Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENYULUHAN TANGKIS: TANGGULANGI DIABETES DENGAN KONTROL KONSUMSI HARIAN KELUARGA DAN GAYA HIDUP SEHAT DI POSYANDU KEBON BIBIT Yuningrum, Hesti; Suryani Agustina Daulay; Atri Sri Ulandari; Maureen Angelica br. S
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3512

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Gaya hidup tidak sehat serta konsumsi makanan tinggi gula dan rendah serat menjadi faktor risiko utama terjadinya diabetes, terutama dalam lingkup keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan diabetes melalui kegiatan Penyuluhan TANGKIS (Tanggulangi Diabetes dengan Kontrol Konsumsi Harian Keluarga dan Gaya Hidup Sehat) yang dilaksanakan di Posyandu Kebon Bibit pada tanggal 16 Oktober 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 27 ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif menggunakan poster penyuluhan, diskusi kelompok, serta pembagian media edukatif berupa leaflet mengenai diabetes melitus, pola makan sehat dan aktivitas fisik rutin. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 52,63% setelah mengikuti kegiatan. Program ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku sehat dalam keluarga serta menjadi model edukasi berkelanjutan di lingkungan Posyandu. Kata kunci: Penyuluhan, diabetes melitus, konsumsi harian, hidup sehat, posyandu.
Deteksi dini status gizi melalui pemeriksaan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) dan skrining penyakit tidak menular pada lansia Yuningrum, Hesti; Daulay, Suryani Agustina; Febriani, Wiwi; Ulandari, Atri Sri; Nabilla, Nabilla
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36063

Abstract

Abstrak Kelompok lansia merupakan populasi yang sangat rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk malnutrisi dan penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia. Deteksi dini terhadap perubahan komposisi tubuh dan faktor risiko PTM penting dilakukan guna mencegah komplikasi dan menurunkan beban penyakit pada kelompok usia ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini status gizi menggunakan alat Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) serta melakukan skrining PTM (tekanan darah, gula darah, dan asam urat) pada lansia di posyandu lansia kebon bibit diwilayah kerja Puskesmas Hajimena, Lampung. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan langsung dan edukasi hasil skrining. Sasaran kegiatan adalah 40 orang lansia yang aktif mengikuti posyandu lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan kesadaran lansia akan pentingnya pemantauan status gizi dan kesehatan secara berkala. Hasil skrining PTM berdasarkan tekanan darah menunjukkan sebagian besar lansia dengan kategori pre hipertensi sebanyak 14 orang (35%), kadar gula darah sewaktu (GDS) dalam kategori normal sebanyak 32 orang (80%) dan pemeriksaan asam urat kategori tinggi sebanyak 24 orang (60%). Pemeriksaan menggunakan BIA didapatkan nilai IMT sebagian besar responden kategori obesitas sebanyak 18 orang (45%), lemak tubuh kategori sangat tinggi sebanyak 29 orang (72.5%), lemak visceral kategori normal sebanyak 27 orang (67.5%) dan massa otot kategori rendah sebanyak 28 orang (70%).  Penggunaan metode BIA dan skrining penyakit tidak menular dapat mendeteksi permasalahan gizi serta faktor risiko PTM. Program ini memperkuat tindakan promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan yang dapat dilakukan oleh petugas kesehatan seperti bidan desa. Kata kunci: deteksi dini; status gizi; BIA; Penyakit tidak menular; lansia. Abstract The elderly are a population that is highly vulnerable to various health problems, including malnutrition and non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes mellitus, and dyslipidemia. Early detection of changes in body composition and NCD risk factors is important in order to prevent complications and reduce the burden of disease in this age group. This community service activity aims to conduct early detection of nutritional status using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) and screening for NCDs (blood pressure, blood sugar, and uric acid) in the elderly at the Kebon Bibit elderly health center in the Hajimena Community Health Center working area. The methods used included direct examination and screening result education. The target of the activity was 40 elderly people who actively participated in the elderly health center. This community service activity can increase the awareness of the elderly about the importance of regular monitoring of nutritional status and health. The results of the PTM screening based on blood pressure showed that most elderly people were in the pre-hypertension category, with 14 people (35%), while 32 people (80%) had normal blood sugar levels (GDS) and 24 people (60%) had high uric acid levels. The BIA examination found that most respondents were obese, with 18 people (45%) in the obese category, 29 people (72.5%) in the very high body fat category, 27 people (67.5%) in the normal visceral fat category, and 28 people (70%) in the low muscle mass category.  The use of the BIA method and non-communicable disease screening can detect nutritional problems and NCD risk factors. This program strengthens promotive and preventive actions in health services that can be carried out by health workers such as village midwives. Keywords: early detection; nutritional status; BIA; non-communicable diseases; elderly.
Pengaruh Konsentrasi dan Volume Etanol Terhadap Rendemen Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Pada Metode Ekstraksi Maserasi Ade Putri Selviana; Ummi Khoirotunnisa; Atri Sri Ulandari; Ihsanti Dwi Rahayu; Femmy Andrifianie
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i2.pp94-100

