Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR RISIKO YANG MEMENGARUHI KEJADIAN DISMENORE PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA Qori Aini Afiati; Mila Citrawati; Agneta Irmarahayu; Yanti Harjono
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri menstruasi atau yang dikenal dengan dismenore, merupakan kelainan paling umum pada bidang ginekologi yang ditandai dengan nyeri kolik daerah suprapubik. Keparahannya bervariasi dimulai dari 34% hingga 94% yang dapat membuat penderitanya tidak masuk sekolah atau berkegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang memengaruhi kejadian dismenore pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Faktor risiko yang diteliti pada penelitian ini adalah usia menarche, riwayat keluarga, lama menstruasi, stres, dan kualitas tidur. Desain penelitian ini ialah potong lintang menggunakan teknik pengambilan sampel memakai stratified random sampling pada 77 responden. Data diperoleh melalui kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42) untuk menilai stres, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, dan Working Ability, Location, Intensity, Days of Pain, Dysmenorrhea (WaLIDD) untuk menilai dismenore. Mayoritas responden mengalami dismenore, usia menarche normal, ada riwayat keluarga dismenore, lama menstruasi normal, mengalami stres, dan memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil uji Chi Square pada analisis bivariat didapatkan riwayat keluarga (p=0,022), stres (p=0,002), dan kualitas tidur (p=0,001) memiliki korelasi terhadap kejadian dismenore. Variabel usia menarche (p=0,288) dan lama menstruasi (p=1,000) tidak memiliki korelasi terhadap kejadian dismenore. Hasil uji multivariat memberikan hasil yaitu faktor yang berpengaruh paling kuat terhadap kejadian dismenore adalah kualitas tidur (OR=14,444). Kualitas tidur seseorang berhubungan dengan mekanisme peningkatan mediator inflamasi yaitu IL-6 dan TNF α yang berperan dalam nyeri saat menstruasi. Kata Kunci: dismenore, kualitas tidur, lama menstruasi, riwayat keluarga, stres, usia menarche DOI : 10.35990/mk.v6n2.p194-204
Knowledge Sharing Covid-19: Waspada Harus, Panik Jangan!: Penguatan Peran Orangtua Dalam Pencegahan Penularan Covid-19 Di Sekolah Mila Citrawati; Tiwuk Susantiningsih; Maria Selvester Thadeus
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Volume.1 No.1 Agustus (2023) - SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v1i1.6094

Abstract

Covid-19 adalah penyakti pandemi sejak tahun 2020. Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus corona. Pada saat sekolah, anak anak lebih rentan tertular Covid-19. Tingkat pengetahuan dan ketrampilan anak anak dan orangtua dalam menyikapi Covid-19 masih rendah, maka perlu dilakukan Knowledge Sharing mengenai Covid-19 terutama kepada orangtua dan tenaga pendidik di SDN 11 Pondok Labu Jakarta Selatan. Knowledge sharing ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat seseorang mengetahui dirinya positif Covid-19. Kegiatan ini diikuti 90 orang peserta. Diberikan pretest dan postest untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan ketrampilan peserta mengenai Penyakit Covid-19. Dari kegiatan pengabdian ini didapatkan kesimpulan bahwa tingkat pengetahuan dan ketrampilan peserta webinar Knowledge Sharing Covid-19 mengalami peningkatan sebesar 18% pada opsi penyebab penyakit Virus-19. Terjadi peningkatan sebesar 14% pada opsi cara penularan penyakit Covid-19. Terjadi peningkatan sebesar 16% pada opsi Tanda dan gejala Covid-19. Terjadi peningkatan sebesar 23% pada opsi isolasi mandiri dilakukan selama 10 hari dan terjadi peningkatan sebesar 18% pada opsi tanda dan gejala memberatnya penyakit Covid-19.
Pelatihan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Untuk Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Diare dan Thyphoid Anak di Desa Pangkalan Jati Cinere Depok Maria Selvester Thadeus; Tiwuk Susantiningsih; Kristina Simanjuntak; Retno Yuliyanti; Mila Citrawati
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Volume.1 No.1 Agustus (2023) - SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v1i1.6102

