Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

UNLOADING OF FISH ACTIVITIES AT SENDANG BIRU, COASTAL FISHERIES PORT (PPP) PONDOKDADAP, MALANG REGENCY Al Maky, Nuril Huda; Isdianto, Andik; Ariefandi, Muhammad Fikri; Kudrati, Amelinda Vivian; Tyas, Herlin Widi Aning; Yorarizka, Putri Devi; Pangestu, Wanda Suryani; Setyanto, Arief; Bintoro, Gatut; Putri, Berlania Mahardika; Fathah, Aulia Lanudia; Andrimida, Anthon; Luthfi, Oktiyas Muzaky
Journal of Environmental Engineering and Sustainable Technology Vol 10, No 01 (2023)
Publisher : Directorate of Research and Community Service (DRPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jeest.2023.010.01.2

Abstract

The fishing port, which acts as a public agency, provides services and facilitates fishing activities for fishermen. One indicator that the service provided is already optimal is the minimum number of vessels in the process of dismantling fish in the port. The study aims to find out the fishing landing system and the number of ships that landed during the period September–August 2022. The method used is directly through field observations and collecting secondary data to supplement the data obtained. The system applied to each port is different. The port of Pondokdadap applies the queue method as well as the system of nahkoda, where the ship's documents must be submitted and the fisherman's number taken before landing. Boats that want to sell fish to the TPI must be equipped with a catch letter. In the period September–August 2022, the highest number of ships was found in June 2022, with 603. For the smallest number in January 2022, there were 22 ships. Based on the results obtained, it is known that the period of April–September has the highest number, while there is a decrease in the number in October–March. There was an increase in the number of vessels that carried out fishing, which was affected by the fishing season, with the high season in the Eastern season.
Community Structure of Fishes the Association with Seagrasses at Bama Beach, Baluran National Park, Situbondo, East Java Setyanto, Arif; Andriani, Dina; Sulkhani Yulianto, Eko; Tumulyadi, Agus; Bintoro, Gatut; Djoko Lelono, Tri; Adhihapsari, Wirastika; Nur Hidayah, Lisa; Isdianto, Andik; Zakiyah, Umi; Lanudia Fathah, Aulia; Kurnia Wardana, Novar; Mahardika Putri, Berlania
Journal of Marine and Coastal Science Vol. 13 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmcs.v13i3.61211

Abstract

Seagrass bed has an important role for biota in waters. The existence of fish in seagrass is influenced by other ecosystems close to seagrass, such as mangroves and coral reefs. This study focuses on fish associated with seagrass in Bama Beach. The data include seagrass coverage and the number of fish for the Diversity, Uniformity, and Dominance. The study was carried out on March 15 to 20, 2018 using the Underwater Visual Census. Results show that seagrass cover was highest in seagrass stations near mangroves (62,66%), while at stations near coral reefs was 37,66. The composition of fish associated with seagrass near mangroves was 361 individuals, while near reefs was 1.454 individuals. The values of diversity, uniformity, and dominance of fish associated with seagrass near mangroves are 2,62; 0,88; and 0,09 respectively while those associated with coral reefs have values of 2,93; 0,85; and 0,06. Family Aulostomidae was dominant in the morning at the station near mangroves, and in the afternoon was dominated by Apogonidae. At the station near coral reefs, the Family Pomacentridae was dominant both in the morning and afternoon. The seagrass conditions in this study are in the healthy category with quite diverse fishes. The level of fish diversity in seagrass was influenced by habitats associated with seagrasses than seagrass cover levels. The condition of Bama Beach as a conservation area is quite good, but the activity of tourists around the coastline must be monitored to maintain the environment.
Produktivitas Alat Tangkap Pocongan Terhadap Puerulus (Panulirus spp.) pada Kedalaman Berbeda di Perairan Prigi Subagio, Hari; Bintoro, Gatut; Rosana, Nurul; Widagdo, Supriyatno; Subianto, Agus; Sofijanto, Mochamad Arief; Nuhman, Nuhman; Sulestiani, Aniek; Kusyairi, Achamad; Mu'minin, Airul Amirul
Akuatika Indonesia Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i1.54945

