Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Hubungan Indeks Massa Tubuh Yang Tinggi (Obesitas) Dengan Kejadian Flat Feet Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta Tahun Ajaran 2019/2020 Shifa Azzahra; Diana Agustini Purwaningastuti; Mila Citrawati
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v3i3.4766

Abstract

Flat feet adalah suatu kondisi yang ditandai dengan arkus kaki (arcus longitudinal medial) mendatar saat sedang menopang beban tubuh. Kasus kejadian flat feet masih belum diketahui dengan jelas karena belum ada konsensus klinis atau kriteria secara radiologis untuk menentukan flat feet. Salah satu faktori yang diketahui dapat menyebabkan flat feet adalah obesitas. Seseorang yang mengalami obesitas akan menyebabkan tekanan pada arkus kaki lebih tinggi dibandingkan orang yang memiliki indeks massa tubuh normal sehingga dapat menyebabkan arkus kaki mendatar. Mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki risiko yang tinggi terhadap obesitas karena kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak teratur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh yang tinggi (obesitas) terhadap kejadian flat feet pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 99 mahasiswa Fakultas Kedokteran (laki-laki dan perempuan) sebagai subjek. Arkus kaki dinilai dengan foot print test dan IMT subjek diukur saat pengambilan data tinggi dan berat badan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan flat feet pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta tahun ajaran 2019/2020 (p= 0,001).Kata kunci: flat feet, mahasiswa kedokteran, indeks massa tubuh, obesitas.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI BAGI KADER KESEHATAN DI PUSKESMAS SAWANGAN DEPOK Citra Ayu Aprilia; Mila Citrawati Asiyanto; Yanti Harjono Hadiwiardjo
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v4i2.610

Abstract

Rata-rata prevalensi penderita hipertensi di seluruh Indonesia adalah 31,7%. Diperkirakan bahwa pada tahun 2025 persentase orang dengan hipertensi akan meningkat 24% di negara maju dan 80% di negara berkembang. Pencegahan dan pemantauan hipertensi dapat dilakukan melalui program Puskesmas atau Posyandu. Karakteristik responden untuk melakukan pengabdian masyarakat adalah kader yang mengawasi masyarakat yang memiliki penyakit terbanyak yaitu hipertensi. Pengabdian ini dilakukan dengan kuliah aktif dan diskusi dengan responden. Dari kegiatan ini diketahui bahwa kader sudah mengetahui hipertensi dan cara pencegahan dari komplikasi dan pengukuran tekanan darah mandiri dan periodik oleh kader. Jadi, di masa depan harus ada upaya promosi kesehatan kreatif dan menargetkan orang / kelompok yang tepat sehingga dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
Pengenalan Pendidikan Profesi Dokter Di Fakultas Kedokteran Pada Siswa SMA Guna Menjaring Mahasiswa Berfikiran Kritis Dan Berwawasan Bela Negara Nunuk Nugrohowati; Niniek Hardini; Mila Citrawati; Melly Kristanti
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 5 No 2 (2022): IKRAITH-ABDIMAS No 2 Vol 5 Juli 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.038 KB)

