p-Index From 2021 - 2026
8.915
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Unes Law Review

Dampak Perpajakan Penerapan Struktur Kontrak Terpisah pada Proyek Engineering, Procurement, and Construction di Indonesia Velix Setiawan Sirait; Suparji Suparji; Yusup Hidayat
UNES Law Review Vol. 6 No. 2 (2023): UNES LAW REVIEW (Desember 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i2.1359

Abstract

The implementation of split contract in Engineering, Procurement, and Construction (EPC) projects aims to distinguish between onshore contract or and offshore contract. Split contracts are divided into onshore contracts/domestic work contracts and offshore contracts/foreign work contracts. The application of a split contract structure in EPC projects has fundamental differences compared to the implementation of a single EPC project contract. The fundamental differences are related to taxation and exchange rate risks arising from the execution of the EPC contract itself. The implementation of a split contract structure in EPC projects in Indonesia is expected to be beneficial from the perspective of tax efficiency. The tax efficiency referred to is that onshore contractors performing work in Indonesia do not have to bear taxes on work carried out abroad. This is because the tax liability for offshore work will be borne by the employer. By taking advantage of import tax exemption rules, project owners gain tax efficiency. Split contracts (Split Contract) in EPC projects are not yet widely applied in Indonesia. Companies in Indonesia generally use a single contract structure in the implementation of EPC projects. Therefore, research is needed that discusses in detail the implementation of a split contract structure in EPC projects. This research will explore the correlation between the implementation of a split contract structure and the tax impacts on companies working on EPC projects in Indonesia. The research method used is the normative legal research method. The analysis presented in this research is based on Indonesian Tax Law, Customs and Excise Law, and other applicable legal instruments at present.
Perjanjian Distributor dengan Pedagang Kelontong (Studi Kasus Perjanjian Distributor Pemasok Snack ke Pedagang Kelontong di Pasar Cipete Utara Jakarta Selatan) Rosid, Abdul; Suparji, Suparji; Fuad, Fokky
UNES Law Review Vol. 6 No. 4 (2024): UNES LAW REVIEW (Juni 2024)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i4.2012

Abstract

Perjanjian merupakan suatu peristiwa di mana seorang berjanji kepada seorang lainnya atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal. Sebuah perikatan dapat menjadi undang-undang bagi para pihak yang melakukan perikatan tersebut apabila ada kata sepakat (Pasal 1338 KUHPer). Konsinyasi merupakan jenis pendistribusian produk maupun barang yang dikirim dari pihak pengirim atau produsen oleh supplier untuk dititip kepada pedagang yang memiliki outlet. Perjanjian konsinyasi disebut perjanjian tidak bernama (innominaat) yang merupakan perjanjian yang dikenal secara umum karena perjanjian ini tidak mempunyai nama secara khusus dalam KUHPer maupun KUHD. Perjanjian konsinyasi berlandaskan asas konsensualisme, pacta sunt servanda, serta itikad baik. Dalam pemenuhan hak dan kewajibannya dalam perjanjian harus didasari dari substansi perjanjian yang mereka sepakati. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memecahkan masalah terkait Pengaturan hukum yang mengatur perjanjian terkait hak dan kewajiban antara pemasok snack dan pedagang kelontong dalam perjanjian distributor di Pasar Cipete Utara serta Pertanggungjawaban Hukumnya. Kerangka teori yang dugubakan dalam penelitian ini berlandaskan pada teori dan konsep perjanjian, seperti teori kesepakatan, hukum perjanjian, serta unsur-unsur yang harus dipenuhi dalam perjanjian yang dibuat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan Social legal research yang memiliki sifat penelitian yang eksplanatoris dan bersumber pada yuridis normatif. Sehingga menghasilkan kesimpulan bahwa dalam melakukan perjanjian distributor, para pihak secara yuridis memiliki hak dan kewajiban mereka dalam memenuhi perjanjian yang diperjanjikan, serta para pihak bertanggungjawab penuh demi hukum dan perjanjian atas kesepakatan yang telah mereka buat dengan pemberian sanksi berupa denda atau ganti kerugian.
Dampak Perpajakan Penerapan Struktur Kontrak Terpisah pada Proyek Engineering, Procurement, and Construction di Indonesia Sirait, Velix Setiawan; Suparji, Suparji; Hidayat, Yusup
UNES Law Review Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i2.1359

