p-Index From 2021 - 2026
8.002
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling Jurnal Konseling dan Pendidikan Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri (e-journal) Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Jurnal Counsellia Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) JURNAL MAHASISWA BK AN-NUR : BERBEDA, BERMAKNA, MULIA Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Komunikasi Pendidikan Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Jurnal Peduli Masyarakat G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Journal of Education Research Transformasi dan Inovasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Abimanyu: Journal of Community Engagement Jurnal Administrasi Pendidikan dan Konseling Pendidikan SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah JP (Jurnal Pendidikan) : Teori dan Praktik Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia JGK (Jurnal Guru Kita) Kartika: Jurnal Studi Keislaman Al-Musyrif : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan KONSELOR Jurnal As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga EDUCATIONE: Journal of Education Research and Review ASEAN Journal of Educational Research and Technology Buletin Konseling Inovatif
Claim Missing Document
Check
Articles

Konseling kelompok berbasis Logoterapi sebagai alternatif solusi pembentukan kesejahteraan psikologis Farah Nikmatus Sania; Habsy, Bakhrudin All; Purwoko, Budi; Winingsih, Evi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 15 No. 2 (2025): In Press
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v15i2.22261

Abstract

Masalah psikologis tidak lepas dari kondisi kesejahteraan psikologis setiap orang. Penting untuk memiliki kesadaran terkait kesejahteraan psikologis guna mengantarkannya pada aktualisasi diri.Sehingga dibutuhkan layanan yang membantu membentuk kesejahteraan psikologis tersebut, melalui konseling, salah satunya adalah konseling kelompok. Konseling kelompok dapat berbasis logoterapi yang berperan untuk membantu individu dalam menemukan makna dan tujuan hidup serta membentuk kesejahteraan psikologis melalui dinamika kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konseling kelompokberbasis logoterapi sebagai alternatif solusi pembentukan kesejahteraan psikologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahsystematic literature review dengan teknik Preferred Reporting Items for Sysematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). Hasil pencarian pertama penelitian pada database menghasilkan 1.900 judul yang relevan. Kemudian, diterapkannya kriteria inklusi dan eksklusi pada proses screening, sehingga hanya 6 artikel yang dianalisis dan disintesis secara kualitatif. Hasil review menggambarkan bahwa konseling kelompok berbasis logoterapi menjadi salah satu alternatif solusi pembentukan kesejahteraan psikologis.Abstract: Psychological problems are inseparable from the psychological well-being of each individual. It is important to have awareness regarding psychological well-being to lead to self-actualization. Therefore, services are needed to help shape this psychological well-being, through counseling, one of which is a group counseling. Groups counseling can be based on logotherapy, which plays a role in helping individuals find meaning and purpose in life and foster psychological well-being through group dynamics. This study aims to describe logotherapy-based counseling groups as an alternative solution for developing psychological well-being. The method used in this study was a systematic literature review using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) technique. The result of the initial search in the database yielded 1.900 relevant titles. Then, inclusion and exclusion criteria were applied in the screening process, resulting in only 6 articles being analyzed and synthesized qualitative. The review results illustrate that logotherapy-based counseling groups are an alternative solution for developing psychological well-being.
Landasan Politik Pendidikan dan Kebijakan Publik Dalam BK A'yun, Siti Qurotul; Budiyanto, Budiyanto; Winingsih, Evi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.868

Abstract

Politik pendidikan merupakan faktor kunci yang menentukan arah kebijakan dan penyelenggaraan sistem pendidikan nasional. Dinamika politik memengaruhi perumusan kurikulum, alokasi anggaran, pemerataan akses pendidikan, hingga kualitas layanan pembelajaran di sekolah. Dalam konteks Bimbingan dan Konseling, keputusan politik dan kebijakan publik berimplikasi langsung terhadap ruang lingkup kerja, standar kompetensi, beban kerja, serta legalitas peran guru BK. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara politik pendidikan dan landasan yuridis dengan praktik pelayanan BK di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui penelusuran regulasi pendidikan, jurnal ilmiah, dan hasil kajian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan politik dan yuridis tidak hanya berfungsi sebagai regulasi administratif, namun juga sebagai instrumen perlindungan profesional, penguatan legitimasi, penjamin mutu, serta pedoman etis dalam pelaksanaan layanan BK. Pemahaman terhadap dinamika kebijakan pendidikan membantu guru BK beradaptasi, meningkatkan akuntabilitas layanan, dan memperkuat peran sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Landasan Pengembangan Kurikulum Dan Riset Konseling Berbasis Evidence Based Practice: Perdebatan Antara Evidence-Based Dan Practice-Based Evidence Inayah, Putri; Budiyanto, Budiyanto; Winingsih, Evi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.890

