Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Tentang Keberadaan Industri Ikan Asin di Pulau Pasaran Bandar Lampung Bustomi Bustomi; Budiyono Budiyono; Edy Haryono
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.767 KB)

Abstract

This research aimed to describe the existence study about the existence of industrial salted fish in the Pulau Pasaran of weight Kota Karang district east Telukbetung of Bandar Lampung city in 2016. The research used descriptive method, with population was 48 respondents. The collection of data in this research used observation, interviews, questionnaire and documentation. The analysis of the data used frequency tables as the basis for the interpretation and description of the data of the research report. The results of the research showed: (1) There were 93,75% of respondents get raw materials easily, (2) There were 77,08% of respondents get capitaleasily, (3) There were 66,67% of respondents get labor easily, (4) All respondents get transportation in land and seaeasily, (5) The numbers of salted fish production were 64,225 ton/month or in the numbers of mean are 1,33 ton/month/enterpreneur, and (6) All of respondents claimed that salted fish marketing went well and always sold out.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang keberadaan industri ikan asin di Pulau Pasaran Kelurahan Kota Karang Kecamatan Telukbetung Timur Kota Bandar Lampung Tahun 2016. Penelitian menggunakan metode deskriptif, dengan populasi penelitian 48 responden. Pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tabel persentase sebagai dasar interpretasi dan deskripsi data dalam membuat laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan: (1) sebanyak 93,75% responden mudah mendapatkan bahan mentah, (2)sebanyak 77,08% responden mudah mendapatkan modal, (3) sebanyak 66,67% responden mudah mendapatkan tenaga kerja, (4) seluruh responden mudah mendapatkan sarana tranportasi darat dan laut, (5) jumlah produksi ikan asin sebanyak 64,225 ton/bulan atau rata-rata sebanyak 1,33 ton/bulan/pengusaha, dan (6) seluruh responden menyatakan pemasaran ikan asin dan selalu habis terjual.Kata Kunci : bahan mentah, modal, pemasaran, produksi, sarana transportasi, tenaga kerja.
PEMETAAN OBJEK WISATA DI WILAYAH KABUPATEN LAMPUNG BARAT TAHUN 2014 Airlangga Airlangga; Budiyono Budiyono; Dedy Miswar
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.3 KB)

Abstract

This study aimed to assess the mapping attractions in West Lampung Regency with pressure point on the type, the potential and accessibility. This research used descriptive method. The research object was geospatial data. The subject of the research was the head of the Tourism Departement of West Lampung regency. The data were collected by observation, interview, and documentation. The results showed: (1) Tourism object were classified into two types: natural tourism object such as Lake Ranau and TNBBS and artificial such as Megalithic Monuments, tourism village Pekon Hujung. Its natural potency were the beauty of it natural scenery. Its social potency was traditional culture of Lampung society. (2) accessibility of the tourism object that was difficult was Suoh lake, while others were easily reachable.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemetaan objek wisata di wilayah Kabupaten Lampung Barat dengan titik tekan pada jenis, potensi dan aksesibilitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Objek kajian lokasi wisata berupa data geospasial. Subjek penelitian adalah kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Barat. Pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Objek wisata digolongkan menjadi 2 jenis, wisata alam seperti Danau Ranau dan TNBBS serta wisata buatan seperti Situs Megalitikum dan Desa Wisata Pekon Hujung. Potensi alamnya berupa keindahan panorama alam. Potensisosial berupa kebudayaan tradisional masyarakat Lampung. (2) Aksesibilitas menuju objek wisata yang sulit yaitu Danau Suoh, sedangkan lainnya mudah dicapai.Kata kunci: lampung barat, objek wisata, pemetaan.
PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR BERDASARKAN LATAR BELAKANG JURUSAN DI SMA/MA Arum Mawarni; Budiyono Budiyono; Rahma Kurnia Sri Utami
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.89 KB)

