Claim Missing Document
Check
Articles

Parental history and body mass index as predictors of osteoporosis among urban elderly women in Depok, Indonesia Kusumawardani, Kunthi Ayu; Supartono, Basuki; Hadiwiardjo, Yanti Harjono; Citrawati, Mila
BKM Public Health and Community Medicine Vol 41 No 02 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v41i02.14618

Abstract

Purpose: This study aims to identify the risk factors associated with osteoporosis among urban elderly women in Depok, Indonesia. Methods: This research employed a cross-sectional design and involved 110 elderly women living in Cimanggis District, Depok. Participants were selected through consecutive sampling. Data were collected through interviews using the risk factor checklist from the International Osteoporosis Foundation, and bone density measurements were obtained using heel bone ultrasound. The relationship between variables was analyzed using the Chi-square test and logistic regression. Results: The results showed that most elderly suffer from osteoporosis (77.3%). BMI and parental history of hip fracture showed a significant relationship with bone density. History of fractures after 50 years of age, height loss greater than 4 cm, comorbidities, long-term medication use (over three months), smoking, and alcohol consumption showed no significant relationship with bone density. The most influential risk factor was a parental history of hip fracture. Conclusion: The majority of elderly women have osteoporosis (77.3%). Low body mass index and a family history of hip fractures are significantly associated with lower bone density. These results highlight the need for preventive strategies and lifestyle interventions to reduce osteoporosis risk among the elderly.
Hubungan Daya Tahan Kardiovaskular dan Aktivitas Fisik terhadap Tekanan Darah Mahasiswa Usia 18-21 Ananda, Regita Siska; Citrawati, Mila; Hadiwiardjo, Yanti Harjono; Widyawardani, Nugrahayu
Health and Medical Journal Vol 5, No 3 (2023): HEME September 2023
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v5i3.1292

Abstract

Pendahuluan: Indonesia memiliki data kejadian hipertensi menurut Riskesdas pada tahun 2018 dengan penduduk berusia lebih dari 18 tahun yaitu sebesar 34,11%, dan DKI Jakarta sebagai provinsi dengan kejadian peningkatan prevalensi hipertensinya tertinggi merupakan awalan bagi generasi selanjutnya untuk mulai memahami bahwa penting menjaga kondisi tubuh dari terjadinya peningkatan tekanan darah. Tekanan darah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik yang tidak dapat di kontrol dan dapat di kontrol, salah satu contoh faktor yang dapat di kontrol adalah ketahanan kardiovaskular dan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat mencegah meningkatnya tekanan darah melalui mekanisme melebarnya pembuluh darah dan proses pembakaran lemak di pembuluh darah jantung dan aliran darah akan lencar. Daya tahan kardiovaskular adalah mampunya sistem paru, jantung, dan pembuluh darah dalam bekerjasama untuk mengangkut dan memberikan oksigen pada sel agar digunakan untuk metabolisme tubuh yang hasilnya dimanfaatkan untuk beraktivitas dalam waktu yang panjang tanpa kelelahan yang berarti. Maka dari itu, seseorang dengan daya tahan kardiovaskular yang baik maka kualitas aktivitas fisiknya baik ringan atau berat tidak akan membuat seseorang tersebut mengalami kelelahan yang berarti. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan daya tahan kardiovaskular dan aktivitas fisik dengan tekanan darah mahasiswa usia 18-21 tahun. Metode: Penelitian ini berjenis analitik obervasional yang menggunakan pendekatan secara potong lintang atau cross sectional. Proses penelitian dilakukan pada bulan Oktober hingga November tahun 2022 dengan jumlah responden sebanyak 78 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek penelitian diambil dengan metode probability cara simple random sampling. Analisis data setelah dilakukannya pengambilan data menggunakan uji alternatif Fisher. Hasil: Penggunaan uji alternatif Fisher dalam menganalisis hubungan akibat tidak terpenuhinya ketentuan untuk uji Chi-square menunjukan nilai p = 0,038 bagi hubungan daya tahan kardiovaskular dan tekanan darah, begitu juga untuk aktivitas fisik, dengan makna terdapatnya hubungan antara daya tahan kardiovaskular dan aktivitas fisik terhadap tekanan darah. Kesimpulan: Terdapatnya hubungan antara daya tahan kardiovaskular dan aktivitas fisik terhadap tekanan darah menunjukan terdapatnya manfaat dari melatih daya tahan kardiovaskular dan melakukan aktivitas fisik sebagai bentuk preventif peningkatan tekanan darah. Melakukan hal seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, dan kegiatan sederhana lainnya dapat melatih tubuh untuk beradaptasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari agar tidak mudah mengalami lelah yang berarti dan menyebabkan peningkatan tekanan.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI KOMBINASI OBAT ANTIDIABETIK METFORMIN-GLIMEPIRIDE DAN ACARBOSE-GLIMEPIRIDE Tresnawati, Nden Ajeng; Hany Yusmaini; Mila Citrawati; Erna Harfiani
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol20.iss1.art9

