Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

AKTIVITAS EKSTRAK BUAH BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) TERHADAP PROFIL LIPID TIKUS PUTIH JANTAN Nur Rahayuningsih; Tresna Lestari; Fitri Nurafia; Elin Kharina
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.115

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas ekstrak buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) terhadap kadar kolesterol total, HDL, LDL dan TG serum darah tikus. Pada penelitian ini digunakan dua batchperlakuan dimana masing-masing batch terdiri dari enam kelompok yaitu normal, negatif, positif, dosis uji satu, dosis uji dua dan dosis uji tiga. Batch pertama untuk menguji aktivitas terhadap kadar kolesterol total, LDL dan HDL dengan Kelompok I (kontrol normal) diberi PGA 1%, kelompok II (kontrol positif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1% dan obat simvastatin 1,8 mg/200 gram BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok III (kontrol negatif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok IV, V, dan VI (kelompok dosis uji) diberi ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) dalam PGA 1% secara oral dengan dosis 99,5 mg/200 gram BB tikus, 199 mg/200 gram BB tikus, dan 398 mg/200 gram BB tikus dalam suspensi PGA 1% yang telah di induksi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus. Batchkedua untuk menguji aktivitas terhadap kadarTG denganKelompok I (kontrol normal) diberi PGA 1%, kelompok II (kontrol positif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1% dan obat simvastatin 1,8 mg/200 gram BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok III (kontrol negatif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok IV, V, dan VI (kelompok dosis uji) diberi ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) dalam PGA 1% secara oral dengan dosis 94,5 mg / 200 g BB tikus, 189mg/ 200 g BB tikus, 378mg / 200 g BB tikus dalam suspensi PGA 1% yang telah di induksi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus.Penetapan kadar kolesterol total, HDL, dan LDL dilakukan dengan metode CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase Para Aminophenazone). Penetapan kadar trigliserida dengan metode Enzymatic Colorimetric Test dengan Glycerol -3- Phosphate Oxidase. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) mempunyai aktivitas menurunkan kadar kolesterol total dan LDL serta meningkatkan kadar HDL serum darah tikus dengan dosis efektif adalah dosis II (199 mg/200 gram BB tikus 199 mg/200 gram BB tikus) dengan persen efektivitas penurunan kadar kolesterol total 123,2%, LDL 132,9% dan peningkatan kadar HDL 140,6%. Dan ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) dosis III (378mg / 200 g BB tikus) mempunyai aktivitas menurunkan kadar TG dengan persentase sebesar 67,97%.Kata kunci: Ekstrak Etanol Buah Buncis, Kolesterol Total, High Density Lipoprotein (HDL) , Low Density Lipoprotein(LDL), Trigliserida
Off-Label Drug Use in Acute Respiration Infection Patient at Pangandaran Hospital, Pangandaran District, West Java - Indonesia Rahayuningsih, Nur; Priatna, Muharam; Sulistiani, Dewi A.
Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/pcpr.v8i3.48103

Abstract

Acute respiratory infections (ARIs) are infectious diseases of the upper or lower respiratory tract that cause a spectrum of illnesses from mild to severe infections. ARI is one of the leading causes of death in children in developing countries. The high incidence of ARI in children results in the use of off-label drugs. Off-label medicine is the use of drugs outside the provisions of the license relating to dose, age, route of administration, contraindications. This study aims to determine the use of off-label drugs in children with a diagnosis of ARI at Pandega Pangandaran Hospital, Pangandaran District, West Java - Indonesia. This study was an observational study with a cross sectional design and data collection was done retrospectively using Chi-square data analysis with a significance level of 0.05. Of the 84 patients who fit the inclusion criteria, there was an off-label drug use of 16.01% with the categories of off-label age (11.16%), off-label dose (4.37%), and off-label indication (0.48%) while in the category of route of administration and contraindications no off-label drug use was found. The most common type of off-label drug used was cetirizine antihistamine.  Based on the results, pharmacist’s supervision related to the risk of drug use is strongly recommended.
KAJIAN INTERAKSI OBAT AKTUAL PADA PASIEN JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT X KOTA TASIKMALAYA alifiar, ilham; Robiyatul, Siti; Rahayuningsih, Nur
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol. 6 No. 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/jurnalfarmaku.v6i1.157