Abstract

This research aimed to know the students learning motivation and learning achievement difference based on highschool majors social science and natural science. This research used quantitative method. The population in this research was students of Geography Education Study Program Social Science Majors Faculty of Teaching and Education University of Lampung academic year 2012. The sample of this research were 82 students academic year 2012 chosen by purposive sampling technique. The data was collected using questionnaire and documentation. The data analysis technique used in this research was chi square analysis. Result of the research showed that 1) there was no difference learning motivation based on higschool majors between social science and natural science 2) there was no difference learning achievement based on higschool majors between social science and natural science.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar dan perbedaan prestasi belajar mahasiswa, berdasarkan latar belakang jurusan pada saat SMA/MA IPS dan IPA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Lampung angkatan 2012. Sampel penelitian adalah 82 mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi angkatan 2012 yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis chi kuadrat. Hasil penelitian ini menunjukan 1) tidak ada perbedaan motivasi belajar mahasiswa berdasarkan latar belakang jurusan SMA/MA IPS dan IPA 2) tidak ada perbedaan prestasi belajar mahasiswa berdasarkan latar belakang jurusan SMA/MA IPS dan IPA.Kata kunci: jurusan, motivasi belajar, prestasi belajar.
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PENGRAJIN BATU AKIK DESA SIMPANG EMPAT TAHUN 2015 Sanat Dia; Budiyono Budiyono; Dedy Miswar
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 4, No 3 (2016): JURNAL PENELITIAN GEOGRAFI (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.73 KB)

Abstract

The objective of this research was to describe the Sosioeconomic of Characteristic Craftsmen Arkenstone in the village of Simpang Empat 2015. The descriptive method was used in this research, the number of respondents were 21 craftsmen. The data collecting techniques were observation, interviews, documentation and observation about stone. The data analysis used frequency tables as the basis for the interpretation and description of the data in the study. The finding of this research showed the education of craftsmen was low, they had a little number of children, the number of dependents was little, they bought raw materialsfrom the village Simpang Empat and the typeof the stone was metamorpohic, the average of capital was Rp 1.288.100/person, the craftsmen was used their equipment, the average result producing 347/grains/person./month, all craftsmen did the marketing agate to tengkulak, collector, and individual, the craftsmen of the basics needs minimum family is fullfiled.Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan karakteristik sosial ekonomi pengrajin batu akik di Desa Simpang Empat Tahun 2015. Menggunakan metode deskriptif, jumlah populasi sebanyak 21 pengrajin. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengamatan batuan. Teknik analisi data menggunakan tabel persentase sebagai dasar interpretasi dan deskripsi data pada penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengrajin berpendidikan rendah, pengrajin memiliki jumlah anak sedikit, pengrajin memiliki jumlah tanggungan tergolong kecil, seluruh pengrajin membeli bahan baku dari Desa Simpang Empat dan jenis bahan baku yang digunakan adalah batuan metamorf, rata-rata pengrajin memiliki modal Rp 1.288.100/oraang, pengrajin menggunakan peralatan mereka sendiri, rata-rata setiap pengrajin mendapatkan hasil 347/butir/orang/bulan, semua pengrajin melakukan pemasaran batu akik kepada tengkulak, kolektor, dan perorangan, serta tingkat pemenuhan kebutuhan pokok keluarga pengrajin batu akik terpenuhi.Kata kunci : karakteristik, sosial ekonomi, pengrajin batu akik
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG KEBERADAAN INDUSTRI KECAP KAWAN SETIA Gustia Paramitha Sari; Budiyono Budiyono; Buchori Asyik
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.378 KB)

