Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan Pendidikan Islam di Mekkah Pada Masa Kenabian Muhammad SAW Niswah, Choirun; Andika, Kelfin Arsa; Akbar, Danesh Haytam; Akbar, Baez Kholil
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i6.981

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan pendidikan Islam pada masa kenabian Muhammad SAW di Mekkah, khususnya melalui pendekatan dakwah sirriyah dan peran Rumah Arqam bin Abi Arqam sebagai pusat transformasi keilmuan awal umat Islam. Dalam konteks sosial-politik yang represif terhadap penyebaran Islam, Rasulullah menggunakan strategi pendidikan berbasis nilai spiritual, komunitas kecil, dan pendekatan rahasia guna membentuk fondasi keimanan yang kokoh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap literatur primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah sirriyah bukan hanya metode penyampaian secara tersembunyi, tetapi juga proses pendidikan yang sistematis dan membentuk kader ideologis. Rumah Arqam berperan sebagai institusi informal pertama dalam sejarah pendidikan Islam yang melahirkan generasi sahabat dengan karakter tangguh, loyal terhadap risalah kenabian, dan siap menjadi pelopor peradaban. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan Islam sejak fase paling awal telah mengandung nilai-nilai transformasional dan strategi sosial yang relevan untuk diteladani dalam konteks pendidikan Islam kontemporer.
Analisis Peran Lembaga Pendidikan Pesantren Dalam Membagun Karakter dan Ilmu Pengetahuan Niswah, Choirun; Sholihin, Muhammad; Zasvenda, M Yazid; Amirullah, Erwindo; Dani, Ahmmad
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i6.984

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji bagaimana pesantren berkontribusi terhadap pengembangan karakter serta mengembangkan ilmu pengetahuan di kalangan santri. Pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional Islam di Indonesia memiliki kontribusi besar tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan kedisiplinan. Di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi, pesantren dituntut untuk menjaga nilai-nilai tradisional sambil menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka dan observasi lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pesantren mampu menjadi pusat pembinaan karakter melalui pendidikan akhlak dan praktik kehidupan sehari-hari, serta menjadi wadah transfer ilmu pengetahuan baik keislaman maupun umum. Peran ganda ini menjadikan pesantren sebagai lembaga strategis dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Pendidikan Islam di Era Khulafa Arrasyidin: Membangun Generasi Muslim yang Berkualitas Niswah, Choirun; Ananda, Sakina; Aisyi, Rihadatul; Najwa, Aminah
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i6.989

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karaktristik pendidikan Islam pada periode Khulafaur Rasyidin dan untuk mengontekstualisasikan relevansinya dalam menangani isu-isu kontemporer dalam pendidikan Islam. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi perpustakaan yang mengkaji konsep pendidikan Islam selama periode Khulafaur Rasyidin serta tantangan yang dihadapi oleh sistem pendidikan modern. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktik pendidikan pada masa Khulafaur Rasyidin sangat mirip dengan praktik pendidikan pada masa Nabi Muhammad, sekaligus memuat berbagai perkembangan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat muslim saat itu. Studi ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi pendidik dengan mengontekstualisasikan wawasan sejarah ini. Ini mendorong mereka untuk mempertimbangkan pelajaran-pelajaran ini ketika mereka mencoba untuk mengatasi tantangan yang dihadapi pendidikan Islam saat ini.
Dinamika dan Transformasi Pendidikan Islam di Masa Kolonialisme Belanda Niswah, Choirun; Azizah, Zianul Ulya Al; Syafitri, Syahra; Aisyah, Muthia
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i6.990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika dan transformasi pendidikan Islam di Indonesia selama masa kolonialisme Belanda. Pendidikan Islam yang semula berkembang secara otonom melalui lembaga-lembaga seperti pesantren dan surau, mengalami tekanan struktural akibat kebijakan kolonial yang bersifat sekuler dan diskriminatif. Melalui pendekatan kualitatif-historis dan studi pustaka terhadap berbagai sumber primer dan sekunder, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan Islam tidak mengalami stagnasi, melainkan menunjukkan respons aktif berupa pembaruan kelembagaan, inovasi kurikulum, serta pendirian organisasi pendidikan modern seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Transformasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki kapasitas resiliensi dan adaptasi terhadap tekanan eksternal tanpa kehilangan identitas keilmuannya. Hasil kajian ini menegaskan bahwa kolonialisme tidak berhasil mematikan pendidikan Islam, tetapi justru mendorong proses modernisasi dan revitalisasi pendidikan Islam yang berakar pada nilai-nilai lokal dan semangat keagamaan.
Pendidikan Islam Bani Umayyah I: Jejak Awal Institusi dan Intelektual Muslim Niswah, Choirun; Maharani, Juwita; Nisyah, Athira Khoirun; Ningrum, Diah Ayu
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i6.1065