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang dapat menghentikan aliran darah ke otot jantung yang sering ditandai dengan nyeri. Pada penderita penyakit jantung koroner biasanya mengalami penyakit penyerta karena adanya keterkaitan antara penyakit jantung koroner dengan beberapa penyakit, sehingga menyebabkan kompleksnya terapi yang diberikan, yang beresiko terjadi interaksi obat aktual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi obat aktual pada pasien penyakit jantung koroner, mengetahui profil penggunan obat penyakit jantung koroner, dan mengetahui adanya hubungan interaksi obat dengan data laboratorium, tanda - tanda vital, dan gejala. Penelitian dilakukan di RS X kota Tasikmalaya dengan desain penelitian secara cross sectional dan pengambilan data dilakukan secara prospektif. Analisis interaksi obat menggunakan studi literatur menurut Drug Interaction Facts Tatro 2009 dengan tingkat keparahan yang terdiri dari mayor, moderate, minor. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Obat-obat yang digunakan untuk pengobatan penyakit jantung koroner diantaranya adalah obat golongan Nitrat, β-Bloker, Calcium Chanel Blocker, Antiplatelet, Antikoagulan, ACE Inhibitor, Antagonis Aldosteron, Antidislipidemia, Antagonis reseptor blocker, dan Diuretik. Interaksi obat aktual (8%) dengan kasus terbanyak obat Clopidogrel dan aspilet (3%) yang mengakibatkan pendarahan.
A Narrative Review of the Case Reports of Routine Immunization Performance During a Pandemic COVID-19 Rahayuningsih, Nur; Suwantika, Auliya A.; Diantini, Ajeng; Sinuraya, Rano K.
Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/pcpr.v9i3.59264

Abstract

Routine immunization is a program that must ensure adequate coverage as one preventive measure against the transmission of vaccine-preventable disease (VPD). Vaccines are the most cost-effective healthcare investment as it has been shown to prevent and reduce the incidence of disease, disability, and death from VPD, which is estimated to kill 2 – 3 million people each year. As of July 11, 2020, the COVID-19 pandemic has been deemed the worst public health emergency in the world, with over 12 million positive cases and 556,342 fatalities documented in 213 nations. The impact of the pandemic on routine immunization has resulted in higher morbidity and mortality from this VPD in countries with low coverage. This review article comprehensively describes routine immunization services and case reports of immunization performance during the COVID-19 pandemic.   
Evaluation of the Antidiarrheal Effectiveness of Red Betel Leaf (Piper crocatum) Infusion in Mice Using the Intestinal Transit Method: EVALUATION OF THE ANTIDIARRHEAL EFFECTIVENESS OF RED BETEL LEAF (PIPER CROCATUM) INFUSION IN MICE USING THE INTESTINAL TRANSIT METHOD Pebiansyah, Anisa; Rahayuningsih, Nur
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 25 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1594

Abstract

Diare dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan elektrolit. Salah satu alternatif pengobatan diare adalah penggunaan tanaman obat seperti daun sirih merah (Piper crocatum), yang diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, minyak atsiri, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiare infusa daun sirih merah pada mencit putih jantan menggunakan metode transit intestinal. Penelitian dilakukan dengan membandingkan rasio panjang usus yang dilalui marker norit terhadap panjang total usus mencit. Mencit dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (loperamide), dan tiga kelompok perlakuan infusa daun sirih merah 10% dengan dosis 0,1 ml, 0,05 ml, dan 0,025 ml/20 g berat badan mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 0,1 ml merupakan dosis terbaik dengan efek antidiare paling signifikan, ditandai dengan rasio lintasan marker sebesar 51,25%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah infusa daun sirih merah memiliki potensi sebagai agen anti diare alami, dengan dosis 0,1 ml/20 g berat badan sebagai dosis paling efektif dibandingkan dosis lainnya.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Lansia dalam Pencegahan dan Penanganan Osteoarthritis di Desa Cisayong Rahayuningsih, Nur; Nofianti, Tita; Sarah, Myra; Ngguwa Ari, Stephania Caecar; Pratidina, Reza; Talistra, Muhammad Royhan; Maharani, Teti; Prisnawati, Epi; Putri, Sherly Gautama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.17990

