Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada RSUD Wilayah Bogor Riyani S. Saputri; Sri Hartoyo; Hendro Sasongko
Jurnal Ekonomi Vol. 25 No. 2 (2020): July 2020
Publisher : Fakultas Ekonom dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/je.v25i2.662

Abstract

This study aims to determine and analyze the role of participation in budgeting on managerial performance whereas in this study there is a moderating variable that is Reward in the BLUD RSUD Bogor region. The data obtained were processed using Microsoft Excel 2018 and Eviews. The sampling technique with purposive sampling technique. The results obtained after a study of 85 respondents using multiple linear regression analysis models explained that there is an influence of participation in budgeting on managerial performance. Budgeting can act as a planning and performance criteria, where the budget can be used as a control system to measure managerial performance. This means that participatory budgeting can be assessed as a managerial approach that can improve the performance of each manager as an individual, and reward does not affect managerial performance. Continue to evaluate the performance using the Balanced Scorecard seen from the main performance indicators and achieve performance for the realization of performance achievements included in the predicate is very good in 2017-2018.
Pendugaan Elastisitas Penawaran Output dan Permintaan Input pada Usaha Tani Padi dan Jagung: Pendekatan Multiinput-Multioutput Erma Suryani; Sri Hartoyo; Bonar M. Sinaga; nFN Sumaryanto
Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v33n2.2015.91-106

Abstract

EnglishThe objective of this study was to estimate output supply and input demand elasticities for analyzing impacts of price changes of output, input, and infrastructure on supply of output (rice and corn) and on demand for inputs. Data were taken from surveys conducted in 2007 and 2010 by the Indonesian Center for Agricultural Socio Economic and Policy Studies (ICASEPS) in collaboration with JBIC and IFPRI. The unit of analysis was village. As many as 45 lowland villages were selected as samples from seven provinces in and off-Java. A multi input-multi output approach with Seemingly Unrelated Regression was used to estimate the elasticity and appropriateness of the model. The results of analysis show that elasticity of output supply on its price was positive and elastic, while elasticity on input price was negative and inelastic. Elasticity of input demand on its price was negative, and it was elastic to the price of urea fertilizer, irrigation fee, labor cost, and other inputs, while elasticities on other inputs price varied. Elasticity of input demand on rice price changes was positive and elastic. Acreage and infrastructure (rural road and irrigation) had a positive impact on output supply and input demand. The results of the study implies that rice production could be increased by sustaining Government Purchase Price policy, promoting adoption of new technology, limiting land conversion into non-farming use, and improving rural infrastructure.IndonesianTujuan penelitian ini adalah melakukan pendugaan elastisitas penawaran output dan permintaan input untuk menganalisis dampak perubahan harga output, harga input, dan infrastruktur (irigasi dan jalan) terhadap penawaran output (padi dan jagung) dan permintaan input. Data bersumber dari hasil survei PSEKP, JBIC, dan IFPRI tahun 2007 dan 2010 di tujuh provinsi di Jawa dan luar Jawa. Penelitian menggunakan unit analisis desa dengan jumlah sampel 45 desa sawah. Analisis menggunakan pendekatan multiinput-multioutput dan estimasi model menggunakan metode seemingly unrelated regression. Hasil penelitian menunjukkan elastisitas penawaran output terhadap harga sendiri bertanda positif dan elastis, sedangkan terhadap harga input bertanda negatif dan inelastis. Elastisitas permintaan input terhadap harga sendiri bertanda negatif dan elastis terhadap pupuk urea, pengairan, tenaga kerja, dan input lainnya, sedangkan terhadap harga input lainnya besarannya bervariasi. Elastisitas permintaan input terhadap perubahan harga padi bertanda positif dan elastis. Luas areal tanam dan infrastruktur (irigasi dan jalan) menunjukkan pengaruh positif terhadap penawaran output dan permintaan input. Implikasi penelitian adalah peningkatan produksi padi dapat dilakukan dengan melanjutkan kebijakan HPP, meningkatkan penggunaan teknologi, menekan laju konversi lahan, dan meningkatkan alokasi anggaran untuk pembangunan/rehabilitasi infrastruktur irigasi dan jalan.
Analisis Efisiensi Teknis, Efisiensi Alokatif, dan Efisiensi Ekonomi Usahatani Jagung Berdasarkan Varietas di Provinsi Gorontalo Andi Yulyani Fadwiwati; Sri Hartoyo; Sri Utami Kuncoro; I Wayan Rusastra
Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v32n1.2014.1-12

