Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Makna Biaya Dalam Tradisi Mapadendang Di Kabupaten Sidenreng Rappang Trian, Trian Fisman Adisaputra; Muhammad Zikri
Journal of Economic, Public, and Accounting (JEPA) Vol 8 No 1 (2025): Volume 8, Nomor1, Oktober 2025
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jepa.v8i1.4219

Abstract

Penelitian ini menggunakan konsep matching dalam akuntansi dan manajemen keuangan dalam melihat makna biaya yang dipahami oleh Masyarakat yang melakukan budaya mapadendang di Kabupaten Sidenreng Rappang. Tujuan penelitian ini ingin melihat makna biaya yang dipahami oleh Masyarakat yang melakukan budaya mapadendang yang dilakukan setelah panen dalam satu periode musim tanam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan mengungkap makna dari sisi informan dalam melihat biaya dalam pelaksanaan budaya mapadendang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat makna lain dari biaya yang dipahami oleh Masyarakat Desa Buae Kabupaten Sidenreng Rappang dalam memandang pengeluaran yang dikorbankan dalam pelaksanaan budaya mapadendang. Biaya yang dikeluarkan Masyarakat petani dalam budaya mapadendang dimaknai sebagai gotong royong Masyarakat, rasa Syukur, dan upaya menghidupkan Sejarah.
Career Interests Among Young Adults of Minang Ethnicity in the Overseas of Lubuk Linggau City Murisal, Murisal; Ardias, Widia Sri; Zikri, Muhammad; Maiseptian, Fadil
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.8818

Abstract

This study examines the career interests of Minangkabau young adults living in Lubuk Linggau using the Social Cognitive Career Theory (SCCT) framework. A mixed-methods explanatory sequential design was conducted, starting with quantitative data from 78 members of the Minang Family Association assessed through Holland’s RIASEC model, followed by in-depth qualitative interviews. The findings show that the Realistic type dominates career interests, followed by Artistic, Enterprising, Investigative, Social, and Conventional. Qualitative results reveal that career preferences develop through early apprenticeship experiences, informal skill learning within the merantau tradition, and exposure to entrepreneurial role models in diaspora networks. Internal motivation and self-confidence interact with family expectations, educational pathways, and cultural values emphasizing resilience and independence in work. Theoretically, this study contributes to SCCT by demonstrating cultural migration practices shape self-efficacy and outcome expectations. Practically, the findings suggest the need for culturally responsive career guidance to support youth employability in diaspora contexts. Keywords: career interest, riasec model, social cognitive career theory
Perbandingan Peranan Wali Nikah Dan Hadhanah Pasca Perceraian Di Indonesia, Malaysia, Mesir, Dan Pakistan Anggi Egi Anggraini; Muhammad Zikri; Ibnu Radwan Siddik Turnip; Rahmad Efendi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaturan normatif dan pertimbangan peradilan mengenai peranan wali nikah dan hadhanah pasca perceraian di Indonesia, Malaysia, Mesir, dan Pakistan. Fokus kajian diarahkan pada mekanisme penetapan wali hakim dalam kondisi wali adhal, batas usia hak asuh, parameter kelayakan pengasuh, serta derajat intervensi negara melalui pengadilan agama/syariah. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder, yang diklasifikasikan ke dalam bahan hukum primer dan sekunder. Bahan hukum primer meliputi UU No. 1/1974 dan KHI 1991 (Indonesia), Islamic Family Law Act/Enactment 1984 (Malaysia), UU No. 100/1985 (Mesir), serta Muslim Family Law Ordinance 1961 (Pakistan), termasuk putusan pengadilan terkait sengketa wali adhal dan hak asuh anak. Bahan hukum sekunder mencakup literatur fikih, buku hukum keluarga Islam, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia dan Malaysia memberi kewenangan luas pada pengadilan dalam penetapan wali hakim dan memprioritaskan ibu sebagai pemegang hadhanah anak usia dini, sementara nafkah anak tetap dibebankan kepada ayah. Mesir menerapkan batas usia hadhanah lebih panjang dengan diskresi hakim berbasis kesejahteraan anak. Pakistan mempertahankan dominasi wali nasab dan batas usia asuh yang lebih ketat, meski mulai menunjukkan fleksibilitas putusan ketika ibu dinilai lebih mampu menjamin stabilitas dan keselamatan anak. Penelitian ini menegaskan bahwa perbedaan basis mazhab dan regulasi membentuk variasi rasio putusan dan pola intervensi kelembagaan, namun seluruh sistem tetap berorientasi pada maslahah keluarga dan perlindungan hak anak. 
YURISPRUDENSI HUKUM PENYELESAIAN SENGKETA KEWARISAN BEDA AGAMA DI PENGADILAN AGAMA PERKARA NOMOR 0042/Pdt.G/2014/PA.Yk DAN PUTUSAN KASASI NOMOR 218/K/Ag/2016 Zikri, Muhammad; Sukiati; Harahap, Mhd Yadi
TAHKIM Vol. 21 No. 2 (2025): TAHKIM
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The inheritance dispute in Supreme Court Decision Number 218 K/Ag/2016 highlights the complexity of applying Islamic inheritance law in a pluralistic society, particularly when religious differences exist between the deceased and the parties claiming inheritance rights. The conflict arose when the estate of a Muslim decedent was claimed and controlled by non-Muslim relatives. The plaintiffs, who were the decedent’s paternal half-siblings, filed a lawsuit in the Religious Court, arguing that the defendants, being Catholic, were not entitled to inherit under Islamic law. Additionally, the plaintiffs alleged that the land certificate was obtained unlawfully through falsified documents, making its legal validity questionable. This study employs a normative juridical method, utilizing statutory and case approaches. The data were collected by reviewing court decisions from the first instance to the appellate and cassation levels. A qualitative analysis was conducted to examine the judges’ legal reasoning and the application of Islamic inheritance principles. The findings indicate that religious conformity between the deceased and the heirs is a fundamental requirement in Islamic inheritance law. A difference in religion constitutes a legal barrier to inheritance (mawānī al-irth), reaffirming that non-Muslims cannot inherit from Muslims according to Islamic legal doctrine Keywords: jurisprudence, inheritance, different religions
The Role of Digital Government Innovation in Driving Bureaucratic Reform and Improving Sustainable Public Service Governance Zikri, Muhammad; Prasojo, Eko
Ilomata International Journal of Social Science Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijss.v7i1.1942

