Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI PENGEMBANGAN WISATA AIR DI WADUK JATIBARANG, SEMARANG BERBASIS NILAI EKONOMI Prayuda, Adam Bergas; Purwanti, Frida; Wijayanto, Dian
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 2 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.53 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan wisata air di waduk Jatibarang dengan menghitung nilai ekonomi Objek Wisata Waduk menggunakan Travel Cost Method (TCM), Willingnes to Pay (WTP), Net Benefit dan R/C Ratio. Penelitian ini juga melihat persepsi responden tentang potensi tersebut. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 100 orang dan 6 orang pelaku usaha di lokasi wisata. Teknik pengambilan data menggunakan teknik Convenience Sampling. Hasil penelitian menunjukkan kondisi fisik Objek Wisata Waduk Jatibarang dalam kategori baik sedangkan aksesibilitas dan fasilitas dalam kategori kurang baik. Pengembangan Objek Wisata Waduk Jatibarang lebih mengacu pada peningkatan kepuasan dan kenyamanan, keindahan alam tetap dijaga dan opsi penambahan wisata. Wahana wisata yang ada di objek wisata yaitu speed boat dan perahu motor. Opsi penambahan wahana wisata terdiri dari becak air, perahu dayung, wisata kuda, mandi bola, banana boat dan wake board.  Pengembangan wisata waduk dengan penambahan wahana wisata yang sesuai dengan estimasi pengguna tertinggi adalah becak air, dengan nilai Willingnes to Pay (WTP) adalah Rp. 10.000,00 dan nilai Net Benefit sebesar Rp. 115.829.100,00. Nilai ekonomi objek Wisata Waduk Jatibarang Semarang dengan menggunakan Travel Cost Method (TCM) sebesar Rp. 215.241.445,00/ tahun. Nilai R/C Ratio waduk sebesar 0,066. Kata kunci : Waduk Jatibarang; Wisata Air; Travel Cost Method (TCM); Willingnes to Pay                    (WTP); Net Benefit; R/C Ratio ABSTRACTThe research aim to know the potency of  water tourism development by calculating economic value in the Jatibarang Reservoir using Travel Cost Method (TCM), Willingnes to Pay (WTP), Net Benefit and R/C Ratio as well as  to know respondent perception on this potency of reservoir tourism development. Respondent of  the research were 100 people and  6 businesses men. Data collected using convenience sampling technique. The research showed that physical condition of tourism attractions is good, whereas accesibility and facilities are not good. Attractions of the Jatibarang Reservoir development refers to increasing satisfaction and comfort, maintaining of nature  and option for adding tourist attraction. Rides tourist attractions are  speed boats and motorboats. Extra options of tourism attraction include water tricycles, paddle boats, horseback tours, bath balls, banana boat and wake board. The highest estimated option of tourism development is water tricycles, with willingnes  to  Pay  (WTP) value about  IDR.  10,000.00  and  Net  Benefit  value  about  IDR. 115,829,100.00. The economic value of the Jatibarang Reservoir Semarang by the Travel Cost Method (TCM) is IDR. 215,241,445.00 / year. Reservoir R/C Ratio value about 0.066Keywords : Jatibarang Reservoir; Water Based Tourism; Travel Cost Method (TCM); Willingnes to Pay (WTP); Net Benefit; R/C Ratio 
VALUASI EKONOMI MANFAAT LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG KAWASAN WADUK MALAHAYU, KABUPATEN BREBES Sofiana, Sofiana; Solichin, Anhar; Wijayanto, Dian
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 3, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.593 KB)

Abstract

ABSTRAK Waduk Malahayu merupakan waduk yang mempunyai peranan penting baik bagi warga masyarakat sekitar maupun bagi pemerintah Kabupaten Brebes. Hal ini dikarenakan warga masyrakat memanfaatkan Waduk Malahayu sebagai alat pemenuh kebutuhan mereka seperti kegiatan perikanan tangkap, kegiatan pariwisata, kegiatan penggunaan air bersih, kegiatan transportasi waduk dan kegiatan irigasi sawah. Oleh karena itu Waduk Malahayu menjadi waduk yang perlu dilestarikan keberadaannya untuk menjaga sumberdaya yang mempunyai nilai ekonomi tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Februari 2016 di Waduk Malahayu yang bertujuan untuk mengetahui secara ekonomi nilai manfaat langsung kawasan Waduk Malahayu dan secara ekonomi manfaat tidak langsung kawasan Waduk