Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP MUHAMMADIYAH 3 AMPEL KECAMATAN AMPEL KABUPATEN BOYOLALI Ani Budi Hartanti; Ghufron Abdullah; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 9, No 3 (2020): Desember
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v9i3.8121

Abstract

School is one place to shape the character of students. Character education in schools can succeed optimally if the implementation is integrated through school rules and regulations, classroom learning processes, and extracurricular activities. In addition, educators are also required to provide good behavior or character models for their students.This research aims to find out: 1) the implementation of strengthening character education in improving the religious attitudes of students in Muhammadiyah 3 Ampel Middle School Ampel District Boyolali District, 2) implementation of strengthening character education in improving student responsibility in Muhammadiyah 3 Ampel Middle School Ampel District Boyolali District , 3) barriers to implementation of strengthening character education in Muhammadiyah 3 Ampel Middle School, Ampel District, Boyolali Regency.This research uses a qualitative approach. Data collection techniques are carried out through interviews, observation and documentation studies. Procedure for data analysis with data collection, data reduction, data presentation and data verification. While the research subjects were principals, teachers, parents of students, students and alumni.The results of the research show that: 1) the implementation of strengthening character education in improving the religious attitudes of students by incorporating religious character education into the school curriculum both in school and outside the school. 2) implementation of strengthening character education in improving student responsibility by being integrated into the learning process and school programs. Integration of character education in schools is carried out with integration in self-development programs, subjects, and school culture, 3) barriers to the implementation of strengthening character education are require continuous processes and are carried out continuously. In addition, students do not have a high awareness of themselves. The conclusions of this research are: 1) strengthening character education is carried out well and continuously in an effort to improve the religious attitudes of students, 2) strengthening character education is carried out well as in an effort to improve the attitude of responsibility of students, 3) obstacles faced in implementing education reinforcement whose main character is requiring time to cultivate self-awareness. Suggestions are aimed at: 1) Teachers to motivate and assist students in strengthening character and becoming role models for students, 2) Principals are more intensive in monitoring the development of school programs related to character education. 3) students can instill more responsibility in all aspects of life.
PERAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU SDN MUKIRAN 04 KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN SEMARANG Dewi Lestari; Ghufron Abdullah; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v8i2.5390

Abstract

Fokus dari penelitian ini adalah peran manajerial kepala sekolah dalam peningkatan mutu SDN Mukiran 04 Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Dari hasil penelitian di lapangan dan analisis, dapat ditarik simpulan sebagai berikut:Kepala Sekolah, sebagai pimpinan dan manajer berhasil menyerasikan kultural dan sistemik secara berimbang saling mengisi dan saling menguatkan dalam penyelenggaraan sekolah. Keberhasilan tersebut selaras dengan peran manajerial Kepala Sekolah yang mencakup peran kepemimpinan yang terdiri dari lima tugas utama, yakni (1) Planning (perencanaan), (2) organizing (pengorganisasian), (3) commanding (perintah), (4) coordinating (pengkoordinasian), dan (5) controlling (pengawasan) menentukan mutu proses dan hasi kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Serta fungsi Kepala Sekolah sebagai manajer penyelenggaraan lembaga pendidikan yang mengelola rangkaian kegiatan yang terpadu dalam kegiatan-kegiatan penyelenggaraan sekolah per hari demi hari secara konsisten dan berkelanjutan yang mencakup enam (6) peran-fungsi manajerial, yakni (1) fungsi perencanaan, (2) fungsi pengorganisasian, (3) fungsi pengarahan, (4) fungsi pengkoordinasian, (5) Fungsi komunikasi, dan (6) fungsi pengawasan.Studi kasus (best practice) dari SDN Mukiran 04 Kaliwungu ini dapat menjadi cermin dan sumber belajar berharga bagi pihak sekolah umumnya, dan para kepala sekolah bahwa satu sekolah (pendidikan) sekalipun berada di perdesaan dalam situasi dukungan finansial dan sarana-prasarana yang minimum, tetap dapat diselenggarakan dengan baik dan bahkan tetap bisa berprestasi, sepanjang ada kemauan dan komitmen untuk berubah lebih baik.
Pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru sekolah dasar Slamet Wijayanto; Ghufron Abdullah; Endang Wuryandini
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v9i1.35741

