Claim Missing Document
Check
Articles

KONSTRUKSI PENCITRAAN MASKULINITAS PADA MAJALAH MEN’S HEALTH INDONESIA VERSUS FEMINITAS PADA MAJALAH WOMEN’S HEALTH INDONESIA Azis, Andi Azisah; Cangara, Hafied; Bahfiarti, Tuti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The aim of the research was to determine the construction of image projection of masculinity formed Indonesia Men’s Health magazine versus femininity of Indonesia Women’s Health magazine. The subjects of the research were the covers of Indonesia Men’s Health magazine and Indonesia Women’s Health magazine published from December 2014 to May 2015. The methods of obtaining the data were done by interpreting picture texts and categorizing written text topics. They were analyzed descriptive qualitatively using the model of semiotics according to Roland Barthes. The results of the research indicate that Indonesia Men’s Health magazine constructs masculinity of men based on appearance, does new construction on the meaning of masculinity different from the previous one, changes the stereotype of men to be soft through self-care habit, and maintains appearance. It is also found that Indonesia Women’s Health magazine contructs woman femininity based on face beauty and feminine body shape and strengthens woman stereotype as a super woman who is courageous to enter public space.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi pencitraan maskulinitas yang dibentuk majalah Men’s Health Indonesia versus konstruksi pencitraan feminitas yang dibentuk majalah Women’s Health Indonesia. Subjek penelitian ini adalah sampul majalah Men’s Health Indonesia dan majalah Women’s Health Indonesia edisi Desember 2014 sampai dengan Mei 2015. Pengumpulan data dilakukan dengan menginterpretasikan teks gambar dan membuat kategorisasi topik teks tertulis yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan model semiotika menurut Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majalah Men’s Health Indonesia mengkonstruksi maskulinitas pria berdasarkan penampilan, melakukan konstruksi baru terhadap arti maskulinitas yang berbeda dari sebelumnya serta mengubah streotipe pria menjadi lembut melalui kebiasaan perawatan diri dan menjaga penampilan. Penelitian ini juga menemukan bahwa majalah Women Health Indonesia mengkonstruksi feminitas wanita berdasarkan kecantikan wajah dan bentuk tubuh yang feminis serta memperkokoh streotipe wanita sebagai wanita super yang berani masuk ke ruang publik. 
PERSELINGKUHAN DAN KESETIAAN DALAM SINETRON “CATATAN HATI SEORANG ISTRI” (SUATU STUDI ANALISIS KOMUNIKASI KELUARGA DALAM PERSPEKTIF SEMIOTIKA) Ratnasari, Dwi; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research aimed to investigate the representations of infidelity and loyalty, and its effects of the actor of the infidelity and loyalty on the communication of an Islamic family as presented in the soap opera “Catatan Hati Seorang Istri”. The method used in analyzing the soap opera “Catatan Hati Seorang Istri” was descriptive- qualitative with the approach of semiotic theory by Roland Barthes. In semiotic approach, the message communication process experienced two layers of meaning, namely he first layer (denotation or the illustration of the infidelity and loyalty in the opera soap “Catatan Hati Seorang Istri”) and the second layer (connotation or the concept of infidelity and loyalty). The research results revealed that there were 86 pictures representing the infidelity, 10 pictures representing the loyalty, and 20 pictures representing the effect of the infidelity actor, and 2 pictures representing the effect of the loyalty actor on the family communication in the islamic perspective as represented in the opera soap “Catatan Hati Seorang Istri”. Besides, in the opera soap “Catatan Hati Seorang Istri” semiotically, the signs for lying were used to represent infidelity, while the signs of the shalehah women were used to represent loyalty. In the opera soap “Catatan Hati Seorang Istri”, infidelity and loyalty effects had significant effects on the communication of islamic families.