p-Index From 2021 - 2026
7.918
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Jurnal Pendidikan Seni Rupa Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Gorga : Jurnal Seni Rupa Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik Harmonia: Journal of Research and Education Jurnal Kajian Bali SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur ANDHARUPA MUDRA Jurnal Seni Budaya Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts PRABANGKARA Segara Widya: Jurnal Penelitian Seni International Research Journal of Management, IT & Social Sciences Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Gondang: Jurnal Seni dan Budaya PRODUCTUM : Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) JURNAL TATA KELOLA SENI Visualita : Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Dewa Ruci : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Demandia : Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain, dan Periklanan Jurnal Desain Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Pantun: Jurnal Ilmiah Seni Budaya VCD (Journal of Visual Communication Design) Journal of Music Science, Technology, and Industry (JOMSTI) Journal of Social Science Jurnal Cahaya Mandalika International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) calaccitra: jurnal film dan televisi Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa (JURRIBAH) Bhumidevi : Journal Of Fashion Design Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya Journal of Social Science Bali-Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Retina Jurnal Fotografi Hastagina: Jurnal Kriya dan Indsutri Kreatif Proceeding of International Conference on Humanity Education and Society Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) Global Art Creativity Conference
Claim Missing Document
Check
Articles

PENCIPTAAN SANGKU KERAMIK DENGAN ORNAMEN GAMBAR WAYANG KHAS BALI I Wayan Mudra; I Gede Mugi Raharja; I Wayan Sukarya
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan sangku keramik dengan memnafaatkan gambar wayang khas Bali sebagai budaya tradisi, masih sangat jarang dilakukan oleh pencipta keramik di Bali maupun di Indonesia pada umumnya. Budaya tradisi sangat penting diangkat dalam upaya menghadirkan karya-karya keramik berkarakter Indonesia, di tengah menjamurnya karya-karya keramik bernuansa asing di Indonesia. Tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan: proses pembentukan, proses pembakaran, proses ornamen dan fungsi penciptaan karya sangku keramik yang menerapkan objek ornamen wayang khas Bali. Penelitian penciptaan ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan teori pengmbilan data purposive sampling. Metode penciptaan merujuk pada metode penciptaan SP. Gustami yaitu eksplorasi, improvisasi, dan perwujudan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis karya dengan kualitatif dan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan: proses pembuatan sangku keramik ini menggunakan teknik putar, pembakaran karya melalui tiga tahapan yaitu pembakaran bisquit, pembakaran glasir 1250oC dan pembakaran ornamen mencapaisuhu 1250oC; penerapanornamen dilakukan dengan teknik lukis; dan fungsi karya sangku keramik ini yaitu sebagai benda hias, sebagai benda fungsi pakai, dan souvenir. Kesimpulannya adalah penelitian penciptaan sangku keramik ini merupakan tahapan yang cukup panjang mulai dari tahap pembentukan sampai tahap pembakaran akhir. Gambar wayang khas Bali sebagai ornamen pada penciptaan sangku keramik ini merupakan penciptaan yang cukup langka, juga sebagai upaya pelestarian budaya tradisi dan juga mendukung upaya penciptaan kriya keramik berkarakter Indonesia.
Ekosistem Seni Kulidan Kitchen & Space Adiartha, I Komang; Mudra, I Wayan
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 10, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v10i2.13239

