Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA NELAYAN MINI PURSE SEINE DENGAN FISHING BASEDI PPP TASIK AGUNG KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH Kadhita, Merry; Ismail, -; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.858 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan nelayan juragan dan ABK mini purse seine di PPP Tasik Agung Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam yang dilengkapi daftar kuisioner dan juga observasi langsung di lapangan. Teknik analisis data menggunakan 12 indikator kemiskinan gabungan yang terdiri dari indikator kemiskinan menurut Badan Pusat Statistik Pusat (2007), Badan Pusat Statistik Pusat 2006), indikator kemiskinan menurut Pridaningsih (2011), indikator kemiskinan menurut Safitri (2011), serta konsep Nilai Tukar Nelayan (NTN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan nelayan yang dianalisis menggunakan 12 indikator kemiskinan gabungan menunjukkan bahwa nelayan termasuk ke dalam kriteria tidak miskin atau tergolong sejahtera. Sedangkan hasil analisis tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan NTN juragan sebesar 1,67 (NTN > 1) dan NTN ABK sebesar 1,44  (NTN >1) yang menunjukkan bahwa nelayan juragan dan ABK termasuk dalam kriteria tidak miskin/sejahtera. Hasil uji z,nilai z hitung = 0,445 < 1.985= z tabel, dan sig = 0,657 >5% menunjukkan bahwa  tidak ada perbedaan metode antara NTN dengan Indikator Kemiskinan Gabungan yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan nelayan secara signifikan. The purpose of this research was to analyze prosperity level of Employer and Crew Mini Purse Seine Fisheries in Tasik Agung Fishing Port of Rembang Regency Central Java. The method used is descriptive method by survey. The sampling technique used purposive sampling method. Data was collected by depth interview method that include a list of questionnaires and direct observation in the field. The collection data was carried out by combination of 12 poverty indicators, consisted of poverty indicator according to The Statistical Corporation (2007), The Statistical Corporation (2006), modification poverty indicator according to Pridaningsih (2011), modification poverty indicator according Safitri (2011), and a Fishery Term of Trade Index (NTN) concept. The result of the analysis using combination of 12 poverty indicators have shown that those fisherman were not poor or prosperous. Meanwhile, the analysis employer’ NTN = 1,67 (NTN > 1) and crew’ NTN = 1,44(NTN > 1) that mean both of them were not poor or prosperous. Test results z, the value of z = 0.445 <1.985 = z table, and sig = 0.657> 5% indicates that there is no difference between the method NTN Combined with Poverty Indicators affecting significantly the welfare of fishermen.
ANALISIS KINERJA PENGELOLA PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEKALONGAN, JAWA TENGAH Nasir, Hamdan; Rosyid, Abdul; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.754 KB)

Abstract

Performance is basically the result obtained by a person or agency in performing a particular job. The purpose of this research were identified the performance management, evaluated the performance, and analyzed the performance level Pekalongan Fishing Port. Descriptive method was used in this study. Purposive sampling was used for sampling method. Object of this research was management of Pekalongan Fishing Port and customers satisfaction. Data analysis methods used were test validity, test reliability, Customer Satisfaction Index, Importance and Performance Analysis and gap analysis. The test results show the validity declared invalid, because r value bigger than r table is 0.444 for 20 employees. While the customer is 0.229 for 74 customers. Attributes of reliability test results for 0.632 and 0.832 employees, while the attributes of reliability test of 0.413 and 0.492 customers. From the research results of the identification of performance management are implementation of fishing harbors operational service of fisheries, fish resources management activities, implementation of the system of quality assurance and safety of fishery products. The results of performance evaluation in 2011 classified optimal, because get 74 of the results optimum conditions, 100. While the results for employee satisfaction index was 77 % and 80.4 % for customers.
MANAJEMEN KOLABORATIF UNTUK INTRODUKSI PENGELOLAAN RAJUNGAN YANG BERKELANJUTAN DI DESA BETAHWALANG, DEMAK Abidin, Zaenal; Bambang, Azis Nur; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.903 KB)

