p-Index From 2021 - 2026
6.967
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Etika Produksi dalam Ekonomi Islam sebagai Penentu Keberlanjutan Bisnis Modern Masdar, Rita; Iska, Syukri; Hidayati, Azifah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4755

Abstract

Praktik produksi dalam sistem ekonomi modern yang didominasi oleh orientasi keuntungan sering kali menimbulkan berbagai persoalan, seperti eksploitasi tenaga kerja, ketimpangan distribusi nilai tambah, serta degradasi lingkungan. Di sisi lain, upaya keberlanjutan bisnis menuntut adanya keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dalam konteks ini, ekonomi Islam menawarkan pendekatan alternatif melalui penerapan etika produksi yang berlandaskan nilai keadilan (‘adl), amanah, tanggung jawab, keseimbangan (tawazun), serta orientasi kemaslahatan (maṣlaḥah), dengan menolak praktik produksi yang bersifat eksploitatif, zalim, dan merugikan pihak lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep etika produksi dalam ekonomi Islam serta perannya sebagai faktor penentu keberlanjutan bisnis modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber akademik yang berkaitan dengan etika produksi Islam, konsep produksi dalam sistem ekonomi konvensional, dan teori keberlanjutan bisnis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan etika produksi dalam ekonomi Islam berkontribusi signifikan terhadap keberlanjutan bisnis melalui praktik produksi yang adil, pemberian upah yang layak, kemitraan berbasis bagi hasil, penggunaan sumber daya alam secara bertanggung jawab, serta penguatan tanggung jawab sosial perusahaan. Etika produksi Islam juga terbukti mampu mengintegrasikan efisiensi ekonomi dengan nilai-nilai moral dan spiritual, sehingga menciptakan keberlanjutan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa etika produksi dalam ekonomi Islam merupakan fondasi penting bagi pembangunan bisnis modern yang berkeadilan, beretika, dan berkelanjutan.
Sinkronisasi Sistem Ekonomi Islam dan Sistem Ekonomi Pancasila Saputra, Yogi; Iska, Syukri; Marlion, Fandi Ahmad; Hidayati, Azifah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4758

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas sinkronisasi antara Sistem Ekonomi Islam dan Sistem Ekonomi Pancasila dengan menelaah titik temu nilai, prinsip, serta mekanisme operasional yang dapat saling menguatkan dalam praktik perekonomian Indonesia. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan metode systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan melalui jurnal-jurnal bereputasi dari Google Scholar, ResearchGate, Garuda, DOAJ, dan Sinta.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua sistem sama-sama berlandaskan nilai moral dan keadilan sosial, menolak eksploitasi, serta menekankan gotong royong, keseimbangan, dan kemaslahatan bersama. Melalui analisis konseptual dan kajian literatur, penelitian menemukan bahwa integrasi kedua sistem dapat diwujudkan melalui penerapan prinsip syariah dalam instrumen ekonomi nasional, penguatan sektor riil berbasis partisipasi masyarakat, serta kebijakan redistributif yang selaras dengan spirit keadilan Pancasila. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sinkronisasi antara Sistem Ekonomi Islam (SEI) dan Sistem Ekonomi Pancasila (SEP) memiliki landasan filosofis dan ideologis yang sangat kuat. Kedua sistem ini berbagi nilai-nilai fundamental, yaitu penolakan terhadap praktik eksploitatif serta penekanan pada keadilan sosial, keseimbangan, dan orientasi pada kemaslahatan bersama atau kesejahteraan kolektif. Secara paralel, SEI dengan tujuan maqasid syariah (kesejahteraan yang berimbang) selaras dengan orientasi SEP yang menekankan kemakmuran rakyat dan keadilan sosial, sehingga tujuan pembangunan ekonomi dapat saling menguatkan .Dengan demikian, sinkronisasi ini tidak hanya memungkinkan terciptanya ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan, tetapi juga menguatkan identitas ekonomi nasional yang berakar pada nilai religius dan kebudayaan Indonesia.  
Akar-Akar Filsafat Ekonomi Dalam Pemikiran Klasik Islam : Relevansi Al-Ghazali Dan Ibn Khaldun Bagi Ekonomi Kontemporer Saputra, Ega; Iska, Syukri; Hidayati, Azifah; Marlion, Fandi Ahmad; Zeki, Ibnu
JPSDa: Jurnal Perbankan Syariah Darussalam Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jpsda.v6i1.4532

