Claim Missing Document
Check
Articles

Kepadatan dan Kelimpahan Siput Ena montana sebagai Bioindikator Pencemaran Pada Air Sungai Arbes Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon Gea, Liyatin; Muhamad Hariono2; Imam Misbach; Lolita Tuhumena; Paprian, Nada Pertiwi
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.4783

Abstract

Penurunan kualitas air dapat berdampak pada menurunnya daya guna, hasil guna, produktivitas, daya dukung, serta daya tampung suatu sumber daya air. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan dan berkurangnya kekayaan sumber daya alam. Salah satu pendekatan untuk menilai tingkat pencemaran adalah melalui penggunaan organisme hidup sebagai bioindikator, yaitu makhluk hidup yang mampu memberikan respons terhadap perubahan kondisi lingkungan. Siput Ena montana merupakan salah satu hewan akuatik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bioindikator pencemaran perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan kelimpahan siput E. montana sebagai bioindikator pencemaran pada perairan Sungai Arbes, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepadatan tertinggi terdapat pada bagian hilir sungai dengan 81 ind/m² dan kelimpahan sebesar 4.843 individu, sedangkan nilai terendah terdapat pada bagian hulu dengan 4 ind/m² dan kelimpahan 214 individu. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin ke arah hilir Sungai Arbes, nilai kepadatan dan kelimpahan E. montana semakin meningkat. Tingginya jumlah individu dan kelimpahan E. montana pada kondisi perairan yang tercemar menunjukkan bahwa spesies ini memiliki kemampuan adaptasi fisiologis yang baik untuk bertahan hidup pada lingkungan dengan kualitas air rendah. Oleh karena itu, keberadaan E. montana dapat diidentifikasi sebagai indikator biologis yang efektif dalam menentukan tingkat pencemaran air.
Analisis Pendapatan Nelayan Tradisional di Kampung Ausem Distrik Pulau Yerui Kabupaten Kepulauan Yapen Rumahorbo, Basa T.; Tuhumena, Lolita; Hisyam, Muhammad; Ayer, Popi Ida Laila; Ramadhan, Guntar; Wardani, Aisy Nur; Oktavia, Ria Puspita Ayu; Afan, Yulianus Cia; Lestari, Dita Anggun
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.5067

Abstract

Potensi perikanan tangkap di perairan Kampung Ausem meliputi ikan pelagis dan demersal, serta masyarakat pesisir yang menggunakan pancing ulur untuk menangkap ikan tersebut. Dengan mempertimbangkan potensi sumber daya dan peluang pengembangan, serta kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya di Kampung Ausem, Kabupaten Kepulauan Yerui, sangatlah penting. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis pendapatan nelayan tradisional di Kampung Ausem. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2025 di Kampung Ausem. Secara keseluruhan, ada 23 nelayan yang menggunakan perahu dayung kayu di Kampung Ausem. Mereka berusia di atas 46 tahun, sebagian besar tidak menyelesaikan sekolah dasar, telah menjadi nelayan selama 8 tahun, sebagian besar sudah menikah, dan memiliki 4 hingga 6 anggota keluarga. Karakteristik sosial ekonomi menunjukkan bahwa responden telah tinggal di Kampung Ausem untuk waktu yang lama dan mencari nafkah sebagai nelayan dengan menangkap ikan dan berkebun ketika mereka tidak melaut. Pendapatan bersih yang diperoleh oleh nelayan individu dalam setahun dari kegiatan ini adalah Rp. 60.240.434,78/tahun. Karakteristik sosial ekonomi menunjukkan bahwa responden yang telah tinggal di Kampung Ausem untuk waktu yang lama mencari nafkah sebagai nelayan dengan menangkap ikan dan berkebun ketika mereka tidak melaut. Pendapatan bersih yang diperoleh oleh nelayan individu dalam setahun dari kegiatan ini adalah Rp. 60.240.434,78 per tahun. Dengan demikian, setiap nelayan memperoleh penghasilan bulanan sebesar Rp. 5.020.036,23, sedangkan upah minimum regional (UMR) di Provinsi Papua adalah Rp. 4.285.850. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan nelayan di Kampung Ausem, Kecamatan Pulau Yerui, Kabupaten Kepulauan Yapen.
Persepsi Istri Nelayan Terhadap Produk Olahan Green Fish Nugget di Pulau Kosong Kota Jayapura Paranoan, Nicea Roona; Tuhumena, Lolita; Gultom, Ayub Sahala; Aryanto; Maruanaya, Yan
Cahaya Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Apik Cahaya Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61971/cp.v2i2.178