Abstract

Periode pemerintahan Dinasti Umayyah (661–750 M) merupakan fase penting dalam sejarah Islam, tidak hanya dalam aspek politik dan ekspansi wilayah, tetapi juga dalam perkembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan. Sebagai dinasti Islam pertama, Umayyah menjadi pelopor dalam membentuk sistem pendidikan yang lebih terstruktur dibandingkan masa sebelumnya. Pendidikan tidak lagi bersifat terbatas pada pengajaran agama secara informal, tetapi mulai melembaga dan berkembang seiring dengan perluasan wilayah serta interaksi dengan peradaban asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan pendidikan Islam pada masa Dinasti Umayyah sebagai fondasi awal institusi dan tradisi intelektual dalam dunia Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam pada masa ini berkembang pesat, ditandai dengan munculnya lembaga-lembaga seperti kuttab, masjid, dan perpustakaan. Materi pelajaran tidak hanya mencakup ilmu-ilmu keagamaan seperti Al-Qur'an, hadis, dan fikih, tetapi juga ilmu umum seperti kedokteran, matematika, dan filsafat. Dukungan dari para khalifah terhadap gerakan penerjemahan karya-karya asing turut memperkaya khazanah keilmuan Islam.
Kejayaan Bani Abbasiyah: Membangun Peradaban Islam yang Berkembang Niswah, Choirun; Rizki, Rizki; Farah, Nailah; Husna, Hafisa Tifathul
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juli 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i7.1069

Abstract

Kekhalifahan Abbasiyah menggantikan dinasti Umayyah dan menjadi salah satu kekhalifahan Islam yang berpengaruh. Di bawah kepemimpinan Abbasiyah, peradaban Islam mengalami kemajuan pesat, sehingga masa ini dikenal sebagai Zaman Keemasan Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejarah Kekhalifahan Abbasiyah, perkembangan ilmu pengetahuan pada masa tersebut, serta faktor-faktor penyebab kemundurannya. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan meninjau jurnal dan buku-buku ilmiah. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan membaca, mencatat, dan menganalisis informasi yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kekhalifahan Abbasiyah berdiri pada tahun 132–556 H / 750–1258 M dan mengalami empat fase pemerintahan utama. Pada masa ini, ilmu pengetahuan berkembang pesat dan terbagi menjadi dua kategori besar, yaitu ilmu naqli (agama) dan ilmu aqli (rasional).
PELAKSANAAN PROGRAM BACA TULIS AL-QUR’AN DI MI MAMBAUL HIDAYAH SUBAN BARU KECAMATAN KELEKAR KABUPATEN MUARA ENIM Nisa, Khoirun; Niswah, Choirun; Syafitri, Dian
Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati
Publisher : Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55943/jipmukjt.v5i1.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginvestigasi pelaksanaan program baca tulis Al-Qur'an di MI Mambaul Hidayah Suban Baru, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan informan utama kepala sekolah, waka kurikulum, dan guru. Metode pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sementara analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, Penarikan Kesimpulan, dan validasi dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan program tersebut berjalan cukup baik dengan indikator penugasan, koordinasi, motivasi, dan arahan. Faktor pendukung melibatkan kualitas guru, fasilitas sarana, dan prasarana yang disediakan oleh sekolah. Sementara itu, faktor penghambat mencakup masalah kedisiplinan siswa, kurangnya konsentrasi belajar, tingkah laku siswa yang kurang serius, serta pemahaman siswa yang lambat. Meskipun demikian, peneliti menyimpulkan bahwa Pelaksanaan Program Baca Tulis Al-Qur'an di MI Mambaul Hidayah Suban Baru dapat dianggap berhasil, didukung oleh penugasan, koordinasi, motivasi, dan arahan, sehingga dapat berjalan secara efektif dan efisien.
PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA PADA MASA AWAL: SEBUAH PERJALANAN SEJARAH Niswah, Choirun; Maharani, Fitria; Amallia, Nuria; Adison, Fahima Ad Dini; Andini, Try
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.5684

