p-Index From 2021 - 2026
9.681
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perbandingan Keseimbangan Berdasarkan Jenis Kelamin pada Anak Usia 10-12 Tahun di SD Muhammadiyah 08 Dau Putri Kusumaningtyas; Atika Yulianti; Nurul Aini Rahmawati
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v7i1.2157

Abstract

Dalam melakukan aktivitas setiap hari individu membutuhkan kemampuan untuk mempertahankan posisi agar tetap terjaga, kemampuan tersebut ialah keseimbangan. Keseimbangan ialah salah satu komponen utama untuk setiap individu beraktivitas sehari-hari seperti berdiri, berjalan, berlari, berolahraga, dan aktivitas lainnya. Keseimbangan menjadi salah satu dari macam motorik, yaitu motorik kasar. Perkembangan motorik pada anak memiliki peran sangat penting pada proses perkembangan dan pertumbuhan seorang anak. Jika terdapat keterlambatan perkembangan tersebut mengakibatkan penurunan kemandirian anak pada saat beraktivitas. pada penelitian ini menggunakan Pediatric Balance Scale (PBS) untuk mengetahui tingkat keseimbangan pada anak. Penelitian ini memilik tujuan untuk mengetahui tingkat keseimbangan pada siswa-siswi berusia 10-12 tahun. Sejumlah 116 sampel siswa menggunakan cross sectional sebagai penelitian. Keseimbangan merupakan variabel bebas sedangkan variabel terikat yaitu usia dan jenis kelamin. Perolehan dari uji normalitas Kolmogorov-Smirnov variabel usia bernilai 0,162 untuk usia 10, 0,096 untuk usia 11 dan 0,061 untuk usia 12 tahun. Dan variabel jenis kelamin didapatkan hasil 0,001 untuk laki-laki dan 0,000 untuk perempuan, sehingga satu variabel berdistribusi tidak normal. Uji untuk jenis kelamin menggunaan mann-whiteney, didapatkan nilai 0,000 (<0,05). Didapatkan bahwa adanya tingkat kesimbangan pada siswa-siswi. Sedangkan tingkat keseimbangan pada usia 10, 11, dan 12 tahun tidak ditemukan adanya perbedaan.
Analisa Kelincahan Penderita Chronic Ankle Instability Pada Pemain Bola Basket Dan Futsal Di Sma Kota Malang Widu, Soleman Hailang; Irawan, Dimas Sondang; Rahmawati, Nurul Aini
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i1.233

Abstract

Chronic ankle instability (CAI) mengacu pada gejala ketidakstabilan dan masalah keseimbangan pergelangan kaki. Gejala-gejala ini dapat terjadi karena penyembuhan yang tidak optimal atau penanganan yang tidak tepat dari cedera pergelangan kaki. Kejadian CAI ini bisa menyebabkan terjadinya cedera berulang akibat kondisi ankle yang lemah sehingga bisa berpengaruh dalam kelincahan pada pemain bola basket dan futsal. Kelincahan adalah kemampuan tubuh dalam mengubah gerakan dengan pada suatu posisi tertentu tanpa kehilangan keseimbangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kelincahan penderita chronic ankle instability pada pemain bola basket dan futsal di SMA Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental yang dibagi menjadi kelompok CAI dan kelompok kontrol, dengan teknik purposive sampling. Pada uji perbandingan Mann Whitney Test didapatkan hasil p-value 0,566 (p > 0,05), hasil ini menunjukkan tidak ada perbedaan kelincahan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan CAI. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa analisa kelincahan penderita chronic ankle instability pada pemain basket dan futsal di SMA Kota Malang tidak ada perbedaan yang signifikan. 
Aerobic Exercise Berpengaruh terhadap Peak Expiratory Flow (PEF) pada Mahasiswa Eka Kurnia Sari; Nurul Aini Rahmawati; Ali Multazam
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i2.4382

