Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Diskursus Islam

IMPLEMENTASI ASAS DISPENSASI KAWIN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN TINGGI AGAMA PALU PERSPEKTIF MASLAHAH Massadi, Massadi; Gassing, Abd. Qadir; Jafar, Usman; Salenda, Kasjim
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 2 (2018): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i2.6552

Abstract

The results of the study revealed that the degree of election of marriage dispensation in the jurisdiction of the Religious High Court of Palu was motivated by several factors, namely the pregnancy occurrence, parents' concerns, economic, matchmaking, and culture when  was about to get married and still under-age so it had to firstly apply for dispensation of marriage to the religious court in accordance with Act No. 1 of 1974, Article 7 Paragraph (1) and (2) Concerning Marriage jo Compilation of Islamic Law Article 15 Paragraphs (1) and (2). The application of marriage dispensation was submitted to the court, then will be on trial and judge’s consideration in granting marriage dispensation which was not bound by the single positive law yet it was a consideration of justice, legal sociology and benefits that emphasized the implementation of maslahah principle as well.
TRANSAKSI PERDAGANGAN DI WILAYAH PERBATASAN KABUPATEN SAMBAS PERSPEKTIF MASLAHAH Munadi, Munadi; Samin, Sabri; Salenda, Kasjim; Kurniati, Kurniati
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7002

Abstract

Penelitian ini ingin melihat sejauhmana transaksi tersebut sesuai dengan konsepsi hukum Islam terutama teori-teori mas}lah}ah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif serta teori-teori hukum Ekonomi Syariah, sehingga transaksi perdagangan di wilayah perbatasan dapat ditinjau dari kedua pendekatan teori tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk perdagangan di wilayah perbatasan di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat diantara: Perdagangan dengan pemesanan barang, pemesanan barang ini dilakukan oleh para pembeli dari Malaysia yang memesan barang kepada pedagang Indonesia di pasar Temajuk. Mekanisme pemesanan barang ini yaitu dengan pemberian uang panjar. Sesuai dengan spesifikasi barang yang dipesan. Dalam hukum Islam dinamakan dengan ba’i salam,  dan ba’i salam telah sesuai dengan aspek-aspek transaksi di sistem Muamalah. Diantara bentuk transaksi perdagangan di wilayah perbatasan lainnya yaitu perdagangan mata uang asing atau biasa disebut dengan jual beli s}arf. Perdagangan mata uang ini dilakukan antara pembeli dan penjual. Hal ini terjadi disebabkan pembeli dari Malaysia menggunakan mata uang Ringgit. Apabila pembelian tersebut terdapat sisa pengembalian maka penjual akan mengembalikannya dengan mata uang Rupiah. Oleh karena itu, disamping para pedagang tersebut menjual barang dagangannya, mereka juga sembari menjual mata uang Rupiah kepada  pembeli dari Malaysia, dengan kurs yang mereka sepakati. 
KONTRIBUSI PERBANKAN SYARIAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN SAMBAS Deti, Sri; Samin, Sabri; Amiruddin, Amiruddin; Salenda, Kasjim
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7046

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang kontribusi dana pihak ketiga dan pembiayaan perbankan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Sambas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian applied research yang bersifat eksplanatif dengan pendekatan scientific (ilmiah-empiris). Hasil dari penelitian ini diketahui  kontribusi dana pihak ketiga (DPK) terhadap pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Sambas adalah sebesar 0.64%. Angka tersebut dapat dikatakan sangat kecil jika dibandingkan dengan kontribusi dana pihak ketiga yang dapat dihimpun oleh perbankan konvensional yaitu sebesar 27.02%. Demikian juga halnya dengan kontribusi pembiayaan terhadap pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Sambas, juga menunjukkan angka yang relatif kecil yaitu sebesar 1.17%, jauh dibawah kontribusi pembiayaan yang berhasil disalurkan oleh perbankan konvensional yaitu sebesar 34.39%. Secara umum kontribusi perbankan syariah melalui total dana pihak ketiga (DPK) dan total pembiayaan terhadap pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Sambas hanya sebesar 1.81% jauh dibawah kontribusi dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan perbankan konvensional yaitu sebesar 61.41%. Sebagai implikasi diharapkan agar hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan pihak perbankan syariah dalam mengambil keputusan terutama dalam mengoptimalkan penghimpunan dana pihak ketiga dan penyaluran pembiayaan, sehingga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan di Kabupaten Sambas. Serta dapat memanfaatkan faktor pendukung secara maksimal dan meminimalisir faktor penghambat agar dapat meningkatkan total dana pihak ketiga dan pembiayaan. Selain itu dapat meningkatkan hubungan kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak agar kehadiran perbankan syariah dapat memberikan kontribusi terhadap laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sambas.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB NIKAH SIRI DI SULAWESI BARAT Tahir, Juraeri; HT, A. Qadir Gassing; Abubakar, Achmad; Salenda, Kasjim
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7083