Abstract

Artikel ini menganalisis dialektika antara paradigma Evidence-Based Practice (EBP) dan Practice-Based Evidence (PBE) dalam bidang konseling serta implikasinya terhadap pengembangan kurikulum pendidikan konselor. EBP menekankan penggunaan bukti penelitian empiris terbaik, keahlian klinis, dan preferensi klien dalam pengambilan keputusan intervensi, namun sering dikritik karena kekakuan dan potensi dekontekstualisasinya. Sebaliknya, PBE membangun bukti secara induktif dari praktik klinis nyata, sehingga lebih responsif terhadap kompleksitas, keunikan individu, dan konteks sosio-budaya klien. Analisis menunjukkan bahwa pendekatan yang integratif, yang mensinergikan kekuatan EBP dan PBE, merupakan solusi paling komprehensif. Implikasinya, pengembangan kurikulum pendidikan konselor perlu dirancang untuk membekali calon konselor dengan kompetensi ganda: kemampuan mengkritisi dan menerapkan temuan EBP, serta keterampilan melakukan refleksi sistematis untuk menghasilkan PBE. Demikian pula, arah riset konseling masa depan harus mendorong model siklus umpan balik yang simbiotik, menggabungkan rigor metodologis (seperti RCT dan meta-analisis) dengan metodologi yang menangkap kompleksitas kontekstual (seperti mixed-methods dan studi kasus). Sintesis ini diharapkan menghasilkan praktik konseling yang lebih efektif, relevan, berorientasi pada bukti, sekaligus manusiawi dan adaptif.
Legitimasi Profesi Konselor Dalam Perspektif Filosofis Dan Sosiologis Di Era Persaingan Lintas Profesi Rahmawati, Rahmawati; Budiyanto, Budiyanto; Winingsih, Evi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.904

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis legitimasi profesi konselor melalui tinjauan filosofis dan sosiologis di tengah persaingan lintas profesi yang semakin kompleks. Berangkat dari masih banyaknya lembaga pendidikan yang menempatkan guru non-BK sebagai pelaksana layanan konseling, sehingga mengaburkan batas profesionalitas dan identitas konselor. Dengan menggunakan metode kajian pustaka, penelitian ini menelaah literatur akademik mengenai identitas profesi konselor serta dasar legitimasi konseling dalam perspektif ontologi, epistemologi, aksiologi, dan konteks sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa legitimasi profesi konselor didasarkan pada landasan filosofis yang menegaskan objek kajian, sumber keilmuan, serta nilai etik konseling sebagai helping profession, dari perspektif sosiologis, legitimasi diperoleh melalui pengakuan sosial, kebutuhan masyarakat akan layanan psikososial, serta kemampuan konselor menegaskan identitas profesionalnya di tengah persaingan dengan psikolog, guru, atau pekerja sosial lainnya. Kajian ini menegaskan bahwa kombinasi landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis menjadi kunci penguatan identitas profesional konselor agar mampu memberikan layanan bermakna dan kompetitif dalam konteks pendidikan maupun sosial.
Analisis Deskriptif Gaya Manajemen Konflik dan Profil Kesejahteraan Psikologis Peserta didik kelas 9 MTs An-Nuriyah Billa, Nur Amanah; Ratnasari, Devi; Purwoko, Budi; Winingsih, Evi
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026 (In Press)
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5259

