Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pendapatan Nelayan Tradisional di Kampung Ausem Distrik Pulau Yerui Kabupaten Kepulauan Yapen Rumahorbo, Basa T.; Tuhumena, Lolita; Hisyam, Muhammad; Ayer, Popi Ida Laila; Ramadhan, Guntar; Wardani, Aisy Nur; Oktavia, Ria Puspita Ayu; Afan, Yulianus Cia; Lestari, Dita Anggun
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.5067

Abstract

Potensi perikanan tangkap di perairan Kampung Ausem meliputi ikan pelagis dan demersal, serta masyarakat pesisir yang menggunakan pancing ulur untuk menangkap ikan tersebut. Dengan mempertimbangkan potensi sumber daya dan peluang pengembangan, serta kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya di Kampung Ausem, Kabupaten Kepulauan Yerui, sangatlah penting. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis pendapatan nelayan tradisional di Kampung Ausem. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2025 di Kampung Ausem. Secara keseluruhan, ada 23 nelayan yang menggunakan perahu dayung kayu di Kampung Ausem. Mereka berusia di atas 46 tahun, sebagian besar tidak menyelesaikan sekolah dasar, telah menjadi nelayan selama 8 tahun, sebagian besar sudah menikah, dan memiliki 4 hingga 6 anggota keluarga. Karakteristik sosial ekonomi menunjukkan bahwa responden telah tinggal di Kampung Ausem untuk waktu yang lama dan mencari nafkah sebagai nelayan dengan menangkap ikan dan berkebun ketika mereka tidak melaut. Pendapatan bersih yang diperoleh oleh nelayan individu dalam setahun dari kegiatan ini adalah Rp. 60.240.434,78/tahun. Karakteristik sosial ekonomi menunjukkan bahwa responden yang telah tinggal di Kampung Ausem untuk waktu yang lama mencari nafkah sebagai nelayan dengan menangkap ikan dan berkebun ketika mereka tidak melaut. Pendapatan bersih yang diperoleh oleh nelayan individu dalam setahun dari kegiatan ini adalah Rp. 60.240.434,78 per tahun. Dengan demikian, setiap nelayan memperoleh penghasilan bulanan sebesar Rp. 5.020.036,23, sedangkan upah minimum regional (UMR) di Provinsi Papua adalah Rp. 4.285.850. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan nelayan di Kampung Ausem, Kecamatan Pulau Yerui, Kabupaten Kepulauan Yapen.
Implementasi teknologi lampu bertenaga laut ramah lingkungan untuk pemberdayaan berkelanjutan mitra nelayan Tanjung Ria Fitriya B., Winda Ade; Unbekna, Sara; Bungasalu, Benny Ambraham; Tampobulon, Aloysius Alexandro; Ansanay, Krista Maya; Tuhumena, Lolita; Hamzah, Hardi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35408