Abstract

Desa Betahwalang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah merupakan wilayah yang memiliki potensi perikanan tangkap. Rajungan merupakan komoditas tangkapan paling tinggi di perairan pantai tersebut. Aktivitas penangkapan yang tidak terkendali dan terus menerus dapat menyebabkan over fishing dan berakibat menurunnya ketersediaan rajungan di perairan Betahwalang. Kegiatan pengelolaan rajungan yang berkelanjutan akan menjaga kelestarian dan ketersediaan rajungan pada masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan yang sedang berjalan kemudian merumuskan manajemen kolaboratif yang baru untuk pengelolaan yang berkelanjutan. Berdasarkan observasi yang dilakukan terdapat banyak kegiatan penangkapan rajungan yang belum terstruktur, sehingga perlu pelaksanaan program baru yang bersifat konservasi seperti pembenihan, pembangunan area perlindungan, pembatasan minimum ukuran rajungan yang tertangkap, serta pengawasan yang berkala terhadap peraturan yang telah dibuat. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dan metode pemberian skor terhadap jawaban responden dengan skala Guttman. Berdasarkan skala guttman diperoleh hasil rata-rata skor 20 dari 50 responden sehingga presentase skor adalah 40% yang dikategorikan dalam kriteria kurang efektif. Kurang efektifnya peraturan yang telah dibuat adalah karena kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat Betahwalang dan masih lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan. Betahwalang Village, Demak, Central Java, is a territory that has the potential fisherie.  Swimming crab  is the highest catch commodity in these coastal sea. Uncontrolled and continuously fishing activity cause over fishing and decreasing the availability of crabs in Betahwalang sea. Sustainable crab management activities will preserve the availability of small crab on the future. The purpose of this study was to determine the management system then to formulate a new collaborative management for sustainable management. Based on observations, there are many unstructured small crab fishing activities. Therefore, the implementation of new conservative programs are needed, such as seeding, construction of protection area, restrictions on the minimum size of crabs caught and periodic monitoring of the rules that have been made. Used in this study is discriptive method and to scoring respondent’s answers is using Guttman scale method. Based on Guttman scale, the average yield score is 20 out of 50 respondents so that the precentage score is 40% which is categorized in less effective criteria. The effective regulation due the lack of socialization to Betahwalang society and the weakness of the regulatory implementation.
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN BUBU DESA BETAHWALANG DENGAN POLA WAKTU PENANGKAPAN BERBEDA Almaida, Sheila; Wijayanto, Dian; Ghofar, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.87 KB)

Abstract

Desa Betahwalang adalah salah satu desa di Kabupaten Demak yang merupakan desa penghasil rajungan. Alat tangkap yang paling banyak digunakan untuk menangkap rajungan adalah bubu lipat. Rajungan merupakan salah satu komoditi perikanan bernilai ekonomis tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk tetap melestarikan sumberdaya rajungan adalah dengan memberi kebijakan pembatasan waktu penangkapan rajungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aspek teknis perikanan rajungan dengan alat tangkap bubu; menganalisis produksi, biaya, pendapatan dan keuntungan nelayan bubu di Desa Betahwalang; dan mengestimasi dampak pola waktu penangkapan yang berbeda terhadap produksi, biaya, pendapatan dan keuntungan nelayan bubu di Desa Betahwalang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan uji t (paired sample t test) dengan asumsi uji normalitas dan uji homogenitas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai residual data produksi, biaya, pendapatan dan keuntungan memiliki varians yang sama dan terdistribusi normal (uji normalitas dan uji homogenitas). Pola waktu penangkapan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 bulan (313 trip), 11 bulan (287 trip), 10 bulan (261 trip) dan 9 bulan (234 trip). Estimasi perhitungan terhadap produksi, biaya dan pendapatan nelayan bubu di Desa Betahwalang diperoleh nilai tertinggi pada 12 bulan penangkapan, akan tetapi keuntungan maksimal yang diperoleh nelayan bubu di Desa Betahwalang terdapat pada 10 bulan penangkapan. Betahwalang is one of village in Demak where produces blue swimming crab. Fishing gear which mostly used to catch blue swimming crab is trap. Blue swimming crab is one of the economical fishery commodity. Government could conserve blue swimming crab resources by giving time restriction policy to catch blue swimming crab. The purpose of this study is to understand technical aspect of blue swimming crab fishery by using trap; to analyze production, cost, revenue and profit of Betahwalang trap fisherman; to analyze the impact of time catching restriction to production, cost, revenue and profit of Betahwalang trap fisherman. The method used in this study are descriptive qualitative and quantitative methods. The analysis method used is financial analysis with t test (paired sample t test) with assumption normality test and homogeneity test. Time capture model which used in this study is 12 months (313 trips), 11 months (287 trips), 10 months (261 trips) and 9 months (234 trips). Counting estimation of production, cost and revenue of Betahwalang trap fishermen shows the highest score on 12 months catching, while maximum profit which Betahwalang trap fishermen can gain is on 10 months catching.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA GALANGAN KAPAL DI KABUPATEN BATANG Putri, Gianova Andika; Wijayanto, Dian; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 2: April, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.21 KB)

