Claim Missing Document
Check
Articles

MEDIA BARU DAN TRANSAKSI SEKSUAL; STUDI EKSPLORASI PEKERJA SEKS KOMERSIL TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA BARU DI KOTA MAKASSAR Massyat, Muhammad; Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.2 April - Juni 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi komunikasi telah menciptakan ruang realitas baru yang disebut Cyberspace. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagimana fenomena new media yang digunakan sebagai alat transaksi seksual. (1) Apa yang membuat facebook menjadi pilihan alat transaksi seksual oleh para pekerja seks komersil di Kota Makassar, (2) Bagaimana bentuk transaksi seksual yang dilakukan melalui facebook. Penelitian ini menggunakan tipe analisis deskripsi kualitatif empirik yang menganalisis data secara interpretasi kualitatif dari perolehan fakta dilapangan. Hasil menunjukkan bahwa facebook telah memicu tergiringnya budaya masyarakat menuju sebuah kondisi transparansi yang ekstrim. Kesan narsistik yang tampil dalam bentuk visual telahmenggiring para pengguna new media untuk melanggengkan diri sebagai pajangan(self display), dengan kata lain, para facebookers yang memiliki motif menawarkan diri mereka telah memetaforakan diri sebagai kulit social dalam sebuah budaya ketampakan(our social in the cultural display) yang penuh dengan instrumentalistik. Disimpulkan bahwa facebook telahmenjadi pihak ketiga, mendatangkan rasa aman dalam proses transaksi, dan menyembunyikan identitas asli para pekerja seks komersial.Abstract Development of communication technology is so rapid, that is called cyberspace. The aims of the study are to observe the phenomenon of how the new media used as a medium of sexual transactions: (1) what makes facebook a preferred tool of sexual transaction by commercial sex workers in the city of Makassar, (2) What type of sexual transactions are conducted on facebook. The study is a qualitative description of empirical data with qualitative interpretation of facts obtained from field observation. The results of the study indicated that the facebook had triggered a drag of community culture towards an extremely transparant condition. Narcissistic impression shown in visual form (Self display) had dragged the new media users to perpetuate themselves as customers. On the order terms, the facebookers whose motive to offer themselves had metaphored themselves as a social outer layer in a cultural display which is full of new media instruments.Concluded that facebook has become a third party, bring a sense of protection self in the transaction process, and identity of the commercial sex workers. 
PERAN PT. SURYA AGUNG SECURITY PRINTING DALAM MENDUKUNG PRODUKSI MEDIA KAMPANYE DAN LOGISTIK PELAKSANAAN PILKADA DI SULAWESI SELATAN Masuara, Andi Dewi; Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.2 April - Juni 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Printing played an important role in supporting the success of the elections for local leaders. This research aims to determine: (1) the role of Surya Agung Security Printing Ltd., in supporting the media campaign production for elections in South Sulawesi, in order to increase the voters’ participation; (2) the factors influencing the role of Surya Agung Security Printing Ltd., in supporting the media campaign production for elections in South Sulawesi. This research used qualitative descriptive which systematically, factually and accurately described the data or facts obtained. In addition, researchers conducted participatory observations. The results showed the position and importance of Surya Agung Security Printing Ltd., in supporting the success of the elections for local leaders in South Sulawesi. Factors affecting the printing and procurement of media campaigns and logistics for the election for local leaders.Abstrak Percetakan memegang peranan penting dalam mendukung kesuksesan pilkada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. (1) Peran PT. Surya Agung Security Printing dalam mendukung produksi media kampanye pilkada di Sulawesi Selatan sehingga meningkatkan partisipasi pemilih. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi peran PT. Surya Agung Security Printing dalam mendukung produksi media kampanye pilkada di Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai data atau fakta yang diperoleh. Selain itu, Peneliti melakukan pengamatan secara partisipatoris. Hasil penelitian ini menunjukkan posisi dan pentingnya PT. Surya Agung Security Printing dalam mendukung kesuksesan pilkada Sulawesi Selatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi percetakan dalam pengadaan media kampanye dan logistik pilkada. 
