p-Index From 2021 - 2026
6.771
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Psikis : Jurnal Psikologi Islami Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta Analitika : Jurnal Magister Psikologi UMA Jurnal Geografi JURNAL DIVERSITA Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Jurnal Sains Sosio Humaniora Islamic Guidance and Counseling Journal Journal of Humanities and Social Studies Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling JURNAL PSYCHOMUTIARA JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Bulletin of Counseling and Psychotherapy SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Tabularasa: Jurnal Ilmiah Magister Psikologi Pelita Masyarakat Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) International Journal of Islamic Educational Psychology INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Ilomata International Journal of Social Science International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research, and Technology (IJSET) International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics Journal Of Human And Education (JAHE) Jouska: Jurnal Ilmiah Psikologi MEDALION JOURNAL: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Humanitas: Indonesian Psychological Journal Journal of Social Work and Science Education
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN JOB INSECURITY TERHADAP TURNOVER INTENTION STAF PENGAJAR DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA Suryani Hardjo; Dita Yani
PSIKOLOGI KONSELING Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v10i1.9636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja dan job insecurity terhadap turnover intention staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan alat ukur berupa skala turnover intention, skala kepuasan kerja dan skala job insecurity. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dan jumlah sampel yang digunakan adalah 116 orang staf pengajar. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan SPSS versi 21.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan darikepuasan kerja dan job insecurity terhadap turnover intention staf pengajar (Fhitung = 147,259 > Ftabel = 3,08, p = 0,000 < 0,05), terdapat pengaruh yang signifikan dari kepuasan kerja terhadap turnover intention (-thitung = -6,966 < -ttabel = -1,981 dengan Sig. (0,000) < 0,05), dan terdapat pengaruh yang signifikan dari job insecurity terhadap turnover intention staf pengajar (thitung = 6,399 > ttabel = 1,981 dengan Sig. (0,000) < 0,05). Secara umum, kontribusi kepuasan kerja dan job insecurity terhadap turnover intention adalah sebesar 72,3%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tingkat turnover intention, kepuasan kerja dan job insecurity staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara tergolong sedang.
Gambaran Kematangan Karir Ditinjau dari Jenis Kelamin pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Menengah Umum Perguruan Panca Budi Medan Nafeesa Nafeesa; Azhar Aziz; Suryani Hardjo
PSIKOLOGI KONSELING Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v7i2.5112

Abstract

Tugas perkembangan remaja adalah memilih dan mempersiapkan karir. Kualitas pemilihan karir ditentukan oleh tingkat kematangan karir. Masa remaja adalah masa yang tepat untuk mempersiapkan karir, karena remaja mulai memikirkan masa depan secara bersungguh-sungguh. Memilih dan mempersiapkan karir merupakan salah satu tugas perkembangan remaja, sehingga tugas perkembangan ini perlu diselesaikan dengan baik, karena dapat mempengaruhi masa depan individu. banyaknya siswa yang belum mencapai kematangan karir yang memadai. Namun banyak para siswa sekolah lanjutan  kebingungan dalam menentukan jurusan di sekolah dan di perguruan tinggi, kecenderungan siswa yang selalu bergantung pada teman dan orang tua dalam memilih karir dan siswa belum mempunyai perencanaan yang matang mengenai pendidikan maupun pekerjaan yang akan diminati. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuatitatif yang bertujuan ingin melihat Gambaran kematangan karir ditinjau Dari Jenis Kelamin pada siswa SMK dan SMU di Perguruan Panca Budi Medan. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kematangan Karir yang disusun berdasarkan dimensi kematangan karir dan di format berdasarkan skala Likert. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA dan SMK Kelas X Perguruan Panca Budi yang berjumlah 360 siswa.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Random sampling, dimana semua populasi memiliki kesempatan untuk menjadi sampel dalam penelitian, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 150 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kematangan karir yang sangat signifikan antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan. Hasil ini diketahui dengan melihat nilai atau koefisien perbedaan Anava F = 46,518 dengan koefisien signifikansi 0,000. Hal ini berarti nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0,010.Dengan demikian maka hipotesis yang diajukan yang berbunyi ada perbedaan kematangan karir antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan, dinyatakan diterima. Diketahui bahwa siswa perempuan memiliki kematangan karir yang lebih tinggi dengan nilai rata-rata 90,663 dibandingkan dengan nilai rata-rata kematangan karir siswa laki-laki dengan nilai rata-rata 82,862.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Psychological Well Being pada Remaja Korban Sexual Abuse di Kabupaten Langkat Eryanti Novita S.Psi, M.Psi; Azhar Aziz S.Psi, MA; Suryani Hardjo
PSIKOLOGI KONSELING Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v7i2.5119

