Articles
BEBERAPA TANAMAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI REPELEN DI INDONESIA
Marini Marini;
Hotnida Sitorus
SPIRAKEL Vol 11 No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.53 KB)
Penyakit tular vektor, khususnya vektor nyamuk merupakan penyakit zoonosis yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan di seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia. Menghindari gigitan nyamuk masih menjadi pilihan yang efektif untuk mencegah penularan penyakit akibat tular vektor ini. Salah satu cara untuk menghindari gigitan nyamuk adalah dengan menggunakan insektisida jenis repelen. Pemakaian insektisida jenis repelen cukup populer di kalangan masyarakat karena penggunaannya yang dianggap lebih efisien dan efektif untuk menghindari gigitan nyamuk. Penggunaan insektisida kimiawi banyak memberikan efek negatif bagi manusia dan lingkungannya, sehingga diperlukan insektisida alami yang aman dan ramah lingkungan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan bahan aktif yang berasal dari tumbuhan di lingkungan sekitar. Diperlukan informasi yang dapat dijadikan sebagai dasar acuan untuk penelitian lebih lanjut mengenai bahan aktif alami untuk repelen, maka tulisan ini merangkum beberapa hasil penelitian tentang repelen berbahan dasar tumbuhan. Berdasarkan hasil penelusuran pustaka diperoleh 13 jenis tanaman yang memiliki daya proteksi diatas 50% selama 6 jam pengujian. Ketiga belas tanaman yang disajikan dalam tulisan ini dapat tumbuh dengan baik dengan iklim di wilayah Indonesia, sehingga masyarakat dapat membudidayakannya dan mengembangkannya sebagai bahan insektisida alami.
Potensi Ekstrak Daun Marigold (Tagetes erecta L.) sebagai Larvasida terhadap Larva Aedes aegypti di Laboratorium
Marini Marini;
Vivin Mahdalena;
Tanwirotun Ni'mah
Jurnal Vektor Penyakit Vol 12 No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.873 KB)
|
DOI: 10.22435/vektorp.v12i2.898
Abstract Control of mosquito vectors by using natural ingredients is being developed intensively. Marigold (Tagetes erecta) was widely used as a mosquito repellent plant. The results of research before had found that marigold leaf extract has a repulsive effect on Aedes aegypti mosquitoes. This study aimed to identify the potential of marigold leaf extract as larvacide against Ae. aegypti larvae in the laboratory. The material used in this research was extracts of marigold leaves. Larvacide test was carried out by dissolving of extract in water at the concentration of 2,000 ppm, 4,000 ppm, 6,000 ppm, 8,000 ppm, and 10,000 ppm. The larvae used was Ae. aegypti larvae as many as 25 larvae each five treatment of replications. Probit analysis was conducted on larval mortality after 24 hours of exposure. The results of the probit analysis showed that the estimated concentration of extracts that could result in larval mortality up to 95% (LC95) was 7,456 ppm. From the result we can conclude that ethanol extract of marigold leaves (T. erecta L. ) has the biolarvacidal activity against larvae. Abstrak Pengendalian vektor nyamuk dengan memanfaatkan bahan alam makin banyak dikembangkan. Marigold (T. erecta) merupakan tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai tanaman pengusir nyamuk. Hasil penelitian sebelumnya menemukan bahwa ekstrak daun memiliki daya tolak terhadap nyamuk Ae. aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi ekstrak daun marigold sebagai larvasida terhadap larva Ae. aegypti instar III di laboratorium. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun marigold hasil ekstraksi dari penelitian sebelumnya. Uji larvasida dilakukan dengan melarutkan ekstrak dalam air pada konsentrasi 2.000 ppm, 4.000 ppm, 6.000 ppm, 8.000 ppm, dan 10.000 ppm. Larva yang digunakan yaitu larva Ae. aegypti sebanyak 25 larva tiap perlakuan dengan lima ulangan. Dilakukan analisis probit terhadap kematian larva setelah 24 jam paparan. Hasil analisa probit menunjukkan perkiraan konsentrasi ekstrak yang mampu mengakibatkan kematian larva hingga 95% (LC95 ) adalah 7.456 ppm. Ekstrak etanol daun marigold (T.erecta L.) memiliki potensi sebagai biolarvasida terhadap larva Ae. aegypti.
