Articles
JUDI SEPAK BOLA ONLINE PADA KALANGAN MAHASISWA MUSLIM DI UNIVERSITAS ISLAM RIAU
Mhd. Ishaq Abdush Shabur;
Romi Marnelly;
Resdati
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 7: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (221.852 KB)
|
DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i7.1781
Penelitian ini dilakukan di Universitas Islam Riau Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru dengan tujuan guna mengetahuii perihal yang melatarbelakangi terbentuknya judi sepak bola online pda golongan mahasiswa Muslim di Universitas Islam Riau serta untuk mengetahui imbas yang ditimbulkan dari sikap judi sepakbola online pada golongan mahasiswa Muslim di Universitas Islam Riau. Riset ini menggunakan cara riset deskriptif kualitatif. Subjek pada riset ini berjumlah 6 orang mahasiswa Universitas Islam Riau. Metode pengumpulan data yang dipakai dalam riset ini yakni metode sampling snowball, adalah sebuah pendekatan guna mendapatkan informan-informan kunci yang mempunyai banyak data, dan menggunakan cara observasi, cara tanya jawab serta cara dokumentasi. Hasil dari riset ini membuktikankan bahwa perihal-perihal yang melatarbelakangi terbentuknya judi sepakbola online pada golongan mahasiswa Muslim di Universitas Islam Riau yakni sebab sosial ekonomi, aspek situsional, faktor keinginan untuk mencoba, aspek pemahaman pada kebehasilan dan aspek pemahaman pada keahlian. Serta kenapa para mahasiswa mengerjakan permainan judi bola online sebab dipengaruhi oleh beberapa hal yakni terbawa-bawa oleh rekannya, longgarnya pengawasan dari orang tua serta perkembangan teknologi. Dan efek yang diterlihat dari perilaku judi sepakbola online ini yakni hasil akademis yang selalu menyusut, menciptakan perilaku mereka menjadi tidak baik dan akibat dalam ekonomi yaitu financial mereka yang disalahgunakan ataupun terbuang sia-sia buat bermain judi bola online.
KONFLIK TANAH ADAT SAKAI DI KAMPUNG MANDIANGIN KECAMATAN MINAS KABUPATEN SIAK
Vira Santika;
Syafrizal;
Resdati
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 7: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.179 KB)
|
DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i7.1806
masyarakat suku sakai dapat dibedakan menjadi sakai luar dan sakai dalam. Sakai dalam merupakan warga sakai yang masih hidup setengah menetap dalam rimba belantara, dengan mata pencaharian berburu, menangkap ikan, dan mengambil hasil hutan. Pada tahun 1992 secara resmi masuklah transmigrasi di Mandiangin menjadi trans HTI UPT I Mandiangin yang dikepalai oleh KUPT Bpk. Sumarsono sebanyak 240 KK (kepala keluarga) dari pulau jawa dan sebanyak 60 KK dari masyarakat Mandiangin. Pada masa itu pula masyarakat Mandiangin mengalami transisi dan mulai beradaptasi satu sama lain. Dengan masuknya trasnmigrasi di Mandiangin merupakan cikal bakal terbentuknya Desa Mandiangin dan telah memenuhi syarat secara administrasi kependudukan. Dengan masuknya transmigrasi pola HTI di Mandiangin merupakan babak awal terjadinya konflik masyarakat dengan perusahaan raksasa PT. IKPP Perawang yang merupakan pabrik bubur kertas terbesar di Asia Tenggara. Semula rayuan dan bujukan masuknya transmigrasi pola HTI Perawang di Mandiangin semata-mata hanyalah agar masyarakat terlena yang tadinya masyarakat Mandiangin terpana ketika tawaran pihak perusahaan akan memberikan fasilitas semua kebutuhan masyarakat. Masyarakat desa Mandiangin dibujuk untuk bekerja di perusahaan sebagai karyawan atau buruh. Pihak perusahaan memberikan penerangan dan juga sumur air bersih ke rumah-rumah dan memberikan transportasi sekolah untuk anak-anak. Tadinya masyarakat menerima semua itu tetapi pada hakikatnya yang dipekerjakan itu adalah warga transmigrasi itu sendiri yang berdampak terhadap masyarakat Sakai Mandiangin.