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (DM) is one of the cardiometabolic diseases with the highest prevalence worldwide, including Indonesia. The increasing number of type 2 DMs is known to have become an economic burden on Indonesia's health sector. There are several options for treating type 2 DM, either with monotherapy or in combination. At present, metformin, sulfonylurea, and acarbose have become common drugs in the treatment of type 2 DM. Variations in antidiabetic drugs will cause differences in therapy cost and effectiveness.Objective: The purpose of this study is to analyze the cost-effectiveness of the combination therapy of metformin-glimepiride and acarbose-glimepiride antidiabetic drugs in patients with type 2 DM at RSUD Sumedang in 2021 based on the hospital's perspective.Method: This study collected data by documenting medical records and patient costs from January to December 2021 using a cross-sectional design on 60 samples.Results: Findings from the statistical analysis showed that the combination of metformin and glimepiride did not make a difference in GDS (mean difference 10.70 mg/dL-1; p-value = 0.457). The average total direct medical costs of the acarbose-glimepiride group were higher than that of the metformin-glimepiride group, and there was a significant difference between the average costs of the antidiabetic drugs (p-value = 0.000).Conclusion: The combination of metformin-glimepiride therapy is more cost-effective than acarbose-glimepiride, with an ACER value of metformin-glimepiride Rp. 3,037.48.Keywords: Acarbose, cost effectiveness analysis, glimepiride, metformin, type 2 DM Intisari Latar belakang: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu penyakit kardiometabolik dengan prevalensi tertinggi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Peningkatan jumlah DM tipe 2 diketahui telah menjadi beban ekonomi bagi sektor kesehatan di Indonesia. Terdapat beberapa pilihan terapi dalam pengobatan DM tipe 2 baik secara monoterapi maupun kombinasi beberapa obat. Saat ini obat metformin, sulfonilurea, dan acarbose telah menjadi obat umum dalam pengobatan DM tipe 2 di Indonesia. Variasi terapi obat antidiabetik akan menyebabkan adanya perbedaan biaya dan efektivitas terapi. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menentukan efektivitas biaya terapi kombinasi obat antidiabetik metformin-glimepirid dan acarbose-glimepirid pada pasien DM tipe 2 Instalasi Rawat Jalan di RSUD Sumedang Tahun 2021 berdasarkan perspektif rumah sakit.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong-lintang pada 60 sampel dengan pengambilan data dilakukan secara dokumentasi terhadap data rekam medis dan biaya pasien periode Januari-Desember 2021. Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna selisih GDS pada kombinasi metformin-glimepirid dan acarbose-glimepirid (rata-rata perbedaan 10,70 mg/dL-1; nilai-p=0.457). Rata-rata total biaya langsung medis kelompok acarbose-glimepirid lebih tinggi dibandingkan metformin-glimepirid serta terdapat perbedaan bermakna rata-rata biaya obat antidiabetik (nilai-p=0.000).Kesimpulan: Kombinasi terapi metformin-glimepirid lebih cost-effective dibandingkan acarbose-glimepirid dengan nilai ACER metformin-glimepirid Rp. 3.037,48.Kata Kunci: Acarbose, analisis efektivitas biaya, DM tipe 2, glimepirid, metfotmin
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN TINGKAT STRES DENGAN RESTING HEART RATE PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Syeftiani, Nabilatussalma; Citrawati, Mila; Safira, Lisa; Kristanti, Melly
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resting Heart Rate (RHR) atau denyut jantung istirahat merupakan salah satu indikator penilaian risiko penyakit kardiovaskular. Rendahnya aktivitas fisik dan tingginya tingkat stres pada mahasiswa kedokteran dapat meningkatkan RHR yang akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan menurunkan harapan hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat stres dengan RHR pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta tahun 2022. Jenis penelitian ini termasuk analitik observasional dengan desain cross-sectional pada 46 orang subjek yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengambilan data RHR dilakukan secara langsung, sedangkan data aktivitas fisik dan tingkat stres menggunakan kuesioner GPAQ dan MSSQ. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Aktivitas fisik responden paling banyak pada kategori sedang, tingkat stres pada kategori berat, dan RHR pada kategori tinggi. Uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan RHR (p = 0,665) dan antara stres dengan RHR (p = 0,226). Mahasiswa terbiasa melakukan aktivitas fisik harian dan menghadapi stresor selama menjalani perkuliahan. Terdapat kecenderungan RHR normal pada mahasiswa dengan aktivitas fisik sedang sampai tinggi, sedangkan pada mahasiswa dengan stres berat cenderung memiliki RHR tinggi. Kata kunci : aktivitas fisik, denyut jantung istirahat, stres DOI : 10.35990/mk.v7n1.p1-11
Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku tentang Tb Paru pada Keluarga Binaan di Kota Depok: Motion Graphic: Increasing Knowledge and Behavior about Pulmonary Tuberculosis in Assisted Families in Depok City: Motion Graphic Parameswari, Aryadhira; Kristanti, Melly; Fitriya, Ismah Nurul Sittah; Shaifuddin, Zakky; Nur, Hendi Fulvian Fauzan; Amalia, Firda; Citrawati, Mila
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v3i2.309