Malahayu. Metode yang digunakan yaitu metode penilaian harga pasar untuk sektor perikanan tangkap, metode biaya perjalanan untuk sektor pariwisata, metode Effect on Production Approach(EOP) untuk sektor air bersih dan metode Contingent Valuation Method(CVM) untuk sektor irigasi. Metode penentuan responden menggunakan teknik purposive sampling untuk perikanan tangkap, convenience sampling untuk pariwisata, cluster sampling untuk air bersih, sensus dan convenience sampling untuk transportasi serta purposive sampling untuk irigasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai ekonomi manfaat langsung sektor perikanan tangkap yaitu sebesar Rp. 1.369.180.000/tahun, sektor pariwisata yaitu Rp. 3.542.398.400/tahun, sektor air bersih sebesar Rp. 210.360.000/tahun dan sektor transportasi sebesar Rp. 375.407.002/tahun. total nilai ekonomi manfaat langsung yaitu Rp. 5.497.345.402/tahun. Nilai ekonomi manfaat tidak langsung yaitu dari sektor irigasi mempunyai Nilai ekonomi sebesar Rp. 1.101.500.000/tahun. Kata Kunci : Valuasi Ekonomi; Manfaat Langsung; Manfaat Tidak Langsung; Waduk  ABSTRACT Malahayu reservoir is a reservoir that has an important role both for the citizens and the government around Brebes. This is because citizens of the community utilizing Malahayu Reservoir as a means of fulfilling their needs as the activities of fisheries, tourism, fresh water, transportation reservoirs and irrigated rice fields plantation. Therefore Reservoir Malahayu into reservoirs that need to be preserved its existence to keep the resources which have economic values. The study was conducted in January-February 2016 in Reservoir Malahayu which aims to determine the economic values of the direct and indirect economic benefits of Malahayu Reservoir area. The method used are the market price valuation method for the fisheries sector, method of travel costs for the tourism sector, the method Effect on Production Approach (EOP) for the water sector and the methods of Contingent Valuation Method (CVM) for the irrigation sector. The method to determine the respondents used purposive sampling techniques for capture fisheries, convenience sampling for tourism, cluster sampling for clean water, census and convenience sampling for transporationt as well as purposive sampling for irrigation. The results showed the economic values of direct benefit fisheries sector is IDR 1,369,180,000 per year , the tourism sector is IDR 3,542,398,400/year, water sector amounting to IDR 210,360,000 per year and the transportation sector amounted to IDR 375,407,002 per year. The total values of the direct economic benefits of IDR 5,497, 345, 402 per year. The economic values of the indirect benefits of the irrigation sector that has economic values of IDR 1,101,500,000per year. Keywords: Economic Valuation, Benefits Direct, Indirect Benefits, Malahayu Reservoirs
NILAI EKONOMI HUTAN MANGROVE DI DESA MOJO KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG Purnamawati, Ayu Dwi; Saputra, Suradi Wijaya; Wijayanto, Dian
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.767 KB)

Abstract

Kerusakan hutan mangrove di Indonesia sebagian besar diakibatkan oleh perbuatan manusia, baik berupa konservasi kawasan mangrove menjadi sarana pemanfaatan lain seperti pemukiman, industri, rekreasi dan lain sebagainya. Lemahnya pemahaman mengenai nilai khas dari jasa ekologi, menyebabkan Hutan ini sering kurang dihargai dan cenderung dikonversi ke penggunaan lain. Sehingga perlu dilakukan penilaian (valuasi) terhadap keberadaan Hutan mangrove dan pengaruh lingkungan bagi masyarakat Desa Mojo. Penelitian bertujuan untuk mengetahui secara ekonomi nilai manfaat langsung, manfaat tidak langsung dan nilai  ekonomi total dari sumberdaya hutan mangrove di Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Metode yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang dibutuhkan berupa data primer yang dilakukan dengan cara wawancara melalui kuesioner dan data skunder yang diperoleh dari instansi-instansi terkait di Kabupaten Pemalang. Analisis data menggunakan pendekatan penilaian ekonomi menurut Ruitenbeek (1991). Nilai ekonomi manfaat langsung Hutan mangrove Desa Mojo, yang dimanfaatkan masyarakat setempat, meliputi: a) perikanan tangkap: pencari kepiting dan nelayan menggunakan perahu; dan b) perikanan budidaya: udang vaname, ikan bandeng dan kepiting soka. Diperoleh nilai ekonomi total manfaat langsung per tahun Rp200.364.004.000,00. Nilai ekonomi manfaat tidak langsung dari hutan mangrove Desa Mojo yang diestimasi melalui biaya pengganti, yaitu: a) sebagai penahan abrasi; b) pemecah gelombang; dan c) penyedia unsur hara diperoleh nilai total manfaat tidak langsung per tahun Rp18.953.232.310,00; dan nilai manfaat ekonomi total Hutan mangrove Desa Mojo yang diperoleh hanya dari sebagian jasa-jasa yang diambil dalam penelitian sebesar Rp219.410.973.910,00 per tahun dengan luas hutan mangrove 72 ha dan luas lahan tambak seluas 327 ha. Mangrove forest destruction in Indonesia is largely caused by human actions, either in the form of conservation of mangrove areas into other uses such as residential facilities, industry, recreation etc. Weak understanding of the typical value of ecological services, causing these forests are often undervalued and likely to be converted to another use. So that needs to be done appraisal (valuation) of the existence of mangrove forests and environmental effects for the community village of Mojo. The study aims to determine the economic value of direct benefits, indirect benefits and the total economic value of mangrove forest resources in the village of Mojo, District Ulujami, Pemalang. The method used is purposive sampling. Datas needed are  primary data by interview with questionnaire and secondary data obtained from related institutions in Pemalang. Data analysis using economic valuation approaches according Ruitenbeek (1991). The economic value of the direct benefits of Mojo village’s Mangrove, which utilized by local communities, including: a) fisheries: search crab and fishing boats; and b) aquaculture: vaname shrimp, fish and soft-shelled crabs. Retrieved total economic value of direct benefits annually is IDR 200.364.004.000,00. The value of indirect economic benefits of mangrove forests were estimated through the Mojo village replacement costs, namely: a) as a drag abrasion; b) breakwater; and c) providers of nutrient obtained total value of indirect benefits annually IDR 18.953.232.310,00; and the value of total economic benefits of Mojo village’s mangrove obtained only from the majority of services that are taken in the study amounted IDR 219.410.973.910,00 annually with an area of 72 ha of mangrove forest and land area of pond area 327 ha.
ANALISIS PENGARUH FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN DAN VOLUME PRODUKSI NELAYAN CANTRANG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) BRONDONG LAMONGAN JAWA TIMUR Sinaga, Renny Novianty; Wijayanto, Dian; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.839 KB)

Abstract

Penangkapan ikan merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang memanfaatkan faktor produksi (input) untuk menghasilkan sejumlah output. Setiap bidang usaha pada dasarnya ditujukan untuk mendapatkan hasil yang optimal dan para nelayan cantrang akan selalu berusaha untuk meningkatkan hasil tangkapan dengan tujuan untuk memperbesar pendapatan. Cantrang merupakan alat tangkap dominan yang digunakan nelayan di PPN Brondong. Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah untuk menganalisis faktor produksi yang paling mempengaruhi pendapatan dan volume produksi nelayan cantrang dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor produksi terhadap  pendapatan dan volume produksi nelayan cantrang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2013 di PPN Brondong Lamongan Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Model fungsi produksi  menggunakan analisis fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan dan volume produksi nelayan cantrang di PPN Brondong terdiri dari modal, ABK, kapal, mesin utama kapal dan mesin gardan. Uji statistik F menunjukkan bahwa secara serempak seluruh variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan dan volume produksi nelayan cantrang. Hasil uji Z menunjukkan bahwa variabel modal merupakan satu-satunya variabel independen yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan dan volume produksi nelayan cantrang. Fishing is the one of economy activity which utilize