Abstract

This study aims to examine the factors supporting the existence of industrial soy KS in the Negeri Sakti Village Gedong Tataan Subdistrict Pesawaran Year 2012. This study uses descriptive, as the respondents of this study are a businessman Kawan Setia industrial soy sauce (KS). The results showed that: 1. The raw materials used in the production process delivered directly by the suppliers of the region Sribawono, East Lampung. 2. KS soy industry entrepreneur easy to get fuel as a contributing factor to the presence of soy sauce industry KS. 3. KS soy industry entrepreneur easy to get employment, the workforce numbered 13 people. 4. KS soy industry employers easily get the necessary means of transportation in the form of a pick-up which is privately owned. 5. KS soy industry entrepreneurs easily and smoothly to market products to 5 points, namely: South Lampung, Pringsewu, Pesawaran, Bandar Lampung, and Tanggamus.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang faktor-faktor pendukung keberadaan industri kecap KS di Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Tahun 2012. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sebagai produsen penelitian ini seorang pengusaha industri kecap KS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Pengusaha mudah mendapatkan bahan mentah yang diantar oleh distributor dari Lampung Timur. 2. Pengusaha industri mudah mendapatkan bahan bakar (elpiji) dipasok dari PT. Alpinas. 3. Pengusaha industri mudah mendapatkan tenaga kerja, yang diperlukan dalam proses produksi. 4. Pengusaha industri mudah mendapatkan sarana transportasi yang diperlukan berupa pick up yang merupakan milik industri. 5. Pengusaha industri mudah dan lancar dipasarkan karena pelanggan berada di lima titik yaitu : Lampung Selatan, Pringsewu, Pesawaran, Bandar Lampung dan Tanggamus.Kata kunci: bahan mentah, pemasaran, sumber tenaga kerja, transportasi.
KONDISI FISIOGRAFIS YANG MENDUKUNG POLA PERMUKIMAN PENDUDUK TAHUN 2014 Anisa Nurjanah; Budiyono Budiyono; Rosana Rosana
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.588 KB)

Abstract

This study aimed to assess about the settlement pattern in the Brawijaya Village sub district sekampung clownish district east lampung. Point press study that is morphology, soil fertility, water system and accessibility. This research used descriptive method. The sample collection technique used namely purporsional area of sampling with the total sample were 70 head of the family. Data collection were taken by means of observation , documentation and questionnaire then analyzed the percentage technique. Based on the results of the study, it explained: (1) The morphology condition of Brawijaya village is flat 2) Brawijaya village own the land good, 3) Difficulty to obtain water during dry season made those Brawijaya village prefer to live around right and the left of the road, (4) Accessibility which is good influence the settlement pattern in the Brawijaya Village.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang pola permukiman di Desa Brawijaya Kecamatan Sekampung Udik KabupatenLampung Timur. Titik tekan kajiannya pada keadaan morfologi,keadaan tanah, tata air dan aksesibilitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purporsional area sampling dengan jumlah sampel 70 KK. Pengumpulan data diambil dengan cara observasi, dokumentasi dan kuisioner kemudian dianalisis dengan teknik tabulasi persentase. Hasil penelitian menjelaskan: (1) kondisi morfologi Desa Brawijaya relatif datar 2) Desa Brawijaya memiliki tanah yang baik. (3) sulitnya mendapatkan air saat musim kemarau membuat penduduk Desa Brawijaya lebih memilih tinggal disekitar kanan kiri jalan. (4) aksesibilitas yang baik mempengaruhi pola permukiman di Desa. Kata kunci: kondisi fisiografis, pola permukiman,desa.
Faktor Penyebab Menurunnya Wisatawan Berkunjung ke Objek Wisata Seminung Lumbok Resort Tahun 2016 Maryana Novita; Budiyono Budiyono; Zulkarnain Zulkarnain
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.611 KB)