KONFLIK DALAM KOMUNIKASI POLITIK ANTARA LEGISLATIF DAN EKSEKUTIF DALAM MENYIKAPI RENCANA RTRW DI KABUPATEN BULUKUMBA Haris, Syahruni; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Executive policy-related polemics often leads to war of opinion that led to a conflict with the legislature, one of which is the formulation of the Draft Regulation (Ranperda) on Spatial Planning (Spatial) Bulukumba. This study aims to determine the pattern of the relationship between the executive and legislative communications along with constraints and problems encountered in the implementation of the authority and form of the conflict between the executive and the legislature in lawmaking Spatial Bulukumba. The method used is qualitative approach. Data obtained directly by using interviews with informants about the conflict in political communication in addressing regional legislative policy as the executive regent Bulukumba on Spatial Ranperda Bulukumba. The data in this study using the model data analysis komponensial (componential anaylisis). The results showed that the pattern of the relationship between the executive and legislative communication in conflict resolution in the determination of Bulukumba Spatial regulation is through the process of formal organizational communication and informal organizational communication. Form of the conflict between the executive and the legislature in lawmaking Spatial Bulukumba is a conflict between organizations, between the executive and legislative Bulukumba. Obstacles encountered in the implementation of the authority in improving the working relationship between the executive and legislative include confusion of data as outlined in the draft executive Academic legislative Spatial and lack of understanding of the spatial plan so that no critical response from the legislature in this formulation. While efforts to improve the working relationship between the executive and the legislature is to override individual interests and the public interest.Abstrak Berbagai polemik terkait kebijakan eksekutif sering berujung pada perang opini dengan legislatif yang berujung koflik, salah satunya adalah dalam perumusan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola hubungan komunikasi antara eksekutif dan legislatif beserta kendala dan masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan kewenangan dan bentuk konflik yang terjadi antara eksekutif dan legislatif dalam penyusunan Perda RTRW Kabupaten Bulukumba. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh secara langsung dengan menggunakan wawancara terhadap informan tentang konflik dalam komunikasi politik legislatif daerah dalam menyikapi kebijakan Bupati Bulukumba selaku eksekutif tentang Ranperda RTRW Kabupaten Bulukumba. Data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model komponensial (componential anaylisis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola hubungan komunikasi antara eksekutif dan legislatif dalam penyelesaian konflik dalam penetapan Perda RTRW Kabupaten Bulukumba yaitu melalui proses komunikasi organisasi formal dan komunikasi organisasi informal. Bentuk konflik yang terjadi antara eksekutif dan legislatif dalam penyusunan Perda RTRW Kabupaten Bulukumba adalah konflik antarorganisasi, yakni antara lembaga eksekutif dan legislatif Kabupaten Bulukumba. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kewenangan dalam meningkatkan hubungan kerja antara eksekutif dan legislatif diantaranya adalah kerancuan data yang dituangkan eksekutif dalam draft Naskah Akademis RTRW dan kurangnya pemahaman legislatif terhadap RTRW sehingga tidak ada tanggapan kritis dari legislatif dalam perumusan ini. Sedangkan upaya untuk meningkatkan hubungan kerja antara eksekutif dan legislatif yaitu dengan mengesampingkan kepentingan-kepentingan individual dan mengutamakan kepentingan masyarakat. 