production factor (input) to make some output. Each sectors of bussines aims to get optimal result and denish seine fisherman will always try to increase the catch in order to increase revenue. Denish seine is dominant fishing gear which used by fisherman in Brondong fishing port. The purpose of this research were to analized the most influence production factor and  to analized an impact of production factors to revenue and production volume denish seine fisherman. These research was conducted at October-November 2013 in Brondong Fishing Port in Lamongan East Java. The method used in these research was descriptive method and used purposive sampling method. Model of production function used Cobb-Douglas production function to analyze the influence of the utilization of input variables to produce revenue and production volume of denish seine fisherman. The result of research showed that production factor which influence to revenue and production volume of denish seine fisherman in Brondong fishing port were capital, labor, vessel, main engine and axle engine.  F statistic test showed that simultaneously all of independent variables significanty influence to revenue and production volume denish seine fisherman. Z test result showed that capital variable was the only significant independent variable which affect to revenue and production volume of denish seine fisherman.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENANGKAPAN IKAN PADA ALAT TANGKAP POLE AND LINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) LABUHAN LOMBOK Wiratama, Andika; Wijayanto, Dian; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.941 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuhan Lombok adalah satu-satunya pelabuhan yang memiliki status pelabuhan sebagai PPP tipe C di Kabupaten Lombok Timur. Alat tangkap yang beroperasi diantaranya pancing ulur, pancing tonda dan pole and line (huhate). Terdapat dua perusahaan di PPP Labuhan Lombok yang melakukan kegiatan penangkapan menggunakan alat tangkap pole and line dengan ukuran kapal < 30 GT yang memiliki target tangkapan ikan cakalang. Penelitian dilakukan pada Bulan Desember 2016 yang bertujuan menganalisis aspek teknis penangkapan, aspek keuangan dan aspek finansial pada usaha perikanan tangkap pole and line. Analisis kelayakan usaha penangkapan pole and line  meliputi aspek pemasaran, aspek operasional dan aspek regulasi. Hasil perhitungan finansial pada kedua kapal yang beroperasi di PPP Labuhan Lombok, KM Cendana Wangi dengan nilai NPV Rp 207.289.467,00,- , IRR sebesar 26%, B/C ratio 1,08 dan PP selama 5,08 (5 tahun 8 hari) sedangkan pada KM Bintang Omega nilai NPV sebesar Rp 207.193.725,00,- , IRR sebesar 26%, B/C ratio 1,07 serta Payback Period selama 5,07 (5 tahun 7 hari). Faktor diskonto yang digunakan sebesar 9% berdasarkan bunga deposito yang berlaku ditempat penelitian. Berdasarkan perhitungan NPV, IRR, B/C dan PP usaha penangkapan ikan pole and line di PPP Labuhan Lombok layak untuk dijalankan dan dikembangkan dengan adanya pengelolaan yang profesional.
Tingkat Pendapatan Nelayan Rajungan Gill Net, Bubu, Arad Di Desa Betahwalang Kabupaten Demak Kecamatan Bonang Wicaksana, Ilyas Surya; Wijayanto, Dian; Ghofar, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Betahwalang adalah desa penghasil rajungan. Alat tangkap rajungan adalah gill net, bubu, serta arad. Rajungan merupakan salah satu komoditi perikanan bernilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan aspek teknis penangkapan rajungan, menganalisis perbandingan pendapatan gill net, bubu serta arad di Desa Betahwalang.Metode penelitian menggunakan metode deskriptif bersifat studi kasus dengan jumlah sampel 60 nelayan. Metode pengambilan sampel menggunakan snowball sampling.Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan. Hasil tangkapan rajungan rata rata pertahun oleh alat tangkap gill net 1747 kg, bubu 2942 kg, arad 2596 kg. Hasil analisis tingkat pendapatan usaha penangkapan rajungan alat tangkap gill net, bubu, serta arad di Desa Betahwalang, menujukankeuntungan rata-rata pada usaha penangkapan rajungan dengan alat tangkap gill net sebesar Rp. 36.066.028,- per tahun, bubu sebesar Rp. 42.478.064,- per tahun sedangkan arad sebesar Rp. 28.252.778,- per tahun.