Abstract

Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lobster duri (Panulirus spp.) melalui kegiatan budidaya perairan layak untuk direalisasikan guna memenuhi peningkatan permintaan ekspor. Akan tetapi kebutuhan Benih Bening Lobster (BBL) masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam. Penangkapan BBL di perairan pesisir Prigi menggunakan Alat Tangkap Pocongan (ATP). Terkait dengan hal tersebut, permasalahan yang mendesak untuk dipecahkankan adalah pada kedalaman berapa posisi pemasangan kolektor ATP yang paling produktif menghasilkan tangkapan BBL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman pemasangan Kolektor Pocongan (KP) pada Alat Tangkap Pocongan Sistem Rakit (ATPSR) terhadap jumlah tangkapan BBL. Penelitian menggunakan metode eksperimen, dengan menggunakan 3 unit ATPSR yang dioperasikan di perairan pesisir Teluk Prigi. Pada masing-masing unit ATPSR menggunakan tiga macam kedalaman KP, yaitu KP di permukaan perairan (X1); di pertengahan perairan (X2); dan di dasar perairan (X3). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2022. Hasil penelitian menunjukkan rerata ± SD hasil tangkapan BBL per KP berturut-turut dari yang tertinggi adalah X3: 4,1 (± 3,3) ekor, X2: 0,6 (± 0,4) ekor, dan terakhir X1: 0,2 (± 0,2). Disimpulkan bahwa faktor kedalaman KP berpengaruh nyata (Sig. 0,00) terhadap jumlah tangkapan BBL. Perlakuan X1 dan X2 tidak berbeda nyata, sedangkan X3 berbeda nyata dengan X1 dan X2. Secara deskriptif, total hasil tangkapan BBL berdasarkan spesies tertinggi dalam persen adalah Lobster Pasir (Panulirus homarus) 59,3%, Lobster Mutiara (Panulirus ornatus) 27,6%, Lobster Bambu (Panulirus versicolor) 11,6%, dan Lobster Batu (Panulirus penicillatus) 1,5%. Peneliti menyarankan untuk melakukan kajian lebih lanjut mengenai rekayasa ATPSR untuk meningkatkan produktivitas hasil tangkapan BBL.
MENGGUNAKAN METODE STATIONARY VISUAL CENSUS UNTUK MENGAMATI IKAN PADA TERUMBU KARANG BUATAN DI PANTAI DAMAS, KABUPATEN TRENGGALEK Bintoro, Gatut; Tumulyadi, Agus; Isdianto, Andik; Fathah, Aulia Lanudia; Putri, Berlania Mahardika
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6733

