This Author published in this journals
All Journal Litera BASASTRA Lingua Cultura Jurnal Gramatika Indonesian Language Education and Literature Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Holistik: Journal For Islamic Social Sciences AWLADY Jurnal Pendidikan Anak Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Bindo Sastra RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Jurnal Lentera (Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Indonesia) Deiksis Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA) Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Jurnal Sasindo Unpam Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Nuances of Indonesian Language Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kajian Bahasa dan Sastra (KABASTRA) Jurnal Guru Indonesia Jurnal Tradisi Lisan Nusantara WIDYANTARA ANUFA Literature Research Journal (LRJ) Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sawerigading Aksara
Claim Missing Document
Check
Articles

Power and Identity Representation in News on Indonesia’s Capital Relocation: A Fairclough Critical Discourse Analysis Nurpadillah, Veni; Mardikantoro, Hari Bakti; Mulyaningsih, Indrya; Wilsa, Asrizal Wahdan
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1626

Abstract

This study investigates how Metro News and Kumparan.com represent the relocation of Indonesia’s new capital (IKN), focusing on power and identity in media discourse. Using Norman Fairclough’s critical discourse analysis at micro-, meso-, and macrostructural levels, a qualitative approach analyzes online news excerpts and interviews through a matching method validated by triangulation. Findings indicate that Metro News constructs an oppositional identity by critically framing President Jokowi’s policies, reflecting the ideological stance and institutional influence of its ownership. In contrast, Kumparan.com emphasizes government achievements, portraying a progressive and development-oriented identity of the administration. The analysis shows that media discourse functions both as a political watchdog and as a constructor of social and political identities, shaping public perception and legitimizing authority. The study underscores the importance of media literacy, transparency, and public dialogue in fostering critical awareness of strategic national issues such as capital relocation. Further research is recommended to examine how media representations of power and identity affect policy reception and public opinion. AbstrakStudi ini menyelidiki tentang bagaimana Metro News dan Kumparan.com merepresentasikan relokasi Ibu Kota Baru Indonesia (IKN), dengan fokus pada kekuasaan dan identitas dalam wacana media. Menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough pada tingkat mikro, meso, dan makrostruktural, pendekatan kualitatif menganalisis kutipan berita daring dan wawancara melalui metode pencocokan yang divalidasi oleh triangulasi. Temuan menunjukkan bahwa Metro News membangun identitas oposisional dengan membingkai secara kritis kebijakan Presiden Jokowi, yang mencerminkan sikap ideologis dan pengaruh kelembagaan pemiliknya. Sebaliknya, Kumparan.com menekankan pencapaian pemerintah, menggambarkan identitas pemerintahan yang progresif dan berorientasi pembangunan. Analisis menunjukkan bahwa wacana media berfungsi baik sebagai pengawas politik maupun sebagai konstruktor identitas sosial dan politik, membentuk persepsi publik dan melegitimasi otoritas. Studi ini menggarisbawahi pentingnya literasi media, transparansi, dan dialog publik dalam menumbuhkan kesadaran kritis terhadap isu-isu nasional strategis seperti relokasi ibu kota. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengkaji bagaimana representasi media tentang kekuasaan dan identitas mempengaruhi penerimaan kebijakan dan opini publik.
Mekanisme Pertahanan Diri Tokoh Utama Perempuan Dalam Film “Sehidup Semati” Maharani, Intan Suci; Farist, Zakarial; Mulyaningsih, Indrya
Literature Research Journal Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v3i2.1402

Abstract

Penelitian ini mengkaji mekanisme pertahanan diri yang dialami oleh tokoh utama perempuan, Renata, dalam film “Sehidup Semati” melalui pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif serta teknik observasi dan dokumentasi, penelitian ini menganalisis adegan dan dialog dalam film yang merepresentasikan bentuk-bentuk pertahanan diri bawah sadar seperti represi, proyeksi, pengingkaran, rasionalisasi, dan identifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Renata secara tidak sadar menggunakan mekanisme-mekanisme tersebut sebagai respons terhadap tekanan batin yang muncul akibat pengalaman traumatis dan relasi kuasa yang timpang. Selain berkontribusi pada pengembangan kajian psikologi sastra, penelitian ini juga memperluas wawasan mengenai dampak psikologis kekerasan dan budaya patriarki terhadap perempuan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi sosial serta media edukatif dalam memahami kompleksitas psikis perempuan penyintas kekerasan. Defense Mechanisms Of Female Main Characters in The Film "Sehidup Semati"This study examines the self-defense mechanisms experienced by the main female character, Renata, in the film "Sehidup Semati" through the approach of Sigmund Freud's literary psychology. Using descriptive qualitative methods along with observation and documentation techniques, this study analyzes scenes and dialogues in the film that represent forms of subconscious self-defense such as repression, projection, denial, rationalization, and identification. The results of the analysis show that Renata unconsciously uses these mechanisms in response to the mental pressure that arises from traumatic experiences and unequal power relations. In addition to contributing to the development of literary psychology studies, this study also broadens insight into the psychological impact of violence and patriarchal culture on women. These findings are expected to become material for social reflection and educational media in understanding the psychological complexity of women who are survivors of violence.
CONSTRUCTING CULTURAL IDENTITY IN BIPA PEDAGOGY: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF AR-ENHANCED LEARNING MATERIALS BASED ON CIREBON HERITAGE Mulyaningsih, Indrya; Jan-Kaew, Tiwaporn; Ekawati, Tatik; Nurpadillah, Veni; Rahman, Muhammad Arif
Jurnal Gramatika Vol 12, No 1 (2026): Spring Issue (April-September)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2026.v12i1.10607

