p-Index From 2021 - 2026
7.918
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Jurnal Pendidikan Seni Rupa Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Gorga : Jurnal Seni Rupa Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik Harmonia: Journal of Research and Education Jurnal Kajian Bali SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur ANDHARUPA MUDRA Jurnal Seni Budaya Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts PRABANGKARA Segara Widya: Jurnal Penelitian Seni International Research Journal of Management, IT & Social Sciences Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Gondang: Jurnal Seni dan Budaya PRODUCTUM : Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) JURNAL TATA KELOLA SENI Visualita : Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Dewa Ruci : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Demandia : Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain, dan Periklanan Jurnal Desain Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Pantun: Jurnal Ilmiah Seni Budaya VCD (Journal of Visual Communication Design) Journal of Music Science, Technology, and Industry (JOMSTI) Journal of Social Science Jurnal Cahaya Mandalika International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) calaccitra: jurnal film dan televisi Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa (JURRIBAH) Bhumidevi : Journal Of Fashion Design Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya Journal of Social Science Bali-Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Retina Jurnal Fotografi Hastagina: Jurnal Kriya dan Indsutri Kreatif Proceeding of International Conference on Humanity Education and Society Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) Global Art Creativity Conference
Claim Missing Document
Check
Articles

INTERPRETASI IKONOGRAFIS VISUAL GAJAH MINA PADA LUKISAN WAYANG KAMASAN BALE KAMBANG TAMAN GILI KERTHA GOSA Cahyadi, I Wayan Agus Eka; Adnyana, I Wayan; Mudra, I Wayan; Swandi, I Wayan
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seminar yang berjudul "Sindhu-Taksu-Sadhu" mengulas mengenai pemuliaan laut sebagai sumber inspirasi untuk karya seni yang bertujuan meningkatkan sikap secara jasmaniah dan spiritual. Dalam konteks ini, terdapat representasi visual dari palelintangan gajah mina, yang juga merupakan sebuah narasi mitos tentang makhluk-makhluk lautan yang muncul dalam ilustrasi wayang kamasan di Kertha Gosa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis visual gajah mina dalam lukisan wayang kamasan Bale Kambang Taman Gili Kertha Gosa sebagai narasi penciptaan yang berbasis samudra, sesuai dengan tema "Sindhu-Taksu-Sadhu". Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan ikonografis Panofsky. Pada tahap pra-ikonografis, gajah mina digambarkan terdampar di pesisir bersama dua orang nelayan. Pada tahap ikonografis, gajah mina juga diidentifikasi sebagai makara, yang menjadi penanda estetik pada candi-candi di Jawa dan Sumatra. Makara digambarkan sebagai simbol dari lautan, serta sebagai penanda masa pembangunan candi-candi. Kesimpulannya, narasi visual gajah mina dalam ilustrasi wayang kamasan tersebut mencakup warisan sejarah dari periode peralihan Jawa-Bali, merekam peristiwa sehari-hari masyarakat pesisir Klungkung, dan berfungsi sebagai pengantar visual pada palelintangan, yang memiliki sisi lebih pragmatis ketimbang penggambaran makhluk mitologi.
YEN DIELEM ATIMU OJO MEMPER: ANALOGI KUE LEMPER PADA BUSANA EDGY Sutrisnayanti, Ni Nyoman; Mudra, I Wayan; Radiawan, I Made
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.744