Abstract

Dampak sexual abuse pada anak-anak dan remaja berupa tekanan psikologis, sehingga memunculkan berbagai kecenderungan psikopatologi, termasuk depresi, penyalahgunaan alkohol, perilaku antisosial, resiko bunuh diri, kecemasan tentang seks dan ketertekanan kehidupan pribadinya. Dibutuhkan penanganan yang serius dan segera dari semua pihak agar budaya kekerasan dapat diubah, dan bagi korban dibutuhkan penanganan secara intensif agar dapat hidup dan menghadapi masa depannya secara positif dengan mencapai kesejahteraan psikologisnya (psychological well being). Bagi korban sexual abuse langkah awal yang dapat ditempuh mendorong sikap terbuka dan melakukan prevensi intervensi pada pihak sekolah, orang tua dan anak. Tujuan penelitian adalah ingin melihat : Hubungan antara dukungan sosial dengan psychological well being pada korban sexual abuse di Kabupaten Langkat. Data diungkap melalui Skala kesejahteraan psikologis dan dukungan sosial. Jumlah populasi adalah 32 orang anak dan remaja yang mengalami sexual abuse dan tehnik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan Psychological well being. Hasil ini dibuktikan dengan koefisien korelasi rxy = 0,679 : p = 0,017; p < 0,050. Dengan demikian maka hipotesis yang telah diajukan dalam penelitian ini, dinyatakan diterima, dimana semakin tinggi dukungan sosial maka akan semakin tinggi  Psychological well being dan sebaliknya semakin rendah dukungan sosial maka akan semakin rendah Psychological well being.
Bagaimana Psychological well being Pada Remaja ? Sebuah Analisis Berkaitan Dengan Faktor Meaning In Life Suryani Hardjo; Siti Aisyah; Sri Intan Mayasari
Jurnal Diversita Vol 6, No 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.757 KB) | DOI: 10.31289/diversita.v6i1.2894

Abstract

Psychological well being merupakan unsur penting yang perlu ditumbuhkan pada individu agar dapat menguatkan keterikatan secara penuh dalam menghadapi tanggung jawab dan mencapai potensinya. Konsep Psychological well being telah dimulai sejak tahun 2006 pada International School Psychology Association (ISPA), dengan membentuk kerangka konseptual untuk Mempromosikan Kesejahteraan Psikologis secara global dimulai dengan pertemuan psikolog sekolah/pendidikan pada 12 negara, salah satu program ini adalah memandang penting kesejahteraan psikologis anak/remaja untuk meningkatkan potensi yang dimiliki individu secara bervariasi dalam budaya dan bahasa pada pandangan dunia yang lebih luas. Ketercapaian Psychological well being ditandai dengan berfungsinya aspek-aspek psikologis positif dalam prosesnya mencapai aktualisasi diri. Psychological well being akan dicapai individu apabila dia mampu mencapai atau mewujudkan kebahagiaan disertai pemaknaan hidup. Makna dalam hidup mengacu pada gagasan bahwa individu itu sangat termotivasi untuk menemukan makna dalam hidup mereka, yaitu untuk dapat memahami sifat keberadaan pribadi mereka, dan pentingnya rasa/suasana dan terarah/penuh arti. Filsafat makna dalam hidup didasarkan pada asumsi bahwa hidup memiliki makna tanpa syarat yang tidak bisa lenyap dalam keadaan apa pun. Makna hidup memainkan peran utama dalam menjaga kesehatan mental yang positif dan pencapaian Psychological well being.
Hubungan Efikasi Diri dan Kecerdasan Emosional dengan Kecemasan dalam Praktek Kerja Industri pada Siswa SMK Negeri 1 Gunung Meriah Wirda Hanim; Amanah Surbakti; Suryani Hardjo
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 5, No 1 (2022): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.577 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v5i1.1250

