Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PROMOSI DALAM MENINGKATKAN JUMLAH MAHASISWA PADA POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF MAKASSAR Dharmawansyah, Surya; Cangara, Hafied; Sultan, Muhammad Iqbal
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Currently, the competition betwen state universities and private universities in recruiting students is getting harder. The aim of the study is to analyze is the promotion strategy with mixed mothod. The subject of the promotion team and 53 persons new student of PolyMedia Creative Polytechnic of Makassar. then analyzed with triangulasi data and regression techniques. The result of the study indicated that campaign strategy conducted by the Creative Media State Polytechnic of Makassar are Advertising, Personal Selling, Publicity, and Word of Mouth. Partially, Advertising promotion strategy is the most influential variable (34,4%), while Publicity has the least (19,3) effect. Advertising, Personal Selling, Publicity, and Word of Mouth simultaneously have significant effect (65,6%) in increasing the students number. The remaining 34,4% is influenced by other variables not examined. Inhibiting factors are insufficient funds, no humas resources from communication field of studies, and less communication among employees.Abstrak Saat ini, persaingan perguruan tinggi baik negeri (PTN) dan swasta (PTS) di Indonesia dalam memperebutkan mahasiswa cukup berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi promosi, efektifitas, dan faktor penghambat promosi dengan menggunakan metode campuran (mixed methode). Subyek dalam penelitian ini terdiri dari tim promosi dan calon mahasiswa baru Polimedia Kreatif Makassar sebanyak 53 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi data dan tehnik uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi yang dilakukan oleh Politeknik Negeri Media Kreatif Makassar adalah Iklan, Personal Selling, Publisitas, dan Word of Mouth. Iklan secara parsial adalah variabel yang paling berpengaruh (34,4%) sedangkan variabel yang paling sedikit pengaruhnya adalah Publisitas (19,3%). Variabel Iklan, Personal Selling, Publisitas, dan Word of Mouth secara serempak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah mahasiswa sebesar 65,6 % sedangkan sisanya 34,4% dipengaruhi oleh variabel lain. Faktor penghambat kegiatan promosi selama ini adalah Dana promosi yang kurang cukup, tidak dimilikinya sumber daya manusia dalam bidang ilmu komunikasi , serta komunikasi interpersonal yang kurang haromonis antar sesama pegawai.
KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN STRATEGI KOMUNIKASI KAMPANYE PARA KANDIDAT DALAM PEREBUTAN KURSI LEGISLATIF DPRD KABUPATEN BARRU PERIODE 2014-2019 Jaya, Wirawan; Cangara, Hafied; Hasrullah, Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The success of a legislative candidate in the general election is determined by good communication strategy. The aims of the research were to determine the campaign communication strategy done by candidatesof Legislative Assembly who succeeded and failed in winning the chairs of legislative assembly of Barru Regency, factors affecting the success, failure and the attitude of the candidates related to the results of election of legislative membersin July, 2014. Theresearch was a qualitative study.The subjects of the research consisted of 13 candidates. The data were obtained through interview and analyzed using data using data triangulation technique.The results of the research indicate that campaign strategies done by the candidates of legislative assembly who both succeed and fail are generally the same, i.e the appointment of campaigner, the use of campaignmedia, thearrangement of typical message, and the same target audience. The factors affecting success and failure of candidates are self- image, family network, campaign fund, the performance of the fellow candidates, and the delay of parties passing verification. There are still who are not satisfied with the result of election of legislative members., while those who fail are generally satisfied with the results obtained.Abstrak Keberhasilan seorang kandidat legislatif dalam pemilihan umum ditentukan oleh strategi komunikasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi kampanye yang dilakukan oleh kandidat calon legislatif yang berhasil dan yang gagal dalam perebutan kursi legislatif DPRD Kabupaten Barru, Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan kegagalan para kandidat, serta sikap para kandidat terkait hasil pemilihan legislatif pada tanggal 9 juli 2014 yang lalu, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.Subyek penelitian ini terdiri dari 13 orang caleg. Data dikumpulkan melalui wawancara dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kampanye yang dilakukan calon legislatif yang berhasil maupun calon legislatif yang gagal umumnya sama yakni: penetapan juru kampanye, penggunaan media kampanye, penyusunan pesan yang khas, serta khalayak sasaran yang sama. Kemudian faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan kegagalan para kandidat terdiri atas: Citra Diri, Jaringan Keluarga, , Dana Kampanye, Kinerja sesama caleg, dan Keterlambatan partai lolos verifikasi. Adapun sikap para kandidat terhadap hasil pemilihan legislatif adalah secara mengejutkan pihak yang berhasil masih ada yang belum puas, sementara pihak yang gagal umumnya puas dengan hasil yang diperoleh. 