Abstract

Abstrak Kelompok nelayan di Kelurahan Tanjung Ria, Jayapura, menghadapi tantangan utama berupa tingginya biaya operasional, keterbatasan akses pasar, serta rendahnya pemanfaatan teknologi modern. Penggunaan lampu konvensional berbahan bakar minyak tidak hanya meningkatkan biaya hingga membebani ekonomi keluarga, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan dan tidak ramah lingkungan. Program pengabdian ini menawarkan solusi berupa implementasi teknologi lampu bertenaga air laut berbasis sel elektrokimia dengan elektroda seng (Zn) dan tembaga (Cu), yang mampu menghasilkan tegangan stabil 5V untuk penerangan LED. Teknologi ini ramah lingkungan, hemat energi, mudah dioperasikan, dan dapat mengurangi biaya operasional hingga 40%. Selain itu, program meliputi pelatihan penggunaan lampu, optimalisasi operasi penangkapan melalui monitoring elektronik dan alat tangkap selektif, serta penguatan manajemen usaha dengan sistem pencatatan digital dan strategi pemasaran. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi partisipatif dengan melibatkan mitra secara aktif. Target capaian meliputi pemasangan 20 unit lampu, peningkatan hasil tangkapan 30%, efisiensi biaya operasional 40%, serta peningkatan literasi keuangan dan akses pasar nelayan. Implementasi program ini diharapkan memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial nelayan, meningkatkan produktivitas, serta mendukung praktik perikanan berkelanjutan di wilayah pesisir. Kata kunci: nelayan tradisional; lampu bertenaga air laut; efisiensi energi; manajemen usaha; pemasaran digital. Abstract The fishing community in Tanjung Ria, Jayapura, faces major challenges including high operational costs, limited market access, and low adoption of modern technology. The use of conventional fuel-based lamps not only increases expenses and burdens household economies but also poses safety risks and is environmentally unfriendly. This community service program introduces an innovative solution through the implementation of seawater-powered lamps based on electrochemical cells with zinc (Zn) and copper (Cu) electrodes, capable of generating a stable 5V output for LED lighting. This technology is environmentally friendly, energy efficient, easy to operate, and can reduce operational costs by up to 40%. The program also includes training on lamp operation, optimization of fishing activities through electronic monitoring and selective fishing gear, as well as strengthening business management with digital bookkeeping and marketing strategies. The implementation method covers socialization, training, mentoring, and participatory evaluation involving active engagement of the fisher group. Target achievements include the installation of 20 lamp units, a 30% increase in fish catch, 40% reduction in operational costs, and improved financial literacy and market access. The program is expected to strengthen the fishermen’s economic and social resilience, improve productivity, and promote sustainable fisheries practices in coastal areas. Keywords: small-scale fishermen; seawater-powered lamp; energy efficiency; business management; digital marketing.
Pemberdayaan pengrajin gerabah abar sentani melalui inovasi teknologi dan analisis pasar Kuddi, Bobbi Frans; Appa, Felycitae Ekalaya; Fitriya B., Winda Ade; Pramarselin, Irene; Putera, Safii Muhammad Jukwati; Tuhumena, Chrisostommi Wirayudha; Tuhumena, Lolita; Hamzah, Hardi; Gea, Liyatin; Papriani, Nada Pertiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35453

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pengrajin gerabah tradisional di Desa Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, melalui inovasi desain, digitalisasi produk, dan pelatihan kewirausahaan. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan desain produk yang kurang inovatif, rendahnya akses terhadap pemasaran digital, serta lemahnya kemampuan manajemen usaha. Metode pelaksanaan melibatkan pelatihan desain dan inovasi bentuk gerabah, pendampingan pembuatan akun pemasaran digital, serta pelatihan kewirausahaan berbasis kebutuhan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan produktivitas pengrajin sebesar 30%, penurunan waktu produksi sebesar 25%, peningkatan kualitas produk hingga 40%, peningkatan penjualan daring sebesar 50%, serta peningkatan pendapatan pengrajin sebesar 20–40% per bulan. Selain itu, literasi digital pengrajin meningkat dan terbentuk kanal pemasaran daring yang aktif. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi lokal serta pelestarian budaya daerah melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; gerabah tradisional; inovasi desain; digitalisasi produk; kewirausahaan. Abstract This community service program aims to empower traditional pottery artisans in Lalowaru Village, North Moramo District, South Konawe Regency, through design innovation, product digitalization, and entrepreneurship training. The main problems faced by the partners include limited product design innovation, low access to digital marketing, and weak business management skills. The implementation method involved training on creative pottery design, assistance in creating digital marketing platforms, and entrepreneurship workshops tailored to local needs. The results of the activities indicate a 30% increase in artisans’ productivity, a 25% reduction in production time, a 40% improvement in product quality, a 50% increase in online sales, and a 20–40% rise in artisans’ monthly income. In addition, artisans’ digital literacy improved, and active online marketing channels were established. This program contributes to the enhancement of the local economy as well as the preservation of regional culture through an innovative and sustainable approach. Keywords: community empowerment; traditional pottery; design innovation; product digitalization; entrepreneurship.
The PKM-based Improving Demersal and Small Pelagic Fish Processing Income in Kosong Island Jayapura City : Peningkatan Pendapatan Pengolahan Ikan Demersal dan Ikan Pelagis Kecil berbasis PKM di Pulau Kosong Kota Jayapura Daniel ZK. Wambrauw; Lolita Tuhumena; Vita Purnamasari; Fabianus Batlayeri; Alpredo Diaz Agapi L.; Nicea Roona Paranoan
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 8 No. 4 (2024): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The partner group, consisting of fishermen's wives in Pulau Kosong, Jayapura City, often assists their husbands, who work as gillnet fishermen, by preserving excess catches. Fish preservation is done by sun-drying the fish on wooden bridges in an open environment, producing dried fish products. However, the group faces challenges, including a lack of skills in hygienic fish processing and limited knowledge of financial management and marketing. This community service program involved socialization and training aimed at increasing the income of demersal and pelagic fish processors. The program employed the Participatory Rural Appraisal (PRA) method as the applied solution approach. Activities began with a location survey, followed by training on proper and hygienic packaging techniques and simple bookkeeping. Pre-tests and post-tests were conducted for the partners, with results analyzed using the normality gain test to assess the effectiveness of the intervention. Based on the N-Gain Score calculation, a score of 70.83 was obtained, categorized as moderately effective, indicating a significant improvement in the knowledge of fishermen's wives regarding the training materials.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Usaha Ternak Sapi di Kampung Dorba - Betaf II, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi Rumahorbo, Basa T.; Warpur, Maklon; Tuhumena, Lolita; Ayer, Popi Ida Laila; Wanimbo, Efray
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.5783