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENYEBARAN INFORMASI DENGAN KESADARAN MASYARAKAT MENCATATKAN PERKAWINAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DANPENCATATAN SIPIL KABUPATEN TANA TORAJA Situru, Rohani Marlin; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The aims of the research were to: 1) Explain the level of the spreading of information about regulations in registering the Marriage status of society, 2) explain the level of community awareness after getting information about the registry of marriage status, , 3) explain the correlation between the spreading of information trough media and community awareness to register marriage in Demography and Civil Registration Deparment of Tana Toraja Regency. The research was conducted in Tosapan Village of South Makale District. It was an explanative survey study with two variables, i.e, independent variable consisting of the spreading of information through mass media and interpersonal communication, and dependent variable i.e. community awareness involving knowledge, attitude, and behavior. The sample consisted of 74 marriage couples selected using proportional stratified random sampling technique 10 % error possibility. The data were analyzed using quantitative analysis with chi square method. The result of the research indicate that the level of the spreading of marriage registry information through mass media is in a low category, while the level of the spreading of information through interpersonal communication is in a moderate category. The level of community awareness after obtaining marriage registry information is in a high category. There is a significant correlation between the spreading of information through mass media and interpersonal communication in Demography and Civil Registration Department of Tana Toraja Regency.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk 1) menjelaskan tingkat penyebaran informasi tentang ketentuan pencatatan status perkawinan kepada masyarakat, 2) menjelaskan tingkat kesadaran masyarakat setelah memperoleh informasi pencatatan perkawinan dan 3) menjelaskan hubungan penyebaran informasi melalui media dengan kesadaran masyarakat mencatatkan perkawinannya pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tana Toraja. Lokasi penelitian di Kecamatan Makale Selatan Kelurahan Tosapan dengan jumlah sampel sebanyak 74 pasangan suami istri yang diambil dengan teknik Proporsional Stratified Random Sampling dengan tingkat kesalahan 10%. Tipe penelitian adalah penelitian survey eksplanatif dengan dua variable yaitu variable bebas adalah penyebaran informasi melalui media massa dan komunikasi interpersonal dan variable terikat yaitu kesadaran masyarakat yang meliputi pengetahuan, sikap dan perilaku. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan metode Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penyebaran informasi pencatatan perkawinan melalui media massa berada pada kategori rendah sedangkan tingkat penyebaran informasi melalui komunikasi interpersonal berada pada kategori sedang, serta tingkat kesadaran masyarakat setelah memperoleh informasi pencatatan perkawinan berada pada kategori tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara penyebaran informasi melalui media massa dan komunikasi interpersonal dengan kesadaran masyarakat melakukan pencatatan perkawinan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tana Toraja. 
PENGUNGKAPAN DIRI ANGGOTA PASUKAN INONG BALEE DALAM KOMUNIKASI DAN INTEGRASI DENGAN MASYARAKAT PASCA KONFLIK BERSENJATA DI KABUPATEN ACEH BESAR PROVINSI ACEH Musfirah, Lisa; Cangara, Hafied; Hasrullah, Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.2 April - Juni 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research aimed to investigate (1) the self-disclosure of the members of Inong Balee force in their involvement in GAM armed force during the time of armed conflict in Aceh Besar Regency, Aceh Province, (2) the communication pattern and interaction between the members of Inong Balee force and the community, and (3) the integration process between the members of Inong Balee force and te community.The research was conducted in Aceh Besar regency, Aceh Province using the qualitative research. The research subjects consisted of 9 ex-members of Inong Balee force and 6 members of the community, who were chosen using the purpusive sampling technique and the showball manner. The data collection was carried out using observation, interviews, and documentation. The data were further analyzed using Miles and Huberman’s interactive model