Abstract

This paper explores how digital government innovation drives bureaucratic reform and enhances sustainable public service governance. As digital technologies evolve rapidly, governments are adopting new tools to enhance efficiency, transparency, and citizen engagement. However, the impact of these innovations on bureaucratic structures and governance remains underexplored. This study addresses the question: How do digital government innovations contribute to bureaucratic reform and sustainable governance? The novelty of this research lies in its comprehensive synthesis of existing literature, offering a unique perspective on the collective impact of digital government initiatives. While the manuscript provides a valuable integrative analysis, its novelty is focused more on synthesizing existing insights than offering new theoretical contributions. It is recommended that the study further develop an original conceptual framework to enhance its theoretical generativity. While previous studies have focused on specific aspects of digital governance, this paper provides a comprehensive view of how these innovations transform public service delivery and governance structures. Based on a qualitative approach, the study reviews 40 articles published between 2015 and 2025, focusing on themes such as efficiency, transparency, citizen participation, and sustainability. The findings indicate that digital innovations improve bureaucratic efficiency, increase transparency, and enhance citizen engagement. However, challenges like the digital divide and cybersecurity concerns still impede their full potential. In conclusion, this research emphasizes the need for investments in digital infrastructure and policies that promote digital literacy and government support to optimize the benefits of digital government innovations.
Co-Authors . Zulfan Ade Nur Hidayah Adiwirman Adiwirman Ali Akbar Amalia, Reza Rossa Ananda, Faisar Anggi Egi Anggraini Apriliano, Yova Rezky Arafat, Andril Ardharani, Yana Ardias, Widia Sri Arifmiboy, Arifmiboy ashriramadhan Aswandi Aswandi, Aswandi Aulia Putri Azmil Umur, Azmil Bukhari Ali Bulkia Rahim Bustari Bustari Dadang Iskandar Mulyana` Dara Akila Dewi, Eva Dian Hafizah, Dian Dwi Fitri Dzulfi, Isman Eko Prasojo Elni Yakub Eva Latipah Fadil Maiseptian Fakhrul Husni Fauzan Azima Fauziah, Nafra Fikri, Hasbiallah Nur Firmansyah, Dafidt Fitriyadi, Muhammad Freza Riana Gibtha Fitri Laxmi Harahap, Cindy Yuliana Harahap, Mhd Yadi Harmaini Harmaini Hartanti, Riana Hasibuan, Pendi Hendra Taufik Heru Wibowo Humayra, Aisyah Ibnu Radwan Siddik Turnip Ilham Safar Iskandar, Sutarmo Iswantir M Manalo, Andres Marbun, Agnes Silvina Mardani Sebayang Masruroh, Riri Murisal Murisal Nabil Alghifari, Muhammad NANA NANA Nana, Nana Nawal Mufidah Nazwa Hanifah Tanjung Noor Sulistiyono Nurbaya Ambo, Sitti Nurhabibatulkamil, Alivia Pahlevi, Mohd. Reza pahlevi, reja Pardede, Jek Amidos Pareng Rengi Prinantin Saputra, Dimas Putra, Amansyah Rahayu, Qhory Anisa Rahmad Efendi Reki Kardiman Rezita Ardhani Manurung Rifelino Rifelino Risanty, Rita Dewi Rully Mujiastuti SANDI KURNIAWAN Sandi, Mahesa Sania Izzati Ramadhani Sugiyono Sugiyono Suharsiwi Suharsiwi Sukiati Sutisna Sutisna Sutrisno, Mirza Syabilla, Kais Syakban Akbar Titin Sutini, Titin Trian, Trian Fisman Adisaputra Triana Dewi Turnip, Ibnu Radwan siddik Yudhi Priyo Yuliharti Zahran, Fikry Muhammad Zakaria, Alif Muhammad Zulqarnain, Ahmad Faiz