Abstract

Program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui usaha ternak sapi di Kampung Dorba–Betaf II, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi bertujuan meningkatkan kesejahteraan peternak melalui optimalisasi potensi lokal. Kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan langsung (on-job training) dan demonstrasi plot (demplot) yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam manajemen nutrisi, reproduksi, serta pemanfaatan pakan alternatif berupa Urea Molasses Block (UMB). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peternak dalam pembuatan dan penggunaan UMB, yang berdampak pada peningkatan konsumsi pakan, efisiensi pencernaan, dan produktivitas ternak. Program ini juga mendorong pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik sehingga mendukung keberlanjutan usaha. Dengan demikian, penerapan teknologi UMB berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan peternak dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pelatihan Pembuatan Kripik Ikan Tuna Daun Kelor Pada Ibu-Ibu Rumah Tangga RT 03 Kampung Buton Kelurahan Yabansai Distrik Heram Warpur, Maklon; Paulangan, Yunus P.; Mandey, Vera Kostansie; Ayer, Popi Ida Laila; Tuhumena, Lolita; Rumbiak, Kristoporus; Wanimbo, Efra; Rejau, Korinus
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.6217

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas hidup, khususnya dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga. Perempuan, terutama ibu rumah tangga, memiliki peran strategis dalam mengelola ekonomi keluarga dan pemenuhan kebutuhan gizi anak. Potensi ini dapat dimaksimalkan melalui pengembangan ide kreatif dan inovatif dalam pengolahan produk pangan berbasis sumber daya lokal. Kesadaran akan pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak, terutama pada masa pertumbuhan, perlu ditingkatkan. Data Kementerian Kesehatan dan Poltekkes Jayapura (2024) menunjukkan bahwa kelompok balita usia 12–59 bulan merupakan salah satu yang paling rentan terhadap masalah gizi. Penelitian ini fokus pada pemanfaatan sumber daya lokal seperti daun kelor dan ikan tuna yang melimpah di wilayah ini namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan produk pangan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melatih ibu rumah tangga di RT 03 Kampung Buton, Kelurahan Yabansai, untuk mengolah sumber daya tersebut menjadi produk pangan bergizi dan inovatif seperti kripik ikan tuna daun kelor, yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mendukung ketahanan pangan serta gizi masyarakat.
PENINGKATAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN WISATA BERBASIS DIGITAL DI KAMPUNG ENGGROS KOTA JAYAPURA Nicea Roona Paranoan; Sara Umbekna; Axelon Samuel Renyaan; Halle Fenny Peday Watori; Ramson Ompusunggu; Retno Angraeni S; Lolita Tuhumena; Hardi Hamzah; Kedswin G. Hehanussa
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i2.3345

