Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBENTUKAN GELAS KERAMIK LITIUM ALUMINA SILIKAT BERBAHAN DASAR ZEOLIT ALAM PENJERAP KROMIUM MELALUI PROSES SINTERING Ani Purwanti
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i2.1223

Abstract

Zeolit ​​alam terdiri dari mineral kuarsa, mordenit, dan klinoptilolit. Setiap jenis zeolit mempunyai kegunaan yang berbeda-beda, antara lain sebagai adsorben dalam proses adsorpsi limbah kromium. Zeolit ​​yang telah jenuh dengan limbah kromium dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan gelas keramik, karena zeolit ​​alam mengandung banyak oksida gelas seperti alumina-silikat. Penambahan bahan pembentuk gelas seperti litium dan kemudian dipanaskan pada temperatur yang tinggi, zeolit alam berubah fase menjadi gelas keramik litium alumina silikat melalui langkah vitrifikasi, sintering gelas, dan kristalisasi. Pada penelitian ini dibuat gelas keramik lithium alumina silicate (LAS) dari campuran bahan padat zeolit, LiSO4.H2O dan TiO2, serta kulet lunak melalui proses vitrifikasi selama 4 jam pada 1200°C. Sedangkan proses sintering pada suhu 650-665°C dengan variasi laju pemanasan 1°C/menit, 3°C/menit dan 5°C/menit. Selama proses sintering, pemanjangan sampel dapat dilihat dalam alat dilatometer, sedangkan laju penyusutan dihitung dengan membandingkan pemanjangan dengan panjang sampel pada awal proses sintering. Beberapa kesimpulan dapat ditarik dari hasil penelitian, antara lain bahwa zeolit ​​alam yang telah jenuh dengan limbah kromium dapat dibuat menjadi gelas keramik LAS dengan menambahkan oksida Li2O, TiO2, serta kulet lunak. Pada produksi gelas keramik, proses sintering dilakukan pada suhu 650°C, 655oC, 660oC, dan 665 °C dengan laju pemanasan sebesar 1°C/menit, 3°C/menit dan 5°C/menit. Pada kisaran suhu tersebut, penyusutan yang terjadi meningkat seiring waktu.
Optimization of the Mechanical Properties of Bio-degradable Plastics from Chitosan with Acetic Acid Solvent Ani Purwanti; Eka Sulistyaningsih; Wisnu Prayogo; Muhammad Yusuf
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i3.16675

Abstract

Shrimp shell waste contains chitin which can be processed into chitosan. Chitosan can be utilized as an edible plastic. The film is expected to maintain food quality by resisting water vapour transfer as a preservative and maintaining odour. Edible plastics as food protectors are expected to have optimal mechanical properties. Chitosan films are brittle, so plasticizers are used to increase their flexibility. The mechanical properties of the film may change during storage time. The decline in film quality is expected to be fast enough to allow edible plastics for food wrapping. This study aims to determine the effect of glycerol addition and film storage time on the mechanical properties of edible chitosan film. From the results obtained, adding glycerol plasticizer produces films with thickness and elongation that tend to increase. In contrast, the tensile strength value increases and then decreases with the addition of glycerol. The optimal mechanical strength value was obtained in the film solution with glycerol at 0.3 mL/g chitosan with a maximum tensile strength of 200 kgf/cm2 and a per cent elongation of 135%. The thickness of the film produced was 0.17 mm. The film produced in this study has met the standards of film mechanical strength (tensile strength and per cent elongation) based on the Japanese Industrial Standard (JIS). Meanwhile, based on the Indonesian National Standard (SNI), the tensile strength value produced in this study has yet to meet the SNI standard.
A Review: Green Life And Behavior Change for Net Zero by Non Governmental Organizations Wisnu Prayogo; Rachmat Mulyana; Janter Pangaduan Simanjuntak; I Wayan Koko Suryawan; Laili Fitria; Edo Barlian; Putri Lynna A. Luthan; Dion Awfa; Ahmad Daudsyah Imami; Rifka Noor Azizah; Ani Purwanti; Sitepu Amrina Rosyada; Vemi Ridantam
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i3.18692

