p-Index From 2021 - 2026
7.223
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia ACTA VETERINARIA INDONESIANA Hemera Zoa Jurnal Sain Veteriner Jurnal Veteriner OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Panorama Hukum Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Scientific Journal of Reflection : Economic, Accounting, Management and Business Jurnal Medik Veteriner ARSHI Veterinary Letters Jurnal Dinamika UMT KREATIF : Jurnal Ilmiah Prodi Manajemen Universitas Pamulang JURNAL ILMIAH FEASIBLE (JIF) JURNAL SeMaRaK Journal of Parasite Science JURNAL ABDIMAS TRIDHARMA MANAJEMEN Jurnal Disrupsi Bisnis Abdimisi International Journal of Economy, Education and Entrepreneurship (IJE3) Indonesian Journal of Economy, Business, Entrepreneuship and Finance (IJEBEF) Journal of Economics and Business Letters Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal PKM Manajemen Bisnis International Journal of Multidisciplinary Research and Literature (IJOMRAL) AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIMAWA) Asean International Journal of Business Jurnal Indonesia Sosial Sains Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science West Science Interdisciplinary Studies Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) West Science Interdisciplinary Studies Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya Prosiding Seminar Hukum Aktual Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Adpebi International Journal of Multidisciplinary Sciences Cakrawala: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Hemera Zoa

PF-4 Immune Response of Dry Holstein Vaccinated by Killed Avian Influenza H5N1 Vaccine Anita Esfandiari; Sri Murtini; Sus Derthi Widhyari; Retno Wulansari; Bayu Febram; Leni Maylina; Arief Purwo Mihardi
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.039 KB)

Abstract

The establishment and spread of highly pathogenic avian influenza (HPAI) viruses of the H5N1 subtype in birds and coincident infections in humans since 2003 have raised concerns that we may be facing an influenza pandemic caused by an H5N1 influenza virus [4]. Globally, from January 2003 to 2 March 2017, there were 860 cases of human infection with avian influenza A(H5N1) virus reported from 16 countries worldwide. Of these 860 cases, 454 were fatal (CFR of 53%). The last case was reported from Indonesia on 26 September 2017 [7]. Although the human cases of H5N1 in Indonesia has decreased significantly since 2010, according to WHO until 2017 there have been reported 200 cases H5N1 in  human with 168 cases of deaths. The last case was reported from Indonesia on 26 September 2017. This is indicate Indonesia as the highest fatal case of H5N1 globally. With continued incidence of avian influenza due to existing AI H5N1 viruses in poultry, the avian influenza H5N1 has been believed remain to threaten Indonesia [6].Passive immunization using specific antibody against AI H5N1 from bovine colostrum is one of an alternative to control H5N1 virus infection due to lack of H5N1 vaccine production for human. Bovine colostrums consider an ideal alternative antibody source, as the antibody in the bovine’s blood is transported to mammary gland easily and accumulates in the colostrum in large quantities. As a “biological factory”  and the source of natural antibody, bovine colostrum could be designed to produce the specific antibody against certain disease for animal and human by immunizing the dry cow (with the antigen of interest).Vaccine is an antigenic material used to produce active immunity against diseases. Vaccination is the administration of vaccine to the individual to generate immunity against a disease [2]. According to [1], the exposure of a dry cow against antigen (vaccine) will produce specific antibody in their blood circulation. Therefore, evaluation on the status of antibody against AI H5N1 following the vaccination of dry Holstein cows with killed AI H5N1 vaccine is needed. 
KIVFA-2 Efek Imunomodulator terhadap Profil Leukosit Induk Sapi Friesian Holstein yang Diberi Antigen AI H5N1 Inaktif Sri Murtini; Anita Esfandiari; Sus Derthi Widhyarti; Retno Wulansari; Leni Maylina; Arif Purwo Mihardi
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.156 KB)

