Claim Missing Document
Check
Articles

Revitalisasi pendidikan pancasila sebagai pondasi pembangunan karakter bangsa di era globalisasi Agus, Andi Aco
Jurnal Ekonomi dan Riset Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL EKONOMI DAN RISET PEMBANGUNAN (JERP)
Publisher : Research Agency for Humanity and Urban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the context of national character building in Indonesia, it is reflected in the values ​​of Pancasila, namely: mutual cooperation, cooperation, mutual assistance and tolerance between ethnicities, religions, cultures, deliberation for consensus as a way of decision making. The spirit of unity and oneness, in diversity, social justice for all Indonesian people, the challenges in character education in the digital era are: the very fast and unfiltered flow of information, the influence of foreign cultures and globalization, and the lack of teacher skills in utilizing technology, lack of individualism and lack of direct social interaction, changes in learning patterns and various attention. Efforts to overcome the challenges are: strengthening digital literacy and value literacy, training and developing teacher competencies in the use of technology for learning Pancasila values, developing interesting and contextual digital learning media with Pancasila values, encouraging social interaction, and real activities that instill the values ​​of mutual cooperation, deliberation, tolerance, supervision and regulation of digital content so that negative content can be minimized. The strategy for revitalizing Pancasila education is an innovative and value-based approach, integration of technology and digital media, the role of educators, families and society, and government policies in revitalization.
Strategi membangun identitas bangsa melalui pendidikan karakter berbasis Pancasila di era multikultural global Agus, Andi Aco
Jurnal Ekonomi dan Riset Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL EKONOMI DAN RISET PEMBANGUNAN (JERP)
Publisher : Research Agency for Humanity and Urban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the concept of Pancasila-based character education as a pillar of national identity, strategies for implementing Pancasila-based character education, challenges in implementing character education in the global era, as well as solutions and steps to strengthen national identity. The research method used is descriptive research with a literature review (library research). The research activities were carried out by collecting information and data with the help of various available materials. The results of the study show that Pancasila-based character education is very relevant in a multicultural context. The values of tolerance, unity, and deliberation taught in Pancasila can be used as a foundation for maintaining diversity. Indonesian national identity is not only determined by one culture, but by a mutual agreement to live based on Pancasila values. Within this framework, character education can be directed towards fostering a sense of pride in diversity while strengthening a sense of unity. Thus, national identity is not only understood symbolically, but also manifested in everyday attitudes and behaviors in society. The strategy for implementing Pancasila-based character education is curriculum integration, whereby Pancasila values must be incorporated into subjects and everyday educational practices.
Analysis of Character Development, Religious, Nationalistic, and Global Perspective Through Civic Education Agus, Andi Aco; Amin, Muhammad; Falihin, Dalilul; Khaedir, Khaedir; Rizal, A.
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 17 No. 2 (2025): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v17i2.8123

Abstract

This study aims to analyze how civic education can develop students' characters in terms of religious, nationalistic, and global perspectives. The research method employed is a descriptive qualitative approach. Research data were collected through interviews and observations, and then analyzed using data triangulation, adapted from Miles and Huberman, which involved data reduction, data presentation, and data/conclusion verification with MAXQDA 24 software. The results of this study found that the development of the characters of religious, nationalistic, and global perspectives in students through civic education learning is built through the simultaneous interaction of five main elements, namely: (1) the role and competence of teachers; (2) diverse learning models and methods; (3) the integration of religious, nationalistic, and global perspective values; (4) holistic assessment and evaluation; and (5) learning environment and school culture. This model offers a conceptual renewal for the revitalisation of civic education in the 21st century, while strengthening the Pancasila Student Profile as citizens who are faithful, love their country, and have a global perspective.
Problematika Pendidikan Nilai dan Karakter Antara Harapan dan Kenyataan Aini, Syarifah; Sari, Rara Noviana; Ruzadi, Andi Syahreza Nugrawan; Mastory, Bagus; Agus, Andi Aco; Najamuddin, Najamuddin
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ybqg0y95