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kontribusi terumbu buatan (TB) terhadap fungsi ekosistem dan kelangsungan hidup komunitas ikan di Pantai Damas, Kabupaten Trenggalek, dengan fokus pada produksi primer, siklus nutrien, dan proses pemijahan. Menggunakan metode stationary visual census selama tiga hari pada musim timur tahun 2024, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola penyebaran serta keanekaragaman ikan yang berinteraksi dengan 22 unit TB yang telah teridentifikasi sejak penenggelaman pertama pada tahun 2017. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa TB telah berhasil menunjukkan fungsi ekologis yang signifikan, termasuk meningkatnya kolonisasi oleh alga, spons, dan invertebrata yang menjadi sumber makanan utama bagi ikan. Selain itu, TB telah menarik kelimpahan ikan dari 8 famili berbeda, termasuk famili baru seperti Synanceia dan Epinephelus, meskipun dengan jumlah yang rendah. Kompleksitas struktur TB terbukti menjadi faktor utama yang mendukung keanekaragaman dan kelangsungan hidup ikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa terumbu buatan dapat berperan penting sebagai habitat alternatif yang mendukung proses ekologis dan keberlanjutan biologis di ekosistem pesisir.
Identifikasi Spesies dan Estimasi Nilai Produksi Ikan Kerapu (Epinephelus spp.) di Pelabuhan Tangkahan Kandangsemangkon: Analisis Data Perikanan yang Tidak Tercatat: Identification of Species and Estimation of Production Value of Grouper Fish (Epinephelus spp.) at Tangkahan Kandangsemangkon Port: Analysis of Unreported Fisheries Data Lelono, Tri Djoko; Bintoro, Gatut; Tumulyadi, Agus; Fuad, Fuad; Yulianto, Eko Sulkhani; Sutjipto, Darmawan Okto; Waliyuddin, Achmad; Hidayah, Lisa Nur; Widodo, Anung; Mahiswara, Mahiswara
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 2 (2025): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.02.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi spesies kerapu (Epinephelus spp.) serta mengestimasi volume produksi hasil tangkapan kerapu yang tidak tercatat di Tangkahan Kandangsemangkon, Lamongan. Data primer diperoleh melalui identifikasi spesies hasil tangkapan, dan pencatatan volume produksi di Tangkahan Kandangsemangkon. Data sekunder berupa data produksi resmi di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong. Analisis data menggunakan identifikasi visual spesies, kategorisasi spesies pendukung perikanan kerapu berdasarkan Unit of Assessment (UoA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies target utama, yaitu Epinephelus fuscoguttatus, Plectropomus maculatus, dan Epinephelus areolatus. Volume produksi yang tidak tercatat selama periode penelitian mencapai 12,33% dari total produksi kerapu di wilayah tersebut. Spesies pendukung yang teridentifikasi terdiri dari enam spesies primer utama, empat spesies primer minor, satu spesies sekunder utama, dan lima spesies sekunder minor. Hasil ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif nelayan dalam   pengumpulan data spasial serta pencatatan produksi secara partisipatif berperan penting dalam memperbaiki akurasi data perikanan untuk mendukung pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.   This research aims to identify grouper species (Epinephelus spp.) and estimate the volume of unrecorded grouper catch production at Tangkahan Kandangsemangkon, Lamongan. Primary data were obtained through the identification of landed species and the recording of production volume at Tangkahan Kandangsemangkon. Secondary data consisted of official production data from the Brondong Fishing Port. Data analysis involved visual species identification and categorization of supporting species for the grouper fishery based on the Unit of Assessment (UoA). The research results indicate the presence of three main target species: Epinephelus fuscoguttatus, Plectropomus maculatus, and Epinephelus areolatus. The unrecorded production volume during the research period reached 12.33% of the total grouper production in the area. The supporting species identified consisted of six major primary species, four minor primary species, one major secondary species, and five minor secondary species. These findings suggest that the active involvement of fishermen in spatial data collection and participatory production recording plays a crucial role in improving the accuracy of fisheries data to support sustainable resource management.
Distribusi dan Komposisi Spesies Lobster (Panulirus spp.) yang Tertangkap di Perairan Sumatra Barat dan Pulau Tello, Sumatra Utara, Indonesia: Distribution and Species Composition of Lobsters (Panulirus spp.) Caught in the Waters of West Sumatra and Tello Island, North Sumatra, Indonesia Setyanto, Arief; Asmirijal, Amrey Syahnur; Wiadnya, Dewa Gede Raka; Isdianto, Andik; Caesar, Nico Rahman; Irwan Jatmiko; Utama, Andria Ansri; Agus Tumulyadi; Bintoro, Gatut; Lelono, Tri Djoko; Sutjipto, Darmawan Ockto; Hadiyah, Lisa Nur; Marsela, Kristina; Dhea, Luthfia Ayu; Asadi, M. Arif
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 2 (2025): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.02.9