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi perselingkuhan dan kesetiaan serta pengaruh yang ditimbulkan oleh pemeran perselingkuhan dan kesetiaan terhadap komunikasi keluarga islam yang direpresentasikan dalam sinetron “Catatan Hati Seorang Istri”. Metode yang digunakan dalam menganalisis sinetron “Catatan Hati Seorang Istri” adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan teori semiotika Roland Barthes. Dalam pendekatan semiotika, proses komunikasi pesan mengalami dua lapisan pemaknaan, yaitu lapisan pertama (denotasi atau penggambaran perselingkuhan dan kesetiaan dalam sinetron “Catatan Hati Seorang Istri”) dan lapisan kedua (konotasi atau konsep tentang perselingkuhan dan kesetiaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 86 gambar representasi perselingkuhan, 10 gambar representasi kesetiaan, dan 20 gambar representasi pengaruh yang ditimbulkan oleh pemeran perselingkuhan serta 2 gambar representasi yang ditimbulkan oleh pemeran kesetiaan terhadap komunikasi keluarga ditinjau dari perspektif islam yang direpresentasikan dalam sinetron “Catatan Hati Seorang Istri”. Selain itu, dalam sinetron “Catatan Hati Seorang Istri” secara semiotik, tanda berbohong digunakan untuk merepresentasikan perselingkuhan dan tanda wanita shalehah digunakan untuk merepresentasikan kesetiaan. Dalam sinetron “Catatan Hati Seorang istri”, perselingkuhan dan kesetiaan memberikan dampak yang signifikan terhadap komunikasi keluarga ditinjau dari perspektif islam. 
KESIAPAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN BANTAENG DALAM RANGKA PENINGKATAN PROMOSI BERBASIS E-TOURISM Nur, Syahrir Nawir; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.3 Juli - September 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Bantaeng regency have a huge potention on their tourism object, and needs to utilizing information and communication technology. This study aims to determine the extent to which the Department of Culture and Tourism readiness Bantaeng Regency manage tourist information system-based e-tourism in the regency Bantaeng be planned. The research was conducted at the offices of Department of Culture and Tourism District Bantaeng. This research uses descriptive qualitative approach using SWOT analysis method. Informants of this study was Head of Culture and Tourism Bantaeng, Head of Marketing and Development Bantaeng, as well as Secretary of the Department of Culture and Tourism Bantaeng. Another informant Bantaeng community. This study uses two ways to obtain the data, the first through interviews and documentation as well as direct observation. The results of this study demonstrate the use of the six factors of technology readiness (Readiness information technology, policy, human resources, benefits, processes and infrastructure), each component has its strengths, weaknesses, opportunities and threats respectively. The biggest drawback is on policy factors, human resources and infrastructure. While IT readiness factors, benefits and processes considered to be quite adequate. Abstrak Kabupaten Bantaeng merupakan daerah yang punya potensi objek pariwisata yang sangat besar, dan dibutuhkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantaeng dalam mengelola sistem informasi pariwisata berbasis e-tourism di Kabupaten Bantaeng yang akan dirancang. Penelitian ini dilakukan di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis SWOT. Informan penelitian ini adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantaeng, Kepala Bidang Pemasaran dan Pengembangan Kabupaten Bantaeng, serta Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantaeng. Informan lainnya adalah masyarakat Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan dua cara dalam memperoleh data, yang pertama melalui wawancara dan dokumentasi serta pengamatan langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan dari keenam faktor kesiapan pemanfaatan teknologi (Kesiapan teknologi informasi, kebijakan, sumber daya manusia, keuntungan, proses dan infrastruktur), tiap komponen memiliki kekuatan, kelemahan, peluang dan ancamannya masing- masing. Kelemahan terbesar ada pada faktor kebijakan, sumber daya manusia dan infrastruktur. Sementara faktor kesiapan TI, keuntungan dan proses dinilai sudah cukup memadai. 