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS KAPAL PURSE SEINE BERPENDINGIN FREEZER DAN ES DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) BAJOMULYO KECAMATAN JUWANA, KABUPATEN PATI Winarsita, Niken; Wijayanto, Dian; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.597 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo adalah salah satu Pelabuhan Perikanan yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kapal purse seine di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo menggunakan sistem pendingin freezer dan es, akan tetapi nelayan sekitar banyak yang beralih yang dulunya menggunakan sistem pendingin es menjadi pendingin freezer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara teknis antara kapal purse seine berpendingin freezer dengan es, mengetahui secara ekonomis antara kapal purse seine berpendingin freezer dengan es, dan mengetahui kualitas mutu ikan hasil tangkapan antara kapal purse seine berpendingin freezer dengan es. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dalam pengolahan data menggunakan analisa statistik (uji beda nyata)  uji-t. Hasil penelitian menujukkan kebutuhan BBM kapal berpendingin freezer 152833 liter/tahun sedangkan kapal berpendingin es 35800 liter/tahun. Pada variabel lama melaut kapal berpendngin freezer adalah 243 hari/tahun dan kapal berpendingin es 335 hari/tahun. Sedangkan variabel kualitas mutu ikan dengan uji organoleptik pada kapal purse seine berpendingin freezer memiliki selang kepercayaan sebesar 7,825 < µ <8,178 dan pada kapal purse seine berpendingin es memiliki selang kepercayaan sebesar 7,456 <µ< 7,809 dengan nilai µ= 7(SNI 01-2346.1-2006) sehingga kedua sample ikan hasil tangkapan kapal purse seine tersebut layak di konsumsi. Pada variabel pendapatan kapal berpendingin freezer sebesar Rp.5.168.996.000/tahun dan kapal berpendingin es sebesar Rp3.268.073.333/tahun. Bajomulyo Fishing Port is one of Fishing Port in Central Java. Purse Seiner base in Bajomulyo use cooling system frezzer and ice. Most of purse seiner fisherman in Bajomulyo change their ice cooling system to freezer. The purposes of this research is to analysis the technically between purse seiner which use freezer refrigeration system and ice cooling system, and to economical analysis between purse seiner use freezer refrigeration system and ice cooling system, and also to analysis the fish quality between purse seiner use freezer refrigeration system and ice cooling system. Descriptive method is used in this research. Data analysis used T-test. The results proved if purse seiner use freezer refrigeration system is better than purse seiner use ice cooling system. Purse seiner use freezer system needs fuel as152833 liters/year compare with ice cooling system needs fuel as 35800 liters/year. Fishing trip of purse seiner use freezer refrigeration system is 243 days/year compare with ice cooling system is 335 days/year. While the fish quality of purse seiner use freezer system have confidence interval of 7.825 <μ <8.178 compare with ice cooling system have confidence interval of 7.456 <μ <7.809 with the value of μ = 7 (SNI 01-2346.1- 2006). So both of the fish samples is feasible to human consumption. Fisherman income of purse seiner use frezzer refrigeration system is Rp.5.168.996.000/year and compare with ice cooling system is Rp3.268.073.333/year.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP JARING NYLON (GILL NET) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) TANJUNGSARI KABUPATEN PEMALANG Saputra, Pradipta Diaz Dwi; Wijayanto, Dian; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.931 KB)

Abstract

Kabupaten Pemalang memiliki 5 PPI yaitu Tanjungsari, Asem Doyong, Mojo, Ketapang dan Tasikrejo. Dari kelima PPI tersebut, PPI Tanjungsari merupakan PPI terbesar pertama di Kabupaten Pemalang. Mayoritas penduduk di Tanjungsari sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan yaitu sebesar 9.011 orang. Alat tangkap yang paling dominan digunakan oleh nelayan di PPI Tanjungsari adalah alat tangkap Jaring Nylon (Gillnet) dengan jumlah 330 unit. Jaring Nylon (Gillnet) dioperasikan dengan motor tempel dengan lama pengoperasian 4 hari per trip pada musim biasa, sedangkan pada musim puncak pengoperasiannya dilaksanakan 4-5 hari dan pada musim paceklik pengoperasiannya dilakukan 1 trip sekali setiap bulan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2016 di PPI Tanjungsari Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang, Propinsi Jawa Tengah. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang bersifat deskriptif, dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan penentuan jumlah sampel ini menggunakan rumus Suparmoko pengambilan sampel menurut Margono dengan jumlah responden 12 orang. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis finansial dan kelayakan usaha yaitu NPV, IRR, B/C ratio, dan Payback Periode (PP). Dari analisis finansial yang dikaji untuk usaha perikanan tangkap jaring nylon (Gillnet) di PPI Tanjungsari diperoleh hasil sebagai berikut NPV dengan nilai Rp. 200.144.500,-, IRR 45% dengan nilai B/C 1,15 dan nilai PP 4,07. Dari penelitian ini kesimpulan yang diperoleh adalah usaha perikanan tangkap jaring nylon (Gillnet) di PPI Tanjungsari Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang, dikatakan layak dan menguntungkan
