Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Job Satisfaction of Health Workers at Bahteramas Hospital Sumarti, Sumarti; Muharni; Syamsiah; Candra; Tosepu, Ramadhan; Effendy, Devi Savitri; Susanty, Sri
Miracle Journal of Public Health Vol 6 No 2 (2023): Miracle Journal of Public Health
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v6i2.321

Abstract

Employee job satisfaction is characterized by a low proportion leaving the organization and low employee absenteeism. The survey on the job satisfaction of health workers at the Bahteramas Hospital BLUD showed 46% were satisfied at work such as conducive working conditions, and incentives received according to workload while 54% were dissatisfied because there was no compensation related to time of attendance. The purpose of this study was to determine the relationship between working conditions, incentives, work performance and satisfaction of health workers. This research is a quantitative (Observational) research design cross-sectional study. The research was conducted from 1 to 20 February 2023 in the inpatient rooms of Bahteramas Hospital with 139 from 213 health workers using the Cluster Random Sampling technique. Data collection used a questionnaire and carried out a chi-square test and a closeness test. The results of the study found that more respondents with supportive working conditions were satisfied (p=0.006, j=0.233). Respondents with appropriate incentives were more satisfied with their job satisfaction (p=0.000, j=0.302). Furthermore, respondents with appropriate organizational policies were more satisfied with their job satisfaction, (p=0.005, j=0.237). The conclusion is that there is a moderate relationship between working conditions, incentives and achievement with health worker satisfaction in the BLUD Inpatient Room of Bahteramas Hospital.
Sosialisasi Personal Hygiene dan Pencegahan Penyakit Scabies di Pondok Pesantren Abdurrahman Bin’ Auf Kendari Anesta, Resqy Nongri; Bahar, Hartati; Effendy, Devi Savitri; Muchtar, Febriana; Lestari, Hariati; Tosepu, Ramadhan; Haliza, Nur; Marfi, Wa Ode Elsa; Liawati, Leli; Jayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v3i2.554

Abstract

Scabies is a contagious skin disease caused by infected and easily transmitted Sarcoptes scabiei var hominis mites and often occurs in high-density environments, such as Islamic boarding schools. One of the main causes of scabies is personal hygiene. Personal hygiene, also known as personal hygiene, is maintaining physical and mental cleanliness and health. Low knowledge and awareness of personal hygiene among students can increase the risk of this disease. The purpose of the counseling activity is to increase knowledge about personal hygiene and scabies among students at the Abdurrahman bin 'Auf Kendari Islamic boarding school. The method used is lectures and educational games using true and false boxes and mystery boxes. The number of participants in this education was 53 students. The results of the socialization showed that there was a difference in average knowledge before and after being given education with a statistical test using the Paired t-test. So it can be concluded that socialization of personal hygiene and scabies can increase student knowledge.
Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Siswa SMA Negeri 3 Kendari Muchtar, Febriana; Lestari, Hariati; Effendy, Devi Savitri; Bahar, Hartati; Tosepu, Ramadhan; Ahmad, La Ode Ali Imran
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022357

Abstract

Dengue hemorrhagic fever or known as DHF is an infectious disease caused by the dengue virus through the bite of the Aedes aegypti mosquito. Dengue fever is very susceptible to occur in residential conditions that do not care about environmental cleanliness. This can be caused by a lack of knowledge and application of clean and healthy living behavior (PHBS). The purpose of the community service activity is to provide information about the prevention of dengue hemorrhagic fever to students of SMA Negeri 3 Kendari. The counseling was carried out using the lecture method, question and answer and discussion. The toolkit used a leaflet from the Ministry of Health of The Republic of Indonesia. The service activities were enthusiastically followed by the students and they were committed to implementing clean and healthy living behavior as an effort to prevent dengue hemorrhagic fever. Abstrak. Demam berdarah dengue atau yang dikenal dengan DBD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit demam berdarah sangat rentan terjadi pada kondisi pemukiman yang tidak peduli dengan kebersihan lingkungan. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan penerapan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan informasi tentang pencegahan demam berdarah dengue pada siswa SMA Negeri 3 Kendari. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi. Penyuluhan menggunakan leaflet Kemenskes RI. Kegiatan pengabdian diikuti dengan antusias oleh siswa-siswi dan mereka berkomitmen untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan demam berdarah dengue.
Peningkatan pengetahuan dan kapabilitas ibu melalui program cegah tangkal triple burden malnutrition Effendy, Devi Savitri; Tosepu, Ramadhan; Suhadi, Suhadi; Ahmad, La Ode Ali Imran; Lestari, Hariati; Asfian, Pitrah; Prasetya, Fikki; Octaviani, Rizki Eka Sakti
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023592