KOMODIFIKASI KEMISKINAN DALAM TELEVISI INDONESIA Arya, Nosakros; Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.2 April - Juni 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemiskinan bukan hanya persoalan sosial, tetapi kemiskinan telah menjadi komoditas yang ‘seksi’ di media televisi Indonesia. Tujuan penelitian ini ; (1) menganalisis proses representasi kemiskinan yang ada pada program “Jika Aku Menjadi” dan “Bedah Rumah”, (2) menganalisis bentuk komodifikasi kemiskinan yang berlangsung pada kedua program tersebut, dan (3) menganalisis perbedaan (komparasi) secara signifikan antara kedua program tersebut dalam merepresentasikan bentuk komodifikasi kemiskinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian campuran. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis bentuk komodifikasi kemiskinan yang ditampilkan dalam kedua program. Sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk membandingkan frekuensi kemunculan bentuk komodifikasi kemiskinan di antara kedua program tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program “Jika Aku Menjadi” dan “Bedah Rumah” secara kualitatif merepresentasikan proses komodifikasi kemiskinan dalam momen dramatis yang terdiri dari gambaran situasi kemiskinan, sensasi kegembiraan, mengundang simpati dan rasa haru bagi pemirsanya, dan merangsang syaraf tawa bagi pemirsanya. Kedua program tersebut juga mempraktikkan bentuk komodifikasi, antara lain: komodifikasi pekerja, komodifikasi khalayak, dan komodifikasi isi. Dan dengan menggunakan teknik statistik uji beda chi kuadrat, dihasilkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara kedua program dalam merepresentasikan bentuk-bentuk komodifikasi kemiskinan.Abstract Poverty is not only as a social issue, but also become a ‘sexy’ commodity in Indonesian electronic media, television. The aims of this study were: (1) to analyze the representation of poverty that was showed in the “Jika Aku Menjadi” and “Bedah Rumah” programs, (2) to analyze the form of poverty commodification on the both programs, and (3) to analyze the significant differences (comparisons) between the two programs in the representing the form of poverty commodification. This study used a mixed research methods. Qualitative methods were used to analyze the form of poverty commodification which was shown in the both programs. On the other hand, quantitative methods were used to compare the frequency of occurrence in the form of poverty commodification between the both programs. The results showed that the program “Jika Aku Menjadi” and “Bedah Rumah” represented qualitatively the process of poverty commodification in the dramatic moments. They consisted of the picture the poverty situation, sensation of excitement, sympathy and compassion for the viewers, and stimulate nervous laughter to the viewers. The both programs also practiced a form of commodification, among others: the commodification of labor, commodification of audiences, and commodification of content. In addition, there was a significant difference both of programs in representing the form of poverty commodification by using different statistical techniques “chi square” test. 
PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI ONLINE DALAM KECEPATAN PELAYANAN DAN PENGAMANAN PADA BANK BCA MAKASSAR (SEBUAH STUDI KOMUNIKASI ORGANISASI) Andriyani, Ory; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Toward the era of globalization, information and communication technology systems are increasingly required the company, particularly in improving the good of the flow of information, speed of service and data security in the banking world. The aims of this study are (1) to analyze the effectiveness of the using of online communication technologies in the service system and security at BCA Makassar, (2) analyze the constraints in the use of online communication technologies in Makassar BCA. This type of survey is a descriptive qualitative research (Qualitative Descriptive). Qualitative descriptive aims to outline the benefits of using online communication technologies in Makassar BCA bank in the speed of service and security aspects of an organizations data .The results showed that the using of technology to process online information services and security products and services at the Main Branch of the Bank of Makassar is very efficient. Online information technology encourage branches to be more focused on delivering solutions to its customers . The effort is part of a change in the BCA approach initially focus on products to be more focus on the customer (customer oriented), using a data storage center on a large scale. In addition, research also shows that the security threat posed by the use of online information technology systems. Normally, this threat is addressed to the user that in fact weak in terms of tech awareness. Some of the threats that often arise, among others; burglary atm card, typo -site or website forgings, key - logger is a virus or trojan hidden and duty to record every key typed user input keyboard, and the man in the middle attack . AbstrakMenyongsong era globalisasi dewasa ini, sistem teknologi Informasi dan komunikasi semakin dibutuhkan perusahaan, khususnya dalam meningkatkan kesehatan aliran informasi, kecepatan pelayanan dan keamanan data dalam dunia perbankan.Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis efektivitas penggunaan teknologi komunikasi online dalam sistem pelayanan dan keamanan pada Bank BCA Makassar, (2) menganalisis kendala-kendala dalam penggunaan teknologi komunikasi online pada Bank BCA Makassar.Tipe penelitian ini adalah penelitian survey bersifat deskriptif kualitatif (Descriptive Qualitative).Deskriptif kualitatif bertujuan untuk menguraikan manfaat penggunaan teknologi komunikasi online pada bank BCA Makassar dalam aspek kecepatan pelayanan dan keamanan data organisasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi informasi online pada proses pelayanan produk dan jasa serta pengamanan pada BCA Cabang Utama Makassar sangat efisien. Teknologi informasi online mendorong kantor cabang untuk dapat lebih fokus dalam memberikan solusi kepada para nasabah. Upaya tersebut merupakan bagian dari perubahan pendekatan BCA yang semula fokus pada produk menjadi lebih fokus pada nasabah (customer oriented), dengan memanfaatkan pusat penyimpanan data dalam skala besar.Selain itu penelitian juga menunjukkan ancaman keamanan yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan sistem teknologi informasi online.Biasanya, ancaman ini ditujukan kepada pihak pengguna yang notabene lemah dari sisi kesadaran berteknologi. Beberapa ancaman yang sering muncul, antara lain; pembobolan kartu atm, typo-site atau website forging, key-logger adalah virus atau trojan yang tersembunyi dan bertugas merekam setiap input ketikan tombol user keyboard, dan man in the middle attack. 
IMPLEMENTASI PROGRAM M-PLIK KEMKOMINFO TERHADAP PENGENALAN DAN PEMANFAATAN INTERNET BAGI MASYARAKAT KABUPATEN MAROS DAN JENEPONTO Amir, Izki Fikriani; Cangara, Hafied; Farid, Muhammad
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.3 Juli - September 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Communication activities for humans, an intrinsic part of life. The research aims to (1) find out the implementation of district internet service mobile program (M-PLIK) KEMKOMINFO on the internet introduction and utilization for people in Maros and Jeneponto regencies; (2) analyze the effectivity of the program; and (3) reveal the benefit and challenges faced by the local governments in internet utilization through M-PLIK in both regencies. The research was cerried out in maros and jeneponto regencies. The method used was field research by interviewing 10 M-PLIK users and 7 M-PLIK operators as informants. Data sample was selected using purposive sampling from maros and jenepontoregencies. Data analysis was carried out using data reduction, data display, also drawing and verifying conclusion. Research result indicates that the implementation of the program is different from the initial expectation of mplik program. Also, the internet is not effective due to 256 kbps speed is considered very slow. The benefit of mplik is its mobile service enable the internet reaches the remote area, whereas, the biggest challenge is the cost for operators and facilities. Abstrak Kegiatan komunikasi bagi diri manusia, merupakan bagian yang hakiki dalam kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program mobil pelayanan internet kecamatan (M-PLIK) KEMKOMINFO terhadap pengenalan dan pemanfaatan internet bagi masyarakat yang ada di kabupaten Maros dan kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Maros dan Kabupaten Jeneponto. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survey lapangan dengan mewawancarai 10 pengguna M-PLIK dan 7 Operator M-PLIK sebagai informan. Pengambilan sample dilakukan secara purposive sampling dari Kabupaten Maros dan Kabupaten Jeneponto. Data analisi menggunakan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan serta pengujian kesimpulan (drawing ang verifying conclusions). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi dilapangan tidak sesuai dengan harapan awalnya program M-PLIK, serta belum terlalu efektif dirasakan bagi masyarakat karena kecepatan 256 kbps dinilai sangat lambat. Keuntungannya karena M-PLIK ini bersifat Mobile jadi mudah menjangkau daerah terpencil, dan kendala terbesarnya adalah pembiayaan operator dan fasilitas yang tidak lengkap. 
