Claim Missing Document
Check
Articles

Flexing sebagai Simulakra Status Sosial di Era Digital Nandea Khodijah; Vini Anggun Pratiwi; Maulana, Ridho Adji; Sununianti, Vieronica Varbi; Istiqoma Istiqoma; Kurniawan, Deni Aries
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Mei: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v4i3.1701

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of flexing on social media as a representation of social status in digital society through the perspectives of Jean Baudrillard’s simulacra theory and Erving Goffman’s self-presentation theory. The research employs a qualitative method using content analysis of social media posts, particularly on Instagram and TikTok, that display flexing practices. The research data consist of photos and videos containing symbols of luxury, such as branded goods, luxury vehicles, exclusive locations, and consumptive lifestyles. The findings reveal that flexing is not merely an act of showing off, but also a conscious self-representation strategy used to construct a particular social image. The luxury symbols displayed often do not fully reflect reality, but rather represent identity constructions that have been selectively curated and manipulated according to the desired image. From the perspective of simulacra, these representations have replaced reality itself, causing the boundary between reality and representation to become increasingly blurred. Furthermore, the phenomenon of flexing is closely related to consumer culture, the need for social recognition, and personal branding strategies in the digital era. Exposure to flexing content also encourages social comparison, which may lead to psychological pressure among audiences. Therefore, flexing can be understood as a multidimensional phenomenon reflecting changes in how individuals construct identity, perceive reality, and gain social legitimacy within digital society.
Konsumerisme dalam Kehidupan Masyarakat Modern: Kajian Kritis Perspektif Jean Baudrillard Aisa Rosa; Rienika Putri; Vieronica Varbi Sununiati; Istiqomah Istiqomah; Deni Aries Kurniawan
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Mei: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v4i3.1703

Abstract

Consumerism is an increasingly dominant phenomenon in modern society along with the development of capitalism, globalization, and information technology. Society's consumption patterns have shifted from being primarily oriented toward fulfilling needs to fulfilling symbolic desires. In this context, Jean Baudrillard's thinking is relevant in explaining that consumption is no longer based on use value, but rather on the sign value inherent in a commodity. This study aims to analyze the phenomenon of consumerism in modern society through Jean Baudrillard's critical perspective and to uncover its social implications. The research method used is a qualitative approach with library research, which examines various scientific literature, books, and journals related to consumerism and simulation theory. The results show that consumerism has created a pseudo-reality (simulacra), where individuals consume based on symbolic impulses shaped by the media, advertising, and popular culture. Consumption becomes a means to construct self-identity and gain social recognition, thus encouraging excessive consumer behavior. Furthermore, this phenomenon also results in social alienation, identity crises, and dependence on the global capitalist system. Thus, consumerism is not only an economic activity but also a complex socio-cultural phenomenon. Therefore, critical awareness is needed so that society can be more rational and selective in its consumption practices
Pernikahan Dini Dalam Keterbatasan Sosial Ekonomi: Analisis Reproduksi Sosial Perspektif Pierre Bourdieu Ananda Meylisha; Nesya Dwi Ramadhani; Venny Salsabela Wijaya; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqomah; Deni Aries Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5596

Abstract

Pernikahan dini merupakan permasalahan sosial yang berkaitan erat dengan ketimpangan sosial ekonomi dan kondisi struktural dalam masyarakat. Fenomena ini masih banyak terjadi dan cenderung dinormalisasi meskipun memiliki dampak jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pernikahan dini sebagai bentuk reproduksi sosial dengan melihat keterkaitan antara keterbatasan sosial ekonomi, habitus, dan struktur sosial dalam perspektif Pierre Bourdieu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini dipengaruhi oleh faktor yang saling berkaitan, seperti kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, lingkungan sosial, dan norma budaya. Keluarga dengan modal ekonomi rendah cenderung memandang pernikahan dini sebagai solusi praktis untuk mengurangi beban ekonomi, sementara keterbatasan pendidikan mempersempit pilihan hidup remaja. Lingkungan sosial yang terbiasa dengan praktik ini turut memperkuat keberlangsungannya dari generasi ke generasi. Kondisi tersebut membentuk habitus yang memengaruhi cara pandang dan tindakan individu sehingga pernikahan dini dianggap sebagai hal yang wajar. Dengan demikian, pernikahan dini menjadi mekanisme reproduksi sosial yang mempertahankan ketimpangan dan siklus kemiskinan.
Kecemasan Mahasiswa dalam Menghadapi Risiko Kritik Sosial di Media Sosial: Perspektif Ulrich Beck Dea Anggraini; Anizzah Meisyah Putri; Lazuardi Bim Mahdi; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqoma; Deni Aries Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5739