analysis.The research result revealed that the self-disclosure of the members of Inong Balee force in their involvement with GAM force was basically either attracted or self-interested since the Inong Balee force were recruited for the independence of Aceh. The patterns of communication and interaction were more open and therefore they were free to communicate and share information and more experience they acquired. Even atfer the armed conflict, the active members of Inong Balee force still gathered with their compatriots in GAM; hence they still had had leaders or commandants. As for the integration between the community and the members of Inong Balee force still run well; no obstruction felt in joining in doing their daily activities. This good integration was supported by their sacrifices and understanding each other. The sense of unity in life was still felt by Aceh community.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengungkapan diri anggota pasukan Inong Balee didalam keterlibatannya dengan pasukan bersenjata GAM pada masa konflik bersenjata di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh, pola komunikasi dan interaksi antara anggota pasukan Inong Balee dengan masyarakat, serta proses integrasi antara anggota pasukan Inong Balee dengan masyarakat, dengan mengunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian adalah di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Subjek penelitian ini terdiri dari 9 mantan anggota Inong Balee dan 6 orang masyarakat dengan teknik purposive sampling dan secara showball. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data selanjutnya dianalisis dengan mengunakan teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan diri anggota pasukan Inong Balee dalam keterlibatannya dengan GAM adalah pada dasarnya mereka tertarik serta kemauan sendiri dan pasukan Inong Balee ini merupakan pasukan yang direkrut untuk kemerdekaan Aceh. Pola komunikasi dan interaksi yang terjadi lebih terbuka dan mereka leluasa dalam berkomunikasi sehingga dalam berbagi informasi dan pengalaman semakin banyak yang diperoleh. Selanjutnya pasca konflik bersenjata anggota pasukan Inong Balee yang aktif masih berkumpul dengan sesama anggota GAM sehingga jelas masih ada pemimpin atau komando bagi mereka. Adapun proses integrasi yang terjadi antara masyarakat dan anggota pasukan Inong Balee berjalan dengan baik. Tidak ada kendala yang dirasakan dalam menyatukan diri dalam melakukan kegiatan maupun aktivitas sehari- hari. Integrasi yang baik ini didukung oleh adanya pengorbanan dan juga rasa saling pengertian satu dengan lainnya. Rasa persatuan masih melekat erat dalam kehidupan masyarakat Aceh. 
PENGGUNAAN MEDIA KOMUNIKASI UNTUK POLITIK PENCITRAAN KANDIDAT BUPATI DAN WAKIL BUPATI DALAM PEMILUKADA TAKALAR 2012 Tahir, Muhammad Zulkifli; Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.2 April - Juni 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kandidat yang bertarung dalam pemilihan umum Takalar dalam proses pencitraan, beberapa hal yang harus di pahami dalam melakukan kampanye, yaitu analisis khayalak (audience) dan kebutuhannya, sasaran dan tujuan, perencanaan strategi yang mencakup, komunikator, saluran (media), pesan dan penerima, penetapan tujuan, implementasi perencanaan yang meliputi, besarnya dana, sumber dana, dan waktu kampanye, serta melakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penggunaan media komunikasi dalam pembentukan citra pasangan calon bupati dan wakil bupati Kab. Takalar dalam penyelenggaraan pemilukada Takalar 2012 dan (2) pemilihan media komunikasi dalam pemilukada Takalar 2012. Tipe penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif yang bermaksud melakukan eksplorasi atau penjelajahan informasi atas tujuan penelitian. Sumber data berupa dokumentasi dan wawancara serta observasi yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kandidat memanfaatkan media yang ada untuk sosialisasi dalam pemilihan bupati dan wakil bupati takalar dalam pemilukada takalar 2012. Serta pemilihan media yang digunakan oleh kandidat adanya perbedaan dalam produksi dan penyebaran media di wilayah takalar karena faktor tim, partai dan anggaran. Dalam pemilihan bupati dan wakil bupati yang diikuti 7 (tujuh) pasangan calon, pasangan nomor urut 2 (dua) Burhanuddin. B berpasangan dengan Natsir Ibrahim yang diusung oleh partai Golkar meraih suara terbanyak dan terpilih sebagai Bupati dan Wakli Bupati Takalar periode 2012-2017 dalam pemilihan satu putaran. penggunaan media yang tidak merata setiap kandidat karena faktor anggran dan kerja tim sukses, dan