Abstract

Aktifitas penangkapan ikan dalam prosesnya membutuhkan sarana prasana untuk mendukung kegiatan penangkapan tersebut. Salah satu sarananya adalah kapal perikanan sebagai sarana apung. Kegiatan penangkapan akan memberikan pengaruh terhadap permintaan kapal perikanan. Pemintaan akan kapal perikanan akan mempengaruhi galangan kapal sebagai tempat pembuatan kapal. Semakin besar kegiatan penangkapan ikan maka semakin besar kebutuhan akan kapal perikanan, sehingga permintaan akan kapal perikanan di galangan kapal semakin besar. Batang mempunyai potensi akan produsen kapal perikanan yang produknya sudah diakui kualitasnya karena kapal hasil dari galangan Batang memiliki stabilitas yang baik dibanding dengan galangan yang lainya. sehingga keberlanjutan dari usaha galangan ini perlu ditinjau mengenai kelayakan usahanya, usaha ini apakah layak dilanjutkan atau tidak layak dilanjutkan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus dan menggunakan analisis regresi untuk mengetahui nilai dari indikator-indikator kelayakan usahanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai NPV, IRR,B/C Ratio, dan PP galangan kapal di Batang berturut-turut sebesar Rp 20.536.249.000,00, 51 %, 1,15, dan 3 tahun. Hasil-hasil tersebut melebihi dari batas kelayakan usaha, sehingga hasil tersebut menunjukkan bahwa  usaha galangan kapal di Batang layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan. Fish captured in the process requires the infrastructure to support the arrest. One of them is fishing vessels as a means of float infrastructure. Fishing activities have an impact on demand for fishing vessel. Demand will affect the fishing vessel the shipyard as a shipbuilding. The larger the fishing activities, the greater the need for fishing vessels, so that the demand for  fishing vessel  in the larger shipyards. Batang regency  has the potential to be a manufacturer a high quality of  fishing vessels. Batang  has good stability compared with the other shipyard. so that the sustainability of this shipyard businesses need to be reviewed on the feasibility of their business, this business is worth continuing or not worth continuing. The method used  descriptive with case study method and regression analysis to determine the value of the indicators feasibility of their business. The result showed that NPV, IRR, B / C ratio, and PP of shipyard in Batang regency IDR  20,536,249,000; 51%, 1.15, and 3 years. These results exceed the limit of feasibility, so these results indicate that the venture shipyard in Batang deserves to be continued and developed.
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP TRAMMEL NET DENGAN FISHING BASE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MORODEMA Sembiring, Wirani; Fitri, Aristi Dian Purnama; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.595 KB)