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial mahasiswa, di mana media sosial menjadi ruang utama untuk mengekspresikan diri dan membentuk identitas. Namun, kebebasan tersebut juga memunculkan tekanan sosial dan kecemasan akibat potensi kritik dan penilaian publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecemasan mahasiswa dalam menghadapi risiko kritik sosial di media sosial dengan menggunakan perspektif masyarakat risiko Ulrich Beck. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan mahasiswa dipengaruhi oleh rasa takut terhadap penilaian negatif, perbandingan sosial, dan tuntutan untuk menampilkan citra diri yang ideal. Mahasiswa cenderung menunda posting, mengevaluasi ulang konten, serta membatasi ekspresi diri sebagai bentuk self-censorship. Kecemasan terjadi sebelum dan setelah posting, yang menunjukkan adanya evaluasi diri secara berkelanjutan. Dalam perspektif masyarakat risiko, media sosial menghadirkan risiko sosial dan psikologis baru yang memengaruhi kondisi mental mahasiswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesadaran dan strategi adaptif dalam mengurangi kecemasan di ruang digital.
Krisis Ekologis dalam Konflik Manusia dan Gajah akibat Kebijakan Tata Ruang di Sumatera Selatan Perspektif Habermas Noor Annisa Suci Lestary; Putri Adinda; Aulia Salma; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqomah; Deni Aries Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5960

Abstract

Konflik manusia dan gajah di Sumatera Selatan meningkat akibat alih fungsi hutan dan kebijakan pembangunan yang kurang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab konflik dari aspek ekologis, sosial, dan kebijakan tata ruang dengan perspektif teori sosial kritis Jürgen Habermas. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap sumber ilmiah dan dokumen kebijakan periode 2015–2025. Hasil menunjukkan bahwa perubahan hutan menjadi kawasan industri, perkebunan, dan infrastruktur menyebabkan fragmentasi habitat dan penyusutan ruang hidup gajah, sehingga mendorong gajah memasuki permukiman dan memicu konflik. Selain itu, lemahnya implementasi kebijakan dan dominasi kepentingan ekonomi memperburuk kondisi. Dalam perspektif Habermas, hal ini mencerminkan dominasi sistem terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan berkelanjutan, perlindungan habitat, dan keterlibatan masyarakat dalam konservasi.
Praktik Penggunaan Aplikasi Gojek oleh Mahasiswa Universitas Sriwijaya dalam Perspektif Aulia Novita Rizki; Naura Putri Utaya; Aura Tsabitah; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqoma; Deni Aries Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5998

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan aplikasi digital dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa, khususnya Gojek sebagai platform multifungsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penggunaan Gojek oleh mahasiswa Universitas Sriwijaya dalam perspektif Pierre Bourdieu dengan melihat habitus, modal, dan ranah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa pengguna aktif Gojek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Gojek telah menjadi kebiasaan yang terbentuk melalui pengalaman berulang dan dilakukan secara otomatis. Praktik ini dipengaruhi oleh modal ekonomi, sosial, dan budaya yang dimiliki mahasiswa. Selain itu, ranah digital turut memperkuat penggunaan Gojek sebagai sesuatu yang wajar dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa memilih Gojek karena dinilai praktis, efisien, dan memudahkan pemenuhan kebutuhan mobilitas serta konsumsi. Dengan demikian, Gojek tidak hanya berfungsi sebagai alat tetapi juga sebagai praktik sosial yang membentuk perilaku mahasiswa di era digital. Kesimpulannya, penggunaan Gojek menunjukkan bagaimana teknologi digital membentuk praktik sosial melalui interaksi habitus, modal, dan ranah.
Praktik Konsumsi Mahasiswa dalam Mereproduksi Distingsi Sosial: Analisis Kekuasaan Simbolik Perspektif Pierre Bourdiue M.Rafli Dwi Mahesa; Sahala Immanuel D. P; Reva Zikri Fahlevi; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqomah; Deni Aries Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6052