Abstract

Southeast Sulawesi has been grappling with a significant issue of malnutrition recently. While the problem of stunting remains unresolved, there has been a surge in obesity rates. To tackle the triple burden malnutrition, the CEKAL TRIP BOMBANA program has been introduced. This preventive program aims to increase the skills and knowledge of mothers in terms of nutrition and health, thereby preventing triple malnutrition in households. The program was implemented in three assisted villages - Lameroro Village, Tapuhahi Village, and Lantawonua Village in Bombana District, Southeast Sulawesi Province. The program has four key components: training on early detection of triple malnutrition, counseling on nutrition and healthy lifestyles, launching a Facebook account for social media dissemination of messages, and forming influencers from trainees to become agents of change in their communities. The program's success was evaluated by assessing the implementation process and observing the participant’s responses to the material provided. Participants gave positive feedback, stating that the material increased their knowledge of nutrition and health for children, adolescents, and pregnant women. Abstrak: Sulawesi Tenggara merupakan provinsi dengan beban malnutrisi yang cukup signifikan. Masalah gizi kurang yakni stunting belum lagi terselesaikan, di saat yang sama angka obesitas di wilayah ini mulai merangkat naik. Cegah Tangkal Triple Burden Malnutrition (CEKAL TRIP BOMBANA) adalah program preventif untuk mencegah timbulnya triple malnutrition dalam satu rumah tangga melalui peningkatan kapasitas dan ketrampilan ibu dalam hal gizi dan kesehatan. Pelaksanaan program difokuskan pada 3 desa binaan yaitu Desa Lameroro, Desa Tapuhahi, dan Desa Lantawonua di Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. Terdapat 4 komponen utama program, yaitu pelatihan deteksi dini triple malnutrition dan penyuluhan gizi dan pola hidup sehat, Launching akun Facebok untuk diseminasi pesan melalui sosial media, dan pembentukan influencer dari peserta pelatihan untuk menjadi agent of change di komunitas masing-masing. Evaluasi program dilakukan dengan menilai proses pelaksanaan kegiatan dan mengobservasi respon peserta terhadap materi yang diberikan. Peserta memberikan respon yang positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan menyatakan bahwa materi yang diberikan menambah wawasan dan pengetahuan pengetahuan mereka terkait gizi dan kesehatan anak, remaja, dan ibu hamil.
IMPLEMENTASI PROGRAM SEHAT BEBAS STUNTING DENGAN PENDEKATAN HOME VISITS PADA KELUARGA YANG MEMILIKI ANAK USIA BAWAH LIMA TAHUN Effendy, Devi Savitri; Tosepu, Ramadhan; Suhadi, Suhadi
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 01 (2024): JANUARI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konawe Selatan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan beban stunting yang tinggi pada balita. Pada tahun 2021, prevalensinya mencapai 28 % dan menempati urutan  ke 9 dari 17 kabupten kota yang ada di provinsi ini. Program sehat bebas stunting atau program SEHATI adalah program yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu terkait gizi dan kesehatan dalam upaya menurunkan angka balita stunting di wilayah ini. Program ini dilaksanakan selama 8 minggu dari Juli - Agustus 2023. Sasaran program adalah 14 rumah yang memiliki anak usia kurang 5 tahun di Desa Mata Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Implementasi program menggunakan metode home visits dengan kombinasi pendekatan edukasi Face to face dan penggunaan media poster. Hasil evaluasi baik secara kuantitatif maupun kualitatif menunjukan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu serta mendorong adopsi perilaku gizi dan kesehatan yang baik. Namun demikian, penerapan program ini di desa-desa lain dalam wilayah Kabupaten Konawe Selatan harus  harus mempertimbangkan kondisi geografis dan populasi sasaran.    
Evaluasi Program PMT Lokal Terhadap Perubahan Z-Score BB/U Balita Afifah, Nur; Effendy, Devi Savitri; Asriati
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.294