Abstract

Kue lemper dalam bahasa jawa merupakan singkatan dari kalimat “Yen dielem atimu ojo memper” yang memiliki arti “jangan sombong saat dipuji” mengajarkan kita tentang pentingnya sikap rendah hati serta banyak nilai filosofis lainnya. Kue lemper memiliki beberapa komponen yaitu pembungkus dari daun pisang, ketan dan juga suwiran atau potongan daging, beberapa komponen tersebut dituangkan kedalam rancangan busana yang dibuat semenarik mungkin guna menarik perhatian masyarakat sehingga menumbuhkan rasa kepedulian terhadap kebudayaan Indonesia khususnya kue tradisional lemper. Tujuan penciptaan ini untuk mewujudkan ide atau konsep dari kue lemper menjadi suatu busana hingga proses penjualan, promosi, branding serta proses produksi dan bisnis dari koleksi busana tersebut. Proses penciptaan karya busana menggunakan metode penciptaan “Frangipangi dari disertasi karya Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana yang memuat delapan (8) tahapan penciptaan yang terdiri dari ide pemantik (design brief), riset dan sumber (research and sourching), pengembangan desain (design development), (sample, prototype, and contruction), koleksi akhir (the final collection), promosi (promotion, sales, and branding), produksi (production), dan bisnis (the business) dengan menggunakan pendekatan analogi serta penerapan unsur-unsur dan prinsip-prinsip desain. Busana yang dihasilkan berupa busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan semi haute couture dengan gaya feminim dan look edgy. Busana dipromosikan melalui pagelaran busana yang dipasarkan berdasarkan target kalangan pecinta fashion kelas menengah atas dengan merk atau brand Manakala wears dan dijual dengan mempersiapkan kartu nama, label, pricetag dan packaging sebagai komponen pendukung. Tahap bisnis menghasilkan sebuah rancangan Business Model Canvas (BMC) sebagai pemetaan strategi bisnis.
Analisis tata letak dan komposisi pada situs niaga-el dr.evoo® Ongkowidjojo, Maria Christina; Mudra, I Wayan; Julianto, I Nyoman Larry
Jurnal Desain Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v11i3.21671

Abstract

Perkembangan teknologi informasi menjadi pemicu pertumbuhan bisnis berbasis teknologi, terutama niaga-el, yang menjadikan internet sebagai media utama pertukaran barang dan jasa. Penelitian ini akan fokus pada analisis tata letak dan komposisi situs niaga-el dr.evoo®, perusahaan perhiasan anti alergi dan kulit sensitif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggambarkan penggunaan prinsip-prinsip desain berdasarkan The Principles of Beautiful Web Design berdasarkan 7 kategori yakni defining good design, webpage anatomy, system grid, balance, unity, emphasis, dan responsive design. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dr.evoo® berhasil menerapkan prinsip desainnya dengan baik, menciptakan pengalaman pengguna yang efektif dan menarik. Responden memberikan respon positif terhadap defining good design, webpage anatomy, dan penggunaan system grid. Prinsip-prinsip balance, unity, dan emphasis juga diterapkan dengan baik, menciptakan tampilan yang konsisten dan menarik. Responsive design situs memberikan pengalaman pengguna yang optimal pada berbagai perangkat. Dr.evoo® telah berhasil menciptakan situs niaga-el yang tidak hanya menonjol dalam desain visual dan pengalaman pengguna, namun perlu juga menunjukkan komitmen terhadap peningkatan aksesibilitas dan responsivitas, untuk menciptakan lingkungan belanja online yang inklusif dan efisien.
Pengaruh Video Virtual Tour 360° Pantai Kuta Terhadap Respon Emosional Audiens Paramartha, I Putu Adi Surya; Julianto, I Nyoman Larry; Mudra, I Wayan
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/visualita.v11i2.8453

Abstract

The presence of a 360° virtual tour video as a medium with a new format in Indonesia has the potential to be an alternative way of traveling as well as a medium for promoting a tourist attraction with a new format. The unique experience that 360° videos offer can influence the emotional response of the viewer which in turn can potentially influence the viewer's actions. The purpose of this research is to determine the emotional response of respondents when watching a 360° virtual tour video about Kuta Beach. This qualitative research uses emotional design theory approach in the analysis process. Data collection techniques are carried out using documentation and questionnaire methods. The results of this research indicate that respondents tend to feel more positive emotion than negative emotions when watching a 360° virtual tour video about Kuta Beach. Most of the positive emotion are caused by the visual scene generated based on a particular camera placement, especially when there was movement of the camera. Meanwhile, the negative emotional response, especially the boredom type, was caused by the placement of the camera which was only stationary in one place. In addition, it was also found that personal factors such as personality and culture can also affect emotional responses when watching 360° videos.
PRODUK KERAMIK STONEWARE DENGAN KONSEP FRONTO DI THE FRONTIER HOUSE Satrio Hutomo, Adam; Mudra, I Wayan; Muka, Muka
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 4 No 01 (2024): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v4i01.3419

