p-Index From 2021 - 2026
6.683
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Peranan Hukum Dagang untuk Membentuk Kerangka Bisnis bagi Masarakat Najamudin
P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media Vol. 3 No. 03 (2025): P@RAD!GMA: Jurnal Kajian Budaya & Media
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum dagang memiliki peranan penting dalam menciptakan tata kelola ekonomi yang tertib, adil, dan berdaya saing. Dalam konteks modern, perkembangan dunia bisnis yang pesat menuntut adanya sistem hukum yang mampu memberikan kepastian, perlindungan, serta keadilan bagi para pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan hukum dagang dalam membentuk kerangka bisnis yang sehat bagi masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif yuridis dengan analisis terhadap peraturan perundang-undangan dan kajian literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum dagang berfungsi sebagai fondasi penting dalam menciptakan lingkungan usaha yang kondusif, mendorong iklim investasi, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap kegiatan ekonomi. Namun, masih terdapat tantangan berupa ketidaksesuaian regulasi, lemahnya penegakan hukum, serta rendahnya literasi hukum di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah. Diperlukan pembaruan hukum dagang yang adaptif terhadap perubahan zaman serta peningkatan pemahaman hukum bagi masyarakat agar kerangka bisnis nasional dapat berkembang secara berkelanjutan dan inklusif.
Dari Kelas Konvensional ke Pembelajaran Digital: Penguatan Kapasitas Guru melalui Pemanfaatan Artificial intelligence dalam Pembelajaran Aziz, Chairul Iqbal; Latif, Ikhwan Rahmatika; Fahlevi, Reza; Rizki, Julia; Najamudin; Kurniawan, Putra; Arta, Karuni Humairah; Abrar, Habibul; Haikal, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3447

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah menghadirkan peluang baru dalam transformasi sistem pendidikan, termasuk pada jenjang sekolah dasar. Namun, sebagian besar guru masih menghadapi keterbatasan dalam pemahaman dan keterampilan memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung proses belajar mengajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru dalam menerapkan AI sebagai inovasi pembelajaran yang adaptif dan kontekstual. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 3 Meulaboh dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui serangkaian kegiatan sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi digital guru, baik pada aspek pemahaman konsep maupun kemampuan mengoperasikan aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT, Canva AI, dan Wordwall dalam pengembangan media pembelajaran. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk membangun jejaring belajar antarguru sebagai upaya berkelanjutan dalam penerapan teknologi digital di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, universitas berperan aktif dalam menjembatani kesenjangan teknologi di dunia pendidikan dasar serta mendukung terwujudnya ekosistem pembelajaran yang inovatif dan inklusif di era digital.
DISTRIBUSI DONASI BANTUAN BAGI KORBAN BANJIR DI KECAMATAN PANTE CERMIN KABUPATEN ACEH BARAT PROVINSI ACEH Desi Marlizar; Sri Wahyu Handayani; Cut Asmaul Husna; Nurhaslita Sari; Ilham Mirza Saputra; Najamudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6037

Abstract

Bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Pante Cermin, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, menimbulkan dampak signifikan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Masyarakat terdampak banjir membutuhkan bantuan yang cepat dan tepat guna untuk mengurangi beban yang dialami pada masa darurat pascabencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendistribusikan donasi bantuan secara terencana, tepat sasaran, dan merata kepada korban banjir. Metode pengabdian yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan masyarakat terdampak, pengumpulan dan pengemasan donasi, pendistribusian bantuan secara langsung dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa distribusi donasi bantuan mampu membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial antara tim pengabdian dan masyarakat setempat. Meskipun terdapat kendala dalam aksesibilitas dan pendataan awal, kegiatan ini secara umum berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat terdampak banjir. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pelaksanaan distribusi bantuan yang lebih terkoordinasi dan responsif pada penanganan bencana di masa mendatang.
Integration of Traditional Islamic Jurisprudence and Modern Human Rights Norms: Toward a Harmonious Shari’a Framework Nopiana Mozin; Jamaludin Jamaludin; Najamudin Najamudin
Harmony Philosophy: International Journal of Islamic Religious Studies and Sharia Vol. 1 No. 1 (2024): February: Harmony Philosophy: International Journal of Islamic Religious Studie
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/harmonyphilosophy.v1i1.281