Abstract

Enggros merupakan kampung terapung yang berada di perairan Teluk Youtefa dengan destinasi wisata yang menarik. Keberadaan kampung ini dengan alam yang indah serta hasil perikanan ikan belanak sekitar kawasan kampung Enggros dapat dikembangkan menjadi ekonomi kreatif. Namun, masyarakat terbatas dan belum memiliki keterampilan yang baik dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan potensi wisata. Oleh sebab itu, program pengabdian yang dilakukan menggunakan metode participatory rural appraisal (PRA) yang diterapkan kepada kelompok masyarakat dilakukan bulan Agustus sampai Oktober 2025. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan produktivitas industri kreatif lokal, yang juga mendukung keberlanjutan ekonomi Kampung Enggros, seuai Sustainable Development Goals 14 tentang Ekosistem Laut yang berfokus dengan mendaur ulang limbah menjadi aksesori, dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke laut. Hal ini membantu mengurangi polusi plastik dan limbah organik yang merusak ekosistem laut. Pelaksanaan kegiatan dengan sosialisasi, pelatihan, demonstrasi dan evaluasi terkait program pengabdian ini kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa sosialisasi dengan pemberian materi tentang ekonomi kreatif dan penerapan teknologi digital melalui website kampung enggros telah diterima oleh masyarakat secara antusias, pelatihan peggunaan canva untuk pembuatan brosur, demonstrasi antara tim pengabdi dan sekumpulan ibu- ibu berjumlah 10 orang dalam pembuatan asesoris berupa anting, kalung, gelang, jepitan dan gantungan kunci. Kemudian, penilaian terhadap pelaksanaan program kegiatan pengabdian oleh kumpulan ibu-ibu sebagai mitra (jumlah 10 orang) dikategorikan sangat baik karena antusias tinggi dan kolaborasi yang baik di Kampung Enggros Kota Jayapura.
Kondisi Sosial Budaya Nelayan Tradisional Dan Teknis Dalam Penggunaan Pancing Ulur (Hand Line) Di Dok IX Kelurahan Tanjung Ria Kota Jayapura Gabriela O Karisoh; Lolita Tuhumena; Nicea Roona Paranoan; Efray Wanimbo; Basa T. Rumahorbo; Jeirel Wattilete
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 14 No 2 (2025): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisal.v14i2.22939

Abstract

Jayapura City is a coastal area that has the potential of marine resources, making it the center of economic activity for fishermen. The fishermen who live in Dock IX consist of two tribes, namely Serui and Buton, who have long been fishing in the waters of Jayapura. The culture of fishermen from both tribes is closely related to an orientation towards the sea. However, this needs to be balanced with the use of environmentally friendly fishing gear so that in the future, the sustainability of fishery resources, especially Yellowfin Tuna (Thunnus albacares), can be maintained. Therefore, it is necessary to understand the fishing gear used in the fishing process and the socio-cultural conditions of traditional fishermen in fishing using handlines. Primary and secondary data collection was conducted from March to May 2025 at Dock IX, Tanjung Ria Village, Jayapura City. The social conditions of fishermen were observed in terms of age, education, length of time working as fishermen, and number of dependents in Dok IX, Tanjung Ria Village, Jayapura City. From a cultural perspective, the Buton tribe does not catch fish (as it is not fishing season), so they offer sacrifices by feeding the sea. They believe that by feeding the sea, they will catch a lot of fish. In contrast, the Serui community does not perform rituals (customs) to make offerings in the process of catching fish. They use fiberglass boats, Yamaha engines with a capacity of 15 horsepower, and fish in the waters of Jayapura City, Pasir 6, Papua New Guinea, and even the waters of Sarmi Regency.
Pengenalan Desain Prototipe Alat Pembuat Pakan Ikan bagi Kelompok Oblokhouw Sejahtera Mandiri di Papua Imam Mishbach; Himawan Himawan; Pisi Bethania Titalessy; Lolita Tuhumena; Hardi Hamzah; Nicea Roona Paranoan
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v3i2.4904