juga harus direncanakan sebaik mungkin dalam pemilihan media dalam pemilukada agar tidak terjadi pemborosan anggaran.Abstract Candidates contesting the elections Takalar in the imaging process, some things that must be understood in the campaign, the analysis of audience (audience) and their needs, goals and objectives, including strategic planning, communicators, channels (media), the message and the receiver, goal setting, implementation planning involved, the amount of funds, resources, and time of the campaign, as well as evaluating.This study aimed to determine (1) the use of communication media in shaping the image of the candidate regent and deputy regent district. Takalar in organizing the election Takalar 2012 and (2) the selection of communication media in the 2012 election Takalar. This type of research is descriptive qualitative exploration or exploration intends to make information on the purpose of research. Documentation and data sources such as interviews and observations associated with this research. The results showed that all candidates utilize existing media for dissemination in the regent and deputy regent election Takalar Takalar in 2012. And the selection of media used by candidates of differences in the production and dissemination of media in the region because of the team’s Takalar, party and budget. In the regent and deputy regent, followed 7 (seven) candidates, the pair number 2 (two) Burhanuddin. B pairs with Natsir Ibrahim carried by Golkar party won the most votes and was elected as a Regent and Regent Wakli Takalar the period 2012-2017 in the selection of the round. Unequal use of media for each candidate anggran factors and successful teamwork, and also should be planned as possible in the selection of the media in the election in order to avoid wasteful spending. 
HUBUNGAN ANTARA SEBARAN INFORMASI KAMPANYE DENGAN TINGKAT KEIKUTSERTAAN PASANGAN USIA SUBUR DALAM PROGRAM PENGENDALIAN KELAHIRAN ANAK (KB) DI KELURAHAN UJUNA, KOTA PALU Khairunnisa, Mutmainnah; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This Study aims to describe the implementation of campaign information distribution and the participation of fertile age spouses in Child Birth Control Program. The analysis was conducted using chi-square formula and the data were processed using SPSS 16 software. The implementation of campaign information distribution and the participation of fertile age spouses in Child Birth Control Program was in the form of the use of contraceptives. The results reveal that, firstly, BKKBN/PLKB implements the campaign information distribution by using some channels – including interpersonal communication, group communication, and mass media communication – to distribute the messages of Child Birth Control program. Secondly, the level of participation of fertile age spouses in Child Birth Control program in Ujuna has been reflected in good acceptance and understanding. This can be measured based on knowledge, attitude and behavior. The fertile age spouses can be categorized as moderate category with 1-2 children on average. Thirdly, there is a relationship between campaign information distribution and the level of participation of fertile age spouses in Child Birth Control program with a moderate level of relationship between variables.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan sebaran informasi kampanye dan keikutsertaan Pasangan Usia Subur dalam program pengendalian kelahiran anak (KB). Adapun metode yang digunakan dalam menganaisis dengan menggunakan rumus statistik chi-square dan diolah menggunakan perangkat komputer SPSS 16.Dalam penelitian ini terdapat gambaran pelaksanaan sebaran informasi kampanye dan keikutsertaan Pasangan Usia Subur dalam program pengendalian anak (KB) dalam bentuk penggunaan alat kontrasepsi. Hasil penelitian menunjukan hal-hal berikut (1) BKKBN/ PLKB melaksanakan sebaran informasi kampanye menggunakan saluran komunikasi tatap muka, kelompok, dan media massa dalam menyebarkan pesan-pesan program KB (2) Tingkat keikutsertaan Pasangan Usia Subur terhadap program pengendalian anak (KB) dikelurahan ujuna telah menunjukan adanya penerimaan dan pemahaman yang baik. Hal itu diukur dari pengetahuan, sikap, dan perilaku Pasangan Usia Subur dalam mengendalikan kelahiran dan dapat di golongkan dalam kategori sedang yakni rata-rata memiliki 1-2 anak (3) Terdapat hubungan antara sebaran informasi kampanye dengan tingkat keikutsertaan Pasangan Usia Subur dalam program pengendalian kelahiran anak (KB) yang mempunyai indeks keeratan hubungan sedang antar variabelnya. 