Abstract

The relationship between traditional Islamic jurisprudence (fiqh) and modern international human rights norms has long been characterized by debate and tension. Islamic law is commonly perceived as divinely grounded and normatively authoritative, whereas human rights frameworks are often viewed as secular, universal, and rooted in modern legal philosophy. This perceived dichotomy has contributed to the widespread assumption that Sharī‘a and human rights are inherently incompatible, particularly in sensitive areas such as gender equality, freedom of religion, and minority rights. Reassessing this tension is especially important for Muslim-majority societies that must reconcile religious legitimacy with global human rights obligations. This study explores the potential for harmonizing classical Islamic jurisprudence with contemporary human rights norms by identifying shared values, points of divergence, and feasible pathways for integration. Using a qualitative normative legal approach, the research employs doctrinal analysis of primary Islamic legal sources alongside international human rights instruments, supported by comparative analysis of key rights, including the protection of life, religious freedom, and gender equality. Interpretative analysis is applied to examine how classical and contemporary Islamic scholars conceptualize human rights within the Sharī‘a framework. The findings reveal substantial convergence between Islamic law and human rights norms, particularly in their shared emphasis on human dignity, justice, equality, and social welfare. While interpretative tensions persist, they are largely shaped by contextual and institutional factors rather than by the core ethical objectives of Islamic law. Integrative approaches grounded in ijtihad, maṣlaḥa, and maqāṣid al-sharī‘a offer constructive pathways for harmonization.
Mental Health dalam Perspektif Akidah Islam: Peran Sabar, Syukur dan Ihktiar dalam Mengatasi Kecemasan Najamudin Najamudin; Dwi Muliati; Anisa Anisa; Andika Mulyansyah; Nur Indah Tiana
Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Maret: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jmpai.v4i2.1875

Abstract

Mental health is an essential aspect of human life that is deeply connected to one’s spiritual and faith condition. In the Islamic creed (ʿaqīdah) perspective, mental well-being is not merely defined by emotional stability or positive thinking but by one’s ability to maintain faith, surrender to Allah, and face life’s trials with patience and gratitude. Islam teaches that the source of inner peace (ṭuma’ninah) lies in closeness to Allah through remembrance (dhikr), prayer, and belief in divine destiny (qadha and qadar). Hence, a strong foundation of faith is crucial in maintaining a balanced psychological state for Muslims. In addition to patience and gratitude, the concept of ikhtiar (effort) also plays a vital role in overcoming anxiety. A Muslim is taught to make sincere efforts while trusting in Allah’s will, thereby achieving harmony between physical endeavor and spiritual strength. By internalizing the values of patience, gratitude, and effort, individuals can develop strong mental resilience, manage stress wisely, and find meaningful purpose in life’s challenges. This study highlights the significant role of Islamic teachings in fostering holistic mental health rooted in spiritual tranquility.
Merespons Hoaks dan Disinformasi: Literasi Digital sebagai Bagian dari Amar Ma’ruf Nahi Munkar Najamudin Najamudin; Dwi Muliati; Anggun Duwi Wahyu Ziliwu; Feti Oktaviani; Mutiara Al-Nizar
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Februari: Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/karakter.v3i1.1948