Abstract

Perairan Samudra Hindia Timur memiliki keanekaragaman lobster yang tinggi, di mana Indonesia menjadi habitat bagi 6 dari 19 spesies Panulirus yang ada di dunia. Wilayah barat Pulau Sumatra, yang termasuk dalam kawasan ini, memiliki potensi besar dalam perikanan lobster. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi spesies, distribusi panjang karapas dan berat lobster beserta pola pertumbuhannya, serta menilai kesesuaian hasil tangkapan dengan ketentuan PERMEN KP No. 16 Tahun 2022 di perairan Sumatra Barat dan Pulau Tello, Sumatra Utara. Analisis yang digunakan meliputi identifikasi spesies, komposisi, distribusi frekuensi, chi-square, ANOVA satu arah, dan regresi. Hasil menunjukkan bahwa di perairan Sumatra Barat ditemukan enam spesies lobster, dengan Panulirus homarus (lobster pasir) sebagai spesies dominan, sedangkan di Pulau Tello ditemukan empat spesies, dengan dominasi P. versicolor (lobster bambu). Distribusi panjang karapas tertinggi di Sumatra Barat terdapat pada kisaran 8–9 cm (442 ekor), dan berat pada 220–360 gram (529 ekor), dengan pola pertumbuhan alometrik negatif. Di Pulau Tello, panjang karapas terbanyak berada pada kisaran 12–13 cm (30 ekor), dan berat pada 500–640 gram (25 ekor), juga menunjukkan pertumbuhan alometrik negatif. Seluruh komposisi lobster yang tertangkap di kedua lokasi dinilai layak tangkap berdasarkan ketentuan regulasi yang berlaku.   The East Indian Ocean holds significant potential for lobster diversity, and Indonesia is home to 6 of the 19 Panulirus species found globally. West Sumatra, located within this region, has promising lobster resources. This study aimed to assess species composition, carapace length and weight distribution, growth patterns, and compliance with fishing regulations (PERMEN-KP No. 16/2022) in the waters of West Sumatra and Tello Island, North Sumatra. Analytical methods included species identification, composition analysis, frequency distribution, chi-square testing, one-way ANOVA, and regression analysis. Findings revealed that six lobster species were identified in West Sumatra, dominated by scalloped spiny lobster (P. homarus), while four species were found on Tello Island, with painted spiny lobster (P. versicolor) being most abundant. In West Sumatra, the dominant carapace length class was 8–9 cm (442 individuals), and the most common weight class was 220–360 g (529 individuals), both exhibiting a negative allometric growth pattern. Meanwhile, Tello Island lobsters showed a dominant carapace length of 12–13 cm (30 individuals) and weight range of 500–640 g (25 individuals), also with negative allometric growth. Overall, the lobster catch composition from both locations was found to comply with the sustainable capture guidelines outlined in PERMEN-KP No. 16/2022.
STRATEGI PENGEMBANGAN SATWAS SDKP DALAM PENGAWASAN DAN PELAYANAN PUBLIK DI BRONDONG LAMONGAN JAWA TIMUR Bilhuda, Amira; Sucipto, Darmawan Ockto; Bintoro, Gatut
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 1 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.01.3

Abstract

Satuan Kerja Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Brondong berdiri pada tahun 2003 dan pada awal tahun 2017  berubah nama menjadi Satuan Pengawas Sumberdaya Kelautan Perikanan (Satwas SDKP) pada tahun 2017. Sistem pengawasan perikanan tangkap yang dilakukan oleh petugas Satwas SDKP terdiri dari pengawasan kapal perikanan, alat tangkap yang digunakan serta hasil tangkapan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan survey. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT dan analisis AHP (Analytical Hierarchy Proccess). Pelayanan publik yang disediakan oleh satwas SDKP antara lain penerbitan Surat Laik Operasional (SLO), Hasil Pemeriksaan Kapal (HPK) dan Verifikasi Pendaratan Ikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan cara survey. Strategi kebijakan untuk meningkatkan pengawasan dan pelayanan public di Satwas SDKP Brondong adalah meningkatkan kerjasama dengan petugas Syahbandar, meningkatkan kualitas SDM Petugas SDKP, meningkatkan “sadar lapor” terhadap nelayan serta meningkatkan intensitas patroli laut
APPROACH TO RISK ANALYSIS TRAWLER (BOAT OR VESSEL SIENE NETS) NORTH COAST OF EAST JAVA Lelono, Tri Djoko; Bintoro, Gatut
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.18

