Claim Missing Document
Check
Articles

Skrining Aktivitas Antibakteri dan Antijamur dari Isolat Bakteri Marinobacter Hydrocarbonoclasticus NAR7 I Gusti Gde Agung Anantawikrama; Anak Agung Gede Indraningrat; Ni Wayan Widhidewi
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 3 (2024): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.3.2024.293-302

Abstract

Infectious diseases caused by bacteria and fungi are global health issues, including in Indonesia. Previous studies reported one bacterial isolate associated with the seaweed Caulerpa lentillifera, namely Marinobacter hydrocarbonoclasticus NAR7, which showed antibacterial activity against Streptococcus mutans based on the perpendicular streak method. This study is alaboratory research with a descriptive method. Isolate M. hydrocarbonoclasticus NAR7 was grown in 100 mL of nutrient broth supplemented with artificial seawater for seven days. The obtained supernatant was separated from the cell mass by filtration, and the supernatant was extracted with ethyl acetate at a ratio of 1:1 (v/v) and further evaporated at 40°C to obtain a thick extract. The crude ethyl acetate extract obtained was tested against Gram-positive bacteria (Staphylococcus aureus ATCC 25923, Streptococcus mutans FNCC 0405), and Gram-negative bacteria (Escherichia coli ATCC 25922, and Klebsiella pneumoniae ATCC 700603) using the Kirby-Bauer method. Screening results showed that the extract was only active against Staphylococcus aureus ATCC 25923 with an average inhibitory zone diameter of 7.32±0.57 mm, which is classified as moderate antibacterial activity. Meanwhile, the extract did not form inhibitory zone diameters against other test bacteria. Antifungal screening showed that the extract could not inhibit the growth of Candida albicans and Aspergillus flavus fungi. These results overall indicate the initial potential of antibacterial activity from the M. hydrocarbonoclasticus NAR7 isolate. Further optimization efforts, including extraction with different solvents, are required.
Skrining Fitokimia, Aktivitas Antibakteri, dan Antijamur Ekstrak Etil Asetat Biji Lamtoro (Leucaena leucocephala) Dewa Ayu Mas Maharani; Anak Agung Gede Indraningrat; Ni Wayan Widhidewi
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 1 (2025): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.1.2025.47-57

Abstract

The entry of bacteria and fungi into the body is one of the causes of infectious diseases. However, the use of synthetic antibiotics and antifungals often causes resistance effects by pathogenic microorganisms. One effort to overcome bacterial and fungal resistance is to explore secondary metabolite compounds from herbal plants and one of them is the seeds of the lamtoro plant (Leucaena leucocephala). Previous research has reported the antibacterial potential of lamtoro seeds. However, the information reported is not comprehensive because it was only tested using ethanol solvent. Apart from that, research on the antifungal activity of lamtoro seeds has never been reported. This research design uses laboratory experimental methods. The initial stage is plant identification and continued with extraction of lamtoro seed simplicia using ethyl acetate solvent with a ratio (1:5 w/v) for 24 hours and simplicia remaceration is carried out again for 24 hours. The resulting extract will be tested for its phytochemical content. Next, the extract will be tested for antibacterial and antifungal activity using the Kirby-Bauer method. The test bacteria used were Staphylococcus aureus ATCC 25923, Escherichia coli ATCC 25922, Streptococus mutans FNCC 0405, and Klebsiella pneumoniae ATCC 700603. The test fungi used were Candida albicans and Aspergillus flavus. The results of phytochemical screening showed that the ethyl acetate extract of lamtoro seeds contained flavonoids, saponins and tannins. Meanwhile, the antibacterial activity test of the ethyl acetate extract of lamtoro seeds showed that there was no antibacterial inhibitory effect on Gram-negative or Gram-positive bacteria. The antifungal screening showed that the extract did not display antifungal activity against tested fungal indicators.  
Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Otitis Media Supuratif Kronik di RSUD Wangaya Tahun 2018 - 2024 Pande Made Adhitya Yogantara; Ni Wayan Widhidewi; Agus Santosa
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.2.2025.113-121