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA ETNIS ACEH DAN BUGIS-MAKASSAR MELALUI ASIMILASI PERKAWINAN DI KOTA MAKASSAR Juliani, Reni; Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research aimed to investigate the intercultural communication between Acehethnic group and Bugis-Makassar through marriage assimilation in Makassar city, to investigate the factors supporting and not supporting the assimilation process between the two ethnic groups (Aceh-Bugis-Makassar), and to investigate which channels they mostly used to meet and formed households as multi-culture families. The reasearch subjects consisted of 11 couples of the ethnic groups of Aceh and Bugis-Makassar in Makassar city. The data were collected through interviews with both ethnic groups of Aceh and Bugis-Makassar. Next, the data were analyzed using Miles and Huberman interactive model. The research results revealed that the intercultural communication between Aceh ethnic group and Bugis-Makassar ethnic group in Makassar city had run well. They were more easily melt each other because the had similar cultures and the same religion. Also, they did not emphasize their cultures in introducing their respective cultures to their children. The factors supporting the intercultural assimilation between Aceh and Bugis- Makassar ethnic groups were the high level of tolerance, trust and honesty, openness toward each other, and the choice to surrender in order to win. On the other hand, the factors of constraints were the ethnocentric characteristics. The communication channels they used in making them meet generally occurred in informal meeting situations, without any mediators or match makers.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi antarbudaya etnis Aceh dan Bugis-Makassar melalui asimilasi perkawinan di Kota Makassar, untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendukung dan yang tidak mendukung proses asimilasi kedua etnis (Aceh- Bugis-Makassar), dan untuk mengetahui saluran-saluran mana saja yang banyak mereka gunakan sehingga mereka dipertemukan kemudian membina rumah tangga sebagai keluarga multikultur. Subjek penelitian ini terdiri dari 11 pasang pasangan suami-istri etnis Aceh dengan etnis Bugis Makassar di Kota Makassar. Data dikumpulkan melalui wawancara dan etnis Aceh dengan etnis Bugis-Makassar, selanjutnya dianalisis dengan mengunakan teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya etnis Aceh dengan etnis Bugis-Makassar di Kota Makassar berjalan dengan baik. Mereka lebih mudah melebur satu sama lain dikarenakan mempunyai kesamaan budaya dan juga agama. Mereka tidak terlalu menitik beratkan kedua budaya mereka dalam pengenalan budaya kepada anak-anak mereka. Faktor pendukung asimilasi etnis Aceh dengan etnis Bugis-Makassar adalah toleransi yang tinggi, kepercayaan dan kejujuran, keterbukaan satu sama lain, dan memilih mengalah untuk menang. Sedangkan faktor penghambat asimilasi mereka adalah sifat etnosentrisme. Saluran-saluran komunikasi yang digunakan dalam mempertemukan mereka pada umumnya berlangsung dalam situasi pertemuan informal, tanpa pelantara atau perjodohan. 
ANALISIS KECENDERUNGAN TEMA DAN METODE RISET SKRIPSI SARJANA (S1) DAN TESIS MAGISTER (S2) PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS HASANUDDIN Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin; Bahfiarti, Tuti; Muhtar, Murniati
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.2 April - Juni 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fokus dan tujuan penelitian ini adalah mengetahui tema dan metode riset yang digunakan para mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2) Ilmu Komunikasi dalam penulisan tesis dan skripsi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin dalam 5 tahun terakhir (2007 – 2011). Penetapan batas waktu 5 tahun terakhir atas pertimbangan bahwa 5 tahun dipandang masih baru, dan bisa dilihat trend atau kecenderungannya untuk melakukan proyeksi ke depan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan mengumpulkan semua tesis dan skripsi yang di perpustakaan, kemudian di analisis tema dan metode riset yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua strata (S1 dan S2) dalam pemilihan tema atau isu nampaknya keduanya memiliki kecenderungan yang hampir sama, yakni cukup variatif dan mengangkat masalah yang relevan dengan konsentrasi bidang studi yang mereka pilih, yakni untuk S1 cenderung pada isu Film dan Televisi, Pemasaran, Internal Public, Komunikasi Interpersonal, sedangkan mahasiswa S2 cenderung pada isu Etika dan Perundang- undangan Media Massa, Kampanye Politik dan