Abstract

Adolescence is a critical developmental period characterized by emotional instability, identity exploration, and increased vulnerability to interpersonal conflict, particularly within school environments where peer interactions are intensive. In Madrasah Tsanawiyah (MTs), which integrate academic and religious education, empirical studies examining students’ conflict management styles and psychological well-being remain limited, underscoring the urgency of context-specific research. This study aimed to identify the dominant conflict management styles and to map the strengths and weaknesses of psychological well-being dimensions among ninth-grade students at MTs An-Nuriyah, as a basis for educational and psychosocial intervention planning. A quantitative descriptive design was employed, involving 60 ninth-grade students selected through simple random sampling. Data were collected using a conflict management style questionnaire based on the Thomas–Kilmann model and a psychological well-being scale adapted from Ryff’s (1989) six-dimensional framework. The results indicated that avoiding (M = 3.85) and collaborating (M = 3.84) were the most dominant conflict management styles, followed by compromising and accommodating, while the competing style demonstrated the lowest mean score. The psychological well-being profile revealed strong dimensions in positive relations with others, personal growth, and environmental mastery, with relatively lower levels of autonomy and self-acceptance. These findings suggest that although students tend to adopt harmonious and cooperative approaches to conflict, they may experience limitations in independent decision-making and self-evaluation. Practically, the results highlight the need for school-based guidance and counseling programs that strengthen autonomy and self-acceptance while fostering assertive and constructive conflict management skills to support optimal psychological development during adolescence.
Hubungan Resolusi Konflik dengan Kecenderungan Kekerasan Verbal pada Pelajar SMK Funny, Angellien Steve; Winingsih, Evi; Purwoko, Budi
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.3030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kemampuan resolusi konflik dan kecenderungan kekerasan verbal serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut pada pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 50 siswa yang ditentukan berdasarkan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner kemampuan resolusi konflik dan kecenderungan kekerasan verbal yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi pearson pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan resolusi konflik ada pada kategori tinggi, sedangkan kecenderungan kekerasan verbal berada pada kategori sedang. Uji korelasi menggambarkan adanya hubungan positif yang berdampak antara kemampuan resolusi konflik dan kecenderungan kekerasan verbal (  = 0.739; ???? < 0.05). hal ini menandakan bahwa tingginya skor resolusi konflik lebih memperlihatkan adanya kontrol strategi penghindaran konflik dibandingkan kemampuan penyelesaian konflik secara konstruktif. Strategi resolusi konflik pasif tersebut berpotensi memicu penimbunan emosi yang diekspresikan dalam bentuk kekerasan verbal. Temuan ini bisa menjadi dasar penting bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling di SMK.
The influence of helicopter parenting on students self-efficacy and psychological well-being based on educational counseling perspective in madrasah tsanawiyah Syafi'i, Syafi'i; Winingsih, Evi; Pratiwi, Titin Indah
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1182500

Abstract

This study aims to determine the influence of helicopter parenting on self-efficacy and psychological well-being in Madrasah Tsanawiyah students. This study uses a quantitative approach with a correlation design, and data obtained from 210 students through a likert scale questionnaire. The results of the study showed that there were clear differences based on gender. In male students, helicopter parenting does not have a significant effect on self-efficacy or psychological well-being. In contrast, in female students a significant influence was found, which showed that the higher the level of helicopter parenting, the lower their levels of self-efficacy and psychological well-being. These findings indicate that female students are more vulnerable to the psychological impact of overly controlling parenting, especially in the context of faith-based schools that tend to impose strict moral norms. Further research is suggested to explore cultural and emotional factors that may influence the relationship between parenting and adolescent psychological development.
Dinamika Interaksi Sosial Mahasiswa Broken-home dengan Teman Sebaya di Perguruan Tinggi Hidayah, Al Fitri Nur; Winingsih, Evi; Naqiyah, Najlatun
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20754

