Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya World Food Programme (WFP) Dalam Menangani Kerawanan Pangan di Haiti Tahun 2021- 2024 Klerista, Telma; Kuang, Eugenius; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1460

Abstract

Penelitian ini membahas upaya yang dilakukan oleh World Food Programme (WFP) dalam menangani kerawanan pangan di Haiti pada periode 2021–2024. Krisis pangan di Haiti yang bersifat kronis dan multidimensional mendorong keterlibatan aktor internasional, khususnya organisasi internasional pemerintah (IGO), dalam merespons keterbatasan kapasitas negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan bentuk intervensi WFP dalam menghadapi kerawanan pangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui jurnal ilmiah, laporan organisasi terkait, dan buku. Analisis penelitian ini menggunakan teori humanitarian intervention dan konsep food security sebagai kerangka analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WFP berperan sebagai aktor kemanusiaan utama dalam menyediakan bantuan pangan dan menopang ketahanan pangan masyarakat Haiti. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya keterbatasan intervensi kemanusiaan dalam konteks krisis yang berlarut-larut, di mana ketergantungan berkelanjutan terhadap bantuan internasional berpotensi menormalisasi kegagalan negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.
Peran WHO Dalam Mengatasi Dampak Kecanduan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Remaja di Indonesia Pasca-Pandemi COVID-19 Tahun 2020-2025 Tamimi, Bintang Nurmaharani; Nufninu, Jian Aleyska; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1466

Abstract

Pandemi COVID-19 periode 2020-2021 memicu krisis kecanduan media sosial pada remaja Indonesia (usia 10-19 tahun) akibat PSBB dan PJJ, dengan screen time melonjak dari 3,1 jam/hari menjadi 6,5-8,2 jam/hari. Riskesdas 2023 mencatat prevalensi kecanduan gadget naik dari 9,8% (2018) menjadi 24,7%, kecemasan meningkat 41% (12,5%→17,6%), dan depresi 32% (9,8%→13%), dengan disparitas gender (perempuan 2,1x rentan gangguan citra tubuh) dan regional (31% Jakarta vs 18% Yogyakarta). Beban nasional mencapai 1,5-2 juta kasus berisiko tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan kualitatif dengan analisis isi (content analysis) terhadap 87 dokumen primer WHO (mhGAP 2.0, CCS 2023-2027) dan data sekunder Riskesdas/I-NAMHS periode 2020-2025, mengidentifikasi pola, tema, dan hubungan konsep melalui pengkodean tematik (NVivo 14, Kappa 0.87). Hasil penelitian menunjukkan WHO efektif melalui: pelatihan mhGAP 12.000 tenaga kesehatan (deteksi 1,5 juta kasus via Sehat Jiwa, akurasi 87%), kampanye 800 sekolah (screen time turun 1,8 jam/hari), hibah €12 juta WHO-EU untuk 250 puskesmas NTT-Papua (BSMAS -72%), dan Digital Wellbeing Task Force (kepatuhan platform 75%). Prevalensi kecanduan turun 15,4% di wilayah intervensi (vs 3,2% non-intervensi), hemat Rp 2,3 triliun. Intervensi WHO mengurangi dampak epidemiologi signifikan, menjadikan soft diplomacy model efektif untuk krisis kesehatan mental remaja di negara berkembang.
Strategi Diplomasi Indonesia Dalam Merespons Sengketa Maritim di Laut Natuna Utara dengan Tiongkok (2019–2020) Veronika, Yosefina; Balawanga, Paulina Sriyati Magi; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1467