Abstract

Kulidan Kitchen & Space adalah sebuah lembaga sosial enterpreneur, yang mengusung konsep bisnis dengan menggunakan pendekatan seni sebagai mediumnya. Dalam menjalankan usahanya, dengan membuka ruang/art space sebagai pusat usaha yang dipakai sebagai sarana melting pot. Art space dipakai sebagai titik temu, penyelenggaraan program-program kolaborasi dan kerja-kerja multidisiplin sebagai strategi dalam memperluas jejaring. Kulidan Kitchen & Space, memiliki program Kulidan art project. Kulidan art project, menyelenggarakan program seni dan edukasi. Program yang dilaksanakan antara lain art class (painting class), workshop linocut, pameran, pementasan, bedah buku, pemutaran film, dll. Tujuan tulisan ini adalah menguraikan pembahasan mengenai ekosistem seni di Kulidan Kitchen & Space, melalui divisi Kulidan art project. Pembahasan ini, meninjau program-program yang dilaksanakan di Kulidan Kitchen & Space. Program-program yang akan dibahas adalah program yang dilaksanakan inhouse dan di luar Kulidan Kitchen & Space. Teori yang digunakan untuk membedah topik ini adalah teori praktik sosial oleh Pierre Bourdieu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa Kulidan Kitchen & Space, melalui divisi Kulidan art project menyelenggarakan program seni dan edukasi secara regular dengan tema-tema yang berbeda sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pelaksanaan program reguler oleh Kulidan art project telah melalui tahap produksi, distribusi, dan konsumsi. Program ini dapat dinikmati oleh warga sekitar, wisatawan yang berlibur di Bali, dan juga telah berkesempatan untuk menyelenggarakan program ke luar negeri. Kesuksesan perhelatan program-program ini tentu dibantu dengan komponen sosial yang memiliki modal dalam ranah ekonomi, sosial, dan media. Kulidan Kitchen & Space Art Ecosystem ABSTRACT Kulidan Kitchen & Space is an entrepreneurial social institution, which carries a business concept using an art approach as its medium. In running its business, by opening a space/art space as a business center, which is used as a melting pot. Art space is used as a meeting point, organizing collaborative programs and multidisciplinary work as a strategy in expanding networks. Kulidan kitchen & space, has a kulidan art project program. Kulidan art project, organizes art and education programs. The programs implemented include art class (painting class), linocut workshop, exhibition, performance, book review, film screening, etc. The purpose of this article is to describe the discussion of the art ecosystem in kulidan kitchen & space, through the kulidan art project division. This discussion reviews the programs implemented at Kulidan Kitchen & Space. The programs that will be discussed are programs implemented in-house at Kulidan Kitchen Space and programs outside kulidan kitchen & space. The theory used to dissect this topic is the theory of social practice by Pierre Bourdieu. Data collection methods are carried out by interview, literature study and documentation. The results of this paper show that kulidan kitchen & space, through the kulidan art project division, organizes art and education programs regularly with different themes according to a predetermined schedule. The implementation of regular programs by the kulidan art project has gone through the stages of production, distribution and consumption, this program can be enjoyed by local residents, tourists on vacation in Bali and have also had the opportunity to organize programs abroad. The success of these programs is certainly assisted by social components that have capital in the economic, social and media realms.
Ekosistem Seni Sevenpro Entertainment Bali di Discovery Shopping Mall Kuswandari, Ni Kadek Diah Nanta; Mudra, I Wayan; Pratama, Putu Angga
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 10, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v10i2.13225

