Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pembelajaran Abad 21 yang Efektif di Sekolah Dasar: Sebuah Systematic Literature Review Jusrianto, Jusrianto; Sinring, Abdullah; Kamaruddin, Syamsu A; Nur, Haspidawati
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7538

Abstract

Urgensi penelitian ini semakin menguat mengingat masih terbatasnya kajian komprehensif berbasis systematic literature review yang secara khusus memetakan efektivitas model pembelajaran abad ke-21 di sekolah dasar sebagai landasan pengambilan kebijakan dan praktik pembelajaran yang adaptif terhadap tuntutan global. Perkembangan pendidikan abad 21 menuntut perubahan pendekatan pembelajaran di sekolah dasar, terutama dalam penguatan keterampilan 4C (critical thinking, creativity, collaboration, communication). Penelitian ini bertujuan menganalisis model pembelajaran abad 21 yang terbukti efektif di sekolah dasar melalui systematic literature review (SLR) yang mengikuti pedoman PRISMA 2020. Artikel dikumpulkan dari basis data Scopus, Web of Science, dan SINTA dengan rentang tahun 2020–2025, menghasilkan 10 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek (PjBL), problem-based learning (PBL), STEM/STEAM, flipped classroom, dan digital inquiry merupakan model yang paling efektif meningkatkan 4C, literasi digital, dan motivasi belajar siswa. Tantangan utama meliputi keterbatasan kompetensi guru, sarana digital, serta ketidaksiapan infrastruktur sekolah. Kajian ini menghasilkan model konseptual “I4C-PBM” (Integration of 4C through Project-Based Model) sebagai kontribusi teoretis untuk penguatan pembelajaran abad 21 di sekolah dasar. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan inovasi pedagogi.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA PGRI 2 TAMALATE Nurhayati; Kamaruddin, Syamsu A
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.36226

Abstract

This study aims to determine the effect of using the Problem-Based Learning (PBL) method on students’ critical thinking skills at SMA PGRI 2 Tamalate. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using the Pretest-Posttest Control Group Design. The population consisted of all eleventh-grade students at SMA PGRI 2 Tamalate in the 2024/2025 academic year, totaling 120 students, with a sample of 60 students divided into two groups: an experimental class taught using the Problem-Based Learning method and a control class taught using conventional methods. Data were collected through a critical thinking test that had been validated and tested for reliability. The results showed that the mean posttest score of the experimental class was higher than that of the control class. The t-test results indicated a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, meaning there was a significant difference between the two groups. Furthermore, the correlation analysis yielded an r value of 0.721 with Sig. = 0.000, indicating a positive and strong relationship between the implementation of Problem-Based Learning and students’ critical thinking skills. Therefore, it can be concluded that the Problem-Based Learning method significantly improves students’ critical thinking skills.
PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP KESEJAHTERAAN EMOSIONAL DAN PRESTASI AKADEMIK Hajrani; Kamaruddin, Syamsu A; Mustafa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.36248

Abstract

School environment is a crucial determinant in supporting students’ emotional well-being and academic achievement. This study aims to analyze the influence of various aspects of the school environment including school climate, physical conditions, social relationships, and the implementation of social-emotional learning (SEL) programson students’ emotional well-being and academic performance. Using a narrative literature review approach, the study synthesizes key theories and empirical findings from international and local research. The review shows that a positive school environment consistently contributes to improved emotional well-being among students through mechanisms such as enhanced sense of safety, reduced stress, greater sense of belonging, and better teacher-student relationships. Adequate physical conditionssuch as lighting, ventilation, and classroom comfortare found to enhance focus, motivation, and engagement in learning. Furthermore, SEL programs play a significant role in strengthening emotional regulation skills, empathy, and social interaction, which then impact academic performance. Empirical evidence from prior studies indicates that emotional well-being acts as a critical mediator between the school environment and academic achievement; students with high well-being are more likely to exhibit better motivation, attendance, and persistence. Therefore, strengthening the school environment through infrastructural improvements, enhanced quality of social relationships, and implementation of SEL programs is a key strategy to sustainably improve students’ emotional well-being and academic achievement. This review provides important implications for teachers, school principals, and policymakers in designing holistic, evidence-based interventions.
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN ANTI BULLYING DALAM MENCEGAH PERILAKU BULLYING DI BEBERAPA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI KOTA MAKASSAR Ismayanti; Kamaruddin, Syamsu A
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.36380