MASJID KAMPUS SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI AKTIVIS DAKWAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISW A Tahir, Qaharuddin; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.3 Juli - September 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Campus mosque has an important role in propaganda activities on campus, making it attractive for the research object. This aims of the research are to determine the influence of da’wah activities and the use of campus mosque as a medium of communication in the character building of students in the city of Makassar. and to observe how the characters of students built and suvervised through Da’wah activities conducted in campus mosques. This research employed a mixture of quantitative and qualitative methods. Data were collected with questionnaires, interviews, observation, and documentation and were analyzed with classification and then presented in frequency tables. The results of the research indicated that campus da’wah activities and the use of mosque as a communication media is simultaneously and significantly correlated to the change of students’ characters. Students’ characters built through campus mosques da’wah activities tend to be characters of worship, personal and social. thus the mosque is a vital communication medium in missionary activity. Abstrak Masjid kampus mempunyai peranan penting dalam aktivitas dakwah di kampus, sehingga menarik untuk menjadi objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara aktivitas dakwah dan penggunaan masjid kampus sebagai media komunikasi terhadap pembentukan karakter mahasiswa dan bagaimana karakter mahasiswa yang dibentuk dan dibina melalui aktivitas dakwah yang menggunakan masjid kampus sebagai media komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan mengorganisasikan data, yaitu menggabungkan kelompok data yang satu dengan yang lainnya sehingga data yang dianalisis berada dalam satu kesatuan dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dakwah dan penggunaan masjid kampus sebagai media komunikasi berhubungan secara simultan dan signifikan terhadap pembentukan karakter mahasiswa dan karakter mahasiswa yang terbentuk melalui aktivitas dakwah yang menggunakan masjid sebagai media komunikasi berupa karakter pribadi, karakter ibadah dan karakter sosial. dengan demikian masjid adalah media komunikasi yang vital dalam aktivitas dakwah. 