Abstract

Sedentary Lifestyle has an impact on decreased respiratory muscle strength, decreased lung expiratory function and is at risk of causing other diseases. Lack of activities such as exercise can affect the health of the body and decrease lung function, the disturbed lungs will experience a decrease in lung recoil elasticity so that the absorption of airflow is not optimal and causes disturbances in expiration and inspiration, especially in PEF (Peak Expiratory Flow) which is the maximum airflow velocity achieved during forced expiration. PEF that drops below 80% indicates lung impairment. Low PEF can cause dypsnea, wheezing, shortness of breath. The purpose of this study was to determine the effectiveness of aerobic exercise on PEF increase. This research method used pre-experimental one-group pretest-posttest design. With undergraduate students of PhysiotherapyMuhammadiyah Malang as respondents who meet the inclusion and exclusion criteria. Measurement of pretest and posttest data using spirometer.  Post test was conducted after jogging for 4 weeks and 12 sessions. The results of the Paired Sample Test showed that Aerobic Exercise had an effect on increasing PEF, namely (p = 0.000) p<0.05
Mengatasi Neck pain pada Pekerja Cuci Mobil: Studi Kasus Edukasi Fisioterapi di Mulya Carwash Samarinda Fatmarianni; Nurul Aini Rahmawati
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i1.96

Abstract

Introduction: Neck pain is one of the musculoskeletal disorders that is often experienced, especially by workers who do heavy physical activities, such as car wash workers. This condition can interfere with the quality of life and work productivity. Objective: This study aims to provide physiotherapy education on the prevention and treatment of neck pain using static stretching and self-stretching methods. Method: The method used is one group pre-posttest, where 21 participants from Mulya Carwash Samarinda took a pretest to evaluate their understanding of neck pain before education. During the counseling, participants were given material on the definition, risk factors, signs and symptoms, and self-stretching techniques that can be done independently. Conclusion: The results of the study showed a significant increase in participants' understanding of the prevention and treatment of neck pain, this educational activity succeeded in providing insight and skills to workers to prevent and treat neck pain independently, which has the potential to improve their quality of life and productivity.
EDUKASI POSISI ERGONOMI UNTUK MENGURANGI RESIKO TERJADINYA MUSCULOSKELETAL DISORDER LOWERBACK PADA PEKERJA CLEANING SERVICE DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KUTAI BARAT Batasa Rachman, Dani Alqea; Nurul Aini Rahmawati
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/88fzhd36

Abstract

Pendahuluan: Penyakit akibat kerja seperti musculoskeletal disorders (MSD) adalah keluhan nyeri, pegal-pegal dan lain-lain pada sistem otot rangka seperti pembuluh darah, sendi, tendon, akibat aktivitas kerja, sedangkan ergonomi adalah ilmu tentang perilaku manusia dalam bekerja dan sikap dalam bekerja. Penyakit atau keluhan pada sistem muskuloskeletal merupakan masalah kesehatan yang dapat mengurangi produktivitas dan aktivitas pekerja. Keluhan semacam ini umumnya dialami oleh pekerja yang melakukan rutinitas seperti mengangkat beban, mencuci, memasak, menyapu, berkegiatan dengan postur statis dan janggal.  Tujuan: Penyuluhan bertujuan untuk memberikan edukasi posisi ergonomi pekerja untuk mencegah serta penanganan pada kasus Musculoskeletal Disorder (MSD) pada lower back terutama pada pekerja cleaning service. Metode:  Metode yang digunakan adalah penyuluhan kepada pekerja cleaning service, berupa promosi kesehatan ergonomic, dengan menggunakan leaflet sebagai media, dengan tujuan memberikan informasi terkait dengan posisi ergonomi pada pekerja, melakukan tanya jawab untuk mengetahui informasi tentang keluhan yang dialami oleh pekerja, dan mengedukasi dengan latihan-latihan untuk mencegah MSD pada lower back. Kesimpulan: Proses penyuluhan berjalan lancar, pekerja memahami terkait pentingnya posisi ergonomic yang baik, dengan tujuan untuk membuat pemahaman pekerja tentang posisi ergonomic meningkat dari 0% hingga 100% setelah penyuluhan dilakukan. Sehingga dengan memahami pentingnya posisi ergonomi akan dapat membuat tingkat resiko MSD pada pekerja cleaning service menjadi turun setelah menerapkan posisi ergonomi yang diberikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaab Kutai Barat.
EDUKASI PENYULUHAN DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MENGENAI DISMENORE DAN PENANGANANNYA PADA REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 1 SIAK Siti Nadiyah Putri; Nurul Aini Rahmawati
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/s80a8v60