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi diplomasi Pemerintah Indonesia dalam merespons sengketa maritim di Laut Natuna Utara dengan Tiongkok pada periode 2019–2020. Kawasan Natuna Utara memiliki signifikansi strategis yang tinggi karena posisinya sebagai jalur pelayaran internasional serta kekayaan sumber daya alam berupa hidrokarbon dan perikanan, sehingga menjadikannya wilayah vital bagi kedaulatan dan keamanan ekonomi nasional. Eskalasi ketegangan dipicu oleh klaim sepihak nine-dash line Tiongkok yang tumpang tindih dengan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) sebagaimana diatur dalam UNCLOS 1982, yang dimanifestasikan melalui aktivitas illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing serta kehadiran China Coast Guard di perairan Natuna Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan, melalui analisis dokumen kebijakan, nota diplomatik, pernyataan resmi pemerintah, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia mengadopsi strategi diplomasi preventif yang dikombinasikan dengan diplomasi pertahanan dan diplomasi multilateral sebagai upaya menghindari eskalasi konflik bersenjata. Strategi tersebut diwujudkan melalui penegasan posisi hukum di forum internasional, pengiriman nota diplomatik ke Perserikatan Bangsa-Bangsa, penguatan peran Bakamla dan TNI Angkatan Laut, serta optimalisasi peran ASEAN dalam mendorong penyusunan Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan. Meskipun konsistensi hukum Indonesia memperoleh legitimasi internasional, efektivitas kebijakan ini masih dihadapkan pada tantangan berupa ketergantungan ekonomi terhadap Tiongkok, ketimpangan kapabilitas militer, dan fragmentasi kepentingan di internal ASEAN. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diplomasi preventif merupakan instrumen strategis yang efektif bagi Indonesia sebagai negara menengah dalam mengelola konflik asimetris, namun memerlukan penguatan melalui diversifikasi kemitraan strategis dan modernisasi kapasitas maritim guna menjaga integritas teritorial secara berkelanjutan.
Tantangan Pemerintah Daerah Dalam Penyelesaian Konflik Tanah Ulayat di Mimika Papua Tengah Fangohoi, Anastasia; Nauyagir, Jenny Ivana; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1471

Abstract

Tanah ulayat merupakan hak kolektif masyarakat hukum adat yang memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya, dan spiritual. Di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, konflik tanah ulayat muncul seiring dengan meningkatnya pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam yang sering kali tidak disertai penyelesaian hak adat secara adil. Konflik tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat adat dan pihak swasta, tetapi juga pemerintah daerah, khususnya dalam pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam penyelesaian konflik tanah ulayat di Kabupaten Mimika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-sosiologis dan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan, antara lain lemahnya pemetaan tanah adat, kurangnya koordinasi antar lembaga, keterbatasan kewenangan pemerintah daerah, belum optimalnya peran lembaga adat, serta rendahnya kepercayaan masyarakat adat terhadap pemerintah. Selain itu, kepentingan ekonomi dan pembangunan sering kali mengesampingkan perlindungan hak ulayat.
Dampak Perkembangan Reformasi Kebijakan CAP (Common Agricultural Policy) Terhadap Pertanian Prancis Pada Tahun 2023-2025 Mbali, Chyntya Damayanti Rambu; Taneo, Vivy Marlianti; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1472

Abstract

Periode 2023-2025 ditandai dengan fase baru dari implementasi reformasi Kebijakan Pertanian Bersama (Common Agricultural Policy/CAP) Uni Eropa yang memberikan dampak mendalam terhadap sektor pertanian Prancis sebagai penerima dana CAP terbesar. Penelitian ini mengkaji implikasi kebijakan tersebut khususnya dalam aspek ekologis, digitalisasi, dan pemerataan pendapatan terhadap produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta stabilitas ketahanan pangan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen kebijakan, laporan resmi pemerintahan Prancis dan studi akademis berupa jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun reformasi CAP mendorong praktik pertanian berkelanjutan dan adopsi inovasi teknologi, tantangan muncul dari ketimpangan distribusi insentif dan beban administratif yang dirasakan tidak proporsional oleh petani kecil. Efektivitas CAP 2023-2025 di Prancis sangat ditentukan oleh sinergi antara kerangka Uni Eropa dan Kapasitas Implementasi Domestik.
Konflik Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan (2020-2023): Dinamika Sengketa Wilayah dan Keamanan Regional di Kaukasus Selatan Balawangga, Paulina Sriyati Magi; Kalla, Dwi Amelinda; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1474