Abstract

Modern Islamic economics is often criticized for being too reactive, technical, and lacking an original philosophical foundation. This study aims to fill this gap by exploring the philosophical roots of Islamic economics through the thoughts of two classical figures, namely Imam Al-Ghazali and Ibn Khaldun. This study is a descriptive qualitative research type using the library research method and the philosophy of the history of thought approach, which analyzes the main works of these two thinkers, namely I?y?’ ‘Ul?m al-D?n (Al-Ghazali) and Al-Muqaddimah (Ibn Khaldun). The results of the study show that Al-Ghazali developed a teleological-normative economic philosophy that emphasizes economic activity as a means to achieve purification of the soul (tazkiyat al-nafs) and happiness in the afterlife. Key concepts include: economics as a means (was?lah), ma?la?ah as a regulative principle, and strict ethics in production, exchange, and consumption. Meanwhile, Ibn Khaldun developed an empirical-sociological economic philosophy based on historical observation, focusing on the dynamics of civilization (‘umr?n), the theory of dynastic cycles, the value of labor, and the role of the state in economic development. This article concludes that a reactualization of this classical thinking can enrich the philosophical foundation of modern Islamic economics, making it more robust and contextual.
Epistemologi, Ontologi, Dan Aksiologi Ilmu Ekonomi Islam Dalam Kerangka Falsafah Ekonomi Syariah Fitri Bahreni; Iska, Syukri; Hidayati, Azifah; Marlion, Fandi Ahmad
JPSDa: Jurnal Perbankan Syariah Darussalam Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jpsda.v6i1.4705

Abstract

Islamic economics emerges as an alternative paradigm that offers a value-based philosophical foundation through the integration of epistemology, ontology, and axiology within the framework of Islamic economic philosophy. This study aims to conceptually examine the epistemological, ontological, and axiological dimensions of Islamic economics and their integration as the foundation for the development of Islamic economic thought. Employing a qualitative descriptive approach with a library research method, the data were derived from the Qur’an, Hadith, and contemporary academic literature relevant to Islamic economics and the philosophy of science. The findings indicate that the epistemology of Islamic economics is integrative, positioning revelation as the primary source of knowledge that guides reason and empirical inquiry; its ontology views economic reality as a holistic system grounded in the principle of tawhid, in which humans function as both servants (‘abd) and vicegerents (khalifah); while its axiology is oriented toward the realization of falah through the values of justice, balance, trust, and public welfare. The integration of these three dimensions within Islamic economic philosophy affirms that Islamic economics is not merely a technical or pragmatic alternative to conventional economics, but a value-driven and ethical discipline aimed at achieving holistic and sustainable human well-being.
TINJAUAN KOMPARATIF FILSAFAT EKONOMI ISLAM: KRITIK TERHADAP KAPITALISME DAN EKSISTENSIALISME DALAM HAL KEPEMILIKAN HARTA Marlion, Fandi Ahmad; Iska, Syukri; Hidayati, Azifah; Putri, Siska; Jannah, Miftahul
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 5 No. 4 (2025): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business (2025)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v5i4.4707

