Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Global Patterns of Father Absence: A Systematic Literature Review of Causes Lira Erwinda; Laura Viqueira Gutiérrez; Ndirangu Ngunjiri; Paseka Kholopane; Jayvee Escoton
Journal of Counseling and Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Counseling and Educational Research
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/jcerch.v2i2.397

Abstract

The global phenomenon of father absence significantly affects children's psychological, academic, and social development. This study employs a Systematic Literature Review (SLR) approach to pinpoint and consolidate the patterns and causes of father absence worldwide. We searched four primary databases Scopus, Web of Science, ERIC, Google Scholar and found 253 articles. Following a screening process based on the PRISMA inclusion and exclusion criteria, we selected ten articles for detailed analysis. The synthesis reveals that factors such as labor migration, marital conflict, patriarchal cultural standards, and unsupportive social policies contribute to father absence. The impacts include children's reduced emotional well-being, lower academic achievement, and poorer social adjustment. These results support the idea that father absence is a multifaceted issue influenced not just by individual factors but also by structural and cultural elements. As such, inclusive policies and societal changes that promote fathers' emotional engagement and equal parenting duties are essential.
Menumbuhkan Mindset Positif Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar di PKBM Halifa Pandeglang Jaya Purnama; Intan Putri Aulia; Rina Sakinah; Reynaldi Adiantono; Dila Nur Fadhilah; Lira Erwinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, dan Aksi Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, dan Aksi (ABDIMASIA)
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/abdimasia.v2i1.433

Abstract

Pendidikan adalah hal yang penting bagi semua orang, dan setiap orang memiliki haknya masing-masing untuk menuntut ilmu. Tetapi, bukan dengan adanya keterbatasan, dapat menjadi alasan orang-orang putus asa. Banyak faktor yang membuat adanya keterbatasan yaitu dengan kurangnya finansial dan juga lingkungan yang masih terpencil dan kurang mendukung. Di Indonesia sudah banyak PKBM bagi siapa pun yang ingin melanjutkan pendidikannya yang tertinggal, dengan adanya PKBM ini sangat membantu bagi masyarakat yang membutuhkan pendidikan. Selain itu, hal yang dapat membuat kurangnya kesadaran dalam pendidikan yaitu karna kurangnya motivasi belajar, motivasi belajar sangat berperan penting dalam proses pendidikan, dengan adanya motivasi belajar dapat menjadi semangat dalam proses pendidikan. Maka dari itu mahasiswa bimbingan dan konseling mengadakan sosialisasi terkait motivasi belajar di PKBM Halifa Pandeglang, dengan tujuan meningkatkan motivasi belajar siswa-siswi PKBM. Di dalam artikel ini di jelaskan bahwa di dalam sosialisasi PKBM Halifa, mereka menyampaikan materi terkaitkan motivasi belajar serta kaitannya dengan kesehatan mental, karna kesehatan mental adalah hal utama dalam membangun motivasi belajar. Di dalam penyampaian materi ini, mahasiswa bimbingan dan konseling menggunakan pendekatan Edukasi Partisipatif yang di mana dalam kegiatan ini siswa-siswi diikut sertakan untuk berperan aktif.
Gender differences in mathematics anxiety among elementary school students: a rasch model approach Yuda Syahputra; Lira Erwinda
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1222200

Abstract

Mathematics anxiety is an important psychological issue that may negatively affect students' experiences during mathematics learning. This study aimed to examine gender differences in mathematics anxiety among elementary school students. A quantitative comparative design was employed involving 101 students from SDN 25 Air Tawar Selatan, Indonesia, using a total sampling technique. Data were collected using the Mathematics Anxiety Scale and analyzed using the Rasch model to obtain interval-level person measures, followed by Welch's t-test to compare mathematics anxiety between male and female students. The results indicated a statistically significant gender difference in mathematics anxiety, with male students reporting higher levels of mathematics anxiety than female students (p < .001). These findings indicate that gender differences in mathematics anxiety were evident within the study sample. However, because this study employed a cross-sectional comparative design and examined only gender, the findings should be interpreted within the scope of the study and should not be considered evidence of causal relationships. The findings underscore the importance of fostering supportive mathematics learning environments and provide a basis for future studies involving more diverse educational settings and additional psychological and contextual factors.
Comparasion of Self Confidence Levels Between Active and Inactive Students in Extracurricular Activities Desi Nurian Sari; Lira Erwinda; Nurul Fajri
Journal of Behavioral Innovation Vol. 1 No. 1 (2026): Journal of Behavioral Innovation
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/jbi.v1i1.539