EFEKTIFITAS PIJAT BAYI TEKNIK KUNCI DAN SENAM BAYI TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN BAYI USIA 6 - 12 BULAN DI PUSKESMAS KENJERAN SURABAYA.
Umi Ma'rifah;
Gita Marini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2016): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.45 KB)
|
DOI: 10.30651/jkm.v1i1.3761
Objective: The number of children under Indonesia is very large at around 10% of the entire population, the quality of growth and development of infants need to get serious attention is to get good nutrition. The provision of good nutrition depends on nutrition is also influenced by the consumption of a meal. The number of infants who have difficulty eating as much as 25%, an increase of 40-70% in children born prematurely or with chronic diseases in the region of Puskesmas Kenjeran Surabaya. Massage as an alternative to improve health by increasing underweight due to a decrease in appetite. Babies who do gymnastics baby talk faster, better appetite, sleep more soundly, and in the process of development of motion more quickly than babies who do not follow gymnastics.The study aims to analyze the effectiveness of infant massage techniques and exercise key to increased appetite infant infants aged 6-12 months in Puskesmas Kenjeran Surabaya.Methods: The study was conducted for 8 months. Research Design Pre experimental design pre-post test only. Its population is infants aged 6-12 months were decreased appetite ranging from mild to severe in the IHC area Kenjeran Surabaya health centers with a total sample of 25 infants using cluster random sampling techniqueResults: The collection of data through questionnaires and observation. The results of the data analysis by Spearman Rho test result p = 0.029, which means that there is the effect of infant massage and baby gymnastics to increased appetite. Conclusion: Infant massage combined with baby gymnastics can be applied to infants aged 6-12 months, so there is an increase in appetite, as well as solutions to improve the nutritional status of infants who weigh
Hubungan Karakteristik Keluarga, Pengetahuan Dan Selfcare Pada Pola Makan Lansia Hipertensi
Pipit Festi W;
Lusinta Dwi Kurniawati;
Gita Marini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 4, No 2 (2019): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (281.026 KB)
|
DOI: 10.30651/jkm.v4i2.3744
Hypertension is a disease that is risk for the elderly. The inability of the elderly to perform self care has an impact on health status. Self care in improper food management in the elderly with hypertension is the focus of attention to maintain the quality of life of the elderly. Family and elderly knowledge will be related to the implementation of self care elderly hypertension. This study aims to analyze the characteristics of the family (income, family assistance), knowledge and self care of the hypertension elderly diet at the medokan ayu community health center in surabaya.This research uses correlational analytic design with the cross sectional approach. The population in this study is the elderly hypertension at the medokan ayu community health center in surabaya. The sampling technique used was simple random sampling so as to obtain 44 elderly into the sample in this study. The independent variable is family characteristics (family income, and family assistance) as well as knowledge about eating patterns. The dependent variable is selfcare on a diet. Data were collected using a questionnaire sheet and then analyzed using the spearman rank and chi-square with a significant level <0.05. The results showed there was a relationship between family characteristics (income with a significance value of 0.04, family assistance with a significance value of 0.02, while the knowledge of the elderly with self care in the elderly hypertension diet significance value of 0.03. Elderly with hypertension requires assistance in self care.Keywords : family, knowledge, selfcare, elderly, hypertension
Pengaruh Media Pictorial Health Warning Terhadap Motivasi Merokok Pada Remaja
Pipit Festi Wiliyanarti;
Hikmatul Hasanah;
Gita Marini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 5, No 2 (2020): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/jkm.v5i2.6626
Smoking is a dangerous behavior for health, which is still widely practiced, especially among adolescents. Problem that occur in adolescents one of which is the lack of motivation to stop smoking. Pictorial Health Warning is one of the Health Promotions that can influence smoking behavior. The purpose of this study was to analyze the effect of Pictorial Health Warning on smoking motivation in teens at Surabaya Mujahidin Middle School.This study uses a pre-experimental design with one group pre-test-post test design. The population in this study were all male smoker students in Surabaya Mujahidin Middle School. The sampling technique used was total sampling so that 45 students became respondents in this study. The independent variable is Pictorial Health Warning in cigarette packaging. The dependent variable is motivation on the incidence of teenage smoking. Data were collected using an observation sheet and then analyzed using the Wilcoxon Sign Ranks Test with a significant level <0.005.The results showed that the effect of Pictorial Health Warning on smoking motivation, there was a significant effect on motivating smoking behavior (p = 0,000) on adolescents. Media Pictorial Health Warning can be used as a medium in health education for adolescents to reduce motivation to smoke.