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuktikan adanya pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan kepuasan kerja, secara sendiri-sendiri maupun bersama, terhadap kinerja guru SD negeri di Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan survey yang bersifat explanatory. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang telah teruji keabsahannya terbukti valid dan stabil. Pengujian prasarat analisis yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedasitas, dan linearitas menunjukkan persyaratan telah terpenuhi. Hasil uji F hitung 120,311 dengan nilai signifikansi 0,0000,05, berarti ada pengaruh signifikan dan positif gaya kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru. Dari uji parsial, diperoleh nilai signifikansi gaya kepemimpinan transformasional 0,001, motivasi kerja 0,000, dan kepuasan kerja 0,000 0,05, berarti gaya kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan kepuasan kerja masing-masing berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja guru. Hal ini menunjukkan semua hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima, artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan dari gaya kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan kepuasan kerja, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama, terhadap kinerja guru.AbstractThis study aims to prove the influence of transformational leadership style, work motivation, and job satisfaction both individually and collectively on the performance of elementary school teachers in Comal District, Pemalang Regency. This is a quantitative study using a cross sectional approach and an explanatory survey. Data were collected using a questionnaire with a Likert scale that has been tested for validity and is proven valid and stable. The results of the analysis prerequisite test including normality test, multicollinearity, heteroscedasticity, and linearity show that the requirements have been fulfilled. The result of the F test count is 120.311 with a significance value of 0.0000.05, meaning that there is a significant and positive effect of transformational leadership style, work motivation, and job satisfaction on teacher performance. Partial test shows that the significance value of transformational leadership style is 0.001, work motivation is 0.000, and job satisfaction is 0.0000.05, meaning that transformational leadership style, work motivation, and job satisfaction have a significant and positive effect on teacher performance, respectively. It shows that all hypotheses in this study are acceptable, which means that there is a positive and significant effect of transformational leadership style, work motivation, and job satisfaction both individually and collectively on the teachers’ performance.
Manajemen Sekolah Hijau di SD Negeri 05 Beji Kabupaten Pemalang Widi Eliyanti; Ghufron Abdullah; Endang Wuryandini; Aris Suharyadi
Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): October 2021
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jump.v3i2.35663

Abstract

Sekolah hijau merupakan bagian dari Program Adiwiyata yang bertujuan untuk memelihara dan membangun kondisi sekolah yang hijau dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen sekolah hijau di SD Negeri 05 Beji Kabupaten Pemalang.  Metode penelitian dalam kajian ini menggunakan penelitian kualitatif.  Subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru, staf, siswa, orang tua wali, dan masyarakat sekitar sekolah.  Obyek penelitian yaitu situasi sosial yang menunjukkan manajemen sekolah hijau. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Uji Keabsahan menggunakan triangulasi teknik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sekolah hijau mencakup kebijakan sekolah berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan berbasis partisipatif, dan pengelolaan sarana dan prasarana pendukung ramah lingkungan sudah terinternalisasi dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan: (1) perencanaan sekolah hijau dilaksanakan dengan memuat aspek pendidikan lingkungan hidup dan melibatkan masyarakat sekitar dalam memberikan pertimbangan dan masukan, (2) pengorganisasian dilakukan dengan pembentukan tim koordinator sesuai dengan program kerja dan peran serta fungsi masing-masing, (3) pelaksanaan diwujudkan dengan adanya berbagai kebijakan dan program kegiatan, pembelajaran terintegrasi lingkungan hidup, peningkatan partisipasi warga sekolah, sarana dan prasarana yang mencukupi dan mendukung pendidikan lingkungan hidup, (4) pengendalian dilaksanakan melalui kegiatan evaluasi dan monitoring yang dilakukan secara rutin dalam bentuk peraturan terulis, teguran lisan, imbauan, pembinaan, maupun pemberian penghargaan.
Analisis Disiplin Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pembelajaran Sains di SMK Negeri Kabupaten Pekalongan Akhyat Hidayat; Ngurah Ayu Nyoman Murniati; Ghufron Abdullah
PendIPA Journal of Science Education Vol 6 No 3 (2022): July - October
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.3.719-732

