Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

EFEK PENAMBAHAN UMBI BUNGA DAHLIA SEBAGAI SUMBER INULIN TERHADAP KECERNAAN PROTEIN DAN PRODUKTIVITAS AYAM LOKAL PERSILANGAN (Effect of Dahlia Tuber supplementation as Inulin Source on Protein Digestibility and Productivity of Crossbred Local Chicken) Fanani, Anhar Faisal; Suthama, Nyoman; Sukamto, Bambang
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 10, No 1 (2016): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v10i1.3372

Abstract

The research was aimed to evaluate feeding effect of powder and extract of dahlia tuber as a sources of inulin prebiotic on protein digestibility and productivity of crossbred local chicken. A total of 280 unsex local crossbred chicken with the age of 22 days and average weight of 180.461.21 g was assigned in a completely randomized design with 7 treatments and 4 replications (10 birds each). Dietary treatments consist of T0 (basal ration), T1 (T0 + 0.4% dahlia powder), T2 (T0 + 0.8% dahlia powder), T3 (T0 + 1.2% dahlia powder), T4 (T0 + 0.39% dahlia extract), T5 (T0 + 0.78% dahlia extract), T6 (T0 + 1.17% extract dahlia). Treatment was conducted for 8 consecutive weeks. Variables observed were protein digestibility, short chain fatty acid (SCFA), muscle protein mass, muscle calsium mass, and body weight. The data were analyzed using ANOVA and followed by Duncan test at the level of 5%. The results showed that feeding inulin in the form of powder or extract of dahlia tuber significantly (P0.05) increased protein digestibility, SCFA level, and body weight. Treatments T2 until T6 significantly (P0.05) increased muscle calsium mass but did not increase muscle protein mass. In conclusion, the used of 1.2% dahlia powder and 1.17% extract dahlia tuber as an inulin source increase protein digestibility and productivity of crossbred local chicken.Key words: inulin, dahlia tuber, crossbred local chicken
Kandungan Nutrisi Limbah Buah Lai (Durio kutejensis) Yang Difermentasi Dengan Beberapa Jenis Mikroba Yang Berbeda Simanjuntak, Servis; Fanani, Anhar Faisal; Ardiansyah, Ardiansyah; Sholihah, Mar’atun
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XII Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v12i1.535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi limbah buah lai (Durio kutejensis) yang difermentasi dengan berbagai jenis mikroba yang berbeda sebagai pakan ternak ruminansia. Sebanyak 10 kg limbah buah lai yang terdiri dari kulit dan biji yang diperoleh dari penjual buah lai yang ada di Kota Samarinda difermentasi dengan beberapa jenis starter mikroba yang berbeda. Desain penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan, meliputi P1: Limbah buah lai tanpa mikroba starter, selanjutnya untuk P2, P3, dan P4 ditambah mikroba starter yang berbeda yaitu A. niger, E. microorganism 4 dan P. chrysosporium, lalu difermentasikan selama 21 hari dalam kodisi anaerob pada suhu kamar. Hasil analisis proksimat limbah buah lai pasca-fermentasi menunjukkan bahwa kandungan nutrisinya dipengaruhi oleh jenis starter yang digunakan. Kesimpulan penelitian ini bahwa fermentasi limbah buah lai dengan menggunakan A. niger terbukti mampu meningkatkan kandungan protein kasar yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan menggunakan E. microorganism 4, P. chrysosporium dan yang difermentasi tanpa penambahan mikroba starter. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah penambahan A. niger untuk memfermentasikan limbah buah lai
Measurement of Stress Levels in Pre- and Post-Slaughter Cattle at Tanah Merah Slaughterhouse Samarinda, East Kalimantan Province, Indonesia Wibowo, Ari; Suhardi, Suhardi; Fanani, Anhar Faisal; Wanniatie, Veronica; Hanum, Zuraida
Jurnal Agripet Vol 23, No 2 (2023): Volume 23, No. 2, Oktober 2023
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v23i2.31183