Abstract

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah salah satu bentuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah dan mengendalikan infeksi diare dan thyphoid terutama pada anak anak. Insiden infeksi diare dan thyphoid pada anak masih tinggi. Kebersihan tangan menjadi salah satu faktor pencegahan penularan infeksi diare dan thyphoid melalui makanan yang dipegang dengan tangan yang kotor. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta telah melakukan pelatihan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai sarana edukasi dan pelatihan pencegahan dan pengendalian infeksi diare dan thyphoid pada anak di Desa Pangkalan Jati Cinere Depok. Responden yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 40 anak usia 8-12 tahun. Pelatihan menggunakan media powerpoint dan brosur CTPS serta praktek langsung CTPS. Hasil penilaian nilai pretest sebesar 70,25% dan setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan, kemudian dilakukan posttest terjadi peningkatan nilai posttest sebesar 22% menjadi 92,25%. Disela sela pelatihan responden diminta untuk melakukan CTPS agar ketrampilan CTPS semakin baik. CTPS adalah salah satu ketrampilan yang dapat diterapkan pada anak anak untuk pencegahan dan pengendalian infeksi diare dan thyphoid pada anak.
Instructor’s Role In The Conduction Of Basic Clinical Fitness In The Clinique Fitness Laboratory / Skills Laboratory Agneta Irmarahayu Irawan; Mila Citrawati; Sri Wahyuningsih; Hikmah Muktamiroh; Tiwuk Susantiningsih
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2023): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v11i4.23883

Abstract

ABSTRACT Teaching clinical skills is a must in the 21st century. Medical school is required to make its graduates as skilled and professional doctors need a lot of support such as clinical skill laboratory facilities (Skills Lab) and instructors. Students need to be given sufficient opportunities to practice basic clinical skills in a place that is comfortable, safe and controlled without fear of harming patients and can be monitored and assessed in accordance with the expected competencies. Clinical skill instructors are the cornerstones of basic clinical skills teaching process. The role of the instructor includes building two-way relationships for each individual student, giving feedback, becoming role models so that students will be responsible for carrying out each procedural step of clinical skills. Their role is very important in guiding and facilitating the students to practice clinical skill, making sure their skills progress, and preparing them to obtain the predetermined competency as a doctor.
THE EFFECTIVITY OF TRIPLE THERAPY COMPOSITION ON DYSPEPSIA WITH HELICOBACTER PYLORI INFECTION: A SYSTEMATIC REVIEW Theodora Putri Simanjaya; Erna Harfiani; Mila Citrawati
Journal of Research in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences Vol 1 No 1 (2022): Vol.1 No.1 JUNE (2022)
Publisher : Pharmacy Program, Faculty of Medicine, UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/jrpps.v1i1.4441

Abstract

Dyspepsia is a disease with one or more symptoms relating to abnormalities in gastroduodenal. One of the factors that influence dyspepsia is Helicobacter pylori (H. pylori). Clarithromycin-based triple therapy is recommended as first line eradication treatment. Resistance towards clarithromycin is increasing and causing eradication rates in Clarithromycin-based triple therapy to decrease. The purpose of this study was to determine the effectiveness of triple therapy variation on dyspepsia with H. pylori infection. Data was collected through literature searches on two different databases using the preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Protocols (PRISMA-P) 2020. This systematic review included all relevant articles from 2011-2021. Six studies met the inclusion criteria. The results showed that metronidazole-based triple therapy is effective in eradicating H. pylori due to its eradication rate surpassing the target rate of 80%. The highest eradication rates in intention-to-treat (ITT) and per-protocol (PP) were 94.3% and 93.5%, respectively. The best triple therapy composition is metronidazole-based triple therapy with 7 days of duration.
The Association Between Fat Free Mass and Basal Metabolic Rate with Handgrip Strength in Female Medical Students Noor Az Zhahra; Mila Citrawati; Sri Wahyuningsih; Maria Selvester Thadeus
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 9, No 1 (2024): Improve physical competence, fitness, motivation, and enjoyment of physical acti
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpjo.v9i1.66694