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit kronik yang bersifat menular akibat infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis umumnya menginfeksi jaringan parenkim paru-paru (TB paru) dan juga dapat menginfeksi organ lain (TB ekstra paru). Kegiatan ini bertujuan untuk melihat peningkatan pengetahuan dan perilaku serta kepatuhan pengobatan TB menggunakan Motion Graphic. Pengabdian ini menggunakan kuesioner dengan peserta terdapat 3 keluarga dengan jumlah total 13 peserta. Hasil pengukuran dilakukan pengolahan data menggunakan uji Wilocxon. Hasil kegiatan ini terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan, perilaku dan kepatuhan pengobatan, tetapi secara statistic belum signifikan. Hasil ini diharapkan lebih difokuskan lagi dengan cara pendekatan lebih mendalam dalam melakukan penyuluhan walaupun menggunakan motion graphic hasil ini sudah dapat meningkatkan rata-rata pengetahuan dan perilaku pasien maupun keluarga pasien.  Tuberculosis (TB) is a chronic disease that is contagious due to infection by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis generally infects the parenchymal tissue of the lungs (pulmonary TB) and can also infect other organs (extrapulmonary TB). This activity aims to see the improvement of knowledge and behavior as well as TB treatment compliance using Motion Graphic. This service uses a questionnaire with participants there are 3 families with a total of 13 participants. The measurement results were processed using the Wilocxon test. The results of this activity showed an increase in the average knowledge, behavior, and adherence to treatment, but statistically it was not significant. This result is expected to be more focused by a more in-depth approach in conducting counseling, although using motion graphics, this result can increase the average knowledge and behavior of patients and their families.
PENGARUH OBESITAS TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEGAWAI LAKI-LAKI DI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA TAHUN 2023 Kristanti, Melly; Nur Fasya, Ratu Azka; Citrawati, Mila; Chairani, Aulia
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 1 (2024): Volume 15 No. 1 (2024)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v15i1.1087

Abstract

Kelelahan kerja adalah berkurang atau hilangnya kesiagaan atau kecepatan bereaksi dan kemampuan untuk menampilkan keselamatan dan kesehatan yang sering terjadi pada profesi yang bersifat human service dan pada jenis kelamin laki-laki. Salah satu faktor yang berperan terhadap terjadinya kelelahan kerja adalah status gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh obesitas terhadap kelelahan kerja pada pegawai laki-laki di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional dengan sampel berjumlah 51 pegawai laki-laki di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara obesitas dengan kelelahan kerja (p = 0,888), tetapi terdapat faktor lain yang berpengaruh terhadap kelelahan kerja yaitu masa kerja (p = 0,006 ; OR = 10,964) dan beban kerja mental (p = 0,035 ; OR = 6,572). Pegawai kantoran lebih memperhatikan kondisi mental terhadap beban kerja yang dimiliki serta dapat menyesuaikan diri dimana tempat bekerja sebaik mungkin agar tidak terjadinya kelelahan kerja. Kata kunci: beban kerja mental, kelelahan kerja, masa kerja, obesitas, pegawai
Anti-inflammatory and hepatoprotective effects of Moringa oleifera fruit in obesity-induced liver injury Susantiningsih, Tiwuk; Thadeus, Maria Selvester; Citrawati, Mila; Setyaningsih, Yuni
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol. 24 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v24i1.30081