Abstract

global warming and environmental issues are being caused by the overuse of fossil fuels and increased industrialization around the world, which has resulted in the production of greenhouse gases. As a result, it's crucial to reach net-zero carbon emissions. By balancing the total quantity of carbon dioxide or other greenhouse gas emissions over a specific period and taking actions that are ecologically responsible, net zero carbon emissions can be accomplished. For environmental sustainability to be successful, it must be able to influence people's attitudes and behavior toward the environment. To understand NGOs' obligations in supporting net-zero carbon emissions, this paper presents a methodical debate utilizing NGOs as case studies. The method is employed in this work by reviewing the body of primary and secondary research on the study issue. This essay initially lists different environmental NGOs organizations before categorizing and outlining some of the significant GHGs reduction initiatives made by these organizations. This essay also addresses key issues that must be addressed upon to achieve the best outcomes. This report gives a broad overview of the synergizing domains that NGOs around the globe work in to assist improvement environmental security.
EKOSIDA: STUDI ATAS PENDEKATAN LOSS OF ECOLOGICAL SERVICE DAN ENVIRONMENTAL CRIME SERTA PROSPEK PENGATURAN DI INDONESIA Triantono, Triantono; Purwanti, Ani; Rochaety, Nur
Jurnal Hukum & Pembangunan Vol. 52, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ecosides have become an international discourse since the 1970s, as a result of concerns about human behavior towards the environment. In the last 10 years ecocide has appeared so clearly as part of a structured, systematic and massive exploitative action. The development of environmental crimes in the form of ecocides has not been followed by concrete efforts in the form of an international consensus to define ecocides as the most serious crime that can threaten environmental destruction. In the midst of this situation, there are 2 (two) interesting approaches to be developed further within the framework of explaining, analyzing and understanding ecocides, namely the loss of ecological service and environmental crime approaches. Therefore this study will focus on 2 (two) issues, : What is the history, concept and significance of ecocides in the framework of environmental protection and human rights; and what about ecocide analysis in the loss of ecological service and environmental crime approaches in the dimensions of international criminal law and reform of Indonesian criminal law? The results of the study show that formulating ecocides as a normative construct is very important in order to provide further steps in protecting both the environment and humans. The duality of approaches in understanding ecocide has the opportunity to be developed in the context of an integrative approach, thereby guaranteeing certainty of response to ecocide internationally, including in developing effective criminal policies in Indonesia.
PEMBUATAN SEDIAAN SALEP DERMATITIS DARI BAHAN BAKU RIMPANG JAHE, LENGKUAS, DAN SERAI Rizki Putri Sekarini; Ani Purwanti
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v7i2.2236