Abstract

This study aims to determine the corellation between self-efficacy and emotional intelligence with anxiety in students of SMK Negeri 1 Gunung Meriah. Self-efficacy is a state of individual attitude to ensure himself that he will be able to carry out and complete certain tasks in various conditions Emotional intelligence is the ability to recognize oneself, be able to carry out social interactions and be able to adapt to the behavior of others. Anxiety is a feeling of fear and worry that is long-lasting on something that is not clear (subjective). The hypothesis proposed in this study is that there is a negative relationship between self-efficacy and emotional intelligence with anxiety. This study uses a quantitative approach. Sampling technique is total sampling, the sample is 143 students. The data collection method uses a Likert model scale. This study uses a scale of self - efficacy and emotional intelligence and anxiety scale . Multiple regression data analysis method. Based on the data analysis, it was obtained that Rxy) = -0.625 with p = 0.000 < 0.050, with BE% = 39.1%. Then based on the comparison of the two average values, it can be seen that self-efficacy is classified as low, meaning that the hypothetical (62.5) is greater than the empirical average (59.75) and the difference does not exceed the number one SD (11.674) and relative emotional intelligence. where the hypothetical mean (62.5) is greater than the empirical mean (61.31) and the difference does not exceed the number one SD (9.175) and moderate anxiety leads to high where the hypothetical mean (62.5) is smaller than the empirical mean (67, 43) and the difference does not exceed the number one SD (11,626). Thus, the proposed hypothesis is stated.
Pengaruh Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan Andrifan Dwi Prabowo; Suryani Hardjo; Irsan Rangkuti
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 6 No. 1 (2022): Volume 6, Nomor 1, Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssh.v6i1.21650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala motivasi kerja, skala kepuasan kerja dan dokumentasi hasil pengukuran kinerja karyawan sesuai SMKBK (Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kompetensi). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan dengan jabatan sebagai Asisten Afdeling. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 123 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Ada pengaruh yang signifikan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan (t hitung 12,778 > t tabel 1,97993 dan Sig 0,000 < 0,05), 2) Ada pengaruh yang signifikan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan (t hitung 2,189 > t tabel 1,97993 dan Sig 0,031 < 0,05) dan 3) Ada pengaruh yang signifikan Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan (F hitung 491,124 > F tabel 3,07, R2 = 0,891 dan p < 0,05).
Religiosity as Moderator of Stress and Well-being among Muslim Students During the Pandemic in Indonesia Nurussakinah Daulay; Nefi Darmayanti; Ade Chita Putri Harahap; Sri Wahyuni; Rina Mirza; Salamiah Sari Dewi; Suryani Hardjo; Yudistira Fauzy Indrawan; Siti Aisyah; Dinda Permatasari Harahap; Munisa Munisa
Islamic Guidance and Counseling Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Islamic Guidance and Counseling Journal
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung in collaboration with Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/igcj.v5i2.2696

Abstract

This study aimed to examine the effect of stress and religiosity on well-being and the role of religiosity in moderating the relationship between stress and well-being during the COVID-19 pandemic. This study involved 1233 Indonesian Muslim students from whom data were collected through a survey by distributing questionnaires online. Data collection was made through surveys by distributing online questionnaires in Bahasa, including The Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21), the Short Muslim Belief and Practice Scale (Short-MPBS), and The Warwick-Edinburgh Mental Well-being Scale (WEMWBS). The data analyses included bivariate correlation, multiple regression, and moderated regression analyses. The results showed: 1) There was a negative relationship between stress and religiosity and well-being; 2) There was an effect of stress and religiosity together on well-being; 3) Religiosity moderated the relationship between stress and well-being, which means that the hypotheses were supported by the data. The implication of this study is to strengthen positive psychological theory that various factors that previously could cause anxiety and stress in students do not have a bad impact on causing misery, because religiosity can provide reinforcement so that their welfare is maintained in the midst of difficult conditions.
GEOGRAPHY LEARNING DESCRIPTION REVIEWED FROM OPENNESS PERSONALITY STUDENTS OF MAN I MEDAN Siti Aisyah; Suryani Hardjo
JURNAL GEOGRAFI Vol 14, No 2 (2022): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v14i2.37110