Abstract

Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) merupakan infeksi kronis pada telinga tengah yang ditandai dengan adanya perforasi atau kerusakan pada membran timpani, yang berlangsung selama lebih dari dua bulan, baik secara terus-menerus maupun kambuhan. Terdapat dua jenis OMSK yaitu tipe tubotimpani atau yang tidak berbahaya dan tipe atikoantral atau jenis yang cukup berbahaya. Kejadian tersering terjadi pada anak-anak hingga dewasa muda dan jenis kelamin laki-laki lebih banyak terdampak karena dikaitkan dengan aktifitas fisik yang lebih banyak dan pola hidup kurang sehat dibandingkan perempuan.
Pemberdayaan Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Sukawati II dalam Meningkatkan Cakupan Imunisasi Wajib pada Masa Pandemi Covid-19 Ni Wayan Widhidewi; Paramasatiari A.A.A Lila; Suryanditha Putu Arya; Kapti I Nengah
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2022): January
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.1.1.2022.7-11

Abstract

Selama terjadinya pandemi Covid-19, terdapat penurunan angka cakupan imunisasi wajib pada bayi dan anak di Kabupaten Gianyar. Sebelum pandemi angka cakupan imunisasi wajib mencapai lebih dari 90%. Sampai dengan bulan September tahun 2020, cakupan imunisasi lengkap hanya sebesar 54,2%. Angka cakupan ini merupakan angka cakupan paling rendah diantara seluruh kabupaten dan kotamadya di Bali. Hal tersebut dikarenakan ketakutan orang tua membawa anaknya ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah 9 orang kader posyandu di Banjar Belang dan Belang Kaler, Desa Singapadu Kaler, yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sukawati II, Kabupaten Gianyar Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra terkait pentingnya imunisasi wajib dan protokol pencegahan infeksi Covid-19. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk pemberian materi, pelatihan serta pendampingan terkait pentingnya imunisasi wajib serta protokol pencegahan infeksi Covid-19. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan rata-rata mitra sebesar 17,8% berdasarkan nilai pretest dan posttest. Selain itu dilakukan juga pemberian bantuan berupa thermogun dan wastafel portabel untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan saat pelaksanaan kegiatan posyandu di banjar, serta alat pelindung diri berupa masker bedah dan sarung tangan. Diharapkan para kader posyandu dapat mengedukasi para orang tua yang memiliki bayi atau anak dalam rentang usia imunisasi terkait pentingnya imunisasi wajib dan protokol kesehatan yang harus diperhatikan saat membawa anaknya ke fasilitas kesehatan untuk imunisasi. Kata kunci: Covid-19, kader, pengabdian, posyandu, protokol kesehatan
Pemberdayaan Kelompok Pedagang Pasar Seni Wisata Guwang dalam Menggalakkan Wisata Sehat dan Strategi Peningkatan Pendapatan di Era Pandemi Covid-19 Putu Indah Budi Apsari; Widhidewi Ni Wayan; Ketut Hari Mulyawan; I Made Astu Mahayana
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.1.3.2022.76-84

Abstract

Sejak pandemi COVID-19 menghantam industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Hal ini pun berdampak pada masyarakat yang bekerja di sektor pariwisata salah satunya adalah pasar seni Guwang, menyebabkan penurunan jumlah pendapatan pedagang di pasar seni guwang. Kami melakukan pengabdian bagi kelompok pedagang pasar seni guwang dengan memanfaatkan inovasi teknologi yang berperan penting dalam mendukung tren pariwisata yang bergeser di tengah pandemi, salah satunya dengan pemasaran atau marketplace secara online. Kami juga melatih para pedagang menggunakan aplikasi peduli lindungi untuk mewujudkan wisata sehat sehingga diharapkan dapat menarik minat para wisatawan untuk berbelanja. Hasil pengabdian didapatkan peningkatan pengetahuan peserta dalam mewujudkan wisata sehat dan peningkatan keterampilan peserta dalam menggunakan media online serta ecomerce dalam meningkatkan jumlah penjualan barang dagangan.
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Pencegahan Infeksi Covid-19 di Desa Sidakarya, Kota Denpasar Putu Arya Suryanditha; Ni Wayan Widhidewi; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Putu Sutisna
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.1.2023.8-13