Abstract

Sevenpro Entertainment Bali adalah perusahaan bidang seni beralamat di Jalan Kuwung II, Gang Kartika No.26, Denpasar, Bali, dirintis tahun 2012. Perusahaan seni ini memiliki konsistensi dan eksistensi kuantitas dan kualitas baik pada setiap pementasannya, namun belum terpublikasikan dalam karya tulis. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan pembahasan mengenai ekosistem seni Sevenpro Entertainment Bali di Discovery Shopping Mall. Untuk mengulas praktik ekosistem seni perusahaan Seventri ini, digunakan teori praktik sosial oleh Pierre Bourdieu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik seni Sevenpro Entertainment Bali di Discovery Shopping Mall menunjukkan konsistensi dengan mengusung seni hiburan secara rutin melalui tema yang berbeda setiap hari dengan tetap menjaga kualitas. Pertunjukan reguler Sevenpro Entertainment Bali dilakukan melalui tahap produksi, distribusi, dan konsumsi secara maksimal sehingga bisa bertahan dan sampai kini dapat disaksikan oleh wisatawan. Kesuksesan pertunjukan yang disuguhkan Sevenpro, merupakan gambaran kesuksesan keterlibatan para pihak yang berperan dalam ekosistem seni tersebut. Sevenpro Entertainment Bali’s Art Ecosystem at Discovery Shopping Mall ABSTRACT Sevenpro Entertainment Bali was an art company located at Jalan Kuwung II, Gang Kartika No.26, Denpasar, Bali, founded in 2012. This art company has consistency and existence of quantity and quality in every performance but has not been published in a written work. The research purpose was to describe the discussion of the Sevenpro Entertainment Bali art ecosystem at Discovery Shopping Mall. To review the practice of the Seventri company's art ecosystem, the theory of social practice by Pierre Bourdieu is used. Data collection methods ware carried out through observation, interviews, and documentation. The research results show that the art practice of Sevenpro Entertainment Bali at Discovery Shopping Mall shows consistency in carrying out entertainment arts routinely with different themes every day while maintaining quality. Sevenpro Entertainment Bali's regular performances ware carried out through the stages of production, distribution and consumption to the maximum, so that they can survive and can be watched by tourists until now. The success of the performances presented by Sevenpro was a picture of the success of the involvement of the parties who play a role in the art ecosystem.
PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL DALAM MENINGKATKAN BRAND RECOGNITION PEKEN SENGGOL GURAT Faisal, Yusuf; Swandi, I Wayan; Mudra, I Wayan
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peken Senggol Gurat merupakan sebuah project pasar seni lokal yang digagas oleh pelaku budaya Komunitas Budaya Gurat Indonesia. Namun pada saat perilisan perdana di tahun 2022, persepsi audiens tentang Peken Senggol Gurat belum terhubung dengan baik. Perancangan ini memiliki dua tujuan yaitu; 1.) Merancang konsep identitas visual Peken Senggol Gurat, dan 2.) memvisualisasikan konsep identitas visual Peken Senggol Gurat. Perancangan ini menggunakan metode design thinking yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Teori yang diterapkan pada perancangan ini adalah teori identitas visual dan brand awareness. Hasil dari perancangan ini yaitu; 1.) Konsep identitas visual terdiri dari logo, warna, tipografi, aset grafis, dan layout. Logo menggunakan konsep logotype, warna menggunakan konsep kontras, tipografi menggunakan konsep vernakular, aset grafis menggunakan konsep garis, dan layout menggunakan konsep asimetris. 2.) Visualisasi konsep identitas visual terdiri dari logo, warna, tipografi, aset grafis, dan layout yang dilakukan dengan tahap merancang konsep, sketsa, dan editing. Identitas visual yang telah dirancang kemudian diterapkan pada kebutuhan desain Peken Senggol Gurat. Setelah penerapan karya, dilakukan uji coba dan analisis karya identitas visual. Berdasarkan uji coba karya desain yang telah dilakukan melalui kuisioner kepada responden, hasil kuisioner menunjukkan bahwa desain-desain yang telah dirancang mampu dijadikan identitas visual Peken Senggol Gurat ke depannya.
Mekepung Jembrana Tradition As a Source of Creation of Documentary Film Yogantara, Wayan Arfian; Mudra, I Wayan; Swandi, I Wayan
PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 9 No. 1 (2024): Interdisciplinary Explorations in Cultural Expression: From Traditional Arts to
Publisher : Postgraduate Program of Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/pantun.v9i1.3272