Abstract

Papua memiliki potensi besar dalam sektor perikanan budidaya, tetapi kendala utama yang dihadapi adalah harga pakan yang tinggi dan distribusi yang sulit. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan pengenalan desain prototipe alat pembuat pakan ikan bagi Kelompok Oblokhouw Sejahtera Mandiri di Papua. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang desain alat yang memungkinkan pembudidaya memproduksi pakan secara mandiri dengan bahan baku lokal. Metode kegiatan mencakup survei kebutuhan, sosialisasi konsep desain, diskusi teknis, serta evaluasi kelayakan desain. Kegiatan ini dilaksanakan pada Oktober 2024 di Kampung Yoka dengan melibatkan 11 orang, terdiri dari pembudidaya skala kecil hingga menengah. Sosialisasi memberikan wawasan mengenai pentingnya produksi pakan mandiri, sedangkan diskusi teknis bertujuan menyempurnakan desain agar sesuai dengan kebutuhan pembudidaya. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dari peserta, dengan masukan penting terkait kemudahan operasional, sumber energi, dan efisiensi alat. Evaluasi desain mengindikasikan bahwa alat ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada pakan komersial serta meningkatkan keberlanjutan usaha budidaya ikan di Papua. Diharapkan desain prototipe ini dapat menjadi solusi bagi pembudidaya untuk mengakses pakan alternatif yang lebih murah dan mudah diproduksi.
Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Pembuatan Tahu Tuna di Koya Timur Yunus P. Paulangan; Basa T. Rumahorbo; Lolita Tuhumena; Nicea Roona Paranoan; Hardi Hamzah; Felycitae Ekalaya Appa; Nur Fadilah Bakri
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5313