Abstract

Dismenore atau nyeri haid primer sering mengganggu aktivitas sehari-hari remaja putri, termasuk proses belajar di sekolah. Pengetahuan yang rendah mengenai definisi, faktor risiko, dan penanganan non-farmakologis seperti latihan fisik membuat banyak siswi tidak dapat mengelola rasa nyeri secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kegiatan edukasi dan penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman dismenore pada 24 siswi kelas X Tata Busana SMK Negeri 1 Siak. Metode one-group pre-test–post-test diterapkan menggunakan kuesioner dengan lima item utama. Hasil menunjukkan rata-rata skor pemahaman meningkat dari 11,6% (pre-test) menjadi 100% (post-test); khususnya pengetahuan tentang latihan fisik meningkat dari 0% menjadi 100%. Kegiatan ini berjalan lancar dan setelah penyuluhan siswi mampu melakukan latihan mandiri untuk mereduksi nyeri haid. Pendidikan berbasis penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan dismenore dan menganjurkan integrasi latihan fisik sebagai strategi non-farmakologis dalam manajemen nyeri haid pada remaja.
Baby massage dan sensory play meningkatkan motorik kasar bayi usia 6-12 bulan Wiedyaningtyas, Chintya Kartika Putry; Yulianti, Atika; Rahmawati, Nurul Aini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.782

Abstract

Background: During the golden age, various stimulations must be optimized, especially gross motor development. If the baby experiences gross motor delays, it can cause long-term effects, such as coordination disorders and decreased ability to adapt to the environment. Motor delays can occur due to several factors, including parenting patterns, maternal knowledge, health and nutritional status, environmental culture, and socio-economic status. Baby massage and sensory play are alternatives that can be used to stimulate infant growth and development. Purpose: To determine the effect of a combination of baby massage and sensory play on gross motor development in infants aged 6-12 months. Method: This study used a quasi-experimental design with a non-equivalent group design approach. The number of research samples was 30 infants aged 6-12 months who were taken using purposive sampling techniques according to the inclusion and exclusion criteria. The influence test used was the wilcoxon test for the experimental group and the paired sample t test for the control group, then both groups were compared using the Mann Whitney test. Results: The significance value for the intervention group was 0.010 (<0.05), indicating that the data were not normally distributed. The significance value for the control group was 0.006 (<0.05), indicating that the data were normally distributed. The criteria for assessing the effect of these significance values ​​indicate that the combination of infant massage and sensory play exercises has an effect on gross motor development in infants aged 6-12 months. The comparison test showed an Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.690 (>0.05). The criteria for assessing the comparison test indicate that there is no comparison between the effect of the combination of infant massage and sensory play exercises on gross motor development in infants aged 6-12 months. Conclusion: The combination of infant massage and sensory play exercises has an effect on gross motor development in infants. Stimulation is necessary to optimize infants' gross motor skills; otherwise, their gross motor development will be delayed.                   Keywords: Baby; Baby Massage; Gross Motor; Sensory Play.   Pendahuluan: Pada masa golden age berbagai stimulasi harus dioptimalkan, terutama perkembangan motorik kasar. Apabila bayi mengalami keterlambatan motorik kasar, dapat menimbulkan efek jangka panjang, seperti gangguan koordinasi dan penurunan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan. Keterlambatan motorik dapat terjadi karena beberapa faktor antara lain, pola asuh orang tua, pengetahuan ibu, status kesehatan dan gizi, budaya lingkungan, dan status sosial ekonomi. Baby massage dan sensory play merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menstimulasi tumbuh kembang bayi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kombinasi baby massage dan sensory play terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-12 bulan. Metode:  Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental design dengan pendekatan non-equivalent group design. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 bayi berusia 6-12 bulan yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Uji pengaruh yang digunakan adalah uji wilcoxon untuk kelompok intervensi dan uji paired sample t test untuk kelompok kontrol, kemudian kedua kelompok dilakukan uji perbandingan menggunakan uji mann whitney. Hasil: Berdasarkan nilai signifikansi pada kelompok intervensi didapatkan sebesar 0.010 (< 0.05), berarti data tidak berdistribusi normal, sedangkan nilai signifikansi kelompok kontrol 0.006 (<0.05), berarti data berdistribusi normal. Kriteria penilaian uji pengaruh nilai signifikansi tersebut memiliki arti terdapat pengaruh kombinasi baby massage dengan sensory play terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-12 bulan. Pada uji perbandingan, menunjukkan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.690 (>0.05). Kriteria penilaian uji perbandingan nilai signifikansi tersebut, memiliki arti tidak ada perbandingan pengaruh kombinasi baby massage dengan sensory play exercise terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-12 bulan. Simpulan: Ada pengaruh kombinasi baby massage dan sensory play terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi. Pemberian stimulasi diperlukan untuk mengoptimalkan motorik kasar bayi, jika tidak perkembangan motorik kasar bayi akan mengalami keterlambatan.   Kata Kunci: Bayi; Baby Massage; Motorik Kasar; Sensory Play.
Edukasi Fisioterapi untuk Mencegah Nyeri Punggung Bawah pada Guru SMPN 1 Bathin Solapan Akhir, Raudatul; Rahmawati, Nurul Aini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.158-163