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN CUMI-CUMI (Loligo sp) DI PESISIR KABUPATEN KENDAL Theresia, Stephanie Martha; Pramonowibowo, Pramonowibowo; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.103 KB)

Abstract

Perairan Kabupaten Kendal merupakan salah satu wilayah penyebaran Cumi-cumi yang cukup potensial di perairan utara Jawa Tengah, dengan produksi sebanyak 50.454 kg pada tahun 2011. Kelestarian sumberdaya ikan akan terancam jika upaya pemanfaatan yang terus meningkat, jika tidak diupayakan langkah pengendalian. Tujuan dari penelitian ini adalah penganalisisan aspek biologi dan ekonomi sumberdaya Cumi-cumi di Pesisir Kabupaten Kendal yang meliputi produksi Cumi-cumi per usaha penangkapan Catch per Unit Effort (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY), dan Open Access Equilibrium (OAE). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2012. Materi penelitian ini adalah unit usaha perikanan tangkap yang hasil tangkapannya adalah Cumi-cumi di TPI Tawang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jumlah sampel 13 nelayan. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Metode analisa data yang digunakan adalah metode time series dan metode bioekonomi model Gordon-Schaefer untuk menghitung MSY, MEY, dan OAE.Hasil penelitian dapat ditunjukan dari nilai rata-rata CPUE sumberdaya Cumi-cumi pada tahun 2007-2011 di PPP Tawang Kabupaten Kendal adalah 166 kg/alat tangkap. Produksi optimal (Copt) pada MSY sebesar 60.706 kg/tahun dengan effort optimum (Eopt) 182 alat tangkap/tahun. Produksi optimal (Copt) pada MEY sebesar 58.146 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 145 alat tangkap/tahun. Produksi optimal (Copt) pada OAE sebesar 39.623 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 289 alat tangkap/tahun.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN JARING ARAD (BABY TRAWL) DI PANGKALAN TAMBAK LOROK KOTA SEMARANG Wibowo, Sri Gunawan Mulyo; Wijayanto, Dian; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.349 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sumber daya laut yang melimpah, sehingga banyak masyarakatnya yang memanfaatkan wilayah pesisir sebagai mata pencaharian utama. Namun, dengan kondisi sumber daya laut yang melimpah di kawasan pesisir nyatanya belum mampu mensejahterakan masyarakatnya. Menurut data BPS (2011) jumlah nelayan terbesar berada di Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara dengan jumlah 2.345 nelayan. 600 diantaranya menggunakan jaring arad. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha yang dijalankan oleh nelayan jaring arad di tambak lorok kota semarang. Cara pengambilan sampel dengan simple random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis ekonomi dan analisis finansial. Hasil penelitian dari analisis ekonomi untuk usaha perikanan Jaring Arad diperoleh biaya total Rp 104.517.060, dengan pendapatan Rp 128.475.000, dan keuntungan sebesar Rp 23.967.940 per tahun, Dari analisis keuntungan didapatkan hasil R/C untuk jaring arad 1,23 , NPV 112.697.368, PP 2,007. Sehingga dapat disimpulkan usaha perikanan jaring arad dengan hasil tangkapan ikan teri dan cumi di tambak lorok kota Semarang dinyatakan layak untuk dijalankan. Indonesia is an archipelago with abundant marine resources, theres many people who use the coastal areas as the main livelihood. However, the condition of marine resources in coastal areas in fact not capable of prospering society. According to BPS data (2011) the largest number of fishermen located in the Tanjung Mas Village, North Semarang with the number 2.345 fishermen. 600 of them using baby trawl. The aim of this study was to determine the feasibility of a business carried on by baby trawl in the Tambak Lorok Semarang. This research used simple random sampling. The research method use financial analysis. The results of the economic analysis of baby trawl obtained a total cost of Rp 104.517.060, with an income of Rp 128.475.000, and net profit at 23.967.940 million per year, From the analysis of the advantages obtained result R/C for baby trawl is 1,23, NPV 112.697.368 PP 2,007. so it can be concluded baby trawl fisheries with catches of anchovy and squid in  Tambak Lorok Semarang City declared eligible to run.