Abstract

The purpose of this study was to find out the description of geography learning in terms of the open personality of the students of MAN I Medan. This type of research is descriptive and quantitative. The sample in this study was the entire subject population, namely all 61 students consisting of two classes. The data collection technique was carried out by distributing a questionnaire (questionnaire) to respondents, which contained questions about the open personality of students and the geography learning experienced so far in the learning process. The descriptive percentage data analysis technique is intended to determine the status of variables, namely, to describe openness personality in geography learning. This study found that learning geography can put students in contact with their geographical environment to better understand modern processes and problems. The strongest openness personality of the MAN I Medan students is curiosity, while the lowest openness personality is smart and thinking. Curiosity is an action that always seeks to know deeper or wider than something learned, seen, and heard. Therefore, it is necessary to provide freedom by explaining the learning encyclopedia to develop and accommodate students' curiosity. This happens due to differences in all student’s abilities and personalities. Personality and ability are dimensions of individual differences in the tendency to exhibit consistent patterns of thinking, feeling, and acting. The nature of the personality focuses on identifying, describing, and measuring individual differences and is also a behavioral and mental mark typical of individuals who refer to differences through feelings, emotions, actions, motivations, and behaviors.Keywords: Geography, Openness Personality, Students
Bagaimana Psychological well being Pada Remaja ? Sebuah Analisis Berkaitan Dengan Faktor Meaning In Life Suryani Hardjo; Siti Aisyah; Sri Intan Mayasari
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v6i1.2894