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan pendapatan keluarga nelayan melalui pemanfaatan hasil tangkapan laut yang bernilai ekonomi rendah menjadi produk olahan bernilai jual tinggi. Salah satu bentuk inovasi yang ditawarkan adalah Green Fish Nugget, yaitu produk olahan nugget berbahan dasar ikan yang dipadukan denga daun kelor, guna meningkatkan kandungan gizinya. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga nelayan melalui pelatihan pembuatan Green Fish Nugget, yaitu produk olahan ikan yang dipadukan dengan sayuran hijau sebagai upaya diversifikasi pangan bergizi dan bernilai jual tinggi. Kegiatan dilaksanakan di Pulau Kosong, Kota Jayapura, dengan melibatkan 10 istri nelayan sebagai peserta. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan, pelatihan teknis, uji organoleptik, serta wawancara dan diskusi evaluatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa persepsi peserta terhadap produk Green Fish Nugget sangat positif. Sebanyak 90% menyatakan sangat menyukai rasa produk, 90% menilai teksturnya lembut dan cocok untuk konsumsi keluarga, dan 80% menunjukkan minat untuk memproduksi secara mandiri sebagai usaha rumah tangga. Selain itu, peserta menilai bahwa bahan baku mudah didapat dan proses pembuatannya relatif sederhana. Kendala utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan alat pengemas dan pengetahuan pemasaran. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa Green Fish Nugget berpotensi menjadi alternatif usaha rumahan yang layak dikembangkan oleh istri nelayan. Produk ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah ikan lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan perempuan pesisir. Diperlukan dukungan lanjutan berupa pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital, dan fasilitasi peralatan untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Implementasi teknologi lampu bertenaga laut ramah lingkungan untuk pemberdayaan berkelanjutan mitra nelayan Tanjung Ria Fitriya B., Winda Ade; Unbekna, Sara; Bungasalu, Benny Ambraham; Tampobulon, Aloysius Alexandro; Ansanay, Krista Maya; Tuhumena, Lolita; Hamzah, Hardi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35408