ISOLASI DAN EVALUASI AMYLUM DARI BIJI ALPUKAT (Persea Americana Mill)
Amalia Sumiar;
Marini Marini
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.112 KB)
|
DOI: 10.55093/herbapharma.v1i2.109
Pemanfaatan limbah biji alpukat (Persea americana mill) memiliki potensi sebagai bahan tambahan sediaan tablet seperti bahan pengisi, penghancur maupun pengikat dalam sediaan farmasi. Karena biji alpukat mengandung zat pati sekitar 23%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengolahan amylum biji alpukat serta apakah terdapat perbedaan kualitas yang signifikan antara amylum biji alpukat dengan amylum sejenis. Metode yang digunakan dengan cara perendaman biji alpukat dengan natrium metabisulfit (Na2S2O5). Hasil pengamatan amylum biji alpukat dari uji organoleptis menunjukan sediaan amylum biji alpukat mempunyai warna yang berbeda yaitu berwarna coklat muda dibandingkan dengan amylum sejenis meliputi amylum manihot, amylum solanum dan amylum zea mays yang mempunyai warna putih, uji waktu alir 09.20 g/detik, bobot jenis sejati 1,42 g/ml, uji homogenitas 0%, indeks kompersibilitas 46,15% dan raio hausner 1,46 g/ml serta uji kelarutan sukar larut dalam air dan etanol 96%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa amylum biji alpukat memiliki kualitas yang memenuhi uji standar yang sama dengan pati sejenis lainya. Sehingga dapat dijadikan sebagai bahan tambahan sediaan obat dan produk makanan.
FORMULASI SEDIAAN EYESHADOW COMPACT EKSTRAK UBI JALAR UNGU (Ipomoea Batatas L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI
Ii Carsita;
Marini Marini;
Cici Sri Nurjanah
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55093/herbapharma.v2i1.118
Pewarna sintetis pada kosmetik kurang aman untuk konsumen karena berbahaya bagi kesehatan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pencarian alternatif pewarna alami. Zat pewarna alami yang berpotensi untuk digunakan adalah antosianin dari ubi jalar ungu. Antosianin adalah pigmen yang sifatnya polar dan akan larut dengan pelarut polar, oleh sebab itu dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi antosianin dengan pelarut etanol 96% dan asam asetat dengan perbandingan 25:1. Pada penelitian ini dibuat sediaan eyeshadow compact dengan konsentrasi ekstrak F1 20%, F2 30% dan F3 40% yang terdiri dari bahan-bahan eyeshadow seperti metyl paraben, propyl paraben, zink stearat, isopropil miristat , titanium dioksida, bubuk mutiara, dan talkum. Hasil penelitian menunjukan bahwa warna eyeshadow keluar tetapi tidak dapat menempel pada kulit. Evaluasi sediaan eyeshadow compact meliputi uji dispersi warna, uji pH dan uji hedonik. Uji dispersi warna pada F1, F2 dan F3 menunjukan warna yang tersebar merata pada sediaan,uji pH pada F1, F2 dan F3 menunjukan nilai pH yang sesuai dengan pH kulit normal yaitu 6 dan uji hedonik menunjukan bahwa F3 adalah formula yang paling banyak disukai oleh responden berdasarkan tekstur, warna dan aroma sediaan.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill)
Marini Marini;
Egy Nurnabhilah;
Daniar Pratiwi
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55093/herbapharma.v2i1.123
Telah dilakukan penelitian tentang formulasi sediaan krim ekstrak etanol buah alpukat (Persea americana Mill.) dan evaluasinya terhadap sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak buah alpukat terhdap kulit kering yaitu untuk melembabkan kulit.Pelembab dapat membantu meningkatkan hidrasi kulit dan mungkin memperbaiki atau mengembalikan fungsi sawar.Buah alpukat (Persea americana Mill.) banyak mengandung vitamin seperti vitamin A, B, C, D dan E buah ini mempunyai potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai pelembut agar dapat menjaga kelembutan, menghaluskan dan melunakan kulit. Buah alpukat (Persea Americana Mill.)diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol.Ekstrak kemudian dibuat krim dengan kosentrasi 2%, 4%, 6% dengan variasi kombinasi emulgator nonionik (tween 60 dan span 60).Krim adalah bentuk sediaan setengah padat berupa emulsi mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakain luar.Formulasi krim tersebut dapat dilihat bau dan warna, homogenitas serta nilai pH yang dimiliki oleh sediaan krim. Dari hasil evaluasi organoleptik ke 3 formulasi krim menunjukan bahwa kosentrasi 6% memiliki warna dan bau yang lebih pekat, pada uji homogenitas menunjukan bawa ke 3 kosentrasi krim 2%, 4%, 6% tetap homogen dan memiliki pH 5 yaitu sesuai dengan pH kulit.