Abstract

EnglishThis study aims to measure technical, allocative, and economic efficiencies of maize farming and factors influencing the technical inefficiency in Boalemo, Pohuwato, and Gorontalo Regencies, Gorontalo Province. Random sampling was used in selecting the respondents of 355 farmer households in 2012. The data were analyzed using the Cobb-Douglas stochastic frontier production function. Adoption of new improved variety (VUB) is more efficient than that of the old one (VUL). VUB’s technical, allocative and economic efficiencies were each of 84%, 40%, and 34%, respectively. VUL’s technical, allocative and economic efficiencies were 75%, 36%, and 26%, respectively. Factors causing technical inefficiency were educational level, farmer group membership, access to credit, and agriculture extension. Increased efficiency can be achieved through farm management improvement, i.e. both technical and managerial capabilities of farmers. IndonesianPenelitian ini bertujuan untuk mengukur efisiensi teknis, efisiensi alokatif, dan efisiensi ekonomi usahatani jagung, serta faktor-faktor apa yang memengaruhi inefisiensi teknis. Penelitian dilakukan di Provinsi Gorontalo, yaitu Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling, yaitu sebanyak 355 rumah tangga petani dengan menggunakan data cross section tahun 2012. Metode analisis menggunakan fungsi produksi stochastik frontier Cobb-Douglas, dan efisiensi alokatif serta ekonomis dianalisis menggunakan pendekatan dari sisi input. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas unggul baru lebih efisien dibandingkan dengan penggunaan varietas unggul lama dengan tingkat efisiensi teknis, alokatif dan ekonomi masing-masing 84%, 40%, dan 34% untuk VUB, sedangkan untuk VUL masing-masing 75%, 36%, dan 26%. Faktor–faktor yang menjadi penyebab inefisiensi teknis adalah lama pendidikan, keanggotaan dalam kelompok tani, akses kredit dan penyuluhan. Implikasi kebijakan, yaitu peningkatan efisiensi dapat dilakukan melalui peningkatan manajemen usahatani baik teknis maupun kapabilitas manajerial petani.
Dampak Perubahan Harga Pangan terhadap Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga di Indonesia Rita Yuliana; nFN Harianto; Sri Hartoyo; Muhammad Firdaus
Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v37n1.2019.25-45