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah salah satu tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) banyak diekstraksi dengan metode maserasi karena metode ini cocok untuk tanaman dengan senyawa termolabil. Proses maserasi dengan menggunakan berbagai konsentrasi pelarut dan volume pelarut menghasilkan nilai rendemen yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membahas terkait konsentrasi dan volume pelarut etanol yang efektif untuk menghasilkan rendemen pada bunga telang (Clitoria ternatea L). Penelitian ini menggunakan metode literature review atau tinjauan pustaka dengan mengumpulkan beberapa sumber dari database online seperti google scholar selama 10 tahun terakhir (2014-2024) menggunakan kata kunci yang relevan yaitu "bunga telang", "maserasi", "etanol", dan "rendemen" hingga didapatkan hasil sebanyak 3.620 artikel yang kemudian diseleksi lagi menjadi 14 artikel untuk ditinjau. Hasil tinjauan literatur ini menunjukkan bahwa polaritas pelarut dan perbandingan volume mempengaruhi kualitas rendemen yang dihasilkan dengan menggunakan etanol 70% dengan perbandingan antara sampel dan pelarut 1:10. Literatur review ini dapat menjadi daftar referensi terkait pemilihan pelarut yang efektif terhadap peningkatan kualitas rendemen ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) menggunakan metode ekstraksi maserasi.
Analisis Bibliometrik Aktivitas Antioksidan Ekstrak Pare (Momordica charantia L.) sebagai Pengobatan Tradisional Lukas, Aldo Setiawan; Rahayu, Ihsanti Dwi; Ulandari, Atri Sri; Iqbal, Muhammad
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.894

Abstract

Momordica charantia L. (pare) merupakan tanaman obat yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan terbukti mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan. Meskipun penelitian mengenai pare terus berkembang, pemetaan sistematis terkait tren penelitian, produktivitas ilmiah, dan arah pengembangan riset masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penelitian aktivitas antioksidan ekstrak pare melalui pendekatan bibliometrik menggunakan basis data Scopus. Pencarian data dilakukan melalui fitur Advanced Search dengan kombinasi kata kunci “Momordica charantia” atau “bitter melon” serta “extract” dan “antioxidant”. Kriteria inklusi ditetapkan untuk publikasi berbahasa Inggris berupa artikel, review, dan dokumen konferensi dalam rentang tahun 2000–2025. Dari total 911 artikel yang ditemukan, proses penyaringan menghasilkan 404 dokumen yang memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan Biblioshiny (R Studio) dan VOSviewer untuk menilai tren publikasi, kontribusi institusi, penulis, jurnal, serta keterhubungan kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan publikasi yang signifikan terutama setelah tahun 2018, dengan Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine dan BMC Complementary and Alternative Medicine sebagai jurnal paling produktif. Analisis kata kunci mengungkap fokus riset pada aktivitas antidiabetes, antioksidan, inflamasi, serta pengelolaan stress oksidatif terkait metabolisme. Klaster jaringan kata kunci menegaskan bahwa Momordica charantia dipandang sebagai kandidat fitoterapi potensial dalam terapi penyakit degeneratif, terutama diabetes mellitus tipe 2. Secara keseluruhan, analisis bibliometrik ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai lanskap riset ekstrak pare dan membuka peluang penelitian lanjutan menuju uji klinis dan pengembangan produk fitofarmaka berbasis bahan alam.
Pelatihan Pembuatan Masker Wajah Organik Kelompok Ibu PKK di Desa Sukabanjar Pesawaran Ulandari, Atri Sri; Pardilawati, Citra Yuliyanda; Yuningrum, Hesti; Yunianto, Andi Eka; Putri, Zakiah Meyra; Nurlaili, Nurlaili
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i6.802