Abstract

ABSTRACT This article explores the historical development of Islamic education in Indonesia during the early stages of Islam's arrival in the archipelago. The Islamization process occurred peacefully through trade, preaching, politics, marriage, and education. Institutions such as mosques, suraus, prayer houses, and pesantren served as key centers of Islamic learning that blended with local culture. Using a qualitative approach and library research method, this study traces the dynamics of pre-colonial Islamic educational systems and institutions. The researcher began by searching for primary and secondary sources through databases such as Google Scholar, Garuda, DOAJ, and SINTA using specific keywords. Next, 20 of the most relevant sources were selected. The collected data were then analyzed using a descriptive-analytical approach to examine the development of Islamic education in its social and historical context. The findings indicate that Islamic education played a central role in shaping religious and social identity. Despite challenges such as limited infrastructure and colonial pressure, early Islamic education systems endured and adapted, ultimately becoming a foundational pillar of Indonesia’s national education system today. ABSTRAK Artikel ini mengkaji sejarah perkembangan pendidikan Islam di Indonesia pada masa awal masuknya Islam ke Nusantara. Proses Islamisasi berlangsung secara damai melalui jalur perdagangan, dakwah, politik, pernikahan, dan pendidikan. Lembaga-lembaga seperti masjid, surau, langgar, dan pesantren menjadi pusat utama pendidikan Islam yang menyatu dengan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menelusuri dinamika lembaga dan sistem pendidikan Islam pra-kolonial. Penelitian dimulai dengan menelusuri sumber-sumber primer dan sekunder melalui database seperti Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan SINTA menggunakan kata kunci tertentu. Selanjutnya, dipilih 20 sumber yang paling relevan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengkaji perkembangan pendidikan Islam dalam konteks sosial dan historis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran sentral dalam pembentukan identitas keagamaan dan sosial masyarakat. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan tekanan kolonial, sistem pendidikan Islam awal mampu bertahan dan beradaptasi hingga menjadi fondasi penting dalam sistem pendidikan nasional saat ini.
PERKEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN MADRASAH DI INDONESIA: SEBUAH TINJAUAN SEJARAH PENDIDIKAN Niswah, Choirun; Pratama, Cahyadi; Rifany, Ika Nurfajriah; Rigi, Annisa Kiara
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i2.5670

Abstract

ABSTRACT This article examines the development of madrasah educational institutions in Indonesia from the perspective of educational history. Madrasahs as Islamic educational institutions have an important role in the process of forming the national education system, especially in the integration of religious and general education. This study uses a descriptive qualitative approach with a literature study method on historical sources, laws and regulations, and related academic literature. The results of the study indicate that madrasahs have undergone significant transformations since the colonial era to the reform era, both in terms of curriculum, management, and institutional status. These changes are influenced by socio-political dynamics, government policies, and the needs of the Muslim community for holistic education. This study emphasizes the importance of historical understanding in formulating more adaptive and competitive madrasah education policies in the future. Thus, mapping the historical development of madrasahs serves as a strategic foundation for strengthening their role as a pillar of Islamic education that remains relevant to contemporary challenges. ABSTRAK Artikel ini mengkaji perkembangan lembaga pendidikan madrasah di Indonesia dari perspektif sejarah pendidikan. Madrasah sebagai institusi pendidikan Islam memiliki peran penting dalam proses pembentukan sistem pendidikan nasional, khususnya dalam integrasi antara pendidikan agama dan umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka terhadap sumber-sumber historis, peraturan perundang-undangan, dan literatur akademik terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa madrasah telah mengalami transformasi signifikan sejak masa kolonial hingga era reformasi, baik dari sisi kurikulum, manajemen, maupun status kelembagaan. Perubahan ini dipengaruhi oleh dinamika sosial-politik, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan masyarakat Muslim terhadap pendidikan yang holistik. Kajian ini menegaskan pentingnya pemahaman historis dalam merumuskan kebijakan pendidikan madrasah yang lebih adaptif dan berdaya saing di masa depan. Dengan demikian, pemetaan sejarah perkembangan madrasah menjadi landasan strategis dalam memperkuat peranannya sebagai pilar pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan zaman.
BANI UMAYYAH DAN PENDIDIKAN ISLAM SEBUAH ANALISIS TENTANG PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA AWAL ISLAM 661-750 M Niswah, Choirun; Salsyabila, Nandini Ayu; Putri, Yesika Dwi; Nuraini, Masayu
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v5i2.5683