Abstract

Tulisan ini akan mengungkapkan tentang faktor-faktor terjadinya nikah siri di Sulawesi Barat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kondisi faktual dari kecenderungan masyarakat Sulawesi  Barat dalam melakukan nikah siri. Penelitian ini dilakukan di Sulawesi Barat yang meliputi tiga Kabupaten kota, yaitu Mamuju, Mejene dan Polman. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normative, fenomenologis, filosofis, dan sosiologis. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil dari sumber-sumber utama, yaitu para responden yang terdiri dari pelaku nikah siri, pejabat desa, pejabat KUA, dan pejabat Pengadilan yang berkompeten menjawab penelitian tentang nikah siri. Data sekunder diambil dari sumber-sumber lain, yaitu tulisan-tulisan yang terkait dengan formulasi hukum nikah siri dan buku-buku tentang sosiologi hukum dan filsafat hukum Islam sebagai alat pembedah terhadap penelitian ini. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan observasi dengan instrumen pedoman wawancara. Data diolah dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan baha faktor-faktor terjadinya nikah siri di Sulawesi Barat di kalangan laki-laki adalah  karena menganggap buku nikah tidak penting, kurangnya sosialisasi pentingnya pernikahan yang tercatat, memang ingin menikah 2 kali/poligami, suami melakukan pernikahan tanpa izin istrinya, kurangnya perhatian dan pelayanan seks dan menghindari perzinahan. Sementara di kalangan perempuan, alasan mereka melakukan nikah siri antara lain adalah karena kebutuhan batin, tidak mendapatkan kepuasan dari suaminya, mencari laki-laki yang mapan dalam bidang ekonomi, sehingga dapat membiayai hidupnya, adanya jumlah perepuan yang terlalu banyak dibanding laki-laki. 
TRADISI BARZANJI DALAM PERSEPSI MASYARAKAT KABUPATEN BONE Syam, Anna Rahma; Salenda, Kasjim; Haddade, Wahid
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i2.7370

Abstract

Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana tradisi Barzanji dalam persepsi Masyarakat Kabupaten Bone. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif/ field research dengan pendekatan syar’i, historis, fenomenologis, serta sosiologis. Adapun sember data dalam penelitian ini \diperoleh langsung oleh tokoh agama, tokoh adat, masyarakat di Kabupaten Bone serta penelusuran berbagai literarur atau referensi. Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lalu teknik pengolahan dan analisis data dilakukan melalui empat tahapan, yaitu reduksi data, penyajian, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitan ini menujukkan bahwa tradisi Barzanji dipahami oleh masyarakat di Kabupaten Bone sebagai tradisi yang baik untuk di pertahankan eksistensinya karena dalam pelaksanaanya memberikan manfaat bagi kehidupan mereka. Selain itu, masyarakat melaksanakan pembacaan Barzanji dalam setiap ritual keagamaan maupun budaya dijadikan sebagai ungkapan rasa syukur, membumikan shalawat, dan sebagai salah satu wadah dalam mesyiarkan Islam, karena pada kesempatan ini banyak masyarakat berkumpul, sehingga ketika membaca Barzanji masyarakat dapat kembali mengenal, mengenang dan menambah kecintaan kepada Nabi Muhammad saw. yang merupakan sosok panutan dalam kehidupan masyarakat. serta bertawassul kepada Allah swt. dengan wasilah Nabi Muhammad saw. untuk memperoleh keberkahan atas apa yang dikerjakan.
ESTABILISHING HARMONY BETWEEN RELIGIONS BY THE RELIGIOUS HARMONY FORUM IN PAPUA THE LAND OF PEACE MAQASID SYARI’AH PERSPECTIVE Amirullah, Amirullah; Salenda, Kasjim; Said, Nurman; Haddade, Abdul Wahid
Jurnal Diskursus Islam Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v8i1.12805