Abstract

Kinerja guru dalam proses belajar mengajar sains merupakan indikator penting mencapai tujuan pendidikan. Faktor-fakor yang diduga mempengaruhi peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran sains antara lain disiplin kerja dan motivasi kerja seorang guru. Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian terkait rendahnya kinerja guru dalam pembelajaran sains di SMKN se Kab. Pekalongan. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh disiplin kerja (X1) terhadap kinerja pembelajaran sains (Y), motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pembelajaran sains (Y), dan pengaruh keduanya secara bersama terhadap kinerja pembelajaran sains (Y) di SMKN se Kab. Pekalongan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan sampel 160 guru dari seluruh sekolah menengah kejuruan negeri di Kab. Pekalongan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilan acak yang semua uji korelasinya menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menggambarkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara disiplin kerja (X1) terhadap kinerja pembelajaran sains (Y) sebesar 56,6% dengan dimensi yang paling lemah adalah taat aturan waktu, korelasi antara motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pembelajaran sains (Y) sebesar 8,9% dengan kelemahan pada dimensi motivasi intrinsik, dan korelasi yang signifikan antara kedua variabel X1 dan X2 secara bersamaan terhadap kinerja pembelajaran sains (Y) di SMKN se Kab. Pekalongan sebesar 56,2% dengan persamaan regresi ?= 18,787 + 2,083 X1 + 0,154 X2. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan rekomendasi bahwa guru hendaknya meningkatkan kedisiplinan, motivasi, prestasi dalam melaksanakan pekerjaan dengan penuh rasa tanggung jawab dan pimpinan sekolah senantiasa memantau kinerja guru dalam pembelajaran sains dan memberikan dorongan supaya para guru termotivasi dalam meningkatkan disiplin kerja. selain itu, Pemerintah hendaknya memberikan pembinaan intensif kepada sekolah terkait kedisiplinan dan menganggarkan dana untuk kegiatan yang menumbuhkan motivasi guru untuk berprestasi dan meningkatkan kinerjanya.
PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SEKOLAH DASARNEGERI DI KOORDINATOR SATUAN PENDIDIKAN KECAMATAN SEMARANG BARAT Diah Rini Kuswandari; Ngurah Ayu Nyoman Murniati; Ghufron Abdullah
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 11, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v11i2.13024

Abstract

Pedagogic competence must be possessed by all teachers in managing learning in the classroom so that learning objectives can be achieved. The aims of this study were to: 1) determine the magnitude of the influence of academic supervision on teachers' pedagogic competence, 2) determine the magnitude of the influence of organizational culture on teachers' pedagogical competence, and 3) determine the magnitude of the influence of academic supervision and organizational culture together on teachers' pedagogical competence. The research approach used is quantitative. This type of research uses associative research. The population of this study was 471 teachers and the research sample was 216 teachers. Data collection is done by using a questionnaire. The data analysis technique used in this research is descriptive data analysis, prerequisite test which includes normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, linearity test and hypothesis testing including simple and multiple linear regression. The results showed that: (1) The correlation between academic supervision and teacher pedagogic competence was 0.907. The effect of academic supervision on teacher professionalism is 82.2%, (2) The correlation between organizational culture and teacher pedagogic competence is 0.605. The influence of organizational culture on teachers' pedagogic competence is 66.6%, (3) The correlation between academic supervision and organizational culture on teachers' pedagogic competence is 0.907 and 0.605. The influence of academic supervision and organizational culture on teacher professionalism is 82.2%. The conclusion of this study is that academic supervision and organizational culture affect teacher professionalism by 0.822 or 82.2%. The author suggests that the principal provide direction and guidance, especially regarding the development of students, then the teacher must also pay attention to the talents and interests of students. The principal can reflect and evaluate by increasing the intensity of supervision. Principals can motivate and provide guidance to encourage teachers to complete work well and be oriented towards stability so as to improve teacher performance. Keywords: Pedagogic Competence, Academic Supervision, Organizational Culture.
PENGARUH PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI, KOMITMEN KERJA GURU DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMP/MTs DI KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BATANG Nanik Hidayah; Ngasbun Egar; Ghufron Abdullah
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 11, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v11i2.13645