Abstract

This study aimed to examine factors causing decreasing tourists visiting tourism Object of Seminung Lumbok Resort. This research used descriptive method. Data collecting techniques were observation, interviews, questionnaires and documentation. The data analyzed with scoring technique with Strutuges model formula as the basis of description of research report. The results showed: (1) A total of 72.39% of respondents stated that tourism object was less attractive, as evidenced by score of 13, a factor causing the decrease of tourists visiting, (2) 84.99% of respondents said accessibility was difficult, with score 10, (3) A total of 92.29% of respondents stated that unattended facilities, with a score of 12, became the contributing factor of tourist visiting decreasing, (4) A total of 41.32% of respondents stated the state of the tourist attraction safe, with a score of 12, thus proving to be a factor causing the decreasing of tourists visiting.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor penyebab menurunnya wisatawan berkunjung ke Objek Wisata Seminung Lumbok Resort. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan skoring dengan rumus model Strutuges sebagai dasar deskripsi pembuatan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukan: (1) Sebanyak 72,39% responden menyatakan objek wisata kurang menarik, dibuktikan dengan skor 13, menjadi faktor penyebab menurunnya wisatawan yang berkunjung, (2) Sebanyak 84,99% responden menyatakan aksesibilitas sulit, dengan skor 10, menjadi faktor penyebab menurunnya wisatawan berkunjung, (3) Sebanyak 92,29% responden menyatakan fasilitas yang tidak terawat, dengan skor 12, menjadi faktor penyebab menurunnya wisatawan berkunjung, (4) Sebanyak 41,32% responden menyatakan keadaan objek wisata tidak aman, dengan skor 12, sehingga menjadi faktor penyebab menurunnya wisatawan yang berkunjung.Kata Kunci: menurunnya kunjungan wisatawan, objek wisata.
PERGESERAN NILAI GOTONG ROYONG DALAM PENGOLAHAN LAHAN PERTANIAN DESA PULUNG KENCANA Muji Slamet Lestari; Budiyono Budiyono; Zulkarnain Zulkarnain
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.344 KB)

Abstract

This research aimed to examine about a shift in the value of the mutual society of farmers in the processing of the village farmland Pulung Kencana, West Tulang Bawang. This research used descriptive methods. The population of this research was two RK, a total of 394 KK, used 10% (39 heads of families). Data collection was using the techniques of observation, questionnaires, interview, documentation, and libraries. Data analysis was using basic tabulation and percentages as the interpretation and description in making research report. This research showed that: 1). Using the services of farm workers were more pratical with the cost belongs to cheap, making farmers prefer to use the services of farm workers compared to mutual coorperation. 2). Modern technology can help farmers to complete their job in a short time, and the cost that is relatively cheap. The thing that drives farmers prefer to use modern technology compare to mutual coorperation.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang pergeseran nilai gotong royong pada masyarakat tani dalam pengolahan lahan pertanian Desa Pulung Kencana, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian ini mengambil dua RK, sebanyak 394 KK, digunakan 10% (39 Kepala Keluarga). Pengumpulan data dengan teknik observasi, kuesioner, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dengan tabulasi dan persentase sebagai dasar interpretasi dan deskripsi dalam membuat laporan penelitian. Penelitian ini menunjukan bahwa: 1). Menggunakan jasa buruh tani lebih praktis dengan biaya yang tergolong murah, membuat petani lebih memilih menggunakan jasa buruh tani dibandingkan dengan gotong royong. 2) Adanya teknologi modern dapat membantu petani menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang cepat, serta dengan biaya yang relatif murah. Hal tersebut yang mendorong petani lebih memilih menggunakan teknologi modern dibandingkan dengan gotong royongKata kunci: pergeseran, gotong royong, petani
PRODUKSI BIOGAS DARI ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) DAN LIMBAH TERNAK SAPI DI RAWAPENING Nurfitri Astuti; Tri Retnaningsih Soeprobowati; Budiyono Budiyono
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dihasilkan oleh fermentasi anaerobik bahan-bahan organik. Bahan organik yang dapat dimanfaatkan antara lain limbah ternak sapi dan eceng gondok. Kelimpahan eceng gondok banyak ditemukan di Rawapening, hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah salah satunya adalah pendangkalan Rawapening. Proses pembuatan biogas dimulai dari  pembuatan digester, proses pengambilan eceng gondok, proses pengambilan kotoran sapi, pencampuran bahan dan pengukuran volume gas. Variasi yang di gunakan dalam produksi biogas berdasarkan kadar padatan dari eceng gondok dan kotoran sapi. Hasil dari pengukuran kadar padatan eceng gondok sebesar 18% dan kotoran sapi sebesar 27%. Hanya 8 % padatan dari total volume digester yang digunakan dalam produksi biogas. Hasil pengukuran volume biogas terhadap variasi jumlah eceng gondok  terhadap substat, yang optimal adalah perbandingan 40:60:500 dari eceng gondok, kotoran sapi dan air sebesar 125,7 ml. Hasil pengukuran jumlah biogas terhadap variasi jumlah limbah kotoran sapi terhadap substrat yang optimal yaitu perbandingan 40:80:480 eceng gondok, limbah kotoran sapi dan air yaitu sebesar 176,33 ml. Dan hasil pengukuran volume biogas terhadap variasi jumlah eceng gondok dan limbah kotoran sapi terhadap komposisi substrat yang optimal dengan perbandingan 0:80:520 sebesar 134,67 ml.   Kata kunci: Eceng gondok, biogas, Rawapening.
Deskripsi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Geografi SMAN 1 Natar Lampung Selatan Novi Yuli Ervianni; Budiyono Budiyono; Sudarmi Sudarmi
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.605 KB)