Abstract

Konflik Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan merupakan salah satu konflik teritorial paling kompleks di kawasan Kaukasus Selatan yang kembali mengalami eskalasi signifikan pada periode 2020–2023. Konflik ini dipicu oleh sengketa wilayah, perbedaan identitas etnis, serta kepentingan politik dan keamanan kedua negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan pada periode 2020–2023 serta implikasinya terhadap keamanan regional di Kaukasus Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui analisis data sekunder berupa jurnal ilmiah, laporan organisasi internasional, dan dokumen resmi terkait. Kerangka teoretis yang digunakan adalah teori realisme dan konsep keamanan regional untuk menjelaskan kepentingan negara, distribusi kekuasaan, serta peran aktor regional dan internasional dalam konflik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan militer Azerbaijan pada 2020 dan konsolidasi kekuasaan pada 2023 telah mengubah konfigurasi kekuatan regional, sekaligus meningkatkan ketergantungan keamanan kawasan terhadap aktor eksternal seperti Rusia dan Turki. Konflik ini tidak hanya berdampak pada stabilitas politik dan keamanan Armenia dan Azerbaijan, tetapi juga berimplikasi luas terhadap keamanan regional Kaukasus Selatan dan arsitektur keamanan Eropa secara keseluruhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik Nagorno-Karabakh mencerminkan keterkaitan erat antara sengketa teritorial dan dinamika keamanan regional dalam sistem internasional kontemporer.
Analisis Dampak Bantuan World Health Organization (WHO) Terhadap Krisis Kesehatan di Palestina Tahun 2023-2025 Andim, Wensensiana Yasinta; Riangtobi, Yohana Damiana Uto; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1475

Abstract

Konflik antara Palestina dan Israel yang meningkat sejak Oktober 2023, menyebabkan terjadinya krisis kesehatan yang parah, khususnya di Jalur Gaza. Krisis kesehatan tersebut meliputi; berbagai kerusakan infrastruktur kesehatan, akses terhadap kesehatan terbatas, peningkatan penyakit baik yang menular dan yang tidak menular, dan tingginya korban sipil akibat konflik. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dampak bantuan World Health Organization (WHO) dalam menangani krisis kesehatan di Palestina selama periode 2023–2025 dan menganalisis peran WHO sebagai salah satu aktor internasional dalam melaksanakan diplomasi kesehatan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan konsep diplomasi kesehatan global sebagai kerangka analisisnya. Data yang terkumpul dilakukan melalui tinjauan literatur, dokumen resmi, serta data sekunder dari jurnal ilmiah, laporan media, dan data statistik kesehatan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan dari WHO berpengaruh dalam mempertahankan layanan kesehatan dasar, menahan penyebaran penyakit, mengatasi kekurangan gizi, dan memperkuat sistem pemantauan kesehatan di tengah konflik. Sementara itu, sebagai aktor diplomasi kesehatan global, WHO aktif menyuarakan krisis tersebut untuk meningkatkan akses terhadap bantuan dan menyerukan gencatan senjata. Namun, efektivitas bantuan WHO masih terbatas oleh hambatan politik, blokade teritorial, dan kompleksitas kepentingan geopolitik internasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa WHO memainkan peran penting dalam mengatasi krisis kesehatan di Palestina, tetapi membutuhkan dukungan multilateral yang lebih kuat untuk memaksimalkan dampak bantuannya.
Peran World Health Organization (WHO) Dalam Menangani Penyebaran Wabah Virus Ebola di Afrika Barat Tahun 2015-2016 Balawangga, Paulina Sriyati Magi; Veronika, Yosefina; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1481