Abstract

Background: Hepatic metabolic disorders are closely associated with obesity and are characterized by systemic inflammation and liver injury. Moringa oleifera fruit contains various bioactive compounds with potential anti-inflammatory and hepatoprotective properties. However, evidence regarding its effects on obesity-induced liver injury remains limited..   Objective: This study aimed to evaluate the anti-inflammatory and hepatoprotective effects of Moringa oleifera fruit extract in an obesity-induced rat model..   Methods: This experimental study used 30 male Sprague-Dawley rats divided into five groups: normal control (N), obese control (O), obese rats treated with Moringa oleifera fruit extract at 500 mg/kg body weight once daily (OEMO1), twice daily (OEMO2), and obese rats treated with vitamin C (OC). Systemic inflammation was assessed by measuring serum C-reactive protein (CRP) levels using ELISA, while hepatic changes were evaluated through biochemical markers and histopathological analysis. Data were analyzed using one-way ANOVA followed by post hoc testing.   Results: Obese rats exhibited significantly elevated serum CRP levels and marked hepatic alterations compared to normal controls (p < 0.05). Administration of Moringa oleifera fruit extract significantly reduced CRP levels and improved hepatic histoarchitecture in obese rats, with the greatest effect observed in the twice-daily treatment group (OEMO2) (p < 0.05). The effects were comparable to or greater than those observed with vitamin C. Conclusions: Moringa oleifera fruit extract demonstrates significant anti-inflammatory and hepatoprotective effects in an obesity-induced rat model, suggesting its potential as a natural therapeutic agent for obesity-related liver injury.
Pelatihan Pembuatan Teh Daun Kelor Kayu Manis pada Ibu-ibu PKK Desa Pangkalan Jati Depok Setyaningsih, Yuni; Tiwuk Susantiningsih; Maria Selvester Thadeus; Mila Citrawati; Hikmah Muktamiroh; Melly kristanti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.16121

Abstract

Kelor memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan seperti sebagai antibakteri, antiinflamasi, antioksidan dan lain-lain. Kelor dapat dikonsumsi sebagai sayuran, bubuk, jus atau teh. Kayu manis merupakan rempah yang memiliki manfaat sebagai antioksidan dan antidiabetes. Pemanfaatan daun kelor kayu manis belum pernah dilakukan di Desa Pangkalan Jati, Cinere, Depok, yang merupakan daerah perbatasan dengan ibu kota. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader PKK dalam membuat teh daun kelor kayu manis. Metode yang dilakukan dengan melakukan penyuluhan tentang manfaat daun kelor bagi kesehatan dan pelatihan pembuatan teh daun kelor kayu manis dari seduhan langsung dan merebus daun kelor. Hasil pengabdian ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang bermakna tentang manfaat daun kelor dengan uji Wilcoxon p 0,001. Kader PKK juga dapat melakukan pembuatan teh daun kelor kayu manis dengan baik. Pengabdian yang dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan kader tentang manfaat daun kelor dan meningkatkan keterampilan membuat teh daun kelor kayu manis. Diharapkan kader dapat mengaplikasikan pengetahuan yang sudah didapatkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan informasi pengetahuan ini kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.
Pendidikan Remaja dalam Pencegahan Stunting melalui Pencegahan Pernikahan Dini di Pangkalan Jati, Cinere, Depok Maria Selvester Thadeus; Mila Citrawati; Tiwuk Susantiningsih; Yuni Setyaningsih
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i2.2298