Abstract

Abstrak Kelompok nelayan di Kelurahan Tanjung Ria, Jayapura, menghadapi tantangan utama berupa tingginya biaya operasional, keterbatasan akses pasar, serta rendahnya pemanfaatan teknologi modern. Penggunaan lampu konvensional berbahan bakar minyak tidak hanya meningkatkan biaya hingga membebani ekonomi keluarga, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan dan tidak ramah lingkungan. Program pengabdian ini menawarkan solusi berupa implementasi teknologi lampu bertenaga air laut berbasis sel elektrokimia dengan elektroda seng (Zn) dan tembaga (Cu), yang mampu menghasilkan tegangan stabil 5V untuk penerangan LED. Teknologi ini ramah lingkungan, hemat energi, mudah dioperasikan, dan dapat mengurangi biaya operasional hingga 40%. Selain itu, program meliputi pelatihan penggunaan lampu, optimalisasi operasi penangkapan melalui monitoring elektronik dan alat tangkap selektif, serta penguatan manajemen usaha dengan sistem pencatatan digital dan strategi pemasaran. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi partisipatif dengan melibatkan mitra secara aktif. Target capaian meliputi pemasangan 20 unit lampu, peningkatan hasil tangkapan 30%, efisiensi biaya operasional 40%, serta peningkatan literasi keuangan dan akses pasar nelayan. Implementasi program ini diharapkan memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial nelayan, meningkatkan produktivitas, serta mendukung praktik perikanan berkelanjutan di wilayah pesisir. Kata kunci: nelayan tradisional; lampu bertenaga air laut; efisiensi energi; manajemen usaha; pemasaran digital. Abstract The fishing community in Tanjung Ria, Jayapura, faces major challenges including high operational costs, limited market access, and low adoption of modern technology. The use of conventional fuel-based lamps not only increases expenses and burdens household economies but also poses safety risks and is environmentally unfriendly. This community service program introduces an innovative solution through the implementation of seawater-powered lamps based on electrochemical cells with zinc (Zn) and copper (Cu) electrodes, capable of generating a stable 5V output for LED lighting. This technology is environmentally friendly, energy efficient, easy to operate, and can reduce operational costs by up to 40%. The program also includes training on lamp operation, optimization of fishing activities through electronic monitoring and selective fishing gear, as well as strengthening business management with digital bookkeeping and marketing strategies. The implementation method covers socialization, training, mentoring, and participatory evaluation involving active engagement of the fisher group. Target achievements include the installation of 20 lamp units, a 30% increase in fish catch, 40% reduction in operational costs, and improved financial literacy and market access. The program is expected to strengthen the fishermen’s economic and social resilience, improve productivity, and promote sustainable fisheries practices in coastal areas. Keywords: small-scale fishermen; seawater-powered lamp; energy efficiency; business management; digital marketing.
Pemberdayaan pengrajin gerabah abar sentani melalui inovasi teknologi dan analisis pasar Kuddi, Bobbi Frans; Appa, Felycitae Ekalaya; Fitriya B., Winda Ade; Pramarselin, Irene; Putera, Safii Muhammad Jukwati; Tuhumena, Chrisostommi Wirayudha; Tuhumena, Lolita; Hamzah, Hardi; Gea, Liyatin; Papriani, Nada Pertiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35453

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pengrajin gerabah tradisional di Desa Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, melalui inovasi desain, digitalisasi produk, dan pelatihan kewirausahaan. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan desain produk yang kurang inovatif, rendahnya akses terhadap pemasaran digital, serta lemahnya kemampuan manajemen usaha. Metode pelaksanaan melibatkan pelatihan desain dan inovasi bentuk gerabah, pendampingan pembuatan akun pemasaran digital, serta pelatihan kewirausahaan berbasis kebutuhan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan produktivitas pengrajin sebesar 30%, penurunan waktu produksi sebesar 25%, peningkatan kualitas produk hingga 40%, peningkatan penjualan daring sebesar 50%, serta peningkatan pendapatan pengrajin sebesar 20–40% per bulan. Selain itu, literasi digital pengrajin meningkat dan terbentuk kanal pemasaran daring yang aktif. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi lokal serta pelestarian budaya daerah melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; gerabah tradisional; inovasi desain; digitalisasi produk; kewirausahaan. Abstract This community service program aims to empower traditional pottery artisans in Lalowaru Village, North Moramo District, South Konawe Regency, through design innovation, product digitalization, and entrepreneurship training. The main problems faced by the partners include limited product design innovation, low access to digital marketing, and weak business management skills. The implementation method involved training on creative pottery design, assistance in creating digital marketing platforms, and entrepreneurship workshops tailored to local needs. The results of the activities indicate a 30% increase in artisans’ productivity, a 25% reduction in production time, a 40% improvement in product quality, a 50% increase in online sales, and a 20–40% rise in artisans’ monthly income. In addition, artisans’ digital literacy improved, and active online marketing channels were established. This program contributes to the enhancement of the local economy as well as the preservation of regional culture through an innovative and sustainable approach. Keywords: community empowerment; traditional pottery; design innovation; product digitalization; entrepreneurship.
The PKM-based Improving Demersal and Small Pelagic Fish Processing Income in Kosong Island Jayapura City : Peningkatan Pendapatan Pengolahan Ikan Demersal dan Ikan Pelagis Kecil berbasis PKM di Pulau Kosong Kota Jayapura Daniel ZK. Wambrauw; Lolita Tuhumena; Vita Purnamasari; Fabianus Batlayeri; Alpredo Diaz Agapi L.; Nicea Roona Paranoan
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 8 No. 4 (2024): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The partner group, consisting of fishermen's wives in Pulau Kosong, Jayapura City, often assists their husbands, who work as gillnet fishermen, by preserving excess catches. Fish preservation is done by sun-drying the fish on wooden bridges in an open environment, producing dried fish products. However, the group faces challenges, including a lack of skills in hygienic fish processing and limited knowledge of financial management and marketing. This community service program involved socialization and training aimed at increasing the income of demersal and pelagic fish processors. The program employed the Participatory Rural Appraisal (PRA) method as the applied solution approach. Activities began with a location survey, followed by training on proper and hygienic packaging techniques and simple bookkeeping. Pre-tests and post-tests were conducted for the partners, with results analyzed using the normality gain test to assess the effectiveness of the intervention. Based on the N-Gain Score calculation, a score of 70.83 was obtained, categorized as moderately effective, indicating a significant improvement in the knowledge of fishermen's wives regarding the training materials.
Pengenalan Alat Navigasi, Keselamatan dan Kesehatan pada Kapal Penangkap Ikan Enterprise di Perairan Selat Makassar Tomasila, Leopold A.; Tuhumena, Lolita C.; Sinau, Silvester; Pattinaja, Yvonne I.; Umbekna, Sara
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 2 (2023): AMANISAL: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i2p102-117