Abstract

Filsafat Ekonomi Islam memberikan kritik kepada sistem ekonomi kapitalisme dan eksistensialisme dalam hal kepemilikan harta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pandangan kapitalisme, eksistensialisme dan ekonomi Islam dalam hal kepemilikan harta serta melihat bagaimana kritikan dari sistem ekonomi Islam dan kontribusi eksistensialisme dalam memahami dampak subjektif kepemilikan modern. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber literatur yang sesuai dengan topik pembahasan. Data bersumber dari jurnal ilmiah yang diambil dari google scholer, researchgate, garuda dan sinta dengan menggunakan metode dokumentasi untuk teknik pengumpulan data serta analisis isi untuk teknik analisisnya.  Hasil penelitian ini adalah dalam kepemilikan harta kapitalisme lebih berupaya mengutamakan kepentingan individu, eksistensialisme menganggap harta itu sebagai simbol subjektif yang dapat membebaskan individu atau membebaninya, sedangkan ekonomi Islam mennganggap kepemilikan harta sebagai amanah dari Allah SWT. Kesimpulannya adalah sistem Ekonomi Islam memang memberikan kritikan kepada kapitalisme dan eksistensialisme dalam kepemilikan harta dengan mengutamakan aspek amanah dan kemaslahatan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan filsafat ekonomi Islam yag relevan dengan tantangan kontemporer.
ANALISIS KOMPARATIF SISTEM EKONOMI KAPITALISME, SOSIALISME, DAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF KEADILAN DAN EFISIENSI Hidayati, Azifah; Iska, Syukri; Marlion, Fandi Ahmad; Jannah, Miftahul; Putri, Siska
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 5 No. 4 (2025): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business (2025)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v5i4.4708

Abstract

Kapitalisme, sosialisme, dan sistem ekonomi Islam masing-masing memiliki karakteristik dan orientasi nilai yang berbeda dalam mewujudkan keadilan dan efisiensi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif bagaimana ketiga sistem ini mengonseptualisasikan keadilan distributif dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya, serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing sistem dari perspektif etika dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan mengkaji sumber-sumber akademis, dokumen sejarah, dan studi kontemporer yang relevan dengan tema keadilan dan efisiensi. Temuan menunjukkan bahwa kapitalisme menekankan kebebasan pasar dan efisiensi melalui persaingan, namun seringkali menghadapi kritik karena menghasilkan disparitas pendapatan yang signifikan. Sosialisme mengupayakan distribusi yang adil melalui kendali negara atas sumber daya, meskipun seringkali menghadapi tantangan terkait efisiensi ekonomi. Sementara itu, sistem ekonomi Islam mengintegrasikan mekanisme pasar dengan prinsip-prinsip moral, keadilan distributif, dan regulasi berbasis Syariah untuk menjamin kesejahteraan dan meminimalkan ketimpangan. Kesimpulannya, ekonomi Islam menawarkan sintesis yang seimbang antara efisiensi dan keadilan melalui pendekatan yang etis dan moderat. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kerangka kerja sistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.
Filsafat Ekonomi Islam dalam Ruang Mikro (Kajian Mendalam atas Epistemologi, Ontologi, dan Aksiologi Koperasi Syariah Qurrata A’yun) Witri, Witri; Lutfi, Ahmad; Iska, Syukri
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.4619

Abstract

This study aims to analyze the application of Islamic economic philosophy covering the dimensions of epistemology, ontology, and axiology within Koperasi Syariah Qurrata A’yun. Employing a qualitative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews, direct observations, and a review of the cooperative’s formal documents. The findings indicate that, in terms of epistemology, the cooperative refers to DSN-MUI fatwas and basic principles of Islamic jurisprudence; however, the transmission of Sharia knowledge remains unstructured, resulting in low member literacy and suboptimal Sharia oversight. From an ontological perspective, the cooperative conceptualizes wealth as a trust (amanah) and fosters strong familial relations, evident in its transparent margin-setting and humanistic approach to resolving financing problems. Nonetheless, financing practices are still influenced by urgent consumptive needs and limited administrative capacity. In the axiological dimension, values of justice, deliberation, public benefit (maslahah), and anti-exploitation are reflected through the Annual Member Meeting (RAT), fair pricing mechanisms, ethical service delivery, and social support programs, although challenges such as moral hazard and limited human resources persist. Overall, the cooperative embodies the core values of Islamic economics, yet requires strengthened literacy systems, Sharia-based standard operating procedures, and improved governance to ensure a more consistent, profound, and sustainable implementation of Islamic economic philosophy.
Halal sebagai Label atau Nilai (Telaah Filosofis Maqāṣid al-Syarī‘ah dalam Pengembangan Sistem Ekonomi Islam) Fikri, Miftahul; Lutfi, Ahmad; Iska, Syukri
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.4670