Abstract

Jumlah trammel net di PPP Morodemak yaitu sebanyak 214 unit. Hasil tangkapan nelayan trammel net semakin menurun hal ini disebabkan bertambah banyaknya jumlah arad pada tahun 2012 sampai 2014. Harga hasil tangkapannya terbilang tinggi rata-rata Rp.65.000 per kg. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek teknis meliputi desain dan kontruksi alat tangkap, sarana apung (perahu), metode pengoperasian dan menganalisis aspek finansial meliputi NPV (Net Present Value), B/C (Benefit Cost Ratio), IRR (Internal Rate of Return), PP (Payback Period) usaha perikanan tangkap trammel net di PPP Morodemak. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah snowball sampling. Analisis finansial yaitu NPV, IRR, B/C ratio, dan PP. Dari hasil penelitian ini diperoleh trammel net di PPP Morodemak mempunyai panjang jaring 30 m dan tinggi 1,5 m, mesh size of inner net yaitu 4,5 cm, outter net yaitu 16,5 cm, dan panjang tali ris 30 m. Metode pengoperasiannya yaitu waktu setting 30 menit, immersing 25-35 menit, dan hauling 30-60 menit. Perahu yang digunakan berukuran rata-rata panjang 6,5 m, lebar 2,5 m dan tinggi 1 m. Dari analisis finansial diperoleh nilai rata-rata NPV usaha perikanan tangkap trammel net adalah Rp. 70.935.504, IRR 68 %, B/C Ratio 1,18, dan payback period adalah 2,43 tahun. Dapat disimpulkan usaha perikanan tangkap trammel net di PPP Morodemak layak dan menguntungkan
ANALISIS KELAYAKAN USAHA ASPEK FINANSIAL PENANGKAPAN MINI PURSE SEINE DENGAN UKURAN JARING YANG BERBEDA DI PPI UJUNGBATU KABUPATEN JEPARA S.Pi., Pujianto; Boesono, Herry; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.05 KB)

Abstract

Mini purse seine is a productive fishing gear in catching pelagic fishes. Potencial resources utilization could be increased by adding the size length and width of the nets. Therefore it needed to be analyzed the feasibility rate of those mini purse seines. The purposes of this research were to analyze study feasibility aspect (PP, R/C ratio, NPV, and IRR) of mini purse seine with nets different size in PPI Ujungbatu Jepara Regency and to analyze nets different size impact against NPV, R/C ratio and IRR of mini purse seines in PPI Ujungbatu Jepara Regency. The method used in this research was descriptive method by case study and data was collected through direct observation, interviewed, and literature study. The results of feasibility aspect obtained that marine fisheries business using mini purse seine with length 450 m (width 90 m) the average values of PP, R/C ratio, NPV, and IRR were 2,22 years, 1,17, Rp.454.423.108,64, and 38,56%. Mean while in marine fishing business using mini purse seine with length of the nets 360 m (width 75 m) The analysis results of feasibility aspect obtained that the average values of PP, R/C ratio, NPV, and IRR were 2,25 years, 1,16, Rp.394.713.135,15, and 38,33%. From those analysis concluded that fishing business using mini purse seine with different size of nets in PPI Ujungbatu Jepara Regency are feasible.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP PANCING ULUR (HAND LINE) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) JAYANTI KABUPATEN CIANJUR Budiman, Rostana; Wijayanto, Dian; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.252 KB)