Abstract

Fronto is a concept to create a functional ceramic work for the needs of the coffee shop at The Frontier House which is a partner in completing an independent project in the Merdeka Learning Independent Campus (MBKM) program. Fronto is a mascot from The Frontier House in which Fronto is a dinosaur (T-Rex). Fronto is embodied by an upright posture and holding a cup in his right hand, has a simplified shape, wears a raglan shirt with the F logo on his chest and complete with his pants and shoes. The costume from Fronto is inspired by the costume of American students in the 70s, with the hope that The Frontier House's coffee shop business can remain standing, become big, and everlasting. Based on this, the author got the idea to create a functional ceramic product that can be directly applied to The Frontier House coffee shop business, as a realization of an agreement with MBKM partners. Using creation methods such as observation methods for introduction, exploration methods for exploring ideas, design design methods to illustrate clearly, and work creation methods for the execution stage, with embodiment techniques applying rotation techniques, pinching techniques, and cast printing techniques. The result is the creation of two types of incense holders, glasses, ashtrays, and succulent pots by applying the elements contained in Fronto into the form of ceramic works, by applying vintage colors, namely olive green and orange in accordance with the color concept applied by The Frontier House, thus producing harmony between ceramic products made with The Frontier House concept which can provide comfort and interest for visitors.
Teori Dekonstruksi dalam mengintepretasi limbah ban kendaraan bertransformasi menjadi produk kursi sebagai makna baru Deviyani, Ni Kadek Siska; Mudra, I Wayan
PRODUCTUM Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/productum.v7i1.4928

Abstract

The use of used vehicle tire waste which can generate profits in everyday life is an interesting discussion regarding the application of tire demolition material as one of the furniture elements in its application to interior design using Derrida's theory of deconstruction. This paper aims to discuss the process of deconstructing furniture in interior design. This paper is aimed at examining the theory of deconstruction in order to transform the meaning of an object from a four-wheeled vehicle tire. The research method used is descriptive qualitative, while the data collection methods used are online observation, online documentation and library search with a semiotic approach in interpreting the research object in the aspect of material exploration furniture deconstruction. The main literature refers to the Semiotic Language Philosophy Book by Prof. Dr. Kaelan and the theory of deconstruction by the philosopher Jacques Derrida. The results of research on semiotic studies with the theory of deconstruction that transform meaning by Derrida resulted in the conclusion that vehicle tire waste can be transformed by means of deconstruction theory by destruction and then reconstruction so as to produce a new meaning in the tire waste into a furniture stool in its application. This renewal can occur because of the transformation of the meaning of a four-wheeled vehicle tire that is damaged (damaged) resulting in a used tire whose meaning is reconstructed into a stool.
Kajian Semiotika C.S. Pierce pada Salib Altar Interior Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Denpasar Bali Prasetya, Ignasius Gede Aldo Dani; Mudra, I Wayan
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 8 No. 02 (2022): June 2022
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v8i02.4394