Pencitraan Kandidat, Media Pembelajaran, dan Efek Media dan Opini Publik. Dalam hal metode Penelitian, mahasiswa S1 dan S2 cenderung memiliki kesamaan, yakni masih didominasi oleh metode survey. Sementara untuk metode Analsis data mahasiswa S1 cenderung memakai analisis Isi dengan pendekatan kualitatif pada tataran praktis, sedangkan mahasiswa S2 cenderung memakai survey dengan analisis kuantitatif pada tataran konseptual.Abstract The focus and goal of this study was to determine themes and research methods used by the students of Bachelor (S1) and Master (S2) Science Communication in thesis writing and thesis at the Faculty of Social and Political Sciences Universitas Hasanuddin in the last 5 years (2007-2011) . Determination of 5-year time limit on the consideration that the last 5 years is still considered new, and can be seen trend or propensity for forward projections. The research method used was a survey to collect all the theses and thesis in the library, then in the theme analysis and research methods used. Results of this study indicate that both strata (S1 and S2) in the selection of themes or issues that seem to both have almost the same trend, ie quite varied and relevant issues raised by the concentration of their chosen field of study, ie, the issue tends to S1 film and television, marketing, internal public, interpersonal communication, while the S2 students tend to be on the issue of ethics and mass media legislation, political campaigns and candidates imaging, instructional media, and media effects and public opinion. In the case study method, students S1 and S2 tend to have in common, which is still dominated by the survey method. While the data for analysis method S1 students tend to use content analysis with a qualitative approach on a practical level, while the S2 students tend to use survey with quantitative analysis at the conceptual level. 
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN HARIAN TRIBUN TIMUR MENGHADAPI PERSAINGAN BISNIS SURAT KABAR DI KOTA MAKASSAR Mappanganro, Jumadi; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.2 April - Juni 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Tribun Timur is facing tight newspaper business competition in Makassar. This research aimed to analyze the strength, the opportunities, the challenges, and threat on the marketing communication strategies applied by Tribun Timur Newspaper in facing business competition of other daily newspaper in Makassar. This research used the descriptive and qualitative methods, and the data were analyzed using SWOT analysis. The information was collected through the interviews, and the document texts. The research results revealed that Tribun Timur Daily Newspaper war superior over other local daily newspapers in Makassar in terms of prices, number of pages, speed of publication and reaching its customers. Other advantages were the fact that Tribun Timur Newspaper had position as the general newspaper instead of a specialized newspaper. In addition, because Tribun Timur Newspaper was a digital media, it could be carried and read anywhere as long as the facilities, such as the smartphone, laptop, PC computer were available – all these forms of technologies could become a threat for any printed media, particularly Tribun Timur Newspaper printed edition.Abstrak Sebagai surat kabar, Tribun Timur dihadapkan pada persaingan bisnis surat kabar di Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, peluang, tantangan, dan ancaman dari strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan koran Tribun Timur dalam menghadapi persaingan bisnis surat kabar harian di Kota Makassar. Tipe penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan dianalisis menggunakan analisis SWOT. Sumber informasi dikumpulkan dari hasil wawancara dan data berupa dokumentasi teks. Hasil penelitian menunjukkan antara lain bahwa dari sisi harga, jumlah halaman, kecepatan terbit atau tiba di pelanggan, surat kabar harian Tribun Timur memiliki banyak keunggulan dibanding beberapa koran lokal yang terbit dan beredar di Kota Makassar. Keunggulan tersebut di antaranya karena koran Tribun Timur memosisikan diri sebagai koran umum alias tidak spesifik. Terbit setiap hari tanpa jeda (7 hari sepekan) dengan ketebalan 40 halaman. Keunggulan Tribun Timur di antaranya dapat diukur dari sisi harga, jumlah halaman maupun bonus. Digital media yang serba modern dan praktis karena dapat dibawa-bawa dan dibaca kapan dan di mana saja sepanjang ada perangkat smartphone, laptop, komputer PC, menjadi ancaman bagi media cetak, khususnya Tribun Timur edisi print. 