Abstract

Sediaan salep dari tanaman herbal merupakan salah alternatif untuk mengatasi kulit yang mengalami peradangan (dermatitis). Di Kota Magelang banyak terdapat tanaman obat diantaranya rimpang jahe, lengkuas, dan serai yang selama ini hanya terbatas sebagai obat dan bahan minuman tradisional. Manfaat maksimal dari rimpang yang memiliki kombinasi khasiat sebagai anti jamur, bakteri, radang tersebut dapat diperoleh dengan dibuat formulasi dalam bentuk salep yang aman dan praktis digunakan. Saat ini belum ada produk sediaan salep yang dibuat dari kombinasi ekstrak rimpang jahe, lengkuas, dan juga serai, sehingga perlu dilakukan penelitian pembuatan salep yang dilanjutkan dengan pengujian menentukan karakteristik salep tersebut sehingga nantinya dapat diproduksi massal. Tumbuhan obat herbal yang digunakan dalam penelitian ini adalah rimpang jahe, lengkuas, dan serai. Sampel dibuat menjadi ekstrak kental menggunakan metode maserasi dalam etanol 95% selama tiga hari. Selanjutnya campuran dibuat simplisia masing-masing sebanyak 2% kemudian direndam dalam etanol 95% selama tiga hari. Setelah itu disaring dan dihilangkan etanolnya sehingga didapatkan ekstrak murni. Kemudian ditambahkan Cera alba, minyak kelapa murni, vitamin E, dan minyak zaitun sehingga menghasilkan salep berbentuk krim. Salep yang dihasilkan (Derma Salve) mempunyai kadar pH 4,5. Nilai ini memenuhi persyaratan SNI 16-4399-1996 yaitu pH 4,5 – 6,5. Hasil pengujian cemaran mikroba yaitu angka lempeng total (ALT) dan angka kapang khamir (AKK) menunjukkan bahwa pada salep yang diiuji tidak ada pertumbuhan bakteri, kapang, dan khamir. Ketiga jenis rimpang tersebut memiliki kandungan sebagai anti jamur, anti bakteri, dan anti radang.
KINETIKA REAKSI PIROLISIS PLASTIK LOW DENSITY POLIETHYLENE (LDPE) Sumarni Sumarni; Ani Purwanti
Jurnal Teknologi Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pirolisis non katalisis pada penelitian ini menggunakan bahan baku berupa plastik poliethylene jenis LDPE (Low Density Polyethylene) yang berupa lembaran. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari kinetika reaksi pirolisis LDPE dengan metode pendekatan reaksi yang disederhanakan di mana reaksi pembentukan cairan sebagai reaksi utama. Reaktor yang digunakan berupa retort yang dilengkapi dengan termokopel dan regulator untuk menjaga kestabilan suhu operasi, serta pendingin yang berfungsi untuk mendinginkan gas hasil pirolisis. Kondisi operasi berlangsung pada tekanan atmosferis dengan variasi suhu berkisar antara 400oC – 600oC dengan pengamatan waktu operas yang dilakukan setiap interval waktu 10 menit. Pada suhu yang diinginkan tercapai, saat hasil distilat pertama kali keluar dianggap sebagai awal proses pirolisis (t = 0). Data percobaan diperoleh dengan mengambil hasil distilat dan mengamati volume hasil gas setiap interval waktu tertentu, serta menimbang padatan yang tertinggal dalam retort setelah pirolisis berakhir. Dari hasil pirolisis lembaran plastik polyethylene LDPE, diperoleh harga energi aktivasi pada konstanta kecepatan reaksi pirolisis keseluruhan (ko) sebesar 377,11 kJ/mol dan pada persamaan konstanta kecepatan pembentukan hasil cair (k2) sebesar 663,39 kJ/mol.
PEMANFAATAN METODA NEWTON-RAPHSON DALAM PERANCANGAN REAKTOR ALIR TANGKI BERPENGADUK Sumarni Sumarni; Ani Purwanti
Jurnal Teknologi Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan reaktor alir tangki berpengaduk pada umumnya dimaksudkan untuk menentukan volume reaktor yang diperlukan agar reaksi yang terjadi dapat berlangsung sesuai dengan konversi yang diinginkan. Untuk proses yang berlangsung secara isotermal dan telah tercapai kondisi steady, yaitu tidak ada perubahan volume maupun konsentrasi terhadap waktu, dapat disusun neraca massa dan persamaan kecepatan reaksi maupun neraca panas pada reaktor tersebut. Untuk reaksi bolak-balik (reversible) misal reaksi isomerisasi normal-butana menjadi iso-butana, dengan mengetahui panas reaksi sebagai fungsi suhu dan konstanta kesetimbangan, dapat disusun persamaan yang menyatakan hubungan antara konversi (termodinamika) dengan suhu dan disusun neraca panas untuk mendapatkan persamaan yang menyatakan hubungan konversi dengan suhu. Dengan menyamakan konversi berdasar kesetimbangan (termodinamika) dengan konversi (neraca panas), maka besarnya konversi kesetimbangan maupun suhu operasi dapat ditentukan dengan metoda Newton-Raphson. Pada perancangan reaktor alir tangki berpengaduk dilakukan perhitungan optimasi jumlah reaktor yang diperlukan agar memberikan total harga reaktor relatif paling kecil. Untuk ini dihitung volume reaktor apabila reaksi dijalankan di dalam satu reaktor atau beberapa (dua, tiga, empat) reaktor yang disusun seri. Volume reaktor dapat dihitung apabila konversi keluar reaktor telah terhitung, dalam hal ini dapat digunakan metoda Newton-Raphson dengan bantuan program excel. Berdasar suhu umpan (T = 330 K), pada keadaan kesetimbangan reaksi isomerisasi normal-butana membentuk iso-butana diperoleh konversi terhadap normal-butana (xe) sebesar 72,62% dengan suhu kesetimbangan 360,99 K. Untuk mencapai konversi sebesar 67,8% pada kondisi isotermal (T = 330 K), dengan menganggap reaksi orde satu terhadap normal-butana (A) dan order satu terhadap iso-butana (B), dapat ditentukan volume masing-masing reaktor yaitu satu reaktor, V = 7.817,5 gallon, dua reaktor, V = 1.897,5 gallon, tiga reaktor, V = 1.016,0 gallon, empat reaktor, V = 569,5 gallon. Dengan memperhitungkan harga berdasarkan volume reaktor dan jumlah reaktor yang digunakan, dipilih jumlah reaktor yang digunakan sebanyak tiga buah reaktor, mengingat pada kondisi ini memberikan harga termurah. Kata kunci : volume reaktor, konversi, metoda Newton-Raphs
ANALISIS KUAT TARIK DAN ELONGASI PLASTIK KITOSAN TERPLASTISASI SORBITOL Ani Purwanti
Jurnal Teknologi Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, proses pengolahan udang menghasilkan limbah padat yang berupa kepala, ekor, dan kulit. Bahan sisa tersebut dapat diolah menjadi kitosan yang selanjutnya dapat dijadikan plastik kitosan (edible film). Salah satu cara untuk meningkatkan fleksibilitas plastik kitosan tersebut adalah dengan menambahkan bahan tambahan (plastisizer) ke dalam larutan kitosan dalam proses pembuatan plastik. Sifat mekanik plastik kitosan yang dihasilkan harus mampu bertahan terhadap pengaruh lingkungan pada saat penyimpanan/ penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sorbitol dan lama penggunaan plastik kitosan yang dibuat dengan plastisizer sorbitol pada kondisi suhu dan kelembaban lingkungan tertentu terhadap sifat mekanik (kuat tarik dan persen elongasi). Kitosan diperoleh dari kulit, kepala, dan ekor udang melalui proses demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi dengan menggunakan larutan NaOH dan HCl. Plastik kitosan dibuat dengan melarutkan kitosan ke dalam larutan asam asetat 1% dengan konsentrasi 1% (berat kitosan/ mL asam asetat). Larutan kemudian dilakukan pencetakan dalam loyang Teflon dan dikeringkan dalam oven pada suhu 800C. Plastik kitosan tersebut dianalisis nilai kuat tarik dan persen pemanjangannya. Pengaruh kondisi penyimpanan terhadap sifat mekanik dipelajari dengan menyimpan plastik pada suhu 300C dan kelembaban 75%. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, dengan penambahan plastisizer dengan konsentrasi 2 g sorbitol/g kitosan, nilai kuat tarik plastik kitosan mengalami penurunan dari 3,94 MPa menjadi 0,2 MPa dan nilai persen elongasi plastik kitosan mengalami peningkatan dari 1,5% menjadi 16,6%. Selama penyimpanan dalam rentang waktu sampai 24 hari pada kondisi 300C dan kelembaban 75%, plastik kitosan tanpa penambahan sorbitol maupun dengan penambahan sorbitol dengan konsentrasi 2 g sorbitol/g kitosan mempunyai sifat kuat tarik dan persen pemanjangan yang relatif stabil, yaitu dengan nilai kuat tarik yang berkisar antara 0,1 – 2,08 MPa dan nilai persen pemanjangan antara 7 – 16,6%.
Pemberdayaan Santriwati di Pondok Pesantren Al-Miftah dengan Pelatihan Sabun Cuci Piring sebagai Bekal Berwirausaha Ani Purwanti; Rahayu Khasanah
JNANADHARMA Vol. 1 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Sains Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/jafst.v1i2.4348