PENGUNGSI DAN PENCARI SUAKA AFGANISTAN DENGAN MASYARAKATA LOKAL DI KOTA MAKASSAR: (SUATU ANALISIS EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA) Lestari, Indra; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.2 April - Juni 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research aimed to analyze the communication process between Afghanistani refugees and asylum seekers and the local communities in Makassar, how effectiveness of the communication, and which factors supported and hindered the communication between the Afghanistani refugees and asylum seekers and the local community in Makassar city. Research interpretative approach using qualitative data. Data obtained by conducting interviews with 30 informants using purposive sampling. Data were analyzed with qualitative methods. This research results releaved that the communication process between Afghanistani refugees and asylum seekers and the local community was started by learning the language and the sign codes of the local people. After that, they started too communicate verbally and non-verbally with local community. The communication that occurs has not been was not yet effective because of the language difference; Afghaniastani immigrants spoke Farsi language as their main language, while the local community spoke Bahasa Indonesian and Bugis-Makassar local languages. Besides, the communication that occurs was not effective because of the cultural and religious differences. The factor supporting the communication between the Afghanistani immigrants and the local community was the fact that they were all human and hence they needed helps from other people, whule the factors hindering communication were the differences of languages, cultures, religions, and ethnocentric and stereotypical characters.Abstrak Penelitian bertujuan menganalisis bagaimana proses komunikasi antara pengungsi dan pencari suaka Afganistan dengan masyarakat lokal di kota Makassar, sejauh mana efektivitas komunikasi yang terjadi, dan faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam komunikasi antar budaya antara pengungsi dan pencari suaka Afganistan dengan masyarakat lokal di kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan interpretative dengan menggunakan data kualitatif. Data diperoleh dengan melakukan wawancara dengan 30 orang informan dengan menggunakan purposive sampling. Data di analisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses komunikasi antara Pengungsi dan pencari suaka Afganistan dengan masyarakat lokal dimulai dengan mempelajari bahasa dan kode berbicara orang-orang lokal. Kemudian mereka berkomunikasi secara verbal dan juga non verbal dengan masyarakat lokal sekitar mereka. Komunikasi yang terjadi belum efektif karena adanya perbedaan dalam hal bahasa, dimana para imigran Afganistan menggunakan bahasa Farsi sebagai bahasa utama, sedangkan masyarakat lokal menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah bugis-makassar. Selain itu, tidak efektinya komunikasi yang terjadi juga di pengaruhi oleh perbedaan budaya dan perbedaan agama. Faktor yang mendukung komunikasi antara imigran Afganistan dengan masyarakat lokal adalah karena mereka manusia yang membutuhkan bantuan dari orang lain, sedangkan yang menghambat komunikasinya karena adanya perbedaan bahasa, budaya dan agama serta adanya sifat etnosentrisme dan stereotype. 
INTERNET DAN MASYARAKAT MARGINAL DI KOTA MAKASSAR; STUDI KASUS PEMANFAATAN GALERI INTERNET BBPPKI Djaffar, Rachmawaty; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                                                               Penelitian ini dimkasudkan ntuk mengetahui tingkat pengetahuan , pemakaian dan sikap masyarakat marginal  terhadap galeri internet di Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informasi Makassar, serta upaya-upaya apa yang dilakukan Badan ini dalam mengatasi rintangan  digital masyarakat marginal di Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mengji pengetahuan dan sikap para pemakai marginal di BBPPKI Makassar. Informan penelitian dan informan kuinci ditentukan dengan sengaja memilih yang mengetahui masalah. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancvara mendalam  dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat Marginal terhadap media internet belum maksimum dan masih memerlkan bantuan dari petugas galeri BBPPKI. Dari aspek perubahan diperoleh data bahwa perubahan pengetahuan dan keteramnpilan terjadi sesudah pengunung mendatangi  gallery  dan memperoleh biombiongan secara bebas, sementara perilaku dari pihak BBPPKI  untuk mengatasi rintangan digital ini dengan cara melakukan sosialisasi melalui media komunikasi elektronik, media massa, dan media interpersonal.ABSTRACTThis research aims to know the knowledge and attitudes marginal users gallery internet in Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Makassar in Makassar city and effort BBPPKI  Makassar.in overcoming  the digital gap between city and marginalized  communities in the city Makassar.Method used in the research is a method of qualitative description,to examine knowledge and attitudes marginal users BBPPKI Makassar. Research informants and Key informants deliberately obtained. Than through the observation,data collection is also done through in-depth in terviews with key informants,and informants, and  the study of the document.Results of research show that knowledge  has not been marginalized people maximum and still need help from the employee of internet gallery.From knowledge  of aspects of the changes occurred mainly after the visitors gallery gallery utilize the increased knowledge,because guidance for free while aspects of behavior BBPPKI to overcome the digital gap in the  socialization is done through electronic media,mass media and interpersonal communication. 