Abstract

Coming from an incomplete family background or a broken home can significantly impact the psychological and social development of college students. In college, these students face complex challenges in building social interactions with peers, who often serve as their primary support system. The dynamics of these interactions remain poorly understood. This study aims to describe and analyze the dynamics of social interactions between students from broken homes and their peers in college. Using a qualitative approach with descriptive analysis methods, this study involved four female students as subjects. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using an interactive model. The results indicate that the interaction dynamics stem from unresolved emotional burdens from family circumstances, which drain their social energy. Furthermore, a behavioral paradox arises between the need for connection and self-protection mechanisms triggered by fear of vulnerability. Nevertheless, students demonstrate agency and resilience by developing active coping strategies. The culmination of this process is the transformation of friendship into a "chosen family" that provides emotional support and a sense of psychological security. In conclusion, the social interactions of students from broken homes are a complex adaptive process, in which successful friendships serve as a key protective factor.____________________________________________________________Latar belakang keluarga yang tidak utuh atau broken home memberikan dampak signifikan bagi perkembangan psikologis dan sosial mahasiswa. Di perguruan tinggi, mahasiswa ini menghadapi tantangan kompleks dalam membangun interaksi sosial dengan teman sebaya, yang seringkali menjadi sistem pendukung utama mereka. Dinamika interaksi ini belum banyak dipahami secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dinamika interaksi sosial mahasiswa berlatarbelakang broken home dengan teman sebaya di perguruan tinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, penelitian ini melibatkan empat orang mahasiswi sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika interaksi berawal dari beban emosional yang tidak terselesaikan dari kondisi keluarga, yang menguras energi sosial mereka. Selanjutnya, terjadi paradoks perilaku antara kebutuhan untuk terhubung dan mekanisme perlindungan diri yang dipicu oleh ketakutan akan kerentanan. Meskipun demikian, mahasiswa menunjukkan agensi dan resiliensi dengan mengembangkan strategi koping aktif. Puncak dari proses ini adalah transformasi makna pertemanan menjadi "keluarga pilihan" (chosen family) yang menyediakan dukungan emosional dan rasa aman psikologis. Kesimpulannya, interaksi sosial mahasiswa broken home adalah proses adaptif yang kompleks, di mana pertemanan yang sukses berfungsi sebagai faktor protektif utama.
Strategi Coping Anak Broken-home dalam Menghadapi Tekanan Mi'rajtul Jannah, Ananda Dwi Shepty; Winingsih, Evi; Naqiyah, Najlatun
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20761

