Kasus minuman keras maupun merokok dikalangan remaja secara umum di Kalimantan Tengah mencapai porsentase 243,8% berusia 15-24 tahun sudah sangat memprihatinkan. Perilaku kenakalan remaja atau Juvenile Delinquency adalah perilaku menyimpang yang berdampak pada kehadiran siswa di kelas dan penurunan prestasi akademik. Pentingnya bimbingan dan konseling melalui guru BK terhadap perilaku menyimpang remaja pada kasus tersbut, diharapakan dapat menurunkan juvenile delinquency dengan signifikan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menyajikan gambaran penanganan siswa dengan kasus miras dan merokok pada siswi SMK melalui BK individu dengan implementasi intervensi pendekatan CBT. Hasil dari BK individu siswi memahami dampak perilaku negatif, sehingga secara perlahan berhenti mengkonsumsi miras dan merokok, dan meningkatkan kualitas belajar di sekolah serta memiliki rencana masa depan .