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MENYERAP ASPIRASI MASYARAKAT ADAT OLEH ANGGOTA DPRD KABUPATEN TELUK BINTUNI PROVINSI PAPUA BARAT Utomo, Eko Priyo; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis strategi komunikasi anggota DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat adat di Kabupaten Teluk Bintuni. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan penentuan narasumber atau informan dilakukan secara sengaja (purposive). Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Teluk Bintuni. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi komunikasi dalam menyerap aspirasi masyarakat adat oleh anggota DPRD Kabupaten Teluk Bintuni berbeda berdasarkan sifat dari proses penyerapan aspirasi masyarakat adat, yakni formal dan non formal, kelompok masyarakat adat, dan asal usul anggota DPRD yang bersangkutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi komunikasi di antaranya karakteristik kelompok masyarakat adat, tatanan adat, dan asal-usul anggota DPRD. Bentuk komunikasi yang terjadi antara anggota DPRD dan masyarakat adat dalam proses penyerapan aspirasi mereka, dilakukan secara verbal (menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah setempat) juga komunikasi nonverbal untuk mempertegas pesan yang disampaikan. Sedangkan pola komunikasi, untuk kelompok masyarakat adat pola komunikasi linear yang terjadi, dan untuk sebagain kelompok masyarakat pola komunikasi sirkular, atau kedua pola tersebut terjadi bersamaan. Abstract The aim of the research is to analyze communication strategies of the members of local assembly in absorbing the aspirations of indigenous community in Bintuni Bay Regency. The research used descriptive qualitative approach conducted in Bintuni Bay Regency. The informants were selected purposively. The methods of obtaining the data were participative observation, in-depth interview, and documentation. The results of the research indicate that communication strategies used in absorbing the aspirations of indigenous community by the members of local Assembly are various based on the characteristics of the absorption process of aspiration of the indigenous community, i.e formal and informal, the groups of indigenous community, and the origin of the members of local Assembly. The factors affecting the communication strategies are group characteristics of indigenous community, custom order, and the origin of the members of Local Assembly. The forms of communication happening between the members of Local Assembly and indigenous community in the absorption process of aspiration are verbal communication (using Indonesian and local languages) and nonverbal communication to affirm the message. Meanwhile, the communication patterns used by indigenous community are linear communication and circular communication for some groups of community or both of them are used simultaneously 
PENCITRAAN SELEBRITAS POLITISI DI BLOG KOMPASIANA Putri, Citra Dano; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.2 April - Juni 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masyarakat masih kurang dapat menerima kehadiran politisi yang berasal dari kaum selebriti, karena dianggap hanya mengandalkan popularitas dan penampilan saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kompasianer (anggota dari blog Kompasiana) mencitrakan selebritas politisi yang menjadi kandidat dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013. Peneliti mengumpulkan 29 postingan yang dipublikasikan dalam blog Kompasiana, berdasarkan tiga periode yaitu; pra kampanye, kampanye, dan pasca kampanye. Kesemua postingan ini kemudian dianalisis berdasarkan metode Analisis Wacana Kritis, dengan model pendekatan Teun Van Dijk. Model Van Dijk ini telah dielaborasi kedalam struktur dan elemen-elemen