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi istri nelayan di Koya Timur melalui pelatihan pembuatan tahu tuna sebagai produk olahan bernilai tambah. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, diskusi, demonstrasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta dilibatkan secara aktif dalam praktik pembuatan tahu tuna, mulai dari persiapan bahan, pencampuran, pencetakan, hingga pengukusan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 51,8 dan post-test 82,9, serta N-gain sebesar 64,6 yang termasuk kategori cukup efektif. Produk tahu tuna yang dihasilkan dinilai bergizi tinggi, bercita rasa baik, serta berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan berbasis potensi lokal.Secara keilmuan, kegiatan ini memberikan kontribusi pada literatur pemberdayaan perempuan di sektor perikanan, khususnya dalam konteks diversifikasi produk berbasis ikan yang dapat meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan. Implikasi praktis dari kegiatan ini adalah tersedianya model pelatihan sederhana dan aplikatif yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lain dengan karakteristik serupa.
Co-Authors A. Tomasila, Leopold Abda Abda Abdullah Ak, Husain Afan, Yulianus Cia Agamawan, Lalu P I Agamawan, Lalu Panji I. Agustinus Tupamahu Albida Rante Tasak, Albida Rante Alpredo Diaz Agapi L. Ansanay, Krista Maya Aryanto Aryanto Aryanto Assagaff, Sayid B. Axelon Samuel Renyaan Ayub Sahala Gultom Ayub Sahala Gultom Ayub Sahala Gultom Baigo Hamuna, Baigo Bara’padang, Barnabas Basa T Rumahorbo Basa T. Rumahorbo Basa Tunggul Rumahorbo Battu, Yudistira S. Bobi Frans Kuddi Boli, Elisabert Bre Bungasalu, Benny Ambraham Caecilia Bintang Girik Allo Caecilia Bintang Girik Allo Daniel Z.K. Wambrauw Daniel ZK. Wambrauw Dedi Parenden Demi, LA Dewi Hikmah Marisda Efray Wanimbo Efray Wanimbo Ely, Achmad J Ervina Indrayani Eygner Talakua Fabianus Batlayeri Farid, Muhamad Felycitae Ekalaya Appa Fitriya B., Winda Ade Gabriela O Karisoh Halle Fenny Peday Watori Hamzah, Hardi Hardi Hamzah Hardi Hamzah Haruna Haruna Haryati, Kristina Hasin, Ardiansah Hehanussa, Kedswin Gerson Henderitte L. Ohee Himawan Himawan Himawan Himawan Hisya, Muhammad Huwae, Jilian Risky Imam Misbach Imam Mishbach Imam Mishbach Indrayani, Elvina Jeirel Wattilete Kalvin Paiki Karisoh, Gabriela O. Korinus Rejau Kristoporus Rumbiak Kuddi, Bobbi Frans La Demi, La Demi Lalu Panji Imam Agamawan Leopold A Tomasila Leopold A. Tomasila Leopold A. Tomasila Leopold A. Tomasila Leopold Arthur Tomasila Leopold Arthur Tomasila Lestari, Dita Anggun Lilis W. Talaut Lindon R Pane Liyatin Gea Loppies, Yerrynaldo Maklon Warpur Maklon Warpur Mandey, Vera Kostansie Mantayborbir, Vyona Maruanaya, Yan Maruayana, Yan Merly, Sendy Misbach, Imam Mistina, Rahayu Septyaning Muh. Kasim Muhamad Hariono Muhamad Hariono2 Muhammad Hisyam Muhammad Zainuri, Muhammad Nancy Parera Nazal, Muhammad Asghar Nicea Roona Paranoan Nicea Roona Paranoan Numberi, Yulindra M. Numberi, Yulindra Margaretha Nur Fadilah Bakri Octolia Togibasa Oktavia, Ria Puspita Ayu Paprian, Nada Pertiwi Papriani, Nada Pertiwi Parina Sella Pattinaja, Yvonne I Pattinaja, Yvonne I. Pattipeilohy, Christian E. Pattipeilohy, Christian Ernsz Patty, Ningsih Damaris M Paulangan, Yunus P. Payapo, Muhammad Z.U. Payapo, Muhammad Zia Ulhaq Pirhel Pirhel, Pirhel Pisi Bethania Titalessy Pontoh, Peggy Popi Ida Laila Ayer Pramarselin, Irene Puguh Sujarta Putera, Safii Muhammad Jukwati R. Rijanta Rahma Ohorella Ramadei, Yohana Ramadhan, Guntar Ramson Ompusunggu Raya Rita Rejau, Korinus Rejauw, Korinus Retno Angraeni S Rewang, Grisella M. S. P. Risakotta, Tesalonika Kezia Rosa Pangaribuan, Rosa RR. Ella Evrita Hestiandari Rumahorbo, Basa T. Rumahorbo Rumbiak, Kristhopolus Rumbiak, Kristhopolus K. Rumbiak, Kristoporus Runtuboi, Dirk Y. P. Rusdianto Safaati, Sufeni Sahilatua, Jozef M Salhuteru, Stefani T Sara Umbekna Sara Umbekna Sara Umbekna Sara Umbekna Sara Umbekna Sara Umbekna Serkadifat, Yetty Silvester Sinau Sinau, Silvester Sitti Rosnafi’an Sumardi Solissa, Margret Inggrit Sopaheluwakan, Juanita Suharno Suharno Talakua, Eygner Gerald Tampobulon, Aloysius Alexandro Tessalonika K. Risakotta Titasam, Onesimus Tomasila, Leopold A Tomasila, Leopold A. Tomasila, Leopold Arthur Tommi Tommi, Tommi Tuhumena, Chrisostommi Wirayudha Tuhumena, Jeremias Tuhumena, Jeremias R Umarella, Afrizal I Umbekna , Sara Umbekna, Sara Unbekna, Sara Vita Purnamasari Wambrauw, Daniel Wambrauw, Daniel Z K Wambrauw, Daniel Z. K Wambrauw, Daniel Z. K. Wambrauw, Daniel Z.K. Wanimbo, Efra Wanimbo, Timiron Wardani, Aisy Nur Way, Jufentus Ronaldo Winda A F Butar butar Winda Ade Fitriya B Yenusi, Tien Nova B. Yofreds Tanamal Yohana Yana Sinaga Yulindra M. Numberi Yunus P. Paulangan Yvonne I. Pattinaja Yvonne Indrajati Pattinaj Yvonne Indrawati Pattinaja