Abstract

Abstrak Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Denpasar memiliki simbol yang digunakan sebagai dekorasi interior. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dekorasi salib Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Denpasar Bali dengan teori C.S. Peirce. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data utama penelitian ini adalah Salib Altar pada salib Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Denpasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa salib altar gereja tersebut menyerupai bentuk Kayon Bali. Salib altar ini ditempatkan di belakang altar menghadap ke umat, berwarna keemasan dengan ornamen tanaman anggur, dan enam bentuk manusia malaikat. Interpretantnya salib altar menyerupai kayon Bali, memiliki tiga fungsi sesuai isi Alkitab, bagian awal kayon Bali adalah pembuka dan penutup pementasan wayang sedangkan di Alkitab melambangkan Yesus pada Awal dan Akhir. Kedua, kayon Bali berfungsi sebagai tanda pergantian babak sedangkan di Alkitab sebagai pengganti kurban persembahan pada perjanjian lama. Ketiga, kayon Bali sebagai lambang gunung, angin, hutan, dan lainnya, pada Alkitab melambangkan tempat Yesus disalibkan di Bukit Golgota. Representamentnya salib altar mengabungkan kebudayaan Bali dan simbol kekristenan, terjadi akulturasi dengan budaya lokal Bali. Simpulannya salib altar menyerupai bentuk kayon Bali yang memiliki makna sesuai dengan isi Alkitab, dan merupakan akulturasi budaya lokal Bali dengan kekristenan. Kata Kunci: Gereja Katedral, Kayon Bali, Semiotika Peirce, Salib Altar AbstractIn the Denpasar Cathedral Holy Spirit Catholic Church there are symbols used as interior decorations. This study aims to explain the decoration of the cross of the Holy Spirit Catholic Church, Denpasar Bali Cathedral, with the theory of C.S. Peirce. This study uses a qualitative descriptive approach, with data collection methods of observation, interviews, and documentation. The main data source of this research is the Altar Cross on the cross of the Holy Spirit Catholic Church, Denpasar Cathedral. The results showed that the church altar cross resembled the shape of a Balinese Kayon. This altar cross is placed behind the altar facing the congregation, golden in color with vine ornaments, and six human angelic shapes. The interpretation of the altar cross resembles a Balinese kayon, has three functions according to the Bible, the beginning of the Balinese kayon is the opening and closing of the wayang performance, while in the Bible it symbolizes Jesus at the Beginning and the End. Second, the Balinese kayon serves as a sign of changing stages, while in the Bible it is a substitute for sacrifices in the Old Testament.  Third, the Balinese kayon as a symbol of mountains, wind, forests, and others, in the Bible symbolizes the place where Jesus was crucified on Golgotha Hill. The representation of the altar cross combines Balinese culture and symbols of Christianity, acculturating local Balinese culture. In conclusion, the altar cross resembles the shape of a Balinese kayon which has a meaning according to the Bible, and is an acculturation of local Balinese culture with Christianity. Keywords: Altar Cross, Cathedral Church, Kayon Bali, Peirce Semiotics
Media Pembelajaran Interaktif Smart Finger Tenses Berbasis Website untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama di Badung Rosaline, Nelly; Julianto, I Nyoman Larry; Mudra, I Wayan
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 9 No. 04 (2023): December 2023
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v9i4.9172