Abstract

Universitas sebagai satu perguruan tinggi adalah pemangku kepentingan yangberperan dalam persiapan untuk mencetak generasi muda masa depan kita.Menyelenggarakan pendidikan bermutu untuk menghasilkan lulusan berdaya sainginternasional yang berindentitas bela negara adalah salah satu misi dari universitas kami.Penempaan yang berkelanjutan akan membentuk kepribadian untuk senatiasa siap sediamenghadapi setiap kompleksitas zaman. Tujuan pengenalan ini meningkatkan pengetahuanwawasan siswa terkait pendidikan profesi dokter guna mendapatkan mahasiswa berfikirankritis dan berwawasan bela negara. Kegiatan ini dilakukan secara daring kepada 69 siswasiswi SMA Bakti Mulya 400 Jakarta Selatan. Metode pelaksanaan kegiatan denganpenyuluhan, campus virtual tour, diskusi dan penyebaran kuesioner. Kegiatan berlangsungdengan melibatkan beberapa pihak yakni tim dosen, kepala sekolah, guru bimbingankonseling, perwakilan organisasi orang tua siswa, alumni SMA Bakti Mulya serta siswasiswi kelas X. Para peserta mengikuti kegiatan dengan baik, aktif dan penuh antusias. Darihasil analisis pengetahuan tentang Pendidikan Profesi dokter di Fakultas Kedokteran padaSiswa SMA Bakti Mulya 400 sebelum dan sesudah kegiatan pengenalan, didapatkan pvalue< 0.05, berarti terjadi peningkatan pengetahuan wawasan siswa SMA terkaitPendidikan profesi dokter. Peningkatan ini dimungkinkan karena ketertarikan siswaterhadap wawasan bela negara yang menjadi salah satu misi di universitas kami. Peransebagai universitas bela negara adalah menguatkan energi kinetik dan energi potensialbangsa melalui pembinaan keilmuan mahasiswanya tidak hanya lulus sarjana, tetapi jugadapat melebarkan sayap partisipatif di masyarakat sebagai kekuatan bela negara yangbertumpu kepada kesejahteraan masyarakat. modal besar bagi pembangunan negara.
HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN KADAR HbA1c DENGAN STATUS FUNGSI KOGNITIF PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT MARINIR CILANDAK TAHUN 2019 Fadhilah Apriliandri; Mila Citrawati; Etra Ariadno
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.332 KB) | DOI: 10.35842/mr.v16i1.396

Abstract

Relationship between Blood Glucose Levels and Hba1c Levels with Cognitive Function Status of Type 2 Diabetes Mellitus Patients at the Cilandak Marine Hospital in 2019Background: Hyperglycemic and insulin resistance can lead to chronic complications in type 2 diabetes patients with long treatment such as macro vascular, micro vascular and neuropathic complication. This may cause alteration and disruption in various system, included the center of nerve system, that related to cognitive function. Objective: This research aimed to analyze the correlation between cognitive status with blood glucose levels and HbA1c level in type 2 diabetes mellitus patients at Marinir Cilandak Hospital. Methods: This research was an analytic observational research with the approach of Cross Sectional method. The study sample included populations with the inclusion and exclusion criteria of 40 respondents. Samples in this study was calculated using Consecutive Sampling. Results: The results showed multivariate analysis that the entire of the independent variables with cognitive status obtained p value = <0,001 (p <0,05). Conclusion: There was significant correlation between blood glucose levels and HbA1c levels with cognitive status in type 2 diabetes mellitus patients. 
HUBUNGAN POSTUR TUBUH DAN LAMA BERDIRI DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA DI CIKARANG Mayang Ameilia Putri; Mila Citrawati; Riezky Valentina Astari
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain (LBP) merupakan sebuah sindrom klinis ditandai dengan timbulnya gejala nyeri di sekitar punggung bawah yang tanpa atau dapat disertai penjalaran pada tungkai bawah. Posisi tidak ergonomis seperti membungkuk, memiringkan badan, dan posisi menggapai atau berlutut yang dapat menyebabkan beberapa dampak, salah satunya LBP. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan postur tubuh dan lama berdiri dengan kejadian LBP pada pekerja bidang produksi dan logistik di Cikarang. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan desain penelitian potong lintang karena membahas dua variabel (independen dan dependen) selanjutnya diobservasi atau diukur hanya sekali pada setiap variabel dalam waktu yang sama. Sampel penelitian berjenis kelamin lakilaki, berjumlah 62 responden, berusia 18-40 tahun dengan kata lain termasuk kriteria inklusi dan teknik pengambilan sampel berupa simple random sampling. Analisis postur tubuh menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA), untuk lokasi serta pengukuran intensitas nyeri LBP menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Numeric Rating Scale (NRS), analisis bersifat kuantitatif karena didasarkan pada skala yang tersedia pada kategori setiap instrumen penelitian. Hasil uji Fisher hubungan postur tubuh dengan kejadian LBP diperoleh nilai signifikansi p=1,000 (p> 0,05) dan untuk lama berdiri dengan kejadian LBP didapatkan nilai signifikansi p=0,067 (p> 0,05). Kesimpulan hasil tersebut tidak terdapat hubungan antara postur tubuh dan lama berdiri dengan kejadian LBP pada pekerja. Hal ini dapat dipengaruhi usia pekerja yang dominan termasuk kategori usia produktif sehingga sifat fisiologis otot masih sangat menunjang produktivitas kerja. Selain itu disela-sela kegiatan, para pekerja dapat leluasa melakukan peregangan minimal pada tubuhnya sehingga kekakuan pada otot di sekitar punggung bawah dapat dihindari. DOI : 10.35990/mk.v4n4.p331-342
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETAJAMAN PENGLIHATAN PADA PELAJAR SEKOLAH DASAR NEGERI 07 PONDOK LABU JAKARTA SELATAN Asiyanto, Mila Citrawati; Aprilia, Citra Ayu; Hadiwiardjo, Yanti Harjono
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 2 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.104 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v8i2.4124

