Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikatif Sistem Agroforestri Pada Tanaman Umbi-umbian Lokal dan Kemiri dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Hendra Pribadi; Syukur Umar; Sudirman Dg. Massiri; Abdul Muis; Sri Jumiyati; I Ketut Widnyana; Jamila Mustabi; Frizkiawan I Sompalele
Madani : Indonesian Journal of Civil Society Vol. 4 No. 2 (2022): Madani, Agustus 2022
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/madani.v4i2.1453

Abstract

Optimizing farmers' income can be done by optimizing land use, namely the agroforestry system, the problem is that the community has not applied the agroforestry system to their land on the grounds that plants growing understands will not produce maximum production. For this reason, it is necessary to carry out training activities for planting an agroforestry system for candlenut plants and tubers. Local tubers and candlenuts. The method used is firstly observing the location of the land that will be used as a training ground, secondly carrying out training activities on agroforestry systems by paying attention to the fertilizers used, the model beds. Which is made. The results of the training show that people who initially only planted tubers on open land would plant them under the candlenut plant. Enthusiastic in participating in the activity and there is also an increased understanding of the agroforestry system, this agroforestry training activity is important to optimize land use and increase farmers' income.
Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Pendapatan dalam Budidaya Stroberi Sehat dan Ramah Lingkungan I Wayan Suanda; I Komang Sukendra; I Made Kartika; I Ketut Widnyana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 7 (2022): October 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i7.1629

Abstract

PKM ini bertujuan untuk Meningkatkan Pengetahuan Kelompok Tani “Petani Muda Keren” di Desa Pancasari Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng-Bali dalam mengelola budidaya tanaman stroberi yang sehat dan ramah lingkungan serta manajemen pembukuan yang baik. Agro Edu Wisata memetik dan menikmati stroberi langsung dilokasi menjadi andalan kelompok tani untuk meningkatkan pendapatan. Mitra berharap adanya program kegiatan pemberdayaan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan membuat pupuk organik dan pestisida nabati dengan memanfaatkan potensi yang ada. Pemberdayaan dengan melaksanakan pelatihan dan pendampingan dapat meningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani dalam pembuatan pupuk hayati dan pestisida nabati serta formulasi. Peningkatan kemampuan untuk mengolah pascapanen stroberi dan manajemen usaha pada kegiatan Agro Edu Wisata setelah diberikan pelatihan dan pendampingan.
Pemberdayaan Petani Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dan Pestisida Nabati di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya Jembrana Bali I Made Budiasa; I Ketut Widnyana; Putu Eka Pasmidi Ariati; Pande Komang Suparyana
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 4 Vol. 1 Oktober, 2022
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v4i1.85

Abstract

Kelompok Tani Mesari sebagai mitra penerima pengabdian adalah merupakan kelompok tani lahan kering yang berlokasi di Desa Tukadaya Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana Provinsi Bali. Lokasi mitra merupakan wilayah bagian barat pulau Bali dengan jarak sekitar 115 km dari kampus Universitas Mahasaraswati Denpasar yang dapat ditempuh sekitar 3 jam perjalanan. Hasil observasi didapatkan bahwa kendala yang dihadapi petani lahan kering dalam usaha tani porang adalah a) sebagian besar lahan yang dimiliki petani kondisinya tidak datar/miring sehingga teknis pengolahan tanah masih menggunakan cangkul akibatnya memerlukan waktu lama, b) petani masih awam dalam budidaya tanaman porang, termasuk dalam pemilihan bibit, teknis penanaman, dan pemupukan, c) petani belum memahami bagaimana mengendalikan hama penyakit dan gulma pada tanaman porang. Disepakati bahwa solusi yang akan diberikan antara lain a) bantuan traktor mini dengan gigi baja untuk olah tanah lahan kering, b) pelatihan teknis budidaya porang, c) pelatihan dalam membuat pupuk organic berbasis limbah pertanian dan Trichoderma sp, d) pelatihan membuat pestisida berbasis Trichoderma sp, dan bahan tanaman untuk hama penyakit porang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam budidaya porang
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN KEONG MAS PLUS (POCMAS-PLUS) DAN APLIKASINYA PADA TANAMAN ROSELLA PADA FASE SEEDLING Ketut Sumantra; Ketut Widnyana
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 4 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i4.784