Abstract

Usaha penangkapan ikan merupakan kegiatan ekonomi yang dipengaruhi oleh faktor produksi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Faktor produksi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah modal dan biaya pengeluaran. Pancing ulur adalah alat tangkap yang memberikan kontribusi cukup besar dalam perekonomian perikanan di PPI Jayanti. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui tingkat pendapatan usaha alat tangkap pancing ulur, menghitung modal investasi, biaya pengeluaran dan keuntungan, menganalisis aspek finansial usaha alat tangkap pancing ulur di PPI Jayanti, dan membandingkan tingkat keuntungan nelayan pancing ulur dengan UMR yang berlaku di Kabupaten Cianjur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013 di PPI Jayanti Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan metode pengambilan sampel snowball sampling. Metodel analisis data menggunakan analisis kelayakan usaha dengan menggunakan beberapa indikator diantaranya NPV, B/C Ratio, IRR, dan payback period. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan usaha penangkapan menggunakan pancing ulur sebesar Rp 42.789.598,33 per tahun dan menunjukkan bahwa usaha alat tangkap tersebut layak untuk dijalankan, karena nilai NPV usaha tersebut bernilai positif dengan didapatkan nilai NPV Rp 14.441.280,91 - Rp 32.602.847,23 (rata-rata Rp. 22.825.280,86); IRR 35,42% - 64,83% (rata-rata 48,23%); payback period 3,40– 6,18 tahun (rata-rata 4,61 tahun); dan B/C Ratio 1,14– 1,29 (rata-rata 1,19). Commercial fishing is an economical activity that is influenced by several factors of production in order a profit. In this study, the factors of production are the capital and expenses. Hand line is a fishing gear used in commercial fishing and it gives a considerable contribution in the fisheries economy in Jayanti Fish Landing Place. This study aims to determine the level of revenue, to calculate the income, to calculate the expense, and to analyze the financial aspects of commercial fishing in Jayanti Fish Landing Place, and to compare between the fisherman’s profit with minimal wage of Cianjur Regency. This study was conducted in December 2013 in the Jayanti Fish Landing Place in Cianjur Regency, West Java. Researchers used descriptive qualitative and quantitative method to analyze a data snowball sampling and used to gather a data from respondents. In data analysis, researchers used some indicators, including NPV, B/C Ratio, IRR, and payback periods. The result of this study showed the average income of hand line commercial fishing was IDR 42,789,598.33/ year and showed that commercial fishing by hand line fishing gear were feasible because the NPV was positive, it was IDR 14,441,280.91 - IDR 32,602,847.23 (the average:IDR 22,825,280.86); IRR 35.42% - 64.83% (the average: 48.23%); payback periods 3.40 – 6.18 years (the average: 4.61 years); and B/C Ratio 1.14 – 1.29 (the average: 1.19).
ANALISIS POTENSI TANGKAP SUMBERDAYA RAJUNGAN (BLUE SWIMMING CRAB) DI PERAIRAN DEMAK Badiuzzaman, -; Wijayanto, Dian; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.888 KB)

Abstract

Pengelolaan perikanan merupakan hal yang berperan penting dalam kelestarian sumberdaya perikanan. Potensi tangkap didefinisikan sebagai besaran nilai yang dapat diupayakan dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan tangkap. Sumberdaya Rajungan sebagai salah satu komoditas penting perikanan tangkap banyak dieksploitasi berlebih, salah satunya di Perairan Demak. Desa Betahwalang Kabupaten Demak, Jawa Tengah menjadi salah satu pusat pendaratan perikanan Rajungan dari berbagai wilayah, termasuk dari perairan Jepara, Semarang dan Kendal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi biomassa, kepadatan stok, MSY dan rekomendasi kebijakan pengelolaan perikanan Rajungan di Perairan Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode swept area. Hasil penelitian diketahui Rajungan ditangkap menggunakan alat tangkap arad. Berdasarkan hasil perumusan diperoleh estimasi biomassa sumberdaya Rajungan di perairan Demak dengan luasan 189,46 km2 adalah sebesar 9,64 ton. Kepadatan stok Rajungan pada lokasi sampling adalah 0,0418 ton/km2. Maximum Sustainable Yield (MSY) sumberdaya Rajungan sebesar 8,47 kg per tahun. Hasil tersebut menunjukan potensi sumberdaya Rajungan yang semakin kritis karena nilai Produksi pertahun melebihi nilai MSY. Untuk itulah perlu adanya pengelolaan yang berkelanjutan berupa pembatasan penggunaan alat tangkap, pembatasan ukuran rajungan yang ditangkap, kontrol terhadap musim penangkapan, kontrol terhadap daerah penangkapan, pengaturan terhadap penggunaan alat tangkap, perbaikan sumberdaya Rajungan, penentuan jenis dan kondisi Rajungan tertangkap dan penyadaran terhadap masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian Rajungan. Fisheries management is an important role in maintaining of fisheries resources sustainability. Potential stock is defined as a value of stock that could be explored by fishing operation. Blue swimming crab resources have been exploiting excessively, Betahwalang can be an example of the matter. Betahwalang waters located in Demak , Central Java. The village became one of the center of the crab fishery landings of various regions include Betahwalang, Jepara, Semarang and Kendal waters. The purpose of this study is to estimate the biomass, stock density, MSY and recommendation crab fishery management policy in Demak waters. The method which used in this research descriptive method. To obtain sample, we used the swept area method. Results of a study using a small crab catches gear Arad. Based on the results obtained biomass estimates formulation crab resources in the waters area of 189.46 km2 was 9,64 tons. Then, the crab stocks are 0.0418 ton/km 2 in the sampling location density. The Maximum Sustainable Yield (MSY) of crab resource is 8.47 per year. These results show the potential of the crab resource is increasingly critical. That is why the need for sustainable management in the form of restrictions on the use of fishing gear, restrictions on the size of the crab is caught, the control of the fishing season, control of fishing areas, regulation of the use of fishing gear, crab resource improvement, determination of the type and condition of crab caught and awareness of the public about the importance of preserving the crab.
PERBEDAAN TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN DAN TINGKAT KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP PAYANG DAN CANTRANG DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TAWANG KABUPATEN KENDAL Lestariono, Teguh; Rosyid, Abdul; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.983 KB)