wacana, agar peneliti lebih mudah menentukan unit teks yang akan dianalisis. Penelitian ini menemukan bahwa selebritas menjadi faktor dominan dalam pilkada Jawa Barat, dan Rieke Diah Pitaloka menjadi yang paling populer diantara para kandidat. Kompasianer mencitrakan selebritas politisi berdasarkan citra subyektif (emosi/afeksi) dan obyektif (logika/kognisi). Citra subyektif adalah ekspresi emosi Kompasiana tentang ketiganya (suka/tidak suka, setuju/tidak setuju). Sedangkan citra obyektif adalah persepsi tentang diri ketiga selebritas yang terbentuk berdasarkan kognisi Kompasiana. Pencitraan ini menggunakan dua alat ukur yaitu: kesan dan kepercayaan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa citra subjektif dan objektif tersebut sebagian besar diakibatkan oleh liputan media tentang selebritas yang bersangkutan. Citra ini kemudian menjadi sulit dilepaskan walaupun selebritas telah berkecimpung lama di dunia politik.Abstract Most people have become unacceptable with celebrities who are turned into politician; because people considered them just take the advantage of politics with their popularity. This study aims to determine how Kompasianer (member of the blog Kompasiana) imaged celebrity politician who became a candidate in the election of the Governor and the Vice Governor of West Java in 2013. Researcher collect 29 post in blog Kompasiana based on 3 time periods: pre-campaign, campaign, and post-campain. These posts analyze with the Critical Discourse Analysis method, with a text element model approach Teun Van Dijk. This model approach is elaborated into the structures and text elements. This study found that celebrities become a great factor in the election of Governor and Vice Governor of West Java 2013, and Rieke Diah Pitaloka is the most popular candidate. Kompasianer imaged the political celebrities subjectively and objectively. Subjective image is the expression of Kompasianer emotion aboout those 3 celebrities (like/dislike, agree/disagree. The objective image is the perception about those celebrities by the cognition of Kompasianer. This potray using two measuring devices, namely: impressions and beliefs. Based on the research results, the researchers concluded that the subjective and objective imagery is largely due to media coverage of the celebrity in question. This image then becomes difficult to remove even celebrities have long been in the political world. 
PEMANFAATAN JARINGAN KOMUNIKASI DALAM REKRUTMEN KADER PARTAI KEADILAN SEJAHTERA SULAWESI SELATAN Sidiq, Muhammad Syahban; Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menggambarkan dan mengkaji tentang pemanfaatan jaringan komunikasi dalam rekrutmen kader Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Selatan. Fokus penelitian ini berorientasi pada analisis model jaringan komunikasi, proses komunikasi dalam jaringan, pemanfaatan jaringan komunikasi, dan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pemanfaatan jaringan komunikasi dalam rekrutmen kader PKS.  Penelitian ini merupakan studi jaringan komunikasi yang bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model jaringan komunikasi dalam rekrutmen kader PKS Sulsel dikembangkan dengan pola linear menggunakan kekuatan jaringan kader partai untuk menyentuh semua kalangan masyarakat. Proses pemanfaatan jaringan dimulai dengan sebelumnya membangun hubungan komunikasi yang efektif dalam jaringan. Pemanfaatan jaringan komunikasi ditingkatan kader partai pada umumnya diarahkan pada pembangunan jaringan komunikasi yang baru dimasyarakat. Pemanfaatan jaringan komunikasi dalam rekrutmen kader PKS Sulsel sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu diantaranya adalah faktor pemahaman kader. Untuk itu, penting keberadaan sarana tarbiyah bagi PKS sebagai basis pembentukan pemahaman dan kepribadian kader terekrut.     