Abstract

Penelitian ini membahas problematika pendidikan nilai dan karakter, bagaimana  harapan dan kenyataan yang terjadi dalam penerapan pendidikan nilai dan karakter dengan menggunakan metode studi kepustakaan berupa kajian literatur yang dilakukan hanya berdasarkan karya-karya tulis ilmiah. Tujuan artikel ini untuk memberikan gambaran problematika pendidikan nilai dan karakter yaitu antara harapan dan kenyataan yang terjadi dalam bidang pendidikan. Hasil dari studi kepustakaan menunjukkan bahwa Harapan dari pendidikan nilai dan karakter adalah membentuk manusia yang berkarakter, bermoral, dan memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan hidup. Kenyataan akan penerapan pendidikan nilai dan karakter pada satuan pendidikan saat ini masih berada pada garis permasalahan yang memerlukan perhatian khusus bagi pemerintah, karena pengaruh globalisasi memberikan efek-efek negative bagi kehidupan generasi muda terutama pada tergerusnya akhlak peserta didik. Banyak tantangan yang dihadapi pendidik dalam penerapan proses pembelajaran berbasis nilai dan karakter
ANALISIS PELAKSANAAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR PADA GURU PENDIDIKAN PANCASILA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Kurnia, Maudy; Kasmawati, Andi; Agus, Andi Aco
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 19, Nomor 2 (Oktober 2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v19i2.71752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) oleh guru Pendidikan Pancasila di SMAN 2 Wajo, dengan fokus pada fitur-fitur utama, kelebihan, kekurangan, serta hambatan yang dihadapi. Menggunakan Pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif, studi ini memotret bagaimana teknologi pendidikan diintegrasikan dalam kurikulum merdeka di tingkat sekolah menengah. Hasil penelitian mengidentifikasi enam fitur utama yang aktif digunakan, yaitu: Pelatihan Mandiri, Pengelolaan Kinerja, CP/ATP, Perangkat Ajar, Asesmen Murid, dan Video Inspirasi. Fitur-fitur tersebut berfungsi sebagai instrumen krusial bagi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang adaptif. Dilihat dari aspek manfaat, PMM menawarkan berbagai kelebihan, di antaranya sebagai sumber referensi mengajar yang kaya, sarana peningkatan kompetensi mandiri, serta memberikan fleksibilitas waktu. Selain itu, platform ini menciptakan efisiensi administratif melalui integrasi data kinerja yang lebih terorganisir. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa kekurangan signifikan, seperti proses akses yang terkadang tidak efisien, sistem yang masih sangat bergantung pada persetujuan kepala sekolah, konten yang kurang diperbarui (update), minimnya interaksi langsung dengan siswa, serta kebutuhan mendesak akan pelatihan khusus agar platform dapat dioperasikan secara optimal. Terakhir, ditemukan dua kategori faktor penghambat. Secara teknis, kendala utama adalah stabilitas akses jaringan internet di wilayah sekolah. Secara non-teknis, hambatan muncul dari manajemen waktu guru yang terbatas di tengah beban mengajar serta ketergantungan pada fitur tertentu yang menghambat eksplorasi fitur lainnya. Secara keseluruhan, PMM memiliki potensi besar meski memerlukan perbaikan sistem dan dukungan infrastruktur yang lebih stabil.
Nilai Dan Karakter Dalam Filsafat Dan Ilmu Pengetahuan Fajar, Muhammad; Nurikhsan, Muh; Alwi, Khairunnisa; Alfiah JS, Nur; Najamuddin, Najamuddin; Agus, Andi Aco
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtamps.v6i1.18826