Abstract

Immunomodulator adalah zat yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan  atau menekan respon imun. Cox (1988) melaporkan bahwa pengaruhnya  selain terhadap  respon imun, imunomodulator juga dapat memodulasi haematopoiesis, termasuk peningkatan jumlah RBC dan WBC (leukosit), peningkatan PCV dan aktivasi makrofag.  Sapi friesian holstein (FH) merupakan sapi perah yang dapat digunakan sebagai hewan donor penghasil immunoglobulin G anti AI H5N1 melalui produk kolostrumnya (Esfandiari et al, 2007).  Guna meningkatkan titer immunoglobulin pada hewan donor hiperimun sera umumnya hewan diberi imunomdulator.  Berbagai jenis bahan seperti glucan, lectin, dan berbagai jenis polisakarida dari tanaman maupun hewan (Alamgir dan Uddin 2010) serta polipeptide ribonukleotida dapat digunakan sebagai imunomodulator.(Hess dan Greenberg 2012)  Penggunaan  polipeptida ribonukleotida sebagai imunomodulator ada sapi saat ini belum banyak diteliti.  Pemberian imunomodulator memberikan dampak perubahan gambaran leukosit secara langsung maupun tidak langsung.  Dampak pemberian imunomodulator jenis polipeptide ribonukleotida pada sapi FH bunting trimester terakhir untuk tujuan produksi hiperimunsera melalui produksi kolostrum belum pernah dilaporkan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian imunomodulator peptide ribonukleotida pada sapi FH yang disuntik antigen AI H5N1 inaktif.
KIVFA-8 Studi Kasus: Profil Mineral Makro Pada Sapi Perah Yang Mengalami Retensi Plasenta di Kunak Kabupaten Bogor Retno Wulansari; Anita Esfandiari; Sus Derthi Widhyarti; Chusnul Choliq; Arief Purwo Mihardi; Leni Maylina; . Suryono
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.494 KB)

Abstract

Susu merupakan salah satu bahan pangan yang sangat penting bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya susu sebagai salah satu sumber gizi yang penting berefek terhadap kebutuhan susu nasional terus meningkat pula. Namun kebutuhan yang tinggi ini belum diimbangi dengan produksi susu nasional yang baru mencapai 3.29% per tahun, sehingga kekurangan akan kebutuhan susu ini masih harus diimport dari negara lain. Rata-rata produksi susu di Indonesia dari setiap sapi masih relatif rendah, sekitar 10-12 liter/ekor/hari (Deny 2014). Keterbatasan produksi susu dari dalam negeri ini disebabkan oleh masih belum maksimalnya produksi susu dari setiap sapi perah yang dimiliki oleh peternak di Indonesia.Manajemen pemeliharaan yang baik dalam usaha peternakan sapi perah sangat diperlukan untuk dapat meningkatkan produksi susu, salah satunya antara lain manajemen pakan. Pakan harus memenuhi unsur-unsur penting diantaranya mineral makro dan mikro dalam jumlah yang secukupnya.Masalah kesehatan yang sering ditemui pada sapi perah awal laktasi umumnya berupa gangguan metabolik, seperti milk fever dan ketosis (Divers & Peek 2008). Hipokalsemia adalah kelainan metabolik dimana mekanisme homeostasis gagal untuk mempertahankan konsentrasi Ca darah normal saat awal laktasi (Chamberlain et al. 2013). Kejadian ini sering didahului dengan kondisi hipokalsemia subklinis pada saat bunting dan kering kandang, tetapi tidak teramati oleh peternak (Goff 2008). Retensi Plasenta merupakan salah satu manifestasi dari gangguan metabolik akibat tidak cukupnya konsentrasi mineral pada hewan post partus. Sapi secara normal akan melepaskan plasenta dalam waktu 3 -6 jam post partus. Retensi atau tertahannya plasenta lebih dari 8 – 12 jam pada induk post partus dapat dipertimbangkan sebagai suatu kondisi yang abnormal (Diver & Peek 2008. Salah satu predisposisi adalah tidak adanya program manajemen pakan atau pemberian suplemen mineral yang tidak tepat, sebagaimana disajikan pada studi kasus berikut.
KIVP-3 Pengamatan Performa Pada Sapi FH Jantan yang Diberi Suplementasi Mineral Zinc Sus Derthi Widhyai; Dondin Sajuthi; Setyo Widodo; Anita Esfandiari; Retno Wulansari; Agus Wijaya; Chusnul Choliq; Agus Lelana; Leni Maylina; Arief Purwo Mihardi
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.391 KB)