Abstract

The implementation of split contract in Engineering, Procurement, and Construction (EPC) projects aims to distinguish between onshore contract or and offshore contract. Split contracts are divided into onshore contracts/domestic work contracts and offshore contracts/foreign work contracts. The application of a split contract structure in EPC projects has fundamental differences compared to the implementation of a single EPC project contract. The fundamental differences are related to taxation and exchange rate risks arising from the execution of the EPC contract itself. The implementation of a split contract structure in EPC projects in Indonesia is expected to be beneficial from the perspective of tax efficiency. The tax efficiency referred to is that onshore contractors performing work in Indonesia do not have to bear taxes on work carried out abroad. This is because the tax liability for offshore work will be borne by the employer. By taking advantage of import tax exemption rules, project owners gain tax efficiency. Split contracts (Split Contract) in EPC projects are not yet widely applied in Indonesia. Companies in Indonesia generally use a single contract structure in the implementation of EPC projects. Therefore, research is needed that discusses in detail the implementation of a split contract structure in EPC projects. This research will explore the correlation between the implementation of a split contract structure and the tax impacts on companies working on EPC projects in Indonesia. The research method used is the normative legal research method. The analysis presented in this research is based on Indonesian Tax Law, Customs and Excise Law, and other applicable legal instruments at present.
Perjanjian Distributor dengan Pedagang Kelontong (Studi Kasus Perjanjian Distributor Pemasok Snack ke Pedagang Kelontong di Pasar Cipete Utara Jakarta Selatan) Rosid, Abdul; Suparji, Suparji; Fuad, Fokky
UNES Law Review Vol. 6 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i4.2012