Abstract

EnglishThe most important people's welfare related food problem is increasing food prices. Food price induced welfare change varies by household groups, either by location (urban/rural), poverty status (poor/non-poor), and souces of incomes (agriculture/non-agricultural). The sources of the welfare change may also vary by food categories. This study aims to evaluate changes in household welfare in Indonesia by household groups and the contribution of food categories. The household welfare was measured with the Compensating Variation which was computed by using the Hicksian compensated price elasticities obtained from the estimated Linear Approximation Almost Ideal Demand System using the National Socio-Economic Survey March 2016 data. The results showed that in March 2016, welfare losses in all household groups, in urban areas higher than in rural areas, in poorer households higher than non-poor, in agricultural households higher than non-agricultural and the contribution of each food group to the decline in welfare levels varies among individual household groups. The largest contributor is food prices. Rice is the largest contributor for the rural, the poor and the agricultural households. Animal products, fruit, prepared food and beverage and cigarettes categories are the main contributors for the urban, the not poor and the non-agricultural households.IndonesianPermasalahan pangan utama yang berkaitan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat adalah kenaikan harga pangan. Perubahan tingkat kesejahteraan akibat kenaikan harga pangan berbeda menurut kelompok seperti menurut tempat tinggal (perkotaan/perdesaan), status kemiskinan (miskin/tidak miskin), sumber utama penghasilan rumah tangga (pertanian/nonpertanian). Demikian pula kontribusi masing-masing kategori pangan terhadap perubahan tingkat kesejahteraan berbeda pada kelompok rumah tangga sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan tingkat kesejahteraan rumah tangga di Indonesia menurut kelompok rumah tangga dan kontribusi kategori pangan terhadap perubahan tingkat kesejahteraan tersebut. Perubahan kesejahteraan diukur dengan Compensating Variation berdasarkan elastisitas harga terkompensasi Hicksian yang diperoleh dari model permintaan Linear Approximation Almost Ideal Demand System dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional periode Maret 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Maret 2016, terjadi penurunan kesejahteraan pada semua kelompok rumah tangga, di perkotaan lebih tinggi daripada di perdesaan, pada rumah tangga miskin lebih tinggi dari pada tidak miskin, pada rumah tangga pertanian lebih tinggi dari pada nonpertanian. Kelompok makanan berkontribusi tertinggi terhadap penurunan tingkat kesejahteraan rumah tangga secara umum. Beras berkontribusi tertinggi dalam penurunan tingkat kesejahteraan kelompok rumah tangga perdesaan, miskin, dan pertanian. Kategori pangan hewani, kelompok buah-buahan, makanan dan minuman jadi serta rokok berkontribusi tertinggi untuk kelompok rumah tangga di perkotaan, tidak miskin dan nonpertanian.
Dampak Alokasi Bantuan Modal dan Tenaga Kerja Keluarga terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Petani di Nusa Tenggara Timur Ferdy Adif I. Fallo; Bonar Marulitua Sinaga; Sri Hartoyo; Pantjar Simatupang
Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v36n2.2018.113-134

Abstract

English East Nusa Tenggara is the province with the highest poverty prevalence in Indonesia. One of the government's efforts to overcome poverty in the area is the capital assistance program for farm households. This research aimed to analyze the impacts of capital support and household labor allocation on the welfare of farm households in East Nusa Tenggara. The survey for data collection was conducted from in South Central Timor and Kupang Regencies of East Nusa Tenggara Province February to July 2017 with samples of 118 farmer households. Data analysis was conducted by developing an econometric simulation model based on farm-household economic theory. The results showed that increasing capital aid allocation for livestock business decreased the welfare, but increasing investment for livestock business, allocation of capital support for nonfarm business, and allocation of family labor for nonfarm business in single case had an impact on improving the welfare of farmer's household. The best combination consisted of increasing investment for livestock business, allocation of capital support for nonfarm business, and family labor allocation for nonfarm business. Increasing the allocation of family labor for nonfarm business is an important policy because it singly or in combination had an impact on improving the welfare of farm households.IndonesianNusa Tenggara Timur merupakan provinsi dengan prevalensi kemiskinan tertinggi di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan di daerah tersebut adalah program bantuan modal kepada rumah tangga petani. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak alokasi bantuan modal dan tenaga kerja rumah tangga terhadap kesejahteraan rumah tangga petani. Survei pengumpulan data dilaksanakan di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur pada bulan Februari hingga Juli 2017 dengan sampel sebanyak 118 rumah tangga petani. Analisis dilakukan dengan membangun model simulasi ekonometrik berbasis teori ekonomi rumah tangga petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan alokasi bantuan modal untuk usaha ternak menurunkan kesejahteraan, namun peningkatan investasi untuk usaha ternak, alokasi bantuan modal untuk usaha non pertanian, dan alokasi tenaga kerja keluarga untuk usaha non pertanian secara tunggal berdampak meningkatkan kesejahteraan rumah tangga petani. Kombinasi terbaik ialah kombinasi peningkatan investasi untuk usaha ternak, alokasi bantuan modal untuk usaha nonpertanian, dan alokasi tenaga kerja keluarga untuk usaha nonpertanian. Peningkatan alokasi tenaga kerja keluarga untuk usaha nonpertanian merupakan kebijakan yang cukup penting karena secara tunggal maupun kombinasi berdampak meningkatkan kesejahteraan rumah tangga petani.
Perilaku Ekonomi Rumah Tangga Petani Sayuran pada Kondisi Risiko Produksi dan Harga di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Anna Fariyanti; nFN Kuntjoro; Sri Hartoyo; Arief Daryanto
Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v25n2.2007.178-206