Abstract

Pada proses pendidikan, penglihatan merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Pada proses belajar dalam kelas konvensional, tajam penglihatan menjadi faktor penting mengingat perbandingan luas kelas dengan jumlah siswa seringkali tak memadai. Proses belajar sangat bergantung pada tajam penglihatan, dan turunnya tajam penglihatan dapat mengganggu beberapa aspek perkembangan anak yang berkaitan dengan ketrampilan yang mengandalkan penglihatan. Penurunan tajam penglihatan yang tidak diterapi berakibat gangguan prestasi dan bahkan perilaku anak. Saat ini prevalensi myopia pada anak usia sekolah cenderung meningkat di Asia. Penelitian ini bertujuan mencari faktor yang paling menentukan kejadian miopia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional, yang dilakukan pada bulan Agustus – Oktober 2017. Penelitian dilakukan pada seluruh murid kelas V dan VI di Sekolah Dasar Negeri 07 Pondok Labu Jakarta Selatan yang memenuhi kriteria, yang berjumlah 144 orang. Data karaktestik sampel didapatkan distribusi frekuensi terbanyak pada usia adalah 11 tahun (48,6%), laki-laki (58,3%). Untuk data univariat yang merupakan faktor risiko didapatkan riwayat miopia pada keluarga sebanyak 63,3%, tingkat pengetahuan cukup (53,5%), sikap yang kurang (64,6%), perilaku yang cukup baik (39,6%), screen time > 2 jam (54,2%), posisi membaca dengan duduk tegak (75%), jarak membaca 30 cm (88,2%), emetrop (56,3%). Data kemudian dianalisis untuk hubungan antara faktor risiko dengan tajam penglihatan dengan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga miopia dengan tajam penglihatan (p=0.048), sedangkan faktor risiko lain tidak memiliki hubungan yang bermakna.
EDUKASI ONLINE SOCIAL DISTANCING DALAM MENGATASI PENYEBARAN COVID-19 DI KADER KESEHATAN KELURAHAN GANDUL CINERE Andri Pramesyanti; Niniek Hardini; Sri Wahyuningsih; Mila Citrawati; Rahma Rufaida Susetyo; Retno Yulianti; Novri Rahmadika
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.20526