Abstract

Wabah Ebola di Afrika Barat pada periode 2015–2016 merupakan krisis kesehatan transnasional yang berdampak luas pada stabilitas regional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis World Health Organization (WHO) dalam kerangka diplomasi kesehatan global untuk menanggulangi epidemi tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, penelitian ini mengeksplorasi kompleksitas koordinasi kebijakan dan interaksi antar-aktor selama krisis berlangsung. Data dikumpulkan melalui teknik studi kepustakaan dari dokumen resmi WHO, laporan PBB, dan literatur akademik bereputasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WHO berfungsi sebagai aktor diplomatik sentral melalui penetapan status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), yang mengatalisasi mobilisasi sumber daya internasional dan inovasi medis. Meskipun menghadapi kritik atas respons awal, WHO berhasil mengintegrasikan pendekatan sosial-budaya lokal dan reformasi institusional melalui WHO Health Emergencies Programme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas diplomasi kesehatan global sangat bergantung pada sinergi antara kapasitas teknis, sensitivitas budaya, dan dukungan finansial yang berkelanjutan. Rekomendasi utama menekankan perlunya penguatan sistem surveilans terintegrasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui Tim Tanggap Cepat atau Rapid Response Team (RRT) multidisiplin untuk menghadapi ancaman kesehatan di masa depan.
Peran Médecins Sans Frontières (MSF) Dalam Diplomasi Kesehatan Global Melalui Penanggulangan Krisis Kemanusiaan dan Wabah Penyakit di Republik Demokratik Kongo Periode 2020–2025 Khalizah, Sri Nur; Mbali, Chyntya Damayanti Rambu; Taneo, Vivi Marlianti; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1487