AUDIT KOMUNIKASI TERHADAP PROGRAM SOSIALISASI PEMBANGUNAN T/L 150 KV MAROS-SUNGGUMINASA PT. PLN (PERSERO) PIKITRING SULMAPA Nurdin, Isnaniah; Cangara, Hafied; Sultan, Muhammad Iqbal
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to audit the development socialization process of T/L 150 kV Maros – Sungguminasa PT. PLN (Persero) Pikitring Sulmapa, and to audit the constraint in development socialization process of T/L 150 kV Maros – Sungguminasa PT. PLN (Persero) Pikitring Sulmapa from socialization team to government, land owner, and communities affected by development of T/L 150 kV Maros – Sungguminasa PT. PLN (Persero) Pikitring Sulmapa. This study was case study with communication audit approach. The method of data collecting used was interview, questionnaire, and document study. The data were analyzed by technique developed by International Communication Association (ICA), namely the analysis of communication experience, also known as critical incident technique. The results of this study shows that the development socialization process of T/L 150 kV Maros – Sungguminasa PT. PLN (Persero) Pikitring Sulmapa delivered directly by Socialization Team to land owner, communities affected and government through two different media or channel. The type of evaluation is done by Socialization Team is very simple, if there is a feedback from the communities, and they accept the socialization team consider the socialization has been successfully implemented. The constraint are becoming findings of researcher in the development socialization program of T/L 150 kV Maros – Sungguminasa PT. PLN (Persero) Pikitring Sulmapa is the language constraint caused by the limited local knowledge which is owned by Socialization Team. The constraint in simplifying the message occurs because the Socialization Team is trying to suppress the confusion level that might be experienced by land owner communities, affected communities and relevant government (Head of Environment) so feel the need to adjust the portion of way of thinking by considering the education background. The other constraint found by researcher related to the socialization process were prejudice, removing of message and the constraint experienced based its nature is subjectivity.Abstrak Penelitian ini bertujuan mengaudit proses sosialisasi pembangunan T/L 150 kV Maros-Sungguminasa PT. PLN (Persero) Pikitring Sulmapa, dan mengaudit hambatan dalam proses sosialisasi pembangunan T/L 150 kV Maros- Sungguminasa PT. PLN (Persero) Pikitring Sulmapa dari tim sosialisasi kepada pemerintah, masyarakat pemilik tanah, dan masyarakat yang terkena dampak pembangunan T/L 150 kV Maros-Sungguminasa PT. PLN (Persero) Pikitring Sulmapa. Tipe penelitian ini adalah studi kasus (case study) dengan pendekatan audit komunikasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, kuesioner, dan studi dokumen. Data dianalisis dengan teknik analisis yang dikembangkan oleh International Communication Association (ICA), yaitu analisis pengalaman komunikasi (communication experience) juga dikenal dengan sebutan teknik peristiwa kritis (critical incident technique). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses sosialisasi pembangunan T/L 150 kV Maros- Sungguminasa PT. PLN (Persero) Pikitring Sulmapa disampaikan secara langsung oleh Tim Sosialisasi kepada masyarakat pemilik tanah, masyarakat terkena dampak, dan pemerintah melalui dua media atau saluran yang berbeda. Bentuk evaluasi yang dilakukan oleh Tim Sosialisasi sangat sederhana yaitu jika ada umpan balik dari masyarakat, dan masyarakat menerima maka Tim Sosialisasi menganggap sosialisasi telah berhasil dilaksanakan. Hambatan yang menjadi temuan penulis dalam program sosialisasi pembangunan T/L 150 kV Maros-Sungguminasa PT. PLN (Persero) Pikitring Sulmapa adalah hambatan bahasa yang disebabkan oleh terbatasnya pengetahuan bahasa daerah yang dimiliki oleh Tim Sosialisasi. Hambatan penyederhaan pesan terjadi karena Tim Sosialisasi berusaha menekan kadar kebingungan yang mungkin dialami oleh masyarakat pemilik tanah, masyarakat terkena dampak, dan pemerintah terkait (Kepala Lingkungan) sehingga merasa perlu untuk menyesuaikan porsi cara berpikir dengan mempertimbangkan latar belakang pendidikan.hambatan lain yang ditemui penulis terkait proses sosialisasi tersebut adalah hambatan prasangka, penghapusan pesan, dan hambatan yang dialami berdasarkan sifatnya yaitu hambatan subjektivitas. 