PROFIL DESA DAN KELURAHAN SEBAGAI SUMBER INFORMASI: STUDI EVALUASI TENTANG PENYEDIAAN INFORMASI POTENSI DESA DAN KELURAHAN DI SULAWESI SELATAN OLEH BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEMERINTAHAN DESA DAN KELURAHAN (BPMPDK) PROVINSI SULAWESI SELATAN Achsin, Sitti Nurmasita; Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The aims of the study were to evaluate the availability, completeness, and accountability of village profile data presentation, its utilization as village sources of information and various constraints in the preparation of village profile data preparation in South Sulawesi Province. The research type was descriptive with 15 informants selected purposively. Data were collected with in-depth interview, direct observation and literature study, and were analyzed with qualitative analysis. The results of the research indicated that the presentation of village profile data in South Sulawesi were available, but neither complete nor accountable yet, therefore it has not been utilized, but it served as a source of information of potential villages expected to data base for development planning. Being viewed from communication perspective the village profiles were related to communication elements, village profile (messages) was presented by the organization working group (communicator), by development actors and public users of information (communicant) had not been utilized (immature effect) for the benefit of development planning (feedback).Abstrak Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketersediaan, kelengkapan dan akuntabilitas penyajian Data Profil Desa dan Kelurahan, pendayagunaannya dalam fungsinya sebagai sumber informasi potensi desa dan kelurahan dan berbagai kendala dalam pelaksanaan kegiatan Penyusunan Data Profil Desa dan Kelurahan di Sulawesi Selatan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pemilihan informan secara purposive sejumlah 15 orang, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung dan studi literatur. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data Profil Desa dan Kelurahan di Sulawesi Selatan sudah tersedia namun belum lengkap dan akuntabel sehingga belum didayagunakan dan belum dapat berfungsi sebagai sumber informasi potensi desa dan kelurahan yang diharapkan dapat menjadi data dasar dalam perencanaan pembangunan. Ditinjau dari perspektif komunikasi kaitannya dengan unsur-unsurnya, Profil Desa dan Kelurahan (pesan) yang disajikan oleh organisasi Pokja (komunikator), oleh para pelaku pembangunan dan publik pengguna informasi (komunikan) belum didayagunakan (belum menghasilkan efek) untuk kepentingan perencanaan pembangunan (umpan balik). 
SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI APEKSI UNTUK PENINGKATAN TATA PEMERINTAHAN KOTA DI KAWASAN TIMUR INDONESIA Fitri, Andi Nur; Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembentukan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) pada tahun 2000 untuk menjembatani kepentingan dan kebutuhan tingkat kota. Asosiasi ini berperan sebagai wadah pemersatu, fasilitasi, dan mediasi pemerintah kota dalam menata dan menyelenggarakan tata pemerintahan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami organisasi APEKSI dalam perspektif komunikasi, baik dalam tinjauan sistem informasi dan jaringan komunikasinya. Tipe penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi di APEKSI kebanyakan menggunakan selular dan sms, namun tidak demikian dengan penggunaan sosial media. Jaringan komunikasi di APEKSI seperti kegiatan-kegiatan seminar, lokakarya, bimbingan teknis, dan kegiatan lainnya menjamin keberlangsungan APEKSI. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keanggotaan di APEKSI telah mengikuti dinamika perkembangan teknologi informasi dan jaringan komunikasi yang terstruktur. Abstract The Association of Indonesian Municipalities (APEKSI) which is formed in 2000 aimed to bridge the interests and needs of the city level. The association acts as a unifying, facilitation, mediation and city governments in managing and organizing their governance. This study aims to understand the perspective of APEKSI in communication, both in the review of information systems and communication networks. The type of research is qualitative. The results showed that mobile and sms is most used by APEKSI as information system, but not so with the use of social media. APEKSI communication network in such activities seminars, workshops, technical assistance, and other activities ensure the sustainability of APEKSI. It can be concluded that membership in APEKSI have followed the dynamics of the development of information technology and structured communications networks. 