Partisipasi Masyarakat dalam Restorasi Gambutdi Desa Rimbo Panjang
Syafrizal Syafrizal;
Resdati Resdati
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 3, No 2 (2020): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) December
Publisher : Mahesa Research Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (792.351 KB)
|
DOI: 10.34007/jehss.v3i2.399
This study aims to determine how community participation in peatland restoration activities in Rimbo Panjang village. The research method uses primary and secondary data sources. Primary data is obtained through interviews with the village community of Rimbo Panjang while secondary data is data obtained by researchers from indirect data sources by collecting information and references related to the problem under study. The research sample took figures deemed necessary in the research, namely village officials, fire fighting community groups, sustainable peat community groups, noble peatland community groups and thorn pineapple community groups. The method used is verstehen or also known as interpretive understanding, which is a way or an attempt to understand an act of subjective meaning / meaning for oneself and associated with others. The results of this study indicate that community participation in peat restoration, village officials and community groups as well as with BRG-Kemitraan. Restoration in this case is known as 3R, namely Rewetting, Revegetation or replanting and revitalization or improvement of community welfare. Benefits that are felt by the community, such as wetting, are drilling wells, providing tools and patrolling, in the field of community empowerment through training in catfish businesses, prickly pineapple community groups and agriculture by providing seeds, fertilizers to peatland farmers.
PERAN INTERAKSI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) PANAM MULIA BAGI ANAK DI KELURAHAN TAMAN KARYA KECAMATAN TAMPAN SELAMA PANDEMI COVID-19
Achmad Hidir;
Resdati Resdati;
Alvin Brain Sinaga;
Fadhlan Arifin
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (698.387 KB)
|
DOI: 10.33578/jpfkip.v11i4.9050
Orang tua adalah salah satu peran yang dimiliki anggota masyarakat, namun tidak semuanya orangtua memiliki anak dengan kondisi fisik yang sempurna, sebagian besar orang tua menyekolahkan anak yang berkebutuhan khusus tidak menempatkan mereka di sekolah umum melainkan di SLB atau yang biasa dikenal dengan Sekolah Luar Biasa. SLB merupakan sekolah khusus diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus sehingga dapat melaksanakan ataupun bermain dengan teman sebaya di sekolah seperti pada sekolah umum lainnya. Penelitian ini diangkat dengan tujuan untuk dapat mengetahui peranan seberapa besar orang tua/wali murid dan beserta guru yang bersangkutan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran murid SLB Panam Mulia pada masa pandemi Covid-19. Metode Penelitian yang digunakan dengan pendekatan metode penelitian kualititatif deskriptif, dalam pengumpulan data tersebut disertakan dalam bentuk data kualittaif. Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah orang tua atau wali murid yang bersangkutan tujuan digunakannya metode ini adalah bagaimana para orang tua/wali murid beserta guru yang bersangkutan memberikan informasi dalam mengatasi perubahan sistem pembelajaran pada SLB di masa Pandemi Covid-19 agar kegiatan belajar mengajar tetap efektif sehingga para murid SLB tetap mendapatkan pelayanan kualitas pembelajaran dengan baik sekaligus memberikan informasi analisis dampak sosial yang dirasakan seluruh pihak SLB mengenai perubahan sistematis pembelajaran selama pandemi Covid-19.
Alluvial Island Herbal Plant Landscape And The Ethno-Medico Malay Tradition Of Binamulia (Study Of The Bomoh Tradition-Based Medicine System In Malay Villages, Meranti Islands Regency, Riau)
Yusmar Yusuf;
Resdati Resdati;
Rd Siti Sofro Sidiq;
Muhammad Riskiansyah
International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Vol. 3 No. 5 (2022): October 2022
Publisher : CV. Inara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51601/ijersc.v3i5.485
This study aims to identify and analyze various types of herbal plants around the Sago forest ecosystem which are often used as traditional medicine by the people of the Meranti Islands. This study uses qualitative methods, withdata collection techniques through interviews and direct observation in the field. The result was found a lot of herbal plants around the sago ecosystem that have many benefits and extraordinary benefits. However, nowadaystraditional medicine with herbal ingredients has started to disappear dueto the development of chemical drugs andthe decreasing number of peoplewho understand and understand traditional medicine. Therefore, this is where the importance of this research is to explore and examine and introduce efficacious herbal plants so that they can be preservedThis study aims to identify and analyze various types of herbal plants around the Sagoforest ecosystem which are often used as traditional medicine by the people of the Meranti Islands. This study uses qualitative methods, with data collection techniquesthrough interviews and direct observation in the field. The result was found a lot of herbal plants around the sago ecosystem that have many benefits and extraordinary benefits. However, nowadaystraditional medicine with herbal ingredients has started to disappear due to the development of chemical drugs and the decreasing number of people who understand and understand traditional medicine. Therefore, this is where the importance of this research is to explore and examine and introduceefficacious herbal plants so that they can be preserved
RESTORASI GAMBUT BERBASIS PEMBEDAYAAN MASYARAKAT
Syafrizal Syafrizal;
Resdati Resdati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 2 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (767.169 KB)
Kebakaran hutan menjadi permasalahan utama di Provinsi Riau, Badan Restorasi Gambut-Kemitraan menjelaskan bahwa efek buruk terkait kebakaran hutan ialah kesehatan dan lingkungan, pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dari masyarakat desa rimbo panjang untuk mengelola, mencegah dan menghilangkan kebakaran hutan. Metode penelitian mengunakan sumber data yakni primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui dari hasil wawancara kepada masyarakat desa rimbo panjang sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber data yang tidak langsung dengan cara mengumpulkan informasi serta referensi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Sampel penelitian mengambil tokoh-tokohyang dianggap perlu dalam penelitian yakni perangkat desa, kelompok masyarakat pemadam kebakaran api, kelompok masyarakat gambut lestari, kelompok masyarakat gambut mulia dan kelompok masyarakat nenas berduri. Metode yang dipakai adalah verstehen atau juga dikenal dengan pemahaman interpretative, yaitu suatu cara atau usaha untuk memahami suatu tindakan arti/makna subjektif bagi dirinya dan dikaitkan dengan orang lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam restorasi gambut, perangkat desa dan kelompok masyarakat serta dengan BRG-Kemitraan. Restorasi gambut berbasis pemberdayaan menghasilkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Manfaat yang dirasakan oleh masyarakat seperti pembasahan adalahpembuatan sumur bor, pemberian alat dan patroli, di bidang pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan pada usaha ikan lele, kelompok masyarakat nenas berduri dan bidang pertanian dengan pemberian bibit, pupuk pada petani di lahan gambut.