Abstract

Kabupaten Kendal memiliki Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang yang terletak di Desa Gempolsari kecamatan Rowosari. PPP Tawang tersebut membawahi 4 TPI, yaitu TPI Tawang, TPI Sendang Sikucing, TPI Tanggul Malang dan TPI Bandengan. TPI Tawang merupakan TPI terbesar yang ada di kabupaten Kendal dengan jumlah produksi pada tahun 2011 sebesar 1.530,8 ton. Alat tangkap payang dan cantrang berjumlah hampir sama. Jumlah alat tangkap payang pada tahun 2011 tercatat adalah 49 unit dan alat tangkap cantrang sebanyak 42 unit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pendapatan nelayan serta menganalisis tingkat kelayakan usaha alat tangkap payang dan cantrang, yang dilaksanakan pada bulan september–oktober 2012 di Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode snowball sampling dengan menentukan satu atau dua orang sebagai sampel dan selanjutnya menunjukkan orang lain yang bisa dijadikan sampel. Analisis data menggunakan uji parsial t (t test) dengan SPSS 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan per ABK nelayan dengan alat tangkap cantrang lebih besar dari pendapatan ABK nelayan dengan alat tangkap payang yaitu pendapatan per ABK nelayan dengan alat tangkap cantrang sebesar Rp 51.072 /trip dan payang sebesar Rp 34.922 /trip dan menunjukan bahwa kedua usaha alat tangkap tersebut layak untuk dijalankan, karena nilai NPV kedua usaha tersebut bernilai positif dengan didapatkan NPV untuk jaring payang sebesar Rp 1.009.616.526 dan untuk NPV jaring cantrang sebesar Rp 856.936.337. Didapatkan juga nilai IRR untuk jaring payang sebesar 494% dan IRR untuk jaring cantrang sebesar 390%. Hal ini membuktikan bahwa kedua usaha penangkapan masih menghasilkan keuntungan dan layak untuk dijalankan.
Co-Authors - Asriyanto - Badiuzzaman - Ismail - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Ghofar Abdul Kohar Mudzakir Abdul Rosyid Adlina, Karisma Safira Afifatul Isroliyah agung Suryanto Agus Indarjo Agustina Salashita Auralia Aidina, Vaninda Alfiana, Richmalia Ali Akbar Zulfi Alviani, Nadya Nurita Amalia, Ayu Rizki Amiek Soemarmi Amir, Mohammad Faisal Andi Prasetiawan, Andi Anggoro, Agung Doni Anhar Solichin Anhar Solihin Arianto, Irvan Anggik Aripuspita, Listiya Aristi Dian PF Aristi Dian Purnama Fitri Arumtyas, Aulia Enggar Ayu Dwi Purnamawati, Ayu Dwi Ayu, Puspita Azis Nur Bambang Aziz Nur Bambang Bagus Hario Setiadji Bambang Argo Wibowo Besono, Herry Bogi Budi Jayanto Budhi Setiawati, Budhi Churun Ain D. Poerwono Danielta, Danielta Dersi