Abstract

Abstrak Pada era teknologi 4.0 saat ini, materi pembelajaran Bahasa Inggris masih kurang dipahami oleh siswa khususnya mengenai tenses yang dianggap rumit, dan proses penyampaiannya masih menggunakan media konvensional. Dari hal tersebut, dibutuhkan adanya inovasi metode dan media pembelajaran baru yang praktis dalam bentuk digital. Maka tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah media pembelajaran interaktif menggunakan teknik smart finger tenses berbasis website dengan pendekatan gamifikasi. Metode pengumpulan data dilakukan di empat Sekolah Menengah Pertama (SMP) perintis melalui observasi, kuesioner, dan studi literatur. Pada penelitian sebelumnya, ditemukan teknik menghafal tenses dengan mudah menggunakan jari tangan yang disebut dengan smart finger, dengan menggunakan pendekatan teori dari Aristoteles. Kekurangan dari teknik ini adalah tidak memiliki media dan teknik ini masih dapat disederhanakan. Hasil dari penelitian ini berupa video animasi 2D menggunakan warna yang variative dan diimplementasikan teknik gamifikasi untuk memberikan kesan hiburan dan memotivasi pengguna agar tidak monoton dan membosankan. Teknik smart finger dipadukan dengan fitur permainan untuk memberikan cara yang praktis dan menyenangkan dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap tenses. Media ini juga dapat diakses secara fleksibel sehingga dapat mendukung proses pembelajaran di kelas maupun secara mandiri. Kata Kunci: gamifikasi, jari-jari pintar, media pembelajaran, situs web, tenses AbstractIn the current era of technology 4.0, English learning materials are still poorly understood by students, especially regarding tenses which are considered complicated, and the delivery process still uses conventional media. From this, there is a need for innovative methods and practical new learning media in digital form. So, the purpose of this research is to design an interactive learning media using website-based smart finger tenses technique with a gamification approach. The data collection method was conducted in four pioneering junior high schools (SMP), through observation, questionnaires, and literature studies. In the previous research, a technique to memorize tenses easily using fingers called smart finger was found, using the theoretical approach from Aristotle. The disadvantage of this technique is that it has no media and this technique can still be simplified. The result of this research is a 2D animated video, using varied colors, and implemented gamification techniques to give the impression of entertainment and motivate users so as not to be monotonous and boring. The smart finger technique is combined with game features to provide a practical and fun way to improve students' understanding of tenses. This media can also be accessed flexibly so that it can support the learning process in class or independently. Keywords: gamification, learning media, smart fingers, tenses, website
TRANSFORMASI NARASI VISUAL RELIEF CANDI BOROBUDUR MELALUI APLIKASI UNTUK PLATFORM ANDROID Supandi, Fajar Persada; Mudra, I Wayan; Suharto, I
International Conference on Humanity Education and Society (ICHES) Vol. 3 No. 1 (2024): Third International Conference on Humanity Education and Society (ICHES)
Publisher : FORPIM PTKIS ZONA TAPAL KUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candi Borobudur, Warisan Dunia UNESCO di Jawa Tengah, Indonesia, menghadapi tantangan dalam pelestarian nilai sejarah dan budayanya. Candi Borobudur terdiri dari sembilan tingkat berstruktur batu, tiga tingkat bawah persegi dan enam atas melingkar, dihiasi relief yang menggambarkan kisah Buddha dan ajarannya. Penelitian ini menyoroti tiga fenomena: pertama, keterbatasan akses pada narasi relief Candi Borobudur; kedua, penggunaan teknologi, seperti aplikasi untuk platform android, untuk pelestarian warisan budaya; dan ketiga, pentingnya pendidikan dan promosi warisan budaya, termasuk pengembangan aplikasi untuk pemahaman narasi visual relief candi. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode fenomenologi, dengan teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Tujuannya adalah untuk memperkaya pemahaman publik dan memastikan keberlanjutan warisan budaya dengan mengembangkan teknologi yang membantu pengunjung dalam bentuk aplikasi. Platform android dikembangkan untuk memberikan informasi narasi visual relief candi, sehingga dapat meningkatkan pengalaman pendidikan bagi pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan peran signifikan teknologi, khususnya aplikasi berbasis Android, dalam pelestarian dan pendidikan. Platform android dapat digunakan untuk membaca relief menggunakan media qr code untuk menmpilkan media yang berisi mengenai informasi relief. Ini membantu dalam preservasi candi dan meningkatkan kesadaran serta apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa teknologi, khususnya platform android, dapat menjadi alat efektif dalam mendukung pelestarian dan pemahaman warisan budaya bagi generasi mendatang, menjadikan Candi Borobudur sumber pembelajaran dan inspirasi yang berkelanjutan.
Vernacular Typography Design of Bamboo Keben Craft as an Opportunity of Creating Digital Typeface Sari, Ni Luh Desi In Diana; Mudra, I Wayan; Sarjani, Ni Ketut Pande
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 22, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v22i1.34861