Abstract

Perjanjian merupakan suatu peristiwa di mana seorang berjanji kepada seorang lainnya atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal. Sebuah perikatan dapat menjadi undang-undang bagi para pihak yang melakukan perikatan tersebut apabila ada kata sepakat (Pasal 1338 KUHPer). Konsinyasi merupakan jenis pendistribusian produk maupun barang yang dikirim dari pihak pengirim atau produsen oleh supplier untuk dititip kepada pedagang yang memiliki outlet. Perjanjian konsinyasi disebut perjanjian tidak bernama (innominaat) yang merupakan perjanjian yang dikenal secara umum karena perjanjian ini tidak mempunyai nama secara khusus dalam KUHPer maupun KUHD. Perjanjian konsinyasi berlandaskan asas konsensualisme, pacta sunt servanda, serta itikad baik. Dalam pemenuhan hak dan kewajibannya dalam perjanjian harus didasari dari substansi perjanjian yang mereka sepakati. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memecahkan masalah terkait Pengaturan hukum yang mengatur perjanjian terkait hak dan kewajiban antara pemasok snack dan pedagang kelontong dalam perjanjian distributor di Pasar Cipete Utara serta Pertanggungjawaban Hukumnya. Kerangka teori yang dugubakan dalam penelitian ini berlandaskan pada teori dan konsep perjanjian, seperti teori kesepakatan, hukum perjanjian, serta unsur-unsur yang harus dipenuhi dalam perjanjian yang dibuat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan Social legal research yang memiliki sifat penelitian yang eksplanatoris dan bersumber pada yuridis normatif. Sehingga menghasilkan kesimpulan bahwa dalam melakukan perjanjian distributor, para pihak secara yuridis memiliki hak dan kewajiban mereka dalam memenuhi perjanjian yang diperjanjikan, serta para pihak bertanggungjawab penuh demi hukum dan perjanjian atas kesepakatan yang telah mereka buat dengan pemberian sanksi berupa denda atau ganti kerugian.
Co-Authors Abdul Latif Abdul Rosid Abdullah Al Mamun Achmad Imam Agung Acob, Joel Rey U. Acob, Joel Rey Ugsang Agus Sarwo Prayogi Agus Wiyono Ainil Ma’sura Aisyah Endah Palupi Aji, Rozan Asyrofi Rakyan Risang Akbar Pandu Pratamalistya Akhmad Ikraam Amir Firmansyah Anas Lutfi Anis Rifai Apriliawati, Anita Aria Yuditia Arie Wardhono Arief Budiono Arief, Risca Aries Machmud Aries Prasetyo Arsyad, Gusman Aslam, Lera Kurniatul Astin Nur Hanifah Astuti Setiyani, Astuti Aswardi, Adzan Swarna Aswin, Albert Stephen AUTA, Tanko Titus AVANDRI, AHMAD Bahtiar Bahtiar Caskiman Caskiman Chotijah, Putri Indriyani Renti Çobanoğlu, Ömer Debby Rahmawati Dessy Kurnia Doni Septo Edy Sanyoto Ekohariadi Enisah, Enisah Farid Baskoro Febriana, Citra Nurwidya Febrianto, Ika Fiolentin, Enggar Fokky Fuad gani, vonny kartika Guntoro, Renita Haekal, Muhammad Husein Handayani, Tinuk Esti Handoyo Handoyo Hapsari, Rafif Naufi Waskitha Hariyanto, Rohadi Hendrawati, Dian Herdiawan, Gilang Cahya Herlina, Tutiek Heru Santoso Wahito Nugroho Hidayati, Syariefah Hidayatulloh, Muhammad Kris Yuan Hilmawan, Fajrin Husain, Alwi Ilham Ilham Indriyanto Seno Adji Intening, Vivi Retno Irfansyah, Ade Ismoyowati, Tri Wahyuni Istiqomah Istiqomah Jatmiko Jatmiko Joko Santosa, Budi Khairunnisa, Adriana Khambali, Khambali Koesmantoro, Hery Kristyani, Devi Kulsum, Maria U. Kusnan Kusnan Kusumaningtias, Rifky Ayu Lugina, Gira Lutfiyah Hidayati Machmud, Aris Maryani, Ai Melati, Nimsi Melianawati, Lina Muhammad Abdul Roni Muhammad Husein Haekal Nana Usnawati Nanang Joko Sulistyono Nina Indriyawati nurlailis saadah Nurweningtyas, Nurweningtyas Nurwijayanti Nuryani Nuryani Pertiwi, Nabila Putri Pramanik, Yulia R. Puspasari Hartono, Berlian Rachmawati, Evi Rafqi Mizi Rahayu, Diah Viptara Dwi Rahayu, Teta Puji Ratna Suhartini Ridha Fauzy Rina Harimurti Rintowati, Ariani Roro Wanda Ayu D.A. Rusdianti, Alfi Rusfiantini, Rina Sadino Sadino Sadino, Sadino Sanglar Polnok, Sanglar Santosa, Budi Joko Septianti, Triana Sillehu, Sahrir Sirait, Velix Setiawan Soeparno Soeparno Suartini, Suartini SUGENG HARIANTO Suhartini , Ratna Suharto, Agung Sulikah Sulikah Sumaningsih, Rahayu Sumasto, Hery Sunarto Sunarto Suprapto Suprapto Surtinah, N. Surtinah, Nani Susanti, Evy Suwadi , Pujiyono Suwarno Imam Samsul SWN, Heru Toscania, Annafis N. Tri Rijanto Velix Setiawan Sirait WARDANI, TUESDAY TRI Widhawati, Setya Widiantoro, Oni Wijayanti, Suci Wiyanto, Theodorus Yusuf Hidayat Yusuf Hidayat Yusup Hidayat Yusup Hidayat