Abstract

Permintaan dunia terhadap protein hewani sangat besar dan terus meningkat setiap tahunnya. Kebutuhan yang meningkat tidak dibarengi dengan kemampuan penyediaan protein hewani yang cukup sehingga sebagian besar dipenuhi melalui import. Pemenuhan protein dalam negeri diharapkan mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas daging melalui perbaikan mutu nutrisi sehingga mampu bersaing dengan pihak luar. Salah satu sumber protein hewani selain dari ternak potong, adalah memanfaatkan sapi jantan dari sapi perah FH. Oleh karena itu ternak jantan dapat digunakan sebagai alternatif sumber protein hewani dalam upaya untuk penyediaan pangan asal ternak.  Pembangunan peternakan diarahkan agar produk ternak dalam negeri mampu bersaing dengan produk ternak impor dalam rangka memantapkan ketahanan pangan nasional. Mineral Zn dilaporkan mampu memperbaiki skor marbling karkas [1].  Hal ini penting untuk memperbaiki kualitas karkas daging sebagai sumber protein hewani. Belum banyak informasi tentang efek suplementasi Zn terhadap pertambahan bobot badan terutama pada sapi FH jantan. Oleh karena itu pengamatan tentang suplementasi Zn terhadap performa (bobot badan) pada sapi FH jantan perlu dilakukan.
Co-Authors . Suryono Aditya Primawidyawan Afton Atabany Agus Lelana Agus Wijaya Agus Wijaya Andalusi, Ratih Andiani, Paramita Andrea Citra Brilliantina Andriani, Jeni Andriansyah, Riva Anita Esfandiari Annastasya Yuliani Rahayu Ari Rumekso Arif Purwo Mihardi Arifin, Muhammad Zakka Putra Karim Samsul Arum Maula Hidayah Attabany, Afton Azzahrah, Putri Bagya Agung Prabowo, Bagya Agung BAHITS, ABDUL Bambang Pontjo Priosoeryanto Bayu Febram Bayu Firmala Kusuma Boedi Setiawan Cahyono - Chusnul Choliq Chusnul Choliq Citra Maharani Deni Noviana Deny Setyo Wibowo DEVI PARAMITHA DEWI APRI ASTUTI Dewi, Fitriya Nur Annisa Dewi, Winda Kusuma Dhetty - Dondin Sajuthi Dyah Ratnaningsih Effendi, Siti Aisyah Rahmalia Endang Sholehin Endang Suprihati erfandari, ovy Esti Suntari Eva Harlina Faidah, Thalita Farah Fauziah Septiani Febriana, Rafadila Ferry Ardhiansyah Fitri Handayani Fitri, Arni Diana Ghifari Lutfi Fauzi Gunanti . Hadi, Reza Khairul Haryodharu Putra Santoso Herwin Pisestyani Huda, Ade Naelul Husnul Hamdi I wayan Teguh Wibawan Indah Ayu Johanda Intan Permata Putri Irma Herawati Suparto Januarilla, Jahra’ Marwah Joesoef, Jayusman Arsiyanti Judijanto, Loso Kartjito, Nicolas Edward Christanto Kathirina Beatrik Riwu Wolo Kenny Astria Kristanti Ayuanita, Kristanti Lanniari, Nafrina Leni Maylina Maria Rosalia Maswarni Meles, Dewa Ketut Mirnawati B Sudarwanto Mirnawati Sudarwanto Moh. Hafid Effendy, Moh. Hafid Mubarok, Ali Nabillah Anissa Nalanwal, Khayla Ningtias, Putri Indah Nur Fitriany, Neisa Nur Rahayu, Salsabila Nurfianti, Syifa Nurhasanah, Dila Padila Octovia , Carina Okabayashi, Tamaki Oktavianti, Nopi Pirwanto Midiani Poedji Hastutiek Prastiwi, Nurul Anjar Pratama, Muhammad Satria Resa Prianto, Joko Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad Putri Indah Ningtias Putri Indah Ningtias Putu Angga Wiradana Putu Eka Sudaryatma Putu Jodie Kusuma Wijaya Rachmi Ridho Raden Rara Sayyidati Alfi Ilmiah Putri Raden Roro Soesatyoratih Radya Rafi Setyawan Retno Sri Wahjuni Retno Wulandari Rini Dianti Fauzi Rostantinata, Riski S, Riri Sabina, Fitri Safitria Wulandari Salapudin, Salapudin Setyo Widodo Setyo Widodo Shafaa Istiana Nadzary Soeharsono Soeharsono Soesatyoratih, Roro Soleha Soleha Soleha Solinda, Gamelita Rizkawandi sri murtini . Subangkit, Mawar Suflani Sugeng Widodo Sugunavathy Palanisamy SULISTIANI, SINTA Sunanto Sunanto Surachmi Setiyaningsih Suryono Suryono . Sus Derthi Widhyai Sus Derthi Widhyari Sus Derthi Widhyarti Tabroni Tika Leoni Putri Tutuk Astyawati Tyasningsih, Wiwiek Ulhaq, Ziyad Wahyu Andri Wibowo Wolo, Kathirina Beathrik Riwu