Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA ASING (ARAB & INGGRIS) BERBASIS HOTS DI MADRASAH KALIMANTAN TIMUR Toba, Rostanti; Syarifaturrahmatullah, Syarifaturrahmatullah; Hidayat, Ahmad Fadhel Syakir; Wardhana, Kautsar Eka
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 10 No 2 (2023): TARBIYAH WA TA'LIM July 2023
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/twt.v9i3.3993

Abstract

Banyak kalangan mensejajarkan berpikir HOTS atau berpikir tingkat tinggi dengan sesuatu yang rumit, sulit, dan menyusahkan. Hal ini misalnya kita dapatkan saat guru di kelas akan mengaplikasikan soal berbasis HOTS dalam proses pembelajaran maupun penilaian atau assesmen, maka peserta didik akan langsung berpikir bahwa soal yang akan dikerjakan dalam penilaian atau assesmen merupakan soal yang sulit untuk dijawab dan diselesaikan. Inilah yang menjadi tanggungjawab bukan hanya guru, akan tetapi seluruh komponen dan stakeholder dalam dunia pendidikan, untuk merubah paradigma peserta didik maupun guru terhadap pendekatan pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skill. Pembelajaran yang berbasis HOTS menitikberatkan siswa untuk tidak hanya bersandar pada proses menghafal materi pelajaran tetapi lebih kepada pendekatan dan pemahaman kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari siswa itu sendiri. Peran guru di dalam kelas juga menjadi sangat penting untuk menstimulan dan memberi motivasi kepada siswa untuk berpikir tingkat tinggi (HOTS). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu jenis penelitian yang berusaha mendeskripsikan secara kualitatif dan membahas dengan dalam dan bersifat holistik terkait dengan implementasi pembelajaran bahasa asing berbasis HOTS di Madrasah Kalimantan Timur dan apa saja kendala dalam proses implementasi pembelajaran bahasa berbasis HOTS di Madrasah Kalimantan Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dengan tahapan; (1) kondensasi data, (2) display data, (3) conclusing drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran Bahasa inggris pada kategori baik, dengan nilai 83,67, dan pada pembelajaran Bahasa Arab di kategorikan baik dengan nilai 83,63, (2) Evaluasi pembelajaran berbasis HOTS pada mata pelajaran bahasa Inggris pada kategori baik dengan nilai 82,98 dan Bahasa Arab dikategorikan baik dengan nilai 83,10. Adapun faktor pendukung dalam implementasi pembelajaran bahasa asing berbasis HOTS adalah; (1) sarana dan prasarana yang cukup, (2) persepsi positif guru terhadap implementasi pembelajaran bahasa asing berbasis HOTS, (3) dukungan dan komitmen Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, (4) karakteristik siswa yang cenderung aktif, dan (5) kualifikasi pendidikan guru yang memadai. Adapun faktor yang menjadi penghambat adalah: (1) kurangnya pemahaman guru tentang cara merumuskan indikator, (2) sekolah masih pada tahapan perubahan kurikulum dari kurikulum K13 menuju Kurikulum MBKM, (3) pemahaman guru tentang konsep dan penerapan, (4) minimnya pelatihan dan pendampingan tentang HOTS, dan (5) pendampingan yang sifatnya aplikatif dan praktik masih kurang.
Pendampingan Pemenuhan Pakan Tukik Kura-Kura Tutong Laut di Penangkaran dalam Rangka Konservasi Hewan Endemik Desa Damit Kabupaten Paser Saparuddin, Muhammad; Wardhana, Kautsar Eka; Setiawan, Agus; Hidayat, Ahmad Fadel Syakir
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 5 No. 1 Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v5i1.4711