Abstract

Gandul Cinere village is located on the border of South Jakarta.  Jakarta has a relatively high number of COVID-19 positive patients.  Since May 27, 2020, the Indonesian government has determined that Indonesia is entering a New Normal era.  Perceptions of the New Normal are still often debated by the public.  Many people in the community do not care about health protocols in the New Normal era and consider that the COVID-19 pandemic is no longer a threat.  Therefore, a continuous understanding of health protocols is needed.  Social distancing is part of the behavior that must be carried out in this New Normal era.  Therefore, continued knowledge provision is required in order to prevent the transmission of COVID-19, especially in the Gandul Village area, Cinere, which borders the red zone area of COVID-19. Health cadres who are the vanguard need assistance and guidance in understanding and applying social distancing in their lives.  The methods used are online counseling (online), online discussion, and online mentoring.  The activities to be carried out are the provision of knowledge about Social Distancing Behavior, the provision of knowledge on how to use the correct mouth mask, as well as the kinds of masks used for the prevention of infectious diseases, measurement of social distancing knowledge level with online questionnaires.  This activity is expected to provide benefits to the community.  There is an increase in knowledge of social distancing behavior and awareness of health cadres to implement social distancing and teach to the community in everyday life in the New Normal era ABSTRAK: Kelurahan Gandul Cinere terletak berbatasan dengan kawasan Jakarta Selatan. Jakarta memiliki angka pasien positif COVID-19 yang cukup tinggi. Sejak 27 Mei 2020, pemerintah Indonesia telah menetapkan bahwa Indonesia memasuki era New Normal. Persepsi tentang New Normal masih sering diperdebatkan oleh masyarakat. Banyak orang di masyarakat tidak mempedulikan protokol kesehatan di era New Normal ini dan menganggap bahwa pandemi COVID-19 sudah bukan merupakan ancaman lagi. Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman yang berkesinambungan tentang protokol kesehatan. Social distancing merupakan bagian dari perilaku yang harus dijalankan di era New Normal ini. Pemberian pengetahuan secara berkesinambungan sangat diperlukan untuk mencegah penularan COVID-19, terutama di daerah Kelurahan Gandul, Cinere yang berbatasan dengan daerah zona merah COVID-19. Kader kesehatan yang merupakan garda terdepan perlu diberikan pendampingan dan bimbingan dalam pemahaman dan penerapan social distancing di kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan berupa : penyuluhan dengan melalui daring (online), diskusi secara online dan pendampingan secara online. Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah pemberian pengetahuan tentang Perilaku Social Distancing, pemberian pengetahuan tentang cara pemakaian masker mulut yang benar, serta macam-macam masker yang digunakan untuk pencegahan penyakit infeksi, pengukuran tingkat pengetahuan Social Distancing dengan kuesioner secara daring. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Sasaran jangka pendek yang diharapkan adalah adanya peningkatan pengetahuan perilaku social distancing dan kesadaran kader kesehatan untuk menerapkan social distancing dan mengajarkan ke masyarakat di kehidupan sehari-hari di era New Normal, adanya penurunan angka kejadian COVID-19 di Kelurahan Gandul Cinere
PENGARUH LATIHAN ISOMETRIK DAN ISOTONIK TERHADAP NYERI OTOT NON SPESIFIK PADA MAHASISWA DI MASA PANDEMI Mila Citrawati; Yuli Suciati; Diana Agustini
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i1.9948

Abstract

During pandemic, learning process changed into online method which often cause musculoskeletal complaint. This research aimed to discover the effect of isometric and isotonic exercises to nonspecific muscle pain on college students who went through online learning process. This study used qualitative quasi experiment to observe changes after exercise. The subjects were 40 college students aged 20-22 years old. Visual Analog Scale was used to measure paim grade before and after exercise. Exercise contained of isometric and isotonic exercises on neck, shoulder and back muscles. This exercise conducted 3 times a week, within 4 weeks and the duration of exercise was 20 minutes each. After 4 weeks of exercise muscle pain changed from average scale of 4 to 1 (p=0,001) with CI 95%. Conclusion of this study is isometric and isotonic exercises has effect on nonspecific muscle pain. Keywords: isometric. Isotonic; Non Specific Muscle PainAbstrakPada masa pandemi proses pembelajaran dilakukan secara daring, sehingga menyebabkan keluhan muskuloskeletal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh latihan isometrik dan isotonik terhadap nyeri otot non spesifik pada mahasiswa yang menjalani kuliah daring. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen kuantitatif yaitu memberi perlakuan dan mengukur akibat perlakuan. Subyek penelitian terdiri dari 39 mahasiswa berusia 20-22 tahun. Digunakan visual analog scale (VAS) sebelum dan sesudah latihan untuk mengukur derajat nyeri subyek. Latihan terdiri dari latihan isometrik dan isotonik otot leher, bahu dan punggung sebanyak 3 kali seminggu selama 4 minggu dengan durasi 20 menit per latihan. Setelah latihan 4 minggu terdapat perubahan derajat nyeri dari rata-rata VAS 4 menjadi rata-rata 1 (nilai p=0,001) dengan CI 95%. Disimpulkan latihan isometrik dan isotonik mempunyai efek terhadap nyeri otot non spesifik. 
The relation between informal caregiver’s stress towards quality of life stroke patients Imarta Retri Putri; Arman Yurisaldi Saleh; Mila Citrawati
Konselor Vol 9, No 3 (2020): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.623 KB) | DOI: 10.24036/0202093109745-0-00