Co-Authors - Asriyanto - Badiuzzaman - Ismail - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Ghofar Abdul Kohar Mudzakir Abdul Rosyid Adlina, Karisma Safira Afifatul Isroliyah agung Suryanto Agus Indarjo Agustina Salashita Auralia Aidina, Vaninda Alfiana, Richmalia Ali Akbar Zulfi Alviani, Nadya Nurita Amalia, Ayu Rizki Amiek Soemarmi Amir, Mohammad Faisal Andi Prasetiawan, Andi Anggoro, Agung Doni Anhar Solichin Anhar Solihin Arianto, Irvan Anggik Aripuspita, Listiya Aristi Dian PF Aristi Dian Purnama Fitri Arumtyas, Aulia Enggar Ayu Dwi Purnamawati, Ayu Dwi Ayu, Puspita Azis Nur Bambang Aziz Nur Bambang Bagus Hario Setiadji Bambang Argo Wibowo Besono, Herry Bogi Budi Jayanto Budhi Setiawati, Budhi Churun Ain D. Poerwono Danielta, Danielta Dersi Herka Mayu Dersi Herka Mayu Desyandri Desyandri Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi Dian Minggus Nuriasih Dian Purnama Fitri, Aristi Dinar Isyana Syah Rani Djoko Suprapto Endang Purbowati Erlyn Indarti F.X. Sugianto Faik Kurohman Fakhrudin, Abdul Ghani Ferry Sandria Fifiana Wisnaeni Firdaus, Andi Fitrianing, Michelia Frida Purwanti Fronthea Swastawati Gawang Pandu Herdijaya Gianova Andika Putri, Gianova Andika Habibie Ramadhan, Habibie Hamdan Nasir Handaka Ari Pamungkas Herna Octivia Damayanti Herry Boesono Herry Boesono Heru Prastawa Hilda Fadhila, Hilda Ika Istikasari, Ika Imam Triarso Indah Saraswati Indah Susilowati Indradi Setiyanto Irsyad, Hadiman Ismail Indradi Juniko, Nidia Khairushubhi, Adib Komalasari, Lisa Kurnia, Dita Juni Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kusuma Dewi Ratnasari, Intan Kusuma, Alief Putri Laily Fitriani Lestari Lakhsmi Widowati Lidya Dewintha Laksmi Lusy Maulia Juliani Malinda, Delza Maretha Tristi Hapsari Meidiana Dwidiyanti Meliza Rahmawati Meri Handayani, Meri Merry Kadhita Miftahurrahmi, Miftahurrahmi Muchtar muchtar Muhamad Azhar Muhamad Farikin, Muhamad Muhammad Nurul Huda Muhammad Nurul Huda Muhammad Rizqi Hasani Naya, Dewa Alit Baradwaja Niken Winarsita, Niken Noufal, Akbar Fauzi Nugroho, Rohmat Pereira, Aquilio Pramonowibowo Pramonowibowo Pramudya, Ega Anatya Furi Pratama, Desfagri Putra Prayuda, Adam Bergas priyandaru, Bayu rinto Pujianto S.Pi. Pujiyono Pujiyono Purwanto Purwanto R. Rizal Isnanto Renny Novianty Sinaga Ricky Yanuartoro Ristiawan Nugroho Rizkha Ayudya Yuliasari Rostana Budiman Sahala Hutabarat Sandro, Yosua Saputra, Pradipta Diaz Dwi sardi, risky masythoh Sardiyatmo Sardiyatmo Sari, Rullyta Puspita Sarjito - Sembiring, Wirani Setyaningsih, Hana Ayu Setyanto, Indradi Setyawan, Hendrik Anggi Setyowati, Ro'fah Sheila Almaida, Sheila Siti Rudiyanti Sofiana Sofiana, Sofiana Soryaningsih, Fajar Sri Gunawan Mulyo Wibowo, Sri Gunawan Mulyo Stephanie Martha Theresia Suradi Wijaya Saputra Suryanti Susi Watina Simanjuntak Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Tama, Trijana Adi Taufik Yulianto Taufik Yulianto Tegar Perkasa, Tegar Teguh Lestariono Titi Rahayu Trisnani Dwi Hapsari Tryasmara, Haryas Sangkali Vira Andira, Nabila Caesandra Vivera Avrodita Chandra Sari, Vivera Avrodita Chandra Wahyuningsih, Sari Aprilia Wicaksana, Ilyas Surya Wiedha Maharmingnastiti, Wiedha Windah Delima Lestari Siagian, Windah Delima Lestari Wiratama, Andika Wulandari, Peni Zulfikri, Dzaki Naufal Mardlotillaah