Abstract

The rapid spread of hoaxes and disinformation in the digital era poses serious challenges to social cohesion, societal stability, and the internalization of moral values, particularly within Muslim communities. The circulation of unverified information has the potential to trigger conflict, polarization, and a decline in public trust. This study aims to explore digital literacy as an ethical and religious instrument in actualizing the Islamic principle of amar ma’ruf nahi munkar in the contemporary digital sphere. Employing a qualitative library research approach, the study examines classical Islamic sources, including the Qur’an and Hadith, alongside contemporary literature on digital communication ethics and digital citizenship. The findings indicate that digital literacy from an Islamic perspective extends beyond technical competence in accessing and disseminating information; it represents a form of moral responsibility (amanah) grounded in honesty (ash-shidq), prudence, and accountability. Practices such as information verification (tabayyun), clarification, and corrective engagement in online spaces are concrete expressions of amar ma’ruf nahi munkar. Strengthening ethically grounded digital literacy is therefore essential for fostering a healthy, just, and civilized digital public sphere.  
Peran Orang Tua dalam Mendampingi Perkembangan Akhlak Anak Usia Dini dari Pengaruh Konten Youtube pada Usia PAUD Najamudin Najamudin; Dwi Muliati; Amelia Agustin; Mansur Tenis
Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat Vol. 3 No. 2 (2026): April: Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/akhlak.v3i2.1958

Abstract

Digital transformation has significantly altered early childhood learning patterns. Platforms such as YouTube have become dominant media consumed by preschool children. Exposure to digital content during the golden age potentially affects moral development, as children remain in a critical phase of imitation and value internalization. This study aims to conceptually analyze the role of parents in assisting early childhood moral development amid YouTube exposure from an Islamic education perspective. The research employs a qualitative approach using a systematic literature review of reputable national and international journals published between 2020–2026. The analysis involves identification, inclusion-exclusion selection, thematic categorization, and critical synthesis. Findings reveal that effective moral development is strongly influenced by parental mediation patterns, including active mediation, screen-time limitation, Islamic value-based content selection, reflective dialogue, and digital role modeling. The study proposes an integrative Islamic-based digital parenting model combining modern moral development theory and Islamic tarbiyah principles. Theoretically, this study contributes by integrating family digital literacy with Islamic moral education within contemporary educational discourse.
Pengaruh Kegiatan Literasi Kampus Mengajar terhadap Hasil Belajar Siswa: Kajian Literatur Najamudin Najamudin; Dwi Muliati; Siti Nuraliyah
Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hikmah.v3i1.1959

Abstract

The low interest in reading and learning outcomes of students in Indonesia poses a significant challenge in the education sector. The Kampus Mengajar program has emerged as one of the solutions to enhance literacy and the quality of learning in schools. This article aims to analyze the impact of literacy activities initiated through the Kampus Mengajar program on student learning outcomes using a literature review approach. The research uses a qualitative method in the form of a literature review that examines various relevant sources published between 2020 and 2026. The study's findings indicate that structured literacy activities, such as reading for 15 minutes before lessons, have a significant impact on the improvement of students' cognitive, affective, and psychomotor skills. Literacy is not limited to reading and writing skills but also serves as a crucial foundation for developing critical thinking abilities, which are directly correlated with students' academic performance. Therefore, the Kampus Mengajar program can be an important driver to enhance reading interest and the quality of learning, as well as shape a more critical and high-achieving generation in the future.
Paradigma Aqidah Akhlak dalam Meneguhkan Identitas Keislaman Mahasiswa di Era Globalisasi Najamudin Najamudin; Dwi Muliati; Alya Octavia Safitri; Septiyani Septiyani
Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober: Jurnal Budi Pekerti Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpai.v3i5.1895