Abstract

Cairan pencuci piring merupakan cairan kental bening berwarna yang mempunyai fungsi untuk membersihkan peralatan dapur. Produk pencuci piring yang berupa cairan pemakaiannya cenderung meningkat di kalangan santriwati Pondok Pesantren Al-Miftah, Mlangi, Nogotirto, Yogyakarta. Hal ini dapat dikorelasikan dengan kebiasaan pencucian piring dan alat rumah tangga lain yang sudah banyak bergeser dari cara-cara yang konvensional dengan menggunakan abu gosok dan sabun colek menuju cara yang baru yang lebih praktis. Di pasaran sudah banyak terdapat produk sabun cair pencuci piring. Setelah dipelajari, ternyata sabun cair ini mudah pembuatannya dan dapat diroduksi sendiri dengan biaya yang lebih sedikit. Untuk meningkatkan pemberdayaan santriwati di Pondok Pesantren Al-Miftah, pengasuh pondok meminta bantuan kepada dosen dari Jurusan Teknik Kimia dan Jurusan Teknik Industri IST AKPRIND Yogyakarta untuk dapat memberikan sosialisasi, pelatihan pembuatan sabun cair cuci piring, dan mendampingi santriwati di pondok tersebut untuk memproduksi sabun cair cuci piring. Kegiatan ini dimaksud untuk dapat memberdayakan santriwati agar dapat memenuhi sendiri kebutuhan sabun cair cuci piring dan santriwati juga diharapkan dapat mempunyai bekal untuk berwirausaha. Pelaksanaan pemberdayaan dimulai pada tanggal 5 Mei 2023 sampai dengan tanggal 7 Mei 2023 dengan beberapa tahapan kegiatan yaitu sosialisasi, pelatihan pembuatan sabun cair cuci piring, dan mendampingi santriwati di pondok Al-Miftah untuk memproduksi sabun cair cuci piring. Pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Santriwati yang mengikuti acara ini antusias menerima materi yang disampaikan, hal ini terlihat dari proses tanya jawab seputar materi pelatihan dan kesungguhan pada saat praktek membuat sabun. Kata Kunci: sabun cair, cuci piring, santriwati, wirausaha
Pendampingan Peserta Kompetisi Sains Nasional Bidang Kimia Bagi Siswa SMA N 1 Prambanan, Sleman Eka Sulistyaningsih; Ani Purwanti; Sri Sunarsih
JNANADHARMA Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Sains Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/jafst.v2i1.4608

