Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Kompetensi Manajerial Mahasiswa Administrasi Kesehatan melalui Pelatihan Penyusunan Alur Pelayanan Kalsum, Ummu; Rahmilah, Mitha; Azizah, Andi Nurul; Mappanyukki, Andi Atssam; Haeril, Haeril
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38726

Abstract

Abstract: This community service program aims to optimize the managerial competencies of students in the Health Administration Study Program through training in the preparation of health service flowcharts using Microsoft Visio. The implementation methods include counseling, training, case study-based flowchart preparation practice, and mentoring. Evaluate activities using a pre-test and post-test design aimed at measuring participants' knowledge levels. This activity involved 21 students who participated in training at the Computer Laboratory of the Faculty of Sports Science and Health, Makassar State University. The evaluation results showed that before the training, 42.9% of participants had a good level of knowledge, which increased to 95.2% after the training. Conversely, participants with poor knowledge decreased from 57.1% to 4.8%. The Wilcoxon test results show a significant increase in knowledge before and after training. This training also improved students' skills in systematically organizing and visualizing health service flows. Thus, the training activity proved effective in improving students' managerial competencies, particularly in process analysis and visualization of health service flows. Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kompetensi manajerial mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan melalui pelatihan penyusunan alur pelayanan kesehatan menggunakan Microsoft Visio. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, praktik penyusunan flowchart berbasis studi kasus, serta pendampingan. Evaluasi kegiatan menggunakan desain pre-test dan post-test yang bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Kegiatan ini melibatkan 21 mahasiswa yang mengikuti pelatihan di Laboratorium Komputer Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, peserta dengan tingkat pengetahuan baik sebesar 42,9% dan meningkat menjadi 95,2% setelah pelatihan. Sebaliknya, peserta dengan pengetahuan kurang menurun dari 57,1% menjadi 4,8%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah pelatihan. Pelatihan ini juga meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menyusun dan memvisualisasikan alur pelayanan kesehatan secara sistematis. Dengan demikian, kegiatan pelatihan terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi manajerial mahasiswa, khususnya dalam analisis proses dan visualisasi alur pelayanan kesehatan.
PEMBERDAYAAN MAHASISWA MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN ORGANISASI UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN BERORGANISASI Purnomo, Jeki; Rachman, Dian Anggraeni; Rachman, Irwandi; Hakim, Cikita Berlian; Haeril, Haeril
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 8, No 1 (2026): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v8i1.3002

Abstract

AbstrakPermasalahan utama dalam organisasi kemahasiswaan adalah rendahnya kesiapan dan kapabilitas pengurus dalam mengelola organisasi secara profesional. Hal ini mencakup lemahnya pemahaman fungsi manajemen, keterampilan kerja tim, kepemimpinan serta kemampuan menyusun dan mengevaluasi program kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa melalui pelatihan manajemen organisasi berbasis pendekatan POAC dan metode partisipatif berbasis studi kasus. Program dilaksanakan di salah satu Universitas Indonesia pada Mei–Juni 2025 melibatkan 30 mahasiswa pengurus inti organisasi kemahasiswaan yang dipilih berdasarkan keterlibatan aktif dan rekomendasi pihak kampus. Tahapan kegiatan mencakup persiapan, implementasi pelatihan dan evaluasi dengan instrumen pre-test dan post-test sebagai alat ukur kesiapan berorganisasi. Analisis data menggunakan uji paired t dan efekt size. Hasil menunjukkan peningkatan skor signifikan dari 76,67 (±13,72) menjadi 90,67 (±9,93) dengan p=0,006 dan d=0,54. Indikator seperti pemahaman visi-misi, kerja tim, komunikasi dan literasi digital meningkat signifikan. Tidak ditemukan perbedaan hasil berdasarkan gender. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif meningkatkan kesiapan manajerial mahasiswa secara nyata. Rekomendasi meliputi integrasi pelatihan dalam kalender akademik, pelibatan alumni sebagai mentor serta adopsi teknologi digital sebagai alat kolaborasi organisasi mahasiswa ke depan. AbstractThe main problem in student organizations is the low readiness and managerial capability of members in managing organizations professionally. This includes weak understanding of management functions, teamwork skills, leadership and ability to design and evaluate work programs. This community service activity aims to empower students through organizational management training using the POAC framework and participatory, case-based learning. The program was implemented at one of University in Indonesia from May to June 2025, involving 30 core members of student organizations selected based on active participation and campus recommendation. The stages consisted of preparation, training implementation and evaluation with pre- and post-test instruments used to measure organizational readiness. Data analysis employed paired t-test and effect size. Results showed a significant score increase from 76.67 (±13.72) to 90.67 (±9.93) with p=0.006 and d=0.54. Indicators such as understanding of vision-mission, teamwork, communication and digital literacy improved significantly. No significant differences were found based on gender. In conclusion, the training effectively enhanced students' organizational readiness. Recommendations include integrating training into the academic calendar, involving alumni as mentors, and adopting digital technology as collaborative tools for future student organizations.
Self-evaluation of Physical Education Teacher Muhammad Zulfikar; Abdul Rahman; Andi Hasriadi Hasyim; Haeril Haeril; Faiz Faozi
Journal of Coaching and Sports Science Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Coaching and Sports Science
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.612 KB) | DOI: 10.58524/jcss.v1i2.131