Abstract

Handgrip strength is an indicator of general muscle strength. Low handgrip strength is associated with various diseases that can increase morbidity and mortality. Fat free mass and basal metabolic rate are indicators of health and physical fitness. Low physical activity and degenerative changes in muscle strength in female medical students may be risk factors for cardiovascular disease, metabolic syndrome, and sarcopenia in old age. The aim of this study was to determine the association between fat free mass and basal metabolic rate with handgrip strength in female medical students. The type of research includes observational analytics with a cross-sectional design on 54 samples selected using purposive sampling techniques. Fat free mass and basal metabolic rate data were collected using a bioelectrical impedance analysis tool, handgrip strength using a handgrip dynamometry tool which was carried out directly. Statistical data analysis used the Independent sample t-test and Chi-square test. The results of the analysis using the Independent sample t-test found that there was no significant difference based on fat free mass between respondents with low handgrip strength and normal handgrip strength (p = 0.662) and there was a significant association between basal metabolic rate and handgrip strength (p = 0.001) with an odds ratio (OR) of 16.875. Female medical students need to maintain activity performance, train muscle strength, and adopt a healthy lifestyle so that handgrip strength, fat-free mass, and basal metabolic rate are maintained.
Pelatihan dan Pendampingan Kader Dalam Asupan Vitamin E, Zinc, Fe dan Asam Folat Pada Masa Pertumbuhan Sri Wahyuningsih; Tiwuk Susantiningsih; Rukman Abdullah; Fachruddin Perdana; Mila Citrawati
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): Vol. 1 No. 2 (2023): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v1i2.7295

Abstract

Stunting merupakan bentuk kegagalan tumbuh kembang yang menyebabkan gangguan pertumbuhan linear pada balita akibat dari akumulasi ketidak cukupan nutrisi yang berlangsung lama, mulai dari masa kehamilan sampai usia 24 bulan. Propinsi Banten menduduki peringkat kelima angka stunting terbanyak di Indonesia, yaitu 294.862 balita pada tahun 2021. Asupan energi dan zat gizi yang tidak memadai, antara lain vitamin E, Zinc, Fe dan Asam Folat merupakan faktor yang berperan terhadap masalah pertumbuhan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kesehatan tentang pentingnya pemenuhan zat gizi dalam upaya menunjang pertumbiuhan anak dan pencegahan stunting. Metode kegiatan yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan dengan menggunakan metode ceramah dengan menggunakan media slide power point yang berisi penjelasan mengenai pentingnya asupan vitamin E, Zinc, Fe dan Asam Folat pada balita. Kesimpulan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu-ibu kader yang mengikuti penyuluhan menjadi paham tentang pentingnya pemenuhan zat gizi untuk pertumbuhan anak.
Pelatihan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) untuk pencegahan dan pengendalian infeksi diare dan thyphoid anak di desa pangkalan jati cinere depok Selvester Thadeus, Maria; Susantiningsih, Tiwuk; Simanjuntak, Kristina; Yuliyanti, Retno; Citrawati, Mila
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Vol. 2 No. 1 (2024): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (In Press)
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v2i1.6095