Abstract

The problems in research was less the utility of school library. Therefore, the research aimed to find out: (1) The number of students who borrow a book geography (2) The cause of students borrow a book geography (3) The frequency of students borrow a book (4) Types of books borrowed by students (5) benefits of geography books borrowed for students (6) the role of the school library against the study outcome of student. The result of the research shows that: (1) 28% of students borrow books of geography in school library, (2) were made to teachers, to do their tasks, to add knowledge and did not have book, (3) 71.1% of students borrow books in the school library 1 time per month (4) borrow a book general knowledge, story (5) as a source of learning, increase insight and knowledge, (6) borrow a book to improve their study outcome.Masalah dalam penelitian adalah kurang dimanfaatkannya perpustakaan sekolah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) jumlah siswa yang meminjam buku geografi, (2) penyebab siswa meminjam buku geografi, (3) frekuensi siswa meminjam buku, (4) jenis buku yang dipinjam oleh siswa, (5) manfaat buku geografi yang dipinjam bagi siswa dan (6) peranan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) 28% siswa meminjam buku geografi di perpustakaan sekolah, (2) disuruh guru, mengerjakan tugas, menambah pengetahuan dan tidak memiliki buku, (3) 71,1% siswa meminjam buku di perpustakaan sekolah 1 kali per bulan, (4) buku pengetahuan umum, cerita, (5) sebagai sumber belajar, menambah wawasan dan pengetahuan, dan (6) meminjam buku guna meningkatkan hasil belajarnya.Kata Kunci: hasil belajar, pemanfaatan perpustakaan sekolah
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adelin Tanati Ahmad Fatiin Ailsa Devina Rosahada Aini Nurul Airlangga Airlangga Akhmad Muhid Akmal Amaliya Ali Djamhuri Alif Ainun Ikbal Alvitriani Alvitriani Amelia Sarungallo Aminuyati Anamika Labitta Anggina May Deviar Anggun Srirahayu Anisa Nurjanah Anita Khoiri Rohmah Anita Pertiwi Anjar Mariyani Anna Nur Nahari Antarini Antarini Antonius Suparno Antono Suryoputro Apri Ardiantoro Ari Suwondo Arida Resiandi Arum Mawarni Atthiana Marpa Ayu Rahmadani Bambang Hindratmo Baso Daeng Basuki Sri Rahayu Bekti Kusuma Wijayanti Beni Saputra Bondhan Dwi Arum Puspo Buchori Asyik Budi Haryanto Bustomi Bustomi Darmanto Darmanto David Sura Wijaya Dayu Febriantika Dedy Miswar Defi Fitri Agustiani Dehli Syah Rizri Desy Arshinta Diah Fatmawati Dita Kartika Dwi Puastuti