Abstract

Penelitian ini mengkaji kegiatan pengabdian masyarakat dalam pendampingan pemenuhan pakan tukik kura-kura tutong laut (Biuku) di penangkaran Desa Damit, Kabupaten Paser, sebagai bagian dari upaya konservasi hewan endemik. Kegiatan ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara masyarakat lokal, pemerintah, dan kelompok konservasi dalam melestarikan spesies langka yang terancam punah. Melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, pengabdian ini tidak hanya menawarkan solusi terhadap permasalahan konservasi, tetapi juga meningkatkan kesadaran ekologi dan pengelolaan sumber daya alam. Tantangan utama yang dihadapi adalah perubahan perilaku masyarakat dari metode penangkapan ikan yang merusak ekosistem, seperti penyetruman ikan, yang mengakibatkan penghentian bantuan pakan tukik oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Tindak lanjut berupa pemasangan banner edukasi dan sosialisasi langsung berhasil membangun kesadaran akan pentingnya konservasi. Keberhasilan kegiatan ini terlihat dari kembalinya bantuan pakan pelet dari DLH dan penghargaan kepada Ketua Kelompok Konservasi atas jasanya. Selain itu, upaya perlindungan habitat dari ancaman predator dan pemberian pakan pelet menunjukkan pentingnya intervensi cepat dalam konservasi. Pengabdian ini juga membuka peluang pengembangan program ekowisata berbasis konservasi kura-kura Biuku, yang dapat meningkatkan perekonomian lokal. Secara keseluruhan, pendekatan partisipatif dan kolaboratif dalam konservasi terbukti efektif dalam menjaga keberlanjutan spesies kura-kura Biuku serta memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Memperkuat Kesadaran Beragama Untuk Mendorong Toleransi dan Harmoni di Kampung Moderasi Beragama Kelurahan Kanaan Bontang Barat Darwis, Darwis; Muliyandari, Atika; Setiawan, Agus; Wardhana, Kautsar Eka; Saparuddin, Muhammad; Hidayat, Ahmad Fadhel Syakir
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 5 No. 1 Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v5i1.4716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan Memperkuat Kesadaran Beragama untuk Mendorong Toleransi dan Harmoni di Kampung Moderasi Beragama Kelurahan Kanaan Bontang Barat. Kampung Moderasi Beragama dipilih sebagai lokasi penelitian karena keberagamannya serta tantangan yang muncul dalam menjaga toleransi dan harmoni antar umat beragama. Metode: Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan kajian dokumen. Responden meliputi tokoh agama, masyarakat lokal, serta pihak pemerintah setempat yang terlibat dalam program PkM. Hasil PkM menunjukkan bahwa meskipun masyarakat secara umum menunjukkan toleransi yang baik, beberapa isu tetap mengemuka, seperti kedekatan fisik antara masjid dan gereja yang dapat memicu ketegangan sosial. Selain itu, penggunaan pengeras suara azan sering kali menimbulkan keluhan dari warga non-Muslim di sekitar, yang mengindikasikan perlunya pengelolaan suara yang lebih baik. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap konsep moderasi beragama juga menjadi kendala dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis. Program-program pendidikan lintas agama dan forum dialog terbuka sangat diperlukan untuk membangun kesadaran bersama. Keterbatasan infrastruktur, seperti ruang pertemuan lintas agama yang memadai dan teknologi untuk mengatur kebisingan azan, menjadi tantangan yang perlu diatasi. Di sisi lain, resistensi dari kelompok konservatif menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis dialog dan edukasi yang melibatkan tokoh agama. Dengan upaya kolektif dari semua pihak, isu-isu ini dapat ditangani, sehingga toleransi dan harmoni dapat lebih ditingkatkan. Meskipun terdapat tantangan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kesadaran beragama melalui program PKM memiliki potensi besar untuk meningkatkan toleransi dan menciptakan harmoni di Kampung Moderasi Beragama Kelurahan Kanaan, Bontang Barat. Upaya ini dapat dijadikan model untuk wilayah lain dalam membangun kehidupan sosial yang lebih inklusif dan damai.
Pengaruh Kematangan Anak Usia Dini Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Wardhana, Kautsar Eka
Sultan Idris Journal of Psychology and Education Vol 1 No 2 (2022): Sultan Idris Journal of Psychology and Education
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sijope.v1i2.4917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kematangan anak usia dini dengan metode pembelajaran tematik terhadap hasil belajar matematika. Penelitian ini bersifat eksperimen semu, dengan memberikan perlakuan berupa pendekatan pembelajaran tematik pada kelompok eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi yaitu arsip sekolah untuk mengetahui usia siswa ketika masuk sekolah, serta tes untuk mendapatkan hasil belajar matematika siswa. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah (a) tidak terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang matang dan tidak matang, (b) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang diberi pendekatan pembelajaran tematik dengan siswa yang diberi pendekatan pembelajaran konvensional, (c) terdapat pengaruh kematangan anak usia dini dengan metode pembelajaran tematik terhadap hasil belajar matematika
Membangun Literasi Lingkungan dengan Menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di TK Nasional KPS Balikpapan Hartanti, Wuri; Wardhana, Kautsar Eka
BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Vol 2 No 1 (2023): BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal, January 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.845 KB) | DOI: 10.21093/bocah.v2i1.5631