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of anti-bullying education programs in preventing bullying behavior in several junior high schools (SMP) in Makassar City, as well as to identify the factors that influence their success and the challenges faced during implementation. Using a literature review method, this research analyzes journals, policy documents, and previous studies related to anti-bullying programs implemented between 2015 and 2024. The findings show that Makassar’s anti-bullying initiatives such as the Child-Friendly School program, school-based anti-bullying task forces, teacher training, public awareness campaigns, counseling services, and student-led initiatives like Roots Indonesia have contributed significantly to reducing bullying incidents, particularly in schools with strong administrative support, well-trained teachers, active student engagement, and parental involvement. However, program effectiveness remains limited in schools experiencing challenges such as inadequate resources, inconsistent implementation, lack of safe reporting mechanisms, and school cultures that tolerate mild verbal aggression. Overall, the study concludes that program success is strongly influenced by implementation quality and cross-stakeholder collaboration. Therefore, continuous evaluation, enhanced teacher capacity, and strengthened cooperation among schools, parents, and communities are essential to create safe and violence-free learning environments.
Feminisasi Maritim Di Kawasan Tempat Pelelangan Ikan Lappa Kabupaten Sinjai Tamrin, Sopian; Kamaruddin, Syamsu A; Adam3, Arlin
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/wj30e118

Abstract

Pekerjaan sebagai nelayan masih didominasi oleh aktor laki laki Hal tersebut terlihat pada hampir semua Masyarakat maritim termasuk di desa Lappa Kabupaten Sinjai Perempuan tidak jarang hanya berdiam di rumah sebagai ibu rumah tangga Sehingga tidak jarang konstruksi peran melanggengkan proses domestifikasi bagi perempuan Penelitian ini berupaya menyingkap bagaimana dominasi laki laki dalam kerangka kerja kemaritiman melalui analisis teori hegemoni maskulinitas dari Raewyn Connel Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi wawancara dan pendokumentasian situasi lapangan Hasil menunjukkan bahwa sektor kemaritiman telah didominasi oleh laki laki sebagai nelayan; baik mereka yang berperan sebagai punggawa maupun sebagai sawi Sama sekali tidak ada Perempuan yang terlibat dalam pekerjaan sebagai nelayan Namun dengan keberadaan Tempat Pelelangan Ikan TPI di Desa Lappa Sinjai telah mengkanalisasi ruang penghidupan social ekonomi terutama bagi perempuan Di Kawasan TPI Perempuan muncul sebagai pihak yang menopang ekosistem kawasan dengan mendirikan rumah makan Hanya saja mereka memilih kondisi yang bergaman ada yang berperan sebagai pemilik usaha rumah makan ada pemilik tempat dan ada juga yang hanya sebagai pekerja rumah makan atau berjualan Penelitian menyimpulkan bahwa memang terjadi maskulinitas hegemonic tapi sifatnya terbatas Hegemoni tidak mengusai keseluruhan kompleksitas kegiatan ekonomi maritim Artinya patriarki yang tumbuh ditengah masyarakat tidak mengekang seutuhnya namun tetap terbuka adanya negosiasi peran antara laki laki dan Perempuan pada kehidupan social yang lebih kompleks Pada akhirnya TPI Lappa mendorong feminisasi sektor kemaritiman yang menjadikan Perempuan sebagai aktor yang berkonstribusi dalam kegiatan social dan ekonomi nbsp;< p>
Konstruksi Sosial Praktik Konsumsi Vape dalam Ruang Pariwisata: Studi Sosiologi pada Wisatawan di Kawasan Legian Bali Arsyad, Ernawati; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin; Ahmadin, Ahmadin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7388

Abstract

Fenomena penggunaan rokok elektrik atau vape semakin berkembang dalam berbagai ruang sosial modern, termasuk dalam konteks pariwisata. Kawasan Legian di Bali sebagai salah satu destinasi wisata internasional menunjukkan meningkatnya praktik konsumsi vape di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Ruang pariwisata merupakan ruang sosial yang unik karena mempertemukan individu dari berbagai latar belakang budaya dan sosial. Interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal menciptakan dinamika sosial yang memungkinkan munculnya praktik budaya baru. Dalam konteks ini, praktik konsumsi seperti vaping dapat berkembang menjadi bagian dari budaya wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik konsumsi vape dikonstruksi secara sosial dalam ruang pariwisata serta bagaimana interaksi sosial wisatawan mempengaruhi normalisasi perilaku tersebut.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan wisatawan pengguna vape, serta dokumentasi pada berbagai lokasi wisata di kawasan Legian. Analisis data menggunakan pendekatan konstruksi sosial dari Berger dan Luckmann yang menekankan proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi dalam pembentukan realitas sosial.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik konsumsi vape di kawasan wisata Legian tidak hanya dipengaruhi oleh preferensi individu, tetapi juga oleh interaksi sosial dalam ruang pariwisata. Vape dipahami sebagai simbol gaya hidup modern, identitas wisatawan global, serta bentuk ekspresi kebebasan dalam ruang rekreasi. Selain itu, ruang pariwisata memberikan legitimasi sosial yang lebih longgar terhadap praktik tersebut dibandingkan ruang sosial lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi vape dalam konteks pariwisata merupakan bagian dari konstruksi budaya wisata kontemporer yang terbentuk melalui interaksi sosial, simbolisme konsumsi, dan dinamika ruang wisata.
Fenomena Sosial Masyarakat Desa Adat Legian Bali Sebagai Laboratorium Pendidikan Akhiruddin, Akhiruddin; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin; Ahmadin, Ahmadin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7431