Abstract

On voyage fishing vessel should be equipped with proper navigation equipment. Cadets who will be working onboard of a fishing vessel should understanding and aware of navigational equipment, safety equipment and healthy equipment. Because ,it could cause accident and awareness on navigational equipment. One of the ways for cadets to understand about navigation equipment are Maps, Campasses, Global Positioning System, Radia and Automatic Identification System. Each of these navigation equipment are hhaving their own function and operating system. So, it is a mandatory for every cadets to understand and aware in operating sthes navigation and know about safety equipment and healthy equipment on Enterprise fishing vessel .
Kondisi Sosial Budaya Nelayan Tradisional Dan Teknis Dalam Penggunaan Pancing Ulur (Hand Line) Di Dok IX Kelurahan Tanjung Ria Kota Jayapura Karisoh, Gabriela O; Tuhumena, Lolita; Paranoan, Nicea Roona; Wanimbo, Efray; Rumahorbo, Basa T.; Wattilete, Jeirel
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 14 No 2 (2025): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisal.v14i2.22939

Abstract

Jayapura City is a coastal area that has the potential of marine resources, making it the center of economic activity for fishermen. The fishermen who live in Dock IX consist of two tribes, namely Serui and Buton, who have long been fishing in the waters of Jayapura. The culture of fishermen from both tribes is closely related to an orientation towards the sea. However, this needs to be balanced with the use of environmentally friendly fishing gear so that in the future, the sustainability of fishery resources, especially Yellowfin Tuna (Thunnus albacares), can be maintained. Therefore, it is necessary to understand the fishing gear used in the fishing process and the socio-cultural conditions of traditional fishermen in fishing using handlines. Primary and secondary data collection was conducted from March to May 2025 at Dock IX, Tanjung Ria Village, Jayapura City. The social conditions of fishermen were observed in terms of age, education, length of time working as fishermen, and number of dependents in Dok IX, Tanjung Ria Village, Jayapura City. From a cultural perspective, the Buton tribe does not catch fish (as it is not fishing season), so they offer sacrifices by feeding the sea. They believe that by feeding the sea, they will catch a lot of fish. In contrast, the Serui community does not perform rituals (customs) to make offerings in the process of catching fish. They use fiberglass boats, Yamaha engines with a capacity of 15 horsepower, and fish in the waters of Jayapura City, Pasir 6, Papua New Guinea, and even the waters of Sarmi Regency.
Strategi Pengembangan Usaha Nelayan Penangkap Ikan Cakalang Orang Asli Papua di Kampung Sanoba, Kabupaten Nabire: Developing Business Strategies for Indigenous Papuan Skipjack Tuna Fishermen in Sanoba, Nabire: A SWOT Analysis Maruanaya, Yan; Mistina, Rahayu Septyaning; Tuhumena, Lolita; Pattiradjawane, Johanes
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 6 No. 2 (2026): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v6i2.95