PENGUATAN MODAL SOSIAL UMKM RUMAH MADU WILBI SEBAGAI PRODUK UNGGULAN BERDAYA SAING TINGGI DI DESA KUOK KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR
Resdati Resdati;
Syafrizal Syafrizal;
Yusmar Yusuf;
Achmad Hidir
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v6i1.61-72
Pengabdian yang dilakukan di UMKM Rumah Madu Wilbi di Desa Kuok Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar bertujuan untuk penguatan modal sosial agar UMKM Madu Wilbi sebagai produk unggulan yang lebih berdaya saing tinggi. Metode penerapan yang dilaksanakan terdiri dari tiga tahap yakni persiapan, pelaksanaan, dan monitoring serta evaluasi. Pada tahap persiapan dilakukannya analisa dan brainstorming dengan mitra, dengan menjelaskan strategi dan inovasi untuk mendongkrak kemajuan bisnis rumah madu wilbi khususnya di lini pemasaran. Tahap pelaksanaan dilakukannya penguatan digital branding rumah madu wilbi, sistem digital marketing dan list building, serta peningkatan distribusi penjualan dengan sistem dropshit. Tahap terakhir dilaksanakan secara intensif oleh pelaksana dan mitra untuk melihat seberapa efektif serta melakukan evaluasi terkait trouble selama proses pelaksanaan. Manfaat secara praktis sebagai dampak dari pengabdian dengan terciptanya desa mandiri dan menjadi sentra wisata aneka jenis dan olahan madu yang memiliki nilai tambah bagi masyarkat, baik pada kegiatan ekonomi, kebijakan, dan perubahan perilaku yang sesuai dengan potensi desa yakni UMKM Rumah Madu Wilbi. Serta meningkatnya omset penjualan, strategi branding dan pemasaran digital madu hutan wilbi sebagai produk unggulan
PEMANFAATAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) PADA PENYANDANG DISABILITAS DI DESA PEKAN TEBIH KECAMATAN KEPENUHAN HULU KABUPATEN ROKAN HULU
Aisyah Aisyah;
Resdati Resdati;
Yusmar Yusuf;
Risdayati Risdayati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 2 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v10i2.2023.825-832
PKH merupakan salah satu program pemerintah yang diandalkan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin, serta upaya memutus mata rantai kemiskinan. Penelitian ini dilakukan diDesa Pekan Tebih Kecamatan Kepuhan Hulu Kabupaten Rokan Hulu untuk mengetahui: 1) Pemanfaatan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penyandang disabilitas di Desa Pekan Tebih yang disalurkan oleh pemerintah Desa melalui bantuan PKH dan 2) Kendala yang di hadapi oleh penyandang disabilitas dalam Program PKH. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptifdengan mengambil 3 orang subjek utama dan 3 orang informan tambahan (key informan). Pengumpulan data yang dilakukan dalampenelitian ini terdiri dari teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalahstruktural fungsional Rober K.Merton. Hasil dari penelitian dilapangan bisa disimpulkan bahwa, 1) bidang kesehatan, dimana para KPM disabilitas masih ada yang menggunakan uang pribadi untuk berobat 2) bidang pendidikan, para KPM disabilitas yang menggunakan anak yang masih duduk di bangku sekolah, mereka menggunakan bantuan yang disalurkan untuk membeli perlengkapan sekolah, seragam sekolah dan perlengkapan sekolah lainnya. dan 3) bidang kesejahteraan sosial, dimana para KPM disabilitas diberikan bantuan non tunai berupa sembako untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kendala yang dihadapi oleh KPM Disabilitas ini dalam program PKH ini adalah sulitnya mereka untuk mengikuti kegiatan rutin yang diadakan per bulannya karena keterbatasan yang mereka miliki, pertemuan ini dinamakan dengan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang membahas tentang penggunaan dana bantuan yang telah disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).Kata Kunci: Program Keluarga Harapan (PKH), PenyandangDisabilitas, Desa Pekan Tebih
POLA INTERAKSI SOSIAL PEREMPUAN PENCAK SILAT PAGAR NUSA DI DESA MAKMUR SEJAHTERA KECAMATAN GUNUNG SAHILAN KABUPATEN KAMPAR
Maharani Dewi Puspita;