Abstract

Integrating cultural identity into Bahasa Indonesia for Penutur Asing (BIPA) pedagogy often prioritizes content enrichment over discursive and ideological engagement. This study addresses this limitation by investigating how cultural identity is constructed, depicted, and facilitated through Augmented Reality (AR) within learning materials derived from Cirebon's historical landscape for Thai learners. Employing Critical Discourse Analysis (CDA) alongside design-based research, the study scrutinizes pedagogical designs, instructional texts, visual representations, and learner feedback to identify prevailing identity discourses embedded within the technology. Results indicate that Cirebon's cultural identity is predominantly portrayed through harmonious, heritage-focused narratives emphasizing tradition and historical continuity, whereas alternative or contested identities receive minimal representation. Consequently, AR functions not merely as a technological tool but also as a semiotic mechanism that validates specific cultural interpretations and pedagogical ideologies. The study argues that AR-enhanced BIPA materials function as ideological frameworks that significantly shape learners' perceptions of Indonesian cultural identity. This research advances BIPA instruction beyond technological augmentation, advocating for critical language education that acknowledges technology's role in perpetuating cultural ideologies. It highlights the need for educators to examine how digital media shapes learners' cultural understanding critically. Future research should conduct comparative discourse analyses across diverse cultural contexts and investigate learner resistance and reinterpretation of these narratives. By examining the intersection of technology, discourse, and identity, this study contributes to a nuanced understanding of digital pedagogy in language learning, ensuring that cultural representation remains critical rather than superficial.
Co-Authors Adella Samrotul Hasanah adriani, Ninda Afiati, Laksmita Nur Agus Nuryatin Aji Septiaji Al Chazim, Agus Khumaedy Alfarabi Maulana Aliyah, Himatun Amaliyah, Fitri Nur Amelia, Intan Ayu Asrizal Wahdan Wilsa Ayu Fauziyah Ayu Fauziyah, Ayu Ayu Intan Sari Ayuningrum, Sylpia Aziz, Abdel Bagaskara Nur Rochmansyah Bambang Eko Hari Cahyono Budhi Setiawan Cahyono, Bambang Eko Hari Cerianing Putri Pratiwi Cut Novianti Rachmi, Cut Novianti Dasapta Erwin Irawan, Dasapta Erwin Deny Juanda Puradimaja Devi Devi Devi Devi, Devi Diana Yuliani Putri Ekawati, Tatik Emah Khuzaemah Endi Rohendi Fahira, Dima Azharul Farist, Zakarial Fauziyah, Ayu Febri Nugroho Firda Aulia Rahmah Fitri Nur Amaliyah Fitrotul Muayyanah Hari Bakti Mardikantoro Hayyin Shofiyatin Herawati, Lilik Hidayat, Wahyu Hikmah Uswatun Ummi Iim Mughafiroh Ita ristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti, Itaristanti Itaristanti, Itaristanti Jan-Kaew, Tiwaporn Juneman Abraham Kamaluddin, Udin Khalimatussa'diyah Khalim Khoirunnisa, Kharisma Kurniawan Kurniawan Layalin, Nida Lestari, Thita Siti Lestari, Winda Apriya Lia Kartika, Lia Lita Fatmawati Luthfiah, Cheysa M. Adil Fadhli Maharani, Intan Suci Maman Suryaman Maramis, Maya Revita Mia Fatimatul Munsi Miftahulkhairah Anwar Mitra Djamal Mochammad Tanzil Multazam Mohammad Ali Zahidin Mohammad Fauziddin Mohammad Rohmadi Mughofiroh, Iim Muhammad Ali Zabidin Mukti, Rino Rakhmata Nana Priajana Nasa, Arifin Nina Nurfiana Ninda adriani Noor Fadillah Nurasiah, Desi Nurdiansyah, Dea Ananda Nurjannah, Rima Nurpadillah, Veni Nursahida, Kayla Suci Nurul Azmi Nuryanto, Tato Panji Kuncoro Hadi Perempuan Fitri Ayu Ayu Petrus Jacob Pattiasina Putri, Dini Aoulia Putri, Raihany Putri, Widya Amalia Rahman, Muhammad Arif Rahmaniah, Nuraini Fitri Rianto Rianto Rianto Rina Maulindah Ririen Wardiani ristanti, Ita Rizki Ananda Rohmadi, Mohammad Rostiyati, Rostiyati Royan Nur Fahmi Sarwiji Suwandi Senjaya, Sonia Shofuroh Shofuroh Silpiah Silpiah Siriporn Maneechukate Siti Komariyah Siti Risna Nur Alviya Sparisoma Viridi Sri Uswati, Tati Sri Wahyuni Suherli Kusmana Suwandi, Sarwiji Syarifah, Siti Syifanaya, Raissa Tati Sri Uswati Tati Sri Uswati Tato Nuryanto Tato Nuryanto, Tato Vismania S. Damaianti, Vismania S. Yani Septiani Yani Septiani Yundari, Yundari Yusro Edy Nugroho Zaki, Reza Muamar Zulva Azhar Aulia Ulhaq