Abstract

EnglishThe farm household face with many risks, especially, product price and production. The objective of this study are to analyze the product price and production risk; factors incorporating the farm household economic behavior; and the effect of external factors on the farm household economic behavior under price and production risk. Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (GARCH) model was used to analyze the production risk and simltaneous equation was used to analyze farm household economic behavior. This study was conducted at the production center of potato and cabbage in Pangalengan Sub District, Bandung Regency, West Java Province. The farm household economic behavior, especially, allocation of labor on off farm and non farm activity, is responsive to product price and production risk.  The increase of product price and product risk has negative effect on farm household economic behavior. Diversification and agribusiness insurance program can be an alternative to overcome production risk, meanwhile contract sale and storage infrastructure would be an alternative to overcome product price risk.IndonesianRumah tangga petani selalu dihadapkan pada risiko, khususnya produksi dan harga produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko produksi dan harga produk, menganalisis keterkaitan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ekonomi rumah tangga petani pada kondisi risiko produksi dan harga, dan menganalisis dampak perubahan faktor eksternal terhadap ekonomi rumah tangga petani pada kondisi risiko produksi dan harga. Model Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (GARCH) digunakan untuk menganalisis risiko produksi; dan persamaan simultan digunakan untuk menganalisis model ekonomi rumah tangga petani. Penelitian dilakukan di sentra produksi kentang dan kubis kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Perilaku ekonomi rumah tangga petani sayuran, khususnya penggunaan tenaga kerja off-farm dan non-farm, pendapatan non-farm, serta pengeluaran nonpangan responsif terhadap risiko produksi dan harga produk. Peningkatan risiko produksi dan harga produk memberikan dampak negatif terhadap ekonomi rumah tangga petani sayuran. Program divesifikasi dan asuransi agribisnis menjadi alternatif mengatasi risiko produksi. Pengembangan sistem kontrak penjualan dan saran serta prasarana  penyimpanan dapat mengatasi risiko harga produk.
Efisiensi Teknis Usahatani Kubis Petani di Kabupaten Karo Esra Frandika Karo-Karo; Dominicus Savio Priyarsono; Sri Hartoyo
Jurnal Agro Ekonomi Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v39n1.2021.51-68

Abstract

EnglishKaro Regency is the center of cabbage production in North Sumatra Province. The cabbage farming productivity in North Sumatra Province is low compared to other provinces on the island of Sumatra. This study aims to evaluate the cabbage farmings economic feasibility and technical efficiency. Farming feasibility was evaluated financially whereas technical eficiency was measured using the stochastic Cobb-Douglas production function in two categories, marginal and non-marginal farmings. The data was collected through a survey in February-June 2020 with respondents of 58 farmers for each categories. The results showed that the marginal farmings were technically efficient but were not profitable if land rent and labor cost were inputed. In contrary, the non-marginal farmings were technically inefficient but were profitable. This indicates that the poor but efficient hypothesis is true. The significant determinants of of the marginal farmings technical inefficiency were farmer’s age, labor ratio, land ownership, and farmer group membership. The study failed to find any significant determinant of technical inefficiency of the non-marginal farmers. The techical efficiency and profitablity of the cabbage farmings could possibly increased by increasing farmers’ participation in farmers group, building irrigation, developing agricultural institutions and trainings on good seedling practices.IndonesianKabupaten Karo adalah sentra utama produksi kubis di Provinsi Sumatera Utara. Tingkat produktivitas usaha tani kubis di Provinsi Sumatera Utara relatif rendah dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Sumatera. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi dan efisiensi teknis usaha tani kubis. Kelayakan usaha dianalisis secara finansial, sedangkan efisiensi teknis diukur dengan fungsi produksi Cobb-Douglas stokastik dalam dua kategori usaha tani, yaitu petani gurem dan bukan gurem. Data dikumpulkan melalui survei pada Februari–Juni 2020 dengan responden 58 petani untuk setiap kategori yang dipilih purposif. Penelitian menunjukkan bahwa usaha tani kubis skala gurem efisien secara teknis namun tidak menguntungkan jika biaya tenaga kerja keluarga dan sewa lahan diperhitungkan. Sebaliknya, usaha tani kubis berskala bukan gurem tidak efisien secara teknis namun menguntungkan secara finansial. Artinya, hipotesis ‘poor but efficient’ berlaku. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap inefisiensi teknis usaha tani gurem hingga tingkat nyata 10% adalah usia petani, rasio tenaga kerja, status lahan, anggota kelompok tani, sedangkan untuk usaha tani bukan gurem tidak ditemukan faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhi efisiensi teknis hingga tingkat nyata 10%. Efisiensi teknis dan pendapatan usaha tani kubis masih dapat ditingkatkan dengan meningkatkan partisipasi petani dalam kelompok tani, membangun saluran irigasi, memfasilitasi tumbuh kembangnya lembaga pertanian dan memberikan pelatihan menyemai bibit yang baik.
Kebijakan Harga Output dan Input untuk Meningkatkan Produksi Jagung Adang Agustian; Sri Hartoyo; Kuntjoro Kuntjoro; Made Oka Adnyana
Analisis Kebijakan Pertanian Vol 10, No 1 (2012): Analisis Kebijakan Pertanian
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/akp.v10n1.2012.58-74

Abstract

Permintaan jagung terus meningkat untuk memenuhi berbagai kebutuhan, yaitu bahan baku industri pakan ternak, industri makanan dan konsumsi langsung. Seiring meningkatnya kebutuhan dan pentingnya peranan jagung, maka dukungan kebijakan terkait output dan input memiliki urgensi penting dalam rangka peningkatan produksi jagung nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan harga output dan input terhadap penawaran output dan permintaan input jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) selama kurun waktu 1985-2009, harga jagung di Jawa Timur dan Jawa Barat cenderung meningkat, dan seiring dengan hal itu harga input usahatani jagung : benih, pupuk dan tenaga kerja juga meningkat, (2) penawaran jagung di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat elastis terhadap perubahan harga sendiri, sedangkan terhadap perubahan harga benih, harga urea, harga TSP dan upah tenaga kerja adalah inelastis, (3) peningkatan harga pupuk tidak berpengaruh terhadap penawaran jagung, sedangkan peningkatan harga benih berpengaruh negatif terhadap penawaran jagung, dan (4) jika terjadi kombinasi kebijakan peningkatan harga jagung, harga pupuk dan harga benih maka penawaran jagung meningkat di kedua provinsi. Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah bahwa upaya untuk meningkatkan penawaran jagung dapat dilakukan dengan meningkatkan harga jagung.
PENGARUH POLUTAN TAMBAK TERHADAP EFISIENSI TEKNIS PRODUKSI BANDENG DI KABUPATEN KARAWANG Lilis Imamah Ichdayati; Sri Hartoyo; Yusman Syaukat; Sri Utami Kuntjoro
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 1 No. 2 (2013): Desember 2013 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2013.1.2.107-124

Abstract

This study uses two models of stochastic frontier production function Cobb Douglas separate to estimate differences in environmental efficiency of conventional input variables and input variables detrimental. The results that farms with milkfish monoculture and polyculture cultivation pattern majority (approximately 82 percent) have reached a technically efficient, with an average efficiency rate of 0826.  Effect of pollutants on the efficiency of production of milkfish ponds visible from reduced levels of technical efficiency of the 0826 in model 1 becomes 0.633 in model 2 , so that the influence of pollutants by 0193. The decrease in efficiency is derived from the nitrogen pollutants are negative and significant. Policy implications necessary to supervise the use of the excessive feed and urea.
PERMINTAAN BUAH-BUAHAN RUMAHTANGGA DI PROPINSI LAMPUNG Rini Desfaryani; Sri Hartoyo; Lukytawati Anggraeni
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 4 No. 2 (2016): Desember 2016 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2016.4.2.137-148

Abstract

One of commodity which is important to be fulfilled is fruit. From producer side, it has been available much in Lampung Province but has not been utilized optimally by consumer. This study purposed to analyze the factors influencing fruit demand and the response of demand changes due to shifting of price and income. The analysis was conducted by using AIDS (Almost Ideal Demand System) model and the parameter was estimated by using SUR (Seemingly Unrelated Regression) method. The results stated that the fruit demand was influenced by the fruit price (either own-price or cross-price), expenditure, and the number of household members. The elasticity shows that the own-price for all kinds of fruit is inelastic. The cross-price elasticity indicates that there are some fruits that have substitution or complementary relationship among them and in all types of fruits, income elasticity has positive sign.
Co-Authors ., Harianto Adang Agustian Adang Agustian Ade Hendar Purnawan Adler H. Manurung Ahmad Yousuf Kurniawan Alla Asmara Amzul Rifin Ancelina Balagaise Andam Dewi Andi Yulyani Fadwiwati Anto Ariyanto Ari Binuko Arief Daryanto Arief Daryanto Arnanto Arnanto Aty Herawati Baida Soraya Bernard B. deRosari Bonar M Sinaga Bonar M Sinaga Bonar M. Sinaga Bonar M. Sinaga Bonar M. Sinaga Bonar M. Sinaga Bonar Marulitua Sinaga Dahlia Nauly Danil Danil Dea Amanda Deden Djaenudin Dedi Budiman Hakim Desfaryani, Rini Devi Ayuni Dominicus Savio Priyarsono Edi Setiawan Ely Nurhayati Elys Fauziyah Erliza Noor Erma Suryani Ervin Nora Susanti Esra Frandika Barus Esra Frandika Karo-Karo Fariyanti, Anna Fasika Khaerul Zaman Ferdy Adif I. Fallo Firna Varina Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Hariyatno Dwiprabowo Hartoyo Hartoyo Hastuti Hastuti Hendra Wijaya Hendri Utami Hendro Sasongko Hendro Sasonko Henoch Kindangen Heny K. S. Daryanto Hermanto Siregar Hubbansyah, Aulia Keiko Hutagaol, Manuntun Paruliah I Wayan Rusastra Idqan Fahmi Illah Sailah Jan Horas Veryady Purba Jan Horas Veryady Purba Kemas Nurcholish Thoriq Khodijah Mustaqimah Kuntjoro Kuntjoro Kuntjoro Kuntjoro Lala M Kolopaking Lilis Imamah Ichdayati Luh Putu Ratna Sundari Lukman M. Baga Lukytawati Anggraeni M. Parulian Hutagaol M. Yogi Riyantama Isjoni Ma'mun Sarma Machmud Achmad Made Oka Adnyana Manalu, Doni Sahat Tua Mariyah Mariyah Mohammad Junaedi Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Said Didu Mulia Simatupang Mumuh Mulyana Nenah Sunarsih nFN Kuntjoro nFN Sumaryanto Nila Windiyarti novindra . Nunung Kusnadi Nunung Nuryartono Nur Oktalia Dwine Arwanda Pamian Siregar Pantjar Simatupang Paula Florina Perdana Wahyu Santosa Rati Purwasih Reza Satrya Arjakusuma Rina Oktaviani Rina Oktaviani Rita Yuliana Riyani S. Saputri Ronald Giok Tampubolon Roy Sembel Rusdi Sahara Sinaga, Roeskani Soesetyo Priharjanto Sri Mulatsih Sri Utami Kuncoro Sri Utami Kuntjoro Sri Utami Kuntjoro Sriyani Wahyuni Tangahu Suharno Sukardi Sukardi Sukiswo Dirdjosuparto Tanti Novianti Ulfira Ashari Wahyu Dyah Novitasari Widyastutik Wilson H Limbong Wiwiek Rindayati Yandra Arkeman Yusman Syaukat Yutrizal Jacoub Zeetpy Maisana