Dwina Rizki Anindhita Edy Haryono Eka Fajarwati Endah Rinsania Indi Esrom Hamonangan Esti Nurmala Fachmi Al Farisi Fachri Thaib Fauziah El Syani Fenny Asyerem Feriandi, Yoga Ardian Feronika Adithia Eka Asi Finni Yulyoni Fiona Faiqoh Fitria, Tira Nur FX Sumarja Ghalih Hakiki Kavisa Gita Nurina Ramadhaniyanti Gustia Paramitha Sari H.J. Namserna Haryono Haryono Hashfi Hawali Abdul Matin hasih pratiwi I. G. Wenten Ibud Mahani Ichwanul Muttaqin Iinaas Adzkiya Tsani Illona Noya Imam Prasetyo Imam Widodo Ina Rumainum Indriyanti Agustina Putri Irma Lusi Nugraheni Istyarini Istyarini Juvita Ayu Puspitaloka Karamang, Syukur Kartono Kartono Kiki Kurniawan Layna Ratna Sari Lilis Setyarini Linda Lindongi Liz Andriyani M. Cholis M. Hasan Ma'ruf Mardiyana Mardiyana Maryana Novita Maysaroh Nur Istikomah Meri Herlina Muhammad Luthfi Muhammad Rido Muji Slamet Lestari Mursid Rahardjo Mursid Raharjo Nabilla Rachma Anjani Nanda Fitriani Nani Suwarni Niki Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikita Rizky Nina Rosenovianty Christiana Ningsih, Suhesti Nita Nirwana Norma Arinda Kesuma Novi Yuli Ervianni Nur Endah Wahyuningsih Nur Yasin Nurfitri Astuti Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazulil Nurlita Sari NURUL KARIMAH Nurulia Unggul Putri Ragil Onny Setiani Pradipta Dhimasrasta Santya Putra Purbokurniawan Purbokurniawan Rahma Kurnia Sri Utami Rahmadayanti Rahmadayanti Rainy Rifta Rani Novianis Rizky Saputri Renaldy Diaz Suryawan Renyka Dwi Febriatiningrum Resa Narulita Retno Hestiningsih Reymas Ruimassa Ria Siti Nur Hasanah Riki Tri Kurniawan Rinawati Rinawati Rosana Rosana Rosi Elvia Rukmini Rukmini Sanat Dia Saraswati Prabawardhani Sari Dwika Ratri Sariyasni Sariyasni Sela Putri Herdina Sinta Fatimah Siti Komariyah Siti Kunarti Siti Sundari Siti Uswatun Hasanah Soffan Rizqi Sri Hartini Sri Laksmi Pardanawati Sri Wardaya Suci Tresnasari Sudarmi Sudarmi Suhartono Suhartono Suhesti Ningsih Sulistiyani Sulistyani Sulistyani Sulistyani Suprihati Suprihati Sutopo Patria Jati Syahrul Ihsan Syamaidzar Arban Jadid Syamsulhuda BM T. Setiadi Theresia Tan Tri Amdani Kumbasari Tri Endah Widi Lestari Tri Retnaningsih Soeprobowati Tyas Devinta Pratiwi Veronica Tuhumena Vina Nurviana Wahida Inayatun Nikmah Wardi Wardi Weda Kupita Wesamei Apriliana Escurial Wikan Budi Utami Y Gigih Anggi T W Yacob Bodang Yarmaidi Yarmaidi Yohanis Mustamu Yuniar Widya Larasati Yunita Rahmawati Yunussita Fitri Alifia Yusniar Hanani Darundiati Yuyut Ariyanto Zulfa Oktavia Zulkarnain Zulkarnain