Abstract

ABSTRAK Osteoarthritis atau radang pada sendi merupakan suatu penyakit degeneratif atau penyakit yang timbul dengan seiring bertambahnya usia terutama pada lansia. Dengan bertambahnya usia, risiko terjadinya osteoarthritis semakin meningkat yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Osteoarthritis terjadi karena rusaknya jaringan tulang rawan sendi yang dapat menyerang sendi lutut, jari-jari kaki dan tangan, tulang punggung serta panggu. Oleh karena itu, edukasi terkait pencegahan dan penanganan terhadap kejadian osteoarthritis sangat penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai osteoarthritis agar memperlambat progresivitasnya. Tujuan dari promosi Kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman terhadap penanganan dan pencegahan osteoarthritis. Metode yang dilakukan pada promosi Kesehatan ini adalah dengan penjelasan atau ceramah dengan bantuan media leaflet yang dilakukan oleh pemateri kepada peserta secara langsung dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Berdasarkan hasil dari analisis terhadap pre-test dan post-test terdapat peningkatan pemahaman peserta terkait pencegahan dan penanganan osteoarthritis dengan perolehan pre-test sebesar 43,33% meningkat menjadi 50%. Dari hasil kegiatan promosi Kesehatan ini metode ceramah dengan bantuan media leaflet dan tanya jawab secara langsung dapat meningkatkan pemahaman peserta terkait pecegahan dan penanganan osteoarthritis yang dibuktikan dengan peningkatan pada nilai post-test. Kata Kunci: Osteoarthritis, Promosi Kesehatan, Lansia  ABSTRACT Osteoarthritis or joint inflammation is a degenerative disease or a disease that arises with aging, especially in the elderly. As people age, the risk of developing osteoarthritis increases, which can affect a person's quality of life. Osteoarthritis occurs due to the damage of joint cartilage tissue that can affect the knee joints, toes and fingers, spine, and pelvis. Therefore, education related to the prevention and management of osteoarthritis incidents is very important to enhance understanding of osteoarthritis in order to slow its progression. The goal of this health promotion is to enhance understanding of the management and prevention of osteoarthritis. The method used in this health promotion was an explanation or lecture with the aid of leaflets, conducted by the speaker to the participants directly, followed by a question-and-answer session. Based on the analysis results of the pre-test and post-test, there was an increase in participants' understanding of the prevention and management of osteoarthritis, with the pre-test score of 43.33% increasing to 50%. From the results of this health promotion activity, the lecture method with the aid of leaflets and direct question-and-answer sessions can enhance participants' understanding of the prevention and management of osteoarthritis, as evidenced by the increase in post-test scores. Keywords: Osteoarthritis, Health Promotion, Elderly
Cost-Effectiveness Analysis Terapi Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih di Rumah Sakit Nurjahan, Nurjahan; Rahayuningsih, Nur; Idacahyati, Keni
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2024.13.3.53543

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi bakteri paling umum yang dapat memengaruhi berbagai kelompok usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya (cost-effectiveness) terapi antibiotik pada pasien ISK di rumah sakit berdasarkan kajian literatur terhadap 39 artikel yang diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect (2015–2024). Penelusuran dilakukan dengan kata kunci  “cost-effectiveness analysis”, “infeksi saluran kemih”, dan “antibiotik” menggunakan operator Boolean “AND”. Hasil menunjukkan bahwa perempuan lebih rentan terhadap ISK akibat faktor anatomi dan hormonal, terutama pada usia di atas 56 tahun, dengan durasi rawat inap rata-rata 3–5 hari. Dari analisis, ceftriaxone lebih cost-effective dibandingkan cefotaxime, dengan nilai ACER Rp854.787 vs. Rp963.867. Sebaliknya, levofloxacin lebih efektif tetapi memiliki biaya lebih tinggi dibandingkan cefoperazone. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan antibiotik yang tepat memengaruhi biaya total dan efektivitas terapi pasien secara signifikan. Studi ini merekomendasikan penggunaan antibiotik seperti ceftriaxone dan levofloxacin yang lebih cost-effective untuk pengelolaan ISK di rumah sakit. Rekomendasi ini mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti dalam pengelolaan farmakoekonomi ISK di fasilitas layanan kesehatan.
Karakteristik Pasien dan Penggunaan Obat Hipertensi di Beberapa Sarana Kesehatan Wildan, Muhammad Maulana; Rahayuningsih, Nur; Salasanti, Citra Dewi
Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Article in Press
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2025.v14i3.59824