Abstract

Keben for the Balinese is a medium that functions to package ceremonial facilities made of bamboo. Craftsmen in Kayubihi village, Bangli sub-district produce kebens with various designs of vernacular typography motifs that have the opportunity to be developed in the form of digital typefaces. This study aims to: (1) analyze the vernacular typographic design of the keben motif and its opportunities in the creation of digital typefaces; (2) analyze the meaning of keben in Kayubihi village in a socio-cultural context. Qualitative methods are used in this study. Typographic design principles consisting of legibility, readability, visibility, and clarity are used to analyze the vernacular typography of the keben motifs, while Saussure’s semiotic approach is used to give meaning to the keben of Kayubihi village from the spirit and the concept behind it. Data collection strategies were carried out by observation and interviews, online and offline. Meanwhile, data analysis was carried out by interpreting, namely interpreting in-depth the collected data according to the research objectives. The results show that the vernacular typography of the keben motifs was arranged alphabetically to form words as a symbol of identity. Geometric motifs inspired by the environment around the craftsmen can be classified into five groups: the sun, flowers, traditional fabrics, objects, and cultural symbols of Balinese Hinduism. These motifs can be developed into digital typefaces. Keben in Kayubihi village spiritually means creativity, preservation of culture and identity. This creativity can be used as a source of inspiration in designing typefaces that offer novelty. The vernacular typography design with the Keben motif is indigenous creativity, representing the identity of the local Balinese culture.
Co-Authors A. A. Gde Bagus Udayana Adesastrawiguna, Iputu Adiartha, I Komang Adiputra, Komang Anak Agung Ayu Oka, Saraswati Andreani, Ni Putu Elvian Artawan, Cokorda Alit Asra, Rezky Gustian Ayu Krisna Gayatri Sari Dewi Bhumi, I Made Bayu Puser Deviyani, Ni Kadek Siska Dewa Gede Ardawa Putra Wicaksana Dewa Made Dermawan Dewi, Ayu Krisna Gayatri Sari Dewi, Gusti Ayu Nyoman Santhi Kumari Pusya Elsye Andriani Delfi Faisal, Yusuf Febrian Putra Hasbullah Hasbullah I Gede Adi Sudi Anggara I Gede Mugi Raharja I Gede Mugi Raharja I Gede Yudarta, I Gede I Gusti Ngurah Ardana I Ketut Muka I Ketut Sariada, I Ketut I Komang Arba Wirawan I Komang Sudirga I Made Dwiarya Swandi I Made Radiawan I Made Saryana I Made Suparta I Made Suparta I Nyoman Larry Julianto I Nyoman Widhi Adnyana I Nyoman Wiwana I Nyoman, suardina I Putu Adi Sanjaya I Putu Bagus Restu Pratama Wiwaha I Putu Putra Suryadana I Putu Putra Suryadana I Putu Suparthana I Wayan Adnyana I Wayan Sukarya I Wayan Sukarya I Wayan Sukarya I Wayan Swandi Julianto, I Nyoman Larry Kadek Dwiyani Kadek Meishya Paraswari Putri Kaiway, Yudhi Aji Ristanto Karuni, Ni Kadek Kuswandari, Ni Kadek Diah Nanta Larry Julianto, I Nyoman Made Gana Hartadi Marina Wardaya Mercu Mahadi Muliawati, Ni Putu Muliawati, Ni Putu Ngidep Wiyasa, I Nyoman Ni Gusti Ayu Paramita Ni Luh Desi In Diana Sari, Ni Luh Desi In Ni Luh Sustiawati Ni Made Arshiniwati Ni Made Rai Sunarini, Ni Made Rai Ni Putu Desy Sonnya Suandhari Nina Eka Putriani Nurlaeli Dwi Safitri Ongkowidjojo, Maria Christina Paramartha, I Putu Adi Surya Permadi, Giovanni Brewijaya Putra Prasetya, Ignasius Gede Aldo Dani Prastiti, Ni Putu Suci Pratama, Putu Angga Putriani, Nina Eka Rai, Sunarini Ratna Cora Sudharsana, Tjok Istri Ratnamaya, A. A. Ista Remawa, Anak Agung Gede Rai Ricky Fernando Rosaline, Nelly Rosaline, Nelly Samuel Samuel Sarjani, Ni Ketut Pande Satrio Hutomo, Adam Shienny Megawati Sutanto Simanjuntak, Yessica Yosia Virginia Soelistyowati Soelistyowati Sri Marwati Sri Marwati Sudibya, I Gusti Ngurah Suharto, I Sukajaya, I Komang Supandi, Fajar Persada Sutrisnayanti, Ni Nyoman Syahrian, Alfin Teresia Hanna Sanjaya Wasista, I Putu Udiyana Wayan Karja Wicaksana, Dewa Gede Ardawa Putra Wirawan, I Gusti Ngurah Yanti Heriyawati Yogantara, Wayan Arfian