Abstract

Pembiasaan sederhana mengklasifikasikan sampah sesuai jenisnya, membuang sampah pada tempatnya, mengambil sampah yang dilihat di sekitar akan membentuk karakter cinta lingkungan pada anak. Di TK Nasional KPS ikut berupaya mengurangi sampah dengan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle). Penerapan 3R dilakukan sebagai kegiatan pembiasaan untuk anak. Berdasarkan grafik pengamatan pada hari 1- 41, hari ke 2-40, hari ke 3-44 hari ke 4-42, hari ke 5-43. Konsistensi anak membawa botol dari rumah sudah tampak dan hal ini menjadi budaya sekolah. Berdasarkan pengamatan pada setiap kelas, anak-anak sudah mengerti cara membuang sampah yang benar. Anak sudah memiliki pemahaman untuk membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis sampah. Membangun 3R sejak dini di TK Nasional KPS dilakukan melalui kegiatan pembiasaan baik yang dilakukan oleh guru atau orang dewasa yang ada di sekitar anak, kemudian menjadi contoh bagi anak. Sebaiknya untuk menerapkan 3R di sekolah guru diperlukan dukungan dari warga sekolah dan orang tua murid.
Meningkatkan Kemampuan Berbahasa dengan Bermain Peran pada Anak Usia Dini Muliyana, Muliyana; Wardhana, Kautsar Eka
BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Vol 1 No 2 (2022): BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal, July 2022
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.246 KB)

Abstract

Perkembangan pada anak usia dini akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak yang akan datang, dalam setiap aspek perkembangan saling berhubungan dalam proses perkembangan anak. Salah satu aspek perkembangan anak ialah bahasa, bahasa sebagai sarana komunikasi yang berisikan pikiran dan perasaan dalam menyampaikan informasi kepada orang lain. Bermain merupakan sarana dalam belajar bagi anak dapat mengenal lingkungannya dan suatu kebutuhan yang paling penting bagi anak terlebih khusus pada anak usia dini, dengan bermain anak akan mampu memenuhi seluruh kebutuhan aspek perkembangan baik itu perkembangan kognitif, efektif, sosial, emosi, motorik, dan bahasa. Bermain peran anak akan dapat menambah bahasa karena terjadinya suatu interaksi antara mereka ketika mereka bermain peran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan dengan menggunakan trianggulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian bahwa meningkatkan kemampuan berbahasa dengan bermain peran yaitu, bermain peran yang sering dilakukan oleh anak-anak TPA (Tempat Penitipan Anak) PAUD Wafa Humaira dapat menambah kemampuan berbahasa anak itu terbuktikan dari penyampaian orang tua kepada pengasuh tentang anaknya dapat berbicara banyak dirumah dan kata baru yang disebutkan anak. Kemudian faktor pendukung dalam perkembangan bahasa yaitu faktor kognitif dan faktor lingkungan luar/sosial.
Meningkatkan Konsentrasi Belajar Melalui Kegiatan Ice Breaking Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Nurul Iman Samarinda Afifah, Afifah; Rastiya, Asty; Nafi'ah, Nafi'ah; Sabaniah, Sabaniah; Wardhana, Kautsar Eka
BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Vol 2 No 2 (2023): BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal, July 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bocah.v2i2.7550