Abstract

This article examines the phenomenon of the reduction of maqāṣid al-syarī‘ah in contemporary halal practices, where halal is often understood as a legal-formal label rather than a normative value serving as the systemic foundation of Islamic economics. Using a Systematic Literature Review (SLR) of 20 primary articles and 10 additional references, this study highlights the tension between the normative ideals of maqāṣid and practical implementation in halal industries, SMEs, and Islamic banking. Findings reveal that halal certification is often treated as an administrative tool or marketing strategy, while principles of welfare, quality, sustainability, and justice are insufficiently realized. The study emphasizes the urgency of restoring maqāṣid al-syarī‘ah as a comprehensive normative foundation, ensuring halal functions as a guiding value within the Islamic economic system. This research contributes philosophically and practically, providing guidance for the development of an integrative, holistic, and sustainable Islamic economy.
Prinsip Dasar Aspek Distribusi dalam Ekonomi Islam: Rekonstruksi Filosofis Berbasis Maqashid al-Shari'ah dan Formulasi Kebijakan Kontemporer Muslim, Nurul; Iska, Syukri
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Dharma Andalas Vol 28 No 1 (2026): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Dharma Andalas
Publisher : Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jebd.v28i1.2408

Abstract

This article aims to reconstruct the fundamental principles of distribution in Islamic economics through the maqashid al-shari’ah approach and examine their relevance in a contemporary policy context, particularly in Indonesia. Employing a qualitative research method with a critical literature review design, the article analyzes normative sources (the Qur’an and Sunnah), classical to contemporary Islamic economic thought, and global inequality data. The findings identify three philosophical pillars that form a coherent Islamic distribution paradigm: first, the Trusteeship Theory of Ownership, which rejects absolute individual rights and establishes intrinsic social responsibility; second, Multi-Dimensional Distributive Justice, which is preventive, corrective, and participatory; third, Institutionalized Social Solidarity, which positions the state as an active guarantor. These three pillars are organically integrated with the objectives of Shariah (maqashid), particularly the preservation of wealth (hifz al-mal) and life (hifz al-nafs). The article further formulates a strategic implementation framework for Indonesia, including proposals for integrating zakat as a tax credit, strengthening Islamic inclusive finance, and optimizing productive waqf. It is concluded that the Islamic distribution paradigm offers a holistic and humanistic alternative to the failures of the dominant economic system, with significant potential to contribute to reducing structural inequality if implemented through creative socio-economic ijtihad and coordinated policies Abstrak Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi prinsip-prinsip dasar distribusi dalam ekonomi Islam melalui pendekatan maqashid al-shari’ah dan menguji relevansinya dalam konteks kebijakan kontemporer, khususnya di Indonesia. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi literatur kritis, artikel ini menganalisis sumber normatif (Al-Qur’an dan Sunnah), pemikiran ekonomi Islam klasik hingga kontemporer, serta data empiris ketimpangan global. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga pilar filosofis yang membentuk paradigma distribusi Islam yang koheren: pertama, Teori Kepemilikan Amanah yang menolak hak mutlak individu dan menetapkan tanggung jawab sosial intrinsik; kedua, Keadilan Distributif Multi-Dimensi yang bersifat preventif, korektif, dan partisipatif; ketiga, Solidaritas Sosial Terlembagakan yang menempatkan negara sebagai penjamin aktif. Ketiga pilar ini terintegrasi secara organik dengan tujuan syariah (maqashid), khususnya penjagaan harta (hifz al-mal) dan jiwa (hifz al-nafs). Artikel ini selanjutnya merumuskan kerangka implementasi strategis di Indonesia, termasuk proposal integrasi zakat sebagai kredit pajak, penguatan keuangan inklusif syariah, dan optimalisasi wakaf produktif. Disimpulkan bahwa paradigma distribusi Islam menawarkan alternatif yang holistik dan humanis terhadap kegagalan sistem ekonomi dominan, dengan potensi signifikan untuk berkontribusi pada pengurangan ketimpangan struktural jika diimplementasikan melalui ijtihad sosio-ekonomi yang kreatif dan kebijakan yang terkoordinasi.
A Conceptual Case Study on the Synchronization of Islamic Economics and Pancasila Economics in Indonesia’s Economic Development Paradigm Ahdi Ramadhan, Gilang; Lutfi, Ahmad; Iska, Syukri
Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institute of Research and Community Service at Islamic University of Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/ecopreneur.v7i1.3868