Abstract

Ikan cakalang merupakan jenis ikan ekonomis penting dan menjadi tujuan penangkapan para nelayan yang bermukim di pesisir Kabupaten Nabire. Nelayan penangkap ikan cakalang Orang Asli Papua (OAP) dalam peningkatan ekonomi keluarga sangat bergantung pada hasil tangkapan ikan cakalang. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji strategi pengembangan usaha nelayan OAP penangkap ikan cakalang di Kampung Sanoba, Kabupaten Nabire. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 Januari hingga 11 Februari 2026 dan fokusnya pada nelayan OAP yang kesehariannya menangkap ikan cakalang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan metode kualitatif dan kuantitatif untuk merumuskan strategi pengembangan usaha nelayan penangkap ikan cakalang OAP. Analisis faktor eksternal dan internal menggunakan SWOT, IFAS dan EFAS. Daerah penangkapan ikan cakalang cenderung terkonsentrasi di wilayah pesisir yang relatif sempit karena dipengaruhi oleh keterbatasan armada dan teknologi alat tangkap. Hasil tangkapan ikan cakalang sebagai sumber utama ekonomi keluarga dan pendapatan nelayan bersifat fluktuatif karena dipengaruhi oleh faktor musim, kondisi cuaca, ketersediaan sumber daya ikan, harga pasar, serta biaya operasional. Analisis SWOT menunjukkan pengembangan usaha nelayan cakalang memerlukan strategi terpadu yang mengoptimalkan kekuatan internal dan peluang eksternal, sekaligus meminimalkan kelemahan dan ancaman. Nilai total Matriks IFAS menunjukkan kondisi internal nelayan penangkap ikan cakalang OAP berada pada kategori cukup kuat, dengan kekuatan yang relatif lebih dominan dibandingkan kelemahan. Nilai total Matriks EFAS menunjukkan lingkungan eksternal berada pada kategori cukup kuat hingga menguntungkan. Strategi yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperkuat kelembagaan usaha, serta mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Usaha Ternak Sapi di Kampung Dorba - Betaf II, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi Rumahorbo, Basa T.; Warpur, Maklon; Tuhumena, Lolita; Ayer, Popi Ida Laila; Wanimbo, Efray
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.5783