Abstract

The golden snail (Pomaceae canaliculata) is an organism that destroys cultivated plants with a loss rate of 10-40%. The threat of the golden snail can become an opportunity that has economic and ecological value if it is used as liquid organic fertilizer (POCMAS-Plus). The POCMAS-Plus product, as a result of the training, can support sustainable agricultural development in Subak Lepud, Baha Village, and overcome the failure of rosella seedling growth due to less consistent growth. The activity aims to provide skills to subak members in making liquid organic fertilizer made from snails and applying POCMAS-Plus to rosella plants in the nursery phase. The implementation method consists of 1) Socialization activities and training on using golden snails as liquid fertilizer. 2) Demonstration of making liquid organic fertilizer and 3) application (POCMAS-Plus) to Rosella plants in the nursery phase. Paired T-test was carried out to determine the difference in the growth of rosella seedlings between those given and those not given POCMAS-Plus on growth uniformity, root length, seedling length, and the number of leaves. The pre-test results showed that most participants knew what organic fertilizer was. Still, only half knew the ingredients that could be used as liquid organic fertilizer, and most did not know about the process of making liquid organic fertilizer. All participants know and can make fertilizer independently. The POCMAS-Plus application increased the growth and uniformity of rosella seedlings. The results of the POCMAS-Plus application show that golden snails can be used as the main ingredient for making liquid organic fertilizer so that the growth and uniformity of rosella seedlings are better.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BA HA MELALUI PERENCANAAN DESA WISATA SECARA PARTISIPATIF Ketut Sumantra; A.A. Ketut Sudiana; I Made Tamba; Ketut Widnyana
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 1 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.14 KB)

Abstract

Desa Baha ditetapkan sebagai desa wisata pada tahun 1992, namun sampai saat ini, belum berkembang secara optimal. Masalahnya adalah terjadi stagnasi dalam pengembangan daya tarik dan atraksi, belum dilengkapi dengan analisis kondisi lingkungan baik air, udara dan tingkat kebisingannya dan belum ada strategi pengembangan sesuai potensi yang dimiliki. Tujuan kegiatan: mengidentifikasi potensi, menganalisis baku mutu lingkungan dan melakukan strategi pengembangan. Hasil pengabdian mendapatkan: 1) Desa Baha berpotensi dikembangkan sebagai desa wisata berdasarkan arahan kebijakan, keinginan masyarakat maupun potensi sumber daya yang dimiliki. 2)Desa Baha memenuhi baku mutu lingkungan untuk kegiatan rekreasi sesuai Peraturan Gubernur Bali No. 16 Tahun 2016 tentang baku mutu lingkungan hidup dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, yang meliputi kualitas air, udara dan tingkat kebisingan. 3) Perencanaan partisifatif yang disusun antara pemuka masyarakat, dinas pariwisata dan tim pelaksana disepakati rencana induk pengembangan atraksi wisata Baha adalah: a) Revitalisasi jalur tracking subak Lepud sebagai daya tarik wisata alam, b) Revitaslisasi Goa Perjuangan sebagai daya tarik wisata sejarah, c) Revitalisasi Pura Beji sebagai daya tarik wisata spiritual; d) Pengembangan monumen perjuangan rakyat; f) Penyiapan dan pembuatan lahan parkir; dan d) Pembangunan Pasar seni. 4) Berdasarkan potensi dan peluang yang ada maka strategi pengembangan desa wisata Baha adalah melalui konsep pengembangan wisata budaya, konsep pengembangan wisata spiritual, konsep pengembangan wisata agro atau kombinasi dari ketiganya. Agar pengembangan desa wisata Baha dapat berkelanjutan perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan SDM baik di bidang pengelolaan desa wisata, pemandu wisata, pemasaran dan pemberdayaan kelompok seni, dan industi rumah tangga.
Peningkatan Produktivitas Kelompok Tani di Desa Batukaang Kintamani Bangli Melalui Pembuatan Pupuk Organik Dan Pestisida Nabati Dari Tanaman Lokal I Ketut Widnyana; Ni Putu Pandawani; Putu Edi Yastika; I Gede Yudha Partama; Pande Komang Suparyana
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 4 Vol. 2 April, 2023
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v4i2.113