Abstract

The globalization era presents considerable challenges to the development of Islamic identity among university students. Technological progress, intercultural interaction, and exposure to various ideologies significantly affect students’ values and moral orientations. This study aims to analyze the Aqidah Akhlak paradigm as a framework for reinforcing students’ Islamic identity within the global context. This research applies a qualitative method through library research by examining classical and contemporary Islamic educational literature as well as relevant scholarly works. The findings demonstrate that the Aqidah Akhlak paradigm, which combines solid theological belief (aqidah) with moral character development (akhlak), plays an essential role in cultivating spiritual strength, ethical consciousness, and social responsibility. The reinforcement of Islamic identity is not limited to religious rituals, but also includes the internalization of faith-based values and the consistent application of moral principles in academic and social environments. Therefore, a contextual and integrated approach to Aqidah Akhlak education is necessary to develop intellectually competent and ethically grounded Muslim students in the era of globalization.
Pengaruh Pembelajaran Aqidah Akhlak terhadap Self-Control Mahasiswa dalam Penggunaan Media Sosial Najamudin Najamudin; Dwi Muliati; Zalfa Nia Fitriani; Siti Rahmah; Nadena Flowerenza Bilqis
Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober: Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/akhlak.v2i4.1964

Abstract

The development of social media in the digital era has a significant impact on the lives of students, both academically and morally. High levels of social media use are often accompanied by low self-control, potentially leading to impulsive behavior, digital addiction, and moral degradation. This study aims to analyze the effect of learning Aqidah Akhlak (Islamic Creed) on students' self-control in social media use. The method used was library research, reviewing various relevant literature in the form of books, scientific journals, and other academic sources. The results indicate that learning Aqidah Akhlak plays a crucial role in shaping spiritual awareness, strengthening the values ​​of patience, mujahadah an-nafs (self-control), iffah (self-control), and taqwa (obedience to God), which contribute to increased student self-control. By internalizing the values ​​of monotheism and morality, students are better able to use social media wisely and proportionally.
Co-Authors -, Ibrahim - . Sulaeman AA Hubur Abdillah Abdillah Abrar, Habibul Aduwina Pakeh Agus Herianto Agus Pratama Ahmad Reza Al Zuhri Albilal Masria Alimas Jonsa Alya Octavia Safitri Amelia Agustin Andika Mulyansyah Anggun Duwi Wahyu Ziliwu Anisa Anisa Aqodiah Aqodiah Ardilansari Arifin, Muhammad Anugrah Atika Malahilla Chairul Iqbal Aziz Cut Asmaul Husna Cut Asmaul Husna Dede Dang Sudjana Desi Marlizar Dwi Muliati Eka Fitriani Emawati Emese K Nagy Emese K. Nagy Fadhil Ilhamsyah Faez Syahroni Fahri, Moh Feti Oktaviani Gina Salsabila, Nuria Giovanni Oktavinanda Gunawan Ismail Haifaturrahmah, Haifaturrahmah halim, sahril Hizam, Ibnu Ibrahim Ibrahim Ikhwan Rahmatika Latif Ilham Mirza Saputra Irma Setiawan, Irma Jalaluddin Jamaludin Jamaludin Jamiluddin Junaidin Junaidin Karuni Humairah Arta Khan, Shabeer Khosiah Khosiah Kurniawan, Putra Lalu Agus Satriawan, Lalu Agus M. Nasir M. Ulil Albab Mahsup Mahsup Mansur Tenis Mappanyompa Mappanyompa Mardiyah Hayati Mas’ad Mas’ad Mufidatul Azizah Muhammad Haikal Muhammad Nizaar Mutiara Al-Nizar Nadena Flowerenza Bilqis Nopiana Mozin Nur Hayati Nur Indah Tiana Nurasma Aripin Nurhaslita Sari Palahuddin REZA FAHLEVI Rimun Wibowo Rizki, Julia Rohanah Sahwan Sahwan Septiyani Septiyani Sintayana Muhardini Siti Jahria Sitompul Siti Nuraliyah siti rahmah Sri Anjar Lasmini Sri Wahyu Handayani Sudarman Sukarismanti Sukuryadi Sulistiowati, Muthi'ah Surahman Hidayat Swahip Swahip Ubaidullah Ubaidullah Usep Saripudin Vera Septia Phurma Wahyudi, Gemuh Surya Zaenudin Zaenudin Zalfa Nia Fitriani Zuhrizal Fadhly Zulfikar