Abstract

One of the main problem in stroke patients is how the family provided the needs and also the assistance to improve their abilities even within limitations, so that the quality of life becomes meaningful. The stress on caregivers is an important factor to consider the ability of caregivers to provide care. This study aimed to determine the relation of informal caregiver stress levels to the quality of life of stroke patients in RSUD Kota Depok period 2019. The method used analytical study with a cross sectional design, sample of this study was 36 outpatients at the Neurology Polyclinic taken by purposive sampling technique. This study was analyzed by gamma and somers’d test and the results showed that there was a relation between the informal caregiver’s stress level (p = 0.001; r: -0.475) with quality of life stroke patients. This study concluded that informal caregiver stress levels related to the quality of life of stroke patients.
The relationship of secretory phospholipase A2 type IIA levels with glomerulus filtration rate in type 2 DM patients Nadifa Kartika Dewi; Mila Citrawati; Dhigna Luthfiyani; Harli Amir Mahmudji
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.923 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v12i1.51

Abstract

Phospholipase/sPLA2 type IIA is a mediator that connects the pathogenesis of diabetes and its complications. Diabetic nephropathy is the most frequent microvascular complication, with albumin urine and changes in glomerular filtration rate. This study aimed to discover the relation between sPLA2 type IIA levels in diabetic patients with glomerular filtration rate (GFR). This study used the crossectional method in 62 samples in RSJ. Prof. Dr. Soerojo Magelang. Sampling was done by total sampling, and medical records were used as an instrument. This research was conducted in patients with sPLA2 type IIA levels and had complete laboratory examination data in 2016. The results showed that the level of sPLA2 type IIA was very high in diabetic patients, and GFR was below standard. Pearson correlation analysis showed no significant correlation between type IIA sPLA2 and GFR (p=0.318), with a positive but weak correlation (r=0.129) with the diabetic duration of 8 years. Pearson correlation analysis was conducted in 21 samples in which GFR values were ≤60 (p=0.0712), resulting in a negative direction (r=-0.086) with a diabetes duration of 11 years. It was shown that diabetic patients with increased levels of sPLA2 type IIA and more extended periods of diabetes would affect the decrease in GFR value.
Co-Authors Adisaputra, Chantika Zahra Agneta Irmarahayu Agus Aulung Agus Aulung, Agus Amanah, Salma Rizqi Ananda, Regita Siska Andri Pramesyanti Annisa Afifah Anughrayasa, Mikhaella Pritananda Aprilia, Citra Ayu Arman Yurisaldi Saleh Aulia Chairani, Aulia Baehaqi Basuki Supartono Bobby Singh Cahyaninglatri, Wendi Corlia Citra Ayu Aprilia Citra Ayu Aprilia Citra Ayu Aprilia Devora, Angelina Dhigna Luthfiyani Citra Pradana Diana Agustini Diana Agustini Purwaningastuti Dwi Rafita Lestari Erna Harfiani Etra Ariadno Fachruddin Perdana Fadhilah Apriliandri Firda Amalia Fitriya, Ismah Nurul Sittah Gandung Prakoso Gandung Prakoso, Gandung Hadiwiardjo, Yanti Harjiono Hany Yusmaini Harli Amir Mahmudji Heristyorini, Ayodya Hikmah Muktamiroh Imarta Retri Putri Kholib, Abdul Kristina Simanjuntak Kusumawardani, Kunthi Ayu Maria Selvester Thadeus Mayang Ameilia Putri Melly Kristanti Nadifa Kartika Dewi Niniek Hardini Niniek Hardini Noor Az Zhahra Nooramadhani, Tasya Novri Rahmadika Nugrahayu Widyawardani Nunuk Nugrohowati Nur Fasya, Ratu Azka Nur, Hendi Fulvian Fauzan Parameswari, Aryadhira Qori Aini Afiati Rahma Rufaida Susetyo Raihan, Muhamad Pandji Retno Yulianti Retno Yuliyanti Riezky Valentina Astari Rukman Abdullah Ruth Tio Napitupulu Safira, Lisa Shaifuddin, Zakky Shifa Azzahra Simanjuntak, Kristina Soroy Lardo Sri Wahyuningsih Sri Wahyuningsih Sri Wahyuningsih Syamsiar, Syamsiar Syeftiani, Nabilatussalma Theodora Putri Simanjaya Tiwuk Susantiningsih Tresnawati, Nden Ajeng Widyawardani, Nugrahayu Yanti Harjono Hadiwiardjo Yuli Suciati Yuliyanti, Retno