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kegiatan ice breaking di TK Nurul Iman Samarinda meningkatan konsentrasi belajar anak. TK Nurul Iman Samarinda menjadi lokasipenelitian proyek Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Ada tiga metode untuk mengumpulkan data yaitu: dokumntasi, wawancara, dan observasi. Peserta didik berjumlah 20 anak dengan 13 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Dalam enelitian ini dilaksanakan 1 siklus dalam 2 kali pertemuan. Kegiatan ice breaking menggunakan indicator: melakukan koordinasi gerakan mata, kaki, tangan dan kepala dalam menirukan tepuk ice breaking serta menstimulus motorik anak, anak-anak mengekspresikan dengan bernyanyi sambil bertepuk tangan, menyanyikan lagu dengan sikap yang benar, mengenal perasaan sendiri (emosi) yang perlu di lakukan saat bosan dan mengendalikan diri secara wajar, mengembalikan konsentrasi anak dalam belajar. Sebelum melakukan tindakan atau prasiklus, konsentrasi anak masih 40% dan setelah melakukan tindakan, konsentrasi anak mulai meningkat pada siklus 1 menjadi 95%. Oleh karena itu, kegiatan ice breaking ini dapat membantu anak-anak di TK Nurul Iman Samarinda dalam memberiakan perhatian lebih baik.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN MATERI KEAGAMAAN ISLAM DI MADRASAH MA’ARIF SAMARINDA Darwis, Darwis; Wardhana, Kautsar Eka; Setiawan, Agus
FIKRUNA: Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 7 No 1 (2024): FIKRUNA : JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEMASYARAKATAN
Publisher : STIT Ibnu Rusyd Tanah Grogot

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56489/fik.v7i1.352

Abstract

This community service activity aims to support the development of Islamic religious education materials at Ma’arif Islamic School (Madrasah Ma’arif) in Samarinda through a participatory approach. The background of this initiative is based on the need to renew and strengthen Islamic Education materials in alignment with the values of Ahlussunnah wal Jamaah, the local needs of the Muslim community in Samarinda, and contemporary socio-religious challenges. The implementation method uses a Participatory Action Research (PAR) approach, consisting of the preparation phase (needs analysis), implementation phase (observation, discussions, and drafting of materials), and the evaluation and monitoring phase. The results of the activity showed an increase in the knowledge of teachers, school principals, and parents about the importance of contextual and practical religious education materials. In addition, students showed improved confidence in memorizing and practicing religious materials, and there was an increased level of trust from the community toward Madrasah Ma’arif as a credible Islamic educational institution. The developed materials include daily prayers, short surahs, prayer recitations, and selected hadiths tailored to the students’ life context. This activity demonstrates that the participatory-based development of religious materials can enhance the quality of Islamic education and increase the involvement of various stakeholders in supporting relevant and moderate religious education.
Reengineering of Health Vocational Programs in SMK/MAK: Integration of Islamic Education, Implementation of Health Law No. 17 of 2023, and Reflections from Thailand's Vocational Education Reform 4.0 Wardhana, Kautsar Eka; Solekhin, Muhammad; Saparuddin, Muhammad; Kusuma, Dewi; Sareh, Maso
SYAMIL: Journal of Islamic Education Vol 13 No 1 (2025): SYAMIL: Journal of Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sy.v12i2.9856

Abstract

This study explores the reengineering of health vocational high school (SMK Kesehatan) curricula in Kalimantan following the implementation of Indonesia’s Health Law No. 17 of 2023, with a comparative analysis of Thailand’s vocational education reform under the Thailand 4.0 framework. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation in SMKs located in East, South, and Central Kalimantan. Findings reveal that SMKs in Kalimantan have begun to adjust their curricula by emphasizing medical technology, hospital management, and digital health information systems. However, challenges such as limited facilities, insufficient teacher training, and weak industry partnerships remain significant barriers. In contrast, Thailand has successfully implemented holistic vocational education reform by integrating work-integrated learning, providing high-skilled vocational innovation scholarships, and establishing strong partnerships between schools and industries. Thailand’s model also benefits from a robust monitoring and evaluation system that ensures alignment with labor market demands. These findings suggest that SMKs in Kalimantan need to adopt a more holistic and collaborative approach to curriculum reengineering, drawing lessons from Thailand, to produce graduates who are adaptive, innovative, and competitive in the global health sector.
Reengineering of Health Vocational Programs in SMK/MAK: Integration of Islamic Education, Implementation of Health Law No. 17 of 2023, and Reflections from Thailand's Vocational Education Reform 4.0 Wardhana, Kautsar Eka; Solekhin, Muhammad; Saparuddin, Muhammad; Kusuma, Dewi; Sareh, Maso
SYAMIL: Journal of Islamic Education Vol 13 No 1 (2025): SYAMIL: Journal of Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sy.v12i2.9856