Abstract

The Mekepung tradition in Jembrana, Bali, particularly in the form of buffalo racing, is a deeply rooted cultural spectacle representing joy and celebration for agrarian communities. This research aims to explore this tradition and create a documentary film to preserve and promote its significance. Employing a qualitative descriptive method and utilizing the documentary film structure approach, the study incorporates observation, interviews, and documentation to gather authentic data. The documentary follows a three-part story structure, capturing the essence of Mekepung through genuine visual presentations and a well-structured narrative flow. Embracing a performative documentary style, the film emphasizes captivating packaging and meticulous craftsmanship. The creation process encompasses pre-production, production, and post-production stages. Ultimately, the Mekepung Jembrana documentary not only showcases buffalo racing but also serves as a vital tool for cultural preservation and awareness for future generations, ensuring the continuity of this cherished tradition.
Struktur Musikal dan Fungsi Gondang Sabangunan dalam Ritual Kematian Adat Batak Toba Simanjuntak, Yessica Yosia Virginia; Mudra, I Wayan; Yudarta, I Gede
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Artikel ini membahas tentang Gondang Sabangunan yang merupakan ansambel musik tradisional Batak yang berperan penting dalam upacara kematian masyarakat Batak Toba. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui struktur musik dan fungsi Gondang Sabangunan. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi. Teori-teori yang digunakan antara lain: 1. teori kinerja dan 2. Teori fungsi. Hasil dan pembahasan: Hasil pembahasan menunjukkan tiga struktur musik besar Gondang Sabangunan. Bagian pembukanya adalah manggalang pargonsi, panjujuran gondang, dan mambuat tua ni gondang. Bagian utamanya adalah Gondang Dalihan Na Tolu. Implikasi: Bagian penutupnya adalah manutup gondang atau panjujuran gondang, sedangkan fungsi Gondang Sabangunan yang ditemukan terdapat fungsi religi, fungsi estetis, dan fungsi identitas sosial.
Makna nilai hidup manusia pada Gurindam Dua Belas dalam seni pertunjukan karya tari Seri Petua Asra, Rezky Gustian; Yudarta, I Gede; Mudra, I Wayan
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 22 No. 2 (2024): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v22i2.70316

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi peningkatan makna dan pesan dalam Gurindam Dua Belas, karya sastra klasik Melayu, melalui seni pertunjukan, khususnya tari. Gurindam Dua Belas tidak hanya merupakan warisan budaya, tetapi juga sumber nilai yang relevan bagi kehidupan modern. Dengan seni pertunjukan sebagai medium, penelitian ini bertujuan menghidupkan kembali pesan moral dan etika yang terdapat dalam teks. Analisis awal mengungkapkan nilai-nilai etis yang terkandung, dan selanjutnya, penelitian ini mengeksplorasi adaptasi teks ke dalam seni pertunjukan melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan elemen visual untuk menyampaikan makna secara lebih mendalam.Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas makna nilai hidup manusia pada Gurindam Dua Belas dalam Seni Pertunjukan karya tari Seri Petua.  Metode penelitian yang digunakan kualitatif, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan penerapan teori hermeneutika. Hasil penelitian menyoroti makna Gurindam Dua Belas yang termanifestasi dalam seni pertunjukan tari, diantaranya makna nilai hidup hubungan manusia dengan penciptanya, dirinya sendiri, dan orang lain. Kesimpulannya, penelitian ini berhasil mendemonstrasikan potensi pengayaan dan pemahaman yang lebih dalam terhadap Gurindam Dua Belas melalui medium seni pertunjukan tari. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi signifikan dalam dunia pendidikan, dengan menawarkan cara baru untuk mengajarkan nilai-nilai etika dan moral yang terkandung dalam karya sastra klasik kepada generasi muda, sehingga dapat lebih mudah dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Gurindam Dua Belas, makna, seni pertunjukan, tari Meaning of human life values in Gurindam Dua Belas through the dance performance Seri Petua AbstractThis study examines the potential enhancement of meaning and messages in Gurindam Dua Belas, a classical Malay literary work, through performing arts, specifically dance. Gurindam Dua Belas is not only a cultural heritage but also a source of values relevant to modern life. Using performing arts as a medium, this research aims to revive the moral and ethical messages contained in the text. An initial analysis reveals the ethical values embedded within, and subsequently, the study explores the adaptation of the text into performance art through facial expressions, body movements, and visual elements to convey meaning more deeply. The purpose of this research is to discuss the meaning of human life values in Gurindam Dua Belas within the dance performance "Karya Tari Seri Petua." The research method employed is qualitative, involving observation, interviews, and documentation, applying hermeneutic theory. The findings highlight the meaning of Gurindam Dua Belas as manifested in dance performances, including the significance of the human relationship with the Creator, oneself, and others. In conclusion, this study successfully demonstrates the potential for enrichment and a deeper understanding of Gurindam Dua Belas through the medium of dance performance. Additionally, this research provides significant contributions to the field of education by offering a new way to teach the ethical and moral values contained in classical literary works to younger generations, making them easier to understand and apply in everyday life.Keywords: Gurindam Dua Belas, meaning, performing arts, dance
Dinamika Ekosistem Seni Paduan Suara Voice of Bali dalam Perspektif Pierre Bourdieu Syahrian, Alfin; Sariada, I Ketut; Mudra, I Wayan
PROMUSIKA Vol 12, No 2 (2024): Oktober, 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v12i2.14360