Abstract

Low back pain ataupun nyeri punggung bawah yakni keadaan ketika timbul rasa nyeri ataupun ketidaknyamanan di punggung bagian bawah, mulai dari bawah kosta hingga lipatan bawah bokong namun tidak disertai nyeri yang mengarah ke kaki. Faktor utama low back pain yakni duduk dengan jangka waktu yang panjang, sikap duduk yang tidak benar, dan kegiatan yang melampaui batas. Postur tubuh yang buruk, duduk terlalu lama saat mengerjakan pekerjaan rumah siswa, dan mempersiapkan pelajaran merupakan beberapa aspek yang mengakibatkan nyeri punggung bawah pada guru. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pegetahuan mengenai low back pain dan cara mengatasinya dengan stretching bersama guru-guru SMPN 1 Bathin Solapan, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau pada 17 Maret 2025 dengan menggunakan media promosi berupa poster. Kegiatan ini dihadiri 24 orang guru dengan diawali dengan sesi pretest, penyampaian materi, sesi tanya jawab serta diskusi, serta ditutup dengan sesi post-test. Hasil dilaksanakannya tes di setiap pertanyaan menunjukkan peningkatan angka dari 0% menjadi 100%. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi telah memenuhi target. Lower back pain is a condition characterized by pain or discomfort in the lower back area, from below the rib cage to the buttocks, without any pain radiating to the legs. The main causes of this pain include prolonged sitting, poor sitting posture, and excessive fatigue. Poor posture, prolonged sitting while completing school tasks, and lesson preparation are the primary triggers of lower back pain among teachers. This activity aims to increase awareness and understanding of lower back pain and its management techniques through stretching sessions with teachers at SMPN 1 Bathin Solapan, Mandau District, Bengkalis Regency, Riau Province, on March 17, 2025, using educational posters as media. A total of 24 teachers participated in the activity, which began with a pre-test, followed by a presentation of the material, a question-and-answer session and discussion, and concluded with a post-test. The evaluation results showed an increase in scores on each question, from 0% to 100%. From these results, it can be concluded that the awareness program successfully achieved its objectives.
Penyuluhan Fisioterapi Dalam Meningkatkan Pengetahuan Knee Osteoarthritis Pada Komunitas Lansia di Puskesmas Cisadea Kota Malang Mardhatillah, Regina Naura; Rahmawati, Nurul Aini; Septian, Rizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i3.166

Abstract

Lansia adalah tahap alami dalam siklus kehidupan yang ditandai dengan penurunan fungsi tubuh, baik secara kognitif maupun fisik. Dalam konteks kesehatan, lansia merujuk pada individu yang memasuki usia 60 tahun keatas. Salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh lansia adalah osteoarthritis knee atau nyeri lutut, karena proses penuaan yang menyebabkan kelemahan sendi sehingga menurunkan fungsi tubuh. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman lansia tentang OA, tanda dan gejala, pencegahan , latihan yang dapat dilakukan di rumah serta peran fisioterapis untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta melalui edukasi fisioterapi di Puskesmas Cisadea Blimbing. Edukasi yang diberikan berupa latihan yang dapat dilakukan secara rutin dirumah untuk membantu menguatkan otot dan mengurangi rasa nyeri. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman tentang OA, dibuktikan dengan kenaikan nilai post-test dibandingkan pre-test. Program edukasi fisioterapi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang OA dan cara mengelolanya secara mandiri. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan meningkatkan kesadaran akan pentingnya latihan fisik untuk mencegah dan mengurangi gejala OA, sehingga kualitas hidup lansia dapat ditingkatkan.
Edukasi Fisioterapi tentang Kasus Trigger Finger pada Komunitas Pekerja Industri Keripik Tempe di Kecamatan Blimbing Kota Malang Wiedyaningtyas, Chintya Kartika Putry; Rahmawati, Nurul Aini; Septian, Rizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i3.165