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang serius, dengan prevalensi tinggi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penting untuk memahami karakteristik demografis pasien serta penggunaan obat antihipertensi yang tepat alam upaya untuk mengelola hipertensi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien hipertensi dan penggunaan obat di Indonesia berdasarkan tinjauan literatur yang ada. Literatur yang dianalisis dipilih melalui pencarian sistematis menggunakan database Google Scholar dengan kata kunci “drug-related problems (DRPs)” dan “hipertensi”, menggunakan operator Boolean “AND” untuk mempersempit hasil pencarian. Artikel yang ditinjau memenuhi kriteria inklusi, yaitu penelitian observasional dan artikel asli yang diterbitkan dalam rentang tahun 2014–2024. Dari 23 artikel yang ditemukan, sebanyak 16 artikel dipilih untuk dianalisis menggunakan pendekatan simplified approach guna mengidentifikasi tren penggunaan obat antihipertensi dan permasalahan terkait terapi. Penelitian ini menemukan bahwa amlodipin adalah obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan, dengan prevalensi tinggi di berbagai lokasi. Mayoritas pasien hipertensi adalah perempuan, terutama di atas usia 60 tahun, yang menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap kelompok ini. Penelitian ini juga mengidentifikasi adanya potensi masalah terkait obat DRPs yang dapat memengaruhi kepatuhan pasien terhadap terapi. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun amlodipin efektif sebagai terapi utama, perhatian terhadap karakteristik pasien dan masalah terkait obat sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan dan mencegah komplikasi jangka panjang. Rekomendasi berbasis bukti diperlukan untuk strategi pengelolaan hipertensi yang lebih efektif di masa depan.
Antidiabetic Activity of Green Seaweed (Eucheuma spinosum) Ethanol Extract in Alloxan Induced Male White Rats (Rattus norvegicus) Rachmadhiani, Ana Noviana; Rahayuningsih, Nur; Nuryadin, Dichy
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i2.42629

Abstract

Diabetes is a long-term metabolic disorder with a globally increasing prevalence, including in Indonesia. This study aims to evaluate the antidiabetic effects of the ethanol extract of Eucheuma spinosum on alloxan-induced rats in vivo. This study used an experimental design with 24 rats divided into six groups, namely the normal control group, positive control (metformin 9 mg/200 g body weight), negative control, and three treatment groups receiving Eucheuma spinosum extract at doses of 30, 60, and 120 mg/200 g body weight. The extract was obtained through the maceration method and contains active compounds such as alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. Blood glucose measurements were taken before and after the treatment. The yield of the extract obtained was 2.5%. The highest dose, 120 mg/200 g body weight of the rats, resulted in the most significant decrease in blood glucose levels by 39.705%. Statistical analysis using ANOVA showed a significant difference (p ≤ 0.05) between the treatment and negative control groups. The antidiabetic activity of this extract is suspected to originate from its flavonoid and saponin content, which stimulate the regeneration of pancreatic β cells and inhibit glucose absorption in the digestive tract. Ethanol extract of Eucheuma spinosum is effective in lowering blood glucose levels in diabetic rats and has the potential to be developed as a natural antidiabetic agent.
Evaluation of the Antidiarrheal Effectiveness of Red Betel Leaf (Piper crocatum) Infusion in Mice Using the Intestinal Transit Method: EVALUATION OF THE ANTIDIARRHEAL EFFECTIVENESS OF RED BETEL LEAF (PIPER CROCATUM) INFUSION IN MICE USING THE INTESTINAL TRANSIT METHOD Pebiansyah, Anisa; Rahayuningsih, Nur
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 25 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1594