Abstract

ABSTRAKHidayah, Nanik. 2022. Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi, Komitmen Kerja Guru dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang. Tesis. Pembimbing I, Dr. Ngasbun Egar, M.Pd. dan Pembimbing II, Dr. H. Ghufron Abdullah, M.Pd.Kinerja guru merupakan seluruh usaha guru untuk mengantarkan proses pembelajaran mencapai tujuan pendidikan. Peningkatan kinerja guru dapat dipengaruhi oleh pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan mengajar, komitmen kerja guru yang muncul dari dalam diri tanpa adanya tekanan dan kepemimpinan kepala sekolah yang dapat diterima oleh seluruh guru. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui dan menguji pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap kinerja guru SMP/MTs di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang, (2) Untuk mengetahui dan menguji komitmen kerja guru berpengaruh terhadap kinerja guru SMP/MTs di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang, (3) Untuk mengetahui dan menguji kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMP/MTs di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang, (4) Untuk mengetahui dan menguji pemanfaatan teknologi informasi, komitmen kerja guru dan kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMP/MTs di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang.Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan korelasional. Populasi guru SMP Negeri di Bawang Kabupaten Batang sejumlah 144 orang, metode pengambilan sampel adalah metode sampel jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji persyaratan dan uji hipotesis meliputi analisis regresi menggunakan SPSS for Windows Versi 25.0.Kesimpulan hasil penelitian: (1) Pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai korelasi sebesar 0,703 termasuk baik, (2) Komitmen kerja guru berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru diperoleh nilai korelasi sebesar 0,658 termasuk cukup, (3) Kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru diperoleh nilai korelasi sebesar 0,654 termasuk cukup, (4) Pemanfaatan teknologi informasi, komitmen kerja guru dan kepemimpinan kepala sekolah secara bersama-sama berhubungan positif dan signifikan terhadap kinerja guru yang ditunjukkan dengan nilai R-Square sebesar 0,649, artinya besarnya pemanfaatan teknologi informasi, komitmen kerja guru dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 64,9% dan sisanya 35,1% kinerja guru dipengaruhi selain kedua variabel tersebut. Dengan persamaan regresi Ŷ= 52,398 + 0,248X1 + 0,180X2 + 0,148X3.Saran yang dapat diberikan adalah memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan mengajar, meningkatkan komitmen kerja guru, dan kepemimpinan kepala sekolah untuk mendorong kinerja guru.Kata kunci: Pemanfaatan teknologi informasi, komitmen kerja guru,  kepemimpinan kepala sekolah, dan kinerja guru
Manajemen Pembiayaan dalam Peningkatan Mutu di SMP Negeri 1 Moga Kabupaten Pemalang Sri Rustantinah; Ghufron Abdullah; Ngurah Ayu Nyoman. M
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9133

Abstract

Manajemen keuangan sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Kepala Sekolah bersama guru dan Komite Sekolah dalam menentukan anggaran pembelajaran harus berdasarkan kebutuhan yang riil dan benar-benar sangat dibutuhkan untuk keperluan dalam rangka menunjang penyelenggaraan proses pembelajaran yang bermutu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen pembiayaan di SMP Negeri 1 Moga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pembiayaan di SMP Negeri 1 Moga sudah sesuai dengan ruang lingkup manajemen pembiayaan yaitu budgeting (penyusunan anggaran), Accounting (Pembukuan) dan Auditing (Pemeriksaan). Manajemen pembiayaan yang dilaksanakan dengan baik di SMP Negeri 1 Moga berdampak pada peningkatan mutu Pendidikan di SMP Negeri 1 Moga.
Peran Kepala Sekolah sebagai Manajer dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Pendidikan di SMP Negeri 2 Pemalang Mukholidin Mukholidin; Ghufron Abdullah; Ngurah Ayu Nyoman.M
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9371

Abstract

Kepala sekolah sebagai manajer merupakan komponen pendidikan yang sangat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan. Namun masih dijumpai bahwa peran tersebut belum menunjukkan ke arah peningkatan mutu pelayanan yang diinginkan oleh pengguna layanan pendidikan, baik pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, dan masyarakat. Untuk itu kepala sekolah harus memahami perannya dalam mengelola pendidikan. Peran tersebut telah dilakukan oleh Kepala SMP Negeri 2 Pemalang dalam upaya memberikan pelayanan mutu pendidikan kepada warga sekolahnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang profil SMP Negeri 2 Pemalang, peran kepala sekolah sebagai manajer, serta bentuk-bentuk pelayanan pendidikan yang diberikan kepala sekolah sebagai manajer kepada para pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, dan masyarakat pengguna pelayanan pendidikan di SMP Negeri 2 Pemalang. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, instrumen data dan sumber data, menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan koleksi data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala sekolah sebagai manajer dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan di SMP Negeri 2 Pemalang telah dilaksanakan dengan baik. Namun masih ditemukan adanya hambatan, yaitu terbatasnya jumlah kegiatan ekstrakurikuler bagi peserta didik karena minimnya anggaran sekolah yang tersedia.
Pengaruh Peran Kepala Sekolah, Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Guru SD di Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora Jumi Jumi; Ghufron Abdullah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9619

