Claim Missing Document
Check
Articles

Sintesis CaO Dari Cangkang Kerang Hijau (Perna viridis L.) Untuk Fotodegradasi Limbah Merah Allura, Skripsi, Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Bandar Lampung Handayani, Putri; Tutik, Tutik; Amalia, Putri; Husein, Saddam
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20270

Abstract

Limbah zat warna sintetis, seperti Merah Allura, yang banyak digunakan dalam industri pangan dan farmasi berpotensi mencemari lingkungan perairan karena bersifat persisten dan sulit terdegradasi secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengevaluasi aktivitas fotokatalitik kalsium oksida (CaO) yang berasal dari limbah cangkang kerang hijau (Perna viridis L.) sebagai alternatif fotokatalis ramah lingkungan untuk degradasi Merah Allura. CaO disintesis melalui proses kalsinasi pada suhu 900 °C selama 4 jam dan dikarakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscope (SEM), dan Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR). Uji fotokatalitik dilakukan dalam sistem batch menggunakan larutan Merah Allura berkonsentrasi 20 mg/L (100 mL) dengan dosis katalis 0,5 g pada pH 7, di bawah penyinaran UV (λ = 365 nm, intensitas ±15 W). Hasil XRD menunjukkan terbentuknya fase CaO dengan kristalinitas tinggi dan ukuran kristalit skala nanometer, sementara SEM memperlihatkan morfologi berpori dan permukaan kasar. FTIR mengonfirmasi dominasi ikatan Ca–O dengan keberadaan gugus hidroksil dan karbonat sebagai spesies permukaan. Aktivitas fotokatalitik CaO menunjukkan peningkatan degradasi Merah Allura secara signifikan seiring waktu iradiasi, yaitu 0% (0 menit), 36,75% (30 menit), 71,56% (60 menit), 73,02% (90 menit), 81,84% (120 menit), dan mencapai 85,25% pada 150 menit. Kinetika degradasi mengikuti model orde semu pertama. Secara keseluruhan, CaO berbasis cangkang kerang hijau menunjukkan potensi tinggi sebagai fotokatalis ekonomis dan berkelanjutan untuk pengolahan limbah zat warna sintetis.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG BRANDING DAN PEMASARAN DESA WISATA BANYUBIRU Fafurida, Fafurida; Tutik, Tutik; Yusfi, Reikha Habibah; Pujiati, Amin; Pangestika, Maulida Dewi; Rahmayani, Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34248

Abstract

Abstrak: Desa Banyubiru kaya akan potensi wisata alam dan budaya, namun pemasaran secara digital belum optimal karena literasi digital masyarakat masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi digital guna mendukunng branding dan pemasaran desa wisata. Metode yang digunakan antara lain: sosialisasi, Focus Discussion Group (FGD), wawancara mendalam, workshop, serta pelatihan literasi digital melibatkan 25 peserta. Peserta pelatihan terdiri atas perangkat desa, karang taruna, pelaku UMKM, dan calon Pokdawis. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara tindak lanjut mengenai kemampuan peserta dalam mengelola media digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkaran hardskill masyarakat sebesar 60% dalam aspek teknis digital, seperti pengelolaan akun media sosial, fotografi sedehana, penandaaan lokasi di Google Maps, dan pembuatan konten promsi wisata.Abstract: Banyubiru Village is rich in natural and cultural tourism potential, but its digital marketing is not optimal due to the low digital literacy of the community. This community service activity aims to increase digital literacy capacity to support the branding and marketing of the tourism village. The methods used include: socialization, Focus Group Discussions (FGDs), in-depth interviews, workshops, and digital literacy training involving 25 participants. Training participants included village officials, youth organizations, MSMEs, and prospective Pokdawi. Evaluation was done through observation and follow-up interviews regarding the participants' abilities in managing digital media. The activity results showed a 60% increase in community hard skills in digital technical aspects, such as managing social media accounts, simple photography, tagging locations on Google Maps, and creating promotional tourism content.
Co-Authors - Kardoyo Agus Hermanto Ahmad Mansur Alfi Lestari, Alfi Amanda, Sephia Putri Amin Pujiati Anggraini, Septi Ayu Astuti, Wella Aulia, Tasya Luthfia Awwalina Alfi Ainurrahmi, ‘Asy'fa Azzahra, Maharani Fathiya Cantika, Maria Tri Dewi Chusniasih Diana Putri Dwi Rahmayani, Dwi Dwi Susanti Eka Putra, Ari Subekti Eka Putra, Ari Subki Fafurida Fafurida Fitriyanti, Desi Huda, M. Tanwirul Istanti, Fredianaika Istiqomah, Nabila Krisnatalia, Heni Marcelia, Selvi Marcellia, Selvi Mastuti Widianingsih, Mastuti Mentari, Chelsea Cidera MOHAMMAD TSAQIBUL FIKRI Mutiara, Mutiara Oktarima Nihayah, Annis Nurfitriana Nina Mistriani Ningsih, Ni Nyoman setia Nofita, Nofita Octavia, Selvia Oktarima, Mutiara Oktiyaningrum, Ike Pangestika, Maulida Dewi Prameswari, Nabilla Minerva Pratama, Calvin Kurnia Primadiamanti, Annisa Putri Amalia Putri Handayani Putri, Melita Regina Putri, Rizka Amaliah Putri, Salma Gustia Rachman, Mohammad Aulia Radho Al Kausar Rai Saputri, Gusti Ayu Ramadhan, Dimas Ray Octafian Reikha Habibah Yusfi Rinatha, Elsha Riyanti, Gina Rosita Ambarwati Saddam Husein Safitri, Mariska Mulya Salsabilla, Anantha Saputri, Gusti Ayu Rai Sari, Jeny Puspita Sari, Septi Widya Satato, Y.R Savero, M. Aldo Septilia, Riska Setiawan, Muhammad Arif Setiya, Kusumaningtiyas Putra Seto, Deni Gagat Sofyan, Shefira Solichoel, Solichoel Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Syafitri, Shela Syahputri, Alivia Dela Talakua, Jeane Fransina Diana Trisna, Herman Ulfa Ulfa Ulfa, Ade Maria Umri, Ulfa Nafila Veriyanti, Kirana Nadia Wibowo, Fiko Bradi Winahyu, Diah Astika Wiranata, Neisca Zahro, Hervika Amalia