Abstract

Desa Batukaang memiliki beberapa jenis tanaman yang dapat dijadikan pestisida nabati diantaranya bawang merah, sirih, serai, lengkuas, dan sebagainya. Bahan-bahan tersebut dapat dikombinasi dengan biourin menjadi pestisida nabati yang dapat diaplikasikan dalam budidaya jeruk dan kopi yang dimiliki oleh masyarakat Desa Batukaang, maka inilah yang melatari dilaksanakannya pengabdian masyarakat berupa kegiatan pemanfaatan limbah organik dalam pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati dalam mendukung pertanian berkelanjutan di Desa Batukaang. Sasaran dalam pengabdian ini adalah perwakilan subak, perwakilan kelian desa, dan perwakilan PKK dengan jumlah total 10 peserta. Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan dapat disimpulkan: 1) Melalui sosialisai yang diberikan, masyarakat mengetahui tentang pertanian ramah lingkungan untuk meningkatkan produksi dan kualitas tanaman jeruk dan kopi melalui pemanfaatan limbah organik dalam pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati; 2) Melalui sosialisasi yang diberikan, petani Desa Batukaang mengetahui tentang jenis-jenis tumbuhan yang dapat dijadikan pestisida nabati serta cara pembuatannya; dan 3) Melalui pelatihan yang dilakukan melalui praktek/demonstrasi, masyarakat Desa Batukaang dapat secara aktif melakukan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik menjadi pupuk organik dan pestisida nabati untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman jeruk dan kopi. Diharapkan Program Pengabdian Masyarakat yang telah dilaksanakan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Batukaang dalam pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati yang dilatihkan dalam kegiatan ini. Sehingga dapat diaplikasikan di lahan pertanian dengan skala luas
Enhancing the productivity of farmer community in producing organic fertilizer and local plant-based pesticide I Ketut Widnyana; Ni Putu Pandawani; Putu Edi Yastika; I GD Yudha Partama; I Made Wahyu Wijaya
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 4 No. 2 (2023): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v4i2.27092

Abstract

These activities are expected to improve the agriculture community resilience in Batukaang Village to achieve a sustainable agriculture practice. Through a training and assisting program, the farmer community will get improved their skill to make their own fertilizer and pesticide by utilizing organic waste and local material. These activities contribute to the achievement of SDG 2: Zero hunger, since agriculture in Batukaang Village is the most sector that support the economics and food security. The activities resulted in increasing the knowledge and skill of farmer community in Batukaang Village. By enhancing the farmers with the knowledge, skills, and resources required to produce their own organic fertilizer and pesticide, they can promote soil health, reduce environmental pollution, and enhance the well-being of agricultural communities as a whole. It support resilient agricultural systems that promote sustainable practices, safeguard natural resources, and enhance farmers' livelihoods in Batukaang Village.
MEMBANGUN SINERGITAS SEKTOR PERTANIAN DAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT KAWASAN SUBAK LEPUD DESA BAHA I Ketut Sumantra; I Ketut Widnyana; Anik Yuesti; A. A. Ketut Sudiana
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol. 1 No. 2 April, 2020
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v1i2.38