Abstract

Abstrak Penyakit Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini menjadi pandemik di dunia. Pandemik Covid-19 membawa dampak di Bali terutama pada bidang pariwisata. Hal ini menyebabkan efek terhadap perekonomian masyarakat Bali. Permasalahan mitra warga di Desa Sidakarya yaitu misinformasi terkait pencegahan penularan Covid-19 dan dampak ekonomi pandemik Covid-19 bagi warga. Metode pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan terkait penyakit serta perilaku hidup bersih dan sehat untuk pencegahan Covid-19. Pengabdian ini memberikan paket sembako dan kit pencegahan Covid-19 yang bertujuan mengurangi dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 dalam jangka pendek. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada 14 Agustus 2020 di Kantor Desa Sidakarya. Peserta pengabdian masyrakat berjumlah 19 orang mitra warga terdampak Covid-19 di Desa Sidakarya. Kegiatan diawali dengan pretest kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan yang terdiri dari 2 materi yaitu pengenal infeksi Covid-19 dan materi pengenalan perilaku hidup bersih dan sehat untuk pencegahan Covid-19. Setelah penyuluhan dilakukan simulasi cuci tangan dan pemberian paket bahan pokok dan kit pencegahan Covid-19. Kegiatan diakhiri dengan posttest. Hasil evaluasi rerata pretest dan posttest didapatkan peningkatan nilai rerata pretest dari 70,5 menjadi 88,9. Hal ini menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kelompok yang diberikan penyuluhan. Simpulan dari kegiatan ini antara lain kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan lancar dan didukung oleh pihak desa mitra. Mitra memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan penyuluhan tersebut hal ini dilihat dari kehadiran dan partisipasi selama simulasi dan diskusi. Kata Kunci: COVID-19, Penyuluhan, Masyarakat Abstract Clean and Healthy Living Behavior Counseling For The Prevention of Covid-19 Infection to In Sidakarya Village, Denpasar City Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is currently a global pandemic. The pandemic has impacted Bali, especially in tourism and the Balinese economy. The problem with community partners in Sidakarya Village is misinformation about preventing the transmission of Covid-19 and the economic impact of the Covid-19 pandemic on residents. This community service method is counseling related to diseases and clean and healthy living behaviors to prevent Covid-19. This service provides food packages and Covid-19 prevention kits to reduce the economic impact of the Covid-19 outbreak in the short term. The community service activity was held on August 14, 2020, at the Sidakarya Village Office. Community service participants totaled 19 community partners affected by Covid-19 in Sidakarya Village. The activity began with a pretest and then continued with counseling which consisted of 2 materials, namely identification of Covid-19 infection and material introduction of clean and healthy living behavior for the prevention of Covid-19. After the counseling, a simulation of hand washing was carried out, and packages of essential ingredients and Covid-19 prevention kits were provided. The activity ended with a posttest. The average pretest and posttest evaluation showed an increase from 70.5 to 88.9. This shows an increase in knowledge in the group that is given counseling. The conclusions of this activity include community service activities that run smoothly and are supported by partner villages. Partners provide support and actively participate in these outreach activities. This can be seen from their attendance and participation during simulations and discussions. Keywords: Covid-19, Counseling, Community
Penyuluhan Protokol Kesehatan COVID-19 dan Assessment Daring pada Guru Sekolah Dasar di Denpasar Putu Arya Suryanditha; Ni Wayan Widhidewi; Anak Agung Sagung Ayu Santhi Sueningrum; Dewa Putu Widjana
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.1.2024.78-83

Abstract

Pandemik COVID-19 menjadi masalah kesehatan dunia yang berdampak di berbagai sektor, salah satunya pendidikan. Pandemik ini berdampak pada proses pembelajaran guru dan murid utamanya pendidikan sekolah dasar. Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Panjer merupakan salah satu sekolah dasar di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan. Masalah prioritas pengabdian masyarakat ini antara lain masih kurangnya sosialisasi pembelajaran tatap muka dan penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan penularan COVID-19 serta peningkatan kapasitas guru mengenai metode assessment daring. Berdasarkan prioritas masalah tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan protokol kesehatan COVID-19 di sekolah dan metode assessment secara daring. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilaksanakan secara luring di SD Negeri 2 Panjer dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan diawali dengan pembukaan dilanjutkan dengan pre-test. Pemaparan materi diberikan terkait protokol kesehatan COVID-19 di sekolah dan assessment daring bagi guru menggunakan Google Forms. Kegiatan dilanjutkkan dengan tanya jawab dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata nilai pre-test dan post test (83,84 menjadi 92,30). Tim pengabdian juga menyerahkan investasi kepada mitra berupa alat-alat kesehatan dan sarana pembelajaran. Pelaksanaan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik dan diperoleh peningkatan pengetahuan mitra terkait protokol kesehatan COVID-19 di sekolah dan penggunaan metode assessment daring. Pendampingan lanjutan perlu dilakukan terhadap sekolah dasar untuk kegiatan pembelajaran tatap muka di masa pandemik COVID-19.
PKM Kelompok Siswa sebagai Peer Mentor Kesehatan Reproduksi Remaja di SMU Negeri 2 Denpasar Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Putu Arya Suryandhita; Ni Wayan Widhidewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.49-54