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abduh, Ichsan Muhammad Adi Jaya Buluara, Adi Jaya Aditya Putra Marzuki Aguswandi, Aguswandi Ahmad Abdullah Ahmad Sultra Rustan Alimuddin Unde, Alimuddin Andi Alimuddin Unde, Andi Alimuddin Andi Azisah Azis, Andi Azisah Andi Dewi Masuara, Andi Dewi Andi Evi Elvira Adnan, Andi Evi Elvira Andi Faisal Bakti & Venny Eka Meidasari Andi Muhammad Sofyan, Andi Muhammad Andi Nur Fitri, Andi Nur Andi Vita Sukmarini, Andi Vita Andi Warnaen Ansar Suherman, Ansar Arianto Arianto Arianto Arnus, Sri Hadijah Bakti, Agus Surya Besse Risnayanti, Besse Boestam, Ambia B. Cellu, Muh. Chaerul Chang, Jian Citra Dano Putri, Citra Dano Darmawan Syah, Darmawan Decy Wahyuni, Decy Derivanti, Azizah Des Dwi Ratnasari Edi Suharyadi Eko Priyo Utomo, Eko Priyo Elfrianto, Kevin Eriyanto, Eriyanto Erniwati Fahrizal Sukma, Fahrizal Febri Herawati Firdaus Wahyudi Hafied, Hasdiyanto Harmawan, Rizal Hasrullah , Hasrullah Hasrullah Hasrullah, Hasrullah Hidayatullah, Fauzan Ibrahim Umar, Ibrahim Indra Lestari, Indra Isnaniah Nurdin, Isnaniah Izki Fikriani Amir Jeanny Maria Fatimah Joevi Roedyati Jumadi Mappanganro, Jumadi Kamaruddin Kamaruddin Karnay, Sudirman La Jaali, La LATUHERU, RIDO DOMINGGUS Lisa Musfirah, Lisa Mamat Rahmat Marlinda Irwanti, Marlinda Muhammad Hasyim, Muhammad Muhammad Iqbal Sultan, Muhammad Iqbal Muhammad Massyat, Muhammad Muhammad Nadjib, Muhammad Muhammad Saifulloh Muhammad Syahban Sidiq, Muhammad Syahban Muhammad Zulkifli Tahir, Muhammad Zulkifli Murniati Muhtar, Murniati Mutmainnah Mutmainnah Nosakros Arya, Nosakros Ory Andriyani, Ory Palubuhu, Dwia Aries Tina Polikarpus Manase Mana, Polikarpus Manase Pulubuhu, Dwia Aries Tina Putra, Fajar Dwi Qaharuddin Tahir, Qaharuddin Rachmawaty Djaffar Ramli, Abdul Rachmansyah RATIH, Dina S.V. Ratnasari, Dwi Ratnasari Richard Mozes Amahorseya, Richard Mozes Rizky Maulidiana Haris, Rizky Maulidiana Rohani Marlin Situru, Rohani Marlin Saleh, Sadhriany Pertiwi SANTOSA, Nandang M. Shofiyah, St. Sibaweh, Nurdin Simabur, Lisda Ariani Sitti Murniati Muhtar, Sitti Murniati Sitti Nurmasita Achsin, Sitti Nurmasita Sudirman, Indrianti sukri Sukri, sukri Sultan, M Iqbal Sulvinajayanti Sulvinajayanti, Sulvinajayanti Surya Dharmawansyah, Surya Susilawati Belekebun, Susilawati Syahril Furqany Syahrir Nawir Nur, Syahrir Nawir Syahruni Haris, Syahruni tahir, aswar Tuti Bahfiarti Wirawan Jaya, Wirawan Yusuf, Raidah Intizar