Abstract

Pembangunan pariwisata masal lebih mementingkan pertumbuhan ekonomi, dan mengabaikan kelestarian lingkungan, disisi lain pemanfaatan hasil pertanian untuk sector pariwisata belum dikembangkan. Mengembangkan pariwisata alternative dengan mengintegrasikan pertanian ke dalam aktivitas pariwisata adalah pilihan untuk pembangunan yang berkelanjutan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pertanian di Subak Lepud desa Baha dan menemukan strategi dalam mensinergi pengembangannya dengan sektor pariwisata. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik observasi dan wawancara dan data dianalisis menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan analisis SWOT, strategi membangun sinergitas pertanian dan pariwisata di Subak Lepud melalui: a) pengembangan daya tarik wisata berbasis aktivitas pertanian dan ritual di subak, b) Melakukan ekspansi pasar dengan cara pemanfaatan keunggulan kearifan local subak dan pemanfaatan produk pertanian dan atraksi wisata yang unik melalui pembentukan lembaga usaha ekonomi subak, c) Mengkaselerasi pemberdayaan anggota subak melalui penyediaan sumber pendapatan tambahan dari kegiatan pariwisata disamping pendapatan dari usahataninya. d) Pemberian insentif dan desinsetif yang tertuang dalam awig-awig dan perarem untuk mengendalikan alih fungsi lahan, optimalisasi tenaga dari anggota subak, dan menjaga keberlanjutan lahan pertanian dan eksistensi keberadaan subak.
Pemberdayaan Kelompok Tani Melalui Pelatihan Pestisida Nabati Dan Pupuk Organik Di Dusun Kembang Sari, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana Bali I Wayan Suanda; I Made Budiasa; I Nyoman Suta; Putu Eka Pasmidi Ariati; I Ketut Widnyana; Pande Komang Suparyana
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 2 Vol. 2 April, 2021
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v2i2.67