PERILAKU KOMUNIKASI ORANG BUGIS DARI PERSPEKTIF ISLAM Rustan, Ahmad; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The ability of Buginese in placing them selves among multicultural society represnts a phenomenon with different ethnics. Generally, the community was easily welcome any time and any where they come. The reality of the role of Buginese have attracted a lot of attention and research with includes communication behavior, as a focus of this research. The aims of this research are studying about communication principles as the identity of Buginese, and analyzing the concept based on the Islamic doctrine which has influenced the Buginese communication attitude and behavior among human being. Since the Buginese adopted Islamic religion in 16 century, Islam has become the new spirit for pangngadderrng (mores) as Buginese value system which governs in behavior in the society, including their communication behavior. Therefore, Buginese in communicating are opened to others with the principles basic.Abstrak Orang Bugis memiliki kemampuan untuk menempatkan diri dan hidup bersama dalam masyarakat multikultur. Ia menjadi komunitas yang mudah diterima oleh etnik lain kapan dan dimana saja. Kenyataan ini membuat sikap dan perilaku orang Bugis selalu menarik banyak perhatian untuk diteliti, termasuk perilaku komunikasinya yang menjadi fokus dalam studi ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari tentang perilaku komunikasi orang Bugis menjurut ajaran Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap sejumlah informan dan pengkajian literature atau dokumentasi tertulis yang telah ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang Bugis dalam berkomunikasi memiliki perilaku dengan prinsip; salig menghargai (sipakatau), saling menyanyangi (siammesei), kekeluargaan (siasseajingeng), jujur (lempu), tegas (getteng), berani (warani), dan berkata benar (ada tongeng). Prinsip-prinsip tersebut sesuai dengan ajaran Islam yang telah mereka terima sebagai agama sejak abad 16, kemudian mereka selaraskan dalam praktik bertutur kata dan bermasyarakat. 
ANALISIS KOMUNIKASI ANTARETNISDI KALANGAN PEMUDA NUSANTARA DALAM MEMBANGUN SPIRIT NASIONALISME MENUJU KERJA SAMA ANTARBANGSA MELALUI INDONESIA – KOREA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (IKYEP) Haris, Rizky Maulidiana; Cangara, Hafied; Sultan, Muhammad Iqbal
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.2 April - Juni 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of this research is to investigate the ways to develop the nationalist spirit in the interethnic communication among Nusantara youth towards the international cooperation through IKYEP, to investigate the interethnic communication among Nusantara youth in cultivating the Indonesian nationalistic spirit towards the international cooperation and to investigate the application form of the nationalistic spirit in the interethnic communication among Nusantara youth towards the international cooperation through IKYEP. The method used was a descriptive research method with the qualitative approach through direct observation on the research objects and interviews. The data were then analyzed using Miles and Huberman interactive model. The results revealed that as the first step, the Facebook group was formed which would function to build up the nationalistic spirit at the early stage. PDT phase contained the activities which mentally supplied the participants with group bounding and team work. The interethnic communication which occured were in the forms of culture, faith systems, stereotypes, ethnocentrism and the short duration of the program. The spirit of nationalism had grown in the interethnic communication as the results achieved in the form of positive discourse, self reflection to respect the cultural differences. Besides, there was the feeling of responsibility to carry out their tasks. The application forms were the tolerance value, solidarity, integrity, commitment, and cooperativeness.AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui cara membangun spirit nasionalisme dalam komunikasi antaretnis di kalangan pemuda nusantara menuju kerja sama antarbangsa melalui IKYEP, untuk mengetahui komunikasi antaretnis di kalangan pemuda nusantara dalam menumbuhkan spirit nasionalisme Indonesia menuju kerja sama antarbangsa dan untuk mengetahui bentuk penerapan spirit nasionalisme dalam komunikasi antaretnis di kalangan pemuda nusantara menuju kerja sama antarbangsa melalui IKYEP. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui pengamatan langsung terhadap objek penelitian dan wawancara. Kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai langkah awal dibuat group Facebook yang berfungsi untuk membangun spirit nasionalisme. Fase PDT berisi kegiatan yang membekali dari segi mental, group bounding dan team work. Komunikasi antaretnis berupa kebudayaan, sistem kepercayaan, stereotip, etnosentrisme serta durasi program yang singkat. Spirit nasionalisme tumbuh sebagai hasil yang dicapai berupa wacana positif, refleksi diri untuk menghormati perbedaan kebudayaan serta tanggung jawab untuk menjalankan tugas. Bentuk penerapan berupa nilai toleransi, solidaritas, integritas, komitmen, dan kebersamaan. 