Herka Mayu Dersi Herka Mayu Desyandri Desyandri Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi Dian Minggus Nuriasih Dian Purnama Fitri, Aristi Dinar Isyana Syah Rani Djoko Suprapto Endang Purbowati Erlyn Indarti F.X. Sugianto Faik Kurohman Fakhrudin, Abdul Ghani Ferry Sandria Fifiana Wisnaeni Firdaus, Andi Fitrianing, Michelia Frida Purwanti Fronthea Swastawati Gawang Pandu Herdijaya Gianova Andika Putri, Gianova Andika Habibie Ramadhan, Habibie Hamdan Nasir Handaka Ari Pamungkas Herna Octivia Damayanti Herry Boesono Herry Boesono Heru Prastawa Hilda Fadhila, Hilda Ika Istikasari, Ika Imam Triarso Indah Saraswati Indah Susilowati Indradi Setiyanto Irsyad, Hadiman Ismail Indradi Juniko, Nidia Khairushubhi, Adib Komalasari, Lisa Kurnia, Dita Juni Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kusuma Dewi Ratnasari, Intan Kusuma, Alief Putri Laily Fitriani Lestari Lakhsmi Widowati Lidya Dewintha Laksmi Lusy Maulia Juliani Malinda, Delza Maretha Tristi Hapsari Meidiana Dwidiyanti Meliza Rahmawati Meri Handayani, Meri Merry Kadhita Miftahurrahmi, Miftahurrahmi Muchtar muchtar Muhamad Azhar Muhamad Farikin, Muhamad Muhammad Nurul Huda Muhammad Nurul Huda Muhammad Rizqi Hasani Naya, Dewa Alit Baradwaja Niken Winarsita, Niken Noufal, Akbar Fauzi Nugroho, Rohmat Pereira, Aquilio Pramonowibowo Pramonowibowo Pramudya, Ega Anatya Furi Pratama, Desfagri Putra Prayuda, Adam Bergas priyandaru, Bayu rinto Pujianto S.Pi. Pujiyono Pujiyono Purwanto Purwanto R. Rizal Isnanto Renny Novianty Sinaga Ricky Yanuartoro Ristiawan Nugroho Rizkha Ayudya Yuliasari Rostana Budiman Sahala Hutabarat Sandro, Yosua Saputra, Pradipta Diaz Dwi sardi, risky masythoh Sardiyatmo Sardiyatmo Sari, Rullyta Puspita Sarjito - Sembiring, Wirani Setyaningsih, Hana Ayu Setyanto, Indradi Setyawan, Hendrik Anggi Setyowati, Ro'fah Sheila Almaida, Sheila Siti Rudiyanti Sofiana Sofiana, Sofiana Soryaningsih, Fajar Sri Gunawan Mulyo Wibowo, Sri Gunawan Mulyo Stephanie Martha Theresia Suradi Wijaya Saputra Suryanti Susi Watina Simanjuntak Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Tama, Trijana Adi Taufik Yulianto Taufik Yulianto Tegar Perkasa, Tegar Teguh Lestariono Titi Rahayu Trisnani Dwi Hapsari Tryasmara, Haryas Sangkali Vira Andira, Nabila Caesandra Vivera Avrodita Chandra Sari, Vivera Avrodita Chandra Wahyuningsih, Sari Aprilia Wicaksana, Ilyas Surya Wiedha Maharmingnastiti, Wiedha Windah Delima Lestari Siagian, Windah Delima Lestari Wiratama, Andika Wulandari, Peni Zulfikri, Dzaki Naufal Mardlotillaah