Resdati Resdati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 3 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v10i3.2023.1470-1476
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Makmur Sejahtera Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar dengan tujuan untuk mengetahui: Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif dan Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif Perempuan Pencak Silat Pagar Nusa Di Desa Makmur Sejahtera. Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif deskriptif serta memilih 7 orang selaku subjek utama dan 2 orang selaku subjek kunci. Subjek utama yakni 5 orang anggota perempuan pagar nusa di desa makmur sejahtera dan 2 subjek kunci yakni pelatih serta kepala desa di desa makmur sejahtera. Penelitian ini memakai teknik purposive sampling dengan teknik pengumpulan data memanfaatkan observasi, wawancara dan dokumentasi. Masalah yang terjadi bisa dari interaksi yang terjalin antara anggota, kesalah pahaman maupun komunikasi yang jarang dilakukan oleh seluruh anggota. Teori yang digunakan yakni teori interaksi sosial menurut soerjono soekanto. Hasil penelitian di lapangan menyimpulkan bahwa diperoleh 2 unsur interaksi sosial asosiatif yakni kerjasama dan akomodasi. Sedangkan unsur interaksi disosiatif ada 2, yakni kontravensi dan konflik. Bentuk interaksi sosial tersebut yakni kerjasama, akomodasi, kontravensi serta konflik sangat dominan terjadi didalam interaksi sosial perempuan pencak silat pagar nusa di desa makmur sejahtera. Kerjasama yang terjalin antara anggota amat baik seperti bersama membersihkan tempat latihan, gotong royong mempersiapkan kegiatan yang dilaksanakan seperti pengajian mempersiapkan panggung dan tempat untuk tamu undangan dan menyiapkan konsumsi, sedangkan akomodasi yang ada di lakukan oleh pelatih maupun anggota sangat cukup untuk memperbaiki keadaan dimana biasanya pelatih akan mengajak diskusi dengan anggota agar terbentuk kesepakatan dan penyelesaian masalah yang sedang dihadapi. Kontravensi antara anggota yang aktif dalam kegiatan dan rajin akan lebih diperhatikan oleh pelatih yang menimbulkan iri dan cemburu antara anggota dan konflik yang terjadi dalam tahap saling adu kekuatan bela diri.
PENGARUH BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA (BSPS) DI NAGARI SUNGAI TARAB, KECAMATAN SUNGAI TARAB, KABUPATEN TANAH DATAR, PROVINSI SUMATERA BARAT (Studi pada Penerima Bantuan Tahun 2017)
Millati Fauzana;
Resdati Resdati;
Yusmar Yusuf;
Syafrizal Syafrizal
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1611-1621
Kondisi hunian masyarakat yang buruk akan berdampak pada kesehatan, masalah sosial, dan menurunnya kesejahteraan. Dalam rangka meminimalisasi hal tersebut pemerintah mencanangkan sebuah program bantuan rumah yang disebut dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan bantuan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat dengan asas gotong-royong. Penelitian ini dilakukan di Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang terjadi dengan adanya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya yang meliputi aspek terhadap kehidupan sosial dan apa saja yang menjadi faktor keberhasilan pembangunan rumah melalui program BSPS. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dari penelitian ini berjumlah 106 penerima bantuan dengan sampel 51 penerima bantuan yang dipilih dengan teknik proposional sampling. Data tersebut dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dengan demikian, diperoleh hasil bahwa pengaruh BSPS terhadap kehidupan sosial penerima bantuan yang terdiri atas penerima bantuan dengan keluarga besar dan penerima bantuan dengan masyakarat termasuk dalam kategori rendah. Selanjutnya, indikator yang menentukan keberhasilan pembangunan rumah dengan program BSPS, yang paling berpengaruh adalah kualitas rumah dengan persentase 98,0%. Adanya program BSPS memberikan pengaruh kepada masyarakat yaitu tercapainya standar sehat dari rumah yang dibangun dan meningkatkan solidaritas bagi penerima bantuan yang melaksanakan gotong royong.