Abstract

Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai integritas tinggi merupakan salah satu syarat utama bagi kemajuan suatu bangsa. Upaya-upaya dilakukan dalam berbagai kompetisi baik nasional maupun internasional, salah satunya melalui Kompetisi Sains Nasional (KSN) yang dilaksanakan setiap tahun. Salah satu bidang yang diikuti oleh siswa SMA N 1 Prambanan adalah Kimia. Kimia merupakan ilmu tentang materi, sifatnya, strukturnya, perubahan/reaksinya serta energi yang menyertai perubahan tersebut. Mata Pelajaran kimia selama ini dianggap momok yang menakutkan oleh siswa. Untuk memperoleh gelar juara pada ajang KSN diperlukan persiapan yang maksimal dalam bimbingan kepada siswa serta motivasi belajar yang besar harus ditumbuhkan dalam pribadi siswa Pelaksanaan kegiatan pendampingan persiapan KSN bidang Kimia diawali dengan memberi motivasi belajar kepada siswa dan dilanjutkan dengan pembahasan soal-soal KSN kimia. Berbagai manfaat dari kerjasama dan kolaborasi dapat dirasakan oleh siswa yaitu siswa dapat pengalaman belajar dari pendamping yang bervariasi, merasakan lingkungan belajar yang baru yakni di kampus. Selain itu siswa juga memperoleh sumber belajar yang lebih banyak.
Co-Authors A Halim Abdul Aziz Abdullah Dedi R Achmad Fauzi Achmad Thesa Widhaswara Ade Alvian A Ahmad Daudsyah Imami Anak Agung Putu Susastriawan Arbintarso, Ellyawan Setyo Azizah, Rifka Noor Bagoes Widjanarko Budi Ispriyarso Busro, Ahmad Dion Awfa Edo Barlian Eka Sulistyaningsih Eka Sulistyaningsih Emy Setyaningsih Endri Santoso Fauziah, Muna Fitri Riyadi Fitria, Laili FX Adji Samekto FX. Adji Samekto I Wayan Koko Suryawan Ikhwali, Muhammad Faisi Imami, Ahmad Daudsyah Istiqomah Shariati Zamani Janter Pangaduan Simanjuntak Jarot Wijayanto Kadek Cahya Susila Wibawa Khasanah, Rahayu Laksmi Indreswari Lusi Ariani Maria Egenia Vivian Eksi Putri Mispiyanti, Mispiyanti Moh Salimi Muchlis Muchlis mUH. Afif Mahfud Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Mukasi Wahyu Kurniawati Muklis Muklis Murni Yuniwati, Murni Murniati, Yunita Nadia Alviyati Natalis, Aga Novita Setyawati Novrianty, Irma Nur Novilina Arifianingsih Nur Rochaeti, Nur Nur Rochaety, Nur Pangestu, Muhammad Puri Dwi Panjaitan, Nahesson Hotmarama Paparingan, Theodorus Cahyo Parjoko, Anom Pasaribu, Dony Syamsuddin Halomoan Permadi, Pongky Prabowo, Fajar Yulianto Pratama, Galuh Prasetio Prayoga, Yudi Prayogo, Wisnu Purnawan Purnawan Putri Lynna A. Luthan Putri, Fayreizqi Azellea Mashanda Qoyyim, Fatah Ibnul Rachmat Mulyana Rahayu Khasanah Ratna Hidayah Rian Adhivira Prabowo, Rian Adhivira Rifka Noor Azizah Rizki Putri Sekarini Rofifah, Salma Putri Salamor, Yonna Beatrix Septiariva, Iva Yenis Setiawan, Fajar Ahmad Siswandi Waluyo Sitepu Amrina Rosyada Sri Rahayu Gusmarwani, Sri Rahayu Sri Sunarsih Sri Sunarsih Subarkah Suci Musvita Ayu Sugiyanto - Sulistyaningsih, Eka Sumarni - Sumarni - Sumarni - Sumarni Sumarni Sumarni Sumarni Suparni Setyoawati Rahayu Suparni Setyowati Rahayu Suryawan, I Wayan Koko Teddy Asmara Tetty Br. Sitohang Tri Saptuti Susiani Triantono, Triantono Vemi Ridantam Wibowo, Ribut Hari Wijaningsih, Dyah Wisnu Prayogo Wisnu Prayogo Yuli Purwanto, Yuli Zahroh Shaluhiyah