Abstract

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah salah satu bentuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah dan mengendalikan infeksi diare dan thyphoid terutama pada anak anak. Insiden infeksi diare dan thyphoid pada anak masih tinggi. Kebersihan tangan menjadi salah satu faktor pencegahan penularan infeksi diare dan thyphoid melalui makanan yang dipegang dengan tangan yang kotor. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta telah melakukan pelatihan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai sarana edukasi dan pelatihan pencegahan dan pengendalian infeksi diare dan thyphoid pada anak di Desa Pangkalan Jati Cinere Depok. Responden yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 40 anak usia 8-12 tahun. Pelatihan menggunakan media powerpoint dan brosur CTPS serta praktek langsung CTPS. Hasil penilaian nilai pretest sebesar 70,25% dan setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan, kemudian dilakukan posttest terjadi peningkatan nilai posttest sebesar 22% menjadi 92,25%. Disela sela pelatihan responden diminta untuk melakukan CTPS agar ketrampilan CTPS semakin baik. CTPS adalah salah satu ketrampilan yang dapat diterapkan pada anak anak untuk pencegahan dan pengendalian infeksi diare dan thyphoid pada anak.
Pengaruh Indeks Massa Tubuh terhadap Handgrip Strength pada Mahasiswa FK UPNVJ Tahun 2023 Raihan, Muhamad Pandji; Citrawati, Mila; Kristanti, Melly; Lardo, Soroy
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i02.3483

Abstract

Masalah kesehatan status gizi buruk sering berkaitan dengan indeks massa tubuh dan tingkat aktivitas fisik sehingga dibutuhkan alat skrining sebagai langkah preventif. Kecukupan status gizi sering dievaluasi melalui pengukuran antropometri dengan mengukur berat dan tinggi badan. Beberapa peneliti berpendapat bahwa dalam mengevaluasi status gizi dapat menggunakan handgrip strength test. Parameter handgrip strength merupakan model penilaian status gizi yang diusulkan sebagai alat skrining oleh American Society for Parenteral and Enteral Nutrition. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh indeks massa tubuh terhadap handgrip strength pada mahasiswa aktif FK UPNVJ. Desain penelitian ini menggunakan metode observasional analitik desain cross-sectional dengan responden sebanyak 55 mahasiswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa responden dengan IMT normal (88,9%) dan overweight (76,9%) serta tingkat aktivitas fisik sedang (76,9%) dan tinggi (100%) mayoritas memiliki HGS sedang - tinggi. IMT berpengaruh terhadap HGS dengan OR = 2,09 95% CI (1.20-3.64)); Nilai p = 0,009. Hasil analisis dapat isimpulkan bahwa kategori IMT sangat berpengaruh terhadap HGS setelah dikontrol oleh tingkat aktivitas fisik. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menjaga berat badan ideal dan tingkat aktivitas fisik sedang - tinggi.
PERBANDINGAN NILAI VOLUME EKSPIRASI PAKSA DETIK PERTAMA (VEP1) PEROKOK KONVENSIONAL DENGAN PEROKOK ELEKTRIK Ruth Tio Napitupulu; Bobby Singh; Mila Citrawati
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v8i1.33