Abstract

Voice of Bali adalah komunitas paduan suara yang mengelola interaksi antara modal budaya, sosial, ekonomi, dan simbolik dengan struktur ranah seni paduan suara untuk menciptakan praktik sosial yang mendukung keberlanjutan, inovasi, dan penguatan posisi komunitas dalam arena seni, meskipun menghadapi keterbatasan modal ekonomi dan tantangan adaptasi ditengah dinamika global. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana komunitas paduan suara Voice of Bali mengelola interaksi antar struktur modal, habitus, arena, praproduksi dan pasca produksi serta manajemen event untuk menjadi contoh bagi kelompok lain dalam mengembangkan paduan suara di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan mengkontekstualisasikan teori Pierre Bourdieu untuk menganalisis bagaimana interaksi antara habitus, modal, serta arena yang menghasilkan praktik sosial untuk mendukung keberlanjutan, invovasi, dan penguatan posisi komunitas dalam ekosistem seni paduan suara.  Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Voice of Bali tidak hanya aktif dalam kompetisi nasional maupun internasional, namun juga aktif dalam kegiatan event dan aktif menjadi ruang eksplorasi bagi anggotanya untuk memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkan ekosistem paduan suara di Indonesia. Simpulan penelitian ini mengaskan pentingnya membangun profil yang kuat untuk menjadi kelompok seni yang kompeten dan inovatif, dengan reputasi nasional dan internasional. Melalui ekosistemnya Voice of Bali menggabungkan seni, budaya, dan jejaring sosial melalui kolaboratif kreatif, pengelolaan sumber daya yang strategis, serta dedikasi pada kualitas artistik. Penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada kajian akademik tentang paduan suara, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi komunitas seni dalam mengelola modal dan menghadapi tantangan industri seni di era global.The Dynamics of the Choral Art Ecosystem: A Bourdieusian Analysis of Voice of BaliAbstractVoice of Bali is a choral community that manages the interaction between cultural, social, economic, and symbolic capital with the structure of the choral art domain to create social practices that support sustainability, innovation, and strengthening the community's position in the art arena, despite facing limited economic capital and adaptation challenges amid global dynamics. This research aims to explain how the Voice of Bali choir community manages interactions between capital structures, habitus, arena, pre-production and post-production, and event management to become an example for other groups developing choirs in Indonesia. This research uses a qualitative approach, data collection methods with observation, interviews and documentation by contextualizing Pierre Bourdieu's theory to analyze how the interaction between habitus, capital, and arena produces social practices to support sustainability, innovation, and strengthening the community's position in the choral art ecosystem. The research results show that Voice of Bali is active in national and international competitions and event activities and as an exploration space for its members to significantly contribute to developing the choral ecosystem in Indonesia. The conclusion of this research emphasizes the importance of building a strong profile to become a competent and innovative arts group with a national and international reputation. Through its ecosystem, Voice of Bali combines art, culture and social networking through creative collaboration, strategic resource management and dedication to artistic quality. This research not only contributes to the academic study of choirs but also provides practical guidance for the arts community in managing capital and facing the challenges of the arts industry in the global era.Keywords: Voice of Bali; Choir; Pierre Bourdieu; Habitus; Cultural Capital
PEMOTRETAN MOBIL PORSCHE 356 COUPE DI TUKSEDO STUDIO Dewa Gede Ardawa Putra Wicaksana; I Wayan Mudra; I Made Saryana
Retina Jurnal Fotografi Vol 2 No 1 (2022): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v2i1.1289