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DAN PEMAHAMAN INFORMASI KB DALAM PENGENDALIAN KELAHIRAN ANAK DI KALANGAN ANGGOTA BHAYANGKARI DAN KELUARGA NELAYAN PESISIR DI KABUPATEN DONGGALA Herawati, Febri; Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.3 Juli - September 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penerimaan informasi KB yang diterima oleh keluarga nelayan, tidak ada hubungan dengan peningkatan pemahaman ber KB dalam pengendalian kelahiran bagi keluarga nelayan, namun sebaliknya penerimaan informasi KB anggota Bhayangkari ada hubunganya dengan pemahaman ber KB, sehingga berpengaruh terhadap perilaku dalam mengendalikan kelahiran anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Hubungan Antara Penerimaan Dan Pemahaman Informasi KB Dalam Pengendalian Kelahiran Anak Dikalangan Anggota Bhayangkari dan Keluarga Nelayan Pesisir di Kabupaten Donggala. Penelitian ini dilakukan Di Kabupaten Donggala, dengan lokasi penelitian di Kecamatan Banawa dengan sasaran masyarakat nelayan dan anggota bhayangkari. Data dalam penelitian didapatkan melalui data triangulasi, bersumber dari kuesioner, observasi dan dokumentasi, serta wawancara mendalam. Informan yang dipilih sebanyak 5 orang dan 160 orang responden, metode pemilihan responden dengan metode acak, dan metode pemilihan informan secara random sampling. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan analisis kualitatif dengan menggunakan tabulasi silang sebagai daya dukung interpretasi analisis. Hasil penelitian menjelaskan, Belum berhasilnya penerimaan informasi KB dalam meningkatkan pemahaman ber KB keluarga nelayan terkait dengan rendahnya kualitas komunikator dalam proses penyampaian informasi KB, belum terprogramnya penyajian informasi KB dengan baik dan minimnya penggunaan media komunikasi dalam proses penerimaan informasi, serta isi pesan yang disampaikan hanya sekedar memenuhi pertanggungnjawaban proyek, bukan berdasarkan kebutuhan. Dampak dari tidak adanya hubungan penerimaan informasi KB terhadap pemahaman KB pada keluarga nelayan menyebabkan prilaku ber KB menjadi prilaku KB pasif.Abstract Acceptance of family planning information received by the family of fishermen, no association with an increased understanding of family planning in the areas of birth control for family of fishermen, but instead receiving members Bhayangkari infomation family planning are associated with understanding family planning, therefore contributes to controlling the behavior of the child’s birth. This study aims to determine: Relationship Between Acceptance and Understanding of Information family planning Amongst the Kids In Birth Control And Family Members Bhayangkari Coastal Fishermen In Donggala. The research was conducted in Donggala, with research sites in the District Banawa targeting fishing communities and members Bhayangkari. The data were obtained through triangulation of data, sourced from kuesioner, observation and documentation, as well as in-depth interviews. Informants were selected by 5 people and 160 respondents, respondent selection method with random method, and the method of selecting informants by random sampling. The research method used is descriptive and analisis qualitative research method using cross tabulation analysis interpretation as the carrying capacity. The results explain, yet successful acceptance of family planning information to improve understanding of the family planning family of fishermen due to the low quality of the communicators in the process of delivering family planning information, presentation of information has not been programmed properly and lack of family planning use of communication media in the process of receiving information, as well as the content of the message only meets the accountability project, not based on need. The lack of acceptance relations planning information to the understanding of family planning behaviors on family fisherman causing family planning being KB passive behavior. 