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: VEP1 adalah volume udara yang dapat dikeluarkan dalam waktu satu detik pertama setelah inspirasi dan ekspirasi maksimal. Faktor yang dapat mempengaruhi nilai VEP1 di antaranya adalah penyakit, usia, paparan bahan iritan, jenis kelamin. Rokok adalah paparan bahan iritan yang dapat mempengaruhi nilai VEP1. Menurut World Health Organization prevalensi perokok di dunia pada tahun 2015 sebanyak 22.2% dan prevalensi di Indonesia sebanyak 33.5%. Rokok terdiri atas dua jenis yaitu rokok konvensional dan elektrik. Rokok konvensional adalah tembakau yang digunakan dengan cara dihisap sedangkan rokok elektrik adalah perangkat yang menggunakan tenaga baterai untuk menyalurkan uap. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan nilai VEP1 pada perokok konvensional dan perokok elektrik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 81 orang, sebanyak 44 orang perokok konvensional dan 37 orang perokok elektrik yang diambil dengan consecutive sampling. Nilai VEP1 diukur pada orang yang menggunakan rokok selama ?5 tahun. Hasil: Berdasarkan penelitian ini didapatkan adanya penurunan VEP1 pada perokok konvensional dan perokok elektrik, namun penurunan pada perokok elektrik lebih rendah dibanding perokok konvensional. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan antara perokok konvensional dan perokok elektrik (p=0,00). Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan bahwa rerata VEP1 perokok tembakau adalah 76,31±8,21% dan rerata VEP1 perokok elektrik adalah 83.94±6.95%. Kata Kunci: Perokok elektrik, Perokok konvensional, VEP1 ABSTRACT Background: FEV1 is the volume of air exhaled in first second after maximal level of inspiration and expiration. There are some factors which can affect FEV1 value for example obstruction, age, irritant exposure, and sex. Cigarette is an irritant substance that can influence FEV1 value. According to World Health Organization in 2015 world and Indonesian smokers’ prevalence was 22,2% and 33,5%. Cigarettes are divided into two kinds; conventional and electrical. Conventional cigarette is dried-tobacco usually rolled with a paper and commonly inhaled in the usage, while electric cigarette is a battery powered device that vaporize liquid into fumes. This research aimed to investigate the difference of FEV1’s value between conventional smoker and electric cigarette user. Method: Cross sectional study design was applied in this research. Total sample in this research was 81 participants consist of 44 conventional smokers and 37 electric cigarette users selected by using consecutive sampling method. The FEV1 value measured in people who had been smoking for at least 5 years. Result: This research found that the FEV1 value was decreased in both smokers, but the electrical cigarette user having less decreasing of FEV1 value. The statistic result was revealed the differences between conventional smoker and electric cigarette user (p=0,00). Conclusion: As the result, the average of conventional smoker’s FEV1 value is 76,31±8,21% and the average of electric cigarette user’s FEV1 value is 83.94±6.95%. Keywords: Conventional smoker, Electric cigarette user, FEV1
Co-Authors Agneta Irmarahayu Agus Aulung Agus Aulung, Agus Amanah, Salma Rizqi Ananda, Regita Siska Andri Pramesyanti Aprilia, Citra Ayu Arman Yurisaldi Saleh Aulia Chairani, Aulia Baehaqi Basuki Supartono Bobby Singh Chantika Zahra Adisaputra Citra Ayu Aprilia Citra Ayu Aprilia Citra Ayu Aprilia Devora, Angelina Dhigna Luthfiyani Citra Pradana Diana Agustini Diana Agustini Purwaningastuti Dwi Rafita Lestari Erna Harfiani Etra Ariadno Fachruddin Perdana Fadhilah Apriliandri Firda Amalia Fitriya, Ismah Nurul Sittah Gandung Prakoso Gandung Prakoso, Gandung Hadiwiardjo, Yanti Harjiono Hany Yusmaini Harli Amir Mahmudji Hikmah Muktamiroh Hikmah Muktamiroh Imarta Retri Putri Kholib, Abdul Kristina Simanjuntak Kusumawardani, Kunthi Ayu Maria Selvester Thadeus Mayang Ameilia Putri Melly Kristanti Nadifa Kartika Dewi Niniek Hardini Niniek Hardini Noor Az Zhahra Novri Rahmadika Nunuk Nugrohowati Nur Fasya, Ratu Azka Nur, Hendi Fulvian Fauzan Parameswari, Aryadhira Qori Aini Afiati Rahajeng, Herera Rahma Rufaida Susetyo Raihan, Muhamad Pandji Retno Yulianti Retno Yuliyanti Riezky Valentina Astari Rukman Abdullah Ruth Tio Napitupulu Safira, Lisa Setyaningsih, Yuni Shaifuddin, Zakky Shifa Azzahra Simanjuntak, Kristina Soroy Lardo Sri Wahyuningsih Sri Wahyuningsih Sri Wahyuningsih Syamsiar, Syamsiar Syeftiani, Nabilatussalma Tasya Nooramadhani Thadeus, Maria Selevster Theodora Putri Simanjaya Tiwuk Susantiningsih Tresnawati, Nden Ajeng Wendi Corlia Cahyaninglatri Widyawardani, Nugrahayu Yanti Harjono Hadiwiardjo Yuli Suciati Yuliyanti, Retno Yuni Setyaningsih