif: Mengetahui tingkat persepsi tenaga kesehatan terhadap implementasi Interprofessional Collaboration (IPC) pada layanan ANC di Puskesmas Air Tawar dan Puskesmas Lapai. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional dengan kuesioner Collaborative Practice Assessment Tool (CPAT). Sampel penelitian adalah 42 tenaga kesehatan yang ditentukan dengan metode total sampling. Hasil: 41 tenaga kesehatan memiliki persepsi yang tinggi terhadap IPC dengan komponen hubungan antar anggota, hubungan tim dengan masyarakat, koordinasi dan pembagian peran, kepemimpinan, dan komponen misi, tujuan, dan sasaran memiliki persentase tertinggi (97,6%) sedangkan komponen pembuatan keputusan dan manajemen konflik memiliki persepsi yang sedang (71,4%). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara seluruh komponen CPAT dengan usia, profesi, dan lama kerja responden (p > 0,05). Pembahasan: Persepsi tinggi di sebagian besar domain menandakan budaya kolaboratif; skor sedang pada pengambilan keputusan–konflik menunjukkan perlunya pelatihan, SOP bersama, dan mekanisme resolusi terstandar. Simpulan: Tenaga kesehatan memiliki tingkat persepsi yang tinggi terhadap IPC pada layanan ANC, tetapi masih terdapat persepsi sedang pada satu komponen persepsi. Tidak terdapat pengaruh antara usia, profesi, dan lama kerja dengan persepsi tenaga kesehatan dalam implementasi IPC pada layanan ANC.
Efektifivitas Intervensi Perubahan Perilaku Petani dalam Penggunaan Pestisida Berbasis Pendekatan Transtheoretical Model Friska Eka Fitria; Nur Afrainin Syah; Jamsari Jamsari; Yuniar Lestari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52921

Abstract

Penggunaan pestisida yang tidak aman dan sehat masih menjadi persoalan serius di sektor pertanian dan meningkatkan risiko kesehatan petani. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis Transtheoretical Model (TTM) dalam mendorong perubahan perilaku penggunaan pestisida yang aman dan sehat pada petani hortikultura di Kabupaten Solok. Penelitian menggunakan desain one group pretest–posttest dengan 36 responden yang dipilih menggunakan quota sampling. Instrumen berupa kuesioner TTM yang memetakan lima tahap perilaku: pra-kontemplasi, kontemplasi, persiapan, tindakan, dan pemeliharaan. Intervensi diberikan satu kali melalui penyuluhan menggunakan media berupa video edukasi, diskusi kelompok dan konseling individu, dan pelatihan penggunaan APD dan praktik dosis serta pencampuran pestisida yang tepat. Hasil menunjukkan pergeseran signifikan tahap perilaku, dengan mayoritas petani bergerak dari kontemplasi ke persiapan dan tindakan. Uji Wilcoxon menghasilkan p=0,000 (p≤0,05), menandakan adanya perbedaan bermakna antara pretest dan posttest. Sebanyak 72,2% petani mengalami perubahan perilaku ke arah positif. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi yang disesuaikan dengan tahapan kesiapan individu lebih efektif dalam mendorong perubahan perilaku, serta berpotensi menjadi dasar penyusunan strategi peningkatan kesehatan kerja petani yang berkelanjutan.