Abstract

Dusun Kembang Sari merupakan dusun yang ditugaskan sebagai penjaga Green Belt Waduk Palasari. Sumber limbah yang dapat dimanfaatkan untuk pupuk sangat tersedia di dusun Kembang Sari, namun belum ada upaya oleh masyarakat, khususnya oleh Kelompok tani Darma Sentana untuk melakukan pengolahan. Petani di Kembang Sari berharap memperoleh pengetahuan dan keterampilan membuat pupuk organik cair dan pestisida nabati dengan memanfaatkan tanaman potensi pestisida dan pupuk organik cair yang ada di sekitar mereka. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah: a) Memberikan pelatihan dan keterampilan kepada para petani untuk membuat pestisida nabati dan pupuk organik ramah lingkungan dari bahan baku hayati yang banyak terdapat di lingkungan sekitar, dan b) Mengetahui efektivitas pelatihan yang diadakan bagi para petani untuk membuat pestisida nabati dan pupuk organik ramah lingkungan dari bahan baku hayati yang banyak terdapat di lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan ketrampilan petani dalam pembuatan pupuk organik maupun pembuatan pestisida nabati
Pengaruh Pemberian Dosis Jamur Trichoderma Sp dalam Mengendalikan Penyakit Rebah Semai pada Persemaian Tanaman Bunga Gumitir (Tagetes Erecta L) I Ketut De Supartana; Cokorda Javandira; Putu Lasmi Yulianti Sapanca; I Ketut Widnyana; Ni Putu Eka Pratiwi
Agrofarm: Jurnal Agroteknologi Vol. 1 No. 02 (2022): Agrofarm: Jurnal Agroteknologi
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rhizoctonia solani is a disease that attacks gumitir nursery. But this disease can be suppressed by a pungus called Trichoderma sp. Based on their needs, gumitir flowers are used almost daily, especially por religious ceremonies in Bali. In general, gumitir flowers are widely used to make offerings so that at The time of approaching religious holidays, the need for gumitir flowers will increase. Considering how damaging sprout disease in plants, this study aims to determine the ability of Trichoderma sp mushroom mixed in seed media to control the sprout attack caused by Rhizoctonia solani in controlling Rhizoctonia solani disease in gumitir seedbed (Tagetes erecta L). Using a randomized block design (RBD) with six (6) treatments of Trichoderma sp (0, 5 grams, 7,5 grams, 10 grams, 12,5 grams, 15 grams) and four (4) replications. The result obtained from this study are the effect of Trichoderma sp dose on gumitir seedbed able to suppress Rhizoctonia solani disease with the lowest attack on T5 treatmen by 2 % at 16 HST observations compared with 71% control. The best treatment for rhizoctonia solani is on treatment of T5 at a dose of 15grams/ plastic tray but did not show any significant difference in the treatment of T3 10 grams/ plastic tray.
Co-Authors A. A. Ketut Sudiana Abdul Muis Agrippina Wiraningtyas, Agrippina Anik Yuesti Aplorida Lingu Lango Aplorida Lingu Lango Aset, Arselinus Baiq Harly Widayanti Cokorda Javandira Denda Riratih Denok Lestari Deviani, Ni Wayan Dewa Gede Wiryangga Selangga Dewa Putu Aris Sadana Dewa Putu Oka Prasiasa Dwi Cahya, Ida Ayu Pradnya Dwie Kristina Juliastini Eka Lestari Farida Hanum Frizkiawan I Sompalele Gidion Lobo Lenga Helena Murni Hendra Pribadi Huda, Ahmad Akromul I G.N. Alit Wiswasta I GD Yudha Partama I GD. Yudha Partama I Gede Yudha Partama I Gusti Ayu Diah Yuniti I Gusti Ayu Rai I Gusti Ngurah Alit Wiswasta I Gusti Ngurah Anom I Gusti Ngurah Anom I Ketut De Supartana I Ketut Suada I Ketut Sumantra I Komang Sukendra I Made Budiasa I Made Diarta I Made Kartika I Made Subrata I MADE SUKERTA I Made Tamba I Made Wahyu Wijaya I Made, Budiasa I NENGAH MULIARTA I Nyoman Gede Maha Putra I Nyoman Patra I Nyoman Suta I Putu Sujana I Wayan Cipta, I Wayan I Wayan Seputra Kuspianto I Wayan Suanda Ida Bagus Swaputra Irma Rubianti jamila mustabi Kadek Ayu Ekasani Kadek Intan Rusmayanthi Kuspianto, I Wayan Seputra Leni Marlina Listihani, Listihani Ni Gst. Ag. Gde Eka Martiningsih Ni Putu Eka Pratiwi Ni Putu Pandawani Ni Putu Sukanteri Ni Wayan Ekayanti Nik, Nikolas Nyoman Utari Vipriyanti Olahairullah, Olahairullah Pandango, Semi Pande Komang Suparyana Partama, I GD Yudha Patra, I Nyoman Prabawa, Panca Dwi Putra, I Nyoman Gde Maha Putu Ayu Adi Atseriyani Diahantari Putu Edi Yastika Putu Edi Yastika Putu Eka Pasmidi Ariati Putu Fajar Kartika Lestari Putu Lasmi Yulianthi Sapanca Putu Lasmi Yulianti Sapanca Putu Lasmi Yuliyanthi Sapanca Putu Lasmi Yuliyanthi Sapanca, Putu Lasmi Yuliyanthi PUTU SEKARWANGI SARASWATI Putu Suwardike Rasyid Ridha Rasyid Ridha Rikardus Tinja Sapanca, Putu Lasmi Yulianthi Sapanca, Putu Yulianthi SATRIYAS ILYAS Semadi, Gusti Ngurah Yoga Semi Pandango Sri Jumiyati Sudirman Daeng Massiri Syukur Umar Tauladan, Anan Wardana, Miko Andi Wayan Maba Wedayani, Ni Made Wijaya, I Made Wiratama, I Gusti Ngurah Made Wiswasta, I Gusti Ngurah Alit Yakobus Pffeferius Edvend Saba Agu Yastika, Putu Edi Zofar Agluis Banunaek