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abduh, Ichsan Muhammad Adi Jaya Buluara, Adi Jaya Aditya Putra Marzuki Aguswandi, Aguswandi Ahmad Abdullah Ahmad Sultra Rustan Alimuddin Unde, Alimuddin Andi Alimuddin Unde, Andi Alimuddin Andi Azisah Azis, Andi Azisah Andi Dewi Masuara, Andi Dewi Andi Evi Elvira Adnan, Andi Evi Elvira Andi Faisal Bakti & Venny Eka Meidasari Andi Muhammad Sofyan, Andi Muhammad Andi Nur Fitri, Andi Nur Andi Vita Sukmarini, Andi Vita Andi Warnaen Ansar Suherman, Ansar Arianto Arianto Arianto Arnus, Sri Hadijah Besse Risnayanti, Besse Boestam, Ambia B. Cellu, Muh. Chaerul Chang, Jian Citra Dano Putri, Citra Dano Darmawan Syah, Darmawan Decy Wahyuni, Decy Derivanti, Azizah Des Dwi Ratnasari Edi Suharyadi Eko Priyo Utomo, Eko Priyo Elfrianto, Kevin Erniwati Fahrizal Sukma, Fahrizal Febri Herawati Firdaus Wahyudi Hafied, Hasdiyanto Harmawan, Rizal Hasrullah , Hasrullah Hasrullah Hasrullah, Hasrullah Hidayatullah, Fauzan Ibrahim Umar, Ibrahim Indra Lestari, Indra Isnaniah Nurdin, Isnaniah Izki Fikriani Amir Jeanny Maria Fatimah Joevi Roedyati Jumadi Mappanganro, Jumadi Kamaruddin Kamaruddin Karnay, Sudirman La Jaali, La LATUHERU, RIDO DOMINGGUS Lisa Musfirah, Lisa Mamat Rahmat Marlinda Irwanti, Marlinda Muhammad Hasyim, Muhammad Muhammad Iqbal Sultan, Muhammad Iqbal Muhammad Massyat, Muhammad Muhammad Nadjib, Muhammad Muhammad Saifulloh Muhammad Syahban Sidiq, Muhammad Syahban Muhammad Zulkifli Tahir, Muhammad Zulkifli Murniati Muhtar, Murniati Mutmainnah Mutmainnah Nosakros Arya, Nosakros Ory Andriyani, Ory Polikarpus Manase Mana, Polikarpus Manase Pulubuhu, Dwia Aries Tina Putra, Fajar Dwi Qaharuddin Tahir, Qaharuddin Rachmawaty Djaffar Ramli, Abdul Rachmansyah RATIH, Dina S.V. Ratnasari, Dwi Ratnasari Richard Mozes Amahorseya, Richard Mozes Rizky Maulidiana Haris, Rizky Maulidiana Rohani Marlin Situru, Rohani Marlin Saleh, Sadhriany Pertiwi SANTOSA, Nandang M. Shofiyah, St. Sibaweh, Nurdin Simabur, Lisda Ariani Sitti Murniati Muhtar, Sitti Murniati Sitti Nurmasita Achsin, Sitti Nurmasita Sudirman, Indrianti Sultan, M Iqbal Sulvinajayanti Sulvinajayanti, Sulvinajayanti Surya Dharmawansyah, Surya Susilawati Belekebun, Susilawati Syahril Furqany Syahrir Nawir Nur, Syahrir Nawir Syahruni Haris, Syahruni tahir, aswar Tuti Bahfiarti Wirawan Jaya, Wirawan Yusuf, Raidah Intizar