Abstract

This article examines the synchronization of Islamic economics and Pancasila economics within Indonesia’s national economic development paradigm through a conceptual case study approach. Indonesia’s economic development continues to face structural paradoxes between economic growth and social justice, reflecting the limitations of value-neutral and market-oriented economic models. This study positions Indonesia’s development paradigm rooted in Article 33 of the 1945 Constitution as a conceptual case to analyze how Islamic economic principles and Pancasila economic values converge and interact as an integrated ethical framework.Using qualitative library-based research, this study analyzes primary and secondary sources on Islamic economics, Pancasila economics, development philosophy, and constitutional economics published predominantly after 2015. Data are examined through philosophical-normative and conceptual-comparative analysis to identify shared values, structural alignments, and institutional challenges in synchronizing both economic systems. The findings reveal that Islamic economics and Pancasila economics share foundational principles, including social justice, welfare orientation, moral responsibility, and balanced state intervention. However, the synchronization remains constrained by policy fragmentation, symbolic application of Pancasila economics, limited institutional integration of Islamic economic instruments, and pressures from global market structures. This study argues that the integration of Islamic economic values does not represent ideological substitution but rather strengthens the substantive foundations of Pancasila economics.This research contributes theoretically by positioning synchronization as a constitutional and philosophical necessity and offers a conceptual foundation for developing a more just, inclusive, and value-based economic development model in Indonesia
Co-Authors Abdul Hamid Abdurrahman Abdurrahman Afril, Afril AFRIZON AFRIZON, AFRIZON Ahdi Ramadhan, Gilang AHMAD LUTFI Ahmad Lutfi Akbar, Sasra Dafit Antoni Antoni Arianti, Faridah Asrida Asrida, Asrida Chita Indah Sari Chitra Indah Sari David David Dayat Dayat, Dayat Defriza, Rita Deswan, Roki Ade Edy Saputra Effendi, Amri Eficandra Eficandra Elfiana Elimartati Elimartati Elsy Renie Elsy Renie Eri Susanto Evi Hendri Susanto Farida Arianti Febri Yolanda, Dwi Fikri, Miftahul Firdaus Firdaus Fitri Bahreni Fitri Yani Fitri Yenti Fitri, Meli Diana Fitriani Fitriani Hamdani Hamdani Hidayati, Azifah Himyar Pasrizal Husein 'Azeemi Abdullah Thaidi Husnani Husnani Ifelda Nengsih Ifelda Nengsih Indah Sari, Chita Indah Sari, chitra Indah Tri Rahayu Indra Indra Indra Jaya Jamaluddin Jamaluddin Jureid, Jureid kasmidin, kasmidin Khairulis Shobirin Mahmudi, Rosyid Mak'ruf, Jamalludin Marlin, Khairul Marlion, Fandi Ahmad Masdar, Rita Melia, Yeni Miftahul Jannah Mirawati Mirawati Mirawati Mirawati Mohammad Ridwan Muhammad Danil, Muhammad Muslim, Nurul Nasfi, Nasfi Nofialdi, Nofialdi Nofrivul Nofrivul Nofrivul, Nofrivul Nofrivul, Nofrivul Parizal, Himyar Pratama Harista, Redo Putri, Siska PUTRIANA, VIMA TISTA Rahmadona, Rahmadona Rizal, Deri Sakdiah Nasution Saputra, Ega Saputra, Jimmi Satria, Boedi Septika Rudiamon Shiyuti, Hashim Bin Ahmad Shobirin, Khairulis Sri Yunarti Subuhi, Ilham Mul Susanti Krismon Sy, Miftahul Zikri Ummi Annis binti Yusof Vima Tista Putriana Witri, Witri Yeni Melia Yogi Saputra, Yogi Yuldelasharmi, Yuldelasharmi Yulfian, Yulfian YULIANA, FITRIA Zakiati Salma Zeki, Ibnu Zikra Rahmi Zulkifli Zulkifli