Abstract

Psychological well being merupakan unsur penting yang perlu ditumbuhkan pada individu agar dapat menguatkan keterikatan secara penuh dalam menghadapi tanggung jawab dan mencapai potensinya. Konsep Psychological well being telah dimulai sejak tahun 2006 pada International School Psychology Association (ISPA), dengan membentuk kerangka konseptual untuk Mempromosikan Kesejahteraan Psikologis secara global dimulai dengan pertemuan psikolog sekolah/pendidikan pada 12 negara, salah satu program ini adalah memandang penting kesejahteraan psikologis anak/remaja untuk meningkatkan potensi yang dimiliki individu secara bervariasi dalam budaya dan bahasa pada pandangan dunia yang lebih luas. Ketercapaian Psychological well being ditandai dengan berfungsinya aspek-aspek psikologis positif dalam prosesnya mencapai aktualisasi diri. Psychological well being akan dicapai individu apabila dia mampu mencapai atau mewujudkan kebahagiaan disertai pemaknaan hidup. Makna dalam hidup mengacu pada gagasan bahwa individu itu sangat termotivasi untuk menemukan makna dalam hidup mereka, yaitu untuk dapat memahami sifat keberadaan pribadi mereka, dan pentingnya rasa/suasana dan terarah/penuh arti. Filsafat makna dalam hidup didasarkan pada asumsi bahwa hidup memiliki makna tanpa syarat yang tidak bisa lenyap dalam keadaan apa pun. Makna hidup memainkan peran utama dalam menjaga kesehatan mental yang positif dan pencapaian Psychological well being.
Hubungan Disiplin dan Tanggung Jawab dengan Kemandirian Belajar Siswa di Sekolah SMA Swasta An-Nizam Medan Khairunnisa, Prawidhy; Hardjo, Suryani; Parinduri, M. Abrar
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.836 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i3.1511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Disiplin dan Tanggung Jawab dengan Kemandirian Belajar Siswa di SMA Swasta An-Nizam Medan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan populasi sebanyak 140 siswa di SMA Swasta An-Nizam Medan. Dengan menggunakan teknik random sampling diperoleh sampel sebesar 100 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga skala, yang terdiri dari Skala Disiplin, Skala Tanggung Jawab, Skala Kemandirian Belajar. Teknik analisis data dengan menggunakan Analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan di hipotesis pertama ada korelasi positif antara Disiplin dengan Kemandirian Belajar Siswa. Koefisien korelasi sebesar 0,614 dengan p < 0,05, ini berarti bahwa semakin tinggi disiplin belajar maka kemandirian belajar siswa semakin tinggi juga. Koefisien =0,212, ini menunjukkan bahwa disiplin memberikan sumbangan efektif sebesar 37,70 % terhadap kemandirian belajar siswa. Hipotesis kedua diketahui ada hubungan positif antara Tanggung Jawab dengan Kemandirian Belajar dilihat dari korelasi  sebesar 0,617 dengan p < 0,05, ini berarti bahwa semakin tinggi tanggung jawab belajar maka kemandirian belajar siswa akan semakin meningkat. Koefisien =0,212, ini menunjukkan bahwa tanggung jawab memberikan sumbangan efektif sebesar 38,07 % terhadap kemandirian belajar siswa. Dan hipotesis ketiga menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Disiplin dan Tanggung Jawab dengan Kemandirian Belajar.
Co-Authors Abdul Halim Saragih Abdullah Umar Siregar Ade Chita Putri Harahap Amanah Surbakti Ananda, Rizky Andrifan Dwi Prabowo Ardiani, Dara ARDIANSYAH ARDIANSYAH Asih Menanti Asih Menanti Astuti , Retna Azhar Aziz Azhar Aziz S.Psi, MA Bazi Puti Ayu Widyasana Buulolo, Delviana Chairiah Yulianti Siregar Chairiah Yulianti Siregar, Chairiah Debi Angelina Br. Barus Desi Ritha Hutasoit Dian Susilawati Dinda Permatasari Harahap Dita Yani Eka Putri Wulandari Elpis Brahmana Endang Sapti Prihatini Eryanti Novita Eryanti Novita S.Psi, M.Psi Eryanti Novita, Eryanti Eva Yulina Evanireni Julietta Purba Halim Perdana Kusuma Harahap, Dio Arza Andamaris Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Husri Marliani Mawaddah Sihombing Indo Mora Siregar Indo Mora Siregar, Indo Iranda Hari Fadhil Irsan Rangkuti Isnaini Isnaini Jallow, Sirajo Kaiman Turnip Kaiman Turnip Kaiman Turnip, Kaiman Khairinnas, Khairinnas Khairunnisa, Prawidhy Lana Crisantitin Sinaga Larasati, Shafisiyah Adya Lubis, Syaiful Akhyar Lumongga M. Rajab Lubis Mardiansyah Mardiansyah, Mardiansyah Marisha Sembiring Marisha Sembiring, Marisha Maswandi Mathilda Monalisa Marbun Meutia, Hijir Yoesryna Mohammad Ikhwanur Rokhim Muhammad Qodri Muharrani, Tis'a Munisa Munisa Nafeesa Nafeesa Nefi Darmayanti Nina Siti Salmaniah Nina Siti Salmaniah Siregar Nurin Nadhira Alyani Nurmaida Irawani Siregar Nurussakinah Daulay Daulay Parinduri, M. Abrar Patisina Purba, Anggi Tri Lestari Rahmah Khair, Muna Rahmi Lubis Rahmi Lubis Rahmi Lubis Rajab Lubis Rida Kurniati Rina Amelia Rina Mirza Rosdiana Rudi Purnomo Salamah Salamiah Sari Dewi Salamiah Sari Dewi Sembiring, Ardha Aulia Rovica Br Sihombing, Eva Luminarti Simanungkalit, Rebecca Gabriela Singarimbun, Selly Marcelina Sitepu, Fadel Siti Aisyah Siti AISYAH Siti Aisyah Siti Khairani Amnur Siti Maimunah Siti Mayasari Hasibuan Siti Syapiah Bintang Sjahril Effendy Sri Hartati Ningsih Sri Hartati Ningsih, Sri Sri Intan Mayasari Sri Milfayetty Sri Wahyuni Surbakti, Ozi Zulfani Syaiful Bahri Nasutin Syaiful Bahri Nasutin, Syaiful Tis'a Muharrani Tobing, Julius Triastuti, Neni Twelvdes Sadrak Eire Simanjuntak Wahyuni, Nini Sri Wan Mariah Wirda Hanim Wiwik Sulistyaningsih Yudistira Fauzy Indrawan Yuni Noviyanti Zati, Muhammad Nugraha Zulhafni Zulhafni Zulhafni Zulhafni, Zulhafni Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain