Articles
Pengembangan Bahan Ajar Online Sebagai Media Pembelajaran Selama Covid-19
Rozana Afriani;
Muti'ah Muti'ah;
Syarifa Wahidah Al Idrus
Chemistry Education Practice Vol. 4 No. 2 (2021): Edisi Khusus Penelitian Pengembangan dalam rangka ulang tahun CEP yang ke 4
Publisher : FKIP University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/cep.v4i2.2672
Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisan dari bahan ajar online yang dikembangkan. Bahan ajar online dengan pokok bahasan hukum-hukum dasar kimia untuk pegangan peserta didik kelas X telah berhasil dikembangkan. Pengembangan bahan ajar online telah melalui serangkaian tahapan validasi ahli, respon guru dan peserta didik menggunakan instrument angket, dan uji coba terbatas. Penelitian pengembangan (R&D) dilakukan dengan 4 tahapan yakni: tahap define (pendefinisian), tahap design (perancangan), tahap development (pengembangan), dan tahap dissemination (penyebaran). Bahan ajar online ÃÂ yang telah dikembangkan dinyatakan sangat valid dan layak oleh validator ditinjau dari beberapa komponen dengan nilai rata-rata didapatkan sebesar 4 dari skor 1-4 dan praktis dengan persentase kepraktisan dari peserta didik sebesar 79% serta didukung dengan persentase kepraktisan dari guru sebesar 88%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa bahan ajar online dengan pokok bahasan hukum-hukum dasar kimia kelas X yang telah dikembangkan dengan model 4D memenuhi kriteria yakni sangat layak dan sangat praktis digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar secara online.Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar Online, Hukum-Hukum Dasar Kimia.
Upaya Meningkatkan Kebermaknaan Pembelajaran Penentuan Struktur Senyawa Organik Melalui Interpretasi Data Spektroskopi Alumni Pendidikan Kimia
Aliefman Hakim;
Jeckson Siahaan;
Yayuk Andayani;
Mukhtar Haris;
Syarifa Wahidah Al Idrus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (186.097 KB)
Kemampuan menbaca dan menentukan struktur senyawa organik sangat penting bagi alumni dan calon guru kimia. Materi penentuan struktur senyawa organik sangat komplek dan bersifat abstrak. Selama masa kuliah, mata kuliah ini jarang diminati mahasiswa. Contoh yang diberikan dalam perkuliahan fokus pada spektrum pada handout atau teks book. Namun, mahasiswa kesulitas ketika mahasiswa diminta untuk membaca dan menentukan rumus suatu senyawa melalui spektrum hasil penelitian. Tentu hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman dan pengalaman mahasiswa dalam membaca spektrum hasil uji. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu suatu upaya dari dosen meningkatkan kualitas pembelajaran penentuan struktur senyawa organik. Dengan memberikan contoh cara penentuan struktur senyawa organik dari hasil penelitian, diharapkan dapat memberikan kesadaran dan pemahaman kepada mahasiswa tentang proses penyelidikan kimia dalam penentuan struktur senyawa organik. Hal ini akan meningkatkan kebermaknaan perkuliahan penentuan struktur senyawa organik.
ANALISIS PEMBELAJARAN KIMIA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMAN 7 MATARAM TAHUN AJARAN 2020/2021
Fatimatuzzuhro Sukri;
Wildan Wildan;
Syarifa Wahidah Al Idrus
Chemistry Education Practice Vol. 5 No. 2 (2022): Edisi November
Publisher : FKIP University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/cep.v5i2.3414
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran daring di SMAN 7 Mataram kelas XI IPA tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru kimia dan siswa kelas XI IPA di SMAN 7 Mataram tahun ajaran 2020/2021. Dalam pemilihan subjek, peneliti menggunakan teknik proposive sampling.Objek dalam penelitian ini adalah pembelajaran kimia pada masa pandemi Covid-19 di SMAN 7 Mataram kelas XI IPA tahun ajaran 2020/2021.Dalam penelitian ini peneliti menemukan bahwa sebelum pembelajaran kimia secara daring dilakukan, guru selalu melakukan persiapan seperti membuat RPP, media pembelajaram dan bahan ajar. Dalam Proses pelaksanaanya menggunakan metode pembelajaran mandiri dengan prosedur yaitu guru mengirimkan materi pembelajaran melalui Platform whatsapp, akan tetapi materi yang membutuhkan kegiatan praktikum tidak bisa dilaksanakan, karena media yang digunakan sangat terbatas dan keadaan yang tidak mendukung. Dari segi kesiapan serta sarana dan prasarana sudah cukup menunjang pelaksanaan pembelajaran, Peserta didik sudah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan seperti buku, pensil, Handphone atau Laptop, dan jaringan internet.
Pengembangan Modul Praktikum Kimia Mandiri Berbasis Kimia Komputasi Pada Pokok Bahasan Sistem Periodik Unsur
Windarti Alifani;
Aliefman Hakim;
Baiq Fara Dwirani Sofia;
Syarifa Wahidah Al Idrus
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.814
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan praktikum kimia SMA yang tidak optimal karena adanya berbagai kendala. Kendala tersebut salah satunya adalah kurangnya fasilitas laboratorium dan petunjuk praktikum yang memadai. Hal ini mengakibatkan pelaksanaan praktikum kimia terhambat. Disisi lain, praktikum kimia penting dilakukan untuk mengembangkan keterampilan ilmiah siswa. Salah satu solusi untuk menangani kendala tersebut yaitu dengan melakukan praktikum kimia menggunakan media berbasis kimia komputasi. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk dapat melakukan praktikum menggunakan perangkat lunak sehingga praktikum tetap dapat dilaksanakan diantara kendala yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui langkah-langkah pengembangan modul praktikum kimia mandiri berbasis kimia komputasi pada pokok bahasan sistem periodik unsur, 2) Menentukan validitas dari modul praktikum yang dikembangkan dan 3) Menentukan kepraktisan dari modul praktikum yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan jenis peneilitian pengembangan yang mengadopsi model penelitian 4D (define, design, develop, disseminate). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-IPA SMAN 1 Sakra pada tahun akademik 2022/2023, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 30 siswa yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian yaitu pengembangan modul praktikum yang menggunakan model 4D menunjukkan nilai validitas modul praktikum dari 3 validator menggunakan indeks Aiken (V) sebesar 0,82 berada dalam kriteria sangat valid. Tingkat kepraktisan yang diukur melalui angket respon siswa terhadap modul praktikum menunjukkan presentase praktikalitas sebesar 85% yang berada dalam kriteria sangat praktis. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul praktikum mandiri berbasis kimia komputasi pada pokok bahasan sistem periodik unsur yang telah dikembangkan bersifat valid dan praktis sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran mandiri.
Analisis Problematika Pembelajaran Kimia Berbasis Etno-STEM dari Aspek Kurikulum
Syarifa Wahidah Al Idrus;
Ketut Suma
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.574
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika pembelajaran kimia berbasis etno-STEM dari aspek kurikulum. Metode dalam penelitian ini adalah mix methode yaitu menggabungkan antara kuantitatif dan kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah guru kimia se pulau Lombok dengan jumlah 25 guru. Problematika pembelajaran berbasis etno-STEM dalam kurikulum 13 menunjukkan bahwa guru merasa kesulitan dalam merencanakan pembelajaran berbasis etno-STEM yaitu 24 orang guru. Guru juga mengalami kesulitan dalam Proses pembelajaran berbasis etno-STEM. Hal ini terlihat hanya 1 orang yang pernah melakukan pembelajaran etno-STEM. Guru juga mengalami permasalahan dalam menyusun penilaian sesuai etno-STEM dalam K13, hanya 1 orang yang sesuai etno-STEM. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan kurikulum 2013 sebagian guru telah melakukan, tapi pembelajaram berbasis etno-STEM hamya 1 guru yang pernah melakukan.
Hubungan Kebiasaan Belajar Selama Pembelajaran Daring dengan Prestasi Belajar Kimia Siswa Kelas X IPA 2 SMAN 1 Lembar
Rahmawati Rahmawati;
Mukhtar Haris;
Baiq Fara Dwirani Sofia;
Syarifa Wahidah Al Idrus
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.629
Kebiasaan belajar dapat didefenisikan sebagai cara atau teknik yang menetap pada diri siswa saat menerima pembelajaran, membaca buku, mengerjakan tugas, dan pengaturan waktu untuk menyelesaikan kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif yang signifikan antara kebiasaan belajar selama pembelajaran daring dengan prestasi belajar kimia siswa kelas X IPA 2 SMAN 1 Lembar. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Alat pengumpul data angket tentang kebiasaan belajar selama pembelajaran daring yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Tenik analisis data yang digunakan rumus korelasi Product Moment dan uji t. Hasil penelitian diperoleh koefisien korelasi rhitung yaitu -0,10 dan untuk uji keberartian korelasi diperoleh thitung< ttabel yaitu -0,495<1,703 pada taraf signifikan 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kebiasaan belajar kimia siswa selama pembelajaran daring dengan prestasi belajar kimia siswa kelas X IPA 2 SMAN 1 Lembar bernilai negatif yang berarti memiliki hubungan yang tidak searah atau saling berbanding terbalik, dan hipotesis Ho diterima yaitu tidak terdapat hubungan positif yang signifikan antara kebiasaan belajar selama pembelajaran daring dengan prestasi belajar kimia siswa kelas X IPA 2 SMAN 1 Lembar.
Pengembangan Modul Praktikum Kimia Mandiri Berbasis Kimia Komputasi Pada Pokok Bahasan Sistem Periodik Unsur
Windarti Alifani;
Aliefman Hakim;
Baiq Fara Dwirani Sofia;
Syarifa Wahidah Al Idrus
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.814
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan praktikum kimia SMA yang tidak optimal karena adanya berbagai kendala. Kendala tersebut salah satunya adalah kurangnya fasilitas laboratorium dan petunjuk praktikum yang memadai. Hal ini mengakibatkan pelaksanaan praktikum kimia terhambat. Disisi lain, praktikum kimia penting dilakukan untuk mengembangkan keterampilan ilmiah siswa. Salah satu solusi untuk menangani kendala tersebut  yaitu dengan melakukan praktikum kimia menggunakan media berbasis kimia komputasi. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk dapat melakukan praktikum menggunakan perangkat lunak sehingga praktikum tetap dapat dilaksanakan diantara kendala yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui langkah-langkah pengembangan modul praktikum kimia mandiri berbasis kimia komputasi pada pokok bahasan sistem periodik unsur, 2) Menentukan validitas dari modul praktikum yang dikembangkan dan 3) Menentukan kepraktisan dari modul praktikum yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan jenis peneilitian pengembangan yang mengadopsi model penelitian 4D (define, design, develop, disseminate). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-IPA SMAN 1 Sakra pada tahun akademik 2022/2023, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 30 siswa yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian yaitu pengembangan modul praktikum yang menggunakan model 4D menunjukkan nilai validitas modul praktikum dari 3 validator menggunakan indeks Aiken (V) sebesar 0,82 berada dalam kriteria sangat valid. Tingkat kepraktisan yang diukur melalui angket respon siswa terhadap modul praktikum menunjukkan presentase praktikalitas sebesar 85% yang berada dalam kriteria sangat praktis. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul praktikum mandiri berbasis kimia komputasi pada pokok bahasan sistem periodik unsur yang telah dikembangkan bersifat valid dan praktis sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran mandiri.
DEMONSTRASI MENGGUNAKAN BAHAN SEDERHANA UNTUK MENGENALKAN REAKSI KIMIA PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Yunita Arian Sani Anwar;
Sukib Sukib;
Mutiah Mutiah;
Jackson Siahaan;
Syarifa Wahidah Al Idrus
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.372 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i2.856
Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilatarbelakangi oleh masalah yang timbul di sekolah dasar terkait pelajaran IPA. Guru mengalami kesulitan menjelaskan materi IPA terkait keterlibatan senyawa kimia karena selama ini melihat IPA sebagai kumpulan biologi dan fisika. Pengabdian ini dilaksanakan di SDN 45 Mataram dan SDN Percobaan 01 Ampenan. Secara umum hasil pengabdian memberikan pengalaman kepada guru dan siswa untuk memahami reaksi kimia di sekitar mereka. Motivasi dan aktivitas siswa dan guru menjadi meningkat setelah pelaksanaan demonstrasi sehingga harapan guru kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan.
DEMONSTRASI CARA DETEKSI ZAT WARNA MAKANAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR KIMIA SISWA SMAN 1 BATULAYAR LOMBOK BARAT
Sukib Sukib;
Mutiah Mutiah;
Jackson Siahaan;
Syarifa Wahidah Al Idrus
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.234 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i2.892
Telah dilakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat tentang pertunjukan kimia/demonstrasi kimia pada Siswa SMAN 1 Batulayar Lombok Barat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui tahapan: (1) pembuatan dua buah media demonstrasi, yaitu poster kimia dan kromatografi lapis tipis, (2) pertunjukan pada siswa, dan (3) diskusi-tanya jawab. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: (1)ÃÂ Dua buah media demonstrasi kimia/ pertunjukan kimia, yaitu poster kimia dan kromatografi lapis tipis untuk deteksi zat warna makanan, (2) Kegiatan demonstrasiÃÂ kimia dapat meningkatkan perhatian dan motivasi belajar siswa terhadap ilmu kimia cukup tinggi dilihat dari hasil observasi selama kegiatan, (3) DemonstrasiÃÂ kimia dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang ilmu kimia terutama dalam menghubungkan antara hasil pengamatan dengan peristiwa kimia, (4) Kegiatan demonstrasi dapat memotivasi siswa untukÃÂ berpikir kritis, hal ini ditunjukan oleh pertanyaan siswa yang mengaitkan antara konsep kimia dengan peristiwa yang didemonstrasikan. Kesimpulan yang diperoleh menunjukan bahwa demonstrasi kimia mampu meningkatkan perhatian, motivasi, dan pemahaman/pengetahuan dalam ilmu kimia bagi siswa SMAN 1 Batulayar Lombok Barat.
ISOLASI ENZIM DARI BAHAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN SIKAP SISWA TERHADAP KIMIA DI KOTA MATARAM
Yunita Arian Sani Anwar;
Syarifa Wahidah Al Idrus;
Sukib Sukib;
Muti'ah Muti'ah;
Eka Junaidi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2019): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.226 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v2i3.1369
Pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan demonstrasi enzim sebagai biokatalisator dengan menggunakan bahan alam. Pelaksanaan dilakukan di MAN 1 Mataram. Kegiatan ini diharapkan dapat menjalin kemitraan dengan sekolah sasaran dan menginisiasi kemitraan dengan sekolah lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kimia. Hal ini diharapkan dapat memudahkan sosialisasi program studi dalam meningkatkan minat siswa mengambil jurusan pendidikan kimia di FKIP Universitas Mataram. Kegiatan ini diawali dengan demonstrasi yang melibatkan siswa dalam mengenali reaksi kimia menggunakan bahan sederhana. Setelah itu, siswa dibimbing membuat enzim kasar dari nanas dan menguji kemampuan nanas sebagai katalisator. Setelah melakukan pembimbingan siswa diminta mengisi angket sikap terhadap kimia. Hasil kegiatan menunjukkan antusias siswa dalam melaksanakan semua tahapan kegiatan. Mereka berharap setiap pembelajaran kimia dapat menyertakan fenomena menarik. Tanggapan guru pelajaran kimia menunjukkan respon positif terhadap kegiatan ini. Harapannya lebih banyak kegiatan serupa yang dapat menstimulus siswa agar memiliki kecenderungan yang besar untuk belajar kimia.