Abstract

ABSTRACT. The heightened demand for domestic beef has emerged in response to an expanding populace and heightened public interest in meat consumption. The principal objective of this investigation was to assess cardiac activity, as inferred from heart rate data, through the application of rigorous statistical methodologies and meticulous sampling techniques. The study comprised 70 Bali cattle sourced from the Samarinda Slaughterhouse (RPH), with statistical analysis facilitated by the utilization of the Z Test. Examination of the heart rate data indicated a notable degree of variability. Upon conducting the Z Test, a statistically significant finding was ascertained with p0.05, signifying the acceptance of H1. This, in turn, signified that the heart rate data exhibited an elevation in stress levels. Conversely, H0 was categorically refuted, implying an absence of heightened heart rate between the enclosure environment and the site of slaughter. Further observations centered on urination and defecation within the sample, yielding an average incidence of 11.425% amongst the 70 Bali cattle, serving as an indicator of stress or discomfort. The evaluation of stress levels in cattle within the Tanah Merah Samarinda Animal Slaughterhouse, situated in East Kalimantan, corroborated a significant surge in stress during the transition of cattle from the enclosure zone to the slaughter and dispersal area. This phenomenon is attributed to the deficiency in knowledge among stockpersons concerning optimal livestock handling and the principles of animal welfare.(Pengukuran tingkat stres pada sapi pra dan pasca penyembelihan di rumah potong hewan Tanah Merah Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia)ABSTRAK. Permintaan yang meningkat untuk daging sapi dalam negeri muncul sebagai respons terhadap pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan minat publik yang tinggi dalam konsumsi daging. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menilai aktivitas jantung, seperti yang disimpulkan dari data denyut jantung, melalui penerapan metodologi statistik yang ketat dan teknik pengambilan sampel yang cermat. Penelitian ini melibatkan 70 ekor sapi Bali yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan (RPH) Samarinda, dengan analisis statistik dilakukan dengan menggunakan Uji Z. Pemeriksaan data denyut jantung mengindikasikan tingkat variasi yang signifikan. Setelah melakukan Uji Z, temuan yang signifikan secara statistik ditemukan dengan p0,05, menunjukkan penerimaan H1. Ini, pada gilirannya, menunjukkan bahwa data denyut jantung menunjukkan peningkatan tingkat stres. Sebaliknya, H0 secara tegas ditolak, mengimplikasikan ketiadaan peningkatan denyut jantung antara lingkungan kandang dan lokasi pemotongan. Pengamatan lebih lanjut terkait dengan buang air kecil dan buang air besar dalam sampel menghasilkan insiden rata-rata sebesar 11,425% dari 70 ekor sapi Bali, yang berfungsi sebagai indikator stres atau ketidaknyamanan. Evaluasi tingkat stres pada sapi di Rumah Potong Hewan Tanah Merah Samarinda, yang terletak di Kalimantan Timur, mengkonfirmasi peningkatan signifikan dalam stres selama proses pemindahan sapi dari zona kandang ke area pemotongan dan penyebaran. Fenomena ini dikaitkan dengan kurangnya pengetahuan di antara peternak tentang penanganan ternak yang optimal dan prinsip kesejahteraan hewan.
Analisis Pendapatan Peternakan Sapi Potong di Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara Karisma Rani, Nur Kasih Nadia; Mayulu, Hamdi; Haris, Muh. Ichsan; Fanani, Anhar Faisal
INOVASI: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Vol. 20 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v20i2.1775