Abstract

Latar Belakang: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi balita, terutama di daerah pesisir. Namun, efektivitasnya terhadap peningkatan Z-score berat badan per umur (BB/U) masih perlu dievaluasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh PMT berbasis pangan lokal terhadap perubahan Z-score BB/U balita serta hubungannya dengan kepatuhan konsumsi dan asupan energi dan protein. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan sampel 86 balita berusia 12–59 bulan. Data Z-score BB/U dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi. Kepatuhan konsumsi PMT serta asupan energi dan protein harian dicatat. Analisis statistik nonparametrik dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, Mann–Whitney, dan korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar balita menunjukkan peningkatan Z-score BB/U setelah intervensi, namun perbedaan ini tidak signifikan secara statistik (Z = −1,096; p = 0,273). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada perubahan Z-score BB/U berdasarkan kepatuhan konsumsi PMT (U = 772,5; p = 0,114). Korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif lemah antara asupan energi dan perubahan Z-score BB/U (r = −0,246; p = 0,022), sedangkan asupan protein tidak berhubungan dengan perubahan Z-score (r = 0,004; p = 0,969). Kesimpulan: PMT berbasis pangan lokal cenderung meningkatkan status gizi balita secara deskriptif, tetapi efektivitasnya dipengaruhi oleh durasi intervensi, kepatuhan konsumsi, kualitas asupan rumah tangga, dan faktor kesehatan serta sosial ekonomi. Disarankan agar PMT diberikan dalam durasi lebih panjang, disertai edukasi gizi, pemantauan konsumsi, dan perbaikan pola makan keluarga untuk meningkatkan dampak pada status gizi balita.
Pemanfaatan LOSIDA (Lodong Sisa Dapur) sebagai Solusi dalam Mengelola Sampah Organik Menjadi Kompos di Desa Tobimeita Nurfadilah H, Siti; Effendy, Devi Savitri; Tosepu, Ramadhan; Nurmaladewi, Nurmaladewi; Handayani, Listy; Salsabila, Syefira; Bawia, Muhammad Anugrah; Akhmadi, Khafizah Valerina; Ishak, Alya Rahmawati
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i6.786

Abstract

Household organic waste, especially food and fruit scraps, often becomes the main source of garbage piles that cause odors, environmental pollution, and methane gas emissions if not managed properly. This problem is still common in Tobimeita Village, Motui District, North Konawe Regency. This study aims to empower the community in managing household organic waste through the simple technology of LOSIDA (Lodong Sisa Dapur). The method used is descriptive qualitative through observation, interviews, and direct practice of making and installing losida with the community. The results of the study indicate that the application of losida is effective in reducing the volume of organic waste, producing compost and liquid fertilizer, and increasing public awareness of environmental cleanliness. In addition, losida has proven to be practical to implement, environmentally friendly, and able to provide economic and ecological benefits. Therefore, the application of losida can be an alternative solution in managing household organic waste that is simple but has a significant impact on the community.
Strengthening the Role of Community Health Workers in High Stunting Prevalence Areas of Kendari City, Southeast Sulawesi Province, Indonesia: A Qualitative Study Bahar, Hartati; Effendy, Devi Savitri; Lestari, Hariati
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 4 (2025): October - December
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i4.983

Abstract

Background: The role of posyandu (integrated health post) cadres constitutes a critical pillar in accelerating stunting reduction efforts in Indonesia. Nevertheless, in practice, their contribution is often perceived as supplementary within primary healthcare services. Objective: This study aims to conduct an in-depth analysis of the strengths of posyandu cadres in assuming an active role in stunting reduction efforts in the stunting locus area of Dapu-dapura Village. Methods: This qualitative study employed three data collection techniques: focus group discussions (FGDs), in-depth interviews, and direct observations. Two FGD sessions were conducted, and interview transcripts were analyzed using content analysis. Informants included posyandu cadres, healthcare workers, mothers of stunted children, and local government representatives. A total of 16 participants aged 28 to 63 years were involved. Results: The findings indicate that elderly cadres (60+ years) possess greater experience and employ interpersonal approaches that are more readily accepted by the community than younger cadres. These senior cadres have effectively shifted maternal perceptions related to stunting stigma, particularly among those hesitant to attend posyandu. They serve as key intermediaries connecting healthcare workers responsible for program implementation with mothers as service users. Strategic efforts are needed to prepare younger cadres to gradually assume these roles as part of cadre regeneration. Conclusion: Posyandu cadres in Dapu-dapura Village play an essential intermediary role in stunting prevention; however, their performance is constrained by social stigma, limited maternal nutritional literacy, and geographic barriers. Strengthening competencies in management, measurement accuracy, and counseling is necessary to enhance their effectiveness in contributing to stunting reduction at the community level.
FAKTOR FAKTOR YANG BERRHUBUNGAN DENGAN SANITASI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA PADA MASYARAKAT PESISIR DI DESA TOROBULU KECAMATAN LAEYA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2025 Anata A, Muh. Ilmi Fajri; Effendy, Devi Savitri; Hartoyo, Agnes Mersatika
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi lingkungan rumah tangga merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada masyarakat pesisir yang masih menghadapi keterbatasan sarana sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sanitasi lingkungan rumah tangga pada masyarakat pesisir di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di Desa Torobulu sebanyak 1.570 KK, dengan jumlah sampel sebanyak 94 responden yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi tingkat pengetahuan, pendapatan, dan pendidikan terakhir, sedangkan variabel dependen adalah sanitasi lingkungan rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sanitasi lingkungan rumah tangga, serta tidak terdapat hubungan antara pendapatan dengan sanitasi lingkungan rumah tangga. Namun, terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan sanitasi lingkungan rumah tangga pada masyarakat pesisir di Desa Torobulu. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan merupakan faktor yang berhubungan dengan sanitasi lingkungan rumah tangga, sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan promosi kesehatan untuk mendorong perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat pesisir.
Co-Authors A.Daulat, Astrifatih Aftia, Nur Agustin, Gracia Indri Ahmad, Fakhrul Mubarak Ainun, Nur Hikmah Aisyah, Sabrina Nurul Akhmadi, Khafizah Valerina Alfrida Alik Langgesa, Alfrida Alik Alini, Deswita Putri Cahya Ambo Upe Anata A, Muh. Ilmi Fajri Anesta, Resqy Nongri Anggau, Angela Anastasya Apriyani, Desi Aremanita, Nazhifa Nahda Arif, Asmiati Arnida, Fadhilah Alya Arum Dian Pratiwi, Arum Dian Asdhar, Ahmad Asia, Sri Asriati Asriati Asriati, Asriati Astuti, Waode Fiki aziza, yftinan Bawia, Muhammad Anugrah Cahyani, Putri Candra Dani, Yuliah Defriani Dewi, Ariska Auliana Dian Sasmita, Dian Effendy, Lisnawati Elfi, Wa Ode Elviana, Zalza Endang Sutriani Fadila, Rahma Resky Fazali, Lian Eka Fifi Nirmala FITRIANTI Fitriyani Fitriyani Halimah Haliza, Nur Handayani, Listy Haqqiyah, Nur Hariati Lestari Harleli Harleli, Harleli Hartati bahar Hartati Bahar Hartoyo, Agnes Mersatika hilda, Hildawati Djufri Ibrahim, Fauziah Irma Irma Irwan, Ikha Zilfana Ishak, Alya Rahmawati Jamustiara, Syakinah Jayanti Johan, Annisa Dwi Ramadhani Jono, Tamara Moratono jufri, Nurnashriana Kadek, Ayu Kaliele, Sendi Selfiana Kalisi, Hadi Kasmin, Shofiyah Kohali, Rizki Eka Sakti Octaviani Kusumajaya, Ida La Ode Ali Imran Ahmad, La Ode La Ode Ali Imran Ahmad, La Ode Ali Imran La Ode Ali Imran, La Ode Lani, Wa Ode Rohya Nuur Latoso, Rudi Liawati, Leli Liskasari, Laupi Lisnawaty Lisnawaty, Lisnawaty Mahmud, Idham Mardiati, Naufalia Marfi, Wa Ode Elsa Martina Martina Muchtar, Febriana Muhammad Afif Muharni Muharni Mutmaina, Iin Namrin, Najwa Nani Yuniar Nasaruddin Nasaruddin NINGSIH, NINGSIH Novi Damayanti, Novi Nurdesi, Waode Sitti Nurjanna, Yustina Nurmaladewi, Nurmaladewi Octaviani, Rizki Eka Sakti Patricia, Putri Pini, Citra Nurhalizah Pitrah Asfian, Pitrah Prasetya, Fikki Pratiwi, Rahma Ayu Pratiwi, Santy Aulya Priadin, Ari Puspita, Yuyun Puspitasari, Ferlin Dewi Putri, Adinda Syakiba Marwan Putri, Amelia Putu Eka Meiyana Erawan, Putu Eka Meiyana Rahmadhani, Sri Rahman, Mishri Hidayatul Rahmawati, Rahmawati Ramadhan Tosepu Ramadhan, Dela Ramadhani, Andi Rizky Ramadhani, Asmiranda Renni Meliahsari Revalina, Revalina Ronsumbre, Agnes Risma Rosmini Rosmini Sabrin Sabrin, Sabrin Sakalo, Nevida Saktiansyah, La Ode Ahmad Salsabila, Irfia Ainun Salsabila, Syefira Sanggi, Okti Ramadhani Sari, Sitti Nurmayang Sasmita, Rista Selamat, Laode Muh. Zulkifli Septiani, Dea Sisnawati, Nur Siti Nurfadilah H Suci, Winarzih Suhadi Suhadi Sulastri Sulastri Sulfiatri, Sulfiatri Sumarti Sumarti Susanty, Sri Syahrir, Risma Septiyani Syamsiah Syamsuddin, Syam Sinar Syawal, Mohammad Toaso, Andi Nur Taqfiyatul Rizka Tome, Selfi Tossepu, Ramadhan Tuljanah, Rawia Ulfa, Sinar Dwi ulfi, Sulistiawati Umalia, Wa Ode Utami, Mufida Welan, Andi Prianto Wulandari, Iken Yulisti, Sry Yunita Yunita Yusran, Sartiah Yusuf Sabilu, Yusuf Zaima, Asra Zamzam, Zamzam Zhafirah, Maydina