Abstract

Masyarakat desa adat di Bali memiliki berbagai praktik sosial dan budaya yang mencerminkan nilai solidaritas, partisipasi, dan integrasi sosial yang kuat. Praktik-praktik sosial tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran kontekstual dalam pendidikan sosiologi. Salah satu komunitas yang memperlihatkan dinamika sosial tersebut adalah masyarakat Desa Adat Legian yang dikenal sebagai kawasan pariwisata dengan kehidupan sosial budaya yang masih terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena sosial masyarakat Desa Adat Legian sebagai laboratorium pendidikan dalam pembelajaran sosiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam dinamika kehidupan sosial masyarakat desa adat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada februari 2026. Informan penelitian meliputi bendesa adat, tokoh masyarakat, pengurus banjar, pelaku pariwisata lokal, serta warga masyarakat yang terlibat dalam aktivitas sosial desa adat. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa fenomena sosial utama dalam kehidupan masyarakat Desa Adat Legian, yaitu tradisi ngayah sebagai bentuk solidaritas sosial, keberadaan banjar sebagai ruang interaksi dan partisipasi masyarakat, ritual adat sebagai sarana integrasi sosial, serta perkembangan pariwisata yang mempengaruhi perubahan struktur sosial dan ekonomi masyarakat. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa berbagai praktik sosial tersebut memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai laboratorium pendidikan dalam pembelajaran sosiologi. Melalui pemanfaatan fenomena sosial masyarakat sebagai sumber belajar, peserta didik dapat memahami konsep-konsep sosiologi secara lebih kontekstual dan relevan dengan realitas kehidupan masyarakat.
Perspektif Budaya dan Medis: Keterkaitan Tradisi Potong Gigi dengan Risiko Karies Gigi pada Masyarakat Pedesaan Bali Zulkarnain, Zulkarnain; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin; Ahmadin, Ahmadin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7440

Abstract

Tradisi potong gigi yang dikenal sebagai mepandes atau metatah merupakan salah satu ritual penting dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali yang menandai peralihan individu menuju kedewasaan. Ritual ini memiliki makna simbolik sebagai upaya pengendalian enam sifat negatif manusia (Sad Ripu) dan masih banyak dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat Bali. Namun, dari perspektif kesehatan, proses pengikisan gigi dalam ritual tersebut berpotensi mempengaruhi struktur enamel gigi yang dapat meningkatkan risiko karies apabila tidak dilakukan dengan prosedur yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara praktik tradisi potong gigi dengan risiko karies gigi pada masyarakat Desa Legian, Bali.  Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Februari 2026. Penelitian melibatkan 15 informan yang terdiri atas masyarakat yang telah menjalani ritual potong gigi, tokoh adat, dan pelaku ritual (sangging). Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kesehatan gigi menggunakan indeks DMFT (Decayed, Missing, Filled Teeth), wawancara mendalam, serta observasi praktik ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,7% informan memiliki tingkat karies sedang, 33,3% karies tinggi, dan 20% karies rendah. Faktor yang mempengaruhi risiko karies meliputi teknik pengikisan gigi tradisional, sterilisasi alat ritual yang kurang memadai, keterbatasan pengetahuan kesehatan gigi masyarakat, serta kebiasaan konsumsi makanan dan minuman manis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik budaya potong gigi memiliki implikasi terhadap kesehatan gigi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara pendekatan budaya dan kesehatan masyarakat melalui edukasi kesehatan gigi serta kolaborasi antara tokoh adat dan tenaga kesehatan untuk memastikan bahwa pelaksanaan tradisi tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek kesehatan masyarakat.