Abstract

Fenomena konsumsi di kalangan mahasiswa tidak lagi dapat dipahami sebagai upaya pemenuhan kebutuhan semata, melainkan telah bergeser menjadi praktik sosial yang sarat dengan makna simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik konsumsi mahasiswa berfungsi sebagai mekanisme reproduksi distingsi sosial dan kekuasaan simbolik dalam perspektif Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui pengkajian dan sintesis berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan konsumsi mahasiswa, gaya hidup, serta kerangka teori Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi mahasiswa lebih banyak didorong oleh keinginan, gaya hidup, dan pengaruh lingkungan sosial dibandingkan kebutuhan rasional. Konsumsi juga memiliki nilai simbolik yang berfungsi sebagai sarana ekspresi diri, pembentukan identitas, serta memperoleh pengakuan sosial. Perbedaan selera dan pola konsumsi mencerminkan adanya proses distingsi, sementara lingkungan sosial dan kepemilikan sumber daya turut membentuk praktik konsumsi mahasiswa. Dalam perspektif Bourdieu, praktik tersebut berlangsung dalam suatu arena sosial yang memungkinkan terjadinya persaingan simbolik yang dipengaruhi oleh habitus dan berbagai bentuk modal. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi mahasiswa bukan sekadar tindakan individu, tetapi merupakan praktik sosial yang berperan dalam mereproduksi struktur sosial. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya memahami konsumsi sebagai bentuk kekuasaan simbolik serta mendorong penelitian lanjutan berbasis empiris untuk mengkaji dinamika konsumsi mahasiswa dalam berbagai konteks sosial dan budaya.
Performativitas Gender dan Identitas diri dalam film Lovely Man: Perspektif Judith Butler Meza Herlianti; Afifa Humaira; Fatimah Azzahra Surga; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqomah; Deni Aries Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau performativitas gender dan pembentukan identitas diri dalam film Lovely Man melalui perspektif Judith Butler. Metode yang digunakan pada penelitian ini kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data berupa observasi melalui adegan dan dialog dalam film. Hasil penelitian yang dihasilkan adalah, identitas gender tokoh Syaiful atau Ipul tidak bersifat tetap tetapi terbentuk melalui tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam kehidupan sehari-hari. Penampilan sebagai transpuan yang ditampilkan dari cara berpakian, gestur serta interaksi sosial menunjukkan bahwa gender adalah sesuatu yang dilakukan dan bukanlah sesuatu yang melekat secara alami. Lalu film ini menampilkan adanya identitas ganda yang di jalani oleh Syaiful, yaitu tokoh sebagai ayah dan sebagai transpuan di ruang publik yang dimana sering kali mendorong perbincangan karena adanya norma heteronormatif dari masyarakat. Melalui penelitian ini, disimpulkan bahwa film Lovely Man menghadirkan representasi gender sebagai sesuatu yang tidak linier namun terbentuk dari adanya proses sosial di masyarakat.
Fatamorgana Kemewahan di Ruang Digital: Analisis Budaya Flexing sebagai Hilangnya Nilai Pakai dalam Masyarakat Konsumsi Julyanti Katerina Saragih; Kevin Erik Hasiholan; Rina Melkhanda; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqomah; Deni Aries Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6056

Abstract

Fenomena "flexing" di media sosial muncul sebagai bentuk ekspresi diri dan penanda status sosial di masyarakat modern, terutama kalangan muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendorong perilaku flexing, dampaknya terhadap status sosial dan popularitas, serta konstruksi identitas melalui praktik penampilan. Dengan pendekatan studi literatur, penelitian mengkaji lima belas artikel, buku, dan teori relevan, termasuk konsep Baudrillard tentang simulakra dan tanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flexing didorong oleh keinginan mendapatkan pengakuan sosial, dipengaruhi oleh media sosial, pengaruh peer group, dan motivasi pribadi seperti self-reward. Praktik ini memperkuat stratifikasi sosial, menciptakan ilusi kekayaan, serta menimbulkan dampak psikologis seperti iri hati dan ketidakpuasan. Penelitian menyimpulkan bahwa flexing berfungsi sebagai alat penentu identitas sosial, namun berisiko menimbulkan permukaan dan ketidaksetaraan sosial, serta menekankan pentingnya kesadaran kritis dalam budaya digital.
Keterbatasan Relasi Sosial Mahasiswa Komuter di Lingkungan Kampus Aulia Novita; Nayla Amaliah; Khafifah Mujahidah; Vieronica Varbi Sununianti; Deni Aries Kurniawan; Istiqoma
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6088