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pendapatan peternakan sapi potong di Kecamatan Babulu, menggunakan metode survei melalui pendekatan purposive, dengan jumlah responden sebanyak 18 yang melaksanakan usaha peternakan sapi potong. Kriteria responden yang terpilih adalah memiliki sapi potong minimal lima ekor, usaha telah berjalan minimal dua tahun, dan telah menjual ternak. Analisis data yang digunakan adalah analisis ekonomi dengan menghitung rata-rata pendapatan peternak dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan peternak usaha peternakan sapi potong mencapai Rp.614.544.302.-/th., dengan nilai R/C ratio sebesar 1,5. Hasil penelitian disimpulkan bahwa usaha peternakan sapi potong di Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara mampu menghasilkan pendapatan, dan layak diusahakan.
Mengungkap Dinamika Impor Sapi Hidup: Peluang dan Tantangan Menuju Swasembada Daging Sapi di Indonesia Maharani, Silvia; Mayulu, Hamdi; Haris, Muhammad Ichsan; Fanani, Anhar Faisal
INOVASI: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Vol. 20 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v20i3.1812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fluktuasi impor sapi hidup di Indonesia selama periode 2014-2023 dan mengevaluasi dampaknya terhadap upaya swasembada daging sapi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perdagangan, serta sumber terpercaya lainnya. Analisis dilakukan dengan pendekatan PESTEL untuk mengevaluasi faktor-faktor eksternal dan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam dinamika impor sapi hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa impor sapi hidup mengalami fluktuasi signifikan, dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi, kebijakan pemerintah, dan peristiwa global seperti pandemi COVID-19. Impor sapi hidup memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri namun juga menimbulkan tantangan bagi upaya swasembada daging sapi. Kebijakan impor yang berfokus pada sapi bakalan dibandingkan sapi bibit memperlihatkan dampak jangka panjang yang kurang mendukung peningkatan populasi sapi lokal.
STUDI KARAKTERISASI FENOTIPIK RUSA SAMBAR (Cervus unicolor) BERDASARKAN KARAKTERISTIK KUALITATIF DAN KUANTITATIF Sibagariang, Samuel Madeardo; Suhardi, Suhardi; Faisal Fanani, Anhar; Wibowo, Ari; Haris, Muh Ichsan
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 6: Januari 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan ciri fenotipik rusa sambar disetiap daerah menunjukkan bahwa faktor lingkungan menjadi salah satu pengaruh dalam variasi rusa. Penelitian sifat fenotipik dilakukan untuk melihat keanekaragaman rusa yang ada dan perlu adanya penelitian berulang setiap beberapa tahun untuk melihat perubahan fenotipik pada rusa sambar. Metode dan bahan yang digunakan adalah convenience method, bahan yang digunakan 16 ekor rusa sambar yang terdiri dari 13 ekor rusa betina dan 3 ekor rusa jantan. Parameter yang digunakan adalah parameter kualitatif dan kuantitatif. Parameter kualitatif yang diamati adalah warna rambut dan bentuk tanduk, parameter kuantitatif berupa panjang kepala, lebar kepala, panjang telinga, lebar telinga, panjang badan, lebar badan, tinggi gumba, lebar pinggul, panjang ekor, panjang ranggah kiri dan kanan serta berat ranggah. Hasil penelitian menunjukkan warna rambut rusa sambar coklat kemerahan sampai coklat kehitaman, bentuk tanduk bercabang 2, panjang kepala rusa 28,42 ± 4,46 cm, lebar kepala 14,69 ± 1,93 cm,.panjang telinga 13,47 ± 1,46 cm, lebar telinga 10,54 ± 1,04 cm, panjang badan 119,81 ± 8,26 cm, lebar badan 36,16 ± 4,04 cm, tinggi gumba 78,63 ± 6,73 cm, lebar panggul 25,84 ± 2,45 cm, panjang ekor 18,81 ± 2,40 cm, panjang ranggah kanan 25,95 ± 3,86 cm dan panjang ranggah kiri 26,49 ± 3,71 cm, berat tanduk 604,17 ± 189,8 gram. Hasil identifikasi sifat fenotipik yang diperoleh dapat digunakan sebagai bahan seleksi ternak dan evaluasi produksi ternak rusa.
Correlation Analysis of Broiler Production Traits, A Case Study in Humid Tropical East Kalimantan Akhmat Rizkuna; Amani Aldiyanti; Dani Nur Arifin; Anhar Faisal Fanani; Andi Nurmasytha
Agriwar Journal 83-90
Publisher : Program Studi Magister Sains Pertanian Program Pascasarjana Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Broiler production in humid tropical regions such as East Kalimantan faces challenges from persistently high temperature and humidity, which can affect feed intake, growth rate, and feed conversion efficiency. This study aimed to examine the correlation among key production parameters feed intake, daily weight gain, feed conversion ratio (FCR), and mortality across commercial broiler farms with different housing systems in East Kalimantan. An observational field study was conducted on four broiler farms rearing Ross, Lohmann, and Cobb strains under both closed-house and open-house environments. Data were analyzed using Pearson correlation after normality testing. The average feed intake was 3.70 ± 0.64 kg/bird, final body weight 2.08 ± 0.13 kg, total body weight gain 2.04 ± 0.13 kg, FCR 1.81 ± 0.23, and mortality 3.92 ± 0.74. A significant positive correlation was found between feed intake and FCR (r = 0.961; p < 0.05), and a very strong correlation between body weight gain and final body weight (r = 1.000; p < 0.01). Broilers raised in closed-house systems showed lower FCR and more stable growth compared to those in open-house systems. These findings highlight the crucial role of microclimatic control in improving feed efficiency and growth performance of broilers in humid tropical environments. Optimizing housing design and environmental management is therefore recommended to enhance productivity and economic efficiency of broiler farming in tropical regions.
EDUKASI PETERNAK TENTANG PEMILIHAN BIBIT DOMBA DI KECAMATAN SAMARINDA UTARA KOTA SAMARINDA Fanani, Anhar Faisal; Ismanto, Arif; Anindyasari, Dinar; Indana, Khoiru; Simanjuntak, Servis; Anjani, Fandini Meilia; Ardiansyah, Ardiansyah; Wibowo, Ari; Rizkuna, Akhmat; Fajrih H, Nurul
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3210