Abstract

The purpose of this study is to describe the values in philosophy and science, national character in philosophy, and the integration of national values and character in science. This study is a qualitative study with a descriptive approach. Data collection technique is in the form of library research. Data is obtained through books or journals related to values and character in philosophy and science. The results of the study show that values in philosophy are studied through one of the branches of philosophy, namely axiology. Values in knowledge are a guide to seeing the importance of a fact. The philosophy of science plays a role in the formation of national character through self-understanding and social life, and religious values in order to realize a critical, wise, and cultured nation. Integration of values and characters that reflect the nation's identity must be carried out in the learning process from planning to evaluation so that students with character and morals can be formed.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Smart Board Untuk Meningkatkan Minat Belajar Murid Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Di Sman 1 Tana Toraja Septiani, Septiani; Agus, Andi Aco; Djamalong, Ahmad
Jurnal Tomalebbi Volume 13, Nomor 1 (Maret 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v13i1.82797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis persiapan guru Pendidikan Pancasila menggunakan media pembelajaran smart board dalam meningkatkan minat belajar murid. (2) Kendala yang dialami guru dalam menggunakan media pembelajaran smart board (3) Upaya untuk mengatasi kendala yang dialami guru dalam penggunaan media pembelajaran Smart Board.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif,teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1).guru telah melakukan persiapan secara terstruktur sebelum pembelajaran, meliputi pengecekan perangkat, kesiapan jaringan, penyusunan bahan ajar digital, serta penyesuaian materi dengan karakteristik murid. Penggunaan Smart Board mampu meningkatkan perhatian, antusiasme, dan keterlibatan murid dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui tampilan visual, video, dan aktivitas interaktif.(2) Kendala yang ditemukan meliputi ketidakstabilan jaringan internet, keterbatasan jumlah perangkat Smart Board, serta keterbatasan keterampilan guru dalam mengoperasikan fitur lanjutan. (3)Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan pengecekan teknis secara mandiri, memanfaatkan dukungan sekolah melalui pelatihan dan bantuan teknisi, mengembangkan kompetensi secara mandiri melalui tutorial dan diskusi dengan rekan sejawat, serta menerapkan strategi pembelajaran alternatif saat Smart Board tidak dapat digunakan.
Co-Authors A. Rizal A. Rizal AA Sudharmawan, AA Alam, Luktfy Alfiah JS, Nur Alwi, Khairunnisa Amelia Amelia Amir Pada, Amir Amirullah -, Amirullah Amri Rahman Andi Kasmawati Awalia, Annisa Nurul Bahri bahri Bakhtiar Bakhtiar Bustam, Bustam Djamalong, Ahmad Ervina, Yuni Evi Susanti Fajri Utari, Ni’matul Aliyah Falihin, Dalilul Fasirah, Era FIRMAN UMAR, FIRMAN Hajar, Nurfahmi Hanafi, Nurharsyah Khaer Hanafie, Nurharsya Khaer Hariyani Hariyani, Hariyani Haryuntika, Putri Hasram, Riskawati HERI TAHIR Hery, Riri Nurfaathirany Hidayati, Nanda Hilmi, Ulfa Hurul’aini, Syaikah Athaya HUSNAYAINI, . Ihsan, Rifkah Auliah Ilham, Ahmad Imam Suyitno Indah Permatasari Khaedir Khaedir, Khaedir Khatimah, Andi Weyana Nurul Koli, Yulenni Bandora Kurnia, Maudy Labbase, Mudhiah Fadhilah Mahpufah, Nur Amilah Manan Sailan MASTORY, BAGUS May Sarah, Huria MS, Hadyan Hashfi MUH. KHAEDIR Muhammad Amin Muhammad Asriadi Muhammad Fajar Muhammad Irfan Muhammad Sudirman Muhammad Syukur Mustari Mustari Mustaring Mustaring Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Natalia, Devitri Nita Sari, Nita Nur, Ruslan Jabal nurikhsan, muh Nurul Fajri Rahmat Ramadani, Andi Nur Randiawan, Randiawan Rettang, Lidia Rifdan . Rivai, Andi Muhammad Ruzadi, Andi Syahreza Nugrawan Saifuddin Saifuddin Santun, La Ode Sari, Rara Noviana Sartika Sartika Satrul, Hairul Saleh Septiani Septiani Subroto, Desty Endrawati SUDIRMAN, MUH. Suyitno, Iman Syarifah Aini Tri Astuti Ummu Kalsum Watif Massuanna, Muhammad Yuniarsih, Isma Zulfadli, Muhammad