Abstract

Penelitian ini membahas keterbatasan relasi sosial yang dialami oleh mahasiswa komuter di lingkungan kampus, khususnya di Universitas Sriwijaya. Mahasiswa komuter adalah mahasiswa yang melakukan perjalanan pulang-pergi setiap hari, sehingga waktu dan energi mereka banyak tersita oleh mobilitas, yang kemudian memengaruhi keterlibatan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kondisi tersebut memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam membangun relasi sosial serta bagaimana mereka beradaptasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi untuk menggali pengalaman langsung mahasiswa komuter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya mobilitas menyebabkan kelelahan dan keterbatasan waktu, sehingga mahasiswa kurang terlibat dalam aktivitas sosial kampus. Akibatnya, relasi sosial yang terbentuk menjadi terbatas dan kurang luas. Selain itu, akses terhadap informasi informal juga menjadi terbatas karena minimnya keterlibatan dalam interaksi di luar kelas. Namun, mahasiswa komuter memiliki strategi adaptasi, seperti memanfaatkan komunikasi digital, aktif saat perkuliahan, serta mencari informasi secara mandiri. Kesimpulannya, keterbatasan relasi sosial mahasiswa komuter dipengaruhi oleh faktor individu dan kondisi struktural, terutama mobilitas dan keterbatasan waktu.
Co-Authors Adelia Lucky Pratiwi Afifa Humaira Agestya Petra Amelia Agung Permadi Agustin, Nanda Riski Agustin, Nur Shafira Agustrianda, Deva Ahmad Wildan Habibi Ahmad Yusuf Pratama Aisa Rosa Aisyah Arrahma Aisyah Regita Putri Ajizah, Tary Hadisti Aliyah Jasmine Rifa Riyanti Ananda Meylisha Anastasya Silangit, Maureen Angga Aji Saputra Anggie Elma Acintya Anizzah Meisyah Putri Arini ARISKA, IIS Asni Sari, Kurnia Aulia Novita Aulia Novita Rizki Aulia Salma Aura Tsabitah Azizah Azzahro Berliana Martasya Cantika Carelina Ephifania Siagian Catherine Felisha Pramadita Daniel Theodore Sparringa Dea Anggraini Desi Nurmasari Difa Dwi Sanjaya Dwi Arif Prasetyo Dwi Hapsari, Yuanita Eko Mulyono Fadillah Nur Habibah M Fatimah Azzahra Surga Fela Syakirania Femei Rahmilija Florensya Angelica Delarosa Zalukhu Gea Lestari Ghania Salsabilla Nihel Fazila Ghina Reftantia Gita Permatasari Hapsari , Yuanita Dwi Hapsari, Yuanita Dwi Hikmat, Rohman Ilal Ilham Inasyah Mutia Putri Istiqoma Istiqoma Istiqoma Istiqoma Istiqoma Istiqoma Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Izzaty Nagita Putri Jonathan Raymond Frederick Julyanti Katerina Saragih Kayla Chelsie Anindra Kevin Erik Hasiholan Keysha Mutia Ranandityas Khafifah Mujahidah Lazuardi Bim Mahdi Lidya Shela Agustin Lili Maimunah Lisya Septiani Putri M Redho Nopansyah M. Alif Awaluddin M. Budi Pratama M. Taufiqurrahman Akbar M.Rafli Dwi Mahesa Maharani Safitri Mallia Hartani Masyitoh, Maulida Maulana, Ridho Adji Meilani Rizka Mutiarani Meisy Novianti Meza Herlianti Miftahul Janna Mikha Yunita Puteri Mirna Delli Septiana Muhammad Danda Mulia Muhammad Faiz Naufal Muhammad Fajri Muhammad Rifai Mulyani Istiqomah Nadilah Miskah Somahapsari Nadya Difriana Nandea Khodijah Napinurul Azizah Nara Zatty Naura Putri Utaya Nayla Amaliah Nazela Nazela Nesa Utami Nesya Dwi Ramadhani Noor Annisa Suci Lestary Nur Rahma Vadila Nurul Kalima Nurwahyu Al Imani, Geneva Nyayu Tania Wulandari Octaria, Deby Febrina Oktanedi, Aldri Oktaviana Br Ginting M Purbasari, Verbena Ayuningsih Putri Adinda Putri Elya Jumiati R.A. Amelya Salsabila Rachel Meriah Piouli M Rachma Mardana Rahmawati , Triana Rahmawati, Zulfatri Rangga Pratama Retno Pangesti Reva Zikri Fahlevi Reza Anada Putri Rienika Putri Rika Maryam Rina Melkhanda Rizki, Putri Meylina Safitri, Indy Sahala Immanuel D. P Sahara Sari Septia Ningsih Shalsa Badisyafitri Silvia Annisa Simanullang, Inelda SISCA INDRIANI Sisy Viola Gendis Nasution Situmeang, Debora Sofinaycila Andina, Anissa Suci Hatika Syarlla Zenia Aliah Tasya Wulandari Teguh Imami Tiara Resta Lapina Tresno Tresno TRI PUSPA AGUSTINA Tuti Budirahayu Umi Khasanah Varbi Sununianti , Vieronica Varbi Sununianti, Vieronica Venny Salsabela Wijaya Veronica Varbi Sununianti Viero Varbi Sununianti Viero Varbi Sununianti Vieronica Varbi Sununianti Vieronica Varbi Sununianti Vieronica Varbi Sununianti Vieronica Varbi Sununianti, Vieronica Varbi Vieronica Varbi Sununianti4 Vieronica Varbi Sununiati Vieronica Verbi Sununianti Vini Anggun Pratiwi Vivienne Loke Pei Wen Yenis Alda Yogi Alja'is Fadillah Yuanita Dwi Hapsari Yuanita Dwi Hapsari Yunita Maharani Yusela anida Zahra, Adellia Ayu Zahwa Alya Putri Zairindra Anggun Safitri