Abstract

Livestock performance is influenced by genetics, the environment, and their interactions. The livestock commonly raised by the community are small ruminants, particularly sheep. Therefore, it is important to provide knowledge and information regarding sheep breeding stock selection. This activity was also based on regional regulations concerning sheep farming in East Kalimantan. The purpose of this program was to educate farmers in North Samarinda District on selecting quality breeding stock, thereby improving their understanding and awareness of good breeding practices. The community service activity (PKM) was conducted at the Community Hall of Lempake Subdistrict, North Samarinda District, Samarinda City. The implementation methods included introductions and opening, delivery of educational materials, and discussion through a question-and-answer session. Through this educational activity, it is expected that farmers will gain better awareness of the importance of breeding stock selection, adapt improved management practices after socialization and training, and increase active involvement from the farming community. Farmers in North Samarinda District became more aware of the importance of breeding stock selection based on SNI (Indonesian National Standard) criteria after attending the educational program at the Lempake Community Hall. Farmers also demonstrated positive behavioral changes in selecting sheep using SNI standards. The impact of education was reflected in improved health, body size, and qualitative traits of sheep, resulting in better performance. In addition, this activity received strong support from farmer associations and related institutions in applying breeding stock selection practices. Conclusion: To improve productivity, proper breeding stock selection and management, along with the application of supporting technologies, are necessary. Thus, sheep farming has the potential to become an important source of household income and help farmers expand their sheep farming businesses.
Pendekatan Gender Equality dan Social Inclution dalam Pengelolaan Limbah Ternak Berbasis Circular Economy di Kelurahan Lempake Widiarta, I Putu Gede Didik; Fajrih, Nurul; Aldiyanti, Amani; Fanani, Anhar Faisal; Rizkuna, Akhmat; Yusuf, Roosena; Anindyasari, Dinar
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.12.1.121-131

Abstract

Livestock waste management in Lempake Subdistrict, Samarinda City, presents a significant challenge in achieving sustainability within the livestock sector, especially in urban areas. Improper livestock waste management can lead to water, air, and soil pollution, negatively affecting health and environmental quality. This community service program aims to optimize livestock waste management by applying Circular Economy (CE) principles to reduce environmental impact by recycling livestock waste into biogas and organic compost. The program involves the Krida Karya Utama Farmers Group as the subject of the service, with the primary goal of enhancing the community’s knowledge and skills in sustainable waste management. The methods used include training, outreach, and the application of Gender Equality and Social Inclusion (GESI) principles to ensure the involvement of women in waste management. The program results show an increase in the farmers’ knowledge and skills, which directly impacts the economic resilience of farming families, especially for women. Additionally, Circular Economy-based waste management can reduce pollution and optimize the use of waste as a valuable resource for the community. Despite challenges related to infrastructure and the community’s understanding of the circular economy, this program has contributed positively to the sustainability of the livestock sector and the socio-economic welfare of the community.