Abstract

Community Service was carried out to provide education and training on making natural face masks from medicinal plants in Sukabanjar Village, Pesawaran. The purpose of this activity is to provide information to the community regarding how to make natural face masks using natural ingredients available in the area as an effort to maintain healthy facial skin. The method applied is to provide counseling on the benefits of medicinal plants as well as providing booklets and training on making natural face masks from medicinal plants in the local environment. The specific targets to be achieved are to improve the ability to process natural ingredients into traditional cosmetic preparations and motivate the community, especially members of the PKK women’s group in Sukabanjar Village to always maintain healthy facial skin. With this training program, it is expected that the community, particularly members of the PKK women’s group in Sukabanjar Village, can utilize local medicinal plants as ingredients to make natural cosmetics without chemical mixtures that can provide many benefits for daily use.
PELATIHAN PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SABUN PADA KELOMPOK IBU PKK DI LAMPUNG SELATAN Ulandari, Atri Sri; Yuningrum, Hesti; Daulay, Suryani Agustina; Yunianto, Andi Eka; Astri, Desi; Riduan, Alya Izzaty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26491

Abstract

Abstrak: Pada umumnya, pengusaha kuliner atau ibu rumah tangga menghasilkan limbah minyak goreng dari proses penggorengan, yang dikenal sebagai "minyak jelantah", yang berarti penggunaan minyak berulang kali. Banyak orang, seperti ibu rumah tangga atau pengusaha kuliner, belum menyadari dampak buruk dari mengkonsumsi minyak yang digunakan berkali-kali dan memanfaatkannya sebelum dibuang. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan tentang cara menggunakan minyak jelantah sebagai bahan utama pembuatan sabun. Responden dari kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK salah satu desa di Lampung selatan yang berjumlah 25 orang. Responden diberi pretest terlebih dahulu. Sebelum pelatihan, pretest diberikan kepada responden untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan mereka tentang pelatihan yang akan diberikan. Setelah pelatihan, posttest diberikan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa pengetahuan ibu PKK meningkat setelah pelatihan, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 8,44% dan nilai rata-rata post-test sebesar 9,08%.Abstract: In general, culinary entrepreneurs or housewives produce waste cooking oil from the frying process, known as "oil used", which means repeated use of oil. Many people, such as housewives or culinary entrepreneurs, are not yet aware of the negative impacts of repeated use of cooking oil and utilize it before throwing it away. The purpose of this service is to provide training on how to use used cooking oil as the main ingredient in making soap. A group of PKK women in Karang Anyar Village, South Lampung, held a demonstration of making soap using used cooking oil. A total of 25 people became respondents. Respondents were given a pretest first. The purpose of this service is to provide training on the use of used cooking oil as a basic ingredient for making soap. The PKK mothers' group in Karang Anyar Village, South Lampung, conducted a demonstration of making soap using used cooking oil. A total of 25 people became respondents. Before the training, a pretest was given to respondents to find out how far their knowledge was about the training that would be given. After the training, a posttest was given. The results of the descriptive analysis showed that the knowledge of PKK mothers increased after the training, with an average pre-test value of 8.44% and an average post-test value of 9.08%.
Perbandingan Aktivitas Antibakteri pada Berbagai Konsentrasi Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) terhadap Staphylococcus aureus: Suatu Tinjauan Naratif Anisa Safitri; Atri Sri Ulandari; Afriyani Afriyani; Zulpakor Oktoba
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v4i1.958

Abstract

Introduction: Staphylococcus aureus infection remains a major health problem due to the increasing resistance to conventional antibiotics. Butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) contains bioactive compounds with potential antibacterial properties. This study aimed to evaluate the antibacterial effectiveness of butterfly pea flower extract and to assess the effect of extract concentration variation against Staphylococcus aureus. Method: This study employed a narrative literature review by searching articles from Google Scholar (1,130 articles), PubMed (2 articles), and ScienceDirect (235 articles) published between 2015 and 2025. Articles were selected based on inclusion criteria, namely experimental studies using Staphylococcus aureus as the test bacterium and reporting variations in butterfly pea flower extract concentrations. Exclusion criteria included review articles or proceedings, studies without inhibition zone data, studies not using Staphylococcus aureus, and articles not available in full text. Articles meeting the criteria were analyzed descriptively and comparatively (n = 9 articles). Discussion: Analysis of the nine selected studies indicated that increasing concentrations of butterfly pea flower extract were associated with larger inhibition zones against Staphylococcus aureus. Variations in results were influenced by solvent type, extraction methods, and antibacterial testing techniques. Conclusion: Butterfly pea flower extract demonstrated consistent antibacterial activity against Staphylococcus aureus, particularly at higher concentrations, suggesting its potential development as a natural antibacterial active ingredient.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN SENYAWA MINYAK JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DAN MINYAK NILAM (Pogostemon cablin B.) SEBAGAI ANTI REPELLENT DENGAN METODE GC-MS Atri Sri Ulandari
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 02 (2022): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i02.1732