Abstract

Mobil Porsche 356 adalah mobil dua pintu , mesin berpenggerak dibagian belakang. Mobil ini tersedia dalam versi hardtop coupe dan convertible .Inovasi teknik terus berlanjut selama bertahun-tahun produksinya, dimana Porsche 356 merupakan kendaraan yang diproduksi oleh perusahaan jerman sejak tahun 1948 hingga 1965 untuk pasaran global, mobil ini dirakit di Stuttgart, Jerman berkontribusi pada kesuksesan dan popularitas mobil sport ikonik ini Meski Porsche 356 kini sudah tidak diproduksi lagi, namun hingga saat ini masih banyak diminati oleh para kolektor mobil dunia. Ada juga perusahaan yang punya ide untuk bisa mereproduksi mobil klasik tersebut, salah satunya PT.Tuksedo Studio. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara kerja dan interaksi di Tuksedo Studio melalui program MBKM, untuk mengetahui proses pemotretan mobil Porsche 356 Coupe menerapkan teknik dan komposisi di Tuksedo studio.Manfaat dari penelitian ini adalah bagi mahasiswa dapat menambah wawasan dan pengetahuan secara teoritis praktisi. Bagi lembaga ISI Denpasar dapat menambah referensi serta bagi masyarakat menambah informasi tentang pemotretan mobil Porsche 356 Coupe di Tuksedo Studio. Metode yang digunakan adalah observasi, studi pustaka, wawancara.Penelitian ini menghasilkan 15 karya fotografi. Adapun teknik yang digunakan oleh penulis dalam penciptaan karya Mobil Porsche 356 Coupe ini adalah eye level,high angle, low angle serta close up untuk detailnya dan permainan komposisi saat pemotretan untuk menghasilkan foto yang terlihat menarik. Proses pemotretan diawali set up tempat, menyiapkan lampu, mengatur posisi mobil, dan proses tahap pemotretan .
Pembuatan Ukiran Logam Sebagai Dekorasi Produk Keramik di Narka'S Silver Celuk, Sukawati, Gianyar Sukajaya, I Komang; Mudra, I Wayan; Ngidep Wiyasa, I Nyoman
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 5 No 01 (2025): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v5i01.4304