Abstract

Pengetahuan yang dimiliki oleh remaja mengenai kesehatan reproduksi masih sangat kurang. Hal ini dapat dilihat dari pemahaman yang kurang yang ditunjukkan oleh remaja serta prevalensi perilaku yang membahayakan kesehatan pada remaja. Kesadaran remaja akan penyakit menular seksual (PMS) belum baik. Sebagian besar remaja memperoleh informasi tentang PMS terutama dari teman sebaya atau sumber media massa. Informasi semacam itu cenderung bersifat sementara dan seringkali tidak dipahami secara akurat oleh remaja. Kelemahan informasi dari teman sebaya yakni kebenaran informasi yang diberikan oleh rekan-rekan seringkali tidak memiliki dasar. Sekolah Menengah Umum Denpasar 2 berfungsi sebagai tempat kegiatan bimbingan, sebagaimana ditunjukkan oleh data yang diperoleh dari puskesmas setempat.Sekolah Menengah Umum Negeri 2 Denpasar menjadi salah satu tempat untuk melakukan pendampingan berdasarkan data-data yang diperoleh dari puskesmas. Permasalahan yang didapatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi masih kurang, belum memiliki kelompok siswa sebagai peermentor. Solusi yang ditawarkan yakni pembentukan kelompok siswa, penyuluhan dan pendampingan kelompok siswa mengenai kesehatan reproduksi yang dilaksanakan di SMU Negeri 2, Denpasar. Target luaran yang dicapai yakni pembentukan kelompok siswa sebagai peer mentor mengenai kesehatan reproduksi dan peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan penyakit yang dapat ditimbulkan sebesar 77 persen.
Pencegahan Infeksi Dengue melalui Edukasi Kader Posyandu dan Pemanfaatan Tanaman Pengusir Nyamuk Widhidewi Ni Wayan; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Anak Agung Gede Indraningrat; Marta Setiabudy; I Gusti Ngurah Arjana
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.39-43

Abstract

Kabupaten Gianyar sebagai salah satu destinasi wisata di Bali telah dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Namun, seperti daerah tropis lainnya, Gianyar menghadapi tantangan kesehatan yang serius, salah satunya adalah infeksi dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Infeksi dengue menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena dapat menyebabkan demam, nyeri sendi, pendarahan, hingga kematian. Penyakit ini tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga memberikan beban ekonomi akibat biaya perawatan medis dan hilangnya produktivitas kerja. Menurut data Dinas Kesehatan Gianyar, insiden dengue di wilayah ini masih cukup tinggi. Salah satu faktor utama penyebaran dengue adalah lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk. Upaya pencegahan yang efektif memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat, terutama kader posyandu, yang merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan di tingkat desa. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk, yang terbukti efektif dalam mengurangi populasi nyamuk seperti serai wangi, lavender dan marigold. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian dengue di Kabupaten Gianyar dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah 7 orang kader posyandu dari Banjar Menak, Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar. Permasalahan utama mitra adalah kurangnya pengetahuan tentang cara pencegahan infeksi dengue berbasis lingkungan. Solusi permasalahan ini adalah mengadakan penyuluhan terkait 3M plus dan pelatihan tentang pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk untuk memberantas vektor infeksi dengue. Dilakukan pula pemberian bantuan berupa tanaman pengusir nyamuk serta alat perangkap nyamuk kepada mitra. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan mitra sebesar 32,9%.
Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan Penularan Covid-19 pada Kelompok Karang Taruna Dharma Santhi Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Putu Arya Suryandhita; Ni Wayan Widhidewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.249-254