Abstract

Indonesia merupakan negara beriklim tropis dan kaya akan beraneka ragam flora, berbagai jenis tanaman yang memiliki banyak manfaat dapat tumbuh dengan mudah di Indonesia, salah satu diantaranya yaitu tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri (essensial oil). Minyak atsiri jeruk nipis juga banyak digunakan dalam industri parfum, kosmetika, farmasi, sabun dan aromaterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan senyawa yang terdapat di dalam minyak atsiri jeruk nipis dan minyak nilam sebagai anti repellent. Tahapan penelitian yang dilakukan: 1) ekstraksi minyak jeruk nipis dengan teknik destilasi air dan ekstraksi minyak nilam dengan teknik destilasi uap-air 2) karakterisasi minyak atsiri jeruk nipis dan minyak nilam3) identifikasi minyak jeruk nipis dan minyak nilam menggunakan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan rendemen dari minyak atsiri jeruk nipis 0,09% dan minyak nilam 0,65%. Hasil karakterisasi minyak jeruk nipis diperoleh indeks bias 1,475 dan massa jenis 0,87 g/mL. Karakteristik minyak nilam diperoleh indeks bias 1,508 dan massa jenis 0,981 g/mL yang kedua minyak telah memenuhi syarat SNI. Analisis GCMS minyak jeruk nipis mengandung senyawa limonen sebesar 36,32% dan minyak nilam mengandung senyawa patchouli alkohol sebesar 46,42%.
Tinjauan Literatur: Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Mahasiswa dalam Penggunaan Kosmetik Pencerah Kulit Fahmi, Amanda Triana; Pardilawati, Citra Yuliyanda; Ulandari, Atri Sri
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.1009

Abstract

ABSTRAK. Kosmetik pencerah kulit masih banyak digunakan di berbagai negara dan menjadi perhatian dalam bidang kesehatan karena dipengaruhi oleh faktor sosial serta berpotensi menimbulkan dampak pada kesehatan. Mahasiswa merupakan kelompok usia dewasa muda yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan paparan media, sehingga penggunaan kosmetik pencerah kulit masih ditemukan pada kelompok ini. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa dalam penggunaan kosmetik pencerah kulit. Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar dengan kriteria inklusi artikel penelitian asli yang dipublikasikan dalam bahasa Indonesia atau Inggris dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya telah mengenal kosmetik pencerah kulit, namun pemahaman mengenai risiko penggunaannya masih bervariasi. Sikap mahasiswa cenderung menerima penggunaan kosmetik pencerah kulit dan dipengaruhi oleh persepsi kecantikan serta lingkungan sosial. Praktik penggunaan tetap ditemukan meskipun terdapat pengetahuan mengenai risiko penggunaan produk tersebut. Tinjauan ini menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa terkait penggunaan kosmetik pencerah kulit tidak selalu berjalan searah.
Molecular Docking and ADMET Analysis of Bioactive Compounds from Vitex trifolia as Potential COX-2 Anti-Inflammatory Agents Hibatulloh, Hanif; Oktoba, Zulpakor; Ulandari, Atri Sri; Iqbal , Muhammad; Patala, Recky
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v11i2.460

Abstract

Legundi (Vitex trifolia) has been reported to exhibit anti-inflammatory activity; however, the specific bioactive compounds responsible for this effect remain unclear. This study aimed to evaluate the anti-inflammatory potential of bioactive compounds from V. trifolia against cyclooxygenase-2 (COX-2; PDB ID: 5KIR) using an in silico molecular docking approach, along with the analysis of their pharmacokinetic and toxicity profiles. The results showed that persicogenin exhibited the lowest binding affinity of −9.2 kcal/mol and formed hydrogen bonds with key amino acid residues, namely THR 212, HIS 207, and TYR 385. ADMET prediction results indicated that persicogenin met the drug-likeness criteria for an oral drug candidate, demonstrated good intestinal absorption (HIA: 92.29%), high membrane permeability (Caco-2 permeability > 0.9), low volume of distribution (VDss < 0.45), inhibitory activity against CYP2C19 and CYP3A4, and no hepatotoxic potential. These findings suggest that persicogenin may serve as an anti-inflammatory agent.