Abstract

Changes in the level of teacher competency are continually improved through evaluation, ensuring that the learning that is applied to students remains innovative. The goal of this study was to discover physical education teachers' self-evaluation of teaching effectiveness. This study is descriptive that employs the survey approach. Fifty-one elementary school physical education teachers in South Sulawesi Province (aged 20 to 58 years) volunteered to participate in this study. The Self-Evaluation of Teacher Effectiveness Questionnaire in Physical Education (SETEQ-PE) was utilized in this study to assess teacher effectiveness in teaching physical education. This efficacy is measured using six components: learning environment, teacher and student evaluation, application of learning content, use of technology, teaching methodologies, and lesson execution. The findings revealed that the overall average physical education teachers' teaching effectiveness score was in the high range (140). In terms of gender, male instructors have a high average score (139.5), whereas female teachers have a very high average score (139.5). (142). Even though female teachers have a higher score than male teachers, there is no significant difference in their scores, with a significance value of 0.731. Given the small sample size of this study, additional research should be undertaken on a broader scale to investigate other aspects that may influence teaching effectiveness.
EDUKASI GERAKAN ANTI STUNTING PADA KADER POSYANDU DI DESA SUNGGUMANAI KAB. GOWA Dian Anggraeni Rachman; Andi Atssam Mappanyukki; Nurul Fajriah Istiqamah; Haeril Haeril; Sulastri Sulastri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37171

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang menjadi tantangan serius di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penyebab dan pencegahan stunting melalui program GASING (Gerakan Anti Stunting) di Desa Sunggumanai. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2024 di Posyandu Mawar Zarindah, menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif. Hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan kader posyandu meningkat secara signifikan, dari 81% dengan pengetahuan kurang menjadi 100% dengan pengetahuan baik setelah penyuluhan. Keberhasilan ini menandakan bahwa metode edukasi yang diterapkan efektif dalam menyampaikan informasi. Program ini diharapkan dapat memanfaatkan jaringan komunitas untuk menyebarluaskan informasi lebih luas, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkuat posisi institusi penyelenggara, tetapi juga dapat menjadi model bagi program pengabdian masyarakat lainnya yang serupa.
Optimalisasi PHBS melalui Edukasi Interaktif Terintegrasi pada Siswa SD di Desa Sengka, Gowa Irfan Kurniawan; Haeril; Dian Angraeni Rachman; Salwah Suardi; Ismi
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i2.2434

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada anak usia sekolah dasar yang berada pada fase pembentukan kebiasaan. Namun, penerapan PHBS di lingkungan sekolah masih belum optimal akibat keterbatasan pemahaman dan metode edukasi yang kurang variatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan penerapan PHBS melalui pendekatan edukasi interaktif terintegrasi pada siswa sekolah dasar di Desa Sengka, Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, storytelling berbasis media elektronik, simulasi dan praktik langsung enam langkah mencuci tangan, pemasangan poster edukatif, serta evaluasi melalui tanya jawab dan permainan edukatif. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi selama 60 menit dengan melibatkan 30 siswa kelas I. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menerapkan PHBS, yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif serta kemampuan mempraktikkan cuci tangan dengan benar. Pendekatan ini juga meningkatkan motivasi dan daya ingat siswa terhadap materi yang diberikan. Dengan demikian, edukasi interaktif terintegrasi efektif dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa serta berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.