Abstract

Understanding students’ confidence is important, as it affects their academic performance, social interactions, and personal growth, which may be influenced by their involvement in extracurricular activities. This study aims to compare the level of confidence between active and inactive students in extracurricular activities at SMPN 277 Jakarta. This study used a quantitative approach using a comparative method. The population in this study was class VIII students of SMPN 277 Jakarta which numbered 250 students and samples were taken using Isaac and Michael's tables. The research instrument is a Likert scale questionnaire that measures confidence. Data analysis includes descriptive statistics, validity and reliability tests, normality and homogeneity tests, and t-Independent tests. Research results show that involvement in extracurricular activities positively affects students' increased confidence, implying that schools need to further encourage students' participation in these activities as a means of psychological and social development.
Validasi Instrumen Perilaku Self-Harm pada Remaja Menggunakan Model Rasch Lira Erwinda
Journal of Multidisciplinary Learning Vol. 1 No. 2 (2026): Journal of Multidisciplinary Learning
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/0321063500

Abstract

Perilaku self-harm pada remaja menjadi salah satu permasalahan psikologis yang mendapat perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan mental, fungsi sosial, dan kualitas hidup individu. Oleh karena itu, diperlukan instrumen pengukuran yang valid dan reliabel untuk mengidentifikasi kecenderungan self-harm secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji instrumen self-harm menggunakan pendekatan model Rasch. Penelitian dilakukan pada 110 siswa sekolah menengah atas yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen self-harm terdiri dari 24 item dengan model skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan model Rasch untuk menguji reliabilitas, kesesuaian item, struktur kategori respons, unidimensionalitas, tingkat kesulitan item, dan Differential Item Functioning (DIF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen self-harm memiliki kualitas psikometrik yang baik dengan reliabilitas item sebesar 0,91 dan reliabilitas person sebesar 0,81. Mayoritas item berada pada kategori fit, struktur kategori respons berfungsi dengan baik, serta instrumen memenuhi asumsi unidimensionalitas. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa item-item mampu mengukur tingkat kecenderungan self-harm responden secara konsisten dan objektif. Dengan demikian, instrumen self-harm yang dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur maupun alat skrining dalam membantu identifikasi kecenderungan self-harm pada remaja secara lebih akurat.
Co-Authors Abdul Fatah Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afifah Nawang Wulan Ahyudin, Muhammad Alfina Sari Alizamar Alizamar Amalina, Khairunnisa Azra Apri Kasman Ardianti, Tanti Ardimen Asbi, Asbi Askoriah, Wulandari Asmani, Mohamad Asmidir Ilyas Aulia, Intan Putri Azzahra, Sisilia Maudy Barseli, Mufadhal Berru Amalianita Caroline Lisa Setia Wati Chairatul Fadhila Desi Nurian Sari Devi Ayu Kurniawati Dila Nur Fadhilah Dona Fitri Annisa Dona Fitri Annisa, Dona Fitri Dony Darma Sagita Elfi Churnia Emria Fitri Famela Zulfikar Firmansyah, Ahmad Fitri, Riska Annisa Herman Nirwana Ifdil Ifdil Intan Putri Aulia Istiana Istiana Jaya Purnama Jayvee Escoton Justitia, Dewi Karisma, Sally Putri Khoirunnisa Khoirunnisa Kurnaedi, Nedi Laura Viqueira Gutiérrez Linda Fitria Maharani, Aisyah Suci Melina, Rahel Merri Hafni Miswanto Miswanto Miswanto, Miswanto Muhazir Muhazir, Muhazir Mujadid Nazifah Gesti Ali Nahwati, Putri Nani Al Muin Ndirangu Ngunjiri Nilma Zola Nurul Fajri Nurul Fajri Oktasari, Maria Padillah, Anis Nur Paseka Kholopane Prasiska Rahmat, Candra Purnama, Jaya Putri Karisma, Sally Putri, Elsa Kemalia Putri, Irma Herliana Rahmat, Candra Prasiska Refnadi Refnadi Reynaldi Adiantono Ridho Candra Rima Pratiwi Fadli Rina Sakinah Rina Sakinah, Rina Rohman Rohman rosada rosada, rosada Sahlami, Nur Septian, Muhammad Rezza Sisca Folastri Siti Dwi Zahara Solihatun Solihatun Solihatun, Solihatun Stefanus Soejanto Sandjaja Stefanus Soejanto Sandjaja Stevani, Hayu Syahputra, Yuda Tanjung, Romi Fajar Tri Windi Oktara Udam, Mikhael Utami Nurhafsari Putri Vera Sriwahyuni Nengsih Yanah, Dewi Yuda Syahputra