Abstract

Trigger finger merupakan kelainan pada jari akibat peradangan tendon fleksor yang dapat menimbulkan rasa nyeri, kaku, dan keterbatasan gerak. Kondisi ini sering ditemukan pada pekerja dengan aktivitas berulang, seperti komunitas pekerja industri keripik tempe di Sanan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi fisioterapi terkait definisi, penyebab, tanda dan gejala, penanganan, serta latihan mandiri yang dapat dilakukan di rumah sebagai upaya promotif dan preventif. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dengan media leaflet serta sesi tanya jawab dan praktik latihan sederhana. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan pekerja mengenai trigger finger, pencegahan, serta peran fisioterapi setelah dilakukan penyuluhan. Dengan demikian, edukasi fisioterapi terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman komunitas pekerja mengenai trigger finger serta pentingnya latihan mandiri untuk mendukung kesehatan tangan dan produktivitas kerja.
Co-Authors A'yun, Az Zahra Qurrota Abror, Muhammad Ulil Agung Prasetya Ahmad Naufal Fiddien Akhir, Raudatul Alfina Chintya Damayanti Ali Multazam Alvinnya, Indah Anbiola, Farokha Lamafa Alun angraeny, izsme Anisa Husnia Anita Faradilla Rahim Atika Yulianti Atika Yulianti Aulia Nur Azizah Azzahroh, Novita Lorenza Batasa Rachman, Dani Alqea BAYU PRASTOWO Berkanis, Alexandra Yolan Setyawati Butsainah, Dzakira Cevin Nugraha Diah Nur Pratiwi Dike Dwi Ronawati Dike Dwi Ronawati Dimas Sondang Irawan Dinda Lutfiah Mei Handiny Dwiyanti, Reni Edina, Belva Ega Halima Ramdini EKA KURNIA SARI Elma Qorina Qurana Haqia Erfil Refilda Faradhiza Aini Putri Nasir Nasir Fatmarianni Faza, Aurum Nur Firza Nadia Putri Fitriyani, Meylani Gasica Dwi Sandy Wiratami Gusti Yeni Roudhatul Ilmi Hairun nisa Hannah, Nisa' Daril Hayati, Noor Mika Herlianti I Made Bagiada Okta Nugraha I Made Gandhi Laksana Imami, Diah Amelia Nurul Indana, Alifiya Zulfa Indiani, Wulan Itamala Sari Jumianti, Sri Eko Khikmah, Kholifatul Kirana Kinantan Kinasih Kurnia Putri Utami Kurniawati Putri Al Saudi Lala Nabilah Alfizah Latifah Zulfa Rahmawati Lina Sriyatun Lisna Lisna Lisna Lisna Lisna Lisna, Lisna Ma'rufah, Siti Ainun Mardhatillah, Regina Naura Marufa, Siti Ainun Ma’rufa, Siti Ainun Mita Andini Ayu Lestari Mudhari, Dewi Nanda Rosita Mulya, Nurma Musdalifa Musdalifa Nafiah, Nafiah Nafiah Nikmatur Rosidah Nora Idiawati Nungki Marlian Yuliadarwati Nur Amalia Moh. Jafar Nontji Nur Laili Sakti Anggraeni Nuranita, Nuranita Nurhayati, Rina Nurhayati, Rini Prasetia, Agung Prastya, Agung Putri Hadi Novitaningrum Putri Kusumaningtyas Putri, Firza Nadia Rahmadani Aulia Wailisa Rahman, Fadlul Syahidur Rahmatullah, Muhammad Rizqy Ramadhani, Kavita Ramdini , Ega Halima Ratu Rania Romadhona, Nurul Faj'ri Ronawati, Dike Dwi Rosidatussholikhah, Rosidatussholikhah Rozamala Ma'arij Safira Friaviesta Maharani Safun Rahmanto Saputri, Triasti Bintang Sari, Nurul Permata Saskia Meidi Seff, Ghaida Syaugi Septia Triandini Septian, Rizal Shinta Kurnia Febriliani Shintya, Ayu Rahma Shofiana Wardani Siti Ainun Ma'rufa Siti Ainun Marufa Siti Nadiyah Putri Sri Eko Jumianti Sri Sunaringsih Ika Wardojo Sriyatun, Lina Ummah , Salma Nurul Waahid, Mohammad Abdul Wicaksono, Faris Pamungkas Widu, Soleman Hailang Wiedyaningtyas, Chintya Kartika Putry Wildha Rosita Dewanti Zailia, Syamsa Liatis Zaimah, Zaimah Zaqy Yahya Mubaroq Zidni Imanurrohmah Lubis