Abstract

A broken-home refers to a family condition marked by disharmony, parental conflict, or separation that disrupts emotional stability and adaptation in children. University students from broken-home backgrounds often experience psychological pressures such as loneliness, loss of parental figures, and difficulties in regulating emotions. This study aims to describe the types of pressures encountered, the coping strategies employed, and the role of social support in helping students deal with these challenges. The research used a qualitative descriptive method. Data were collected through semi-structured interviews with four students from broken-home families. The results revealed that students used two main types of coping strategies: problem-focused coping through problem-solving efforts and seeking social support, and emotion-focused coping through self-control, reflection, and positive activities such as writing or praying. Peer support emerged as a crucial factor that strengthened resilience and promoted self-acceptance among participants. This study suggests that guidance and counseling services in higher education should focus on reinforcing adaptive coping strategies, fostering supportive social environments, and developing psychoeducational programs to enhance resilience and psychological well-being among students from broken-home families. ____________________________________________________________Keluarga broken-home merupakan kondisi di mana keharmonisan keluarga terganggu akibat konflik, perceraian, atau ketidakhadiran salah satu orang tua, yang berdampak pada kestabilan emosional dan kemampuan adaptasi anak. Mahasiswa yang berasal dari keluarga broken-home sering menghadapi tekanan psikologis seperti kesepian, kehilangan figur, dan kesulitan dalam mengelola emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tekanan yang dialami, strategi coping yang digunakan, serta peran dukungan sosial dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif  deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap empat mahasiswa dari keluarga broken-home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan dua bentuk strategi coping utama, yaitu problem-focused coping melalui upaya penyelesaian masalah dan pencarian dukungan sosial, serta emotion-focused coping melalui pengendalian diri, refleksi, dan kegiatan positif seperti menulis atau berdoa. Dukungan teman sebaya terbukti menjadi faktor penting yang memperkuat resiliensi dan menumbuhkan rasa penerimaan diri. Penelitian ini menyarankan agar layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi lebih berfokus pada penguatan strategi coping adaptif, membangun lingkungan sosial yang suportif, serta mengembangkan program psikoedukasi untuk meningkatkan resiliensi dan kesejahteraan psikologis mahasiswa broken-home.
Tingkat Minat Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas dalam Pemilihan Mata Pelajaran Peminatan Shofwan, I'anafi; Winingsih, Evi
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 1: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10i1.69548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat minat belajar siswa dalam pemilihan mata pelajaran peminatan di Sekolah Menengah Atas. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena banyaknya siswa SMA yang mengalami kebingungan dalam menentukan jurusan dan perencanaan karier masa depan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah 256 siswa kelas X di salah satu SMA Negeri di Surabaya yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) dengan 50 butir pernyataan, namun hanya 12 butir relevan yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori sedang dalam aspek minat belajar dan pengambilan keputusan peminatan. Aspek dengan kategori tinggi adalah pemahaman potensi diri (50,39%) dan pengaturan waktu belajar (41,42%), sedangkan kategori rendah terletak pada kesulitan memahami pelajaran (7,25%) dan kebingungan memilih ekstrakurikuler (17,58%). Temuan ini menunjukkan bahwa kendala utama siswa bukan terletak pada aspek akademik murni, melainkan pada faktor non-akademik seperti pemahaman diri, manajemen waktu, serta kesiapan karier. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi penguatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, khususnya yang berfokus pada pengembangan potensi diri siswa dalam menentukan peminatan dan perencanaan karier masa depan.
Co-Authors A'yun, Siti Qurotul Achsanul Hakim, Muchammad Ali Murtadho Amelia Dhamara Sofyati Halmahera Anisa Dwi Pratanti Ari Khusumadewi Asieline Wahyu Tri Ardyanti Asmunin Bakhrudin All Habsy, Bakhrudin All Bambang Dibyo Wiyono Bambang Dibyowiyono Benardy, Dhika Chelvian Satya Berlian Hati, Angela Amanda Billa, Nur Amanah Brillian Rosy Budi Purwoko Budiyanto Budiyanto Carolina Ligya Radjah, Carolina Ligya Citra Fitri Kholidya DENOK SETIAWATI Denok Setiawati Denok Setiawati Denok Setiawati Warsongko Dewi Komalasari Dewi Muthiah Dhika Chelvian Satya Benardy DINDA LESTARY, YUNITA Durrotun Nafisah Eko Darminto Elisabeth Christiana Fadilah, Ela Nur Fandi Fatoni Farah Nikmatus Sania Farid, Dimas Ardika Miftah Febriani, Risilva Aulia Fifi Khoirul Fitriyah Firdaus Wiyono, Rima Faradillah Wati Firdaus, Azzahro Fitri Wahyuni Funny, Angellien Steve GITA FEBRIANI, SARAH Habsy, Bakhrudin Ali Habsy, Bakhrudin All Hadi Warsito Hadi Warsito Halmahera, Amelia Dhamara Sofyati Hasan, Latif Nur Hendra Hidayat Hidayah, Al Fitri Nur HILMAN, LUTHVAN I Gde Agung Sri Sidhimantra IM. Hambali Inayah, Putri Kasih, Zelma Setya Khaelani, Fawwas Firdaus Kristanto,, Andi Kusumadewi, Ari Luluk Ainun Nikmah Luthvan Hilman M. Ramli Maulidiya Firdausi Putri Mi'rajtul Jannah, Ananda Dwi Shepty Miftahul Anwaril Mutaqin Mochamad Nursalim Mochammad Nursalim, Mochammad Muhammad Rizky Ramadhan Mutaqin, Miftahul Anwaril Najlatun Naqiyah Nathasya, Firdaus Christina Nikmah, Luluk Ainun Nudin, Salamun Nur Hidayah Nurhidayat, Andy Iwan Nurismawan, Ach. Sudrajad Nursalim , Mochamad Nursalim, Mochammad Nurul Qomariyah Nurul Qomariyah Nurul Qomariyah Oktaviana, Dian Pratanti, Anisa Dwi Puji Rahayu Ningsih Puji Rahayu Ningsih PURNAMININGTYAS, KARTIKA Putri Agung Amanda Maharani Queendra Cheryl Wibowo Qurrota A'yuni Nur Rohmah RACHMADYANTI, PUTRI Rahmawati, Rahmawati Rahmiawan, Natasya Artamefilla Ramadhan, Trisno Adin Ratnasari, Devi Restu Dwi Ariyanto, Restu Dwi RETNO MUSTIKA DEWI Retno Tri Hariastuti, Retno Tri Roby Anggara Handika Putra Sari, Unzhela Mustika Purwalis Shofwan, I'anafi Siti Ina Savira, Siti Ina SUDRAJAD NURISMAWAN, ACH. Syafi'i, Syafi'i Syarofudin, Ahmad Titin Indah Pratiwi TITIN INDAH PRATIWI Tri Sudarwanto Umi Anugerah Izzati, Umi Anugerah Unzhela Mustika Purwalis Sari Wadlhah, Zulfa Huwaidah WIGAKSONO, THERESAPAKARTI Wiryo Nuryono WIRYO NURYONO Wiyono, Bambang Dibyo Wulan Patria Saroinsong Yuyun Isbanah ZAINAL ARIF, MOHAMMAD