Abstract

Diare dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan elektrolit. Salah satu alternatif pengobatan diare adalah penggunaan tanaman obat seperti daun sirih merah (Piper crocatum), yang diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, minyak atsiri, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiare infusa daun sirih merah pada mencit putih jantan menggunakan metode transit intestinal. Penelitian dilakukan dengan membandingkan rasio panjang usus yang dilalui marker norit terhadap panjang total usus mencit. Mencit dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (loperamide), dan tiga kelompok perlakuan infusa daun sirih merah 10% dengan dosis 0,1 ml, 0,05 ml, dan 0,025 ml/20 g berat badan mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 0,1 ml merupakan dosis terbaik dengan efek antidiare paling signifikan, ditandai dengan rasio lintasan marker sebesar 51,25%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah infusa daun sirih merah memiliki potensi sebagai agen anti diare alami, dengan dosis 0,1 ml/20 g berat badan sebagai dosis paling efektif dibandingkan dosis lainnya.
Co-Authors Agisna, Kiki Rizki Ajeng Diantini, Ajeng Anggraeni, Anggi Anindita Tri Kusuma Pratita Anindita Tri Kusuma Pratita Anisa Pebiansyah Anna Yuliana, Anna Annissya, Widia Primi Aprillia, Ade Yeni Aulia Nurlatifah Awaliyah, Risma Citra Dewi Salasanti Desi Agni Mutia Dhiyannisa, Risella Shafa Diana S. Zustika Diana Sri Zustika, Diana Sri Elin Kharina Elsi Eryanti Enas, Ujang Fadilah, Dedeh Zahratul Fajar Setiawan FAJAR SETIAWAN Fakhri, Najah Najia Fathurrahman, Reza Firman Gustaman Fitri Nurafia Gatut Ari Wardani Gustaman, Firman Hernaeni Hernaeni Hernaeni, Hernaeni Idacahyati, Keni Ilham Alifiar Ilham Alifiar ilham alifiar Ilham Alifiar, Ilham Indra Indra Indra, Indra Ira Rahmiyani Juliani, Defanny Padiyah Julyanti, Ai Rian Kamila, Marda Keni Idacahyati Kharina, Elin Lidiasari, Alda Lilis Tuslinah Lusi Nurdianti, Lusi Maharani, Teti Maryam, Cantiya Mida Hamidah Mochamad Fathurohman Muharam Priatna Muharam Priatna, Muharam Muzaffar, Muhammad Nabiil Naim, Anna Jannatun Najma, Nabila Nur Ngguwa Ari, Stephania Caecar Nisa, Ainun Latifa Nur Aulia, Iva Fadia Nur Laili Dwi Hidayati Nurafia, Fitri Nuraulia, Rifa Nurjahan, Nurjahan Nuryadin, Dichy Oktavia, Dwi Fani Parhatussani, Alia Paujia, Eneng Sipa Pebiansyah, Anisa Piranti Piranti Pratidina, Reza Prisnawati, Epi Putri, Sherly Gautama Rachmadhiani, Ana Noviana Rahma, Gita Rahmawati Rahmawati Raihan, M. Rizky Ramadhanti, Febby Nuzuliyah Rianingsih, Restu Richa Mardianingrum Rinaldi, Rusdi Aris Robiyatul, Siti Rusdi Aris Rinaldi Ruswanto, Ruswanto Saeful Amin SALSABILA, ANNISA Sarah, Myra Sinuraya, Rano K. Siti Robiyatul Sulistiani, Dewi A. Sunja'va, Salwa Aurantiva Suwantika, Auliya A. Talistra, Muhammad Royhan Tisnawati, Eva Tita Nofianti Tita Nofianti Tita Nofianti, Tita Tresna Lestari Tresna Lestari, Tresna Utari, Tresna Ayu Vera Nurviana Wafaa Aliifah, Maitsa Wafaa Wildan, Muhammad Maulana Winda Trisna Wulandari, Winda Trisna Yadi Aditya Prawira Yedy Purwandi Sukmawan Zahara, Raisya Ataina