Abstract

This study explores the reengineering of health vocational high school (SMK Kesehatan) curricula in Kalimantan following the implementation of Indonesia’s Health Law No. 17 of 2023, with a comparative analysis of Thailand’s vocational education reform under the Thailand 4.0 framework. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation in SMKs located in East, South, and Central Kalimantan. Findings reveal that SMKs in Kalimantan have begun to adjust their curricula by emphasizing medical technology, hospital management, and digital health information systems. However, challenges such as limited facilities, insufficient teacher training, and weak industry partnerships remain significant barriers. In contrast, Thailand has successfully implemented holistic vocational education reform by integrating work-integrated learning, providing high-skilled vocational innovation scholarships, and establishing strong partnerships between schools and industries. Thailand’s model also benefits from a robust monitoring and evaluation system that ensures alignment with labor market demands. These findings suggest that SMKs in Kalimantan need to adopt a more holistic and collaborative approach to curriculum reengineering, drawing lessons from Thailand, to produce graduates who are adaptive, innovative, and competitive in the global health sector.
Co-Authors Abdul Razak Agus Setiawan Ahmad Fadhel Syakir Hidayat Ahmad Maulana Syafi'i Ahmad Ridani Andri Tria Raharja Andriani, Rina ANGGI SYAHPUTRA, ANGGI Anita, Anita Handayani Arbain Arbain, Arbain Atika Muliyandari darwis darwis, darwis Dea Putri Wahdatul Adla Desy Sukma Risalahwati Dewi Kusuma Etty Nurbayani, Etty Firmansyah, Ahmad Firnanda Pradana Putra Hartanti, Wuri Haykal, Muhammad Hidayat, Ahmad Fadel Syakir Hifni, Hifni Idris, Husni Imam Mustafa Syarif Indriana Rahmawati Juhratul Yasmin Khairy Abusyairi Kiki Amelia Kirana, Ratih Lucky Purnama Sultan Maulana, Fathan Rizki Miftahul Hidayah Mochammad Rizky Syaputra Muhamad Hasan Abdillah Muhammad Afif Muhammad Rohan Saputra Muhammad Saparuddin Muhammad Solekhin Muhammad Subhan Muhammad Taufiqurrahman, Muhammad Muhammad Yamin Muliyana Muliyana, Muliyana Munirohwati, Munirohwati Nafi'ah, Nafi'ah Nasiah, Siti Nor Latifah Norlita Norlita Nur Fitri Nurdiniyah, Syti Qoirunisa' Nurul Fauziyah, Nurul Qurrotu Ainii, Qurrotu Rabiatul Adawiyah Rahimi, Wildan Rahmad Effendy Rahmatul Muthmainnah Ramadhan, Diva Ramadhina, Marini Shadrina Ramadhini, Ariani Rastiya, Asty Reza Fachlevi, Akhmed Risalahwati, Desy Sukma Rostanti Toba Rumiati, Rumiati Sabaniah, Sabaniah Salmitha, Lely Sareh, Maso Sitti Rahmatillah Sukamto, S. Syahputra, Fiqih Lukman Abid Syarifaturrahmatullah, Syarifaturrahmatullah Toni, Toni Trianisa Ayu Anastasya Ummah, Andrian Khoirul Wahid, Muhammad Abdul Yosinta, Yosinta Yunita Melda Marrum Paembonan Yusnia Binti Kholifah