ABSTRACTThe aims of the research are to develop and to study the utilization of communication network in the recruitment of cadres of Partai Keadilan Sejahtera of South Sulawesi. The focus of the study is oriented towards communication network model analysis, communication process in the network, utilization of communication network, and factors affecting the effectiveness of communication network utilization in the recruitment of cadres of PKS.  This study is a descriptive qualitative study on communication network.  Data collection was conducted through observation and interviews.  The results of the research indicated that communication network model in the recruitment of cadres of Partai Keadilan Sosial of South Sulawesi developed in linear pattern using the party cadres’ network strength to touch upon the entire society.  Network utilization process begins with developing an effective communication channel in the network.  Utilization of communication network in the cadre level is proposed for new community communication network.  Utilization of communication network in recruitment of PKS cadres in South Sulawesi is very much influenced by many factors.  One among other determinant factors is the cadres’ knowledge and therefore an education process is required for PKS cadres as a base for gaining knowledge and good conduct.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abduh, Ichsan Muhammad Adi Jaya Buluara, Adi Jaya Aditya Putra Marzuki Aguswandi, Aguswandi Ahmad Abdullah Ahmad Sultra Rustan Alimuddin Unde, Alimuddin Andi Alimuddin Unde, Andi Alimuddin Andi Azisah Azis, Andi Azisah Andi Dewi Masuara, Andi Dewi Andi Evi Elvira Adnan, Andi Evi Elvira Andi Faisal Bakti & Venny Eka Meidasari Andi Muhammad Sofyan, Andi Muhammad Andi Nur Fitri, Andi Nur Andi Vita Sukmarini, Andi Vita Andi Warnaen Ansar Suherman, Ansar Arianto Arianto Arianto Arnus, Sri Hadijah Bakti, Agus Surya Besse Risnayanti, Besse Boestam, Ambia B. Cellu, Muh. Chaerul Chang, Jian Citra Dano Putri, Citra Dano Darmawan Syah, Darmawan Decy Wahyuni, Decy Derivanti, Azizah Des Dwi Ratnasari Edi Suharyadi Eko Priyo Utomo, Eko Priyo Elfrianto, Kevin Eriyanto, Eriyanto Erniwati Fahrizal Sukma, Fahrizal Febri Herawati Firdaus Wahyudi Hafied, Hasdiyanto Harmawan, Rizal Hasrullah , Hasrullah Hasrullah Hasrullah, Hasrullah Hidayatullah, Fauzan Ibrahim Umar, Ibrahim Indra Lestari, Indra Isnaniah Nurdin, Isnaniah Izki Fikriani Amir Jeanny Maria Fatimah Joevi Roedyati Jumadi Mappanganro, Jumadi Kamaruddin Kamaruddin Karnay, Sudirman La Jaali, La LATUHERU, RIDO DOMINGGUS Lisa Musfirah, Lisa Mamat Rahmat Marlinda Irwanti, Marlinda Muhammad Hasyim, Muhammad Muhammad Iqbal Sultan, Muhammad Iqbal Muhammad Massyat, Muhammad Muhammad Nadjib, Muhammad Muhammad Saifulloh Muhammad Syahban Sidiq, Muhammad Syahban Muhammad Zulkifli Tahir, Muhammad Zulkifli Murniati Muhtar, Murniati Mutmainnah Mutmainnah Nosakros Arya, Nosakros Ory Andriyani, Ory Palubuhu, Dwia Aries Tina Polikarpus Manase Mana, Polikarpus Manase Pulubuhu, Dwia Aries Tina Putra, Fajar Dwi Qaharuddin Tahir, Qaharuddin Rachmawaty Djaffar Ramli, Abdul Rachmansyah RATIH, Dina S.V. Ratnasari, Dwi Ratnasari Richard Mozes Amahorseya, Richard Mozes Rizky Maulidiana Haris, Rizky Maulidiana Rohani Marlin Situru, Rohani Marlin Saleh, Sadhriany Pertiwi SANTOSA, Nandang M. Shofiyah, St. Sibaweh, Nurdin Simabur, Lisda Ariani Sitti Murniati Muhtar, Sitti Murniati Sitti Nurmasita Achsin, Sitti Nurmasita Sudirman, Indrianti sukri Sukri, sukri Sultan, M Iqbal Sulvinajayanti Sulvinajayanti, Sulvinajayanti Surya Dharmawansyah, Surya Susilawati Belekebun, Susilawati Syahril Furqany Syahrir Nawir Nur, Syahrir Nawir Syahruni Haris, Syahruni tahir, aswar Tuti Bahfiarti Wirawan Jaya, Wirawan Yusuf, Raidah Intizar