Abstract

General Linear Model (GLM) aims to find the relationship between several independent variables with one dependent variable. GLM was conducted to answer the research objectives (1) the contribution of fishing gear to the total catch of pelagic fish, (2) to determine the type of pelagic fish that was dominantly caught in the type of fishing gear based on the 2004 - 2016 East Java marine and fisheries statistical report. The results of the GLM WPP Republic of Indonesia analysis of 573, the dominant small pelagic fish were lemuru fish on payang fishing gear, selar fish in purse seine, layur fish on drifting gill nets, and bloating on fixed gill nets. While contributions based on small pelagic fishing gear are ring trawlers catching flying fish, selar fish, and anchovy. The gill nets keep catching fish, mullet, tembang fish, and mackerel. Payang catches lemuru and layur fish. Region WPP RI 712 as a result of analysis of small pelagic GLM fish: pompano fish catching equipment, anchovy with dogol fishing gear, layur fish with trawl fishing gear, gill drift fishing gear and fishing gear step, tembang fishing purse seine and tremmel net, mullet fish with fixed gill nets. Contributions based on small pelagic fishing gear are circular gill nets contributing to kite and anchovy, gill net fishing gear drifting on stingrays and layur fish, Tremmel net in Pompano fish. dogol fishing gear on mullet and mackerel, fishing gear step on tembang fish and lemuru fish. While large pelagic fish: clitic fishing gear contributes to mackerel and skipjack fish while dogol catches on tuna 
KOMPOSISI SPESIES LARVA LOBSTER YANG TERKUMPUL PADA ATRAKTOR LAMPU BAWAH AIR Setyanto, Arief; Kamila, Firda Nikmatul; Bintoro, Gatut
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 2 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.12

Abstract

Lobster (Panulirus sp.) merupakan hewan avertebrata anggota Filum Arthropoda. Di Indonesia terdapat 6 spesies lobster dari genus Panulirus yaitu P. homarus, P. longipes, P. ornatus, P. penicillatus, P. polyphagus dan P. versicolor. Keenam spesies lobster ini memiliki distribusi yang berbeda-beda. Fase hidup lobster sangat komplek. Fase larva adalah relative lama dan mempunyai beberapa tahap yangmana kelulushidupan dalam fase ini sangat menentukan populasi alaminya. Fase larva lobster termasuk dalam plankton yang makanannya tergantung pada jenis mikroorganisme lainnya. Mikroorganisme umumnya adalah phototaksis positive. Studi tentang pengaruh cahaya terhadap komposisi spesies larva lobster menarik dilakukan karena dapat memberikan informasi bagi upaya budidaya dan peningkatan jumlah populasi melalui penurunan kematian alaminya. Penelitian ini di laksanakan di perairan Pantai Lampon, Banyuwangi, Jawa Timur tahun 2019. Pada penelitian ini analisis yang digunakan adalah analisis Chi-Square, uji F (ANOVA), dan uji lanjutan.Hasil dari penelitian ini adalah spesies larva lobster yang terkumpul pada atraktor lampu dan tanpa atraktor ada empat speseis yaitu P. ornatus, P. homarus, P. penicillatus, dan P. versicolor. Spesies yang dominan terkumpul adalah P. homarus. Pada penelitian ini penggunaan atraktor lampu celup bawah air lebih berpengaruh terhadap jumlah larva lobster untuk mendekat kearah atraktor. Keberhasilan pengelolaan sumberdaya perikanan lobster akan sangat ditentukan oleh hasil kajian yang mencakup seluruh siklus hidupnya.
Coastal Management Strategies to Face Climate Change and Antrophogenic Activity: A Case Study of Tamban Beach, Malang Regency, East Java Rudianto, Rudianto; Bintoro, Gatut; Guntur; Swatama, Deny; Paizar, Ariq Rahman; Jeremy, Laurentius Klemens; Oktasyah, Lutfi; Purba, Calvin Arauna
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v15i1.43125