Abstract

Program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui usaha ternak sapi di Kampung Dorba–Betaf II, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi bertujuan meningkatkan kesejahteraan peternak melalui optimalisasi potensi lokal. Kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan langsung (on-job training) dan demonstrasi plot (demplot) yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam manajemen nutrisi, reproduksi, serta pemanfaatan pakan alternatif berupa Urea Molasses Block (UMB). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peternak dalam pembuatan dan penggunaan UMB, yang berdampak pada peningkatan konsumsi pakan, efisiensi pencernaan, dan produktivitas ternak. Program ini juga mendorong pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik sehingga mendukung keberlanjutan usaha. Dengan demikian, penerapan teknologi UMB berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan peternak dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Co-Authors . Risakotta, Tesalonika K A. Tomasila, Leopold Abda Abda Afan, Yulianus Cia Agamawan, Lalu P I Agamawan, Lalu Panji I. Agustinus Tupamahu Albida Rante Tasak, Albida Rante Alpredo Diaz Agapi L. Ansanay, Krista Maya Appa, Felycitiae E. Aryanto Aryanto Aryanto Assagaff, Sayid B. Ayub Sahala Gultom B Fitriya, Winda Ade Baigo Hamuna, Baigo Bara’padang, Barnabas Basa T Rumahorbo Basa Tunggul Rumahorbo Battu, Yudistira S. Bobi Frans Kuddi Boli, Elisabert Bre Bungasalu, Benny Ambraham Caecilia Bintang Girik Allo Daniel Z.K. Wambrauw Daniel ZK. Wambrauw Dedi Parenden Demi, LA Efray Wanimbo Ely, Achmad J Ervina Indrayani Eygner Talakua Fabianus Batlayeri Farid, Muhamad Felycitae Ekalaya Appa Fitriya B., Winda Ade Friyuanita Lubis Hamzah, Hardi Hardi Hamzah Haruna Haruna Haryati, Kristina Hehanussa, Kedswin Gerson Henderitte L. Ohee Himawan Himawan Hisya, Muhammad Huwae, Jilian Risky Imam Misbach Imam Mishbach Indrayani, Elvina Kalvin Paiki Karisoh, Gabriela O Karisoh, Gabriela O. Kuddi, Bobbi Frans La Demi, La Demi Lalu Panji Imam Agamawan Leopold A Tomasila Leopold A. Tomasila Leopold A. Tomasila Leopold Arthur Tomasila Leopold Arthur Tomasila Lestari, Dita Anggun Lilis W. Talaut Lindon R Pane Liyatin Gea Loppies, Yerrynaldo Maklon Warpur Maklon Warpur Mandey, Vera Kostansie Mantayborbir, Vyona Maruanaya, Yan Maruayana, Yan Merly, Sendy Misbach, Imam Mistina, Rahayu Septyaning Muh. Kasim Muhamad Hariono Muhamad Hariono2 Muhammad Hisyam Muhammad Zainuri, Muhammad Nancy Parera Nazal, Muhammad Asghar Nicea Roona Paranoan Numberi, Yulindra M. Numberi, Yulindra Margaretha Nur Fadilah Bakri Octolia Togibasa Oktavia, Ria Puspita Ayu Paprian, Nada Pertiwi Papriani, Nada Pertiwi Parina Sella Pattinaja, Yvonne I Pattinaja, Yvonne I. Pattipeilohy, Christian E. Pattipeilohy, Christian Ernsz Pattiradjawane, Johanes Patty, Ningsih Damaris M Paulangan, Yunus P. Payapo, Muhammad Z.U. Payapo, Muhammad Zia Ulhaq Pirhel Pirhel, Pirhel Pisi Bethania Titalessy Pontoh, Peggy Popi Ida Laila Ayer Pramarselin, Irene Puguh Sujarta Putera, Safii Muhammad Jukwati R. Rijanta Rahma Ohorella Ramadei, Yohana Ramadhan, Guntar Rejau, Korinus Rejauw, Korinus Rewang, Grisella M. S. P. Risakotta, Tesalonika K. Rosa Pangaribuan, Rosa RR. Ella Evrita Hestiandari Rumahorbo, Basa T. Rumahorbo Rumbiak, Kristhopolus Rumbiak, Kristhopolus K. Rumbiak, Kristoporus Runtuboi, Dirk Y. P. Rusdianto Safaati, Sufeni Sahilatua, Jozef M Salhuteru, Stefani T Sara Umbekna Sara Umbekna Sara Umbekna Sara Umbekna Serkadifat, Yetty Sinau, Silvester Sitti Rosnafi’an Sumardi Solissa, Margret Inggrit Sopaheluwakan, Juanita Suharno Suharno Talakua, Eygner Gerald Tampobulon, Aloysius Alexandro Tessalonika K. Risakotta Titasam, Onesimus Tomasila, Leopold A Tomasila, Leopold A. Tomasila, Leopold Arthur Tommi Tommi, Tommi Tuhumena, Chrisostommi Wirayudha Tuhumena, Jeremias Tuhumena, Jeremias R Umarella, Afrizal I Umbekna , Sara Umbekna, Sara Unbekna, Sara Vita Purnamasari Wambrauw, Daniel Wambrauw, Daniel Z K Wambrauw, Daniel Z. K Wambrauw, Daniel Z. K. Wambrauw, Daniel Z.K. Wanimbo, Efra Wanimbo, Timiron Wardani, Aisy Nur Wattilete, Jeirel Way, Jufentus Ronaldo Winda A F Butar butar Winda Ade Fitriya B Yenusi, Tien Nova B. Yofreds Tanamal Yohana Yana Sinaga Yulindra M. Numberi Yvonne Indrajati Pattinaj Yvonne Indrawati Pattinaja