Abstract

Decor ceramic generally use rattan , woven ate and metal materials , in particular hiyasan made from metal Still are plain and some have apply carving metal on the lamp ornamental made from ceramics . As stated in Asmara research . et al ., (2020). Decor ceramics are still minimal, namely is something interesting phenomenon For explored in make it happen decor ceramic using carving techniques metal . Art carve metal is art carve Indonesian traditional which involves the process of sculpting and carving metal For create various shapes and motifs. Art This own characteristic unique and diverse specialties , as well used For beautify various objects and accessories . Art carve metal is also a part important from wealth and inheritance art appearance Indonesian traditional (omahbse.co, 2023). Related with That How ornamental shapes and motifs applied to metal For mebut decor ceramics , processes and forms product after applied with carving metal. . The method used in the creation of this work is exploration (searching for sources of ideas, concepts and foundations of creation), design (design of the work) and embodiment (creation of the work). The creation process includes the stages of making sketches, stages of metal carving, installation of gems and installation of inlays on ceramic media, to produce beautiful and functional works. Related with explanation above the ISI Denpasar Institute is one of the arts education institutions in Bali , with give opportunity for student in step up and join in role in existing crafts in Bali for example in art carve metal
Co-Authors A. A. Gde Bagus Udayana Adesastrawiguna, Iputu Adiartha, I Komang Adiputra, Komang Anak Agung Ayu Oka, Saraswati Andreani, Ni Putu Elvian Artawan, Cokorda Alit Asra, Rezky Gustian Ayu Krisna Gayatri Sari Dewi Bhumi, I Made Bayu Puser Deviyani, Ni Kadek Siska Dewa Gede Ardawa Putra Wicaksana Dewa Made Dermawan Dewi, Ayu Krisna Gayatri Sari Dewi, Gusti Ayu Nyoman Santhi Kumari Pusya Elsye Andriani Delfi Faisal, Yusuf Febrian Putra Hasbullah Hasbullah I Gede Adi Sudi Anggara I Gede Mugi Raharja I Gede Mugi Raharja I Gede Yudarta, I Gede I Gusti Ngurah Ardana I Ketut Muka I Ketut Sariada, I Ketut I Komang Arba Wirawan I Komang Sudirga I Made Dwiarya Swandi I Made Radiawan I Made Saryana I Made Suparta I Made Suparta I Nyoman Larry Julianto I Nyoman Widhi Adnyana I Nyoman Wiwana I Nyoman, suardina I Putu Adi Sanjaya I Putu Bagus Restu Pratama Wiwaha I Putu Putra Suryadana I Putu Putra Suryadana I Putu Suparthana I Wayan Adnyana I Wayan Sukarya I Wayan Sukarya I Wayan Sukarya I Wayan Swandi Julianto, I Nyoman Larry Kadek Dwiyani Kadek Meishya Paraswari Putri Kaiway, Yudhi Aji Ristanto Karuni, Ni Kadek Kuswandari, Ni Kadek Diah Nanta Larry Julianto, I Nyoman Made Gana Hartadi Marina Wardaya Mercu Mahadi Muliawati, Ni Putu Muliawati, Ni Putu Ngidep Wiyasa, I Nyoman Ni Gusti Ayu Paramita Ni Luh Desi In Diana Sari, Ni Luh Desi In Ni Luh Sustiawati Ni Made Arshiniwati Ni Made Rai Sunarini, Ni Made Rai Ni Putu Desy Sonnya Suandhari Nina Eka Putriani Nurlaeli Dwi Safitri Ongkowidjojo, Maria Christina Paramartha, I Putu Adi Surya Permadi, Giovanni Brewijaya Putra Prasetya, Ignasius Gede Aldo Dani Prastiti, Ni Putu Suci Pratama, Putu Angga Putriani, Nina Eka Rai, Sunarini Ratna Cora Sudharsana, Tjok Istri Ratnamaya, A. A. Ista Remawa, Anak Agung Gede Rai Ricky Fernando Rosaline, Nelly Rosaline, Nelly Samuel Samuel Sarjani, Ni Ketut Pande Satrio Hutomo, Adam Shienny Megawati Sutanto Simanjuntak, Yessica Yosia Virginia Soelistyowati Soelistyowati Sri Marwati Sri Marwati Sudibya, I Gusti Ngurah Suharto, I Sukajaya, I Komang Supandi, Fajar Persada Sutrisnayanti, Ni Nyoman Syahrian, Alfin Teresia Hanna Sanjaya Wasista, I Putu Udiyana Wayan Karja Wicaksana, Dewa Gede Ardawa Putra Wirawan, I Gusti Ngurah Yanti Heriyawati Yogantara, Wayan Arfian