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya motivasi kerja dan kepuasan kerja masih rendah, motivasi kerja dan kepuasan kerja adalah faktor yang mempengaruhi rendahnya kinerja guru sekolah dasar di Kecamata Kunduran kabupaten Blora. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dan jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian adalah semua guru sekolah dasar di Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora berjumlah 307 guru dan sampel penelitian 172 guru. Analisis penelitian ini meliputi analisis uji normalitas, uji homogenitas, uji linieritas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Uji hipotesis meliputi uji regresi sederhana dan uji regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh peran kepala sekolah terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan regresi sederhana yaitu Y = 40,211 + 0,408 X1 dengan kontribusi sebesar 22,6%, (2) terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan regresi sederhana yaitu Y = 59,786 + 0,399 X2 dengan kontribusi 14.4%, (3) terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan regresi sederhana yaitu Y = 58,854 + 0,410X3 dengan kontribusi 14.7%, (4) terdapat pengaruh peran kepala sekolah motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan regresi sederhana yaitu Y = 38,323+ 0,265 X1 + 0,125X2 + 0,105 X3 dengan kontribusi 23.0%.
Co-Authors Agus Setyawan Agus Supriyanto Agus Waluyo, Agus Akbar, Hastian Artifan Akhyat Hidayat Akhyat Hidayat Ani Budi Hartanti Ani Susmiatun Arbiyanti, Dwiani Aris Suharyadi Astuti, Anastasia Nana Astuti, Anita Yuli Bertari, Tri Adhi cayantoro, sigit Deka Liswiana Dewi Lestari Diah Rini Kuswandari Dian Ahmad Kindarto Dianti, Wahyuni Rahma Dwi Hartono Dwi Nurhayati, Dwi Edy Sugiyanto Eminarni, Ferry Andika Eminarni Endang Wuryandini Endang Wuryandini, Endang Farozi, Farozi Fatchurrochman Fatchurrochman Fatchurrochman, Fatchurrochman Fibrianti, Ummil Makarim Fikria, I'anatul Fitri Yanti Ghozin, Muhamad Ginting, Rosalina Br. Hariyanti, Rinny Hermawan, Desky Yanif Hermawan, Sulistyarto Hindun, Hindun I Made Sudana Ida Kusmei Ihsan, Muh Imam Taufiq Irawati Irawati Irnawati, Diyah Istiqomah, Jaya Yanti Nur Jati, Rahadian Permana Jumi Jumi Kasnawi, Kasnawi Khanafi, Khanafi Kustanti, Nani Kusumaningrum, Maya Lestari, Dewi Amelia Lestari, Lia Puji Lestari, Windah Lestasi, Sayekti Peni Puji Lustiawati, Yuni Maryanto Maryanto - Meka Dewi hapsari Minawati, Madinatun Moh. Sarwo Edy Muchroji Muchroji Mugirah Mugirah Mugirah, Mugirah Muhdi Mukholidin Mukholidin Munfaida, Munfaida Murniati, Nuning Erma Musrianah, Musrianah Nanik Hidayah Narendra Duhita Tri Ambarwati Ngadi Ngadi Ngadiyono Ngadiyono Ngasbun Egar Ngasbun Egar Ngurah Ayu Nyoman Murniati Ngurah Ayu Nyoman Murniati Noor Miyono Noor Miyono Nur Jannah Nuriyawati, Nuriyawati Nurkholis Nurkholis Nurkolis Nurkolis Nurkolis, Nurkolis Nurwiyanto, Nurwiyanto Nuryanti, Tri Nyoman, Ngurah Ayu Pramana, Al Mizzam Wahyu Pratiwi, Mita Ristya Puji Rahayu Purdiyanti Purnomo, Sri Puspasari, Yeni Putri, Dania Rasiman Rasiman Riyan Faturohman Rofi'ah, Siti Rozikin Rozikin Safitri, Era Dhika Saputro, Arif Slamet Septianingrum, Wahyu Dwi Siti Khanifah, Siti Siti Umi Kulsum Slamet Wijayanto Soedjono Soedjono Soedjono Sri Rustantinah Sudharto Sudharto Sugiyanti Sugiyanti Sugiyanto - Sulistyorini, Emmelia Maria Supartiningsih - - Supawi, Supawi Supriyanti Handayani Supriyanto, Tri Surami Surami Suroso, Cipto Susanti, Erma Windu Suyanti, Triwik Suyitno Suyitno Titik Haryati Titis Mahanani Turnudin, Turnudin Tutik Sulistyani Utami, Andini Wardhani, Anna Sri Widi Eliyanti Widya Kusumaningsih Widyawan, Hadi Wiratmoko, Dianing Wuryandoko, Santoso Yovitha Yuliejantiningsih