Abstract

Republik Demokratik Kongo (RDC) menghadapi krisis kemanusiaan multidimensi yang disebabkan oleh konflik bersenjata berkepanjangan dan wabah penyakit menular yang mematikan, seperti Ebola dan Mpox. Ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur kesehatan yang memadai menciptakan celah besar dalam tata kelola kesehatan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Médecins Sans Frontières (MSF) dalam diplomasi kesehatan global di RDC selama periode 2020–2025. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengkaji kontribusi MSF melalui kerangka teori peran NGO oleh David Lewis, yaitu sebagai implementer, catalyst, dan partner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MSF berhasil mengisi kekosongan layanan kesehatan dengan menyediakan perawatan medis langsung (implementer), memicu perhatian dunia terhadap kedaruratan kesehatan melalui advokasi (catalyst), dan berkolaborasi dengan otoritas lokal serta internasional untuk penguatan kapasitas (partner). Penemuan ini menegaskan bahwa aktor non-negara memiliki peran krusial dalam diplomasi kesehatan global, khususnya di wilayah dengan stabilitas politik yang rendah.
Upaya Peacemaking United Nations Assistance Mission In Afghanistan (UNAMA) Dalam Manajemen Konflik antara Taliban dan Aktor Domestik Afghanistan Pada Tahun 2021-2023 Mbali, Chyntya Damayanti Rambu; Khaliza, Sri Nur; Taneo, Vivi Marlianti; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peacemaking yang dilakukan oleh United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) dalam manajemen konflik antara Taliban dan aktor domestik Afghanistan pada periode krusial 2021-2023. Pasca pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban pada Agustus 2021, Afghanistan terjebak dalam krisis multidimensi yang mencakup keruntuhan ekonomi, bencana kemanusiaan, dan degradasi hak asasi manusia yang sistematis. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, penelitian ini membedah peran UNAMA melalui kerangka teori Segitiga Kekerasan Johan Galtung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa UNAMA mengoptimalkan mandat Good Offices melalui mediasi lokal, Proses Doha, dan pengawasan hak asasi manusia untuk meredam konflik. Meskipun UNAMA berhasil memfasilitasi distribusi bantuan kemanusiaan dan mediasi sengketa sumber daya di tingkat akar rumput, upaya mencapai "perdamaian positif" terhambat oleh kekerasan struktural berupa "apartheid gender" dan kekerasan kultural melalui interpretasi hukum yang restriktif.
Co-Authors Achmad Nurmandi Adrian Roderica Fachrawa Adrianus Juan Sebastio Agustin, Viola Marsela Aisya, Fatika Sinta Rizka Alam, Muhammad Dipo Alisyamsujen, Maulana Amirunnaufal, Mohamad Ananda Dewin Ikhtiarin Ananda Dewin Ikhtiarin Andim, Wensensiana Yasinta Anggraini, Ine Annahar, Na’imullah Anora, Esti Theda Aprianti, Yesi Tri Ardha Restu Fauzi R Ariani, Rahayu Cahya Ariel Nethan Ariel Nethan Arif Hidayat Ayu Munandar Alam Azijah, Izattul Babuno, Renny Novalin Bagus Subekti Nuswantoro Balawanga, Paulina Sriyati Magi Balawangga, Paulina Sriyati Magi Balqis, Isha Bengan, Rosa Raimona Ina Bernadetha Nadeak Bintang, Karin Natasya Pamela Bustamil, Fahrur Rozi Cornellisen, Palmer Wilibald Beking Damayanti, Elok Devi Maryati Cahyaningsih Diansari Solihah Amini Duisa, Hawind Nada Putri Eclesia, Ketrina Antonia Fadhlurrahman, Dzaky Fahrizal, Roni Fangohoi, Anastasia Fathinah, Azzah Gie, Verikson Hady Sofyan Hargen, Dionisius Hartanto, Andrie Husain, Faisal Ida Rosita Ida Rosita Ikhtiarin, Ananda Dewin Imsawati, Auny Vidiyan Joys Merry Gaite Jubba, Hasse Jupita Fatma Sari Kaka, Agrenia Susanti Kalla, Dwi Amelinda Ketrina Antonia Eclesia Khaliza, Sri Nur Khalizah, Sri Nur Khusumasari, Riza Killet, Mai Delfia Klerista, Telma Kokomakingi, Honorius Kia Korbaffo, Yohanes Fresh Putra Korwa, Ana Marsbin Kuang, Eugenius Kurnia Santi Lape, Florentina Maria Iness Oematan Lilosona, Niel Segah Anugrah Mahuze, Alfelyus Babu Manalu, Santa Elisabeth Maria Henderlina Bau Maria Veri Diana B.Y Maria Veri Diana Baun Yue Maria Veri Diana Baun Yuel Maria Veri Diana Baun Yuel Maria Vianey Gunu Gokok Marselina Endah Hiswati Mbali, Chyntya Damayanti Rambu Mohamad Amirunnaufal Mohammad Diqi Muhammad Nuryadin Ash-Shabirin Nauyagir, Jenny Ivana Nethan, Ariel Nila Sari Nope, Lady Imelda Nufninu, Jian Aleyska Nur Annisa Nurgiyanti, Tanti Nurgiyanti, Tanty Nurwantoro, Bagus Subekti Nuswantoro, Bagus Subekti Orocomnal, Alfonsina Melissa Pamungkas, Putra Galang Akbar Pitaloka, Zuria Pote, Eunike Irene Purwaningsih, Titin Rahayu, Lilik Puja Rahmawati, Sherly Widya Ramadani, Nuri Salsa Bella Ramdhoni, Dimas Renleeuw, Jihad Riangtobi, Yohana Damiana Uto Riswandi, Riswandi Riswandi Rohmawari, Aninda Wulan Rohmawati, Aninda Wulan Rosalinda Rosalinda Rosalinda Rosalinda Rumpumbo, Darwin Mezhak Loduwik Sepry Bertus Wahyu Rahaldy Simeon Berakmans Lasol Siti Aisyiyah, Siti Solly Aryza Subekti, Bagus Tamimi, Bintang Nurmaharani Tandirerang, Vanesia Bintang Taneo, Vivi Marlianti Taneo, Vivy Marlianti Tanti Nurgiyani Tanti Nurgiyanti Tanti Nurgiyanti Thahany, Bilqis Salsabila Thahany, Bilqis Salsabilla Tokan, Anastasia E Andinny Goran Tri Hastuti Nur Rochima Tri Septa Nurhantoro, Tri Septa Utami, Cahyaning Bhakti Veronika, Yosefina Villia, Loveryna Gustri Villia, Loveryna Gusty Viola Marsela Agustin Viola Marsela Agustin Vironika, Vira Vitria Wiratma, Harits Dwi Wonda, Nadia Natasya Wulandari, Yeny Yanti, Eka Riski Yeni Wulandari Yuel, Maria Veri Diana Baun Yuyun Fajar Nur Prihatin Zuly Qodir