FORMULASI SEDIAAN LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea robusta) UNTUK PENGHARUM RUANGAN
Fany Lesmana;
Marini Marini
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 2 (2020): Volume 2 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55093/herbapharma.v2i2.147
Aromaterapi merupakan sebuah metode penyembuhan dengan menggunakan minyak esensial yang sangat pekat yang seringkali sangat wangi dan diambil dari sari-sari tanaman.Pengharum ruangan merupakan suatu sediaan yang dapat melepaskan bahan-bahan volatilnya sehingga dapat mengharumkan ruangan.Bahan pewangi yang digunakan terbagi menjadi dua jenis yaitu sintetik dan alami.Penelitian bertujuan untuk mentahui apakah pembuatan sediaan lili aromaterapi dari minyak biji kopi robusta dapat mengharum ruangan. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membuat formulasi sediaan lilin aromaterapi dari minyak kopi robusta dilanjutkan dengan pengujian uji organoleptik Pada F1 warna putih kekuningan, bentuk tidak retak dan bau khas oleum nilam, pada F2 warna coklat muda, bentuk sedikit retak dan bau khas minyak biji kopi robusta, dan terakhir pada F3 warna putih, bentuk sedikit retak dan bau khas minyak biji kopi robusta.kemudian uji waktu bakar F1 lilin pada waktu 02:47:58 detik, waktu yang di dapatkan F2 02:50:27 detik dan F3 02:48:05 detik. Uji ketahan aroma F1 wangi hilang pada waktu 02:49:55 detik, F2 aorma hilang pada waktu 03:05:03 detik,F3 aroma hilang pada waktu 02:54:46 detik.Hasil penelitian dari sediaan lilin aromaterapi dari minyak biji kopi robusta, lilin yang disukai pada F2 dengan lilin sebleum dibakar dengan persentase 71% dan sesudah dibakar dengan persentase 82%.
PENGARUH PERBEDAAN METODE MASERASI DAN REMASERASI KULIT PISANG NANGKA (Musa paradisiaca L.) TERHADAP PENAPISAN FITOKIMIA
Ryan Farhan Pebrian;
Marini Marini;
Sinta Partiwi
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55093/herbapharma.v3i2.196
Kulit Pisang Nangka (Musa paradisiaca L.) mengandung senyawa kimia seperti alkaloid, fenol, tanin, flavonoid, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode ekstraksi yang lebih baik antara metode Maserasi dan Remaserasi pada Kulit Pisang Nangka (Musa paradisiaca L.) terhadap Penapisan Fitokimia. Kandungan senyawa tersebut memiliki khasiat sebagai Antibakteri dan Antioksidan. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Uji Laboratorium dengan uji metabolit sekunder menggunakan Ekstrak Kulit Pisang Nangka (Musa paradisiaca L.) yang menggunakan pelarut Etanol 96%, dengan perbedaan penggunaan metode ekstraksi antara Maserasi dan Remaserasi. Hasil identifikasi uji penapisan fitokimia dengan dua metode yang berbeda ini menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang sama, yaitu: alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, dan saponin. Sedangkan pada nilai rendemen ekstrak Kulit Pisang Nangka dari metode maserasi, diperoleh persentase nilai rendemen sebanyak 5,21%, dan pada metode remaserasi sebanyak 5,64%. Hasil dari analisis kualitatif dengan metode penapisan fitokimia menunjukkan bahwa metode ekstaraksi maserasi dan remaserasi tidak mempengaruhi kandungan senyawa kimia dalam tumbuhan tetapi mempengaruhi % rendemen ekstrak yang dihasilkan.