Abstract

This writing tells about the endeavor of FKUB, or the Religious Harmony Forum in the city of Jayapura in estabilishing harmony between religions in Jayapura-Papua The Land of Peace in Maqasid Syari’ah perpective. This is an analytical descriptive research aimed to explain explicitly about the existence of FKUB in estabilishing the religious harmony according to the Maqasid Syari’ah point of view. The result shows that the effort of FKUB in Jayapura led to five points of priority measurement applied to maintain the harmony between religions. Those are as follows: a) preserving religions in Dharuriyyat (basic needs) level in the effort of estabilishing harmony of religious groups through dialogue in one’s group to be persuasive; b) preserving spirit (Hifz) is a basic need (dharuriyyat). Otherwise, people would fail to present seminars, dialogue, and contain people aspirations; c) preserving intelligence (Hifz al-‘Aql) is obviously fundamental to create harmony; d) preserving successors in daruriyyat level. It is also fundamental for better upcominng future; e) educating relgious figure how to maximally maintin prosperity.
AL-IHSAN AL-QUR'AN PERSPECTIVE (A Study of Thematic Interpretation) Umar, Umar; Mardan, Mardan; Salenda, Kasjim; Farhani, Aan
Jurnal Diskursus Islam Vol 9 No 2 (2021): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v9i2.22866

Abstract

This study aims to provide a comprehensive understanding of al-Ihsan in the view of the Koran. The less harmonious relationship in society encourages researchers to conduct research on the concept of al-Ihsan from the perspective of the Koran. The main problem of this research is how is al-Ihsan the perspective of the Qur'an? The main problems, namely 1) What is the nature of al-Ihsan from the perspective of the Koran?; 2) What is the form of al-Ihsan in the study of the Koran?; and what is the urgency of al-Ihsan in the view of the Qur'an? This research is library research or library research that is descriptive qualitative. The sources of data used are verses of the Qur'an, books of interpretation and hadith as well as other scientific books. This research uses a science of interpretation approach with thematic interpretation method (maudu'i). The data obtained were collected and sorted accordingly. The technique of analyzing and presenting data is done by content analysis. From the description and analysis carried out in the research, it is concluded that al-Ihsan from the perspective of the Koran is the best form of human action performed perfectly. Al-Ihsan is a plus (more) value of the best deed done according to its level. The best deeds are carried out both towards God, fellow human beings, and the natural environment. The actualization of ihsan is carried out with knowledge, solemnity, and sincerity and is manifested in the form of his personality integrity. All actions taken will be intended as a form of worship to Allah swt. For humans and other creatures created by Allah, it will provide more benefits and favors than doing justice. All these best deeds will continue to be improved for the sake of self-perfection.
SUPREME COURT POLICY IN INCREASING KNOWLEDGE OF RELIGIOUS JUSTICE JUDGES THROUGH THE SHARIA ECONOMIC JUDGE CERTIFICATION PROGRAM Hasjim, Ilman; Salenda, Kasjim; Jafar, Usman; Sanusi, Nur Taufiq
Jurnal Diskursus Islam Vol 10 No 2 (2022): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v10i2.30681

Abstract

This research discusses the Supreme Court's policy of increasing the knowledge of Religious Justice judges through the sharia economic judge certification program. This type of research is descriptive qualitative, a type of research to understand the phenomenon of what the research subject experiences in an exceptional natural context. The natural phenomenon referred to is how there is a relationship between PERMA Number 5 of 2016 concerning Sharia Economic Judge Certification and the Supreme Court's policy in increasing the knowledge of Religious Court judges in the field of Sharia economics, the implementation of certification activities, and the results obtained by judges after participating in the certification program, which is then given meaning. This research location focus of the researcher is the office of the Supreme Court of the Republic of Indonesia, which is domiciled in the Special Capital Region (DKI) Jakarta and Bogor Regency, West Java Province. With a methodological approach, namely case studies, normative approaches, human resources (HR), and sharia economic law approaches—data collection techniques with observation, interviews, and documentation. In addition, this research also uses library research through primary and secondary data—the technique of in-depth data analysis by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results showed that the Religious Court, the Supreme Court, had done so much that it issued several regulations to support this authority. One of the policies produced was the issuance of Supreme Court Regulation (PERMA) Number 5 of 2016 concerning the Certification of Sharia Economic Judges. With the PERMA issuance, many Religious Court judges have been certified in Sharia Economics after participating in the Sharia Economic Judge Certification Training.