Abstract

Perubahan penggunaan lahan di wilayah pesisir disebabkan oleh meningkatnya intensitas perubahan iklim dan penggunaan lahan yang tidak rasional serta upaya mitigasi untuk masyarakat terhadap bencana tsunami. Tujuan penelitian untuk mengembangkan strategi pengelolaan pesisir menghadapi perubahan iklim yang intensif dan proses antropogenik (kegiatan manusia). Metode drone digunakan untuk menganalisis spasial, mengukur parameter perairan pantai Tamban, dan menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) untuk menentukan penilaian dan opini masyarakat tentang tsunami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Tamban sangat rentan terhadap bahaya tsunami meskipun parameter perairannya masih di ambang batas pencemaran dan pelayanan jasa ekosistem pesisir yang belum prima. Hasil penelitian ini mensyaratkan masyarakat yang terkena tsunami terutama penduduk di pantai Tamban perlu dipindahkan ke daerah yang lebih aman dari terjangan tsunami Kawasan tersebut berjarak keurang lebih 10 kilometer dari bibir pantai. Disamping itu kawasan ini perlu juga ditetapkan sebagai kawasan ekowisata bahari, namun bebas dari bencana tsunami.
Co-Authors Agus Tumulyadi Agus Tumulyadi Agus Tumulyadi Aisyiyah Nurmarina Bestari Al Maky, Nuril Huda Ali Muntaha Ali Suman Ali Suman Alif Tulus Prasetyo Alvin Juniawan Amanda Rifan Fathoni Amira Bilhuda Andik Isdianto Andini, Arista Suci Aniek Sulestiani Aniek Sulestiani Anthon Andrimida, Anthon Anung Widodo Arief Setyanto Arief Setyanto Ariefandi, Muhammad Fikri Asadi, M. Arif Asmirijal, Amrey Syahnur Bilhuda, Amira Budi Nugraha Daduk Satyohadi Daduk Setyohadi Darmawan Ockto Sucipto Darmawan Ockto Sutjipto Darmawan Okto Sutjipto Destiana Hermanita Dewa Gede Raka Wiadnya Dewa Gede Raka Wiadnya Dhea, Luthfia Ayu Dhiafah Hera Darayani Didik Rudianto Dina Andriani Djoko Lelono, Tri Eko Sulkhani Yulianto Endang Yuli H. Erwin Rosadi Erwin Rosadi, Erwin Evellin Dewi Lusiana Evron Asrial Fathah, Aulia Lanudia Fetriyani Fetriyani Fransisca Sariuli Tobing Fuad Fuad Gondo Puspito Guntur H., Endang Yuli Hadiyah, Lisa Nur Hanifa Ramadhani Hardoko Hardoko Hari Eko Irianto Hasanah, Ap'idatul Hazmi Taris Abiseka Hidayah, Lisa Nur I Made Kawan I Made Kawan Irianies Cahya Gozali Irwan Jatmiko Jeremy, Laurentius Klemens Kamila, Firda Nikmatul Khairul Amri Kristina Marsela Kudrati, Amelinda Vivian Kurniawan, Mohammad Rizal Kusyairi, Achamad Lanudia Fathah, Aulia Ledhyane Ika Harlyan Lisa Nur Hidayah Mahardika Putri, Berlania Mahiswara, Mahiswara Marsela, Kristina Mihrobi Khalwatu Rihmi Mihrobi Khalwatu Rihmi Mochamad Arief Sofijanto Mohammad Mahmudi Mu'minin, Airul Amirul Muh. Arif Rahman Muhammad Arif Rahman Muhammad Ghozaly Salim Muhammad Kamil Muhammad Musa MUHAMMAD TAUFIK Nanik Retno Buwono Naufal Hilda Bahtiar Nico Rahman Caesar Nindi Nur Wulandari Nita Hellis Setyowati Nuhman Nuhman Nuhman Nuhman, Nuhman Nur Hidayah, Lisa Nurul Rosana Nurul Rosana, Nurul Oktasyah, Lutfi oktiyas muzaky Luthfi, oktiyas muzaky Paizar, Ariq Rahman Pangestu, Wanda Suryani Purba, Calvin Arauna Putri, Berlania Mahardika Rafif Zul Fahmi Rahman, Muhamad Arif Rahman, Muhammad Arif Rihmi, Mihrobi Khalwatu Rosalina Edy Swandayani Rudianto Rudianto Satyohadi, Daduk Setyanto, Arif Setyowati, Nita Hellis Sofijanto, Mochamad Arief Subagio, Hari Subianto, Agus Sucipto, Darmawan Ockto Sulastri Arsad Sulkhani Yulianto, Eko Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Supriatna Supriatna Swatama, Deny Tri Djoko Lelono Tumulyadi, Agus Tyas, Herlin Widi Aning Umi Zakiyah, Umi Utama, Andria Ansri Vian Dedi Pratama Vita Rumanti Kurniawati Waliyuddin, Achmad Widagdo, Supriyatno Widodo, Anung Wildan Alfarizi Wirastika Adhihapsari Wirastika Adihapsari Wulandari, Nindi Nur Yorarizka, Putri Devi Yusnaini Yusnaini Zulfania, Herlian Putri