Abstract

Pernikahan dini masih marak terjadi di Indonesia, yang menimbulkan berbagai tantangan kesehatan dan sosial. Kedewasaan yang dibutuhkan untuk menikah tidak hanya mencakup kesiapan biologis, tetapi juga kesiapan psikologis, sosial, mental, dan spiritual. Pernikahan dini memiliki dampak negatif bagi kaum muda dan generasi mendatang. Mengingat kaitannya yang erat dengan tradisi budaya setempat, pencegahan pernikahan dini memerlukan kerja sama yang sinergis antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada remaja mengenai bahaya pernikahan dini dan kesehatan reproduksi, serta mengedukasi mengenai hubungan antara pernikahan dini dan stunting pada remaja Masjid Al Muhajirin, Pangkalan Jati Cinere Depok. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pencegahan terhadap pernikahan dini dan sebagai strategi konvergensi untuk pencegahan stunting pada remaja. Program ini terdiri dari tiga tahap yaitu pengumpulan data, konseling/sosialisasi, dan evaluasi. Penilaian pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan postest untuk mengukur pemahaman peserta mengenai risiko pernikahan dini dan pencegahan stunting. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai risiko pernikahan dini serta hubungannya dengan stunting. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat di kalangan kelompok remaja dapat menjadi strategi yang efektif untuk mencegah pernikahan dini dan mengurangi prevalensi stunting dalam jangka panjang.
Prevention of Anemia in Adolescent Girls in Pangkalan Jati Village, Cinere, Depok Mila Citrawati; Maria Selvester Thadeus; Tiwuk Susantiningsih; Yuni Setyaningsih
Abdimas Indonesian Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.1518

Abstract

Stunting remains a major public health issue that must be addressed today. Stunting represents a significant nutritional problem that affects social and economic life both within and across communities. There is clear evidence that stunted individuals have higher mortality rates and greater disease incidence. Contributing factors to stunting include inadequate nutritional intake during pregnancy, which leads to fetal growth restriction, marking the beginning of stunting. Stunting prevention education is essentially an activity or effort to convey messages to communities, groups, or individuals with the expectation that they will gain knowledge that can influence their attitudes and behaviors. The youth of the Al Muhajirin Mosque in Pangkalan Jati, Cinere, Depok, have limited knowledge regarding the dangers of anemia among adolescent girls and its link to stunting. The objective of this community service activity was to educate the youth members of Al Muhajirin Mosque about the dangers of anemia and the importance of iron supplementation to reduce the risk of stunting in children. Our finding that this activity can increase adolescents’ understanding of anemia and stunting, thereby contributing to the reduction of anemia and stunting rates in Pangkalan Jati, Cinere, Depok.
Co-Authors Agneta Irmarahayu Agus Aulung Agus Aulung, Agus Amanah, Salma Rizqi Ananda, Regita Siska Andri Pramesyanti Aprilia, Citra Ayu Arman Yurisaldi Saleh Aulia Chairani, Aulia Baehaqi Basuki Supartono Bobby Singh Chantika Zahra Adisaputra Citra Ayu Aprilia Citra Ayu Aprilia Citra Ayu Aprilia Devora, Angelina Dhigna Luthfiyani Citra Pradana Diana Agustini Diana Agustini Purwaningastuti Dwi Rafita Lestari Erna Harfiani Etra Ariadno Fachruddin Perdana Fadhilah Apriliandri Firda Amalia Fitriya, Ismah Nurul Sittah Gandung Prakoso Gandung Prakoso, Gandung Hadiwiardjo, Yanti Harjiono Hany Yusmaini Harli Amir Mahmudji Hikmah Muktamiroh Hikmah Muktamiroh Imarta Retri Putri Kholib, Abdul Kristina Simanjuntak Kusumawardani, Kunthi Ayu Maria Selvester Thadeus Mayang Ameilia Putri Melly Kristanti Nadifa Kartika Dewi Niniek Hardini Niniek Hardini Noor Az Zhahra Novri Rahmadika Nunuk Nugrohowati Nur Fasya, Ratu Azka Nur, Hendi Fulvian Fauzan Parameswari, Aryadhira Qori Aini Afiati Rahajeng, Herera Rahma Rufaida Susetyo Raihan, Muhamad Pandji Retno Yulianti Retno Yuliyanti Riezky Valentina Astari Rukman Abdullah Ruth Tio Napitupulu Safira, Lisa Setyaningsih, Yuni Shaifuddin, Zakky Shifa Azzahra Simanjuntak, Kristina Soroy Lardo Sri Wahyuningsih Sri Wahyuningsih Sri Wahyuningsih Syamsiar, Syamsiar Syeftiani, Nabilatussalma Tasya Nooramadhani Thadeus, Maria Selevster Theodora Putri Simanjaya Tiwuk Susantiningsih Tresnawati, Nden Ajeng Wendi Corlia Cahyaninglatri Widyawardani, Nugrahayu Yanti Harjono Hadiwiardjo Yuli Suciati Yuliyanti, Retno Yuni Setyaningsih