Abstract

ABSTRACT The background of this research lies in the need to understand how Islamic education developed not only as a process of transmitting religious knowledge but also as a tool for legitimizing political power and expanding the influence of Islamic culture. This paper aims to analyze the development of Islamic education during the Umayyad Dynasty (661–750 CE), a significant period in the early history of Islam. This study uses a qualitative approach with a literature review method, involving the examination and analysis of various primary and secondary sources, such as journals, books, and relevant scholarly works. The results of the study show that the Umayyad government played an active role in promoting the growth of Islamic education through the establishment of study circles (halaqah) in mosques, support for scholars, and the translation of scientific knowledge. Education during this period began to show a distinction between religious and rational sciences. The main conclusion of this research is that the Umayyad era laid an important foundation for the emergence of the Islamic intellectual tradition and marked the starting point of the integration between education, political power, and culture in Islamic civilization. ABSTRAK Latar belakang dari penelitian ini adalah kebutuhan untuk memahami bagaimana pendidikan Islam berkembang tidak hanya sebagai proses transmisi ilmu agama, tetapi juga sebagai alat legitimasi kekuasaan politik dan perluasan pengaruh budaya Islam. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pendidikan Islam pada masa Dinasti Bani Umayyah (661–750 M), yang merupakan periode penting dalam sejarah awal Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yang melibatkan penelusuran dan analisis berbagai sumber primer dan sekunder, seperti jurnal, buku dan karya ilmiah yang relevan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintahan Bani Umayyah berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan pendidikan Islam, melalui pendirian halaqah-halaqah di masjid, dukungan terhadap ulama, serta penerjemahan ilmu pengetahuan. Pendidikan pada masa ini mulai menunjukkan diferensiasi antara ilmu agama dan ilmu rasional. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa masa pemerintahan Bani Umayyah menjadi fondasi penting bagi lahirnya tradisi intelektual Islam, dan menjadi titik awal integrasi antara pendidikan, kekuasaan, dan kebudayaan dalam peradaban Islam.
Co-Authors Adinda, Diah Adison, Fahima Ad Dini Agustin, Novia agustina, imelda Aisyah, Muthia Aisyi, Rihadatul Akbar, Baez Kholil Akbar, Danesh Haytam Al Faizi, M. Alfi Julizun Azwar, Alfi Julizun Alvin Choirul Wafi Amallia, Nuria Amelia, Nurhayati Amin Maulani Amirullah, Erwindo Ananda, Sakina Andika, Kelfin Arsa Andini, Try Anggraina, Rina Arina Hidayati ARIS EFENDI Asep Rohman Astri Astri, Astri Astuti, Serli Widia Azizah, Dina Nur Azizah, Zianul Ulya Al Bety Bety Chatarina Umbul Wahyuni Choiriyah Choiriyah Citra Lestari Dani, Ahmmad Divy, Ellen Okta Dwi Safitri, Dwi Dwita, Pelangi Maulidia Dwiyana, Annisa Egito, Lefil Erwin Erwin Fadillah, Alya Rasiqha Farah, Nailah Fatimah Azzahrah Fatmawaty Fatmawaty, Fatmawaty febriyanti febriyanti Fitri, Anisa Ghifari, Muhammad Rafi Al Hasanah, Laila Rahmi Hepriyanti, Lisa Husna, Hafisa Tifathul Ibrahim Ibrahim Izomiddin Izomiddin, Izomiddin Juliya, Siti Kasinyo Harto Khairunnisa, Aisyah Khairunnisah, Alya Khoirun Nisa Kholili, Moh Aufa Maharani, Fitria Maharani, Juwita Mareta, Ega Maryance, Maryance Meilani, Sinta Melsa Laela Atma Mifahurahmah, Mifahurahmah Muhammad Sholihin Muhthadi, Muhthadi Najwa, Aminah Ningrum, Diah Ayu Nisa, Nurul Hidayahtun Nisyah, Athira Khoirun Nuraini, Masayu Oktarina, Wulan Pebriyanti, Dina Pratama, Cahyadi Pratiwi, Adelia Puji Rahayu, Tria Puspa, Hayatul Putra, Aldo Putri Novita Sari Putri, Ismarani Junia Putri, Yesika Dwi Rabial Kanada, Rabial Rahma Rahma Rahmadani, Angel Ramlah, Putri Maharany Rani RANI RANI, RANI RESTI UTAMI Rifany, Ika Nurfajriah Rigi, Annisa Kiara Risma Oktariani Riza Agustiani, Riza Rizki Rizki Rosnadear, Peni Safira, Imelda Saipul Annur Salpiana, Ika Salsyabila, Nandini Ayu Saputra, Ardi Tiar Saputrie, Nike Awalliyah Sari, Ika Mulia Sari, Wiwik Novita Selpita, Selpita Setiowati, Lilis Solekha, Maya Nur Solly Aryza Sopiyah, Maria Syabrina, Dea Syafitri, Dian Syafitri, Syahra Ulya, Ratu Triana Wati, Indah Pajar Wijaya, Kesuma Wulandari, Yus Yunita Wulandari Zakira, Desti Flauren Zasvenda, M Yazid Zulkipli Zulkipli