Abstract

Penularan Covid-19 masih terjadi di tengah masyarakat. Salah satu pencegahan penularan Covid-19 adalah dengan cara vaksinasi dan melakukan edukasi kepada masyarakat. Partisipasi dari berbagai kalangan diperlukan dalam pencegahan penularan penyakit infeksi ini. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak dusun Darma Santhi ditemukan permasalahan bahwa kalangan pemuda pemudi yang terdapat di wilayah banjar tersebut tidak pernah mendapatkan sosialisasi dari pihak sekolah maupun puskesmas mengenai protokol kesehatan secara langsung selama pandemi ini. Solusi yang ditawarkan yakni dengan melakukan edukasi berupa penyuluhan kepada siswa, pendampingan protokol kesehatan pada saat proses pembelajaran dan memberikan bantuan kepada banjar terkait protokol kesehatan yang dapat digunakan pada sekolah di wilayah banjar tersebut. Hal ini ditawarkan untuk mencegah terjadinya kluster sekolah akibat penyebaran di dalam sekolah baik dari siswa maupun guru sekolah. Kegiatan ini akan diselenggarakan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan dilakukan di ruang terbuka dengan jumlah minimal 10 orang. Target luaran berupa peningkatan pengetahuan, tersedianya sarana dan prasarana terkait protokol kesehatan di banjar.
Co-Authors A.A.A.L. Paramasatiari A.A.G. Indraningrat Agus Praktyasa Agus Santosa Alit Yulianti, Ni Made Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari Anak Agung Dewi Megawati Anak Agung Ngurah Arya Yugadhyaksa Anak Agung Ngurah Arya Yugadhyaksa Anak Agung Sagung Ayu Santhi Sueningrum Apsari, Putu Indah Budi AR, Sunthio Barran Cia ATWN, Anak Agung Sagung Ayu Savitri Siskayani Brata Wiguna I Komang budiapsari, putu indah Choe, Daegeun Citra Udiyani D.A.P.S. Masyeni Dewa Ayu Mas Maharani Dewa Putu Widjana Dharmesti Wijaya Erly Sintya Erly Sintya HARI MULYAWAN Hegard Sukmawati, Ni Made I Gusti Agus Mahaputra Sanjaya I Gusti Gde Agung Anantawikrama I Gusti Made Arjana I Gusti Ngurah Arjana I Gusti Ngurah Bagus Aditya Tirtayasa I Nengah Kapti I Putu Baskara Adi Dananjaya Indra Wijaya Indraningra, Anak Agung Gede Indraningrat, Anak Agung Gede K Tangking Widarsa Kadek Lila Antara Kapti I Nengah L. Suriati Luh Suriati M. S. Pramana Made Dharmesti Wijaya Made Indra Wijaya Maha Dananjaya Nyoman Mahayana, I Made Astu Marta Setiabudy Muliawan, Ketut Hari Mulyawan Made Bramastya Nugraha Teja Kusuma Natania, Evellyne Ni Kadek Elmy Saniathi Ni Luh Putu Eka Kartika Sari Ni Luh Putu Putri Setianingsih Ni Made Alit Yulianti Ni Made Irma Yanti Ni Nyoman Sunariasih Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Putu Ratih Permata Dewi Arya Nia Calista Santoso P. A. Suryanditha P. I.B. Apsari P. Sutisna P.I.B. Apsari Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Pande Made Adhitya Yogantara Pramana, Made Surya Pratiwi, Anny Eka Primatanti, Putu Asih PRIYANKA HERMAWAN, PUTU Purnama, Ni Kadek Ari Putu Arya Suryandhita Putu Arya Suryandhita Putu Arya Suryandhita Putu Arya Suryanditha Putu Austin Widyasari Wijaya Putu Indah Budi Apsari Putu Indah Budi Apsari Putu Nia Calista Santoso Putu Sutisna Saktivi Harkitasari, Saktivi Sayu Widiawati, Sayu Sri Masyeni, Dewa Ayu Putri Sri Ratna Dewi Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit Surya Andreastika I Putu Suryawan, Kadek Trisna Sumadewi, Komang Wijaya, I Dewa Gede Harry Winianti, Ni Wayan Wiranata Nyoman Wirawan, Ady